TEMA
ulaMA
PEMBAIIARUAT\ HI,'KT]M NASIONAL
SEBAGAT AMANAI PROKI.IIMASI
DA.II|I KONSTITUSI
Moh. Mah.frd MD
?rlr4"
*e4d ?rO e,.Mal4, L146 d144. td ala4z brqh4"
d4.4 -.,.4-<at, f.abr4a. lzka &aaa ,t 9--
pdl4D,a4ttu6
da4ar,!J.-n-f ""4"g-r d&/4,, 'to.ddl4e qdq d4fA
6azaa
ta altlt
AdaaaeAtdt da.
aaaa. t--n'-n-d FU 64.
Pendahulua.o
Ketika para
pendiri
negara Repu-blik
Indonesia bersepakat unruk men-dirilian negara fiel^lni prohlzmasi
hemerulekaan meJekapun mefirbuat arahan rentaag perl.rnya pembaluruan hukum agar seslai
dflgan
realita baru maqnmkat lndonesiz. ArahantN,
ter- ruang dr dalam Undan8-Undang Dasat (UUD) 1945pda tagian
Aruran Per- a.lihan pasalll
yanqtF.rtxnyl
"Segalabadan
nqara
danFarutun lang ad4 rralb laagsaig Mabu, elarra
beluntdladabn long furu neranrJ
UndanA-Ilfidanq
Dasarini".
Arahan yan8 de- mikian ini sangat pendng artuya sebabhukum
yzng ada dalamslra$
negarir haluslah sesual dengan idea atau cirahukum dan reallas rn syarakrt dl oEna hukum lru
EErDberikan pela-Ya
tan.
No.7vol4O197
17TB'A UTIMA
Namun sampai saat
tni
Pets@lan peflbaharuanhukum ini nusih
rnen- iadi problern berhubung fitaslh banyak- nyapoduk
hukum peninggalankolo- nizl yan8 tetap dlbe.lrkukan
karenabelum dlbuat produk yang ttaru. Men- trt KehekkrBn Oeto,'o Oesrnan
penEh
mengerankakanb6hwa pallng
tidak sampal deo8aorrhun 193
nraslh (er-dapat ttdak kurang darl 4o0
produk hukum koloolal dan lruefiuslorEl yang ban sdllonversl
ke dalam hukum na- sionallda.
Erthf dao
MEsyara!.arDt
dalain.tudl tenung huklm
ia-waban atas perun),aan aprkah hukunr
ilu
mernpengaruhi masyaiakat ataukah sebaliknlu olasr"raka[ iru mempeoga- ruhlhukun temlda
tidak tunggal. Ada pendapat yadg rnengatakanbah*a
hu- kurrrh
)ang harus memp€ngaruhina-
srafakat nrelalui penggartsan secara yu- ridis tentan8 arah dan struktur nu-sya- rrkat )"ang diinginkan dengan
uogkap
aJl ).ang sangat terkenal'law
aslool of soclrl
engineering", retapl ada jugaFng sebaliknfa
rneogatako
bahwa masr?rakatyzng mempengarul
hu-kum
sehinggahukum
harus berubah ilka masyzral(aml.a berubah dalamad
bahs,a perubahan
hukum
harus me- ogikud perubahan masyarakal MunB-ldn kedua
faq/abanyan8
taspaknyakontradlkf
ltu seberufiyabiia
dikom-Fomikan
dengan iaE?ban bahwa se-ben
m,"a anrura kedrgn)"aftukrn
danmasy"Bkat) teriadi hubungan
yanglnd@denr
a,,'u salin9 mernpengaruht dan sallnB terBanNng. Berdasarkan ia-s,.aban
kourFomists inl
makaup6'a
pea&ahanranhukuor
deagan adanYaproklaoad
kernerdeloan menladlhrn'
hltarrya[g r
sczya sebabhukum
ltu 6dak b€r'ada gada struasl ya0gvakuo
melalnkan adadi
da.larn sualulras}?' rakat
,,ranBharus dllayaninya. Inllah pemiklEn fang Eendasarl perlunfa
pduih buhum nasional '"ang
antara
Iain,
rnernuatpeobohanun
hulrurn-Amaoar Boklaoad
PerspeLtlf
pol k hukum
naslonalkta
secara Jelrsdapar dilihat
dalamSisem
Pernerinlahan Ne82ra Indone- sia)rarg dlmuat di
dalam penielasantruD
1945 dergan E ,uhkund pokok.
