Jl. Perintis Kemerdekaan (Kavelery), Daya - Makassar
Pdt. Sukiman Thomas Karun, S.Th
Setiap hari Minggu Pukul 10.30 Wita Pdt. Israel Laoly, S.Th Contact Person: Hp. 0813 5551 2966 Flexi 0411 528 3249Like us
on
Follow Us on Twitter
www.twitter.com/GerejaPetraDapatkan Informasi seputar Gereja PETRA
pelayanan
Pdm. Silva Ramon Rumendong
Hp. 0821 8825 9818
Ibu Betty Haryono
Flexi 0411 574 5369 | Tlp. 3610 509
Hp. 0852 4286 2600
Contact Person:
PASTORAL
4
Amsal 3:2
Kami ucapkan kepada Jemaat
yang berulang tahun pada tanggal :
06 januari 2014 - 12 JANUARI 2014
Quotes
This Week
Hari berganti hari, tahun berganti tahun, waktu tak pernah berhenti. Ketika Anda gagal dalam kehidupan, bangkit dan
bersinarlah sebab rencana Tuhan juga tak pernah berhenti dalam hidupmu.
-Mrt-Senin, 06 Januari 2014
- Gabriel William Liwanto - Poppy Karels - Tjondro Gunawan
Selasa, 07 Januari 2014
- Tjen Pit Lui (Amoi)
Rabu, 08 Januari 2014 - Wenny Yapardi - Riny Chandra Kamis, 09 Januari 2014 - Kevin D. Bowo - Roy Theodorrus - Martha Taruk Jumat, 10 Januari 2014
- Martha Kala Paly
Sabtu, 11 Januari 2014
- Suhartini (Amei)
Minggu, 12 Januari 2014
- Kezia Cerla P.
Ibadah Perdana Kaum Wanita
tgl. 07 Januari 2014
pukul 17.00 Wita,
bertempat di Minihall Gereja Petra
Ibadah PA Pemuridan
tgl. 10 Januari 2014
pukul 18.30 Wita,
bertempat di Mainhall Gereja Petra
Ibadah Doa Penyembahan
tgl. 09 Januari 2014
pukul 18.30 Wita,
bertempat di Minihall Gereja Petra
INFORMASI ...
Akan diberkati
dalam pernikahan
yang kudus
ROY STEVEN
CITA ELMIKA
&
SABTU, 11 JANUARI 2014
PUKUL 11.00 WITA
DI GEREJA PETRA
KHOTBAH
tumbuh - peduli - berbagi
01
tumbuh - peduli - berbagi
INFO PETRA MISI
08
alam edisi kali ini kita akan melihat
D
hubungan yang kuat antar Allah Bapa dan Allah Anak (Yesus Kristus).Yohanes 14:24, “Barangsiapa tidak mengasihi
Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.”
Dikatakan bahwa: firman yang kamu dengar itu
bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Jadi segala yang
disampaikan oleh Yesus itu berasal dari Bapa. Dalam Yohanes 5:19 Yesus berkata bahwa Ia
tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan-Nya. Ini berarti
bahwa apapun yang dilakukanNya, baik itu perkataan maupun perbuatan, tidak dilakukan berdasarkan kemauan Sendiri, melainkan dilakukanNya karena Ia melihat Bapa melakukan hal itu. Termasuk juga dalam m e n y e m b u h k a n o r a n g s a k i t a t a u membangkitkan orang mati. Ia melakukan itu karena Ia melihat Bapa yang mengerjakan hal
itu di alam roh. Yesus (Anak) bekerja karena Bapa bekerja. IA (Anak) selalu melihat kepada Bapa dan bertindak persis seperti apa yang Bapa lakukan.
Yohanes 5:17, “Tetapi Ia berkata kepada
mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”
Yohanes 5:21, “Sebab sama seperti Bapa
membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.”
Yesus tidak pernah jalan sendiri, Dia tidak pernah sombong atau merasa bisa sendiri tanpa Bapa, Dia selalu menurut kepada Bapa. Padahal siapakah Yesus itu? IA adalah Anak Allah dan Juruselamat manusia; IA sangat hebat namun IA mengaku bahwa IA tidak dapat mengerjakan sesuatupun dari diri-Nya sendiri melainkan apa y a n g d i k e r j a k a n B a p a i t u l a h y a n g diperbuatNya(Yohanes 5:19). Di sini kita
melihat betapa rendah hatinya Yesus. Hati
yang seperti Yesus inilah yang dicari oleh Tuhan
Contact Person:
Pdt. Othniel YedidYah
(0813.4298.8870 / pinBB: 755EA797)
Pdm. Budiyanto Tandean
(0812.4122.2808)
ANAK ALLAH
dan
melakukan sesuatu, kita jadi sombong dan merasa bahwa kita bisa melakukannya sendiri dan tidak lagi mengandalkan Tuhan. Mari kita mau bertobat dari sikap seperti itu. Contoilah gaya hidup Tuhan Yesus yang selalu singkron dengan Bapa!
Mari kita baca ayat selanjutnya.
Yohanes 5:26, “Sebab sama seperti Bapa
mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.”
