• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Pertimbangan Auditor Terhadap Kelangsungan Usaha dengan Penilaian Risiko (Studi Empiris pada PT SUPARMA Tbk periode 2010 – 2012).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Pertimbangan Auditor Terhadap Kelangsungan Usaha dengan Penilaian Risiko (Studi Empiris pada PT SUPARMA Tbk periode 2010 – 2012)."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

One way a company can do to survive, is by analyzing financial statements, which aims to determine the situation and development of the company’s financial year-to-year.

This study aims to provide empirical evidence on the auditor’s judgment, and risk assessment in predicting future business continuity by analyzing each variable. Research object is the SUPARMA Tbk, a company engaged in the paper industry, especially in the period 2010 – 2012. The analysis technique used in this study are financial ratio and Altman models were performed with the aid of a computer program Microsoft Excel 2007. The result of the analysis carried out showed that the performance and financial position of PT SUPARMA Tbk in 2009 to 2012 associated with the risk assessment can be said to be still quite good amid unstable economic turmoil during the period. For business continuity, the results obtained in 2009 through 2012, the company entered into a gray area. Thus, considering the company’s auditors are expected to improve itself by knowing the weaknesses that exist, and can immediately make improvements in order to obtain better results in the coming year.

Keyword

(2)

ix

ABSTRAK

Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan agar tetap bertahan, yaitu dengan menganalisa laporan keuangan, yang bertujuan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan dari tahun ke tahun.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pertimbangan auditor, dan penilaian risiko dalam memprediksi kelangsungan usaha di masa mendatang dengan menganalisis masing – masing variabel. Objek penelitian adalah PT SUPARMA Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang industri kertas, terutama pada periode 2010 – 2012. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan dan Altman models yang dilakukan dengan bantuan program komputer Microsoft Excel 2007. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa kinerja dan posisi keuangan PT SUPARMA Tbk pada tahun 2009 sampai dengan 2012 berhubungan dengan penilaian risiko dapat dikatakan masih cukup baik ditengah gejolak ekonomi yang tidak stabil pada periode yang bersangkutan. Untuk kelangsungan usaha, hasil yang diperoleh pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012, perusahaan masuk ke dalam wilayah abu-abu. Dengan demikian, auditor mempertimbangkan perusahaan diharapkan dapat berbenah diri dengan mengetahui kelemahan – kelemahan yang ada, dan dapat segera melakukan perbaikan agar memperoleh hasil yang lebih baik di tahun mendatang.

Kata Kunci

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PENGESAHAN ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI iii

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN iv

KATA PENGANTAR v

ABSTRACT viii

ABSTRAK ix

DAFTAR ISI x

DAFTAR GAMBAR xiii

DAFTAR TABEL xiv

DAFTAR GRAFIK xvi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian 1

1.2 Identifikasi Masalah 6

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 6

1.4 Kegunaan Penelitian 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN

PENGEMBANGAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka 9

2.1.1 Pertimbangan (Judgment) Auditor 9

2.1.1.1 Definisi 9

(4)

xi

2.1.1.3 Pertimbangan Going Concern atas Kondisi dan Peristiwa 16 2.1.1.4 Pertimbangan Going Concern atas Rencana Manajemen 19 2.1.1.5 Pertimbangan Dampak Informasi Going Concern terhadap

Laporan Keuangan 21

2.1.1.6 Pertimbangan Spesifik bagi Entitas yang Lebih Kecil 22 2.1.2 Penilaian Risiko (Risk Assessment) 24

2.1.2.1 Definisi Risiko 24

2.1.2.2 Pengelompokan Risiko 25

2.1.2.3 Dampak Risiko 31

2.1.2.4 Definisi Penilaian Risiko 32

2.1.2.5 Ruang Lingkup Penilaian Risiko 35

2.1.2.6 Metode Penilaian Risiko 36

2.1.2.7 Prosedur Penilaian Risiko dan Aktivitas yang Terkait 39 2.1.2.7.1 Menurut Standar Perikatan Audit 570 (SPA 570) 39 2.1.3 Kelangsungan Usaha (Going Concern) 40