Kuncl pokok pertanu
Eenegaskan bahwa 'negara lndooesla bedasaa atas hukum (rechtsscaaD. ddak bedasarkan keLlrsaan belaka (ftachtssaat)". Inilahpersperkif resd yang uEuE
dalampolitik
hukumn
sional ktta yang rnem-bed
tuntunan agar huL1rgl dapat me- nralnkan peEnan alau men adl sentraldalrm
kehidupan be.masrara*at, ber- bangsa dan benegara(Mullun v.
Ku- sumah, 1986: 29). Karena hukum yang harus meniadisenral itu tidak
dapar dllegaskan dari maqramk mya sebaSai subyekyang akan dilalaninya
rnakapenysualao produk hukuo
dengan keadaan maszra.!€t meniadl
sangatpenting. Dad
pem)'aEanyan8
d€rrd- klankeordlao
klta dapat mendnukan alasan Eengapateriadlryz
proklarnasi itu rnenuntut pembaruan hukum seba- gal bagtan dad politik huktrrn nasional.Polldk hukum untuk
pernbaruanhukum naslonal meniadl
kelBrusanl8
JUBI{AI,BI'KII'
Pernbahxnrrn Hukrm
l.Iaicirl
S€hg3r Armnat ProllaEs
drn lbn$tuslsegera
setelah secam revolusloner bangx
Indonesia oreoyarakan kerner- dekaan melalui proklaflasiuntuk
rne- tepaskan diri dari lxleoggu peniairhan bangsa asing set ab prol'lafiasi iu,r telah merombak secaratotal ldeallta
dao reallta rnasyzrakat Indonesl2.Ika
se-belum proklanusl
kemerdekaan ga- gasan&n sruktur
rus)-arakat dlda- sarkan pada kolonlalisme)"ng
sangat eksploitatifrruka
setelah proL4afi2siglglsafi
danstukrur
rn Ls)"rakat klra berubah secararoEl
meniadi masfa-rakat yzng
merdeka(Keoo.
1986:106).
Pahao )"ng
mendasarikehl-
dupar nasyaralat
iuga berubah total dad indMdualtsme rEenjadikekelurr-
gaan berdasal pancasilayang
meng- henda.ld keseimbengananrrra
kepen-tingrn manusi,
sebrgairrakhluk
ln-ditidu
dan rnznusia sebagaimakl
uk sosial. Pen:bahan-peruhJhan tersebulberimplikasi secara langsung
pada munc-ulnyafunorun
penrbahan ber-bagai aturan hukum yang telah dlbua!
oleh pesrerinuhan kolonial setrab hu-
klm
kolonial dileBkkan dl aas pahamhidup yao8
sangzr berbeda dengan pahamhidup
bangsa Indonesia yang ruerdeka. Kehan6anini
menladl nls- calE kareru, sepetti tel2h dikednrkalsn di atas. hukumiiu hrfls MJngsl
un-mk melayani ousyarakarnr€ dan tldak berada dalam sebuah valorm (satiipto Raha4o. 1986:
/7;
Alan Gatrat, 1990).Dalajn
ilmu
hukum adateori
ten- tang surnber hukum ,Eng daPat menle- laskxn rnasalah di atag. Diaiarkan bah-$,?
secrm
nraterialhukum hu
harusdiambl darl suq)ber-sufber
tertentutang d2pal
meoghubuDgkan anEl'aketurusan dzlr realitzs rDasfaEkarnlz.