Di situ dikatakan bahwa “sebab sama seperti
Bapa mempunyai hidup dalam diriNya sendiri …”, jadi Bapa mempunyai hidup dalam
diriNya sendiri artinya bahwa Ia tidak tergantung pada siapapun. Ia mempunyai terang sendiri yang tidak tergantung pada apapun. Terang-Nya tidak seperti terang matahari; terangNya adalah terang kemuliaan dan itu
berasal dari diriNya sendiri.
Lalu bagaimana dengan Anak (Yesus)? Kalimat selanjutnya dalam ayat itu berkata: “..demikian
juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri”.
Bapa sebagai sumber hidup telah memasukkan
sumber hidup itu juga kepada Anak sehingga
Anak juga mempunyai hidup dalam diriNya sendiri. Jadi ada 2 sumber yang sama yakni dalam diri Bapa dan dalam diri Anak. Namun sekalipun demikian, Anak tidak mau memisahkan diriNya dengan Bapa. Ia bergantung penuh kepada Bapa dan berkata bahwa Ia hanya akan melakukan sesuatu bila Ia melihat Bapa melakukanNya. Wow, sungguh Yesus menjadi teladan kita dalam penundukan diri kita kepada Allah. Yesus, sekalipun IA memiliki sumber hidup dalam diriNya sendiri, n a m u a n I A m a s i h m e n g a k u i kebergantunganNya kepada Bapa. Bagaimana
tidak memiliki keabadian? Adakah kita juga mau tunduk dan taat kepada Bapa, seperti Yesus?
Sebagai anak Allah, kita juga sudah menerima hidup itu dari Bapa lewat iman kepada Anak Allah (Yesus Kristus), yakni ketika kita percaya kepadaNya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; namun hidup itu berupa aliran seperti sungai. Dengan aliran itu kita memberkati orang-orang lain lewat kesaksian hidup kita yang mengalami Tuhan sebagai Sumber kita. Dengan demikian kemana saja kita memberitakan tentang Tuhan (Sumber) maka itu seperti kita berfungsi sebagai aliran dan orang yang menerimanya juga beroleh hidup dari Sumber (Allah). Sebab itu jangan pernah berhenti bersaksi dan memberitakan tentang Kristus; sebab dengan demikian kita menjadi saluran kehidupan yang tidak pernah kering.
Yohanes 5:30a, “Aku tidak dapat berbuat
apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
Dalam ayat diatas kembali kita melihat bahwa betapa rendah hatinya Yesus ini. Dia tidak berkata bahwa “IA sendiri bisa melakukan ini
dan itu”, tetapi IA berkata bahwa “Aku tidak bisa berbuat apa-apa dari diriKu sendiri”. Jadi
kita dapat melihat bahwa Yesus itu selalu mencontoh kepada Bapa.
“…, Aku tidak menuruti kehendakKu sendiri”. Perhatikan bahwa sekalipun Yesus
(Anak) itu mempunyai kehendakNya sendiri, namun IA tidak mau menuruti kehendak diriNya sendiri; melainkan Dia menuruti kehendak Bapa. Buktinya yakni ketika IA
KHOTBAH
tumbuh - peduli - berbagi
03
tumbuh - peduli - berbagi
06
INFO PETRA MISIberada di taman Getsemani menjelang penangkapanNya, IA berkata bahwa kalau bisa lalukanlah cawan aniaya ini dari padaKu, tetapi
jangan kehendakKu melainkan kehendakMu yang jadi. Jadi kalau itu adalah kehendakMu
(Bapa) maka jadilah, biarpun itu bukan kehendakKu. Jadi Yesus punya kehendak juga, tetapi Dia selalu menundukkan diri kepada kehendak Bapa.
Yohanes 15:10, “Jikalau kamu menuruti
perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.”
Perhatikan kata Yesus: “..seperti Aku menuruti
perintah Bapa-Ku”. Jadi jelas bahwa Yesus
(Anak) itu menuruti perintah Bapa dan tinggal di dalam kasihNya. Yesus tidak bertindak semau-maunya, melainkan Ia tunduk kepada perintah Bapa. Dan Yesus menghendaki agar kita-pun mengikuti teladanNya; tunduklah kepada perintahNya dan hidup di dalam kasihNya.
FIRMAN TUHAN itulah MUJIZAT
Markus 1:27, “Mereka semua takjub, sehingga
mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
Orang-orang heran akan Yesus. Perkataan Yesus mengandung kuasa, Ia memerintahkan roh-roh jahat untuk pergi dan mereka taat kepadaNya. Lalu mereka bertanya: “Ajaran macam apa
itu?”. Ketahuilah bahwa ke mana saja Yesus
pergi, Ia selalu membawa atau menyampaikan firman; selalu firman dan firman itu yang menjadi tanda yang paling aktual akan Dia selain tanda-tanda mujizat. Tetapi dalam satu atau dua peristiwa, Yesus tidak datang
mengumpulkan orang banyak untuk melihat mujizat, tidaklah demikian! Dalam Lukas 5 dapat kita baca bahwa banyak orang yang datang mengerumuni Dia itu untuk apa? Bukan untuk melihat tanda mujizat, tetapi untuk mendengarkan Firman Allah (ayat 1).