2.1.3.1 Definisi 40

2.1.3.2 Manfaat Going Concern 45

2.1.3.3 Tanggung Jawab Auditor Terhadap Going Concern 46 2.1.3.4 Prosedur Audit Menilai Kemampuan Going Concern 51

2.1.3.5 Asumsi Kelangsungan Usaha 52

2.1.3.5.1 Menurut Standar Perikatan Audit 570 (SPA 570) 52 2.1.3.5.2 Penggunaan Asumi Kelangsungan Usaha 53

2.2 Kerangka Pemikiran 56

(5)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian 59

3.2 Jenis Penelitian 60

3.3 Definisi Operasional Variabel 61

3.4 Teknik Pengumpulan Data 63

3.5 Alat Analisis Data 64

3.5.1 Kelemahan Teknik Analisis Data 66

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Penilaian Risiko PT. Suparma Tbk pada Tahun 2010, 2011,

dan 2012 berdasarkan Analisa Rasio Keuangan 67 4.2 Hasil Analisis Rasio-rasio Keuangan untuk Penilaian Risiko Perseroan

4.2.1 Likuiditas 76

4.2.2 Struktur Modal dan Solvabilitas 78

4.2.3 Tingkat Pengembalian Investasi 81

4.2.4 Kinerja Operasi 83

4.3 Analisa Kelangsungan Usaha dengan Menggunakan

Metode Altman Models 84

4.4 Hasil Analisis Kelangsungan Usaha pada Pertimbangan Auditor 87 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 92

5.2 Saran 93

5.3 Keterbatasan Skripsi 94

DAFTAR PUSTAKA 95

(6)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel I Jenis Pendekatan dalam Menilai Risiko 39 Tabel II Perhitungan Rasio Lancar (Current Ratio) 67 Tabel III Perhitungan Rasio Cepat (Acid Test Ratio) 68 Tabel IV Perhitungan waktu Penagihan (Collection Period) 68 Tabel V Perhitungan Jumlah Hari untuk Menjual Persediaan

(Days to Sell Inventory) 69

Tabel VI Perhitungan Total Utang terhadap Ekuitas

(Total Debt to Equity) 70

Tabel VII Perhitungan Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas

(Long Term Debt to Equity) 71

Tabel VIII Perhitungan Kelipatan Bunga Dihasilkan

(Times Interest Earned) 72

Tabel IX Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset

(Return on Assets – ROA) 73

Tabel X Perhitungan Tingkat Pengembalian Equity

(Return on Equity – ROE) 74

Tabel XI Perhitungan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) 74 Tabel XII Hasil Perhitungan Rasio – rasio Keuangan 75

Tabel XIII Perhitungan Mencari Nilai X1 85

Tabel XIV Perhitungan Mencari Nilai X2 85

Tabel XV Perhitungan Mencari Nilai X3 85

(8)

xv

Tabel XVII Perhitungan Mencari Nilai X5 86

Tabel XVIII Perhitungan Mencari Nilai X1, X2, X3, X4, dan X5 86

(9)

DAFTAR GRAFIK

Halaman Grafik I Perhitungan Rasio Lancar (Current Ratio) 67 Grafik II Perhitungan Rasio Cepat (Acid Test Ratio) 68 Grafik III Perhitungan waktu Penagihan (Collection Period) 69 Garfik IV Perhitungan Jumlah Hari untuk Menjual Persediaan

(Days to Sell Inventory) 70

Grafik V Perhitungan Total Utang terhadap Ekuitas

(Total Debt to Equity) 71

Grafik VI Perhitungan Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas

(Long Term Debt to Equity) 72

Grafik VII Perhitungan Kelipatan Bunga Dihasilkan

(Times Interest Earned) 72

Grafik VIII Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset

(Return on Assets – ROA) 73

Grafik IX Perhitungan Tingkat Pengembalian Equity

(Return on Equity – ROE) 74

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini telah banyak terjadi kasus hukum yang melibatkan entitas bisnis, terutama dalam manipulasi akuntansi. Hal tersebut menyebabkan profesi akuntan publik menjadi kritikan karena diasumsikan memberikan informasi yang salah, hal ini membuktikan bahwa auditor memiliki peranan penting dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan.