Hukum
,ang
tidak sesuai dengan rea-Iite.9 rna.s,raral€tn)"a atau bersumlrerkan
dad
poham asing aLansulit
diterisra dan diimpleo€ntasikan seqara nonnal.Susb€r-sumber
[raterial
tersebut ada- tahsantbr bdorts, sankt lologL!
anhopologr$ dan sunber ilosoJts,
Identlnkasl il-Blah atas$s$er6urDber
teEebutmeoberilan
penegasan bah-*a produk
hukum apapun yaog akandlbuat dan dlberlakukan
haruslah rnengkonfirrnslkan lebih duJu deogan yanga&
dl dalam rnasraEkat, dengan pesandan peran
seiarahnya, dengan kondlst sostologlsnya, dengankondlsi
ekonornis dan anuo,pol(Elsnya, dengannliat-nflal
k€adilan r.angdltedfiuny4
dan seba8alnya. Hukum
png
aenimbabalun drd sn!$er dl
luar rnasyarakat-nya akan ttdak efektif dan
kempkali rnerrnbulkan
kegaduhan. Ka.lauhta
mengarubilcooroh dari
pengalamanhldup kfta bernegard dapat diruniukkan banya-k
ka$s le
angini.
segera sete- lah Indoneola merdekamuocl
gelorE- ban8 [rro.nan a8ar Aglrlische wer 1870dlgantl karerE isinya betsumlu
dari pahastdan
kehendak asing yang sa- ogat benetrtangan denSrn pesanhiso, rlh kenptaan
sosiologis dan rasa ke-adtlao di
kalaaganmaslzrakat Indo lesla. Contoh lain yang rEsih
segardalam
ingatankita
adalah kasusfru
No.
14 Tahun 1992 rentanglrlu llfias
Jalan Rala dan kebiiaksanaan pefl8um-
pulan dana
olahr-aganrelzlui
Porkas, STTSBsampal pada SDSB Prcduk' produk hukum dan kebllaksanarn tersebu! relah menimbulkan
protesyang clkup
menggoncangkan kehl-No.TvoL4O
1997 19TEMA
IJIAMA
dupan kita
sebagal bangsayang
se- Buanya disebabkan oleh dllakukannya p@lbahzsan atas$a$
produk hukumdan kebljakoanaa, pcrnertntah
yangbene
angan dengan kondisi sosiologis masyafakat Indonesia. Mengapa? Seqra soslologlsdan ekonomls
nu'syarakatIndoneda belum mampu
mernenuhlkeharusan melakukan
pembayaranse$ai
dengan sanksl yang begltu spek- rzlmler dimuatdl
dalam UU tersebuq secara soslologls masyarakat Indone- sia adalah maqarakat nnrsltm yang me- nolak segalabentuk
pedudlanfiesh- pun
kemudian dikenrrs dengannalm
lain-Umian
slngk4 dlaus
menielzskao bahwa p€rubahan ldealhadan
realuanusrarakar lndonesla
berkenaan&-
ngan
teriadioyaproklaoasi
kenrerde- kaan rDenunhJt iu8? satu garispolitik ,ang meDbuat
Pernba]larurn hukum agar ada keterkaitan dan k€6epadananojnk and
rnatch) antara tunrutan hu-kum &n
rsalltas rnasyarakal Denganderniklzn keinglnan unNk
membuat proyek-proyek pembaruanhukum
d- dak dapatdlpan&ng
sebagal sekedar roqlantls@eyang utopis darl
bangpayang baru
rnerdeka.Oleh
sebab ttu dzpat dipahami pula rnengapa Au.raD Pel.Jlihan pasalII nemberi
peoekananbahwa hukum-hukum produk
larnaoasih
langsung berlaku selama belum ada),aig baru fienurut
Undang-Un-dang Dasar. Penekanan bahq,a huku.m
Iarla
tetap berlaku sebe.tum ada yangbaru membava konsekuensi
bahsrap€trreriltah harus
roelakukan upaya- upaya peo$aruanitu
agar hukum-hu-kuo laqE itu
hznya benar-benar ber-laku
dalamousa
transld.Dafl
upaya pernhahaRunhukun
lbr dapat dlpan- dang sebaSalananat konstiEsi yarg
sangat peodng-
Meskipun begiu
haru
disadari iuga bahwa apa)"ng
dfuatakanFnbalm-
n@n
ld *lEnarnm
iidak hzrus berartimeswarrtt ff{,ra
rmrdak sebab boleh iadl ada nla.t-n ai pada hukum-hukum latr|a tnr )anaHaku
univer8al sehing-ga yang pedu
dilakukan sebenamya adalah melakukan selelsi atas hukum-huku$ lamz untuk
dihadapkan padaaltematif
diganti (karenatidak
sesuai denganr lai
Indonesia)auu
diadopsi (karenanilainfJ
yang universal). Ten- tanglni
paling tidak kita dapa! melihat gandangrn,tng
pemah dikermrkalanoleh
Padmo I9hhyono (1985: 23) danSudikno
Menokusurno (1944: 9).Be&erapa
Keadala
Di
alas telah dikernukakan bahwapoyek ler
pernbaruanhukun
nasio- nal tidak dapat dipandang sebagai se-kedar rofiEntisme yang
uiopi.s dari bangsa }?ng baru merdeka. Proyek iturnqnilikl
landzsan reoretisdl
bldanghukum sena
landasan ko[sdhrslonal sebagal arnanatkonsirusi.