Lukas 5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di
pantai danau Genesaret, sedang orang banyak me-ngerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
Walaupun Tuhan tidak menekankan tentang tanda mujizat, toh mujizat itu terjadi juga. Mujizat apa yang terjadi saat itu? Yaitu penangkapan ikan yang secara ajaib, di mana dua perahu penuh dengan ikan-ikan (ayat 4-7). Sesungguhnya Firman Allah itu kalau disampaikan maka Firman itu sendiri adalah mujizat. Firman Allah berkata: “Jadilah
terang!”; maka terang itu jadi. “Jadilah cakrawala!”, maka cakrawala itupun jadi.
Setiap Firman yang disampaikan itu pasti jadi. Itulah mujizat, yakni Firman Tuhan yang disampaikan. DisampaikanNya FirmanNya
dan disembuhkan-Nya mereka. Itulah sebabnya
mengapa kita perlu hidup di dalam Firman Tuhan, sebab Firman Tuhan itu sendiri adalah mujizat. Jadi bila Anda mau melihat mujizat maka dengarlah dan perkatakanlah serta taailah Firman Tuhan!
P E N YA L I B A N Y E S U S A D A L A H KEHENDAK BAPA
[30]
Yohanes 14:30-31, “ Tidak banyak lagi Aku
berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit
[31]
pun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”
(setan) ini sedang datang. Apa artinya “sedang datang”? Artinya bahwa penyaliban Yesus itu sudah tiba. Tetapi jika Yesus dianiaya dan disalibkan, itu tidak berarti bahwa penguasa dunia (setan) itu berkuasa atas tubuhNya. Ia tidak dianiaya dan disalib karena kehendak iblis. Tidak! Tetapi Yesus dianiaya dan disalib itu karena IA tunduk pada kehendak Bapa (ayat 31). Bahkan Ia mati bukan karena Ia dibunuh, tetapi karena Ia menyerahkan nyawaNya kepada Bapa. Iblis tidak berkuasa sedikit pun atas diriNya.
Dalam Matius 26:39, Yesus berkata: "Ya
Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti
yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Juga dalam Yesaya
5 3 : 1 0 d i t u l i s k a n : “ Te t a p i T U H A N
berkehendak meremukkan dia dengan
kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan
kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.”
Jadi jelas bahwa penderitaan Yesus di kayu salib itu adalah kehendak Bapa. Dan karena ketaatanNya kepada Bapa untuk menyerahkan diriNya sebagai korban penebus maka Dia akan melihat jiwa-jiwa akan datang, banyak orang akan diselamatkan lewat pengorbananNya, itulah yang dimaksud sebagai keturunanNya.
[1]
Yohanes 16:1-2, “ Semuanya ini Kukatakan
kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan
[2]
menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.”
Ada 2 perkara yang disebutkan Tuhan di sini, yakni: 1)kamu akan dikucilkan dan 2)kamu
murid-murid sedang dalam ketakutan sebab sebentar lagi Yesus akan di aniaya. Namun mengapa dalam keadaan seperti itu Yesus masih memberi pesan yang demikian menakutkan? Ternyata ada maksudNya mengatakan hal itu. Dalam ayat 1 dikatakan bahwa: “Semuanya ini
Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku”. Seringkali banyak
orang Kristen yang kecewa sama Tuhan; apa sebabnya? Sebab mereka tidak mengerti kehendak Allah. Mengapa mereka kecewa? Karena mereka suka memaksakan keinginan dan kehendaknya kepada Allah. Dalam
Yakobus 4:3 dikatakan: “Atau kamu berdoa
juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”. Seringkali kita
tidak mendapatkan apa-apa karena kita salah berdoa; sebab apa yang kita minta itu hendak kita habiskan (atau paksakan) untuk memuaskan kedagingan kita sendiri. Itulah sebabnya Tuhan tidak memberi apa yang kita minta. Banyak anak Tuhan kecewa karena mereka tidak mengerti kehendak Tuhan atas hidupnya. Tetapi kalau kita mau melepaskan kehendak kita dan mau menurut dan tunduk kepada kehendak Tuhan maka kita tidak akan kecewa. Contohilah Yesus yang berkata: “tetapi
janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”.
Jadi hiduplah singkron dengan Allah. Tunduklah kepadaNya dan Anda akan mengalami hal-hal yang dahsyat dan mulia. Amin!!
Jadwal Ibadah Umum
Jadwal Ibadah Umum
Jadwal Ibadah Umum
LEMBAR
K E S A K S I A Nwahyu 12 : 11 By : Levina Ayeri (Papua Student)
05 Januari 2014
LANJUTAN
kesaksian
Redaksi
Bagi Jemaat yang ingin memberikan kesaksian, agar dapat langsung menyerahkan kepada Ibu gembala atau dapat mengirimkannya lewat email : [email protected] [ Kesaksian yang telah diberikan menjadi hak redaksi sepenuhnya untuk diedit/dirubah ]