Sejak terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi dan politik pada pertengahan tahun 1997 sampai sekarang, membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan dunia bisnis di Indonesia. Perekonomian mengalami keterpurukan, sehingga banyak perusahaan yang gulung tikar tidak bisa meneruskan usahanya. Tidak hanya perusahaan kecil yang mengalami pailit, namun perusahaan kelas kakap juga tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar.

Beberapa bank dilikuidasi setelah sebelumnya menerima pendapat wajar tanpa pengecualian. Pada awal tahun 1990, Bank Suma dilikuidasi. Selanjutnya terdapat 16 bank yang telah dilikuidasi pemerintah per 1 November 1997, Bank Prasidha Utama dan Bank Ratu dilikuidasi tahun 2000, Unibank pada tahun 2001, Bank Asiatic dan Bank Dagang Bali pada tahun 2004, serta Bank Global Internasional pada tahun 2005.

(11)

B A B I P E N D A H U L U A N | 2

atas kelangsungan hidup suatu entitas, dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) seksi 341 tahun 2011 menyebutkan bahwa auditor bertanggung jawab untuk menilai apakah terdapat kesangsian besar terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern) dalam periode waktu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan audit. Dalam melakukan audit kelangsungan hidup perlu menjadi pertimbangan auditor dalam memberikan opini.

Salah satu kasus akuntansi yang paling besar terjadi pada tahun 2000. Enron, sebuah perusahaan energi asal Amerika, melakukan mark-up atas pendapatan dan menyembunyikan hutang dengan cara business partnership. Kecurangan ini melibatkan Chief Executive Officer (CEO), komisaris, komite audit, auditor internal, sampai dengan auditor eksternal Arthur Andersen.

Hal ini mengakibatkan Enron pailit, rusaknya citra akuntan publik, dan kerugian yang dialami oleh pemegang saham dan investor. Atas dasar kasus tersebut,

American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) mensyaratkan bahwa

auditor harus mengemukakan secara jelas apakah perusahaan klien dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.

(12)

B A B I P E N D A H U L U A N | 3

Auditor yang baik dianggap memiliki kemampuan untuk menyediakan sinyal-sinyal kepada pasar. Kemampuan menyediakan sinyal-sinyal ini diperoleh dari kewenangan auditor mengakses informasi perusahaan dan kemampuan auditor dalam menilai isu

going concern.

Kelangsungan hidup (going concern) perusahaan merupakan ukuran kinerja perusahaan sebagai lawan dari kebangkrutan perusahaan. Auditor mengevaluasi apakah ada kesangsian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kelangsungan hidup (going concern) entitas dipakai sebagai asumsi dalam pelaporan keuangan sepanjang tidak terbukti adanya informasi yang menunjukkan hal yang berlawanan.

PSAK No.30 membahas mengenai “Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas Dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya”. Paragraf 2 dari PSA tersebut menyebutkan: “Auditor bertanggung jawab untuk mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besar terhadap kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu pantas, tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan yang sedang diaudit. Evaluasi auditor berdasarkan atas pengetahuan tentang kondisi dan peristiwa yang ada pada atau yang telah terjadi sebelum pekerjaan lapangan selesai”. Jadi menurut PSA No.30, auditor harus memberikan warning kepada pembaca laporan keuangan akan adanya suatu kesangsian mengenai kemampuan suatu entitas untuk bisa bertahan hidup paling tidak dalam satu periode mendatang.

