Sarwono, J. (2006). Analisis Data Penelitian. Jakarta: Penerbit Andi.
Septiani, T., & Fitria, N. (2016). Hubungan Antara Resiliensi Dengan Stress. Jurnal Penelitian Psikologi, 07(02), 59–76.
Siebert, A. (2005). The Resiliency Advantage. San Fransisco: Berre-Kohler Publisher, Inc.
Souoth, M., Bidjuni, H., Malara, R. T. (2014). Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Ejournal Keperawatan, 2(1).
Stanley, M., & Patricia, G.B. (2007). The Nature of Procrastination: A Meta Analytic and Theoretical Review of Quintessential Self Regulatory Failure.
Psychological Bulletin, 133(1), 65–94
Sumarsono, A. P. (2021). Korelasi antara Resiliensi dengan Work Engagement pada Guru SD pada Masa Pandemi di Desa Grogol. Skripsi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Thomas, K. W. (1992). Conflict and Conflict Management: Reflections and Update.
Journal of Organizational Behavior, Vol. 13, 256 – 274.
Wirawan. (2010). Konflik dan Manajemen Konflik (teori, aplikasi , dan penelitian).
Jakarta: Salemba
Zuhdi, S. (2015). Manajemen Konflik Pasangan Perkawinan Beda Organisasi Keagamaan Dan Implikasinya Terhadap Keluarga Sakinah: Studi Pasangan Perkawinan Warga NU - Muhammadiyah di Kota Batu. Disertasi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Permohonan Mengambil Data Penelitian
Lampiran 2. Pengisian Identitas Responden dan Informed Conscent
Lampiran 3. Skala Manajemen Konflik
1. Saya berusaha mencari solusi dengan orang lain dalam mencapai kesepakatan bersama
2. Perbedaan keinginan antara saya dengan Dosen Pembimbing Lapangan perlu dikesampingkan agar lebih fokus pada rencana-rencana program yang akan digunakan di lapangan
3. Saya akan melaksanakan program yang telah disiapkan Dosen Pembimbing Lapangan dengan senang hati
4. Bagaimanapun, saya berusaha membuat program MBKM yang kompetitif
5. Terkadang, saya menunda untuk menyelesaikan masalah sampai saya menemukan waktu yang tepat
6. Saat memiliki masalah dengan orang lain, saya langsung membicarakannya tanpa basa-basi
7. Menurut saya, tidak perlu terlalu kompetitif dalam menyusun program MBKM
8. Saat berdiskusi, saya bisa mengkomunikasikan ketidaksetujuan saya terkait keputusan yang akan diambil
9. Perbedaan pandangan perlu disatukan untuk menemukan solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik di lapangan saat melaksanakan MBKM 10. Saya menggunakan cara saya sendiri untuk menyelesaikan masalah
dengan mitra MBKM selama melaksanakan kegiatan MBKM
11. Ketika rancangan program saya tidak disetujui oleh Dosen Pembimbing Lapangan, saya cenderung menggali lebih dalam agar wawasan saya lebih luas.
