• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MATERI AMANAH KELAS IV-PUTRI MIS KERTIJAYAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MATERI AMANAH KELAS IV-PUTRI MIS KERTIJAYAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

616

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING

MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MATERI AMANAH KELAS IV-PUTRI MIS KERTIJAYAN

Ana Rosada

Prodi Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan : Apakah dengan penggunaan metode Role Playing ada peningkatan hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik pada materi Indahnya Perilaku Amanah di kelas IV-Putri MI Salafiyah Kertijayan Buaran Pekalongan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan/pelaksanaan, tahap pengamatan, tahap analisis dan refleksi. Sampel pada penelitian ini diambil sebanyak 30 siswa di kelas IV-Putri MI Salafiyah Kertijayan Buaran Pekalongan.

Melalui metode Role Playing ada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV-PI MI Salafiyah Kertijayan Buaran Pekalongan tahun pelajaran 2022 – 2023. Hal tersebut diperoleh dengan nilai rata-rata hasil observasi terhadap aktivitas peserta didik pada tes awal 42 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 13.3%, nilai rata-rata pada siklus I 63.3 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 50% dan pada siklus II nilai rata-rata 85.3 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 85%.

Kata Kunci : Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Role Playing.

PENDAHULUAN

Dalam proses pembelajaran, keaktifan siswa untuk mendapatkan info dan pengembangan diri sebagai usaha untuk melakukan perubahan tingkah laku kearah kebaikan dan kemajuan menjadi bagian terpenting. hal ini di karenakan sasaran pelaksanaan pendidikan di dalam kelas memang diharapkan untuk menempa diri siswa menjadi seseorang yang mampu

(2)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

617

memanfaatkan potensi dirinya secara mandiri setelah mengikuti proses pengajaran yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Upaya menumbuh kembangkan potensi siswa tersebut bisa dilakukan dengan cara menanamkan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) agar peserta didik dapat tumbuh kembang menjadi sempurna dalam segala aspeknya.

Sumiati dan Asra mengatakan bahwa, “keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai siswa. Kriteria keberhasilan guru dan siswa dalam melaksanakan program pembelajaran dilihat dari kompetensi dasar yang dimiliki oleh siswa. Informasi ini diperoleh melalui kegiatan evaluasi pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan tujuan, ini bisa dicapai jika ada tindak lanjut dari kegiatan evaluasi.

Evaluasi akan memberikan informasi tingkat pencapaian belajar siswa, dan jika dianalisis lebih rinci akan diperoleh informasi tentang kesulitan belajar siswa.

Informasi inilah yang harus digunakan guru untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Dengan demikian, maka pendayagunaan pendidikan sebagai alat pembudayaan sangat tergantung pada pemegang alat tersebut yaitu guru atau pendidik. Dalam hal ini salah satunya yaitu kepiawaian seorang guru dalam memakai dan menggunakan metode yang sesuai dan relevan. Oleh sebab itu, para guru memegang posisi kunci yang dapat menentukan keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) dalam pendidikan melalui metode yang tentunya harus relevan dan sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga mereka dituntut untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, baik teoritis maupun praktis dalam melaksanakan tugasnya .

Oleh karena itu Guru dalam menyampaikan materi perlu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan kelas atau siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, proses pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada proses pembelajaran yang baik. Dalam upaya mencapai suatu tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Perlu adanya pembelajaran inovaif bagi guru seperti menggunakan metode pembelajaran agar terlaksananya pembelajaran aktif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

(3)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

618

Polemik yang masih sering sekali terjadi dalam dunia pendidikan sekarang adalah peran guru masih besar dan siswa lebih suka diam dan melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas seperti berbicara dengan teman, melamun dan sebagainya. Mereka bosan dengan cara belajar yang monoton. Guru lebih banyak menerangkan tanpa mempraktekkannya sehingga siswa menjadi jenuh.

Masih rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh metode pembelajaran yang digunakan belum sesuai, guru kurang mendorong keterlibatan dan keikutsertaan siswa mendemonstrasikan materi yang dipelajari secara langsung di dalam kelas.