(13)

B A B I P E N D A H U L U A N | 4

laporan auditor tidak dapat dipandang sebagi suatu jaminan atas kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Masalah ketidakpastian kelangsungan usaha memerlukan pertimbangan (judgment) auditor. Sebagai contoh, suatu perusahaan mengalami kerugian tahun sekarang. Meskipun pada tahun-tahun sebelumnya perusahaan masih mampu mendapatkan keuntungan, apabila perusahaan tersebut juga memiliki produk yang kadaluarsa dan tidak terdapat jenis produk baru untuk masa-masa mendatang, atau perusahaan juga memiliki manajemen yang buruk, maka dalam kondisi ini auditor akan mempertimbangkan untuk mengkualifikasi masalah kelangsungan usahanya. Sebaliknya perusahaan lain dengan kondisi yang sama, akan tetapi memiliki jenis produk baru untuk masa-masa mendatang serta memiliki manajemen yang baik, maka hal tersebut akan memperkecil kemungkinan auditor memberikan kualifikasi kelangsungan usaha.

Professional auditor judgment merupakan hal yang sangat penting dalam

pelaksanaan audit (Arum, 2004). Hal tersebut, karena hasil akhir pekerjaan audit tergantung pada auditor judgment. Karena itu auditor judgment dilakukan pada setiap tahapan dalam pelaksanaan audit yaitu penerimaan perikatan, perencanaan audit, pelaksanaan pengujian audit, dan pelaporan audit. Untuk membuat auditor

judgment perlu keahlian yang didapatkan melalui pembelajaran panjang yang dasar

(14)

B A B I P E N D A H U L U A N | 5

Konsep keseluruhan mengenai risiko audit merupakan kebalikan dari konsep keyakinan yang memadai. Semakin tinggi kepastian yang ingin diperoleh auditor dalam menyatakan pendapat yang benar, semakin rendah risiko audit yang akan ia terima. Jika 99% kepastian diinginkan, maka risiko audit adalah 1%, sementara jika kepastian sebesar 95% dianggap memuaskan, maka risiko audit adalah 5%. Biasanya pertimbangan profesional berkenaan dengan keyakinan yang memadai dan keseluruhan tingkat risiko audit dirancang sebagai satu kebijakan kantor akuntan publik, dan risiko audit akan dapat dibandingkan antara satu audit dengan audit lainnya.

(15)

B A B I P E N D A H U L U A N | 6

Dengan melihat pentingnya pertimbangan auditor dalam kelangsungan hidup pada suatu perusahaan terlebih lagi bagi pemimpin perusahaan, maka penulis mengambil judul “Analisa Pertimbangan Auditor Terhadap Kelangsungan Usaha dengan Penilaian Risiko (Studi Empiris pada PT SUPARMA Tbk periode 2010 – 2012)”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengajukan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pertimbangan auditor terhadap kelangsungan usaha dengan penilaian risiko rasio keuangan?

2. Bagaimana kelangsungan usaha Perseroan dengan adanya penilaian risiko terkait penggunaan analisa rasio keuangan?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dari penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pertimbangan auditor terhadap penggunaan asumsi kelangsungan usaha dan dampaknya terhadap penilaian risiko pada PT SUPARMA Tbk.

Sesuai dengan masalah – masalah yang diidentifikasikan, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut :

(16)

B A B I P E N D A H U L U A N | 7

2. Untuk mengetahui kelangsungan usaha Perseroan dengan penilaian risiko terkait penggunaan analisa rasio keuangan.

1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut :

A.Manfaat Akademis

1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan teori di Indonesia, khususnya mengenai masalah going

concern. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan

dan pemahaman serta dapat dijadikan sebagai referensi pengetahuan, bahan diskusi, dan bahan kajian lanjut bagi pembaca tentang masalah yang berkaitan dengan Pertimbangan Auditor mengenai Going

Concern.

2. Penelitian ini diharapkan berguna dalam mempraktekkan pengetahuan yang telah diperoleh peneliti selama mengikuti perkuliahan.

B.Manfaat bagi praktisi bisnis

1. Bagi Investor dan calon investor

(17)

B A B I P E N D A H U L U A N | 8

2. Bagi Auditor Independen

Penelitian ini dapat bermanfaat sebagai pedoman, bahan pertimbangan dan bahan referensi bagi auditor dalam melaksanakan proses auditnya terutama dalam hal pemberian opini audit terhadap klien yang masalah pemberian opini audit going concern.