12. Saya lebih senang apabila mitra MBKM hanya menggunakan ide saya untuk dijadikan program inti
13. Menurut saya, bertukar kesepakatan perlu dilakukan agar solusi yang diterapkan dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan sesuai dengan keinginan
14. Dibandingkan mencari jalan tengah, saya lebih suka berdebat panjang dengan Dosen Pembimbing Lapangan untuk menentukan program MBKM yang sesuai
15. Terkadang, saya mematuhi saran atau perintah dari Dosen Pembimbing Lapangan selama melaksanakan MBKM meskipun saya tidak
menyukainya
16. Ketika menerima masukan dari orang lain, saya cenderung menyesuaikannya dengan keinginan saya
17. Saya berusaha membuat proposal MBKM yang terbaik dibandingkan teman yang lain
18. Saya enggan untuk berkompetisi dengan teman yang lain dalam membuat program MBKM
19. Saya menghindari ketegangan yang terjadi saat menghadapi permasalahan
20. Saya siap menghadapi teman yang berbeda pendapat dengan saya 21. Apabila keputusan yang saya ambil tidak disetujui oleh dosen
pembimbing, saya cenderung mengabaikannya
22. Saya lebih senang menggabungkan ide saya bersama mitra MBKM untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan
23. Menurut pribadi saya, perlu untuk mengambil jalan tengah sebagai solusi menyelesaikan masalah agar tidak ada yang merasa dirugikan 24. Saya rasa, terkadang cukup pendapat saya saja yang digunakan untuk
menyusun rencana program MBKM meskipun tidak sesuai keinginan Dosen Pembimbing Lapangan
25. Saya kurang setuju dengan pengambilan keputusan yang
mempertimbangkan kepentingan orang lain, karena hanya membuang waktu
26. Saat berdiskusi, saya seringkali mengikuti keputusan orang lain.
27. Saya bepegang teguh pada hal-hal yang menurut saya benar 28. Saya lelah bila diminta membuat proposal yang kompetitif untuk
program MBKM saya
29. Bagaimanapun, saya harus dilibatkan dalam segala bentuk pengambilan keputusan
30. Saya menghindari untuk terlibat dalam menyelesaikan masalah jika dirasa itu hanya masalah sepele
31. Tidak masalah bagi saya untuk merasa tidak nyaman saat menghadapi masalah karena menurut saya hal itu wajar
32. Terkadang, saya membiarkan orang lain yang mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi
33. Saat berdiskusi, saya sering menyerang saran dari orang lain apabila tidak sesuai dengan keinginan saya
34. Dibanding menyatukan perbedaan pemikiran, terkadang saya lebih menyukai keputusan sepihak untuk menyelesaikan konflik
35. Saya merasa tidak perlu menggali pemikiran Dosen Pembimbing Lapangan apabila rancangan program saya tidak disetujui karena hanya akan membuang-buang waktu.
36. Terkadang, saya merasa lega saat menghindari konflik karena konflik hanya akan membuat perasaan saya tidak nyaman
37. Saya yakin bahwa program MBKM yang saya buat lebih baik dari teman yang lain
38. Saya tidak yakin bahwa program MBKM yang saya buat sudah sesuai dengan kondisi di lapangan
39. Saat berdiskusi, saya biasanya mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan pribadi
40. Saya lebih suka berdiskusi dengan Dosen Pembimbing Lapangan daripada harus memutuskan sendiri untuk menyusun program MBKM
Lampiran 4. Skala Dukungan Sosial
1. Saya memiliki seseorang yang istimewa yang selalu berada di sisi saya saat saya membutuhkannya
2. Saya memiliki seseorang yang istimewa yang bisa berbagi kebahagiaan dan kesedihan
3. Keluarga saya senantiasa membantu saya
4. Saya mendapatkan dukungan dan bantuan emosional yang saya butuhkan dari keluarga
5. Saya memiliki seseorang yang istimewa yang senantiasa menjadi sumber kenyamanan bagi saya
6. Teman-teman saya senantiasa berusaha membantu saya
7. Saya bisa mengandalkan teman-teman saya ketika ada masalah
8. Saya mampu membicarakan masalah saya dengan anggota keluarga saya
9. Saya memiliki teman-teman dimana saya bisa berbagi kebahagiaan dan kesedihan