Kegagalan pendidik dalam menyampaikan materi ajar selalu bukan karena ia kurang menguasai bahan, tetapi karena ia tidak tahu bagaimana cara menyampaikan materi pelajaran tersebut dengan baik dan tepat sehingga peserta didik dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan dan juga mengasyikkan.

Sedikit mengutip pendapat E. Mulyasa bahwa tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi harus menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning) kepada peserta didik, agar mereka dapat belajar dalam suasana menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka. Karena hal itu merupakan modal dasar bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang siap beradaptasi, menghadapi berbagai kemungkinan dan memasuki era globalisasi yang penuh dengan tantangan

Mungkin salah satu metode yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dimaksud adalah metode role playing (bermain peran). Metode role playing merupakan metode yang tidak hanya menekankan pengajaran secara kontekstual, tetapi juga merupakan metode yang dapat mengembangkan ide dan keaktifan dari siswa. Sebab role playing bisa merangsang timbulnya beberapa aktivitas. Karena siswa menikmati tindakan dan pemeranan, mereka akan lupa bahwa role playing adalah salah satu sarana untuk mengembangkan materi intruksional. Dalam Surawan dijelaskan Metode belajar role playing merupakan salah satu metode yang dapat menjadikan siswa aktif, mandiri, menyenangkan dan mampu membentuk kerjasama yang baik antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa yang lain .

(4)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

619

Berdasarkan pemaparan di atas peneliti merasa tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan judul : PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK MATERI AMANAH KELAS IV-PI MIS KERTIJAYAN.

Dengan tujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode Role Playing ada peningkatan hasil belajar Peseerta Didik Kelas IV- Putri MIS Kertijayan pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Materi Perilaku Amanah.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian tindakan kelas sangat cocok untuk penelitian ini karena penelitian ini dilakukan langsung di dalam kelas, dan difokuskan pada masalah-masalah yang terjadi didalam kelas. Penelitian tindakan Kelas ini melalui empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Untuk mengumpulkan data PTK, peneliti menggunakan berbagai Metode penelitian untuk pengumpulan data, antara lain: 1) Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan obyektif untuk memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat. Dalam penelitian ini tes digunakan untuk melihat peningkatan pemahaman dan pencapaian prestasi belajar siswa.

Dalam penelitian ini tes yang diberikan ada dua macam, yaitu: Pre Test (Tes awal) yaitu Tes yang diberikan sebelum tindakan. Ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang akan diajarkan. Isi atau materi tes awal ditekankan pada bahan-bahan penting yang seharusnya sudah dikuasai oleh peserta didik sebelum pelajaran diberikan kepada mereka. Post Test (Tes akhir) dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran yang tergolong penting sudah dapat dikuasai dengan sebaik- baiknya oleh peserta didik. Isi atau materi tes akhir ini adalah bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting, yang telah diajarkan kepada para peserta didik, dan biasanya naskah tes akhir ini dibuat sama dengan naskah tes awal. Tes ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan prestasi belajar siswa terhadap materi yang di ajarkan dengan menerapkan metode Role Playing.

Untuk menghitung hasil tes, baik pre test maupun post test pada proses pembelajaran dengan meggunakan model pembelajaran kontekstual digunakan rumus percentages correction sebagai berkut:

(5)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

620 𝑆 = 𝑅

𝑁× 100

Keterangan : S (Nilai yang dicari) R (Jumlah skor ) N : Skor maksimum ideal 2)Observasi adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu. Ini dilakukan untuk mengamati kegiatan pembelajaran di kelas selama proses belajar mengajar berlangsung. Observasi sebagai alat evaluasi banyak digunakan untuk menilai tingkah laku individu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Dalam kegiatan ini peneliti mengamati keaktifan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar meliputi sikap spiritual maupun sosial selama kegiatan belajar berlangsung. Selain itu Observasi dilakukan oleh Guru sebaya untuk menilai RPP maupun proses belajar mengajar yang sedang berlangsung 3) Wawancara adalah pengajuan pertanyaan-pertanyaan oleh seseorang kepada orang lain dengan maksud mendapatkan informasi mengenai sesuatu hal.Wawancara ini dilakukan dengan cara pengajuan pertanyaan dari peneliti kepada Kepala Sekolah untuk mendapatkan Gambaran umum berkaitan dengan Visi Misi Sekolah. Disamping itu wawancara dilakukan dengan Guru Wali Kelas untuk mengetahui kondisi siswa sebelum menggunakan metode Role Playing.4) Dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada. Metode ini lebih mudah dibandingkan dengan metode pengumpulan data yang lain.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dokumentasi berupa foto-foto pada saat siswa melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi tentang Perilaku Amanah pada Kelas IV-Putri MI Salafiyah Kertijayan.5) Catatan Lapangan, (field notes) yang dibuat oleh peneliti/mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi. Berbagai aspek pembelajaran di kelas, suasana kelas, pengelolaan kelas, hubungan interaksi guru dengan siswa, interaksi siswa dengan siswa, demikian pula kegiatan lain dari penelitian ini seperti aspek orientasi, perencanaan, pelaksanaan, diskusi dan refleksi, semuanya dapat dibaca kembali dari catatan lapangan ini. Pada sumber Informasi ini, peneliti meminta bantuan penilaian teman sebaya dari salah satu Guru untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan peneliti dalam menyusun Rencana Pembelajaran. Disamping itu untuk mendapatkan informasi interaksi antara peneliti dengan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

(6)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

621 HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil Tes, Observasi, dan Wawancara, penelitian menghasilkan adanya peningkatan hasil belajar siswa Kelas IV-Putri MI Salafiyah Kertijayan pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah. Gambaran mengenai pelaksanaan dan hasil yang terjadi dari hasil proses pelaksanaan penelitian ini ada pada pelaksanaan siklus I dan siklus II.

PELAKSANAAN DAN HASIL SIKLUS I

Deskripsi data tindakan siklus I terdiri dari data perencanaan, data tindakan, data observasi dan data refleksi. Tahap perencanaan dilaksanakan sebagai awal untuk melakukan tindakan pada kegiatan pembelajaran. Adapun langkah-langkah persiapan peneliti dalam tahap perencanaan, antara lain : Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode Role Playing, peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, menyiapkan media, Lembar Kerja Diskusi, soal tes dan alat pengumpul data yaitu lembar observasi, lembar penilaian , dan foto dokumentasi yang akan digunakan dalam pembelajaran materi Perilaku Amanah, pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan satu kali pertemuan yang beralokasikan waktu 2 x 35 menit.

Dengan berpedoman pada Kurikulum tahun 2013 untuk tingkat satuan pendidikan, peneliti melakukan langkah-langkah perencanaan pembelajaran materi Perilaku Amanah Sendiri menggunakan metode Role Playing. Dengan Kompetensi Inti sebagai berikut : KI. 1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, KI. 2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. KI. 3: Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya yang terkait dengan fenomena dan kejadian tampak mata, dan KI. 4: Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Tujuan Pembelajaran pada materi ini antara lain : 1) Melalui kegiatan pengamatan (tayangan gambar dan vidio), peserta didik dapat menjelaskan makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari dengan benar,2) Melalui kegiatan diskusi, peserta didik dapat Menganalisis contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. 3) Melalui kegiatan rool playing

(7)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

622

peserta didik dapat mengidentifikasi perilaku Amanah dalam kehidupan sehari hari dengan benar.

Sedangkan Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi pada materi ini antara lain : 3.4. Menganalisis makna perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari, 4.4. Mengomunikasikan contoh perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) : 1) Mampu menjelaskan arti perilaku amanah, 2) Mampu menampilkan contoh perilaku amanah.

Dalam pelaksanaan tindakan dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Pendahuluan adalah proses sebelum penyampaian pembelajaran , Pada kegiatan awal ada beberapa kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain : mengucapkan Salam, berdo’a, menyanyikan lagu kebangsaan, memotivasi, dan memberikan appersepsi juga melihat kemampuan siswa dengan memberi pertanyaan pemantik yang berkaitan materi. Sedangkan kegiatan intinya adalah penyampaian materi pembelajaran kepada peserta didik. Adapun langkah-langkah dalam kegiatan inti, sebagai berikut: 1) Kegiatan Literasi, Menanya, dan Kritical Thingking; Siswa mengamati gambar dan mengamati video kemudian siswa menanya, menjelaskan ataupun mengkritisi gambar dan video tersebut, selanjutnya siswa lain dipersilahkan menanggapinya. 2) Kolabvorasi dan Komunikasi; Siswa mendiskusikan membuat skenario serta peran dalam cerita drama tersebut, kemudian memerankannya di depan kelas. Langkah-langkahnya :a) Peneliti membagi siswa kedalam tiga kelompok untuk berdiskusi dan membuat naskah serta memainkan peran tentang perilaku Amanah. b) Peneliti menjelaskan tentang proses kegiatan diskusi dan membuat naskah oleh siswa (konfirmasi).

c) Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan peran yang akan dilakonkan. d) Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk memerankan peran yang akan dilakonkan. e) Peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan kesimpulan/pesan atas skenario yang di perankan. f) Peneliti memberikan penjelasan/kesimpulan atas skenario yang telah diperankan oleh siswa. Selanjutnya pada kegiatan Penutup, a) Peneliti dan peserta didik melaksanakan evaluasi dan refleksi pembelajaran yang telah dilaksanakan. b) Melakukan penguatan materi pelajaran hari ini. c) Peneliti bersama-sama peserta didik menutup pelajaran dengan berdoa.

Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas/kegiatan siswa selama pembelajaran melalui penerapan metode Role Playing, diperoleh data untuk mengetahui keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Pengamatan aktivitas siswa dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa yang

(8)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

623

telah dibuat yang dapat dilihat pada lampiran.Deskripsikan hasil penelitian anda di sini.

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN SIKLUS I

No INDIKATOR SKOR N1 N2 N3 N4

1 2 3 4

1. Absensi peserta didik dalam KBM 4 4

2. Memperhatikan penjelasan guru 4 1

3. Semangat dalam belajar 4 1

4. Keaktifan peserta didik dalam mencatat meteri pembelajaran

4 2

5. Keberanian peserta didik dalam bertanya 4 1

6. Menanggapi pertanyaan guru 4 1

7. Kreativitas 4 1

8. Keaktifan peserta didik dalam menjawab 4 2

9 Membuat simpulan materi 4 1

10. Mengerjakan tugas mandiri 4 2

40 16

Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran melalui metode Role Playing diperoleh gambaran siswa dalam pembelajaran pada siklus I. Selama 70 menit aktivitas siswa muncul bervariasi. Ada yang benar-benar mengikuti proses pembelajaran dengan aktif, dan ada yang mengikuti dengan kurang aktif seperti mengantuk, mengobrol ataupun bermain-main. Rata-rata aktivitas seluruh siswa pada pertemuan pertama diperoleh skor 16 dengan percentase 40% atau hasilnya kurang aktif.

Penguasaan siswa dari aspek kognitif dijaring dengan menggunakan instrumen Soal pilihan ganda yang diberikan sesudah pembelajaran. hasil tes yang diperoleh peserta didik pada siklus I, diperoleh data dari 30 orang siswa, 15 siswa (50%) telah mencapai tingkat ketuntasan belajar yang diharapkan, sedangkan 15 peserta didik dinyatakan belum tuntas (50%), dengan rata-rata kelas 63.30.

Dari hasil penelitian siklus I diperoleh analisis data yang terjadi pada siklus I dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Peserta didik belum menguasai materi secara maksimal, maka diperlukan tindak lanjut untuk lebih memperdalam materi.2) Peserta didik belum terbiasa dengan metode Role Playing (bermain peran) yang dibawakan oleh pendidik.3) Masih banyak diantara peserta didik belum merasa percaya diri. 4) Tingkat literasi peserta didik yang rendah. 5) Peserta didik yang pasif ketika pembelajaran.

(9)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

624

Oleh karenanya data hasil belajar peserta didik pada siklus I digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan tindakan pada siklus II dengan tujuan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menyelesaikan kendala pada siklus I.

PELAKSANAAN DAN HASIL SIKLUS II

Tindakan siklus II dilaksanakan satu kali pertemuan juga. Adapun tahapan kegiatan pada siklus II ini meliputi: perencanaan, data tindakan, data observasi dan data refleksi.