3. Bagi Manajemen Perusahaan

(18)

92

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan bantuan dari Microsoft Excel 2007, yaitu dengan rasio – rasio keuangan serta pembahasan dari hasil penelitian yang telah dijelaskan di bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan untuk menjawab identifikasi masalah dari penelitian ini.

1. Pada Rasio Likuiditas, dilihat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 secara umum kondisi keuangan PT SUPARMA Tbk dalam keadaan baik, yang menandakan bahwa perusahaan dalam hal ini mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

2. Pada Rasio Struktur Modal dan Solvabilitas, dilihat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 dapat dikatakan dalam keadaan stabil, karena penggunaan utang untuk membiayai kegiatan operasional PT SUPARMA Tbk serta dalam pelunasan kewajibannya dapat dilakukan dengan baik oleh PT SUPARMA Tbk.

3. Pada Rasio Tingkat Pengembalian Investasi, dilihat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 secara umum dalam keadaan baik, karena PT SUPARMA Tbk mampu memanfaatkan pinjaman dan pendanaan yang dimiliki secara efektif dan efisien.

(19)

B A B V K E S I M P U L A N D A N S A R A N | 93

5. Dengan penggunaan Metode Altman Models untuk analisa indikator kebangkrutan (kelangsungan usaha), maka diperoleh pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012, Perseroan masuk ke dalam wilayah abu-abu. Walaupun Perseroan berada dalam wilayah abu-abu, Perseroan diharapkan dapat berbenah diri agar memperoleh hasil yang lebih baik di tahun mendatang.

5.2 Saran

Dilihat dari posisi Perseroan dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 berada dalam wilayah abu-abu, Perseroan masih bisa meningkatkan kinerjanya agar posisi Perseroan dapat berada dalam kondisi aman. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan :

1. Kepada manajemen perusahaan hendaknya dapat mengenali lebih dini tanda – tanda kebangkrutan usaha dengan melakukan analisa terhadap laporan keuangannya sehingga dapat mengambil kebijakan sesegera mungkin guna mengatasi masalah tersebut dan terhindar dari penerimaan opini going

concern.

a. Melakukan Manajemen Aset dengan baik, seperti manajemen kas, persediaan dan piutang dagang untuk mendapatkan hasil yang baik sekaligus dapat mengendalikan resiko.

(20)

B A B V K E S I M P U L A N D A N S A R A N | 94

c. Melakukan hubungan kerja sama yang baik dengan bank dengan melakukan manajemen utang yang lebih baik.

2. Kepada para investor dan calon investor yang hendak melakukan investasi sebaiknya berhati – hati dalam memilih perusahaan dan sebaiknya tidak berinvestasi pada perusahaan yang mendapat opini audit going concern. 3. Bagi peneliti yang akan datang, dapat memasukkan variabel tambahan

seperti rasio keuangan yang lain, size, dan kualitas auditor serta dapat memperpanjang tahun pengamatan sehingga dapat melihat kecenderungan trend penerbitan opini audit going concern dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan pembedaan antara periode krisis moneter dengan periode kondisi ekonomi normal.

5.3 Keterbatasan Skripsi

Keterbatasan penulisan skripsi ini :

1. Analisa Laporan Keuangan dengan menggunakan rasio akan memberikan dampak yang berbeda, bergantung pada usia bisnis, kondisi ekonomi, dan macam usaha perusahaan.

2. Penelitian ini hanya menggunakan 3 (tiga) variabel, yaitu 1 (satu) variabel keuangan (kondisi keuangan perusahaan pada penilaian risiko) serta 2 (dua) variabel non keuangan (kelangsungan usaha dan pertimbangan auditor). 3. Periode pengamatan hanya 3 (tiga) tahun dan pada saat kondisi ekonomi

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Abdolmohammadi, M., dan A, Wright. (1987). An Examination of The Effects of Experience and Task Complexity on Audit Judgments. The Accounting Review, 62 January, hal. 1 – 13.