Pe6oalan- n,"aadalrh
keflyataanbahqa upa]"
pernbaluan
ltu
berialan sangar lafirran sehingSaroesklpun tndonesia
telahmengumandangkan proklarnasi
lru leblh darl serengah abad }?ng lalu na-mun hukum-hukum baru ltu
belumbanyak dlhasllkan, bahkan hukum
kolonlal dan hukum asing fang masih perludlkonlersl
ke dalamhukun
na-sional, patlo8 tidak
sampal dengan20 JUBNAT EUIIIJU
PtnbohrnEn Hulotlo NrddrJ s€iegrl AE rEr Pro!.Lf|
s
d:n Kdlritusit hun
1993, ,umlahnla rnasih berklsar 400produk
(ForumNo. , Tahun IV
1D3: lD.
Ad,
beberapa persoalan t"ang am- paknya meniadi kendal, Mgilancamp
proyek pemharuan hukumdi
Indone- sia ini-Ildah lslasnya odortasl fusobtl
Mas{lah
yang
serandasakontro- versial dalagl
pernbanguoanhukum
kira adalrh orienEsltent
ng konsepsl pembangunanhukum ,ang al€n di-
anut. Palingtidak
klrarE$lh
merasa-kan
keddakjelascnpillhan atas
kon-sepsl
negarahukum Eropa
daiaran (rechts$aat) dan Anglo Srxon(ttE n
e of law). Sepeni dlkerahuikonsqei
ne-ga€ hukulr itu ]idakbh
tunggal me-lainkan ada )'ang berkembang dl
Eropah
Kontinenhl (da.rlan)
deat[@n nadisi ciLil lautdan
d^ yang berkern- bdng di ka$?san AnAIo Saron dengan tradlsl carndron larv. Pada tradisl ctr'Iaw
seperd yang berkemhangdl
ErG pahdanun Franan
lenbaga{ernbaga negaradalam
pernbenrukanproduk
hukum sangat dorninan, hukumrefluls
meniadi andalan utamadalrm
rangkalqas an
bubum dan dlstnl'ang dl-
anut addah le$srne ],rakd s,lanl paharn rang rneogarakan bahwa apa,?ng di-
sebuthukuo iru
ldendk d€.ngan un- dan8-undang. Oleh karena hu hukum ddak temrlb alau keputuLsan-kepurusan)zng tidak
berdasarkanp6da
hukum tertulisdian&Fp ,lrr4[ adll
l@re'lake
adilan
iru adrlah
aga yangsanz
de- ngan tuntutan undang-undang(hukufii tertulis). Sedangkan pada tradlsl
carrEnon law sepefll }?ng
be*ernbang
dl
kar*zsanAnglo
Saxonhuku$
tak tern lls dan konvensl nendapatt€mFt fang
sargat penting sehingga hakinFhakim dpat
mernbuathukuo melrlui
vonir-voDisn'"a tanpa harus sepenuh- n)ra
terik&
pada ann'an-anraD renulls- Masfaaakatpunmenerhu
kepuhrsanhaklo
sebagalproduk
yang adtl tanpanrrEperdulikan
bagainuu bunyi
hu-kum
tertulisnr?.D
dala.@ rhe ruteof
law kezdilan ridak idefld& dengan hu-
kurq tenulis atau proedur-prosedur
forrDa.l, ya.og dlpentingkan adalah ore-
i n$kap ntbl kzdtl4n ta g adl
dr&lam
rnasyzralar.Meskipun
secaraekspll$
Penje-lasan l'ruD 1945 menyebur tstllah
recbas$aatfang dletakkan dt
dalamtanda
kurun8,sebenamla ddak
ielaskonsep6i .nanzl€h
fang dlaru ftgara hukum Indonesla, sebab dl
dalam keseluuhanIruD
1945itu