Tahap Perencanaan pada siklus II, upaya yang dilakukan peneliti adalah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perencanaan dan meningkatkan kemampuan belajar pada materi Perilaku Amanah dengan menggunakan metode Role Playing. Peneliti menyusun rencana agar peserta didik secara aktif ikut serta dalam belajar agar peserta didik termotivasi dalam KBM. Untuk mengatasi kesulitan peserta didik di siklus I, pada siklus II dalam kegiatan pembelajaran, khususnya terhadap peserta didik yang mendapat nilai rendah, peneliti merencakan menggunakan keterampilan pencontohan awal dalam melakukan kegiatan bermain peran untuk lebih memotivasi belajar peserta didik. Selain itu peneliti juga mengadakan lomba secara berkelompok untuk membangkitkan jiwa bersaing yang sehat agar peserta didik aktif didalam kelas. Selain itu peneliti juga harus menyiapkan materi yang harus disajikan dan menyampaikannya secara mudah dan benar.

Peneliti juga menyusun RPP kembali seperti pada siklus I. Membuat lembar observasi dan menyusun tes hasil belajar peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mendukung hasil evaluasi yang lebih efektif. Pelaksanaan tindakan dalam siklus II, peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan rancangan kegiatan dengan menggunakan metode Role Playing yang didukung juga dengan penggunaan media kertas (skenario). Pelaksanaan tindakan ini sama dengan pelaksanaan siklus I, hanya yang harus diperhatikan peneliti adalah memberikan motivasi, fokus pada materi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik, terutama terhadap peserta didik yang mendapat nilai rendah (belum tuntas). Pada tahap Observasi, Peneliti melaksanakan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Role Playing. Objek yang diobservasi sama dengan siklus I, yaitu sikap peserta didik selama proses KBM, hasil belajar peserta didik dan keterampilan pendidik ketika proses KBM berlangsung dengan menggunakan metode Role Playing di kelas IV MI Salafiyah Kertijayan. Dengan hasil Observasi sebagai berikut : LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA

DALAM PROSES PEMBELAJARAN SIKLUS II

No INDIKATOR SKOR N1 N2 N3 N4

(10)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

625

1 2 3 4

1. Absensi peserta didik dalam KBM 4 4

2. Memperhatikan penjelasan guru 4 4

3. Semangat dalam belajar 4 4

4. Keaktifan peserta didik dalam mencatat meteri pembelajaran

4

5. Keberanian peserta didik dalam bertanya

4 4

6. Menanggapi pertanyaan guru 4 3

7. Kreativitas 4 4

8. Keaktifan peserta didik dalam menjawab Pertanyaan

4 3

9. Membuat simpulan materi 4 4

10 Mengerjakan tugas Mandiri 4 4

40 38

Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran melalui metode Role Playing diperoleh gambaran siswa dalam pembelajaran pada siklus II. Selama 70 menit aktivitas siswa selama proses pembelajaran ada peningkatan yang signifikan. Rata-rata aktivitas seluruh siswa pada siklus II diperoleh skor 38 dengan percentase 95% baik atau hasilnya sangat aktif.

Selanjutnya pada tahap analisis dan refleksi Berdasarkan hasil observasi pada siklus II, peneliti telah mampu membangun suasana belajar yang menarik perhatian peserta didik selama pelaksanaan KBM dengan menggunakan metode Role Playing. Pada siklus II peneliti juga memberikan motivasi kepada peserta didik dalam meningkatkan rasa percaya diri peserta didik untuk bermain peran dan membangkitkan daya nalar peserta didik pada saat proses pembelajaran. Diakhir pelaksanaan siklus II, siswa diberi tes belajar II yang bertujuan untuk melihat keberhasilan/kemampuan tindakan yang diberikan dan untuk mengetahui letak kesulitan yang dialami siswa menyelesaikan soal.

Hasil perolehan nilai siswa pada saat pos test siklus II, diperoleh data dari 30 siswa, 26 siswa (85%) telah dinyatakan tuntas dalam belajar. Dan peserta didik yang belum mencapai ketuntasan hanya sebanyak 4 siswa (15%) dengan pencapaian rata-rata kelas 85.30. Hasil tes yang diperoleh peserta didik pada siklus II dari 30 siswa, 24 siswa (85%) telah mencapai tingkat ketuntasan belajar yang diharapkan. Jika dibandingkan dengan post test Siklus I yang dilakukan peneliti yang memperoleh (50%) untuk ketuntasan belajar, maka pada siklus II dapat ditarik kesimpulan terjadi peningkatan hasil belajar. Dan peserta didik

(11)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

626

yang belum mencapai ketuntasan hanya sebanyak 4 siswa (15%), dengan rata- rata kelas 85.30.

