e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI SHALAT DUHA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM
ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) SISWA KELAS IV
SITI MASRIFAH
Email: [email protected] ABSTRAK
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas IV MI Miftahussalam menunjukan bahwa hasil belajar siswa materi shalat duha masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi shalat duha yaitu dengan menggunakan metode kooferatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi shalat duha. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan metode tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada materi shalat duha.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Subyek peneliti ini adalah kelas IV MI Miftahussalam dengan jumlah 19 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi , tes dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan metode tipe Team Assisted Individualization (TAI) mengalami peningkatan. Dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata sebelum pra siklus adalah 60,00 (cukup) dengan tingkat ketuntasan 42,11
%. Kemudian siklus I, nilai rata-ratanya adalah 75,52 (tinggi) dengan ketuntasan 63,16 %, dan pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 87,63 (sangat tinggi) dengan ketuntasan 100 %.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Team Assisted Individualization (TAI)
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya ABSTRACT
Based on the results of observations made in class IV MI Miftahussalam, it shows that the learning outcomes of students in duha prayer material are still low. One of the efforts to improve student learning outcomes in the duha prayer material is to use the Team Assisted Individualization (TAI) type cooferative method. The formulation of the problem in this study is whether the application of the Team Assisted Individualization (TAI) type of cooperative learning model can improve student learning outcomes in duha prayer material. The purpose of this study was to improve student learning outcomes using the Team Assisted Individualization (TAI) type method in the duha prayer material.
The method used in this study is a class action research method (PTK) which consists of two cycles with four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The subject of this researcher was class IV MI Miftahussalam with a total of 19 students. The data collection methods used are observation, tests and documentation.
The results showed that student learning outcomes using the Team Assisted Individualization (TAI) type method have increased. It can be seen from the acquisition of the average value before the pre-cycle is 60.00 (enough) with a completeness rate of 42.11%. Then cycle I, the average value is 75.52 (high) with a completeness of 63.16%, and in cycle II the average value is 87.63 (very high) with a completeness of 100%.
Keywords : Learning Outcomes, Team Assisted Individualization (TAI)
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya
PENDAHULUAN
Pendidikan umum dan pendidikan agama sama pentingnya, karena tuntutan zaman yang semakin maju dengan segala ilmu dan tekhnologi modern. Pendidikan umum dan pendidikan agama hendaknya seimbang agar tidak terjadi ketidak seimbangan antara perilaku dan emosional.
Pendidikan agama diperlukan bukan hanya untuk kepentingan dunia saja tetapi juga kepentingan akhirat, sama halnya dengan ilmu fiqih.
Fiqih dikategorikan sebagai ilmu al-hal, yaitu ilmu yang berkaitan dengan tingkah laku kehidupan manusia, dan termasuk ilmu yang wajib dipelajari, karena tanpa ilmu Fiqih, ibadah yang dilakukan manusia akan sia- sia, dengan ilmu itu pula seseorang baru dapat melaksanakan kewajibannya secara baik dan benar yaitu mengabdikan diri kepada Allah seperti ibadah shalat, puasa, haji, dan sebagainya (Abudin Nata, 2009:295).
Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu mata pelajaran agama yang yang harus dipelajari, dalam proses pembelajaran di MI Miftahussalam guru hanya menerangkan dengan metode ceramah sehingga membuat anak tidak nyaman dalam proses pembelajaran.
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di MI Miftahussalam kelas IV terlihat bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran fiqih dengan materi shalat duha masih kurang. Indikatornya antara lain adanya kecenderungan kurangnya ketekunan siswa dalam menghadapi tugas, kurang minatnya terhadap pelajaran dan siswa terlalu aktif sehingga bermain di dalam kelas. Faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah penggunaan media pembelajaran yang konvensional sehingga siswa kurang memahami materi, hal ini disebabkan karena dalam proses pembelajaran siswa kurang dilibatkan secara optimal untuk belajar, pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan klasikal, pola pembelajaran yang tradisional dan monoton sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa maka tujuan pengajaran tidak berhasil sesuai dengan yang diharapkan.
Berdasarkan uraian dari latar belakang tersebut di atas maka dalam penelitian ini memilih judul “Peningkatan Hasil Belajar Materi Shalat Duha Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) Siswa Kelas IV “.
METODE PENELITIAN
Penelitian di laksanakan di MI Miftahussalam tahun pelajaran 2021/2022. Subyek dalam peneliti ini adalah siswa kelas IV MI Miftahussalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kata ini terambil dari bahasa Inggris Classroom Action Research (CAR). PTK ini juga biasa disebut dengan riset tindakan.
Dengan demikian PTK merupakan suatu tindakan yang bersifat reflektif oleh para pelaku tindakan, dilakukan untuk meningkatkan
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya kemantapan rasional mengenai tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan- tindakan yang dilakukannya itu, serta memperbaiki kondisi di mana praktik pembelajaran dilaksanakan.