sebenamya dapat diterDul elernen<lernen negarahukro
Elopa Kondnenta.l(RdtBstaar) deigan tradlsl ch' lasrnya nuupuo negaE hukum Anglo
Saxon dengan tladlsi catrEnon lawn).a. Akibatnya kita serlDgkaliterlibat dalam pedebaun
tentanglni
sebab kedr.ranya akan me- lahlrkanpolitik
hukum yang berbeda.Bahkan dalam beracara
dl
pengadtlanpara penegak hukum sepeni hakhf
pengacar'a,
dan laksa sering
terllbat dalam perdebatan yang s€lalu terulangtentang dasardasar negara hukum 'ang
dianumya, YanB saru
flerlekan- kan
penegakankepasthn hukum
de-ngn
berpedornanp&
UUFnB resni
berlaku sedanglon yang laln menasrar- kan
alemadf
penegakankeadilrn
lan-N(}Tvor.{Or9r7 2l
IB|AUf,AMA
pa harus terlk t secaia ketat
Padabun, lru.
Yang sangarabsrd a&]ah apabtla dalam
ProsesPerkara
Panr peregakhukuD
hurnenpunYri
tar8etuntuk menan&
bukanunE*
rDencariyarg
beaar dalam rangka keadlarl.Di
sk
kerapkali teriadl odntasittyaFda
konsepsl negara hukum berubah'ubah
se$al
dengankelngirunnla unuk
me- nang. Suatu pe.kara )'an8 dapat dhne-rungkan
dengan konsepslrerhsnaat
diberidafldalil redtBtazt
dan kepas-ttan hukum, tapi padu perkara
lalnI.arg iufB d€si
kemenanganlzng di-
pakal adalah
dalil
keadilan yang tidakharus
sarnadengan peraturan
yang resmi tenulls.Dalam konteks perntraruan
hukum
ketidakielasan orientasiini iuga
telah nrenimhrlkan persoa.lan lenEngpolitik uniflkasi dzn kodifikasi lzng ansrk di
dalamGBHN{BHN
sebelum193
mGalnla telah mernanclng petdebata, dt kalangan pakar. sebagian pakar dan profestona.l menlatakanbahrz
unlff- kasldan
kodlffkasllnl tidak
tepat di- iadlkan polidk hul'um karenz berpang-kaf
padapaham leginre yang
ddak medtUlklakar dl lndonesla.
Menurut penganur le8tsoeuu
atau hukum ler-tutls
merupo.l€n satu-satun]a sumberhukuo
(Sudikno Menokus1roo, 1986:137i
tudlkno
Meltolor$mo, 1988: 165).Mercka yang qtenolak
polttlk
uinflkasl dan kodiokasl Ereflgatakanbalna
pa-haln legkme hu
benerdenst orembu- nuh hukum adatlang
secarari
rnaslhhidup subur sebagal kesadaran hukum
masyarakat (Koesnoe, 1986:
106).Irnam
sudifat
yang juga dlkenal seba- gal pakar hukum adrrFfiuh
mengata-kan bahwa
polidk
kodlflkasl danunl-
ffkaslinr
adalahpolldk kolonlal
yang lngtD nExnbcrnuhhukum
adar(dalan
Moh. !,lahtud MD, 1943:13p).
Pa&tal
pada
a re,o kolonlal
sendlri sebenar-nF
sef,angar texfirdap polidkunfl(asl
dan kodifikast rclah pemah dJakukan olehl&n
vollenhovefl sebat meflurm- nyahukum
adat yangddak
mungklndlunlflkahkan
telah rnembertkan rasakerdlan dan kesadarrn hukum dl
kalangan niast:aralot Isdonesla (T€rn-
po, 8
Septonberlr3: 89).