Berdasarkan hasil pengamatan penerapan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran bermain peran (role playing) pada pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah, menunjukan bahwa hipotesis dalam penelitian ini yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah Kelas IV-Putri MI Salafiyah Kertijayan dapat ditingkatkan melalui metode bermain peran (role playing).

Hipotesis tersebut telah teruji berdasarkan analisis data yang menunjukan peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan identifikasi peningkatan hasil belajar tersebut, dapat dikemukakan bahwa penggunaan metode pembelajaran bermain peran (role playing) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dikarenakan beberapa hal berikut; (1) Metode pembelajaran bermain peran (role playing) menerapkan sebuah kerja kelompok yang dilakukan oleh siswa; (2) Metode pembelajaran bermain peran (role playing) dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, hal ini didorong dengan langkah-langkah metode pembelajaran bermain peran (role playing) dimana siswa harus melakukan interaksi dengan siswa lain dalam permainan peranan; (3) Metode pembelajaran bermain peran (role playing) menggunakan imajinasi dan penghayatan dalam bermain peran sehingga memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran.

Dari pemaparan diatas dapat dikemukakan bahwa Metode pembelajaran bermain peran (role playing) dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah pada siswa kelas IV-Putri MI Salafiyah Kertijayan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan maka dapat disimpulkan, bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV-Putri MI Salafiyah Kertijayan materi Perilaku Amanah menggunakan metode pembelajaran Role Playing dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Perilaku Amanah kelas IV-Pi MI Salafiyah Kertijayan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang disusun oleh peneliti dan ditulis di dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

Hal ini terlihat dari hasil observasi kegiatan siswa serta observasi kegiatan guru (peneliti). Peserta didik juga sangat antusias dan lebih aktif dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

(12)

Vol. 2 No.2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

627

Maka dari itu penggunaan metode Role Playing ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa terlihat pada peningkatan tes hasil belajar yang dimulai dari, tes awal, siklus I sampai dengan siklus II.

DAFTAR PUSTAKA

Sumiati dan Asra, Metode Pembelajaran, Bandung: CV Wacana Prima, th. 2008 Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah, (), Metode dan Tehnik

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Bandung: RefikaAditama, th.

2009

E. Mulyasa, Standar Kompetensi Dan Seritfikasi Guru, Bandung:

Rosdakarya, th. 2008

Surawan, Dinamika Dalam Belajar : Sebuah Kajian Psikologi Penelitian, Yogyakarta: K-Media,th. 2020.

Sulistyorini, Evaluasi Pendidikan: dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan, Yogyakarta: TERAS, th. 2009

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan , Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, th. 2007

Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran Bandung:

PT Remaja Rosdakarya, th. 2004

Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran (Prinsip, Teknik, dan Prosedur), Bandung:

PT Remaja Rosdakarya, th. 2011

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penerapan metode Role Playing pada mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Akhlak Terpuji dalam meningkatkan Motivasi Belajar siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Yaspuri

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode bermain peran dapat meningkatkan pemahaman materi Drama siswa kelas IV pada mata pelajaran Bahasa

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin yang dilakukan sebanyak dua siklus untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa materi

Pada tahap perencanaan ini peneliti juga turut melibatkan Bapak Eko Setiono, M.Pd.I selaku kolaborator dengan memberikan beberapa masukan kepada peneliti untuk

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus III ini, peneliti menggunakan metode jigsaw dan pada akhir pembelajaran diadakan evaluasi dengan

yang kreatifitasnnya akan menunjukkan belajar dengan penuh kesadaran, kesungguhan, tidak ada paksaan untuk memperoleh tingkat penguasaan pengetahuan dan

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS materi peristiwa

Proses Pelaksanaan Pembelajaran dengan Penerapan Metode Pembelajaran Role playing Untuk Meningkatkan hasil belajar Siswa Pada Mata Pelajaran akidah akhlak, berjalan lancar sebagaimana