Menurut Saminanto PTK bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran, membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di kelas, dan mendorong guru untuk selalu berfikir kritis terhadap apa yang mereka lakukan sehingga menemukan teori sendiri yang tanpa tergantung teori yang mutlak dan bersifat universal yang ditemukan oleh para pakar peneliti yang seringkali tidak cocok dengan situasi dan kondisi kelas (Saminanto, 2010 : 3)
Pendekatan penelitian adalah keseluruhan cara atau kegiatan dalam suatu penelitian yang dimulai dari perumusan masalah sampai membuat suatu kesimpulan. Pendekatan penelitian ada dua macam yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif artinya informasi atau data yang disajikan berupa angka sedangkan pendekatan kualitatif adalah informasi atau data yang disajikan berupa pernyataan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Pendekatan kualitatif dilakukan untuk mendeskripsikan hasil observasi aktivitas murid dan guru pada hasil interaksi antara guru dan murid selama pembelajaran melalui pendekatan Team Assisted Individualization (TAI). Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data yang akurat dari murid sebagai subyek peneliti. Teknik pengumpulan data
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya yang digunakan oleh peneliti adalah :
1. Tes
Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang hasil belajar siswa melalui pendekatan metode Team Assissted Individulaization (TAI) pada materi shalat duha. Tes dilaksanakan pada setiap tindakan.
2. Observasi
Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran materi shalat duha dengan menggunakan metode Team Assissted Individulaization (TAI).
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui keterampilan guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi shalat duha menggunakan metode metode Team Assissted Individulaization (TAI).
Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh dari observasi dianalisis secara kualitatif , untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode Team Assissted Individualization (TAI). Data hasil tes dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan metode Team Assissted Individualization (TAI).
Menghitung nilai rata-rata siswa dapat dilakukan dengan menggunakan
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya rumus:
𝑥̅ =∑ 𝑥𝑖 𝑛 Keterangan:
n = jumlah peserta didik seluruhnya 𝑥̅ = rata-rata
∑ 𝑥𝑖 = jumlah semua nilai peserta didik (Sudjana, 2012: 109)
Tindakan Kelas ini dilakukan selama 2 siklus dengan mengaplikasikan model yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto.
Setiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Tahapan – tahapan dalam penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2010 : 16) sebagai berikut:
Gambar 3.1
Model dasar penelitian tindakan kelas dari Arikunto
1. Menyusun perencanaan (Planing) , pada tahap ini yang harus dilakukan adalah (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (2) Menyusun fasilitas`dari sarana pendukung yang diperlukan dikelas, (3) Mempersiapkan instrumen untuk merekam dan menganalisis
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya data mengenai proses dan hasil tindakan, yaitu lembar kerja, lembar observasi guru dan siswa.
2. Pelaksanaan , pada tahap ini yang harus dilakukan adalah melaksanakan tindakan yang telah dirumuskan pada RPP dalam situasi yang actual , melalui kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup.
3. Melaksanakan observasi (observing) , pada tahap ini yang harus dilakukan adalah mengamati perilaku siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan memantau aktifitas guru dalam mengelola pembelajaran yang telah di rancang sesuai dengan tujua PTK.
4. Melakukan refleksi (reflecting), pada tahap ini yang harus dilakukan adalah (1) Mencatat hasil observasi (2) mengevaluasi hasil observasi (3) menganalisis hasil pembelajaran (4) mencatat kelemahan- kelemahan untuk dijadikan bahan-bahan penyusun perancang siklus berikutnya sampai tujuan PTK dicapai.
HASIL PENELITI
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil belajara materi shalat duha siswa kelas IV MI Miftahussalam. Dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus.
Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada tahap pra siklus adalah 60,00 dengan ketuntasan klasikal 42,11%. Pada saat pra siklus rata-rata yang
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya diperoleh siswa masih dibawah KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70.
Siklus pertama dilaksanakan satu kali pertemuan yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh skor 14 dengan prosentasi 77,77% .
Pada siklus I tedapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki dalam kegiatan pembelajaran masih ada beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan dalam prosedur metode Team Assisted Individualization (TAI) dalam pembelajaran, hal ini disebabkan karena kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran terlihat dari hasil observasi.
Setelah dilaksanakan evaluasi pembelajaran pada siklus I, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 75,52, dimana 12 siswa tuntas dengan ketuntasan klasikal 63,16%. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa belum masuk kategori tinggi atau di atas 80 sehingga dapat disimpulkan bahwa target pada siklus I belum tercapai. Peneliti ingin meningkatkan nilai rata-rata hasil belajar siswa, maka dari itu peneliti melanjutkan penelitian ke siklus II.
Tahapan penelitian pada siklus II sama dengan siklus pertama, akan tetapi dalam kegiatan pembelajarannya dilakukan beberapa perbaikan berdasarkan kekurangan pada siklus pertama. pendidik lebih menekankan pada penggunaan prosedur kegiatan pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Pendidik melakukan kegiatan pembelajaran lebih inovatif agar memancing peserta didik untuk lebih aktif dan berani bertanya kepada guru atau teman sebayanya.