Arens, Alvin A., Randal J. Elder, Mark S. Beasley. (2008). Auditing dan Pelayanan

Verifikasi : Pendekatan Terpadu. PT Indeks. Jakarta.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan Praktek. Edisi Revisi Kelima. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Arum, Enggar Diah Puspa. (2004). Pengaruh Persuasi atas Preferensi Klien dan

Pengalaman Audit terhadap Pertimbangan Auditor dalam Mengevaluasi Bukti Audit (Survey terhadap Auditor yang bekerja pada KAP di kota Bandung).

Tesis, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Audittindo Education. (2006). An Introductory Course for Implementing Risk-Based

Auditing. PT Audittindo Arin Prima. Jakarta.

Bank Indonesia. (2003). tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank. Peraturan Bank Indonesia. No 5/8/PBI2003.

Belkaoui, Ahmed. R. (2000). Teori Akuntansi. Jilid I. edisi Terjemahan. Salemba Empat, Jakarta.

Bonner, S. E. (1994). A Model of The Effects of Audit Task Complexity.

Accounting, Organizations, and Society, 19 (3).

Bringham, EF., & Gapenski, LC., Daves, PR. (1999). Intermediate Financial

Management. The Dryden Press. New York.

Budi Susetyo. (2009). Pengaruh Pengalaman Audit terhadap Pertimbangan Auditor

dengan Kredibilitas Klien sebagai Variabel Moderating. Tesis, Universitas

Diponegoro, Semarang.

Chen, K. C., Church, B. K. (1996). Going Concern Opinions and The Market’s Reaction to Bankruptcy Fillings. The Accounting Review, 71, hal. 117 – 128. Djohanputro, Bramantyo. (2004). Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. Edisi

Pertama. PPM, Jakarta.

(22)

D A F T A R P U S T A K A | 96

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2004). Standar Profesional Akuntan Publik. Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2002). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat, Jakarta.

Jamilah, dkk. (2007). Pengaruh Gender, Tekanan Ketaatan, dan Kompleksitas Tugas terhadap Audit Judgment. Simposium Nasional Akuntansi X. Makasar. 26 – 28 Juli.

Jones, Thomas M. (1991). Ethical Decision Making by Individuals in Organizations : An Issue – Contingent Model. The Academy of Management Review, Vol.16, No. 2, pp. 366 – 395.

Kloman, H Felix and Seawarck. (2000). Review Againt the Gods : The remarkable Story of risk by Peter Bernstein. Risk Management Reports, Volume 27. Press. Inc.

Koroy, Tri Ramaraya. (2005). Pengaruh Preferensi Klien dan Pengalaman Audit terhadap Pertimbangan Auditor. Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo. 15 – 16 September.

Mc Keown, J. C., J. F. Mutcher, dan W Hopwood. (1991). Toward an Explanation of Auditor Failure to Modify The Audit Reports of Bankrupt Companies.

Auditing : A Journal of Practice & Theory, Supplement. hal. 1 – 13.

Mulyadi. (2002). Auditing. Salemba Empat, Jakarta.

Namee, David Mc. (1998). Risk Management : Changing The Internal Auditor’s

Paradigm. Institute of Internal Auditors Research Foundation, Altamore.

Spring Florida. hal. 186.

Ramadhany, Alexander. (2004). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Penerimaan Opini Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Mengalami Financial Distress di Bursa Efek Jakarta. Tesis S2, Universitas

Diponegoro, Semarang (tidak dipublikasikan).

Santosa, Arga Fajar dan Linda Kusumaning Wedari. (2007). Analisis Faktor-faktor

yang Mempengaruhi Kecenderungan Penerimaan Opini Audit Going Concern.

Fakultas Ekonomi Universitas UNIKA Soegijapranata. JAAI. Vol. 11, No.2, Desember : 141 – 158.