10. Saya memiliki seseorang yang istimewa dalam hidup saya yang peduli pada saya
11. keluarga saya mempersilahkan saya untuk membuat keputusan
12. Saya mampu membicarakan masalah saya dengan teman-teman saya
Lampiran 5. Skala Resiliensi (Resilience Scale – RS)
1. Saat membuat rencana, saya melakukannya hingga tuntas
2. Saya biasanya menemukan cara alternatif yang lain bila cara yang saya lakukan tidak berhasil
3. Saya lebih mandiri daripada orang lain
4. Memiliki ketertarikan terhadap sesuatu merupakan hal yang penting bagi saya 5. Saya bisa melakukan banyak hal sendiri jika memang diharuskan
6. Saya bangga pada diri saat bisa menyelesaikan banyak hal dalam hidup saya dengan baik
7. Saya biasanya memutuskan sesuatu dengan tenang 8. Saya bisa bersahabat dengan diri saya
9. Saya mampu menyelesaikan banyak hal dalam satu waktu 10. Saya adalah orang yang tekun
11. Saya jarang mempertanyakan makna dari kejadian yang ada di hidup saya 12. Saya melakukan sesuatu saat itu juga
13. Saya mampu melewati masa-masa sulit karena sebelumnya juga pernah mengalami kesulitan
14. Saya memiliki kedisiplinan diri 15. Saya terus tertarik pada suatu hal
16. Saya seringkali menemukan sesuatu yang lucu
17. Keyakinan terhadap diri sendiri membantu saya untuk melewati masa-masa sulit 18. Dalam keadaan darurat, saya orang yang dapat diandalkan
19. Saya biasanya mampu melihat situasi dengan berbagai sudut pandang
20. Terkadang saya memaksa diri untuk melakukan sesuatu, baik yang saya inginkan maupun tidak saya inginkan
21. Hidup saya bermakna
22. Saya tidak memikirkan hal-hal yang berada diluar kendali saya
23. Saat saya mengalami kesulitan, biasanya saya mampu menemukan jalan keluar 24. Saya memiliki cukup energi untuk melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan 25. Bukan masalah bagi saya apabila ada orang-orang yang tidak menyukai saya
Lampiran 6. Tabulasi Skala Manajemen Konflik
Lampiran 7. Tabulasi Skala Dukungan Sosial
Lampiran 8. Tabulasi Skala Resiliensi
Lampiran 9. Lampiran Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 137
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 6.18865858
Most Extreme Differences Absolute .071
Positive .049
Negative -.071
Test Statistic .071
Asymp. Sig. (2-tailed) .090c
Lampiran 10. Lampiran Hail Uji Linieritas
ANOVA Table
Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
Resiliensi
* Man.
Konflik
Between Groups
(Combined) 2537.013 20 126.851 2.898 .000
Linearity 1411.772 1 1411.772 32.250 .000
Deviation from Linearity
1125.241 19 59.223 1.353 .165
Within Groups 5078.068 116 43.776
Total 7615.080 136
.
Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
Resiliensi * Duk. Sosial
Between Groups
(Combined) 3068.568 28 109.592 2.603 .000 Linearity 1846.795 1 1846.795 43.87
0
.000
Deviation from Linearity
1221.773 27 45.251 1.075 .382
Within Groups 4546.512 108 42.097
Total 7615.080 136
Lampiran 11. Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 37.136 6.039 6.150 .000
Man. Konflik .442 .116 .291 3.794 .000 .870 1.150 Duk. Sosial .332 .066 .388 5.058 .000 .870 1.150 a. Dependent Variable: Resiliensi
Lampiran 12. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -.090 3.505 -.026 .980
Man. Konflik .176 .068 .235 2.599 .010
Duk. Sosial -.059 .038 -.140 -1.554 .123
a. Dependent Variable: ABS_RES
Lampiran 13. Hasil Uji Korelasi Spearman Rho
Correlations
Resiliensi Man. Konflik Spearman's rho Resiliensi Correlation Coefficient 1.000 .397**
Sig. (2-tailed) . .000
N 137 137
Man. Konflik Correlation Coefficient .397** 1.000
Sig. (2-tailed) .000 .
N 137 137
Correlations
Resiliensi Duk. Sosial Spearman's rho Resiliensi Correlation Coefficient 1.000 .392**
Sig. (2-tailed) . .000
N 137 137
Duk. Sosial Correlation Coefficient .392** 1.000
Sig. (2-tailed) .000 .
N 137 137
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).