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya Pada siklus kedua terjadi perubahan kearah yang lebih baik dari segi aktivitas dan hasil belajar siswa. Skor rata-rata aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Skor aktivitas siswa adalah 18 dengan prosentasi 100%. Rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan menjadi 87,63. Dari 19 siswa, seluruhnya dinyatakan tuntas sehingga persentase ketuntasan pada siklus kedua menjadi 100 %.
Sehingga pada siklus II indikator keberhasilan sudah tercapai, maka siklus pada penelitian ini dihentikan pada siklus II.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, menunjukan bahwa hasil belajar pada mapel fiqih materi shalat duha menggunakan metode Team Assisted Individualization (TAI) di Kelas IV MI Miftahussalam dari siklus I sampai dengan siklus II terlihat ada peningkatan. Peningkatan hasil belajar siswa selama berlangsungnya pembelajaran dengan menggunakan metode Team Assisted Individualization dapat dilihat pada data hasil tes evaluasi siswa yang sudah dilakukan oleh peneliti pada tabel berikut:
Tabel. I
Rata-Rata Hasil Belajar
Kegiatan KKM Rata-Rata Prosentase
Prasiklus 70 60 42,11
Siklus I 70
75,52 63,16
Siklus II 70 87,63 100
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan dari tindakan perbaikan baik di Siklus I dan Siklus II . Pada siklus I terlihat
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya bahwa persentase ketuntasan hasil belajar siswa 63,16 % sedangkan rata- rata nilai mencapai 75,52 (tinggi). Hal ini menunjukan bahwa masih banyak siswa yang belum sepenuhnya mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM). Peningkatan yang terjadi pada siklus I belum terlalu terlihat, dapat dilihat dari hasil evaluasi. Pembelajaran yang terjadi belum terlalu aktif dan peserta didik masih banyak yang malu-malu untuk bertanya kepada teman sebayanya saat berdiskusi.
Sedangkan pada siklus II mengalami penigkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 100 % dan rata-rata nilai hasi belajar mencapai 87,63 (sangat tinggi). Hal ini menunjukan adanya peningkatan jumlah siswa yang telah mencapai batas kriteria ketuntasan minimum (KKM). Peningkatan rata-rata nilai ketuntasan tersebut menandakan adanya peningkatan hasil belajar mata pelajran fikih materi shalat duha menggunakan metode Team Assisted Individualization. Pada siklus II ini peserta didik sangat terlihat gembira dan senang ketika berdiskusi dengan teman sebayanya dalam satu kelompoknya. Peserta didik saling mencocokkan jawaban masing masing dan aktif berdiskusi. Dibawah ini adalah tabel observasi keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada pembelajaran materi shalat duha, sebagai berikut :
Tabel . 2
Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Siklus I dan Siklus
II
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya
No Aspek yang Diamati
Siklus I
Siklus II
1 Peserta didik mengerjakan soal yang diberikan oleh
guru secara individual tanpa bantuan teman dan guru
3 3
2 Peserta didik mendapatkan tugas yang sama dari guru mata pelajaran
3 3
3 Peserta didik membawa hasil kerja individunya kepada teman kelompoknya untuk dibahas bersama-sama
2 3
4 Peserta didik saling mencocokkan jawaban masing masing dan aktif berdiskusi
2 3
5 Peserta didik saling membantu teman kelompoknya
yang belum memahami materi yang diberikan oleh
guru
2 3
6 Peserta didik menjawab kuis yang diberikan oleh guru, sebelum diberikan skor berdasarkan nilai yang
diperoleh
2 3
Jumlah Skor 14 18
Prosentase 77,77 100
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya Berdasarkan pemaparan diatas menunjukan bahwa melalui penggunaan metode Team Assisted Individualization mata pelajaran Fikih menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dari siklus I sampai siklus II dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada tahap pra siklus dimana proses pembelajaran masih dilakukan secara klasikal.
KESIMPULAN
Pembelajaran pada materi shalat duha kelas IV di MI Miftahussalam dengan menggunakan metode Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dari peningkatan yang dicapai pada setiap siklus pembelajaran yaitu:
Peningkatan nilai hasil belajar siswa ditunjukan nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 60,00 meningkat menjadi 75,52 pada siklus I dan 87, 63 pada siklus II. Peningkatan ketuntasan klasikal prestasi belajar siswa terlihat dari besarnya ketuntasan pada pra siklus 42,11% menjadi 63,16%
pada siklus I dan 100% pada siklus II.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Bahri, Syaiful. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Majid, Abdul. 2016. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cet. 1.
Nata, Abudin. 2009. Metodologi Studi Islam, Ed. Revisi. Jakarta: Raja
e-ISSN: 2807-8632
Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya Grafindo Persada.
Ramayulis. 2014. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Radar Jaya Offset.
Saminanto, 2010. Ayo Praktek Penelitian Tindakan Kelas. Semarang : Rasail
Sudjana, Nana. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
. T, M. Yusuf. 2013. Teori Belajar dalam Praktik. Makassar: Alauddin University Press. Cet. 1.