Setyarno E, Indira Januarti dan Faisal. 2006. Pengaruh Kualitas Audit, Kondisi

Keuangan Perusahaan, Opini Audit Tahun Sebelumnya, Pertumbuhan Perusahaan terhadap Opini Audit Going Concern. Simposium Nasional

(23)

D A F T A R P U S T A K A | 97

Solikah, Badingatus. (2007). Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, dan Opini Audit Pada Tahun Sebelumnya Terhadap Opini Audit Going Concern. Skripsi Universitas Negeri Semarang.

Solomon, I., and M. Shields. (1995). Judgment and Decision – Making Research in Auditing. In Judgment and Decision – Making Research in Accounting and

Auditing edited by R. Ashton, and A. Ashton. New York.

STIE Supra. (2003). Jurnal Manajemen dan Akuntansi. Kampus STIE Supra, Jakarta.

Tan, H., A. Kao. (1999). Accountaility Effects on Auditors Performance : Influence of Knowledge, Problem – Solving Ability, and Task Complexity. Journal of

Accounting Research 37.

The Institute of Internal Auditors. (1991). Statement on Internal Auditing Standards

(SIAS) No.9 : Risk Assessment. Maitland Avenue, Altamonte Springs, Florida.

pp. 249.

Trevino, Linda K. (1986). Ethical Decision Making in Organizations : A Person Situation Interactionist Model. The Academy of Management Review, Vol.11, No. 3, July, pp. 601 – 617.

Venuti, Elizabeth K. (2007). The Going Concern Assumption Revisited : Assessing a Company’s Future Viability. The CPA Journal Online.

Wild, J., K. R. Subramanyan, dan R. F. Halsey. (2008). Financial Statement

Analysis, Alih Bahasa Yanivi Bachtiar. Analisis Laporan Keuangan. Edisi

Delapan. Buku I. PT Salemba Empat, Jakarta.

Zainuddin, M. (1988). Metodologi Penelitian. Airlangga University Press, Surabaya.

Sumber Internet :

Andika. (2012). Ruang Lingkup Risk Assessment – Penilaian Risiko. Blogspot, Maret 2012 diakses dari http://my.opera.com/andika85/blog/2012/03/ruang-lingkup-risk-assessment-penilaian-risiko.html

Yuni, Irma. (2012). Pola Keperilakuan Auditor. Blogspot, Juni 2012 diakses dari

http://irma-yuni.blogspot.com/2012/06/pola-keperilakuan-auditor.html

Institut Akuntan Publik Indonesia. (2012). SPA 570 Kelangsungan Usaha. IAPI, 20 Mei 2012 diakses dari http://iapi.or.id/iapi/download/ED/EDSPA570-Kelangsungan Usaha.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Wijaya Karya Beton khususnya yang berhubungan dengan Analisis Keselamatan Pekerjaan untuk Penilaian dan Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja di Bagian Produksi. Bagi

Berdasarkan perhitungan dan analisis dengan menggunakan rasio CAMELS, hasil penelitian tahun 2007- 2009 menunjukkan bahwa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Perkembangan pada laporan keuangan PT Gudang Garam Tbk selama tiga periode dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 terlihat dalam kondisi yang cukup baik dan memiliki

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, PT Bank BTPN, Tbk, telah melakukan kinerja di bidang keuangan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis dari

Indosat, Tbk dengan menggunakan metode EVA pada umumnya dapat diketahui bahwa kinerja keuangan perusahaan pada periode 2006-2009 secara umum dapat dikatakan baik karena perusahaan

ANALISIS QUICK RATIO, CURRENT RATIO, DEBT TO ASSETS RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO UNTUK PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK YANG TERDAFTAR DI

SIMPULAN Dari penilaian kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk selama periode 2019-2022 didasarkan pada temuan penelitian dan analisis data, dan dilakukan dengan memeriksa laporan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan prinsip kehati-hatian perbankan di PT Bank Sumut Tbk Cabang Sibuhuan dan upaya meminimalisir risiko kredit bermasalah pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT. Bank Sumut Tbk Cabang