Tetapltl-
dak sedkn iuga pak r dan katrrtr
Fofe-
sional hukum yang nrendukung
politik
uniffkasiden kodlfikasl
sebagai arah resml dalampolitik hukum
nasional.Alasannya
kodlflkasl
daparmanberi- kan iaminan kepastian hukum
danuntfikasi lebih sesral
dengan prinsip negara kesaNan berdassrkzn Panczsilaserta tebih mernberi dolon8an
bagi upaya htegrasl bangsa (Sudikno M€rto-kuflrno,
1984: 137; T.Mohanrrad
Ra- dhle, 1981/: 17-18). Mesklpunpto kon-
b'a tentang
politik
unlfil(asi dankodifi- kasl lol ttdak mencual lagi teEpl
sumt
er
nrasalahn).arakni
keddak e-lasan
orlenusl
ataskons€psi
negara hukum yang beraltemadf gandateup lah meniadl problem dalam
upaya pembaruanhukum nasionallnl.
T€f,lrh PlEala,,a Masrarakat
Dalam kenlBDaannyaupaF llEin- prcdlk
hukum nasionzl sebaaal uprya penrlzharuan hukumri&klah rmr&h,
karena upaya men€rnuka[ ntlal dalam rnaslzraLar )"ang&pat
diiadikan sum-ber hukum untuk
dapat diangkat ken
JUBTVTL EI,EIIUPembrh.rnEn Hul$m l,bsiorEl s€bagrt ArnarEr proldrqE$
&n
Konninrndngkat nasional menghad.pi
persdlan
pluralitas)zng UdaI
sederhana. Jadlblla
seumpa rnapun relah
disepakatlbahwa
pembangunanhukum
akan berorientasipa&
koosep,sl negara hu- ktrm tertentu makake$liran
yang adadi
had2pan kira adalah begitu plural- n1zpea
nilal hukum dldala$
masfa- rakar )ang harus dnaFt sebagai hukuin nasional.Jika
misalnyakira
gunakas peta tinBkungan hukum ,dar yang per- nah dikernukakan oleh BapakHukum
Adat Van Vollenhovefl maka palingti-
dak akan berhadapan dengan 19
Ing-
kungan hukum adar rang harus diper- haukan dalam pemhrruan
hukum ru-
$onal.
Pengalamanmemproduk
hu- krun perdata bldang perks,in n
pada a$"1 tahun 197Gan membukrikan itu.Unruk satu ienls hukum
)ling
merupa-kan
bagiandari
bidanghukum
yaog merupal{an bagian dari bidang hukum perdataini
saia peflbahrsannya rne- najl&an srhupolitil
sarrpai pada batas}!ng
haflpir sulit dirolerir. Irupun has- nr" i"ng
dicapai serelah melalui rarikulur
yang rrdah nrudahrern,"ra
ddaknumPu menja$?b s(tara
mendasafs€mua persoalan perkawlnan
bagl war€a ,regara.terbuki
belakngan
tnl mulai munc1. gagrsan secaia rerbul(a agarUU No 1
Tahun '1974 ditiniau karena belum mengalomodasi secaia tegas hal-hal yang cukup pendng se-peni Perkawlnan campuran antar agaEa, perkawlnan oleh pemeluk
a8rora yang
ddak
dlsebutkan secarareslnl oleh
peraruran peBndang-un- dangandan
sebagain\".Contoh
lain'"ng
rNngktn
dapatdisebut
adalah rencana dirrasukkannr,agd4 s€l,igai
tindak pidana di &lam
RancanganKUH
Pldanayang baru yang
relah drslapkan oleh Perned ah. Konuoversl ,,ang kerds tentanglni rnernbuhkao sulihyz
meogabsrakslsuau n
ai)zog
dapat diangkar
ke
level hukum nasio-nal
karenaphrralstis
paham&n
pe-slahanrao
balk dllhat dari sudut
bu- daya maupundarl sldur aBarE.
De-ngrn demlklan faku pluEliras
sosio-kuttunl oa.syarzta
kita telah Erenladjken&I, re$endLi
baglupalz
pernba-ruan hukum
sehlogga rnasa transisibagi
bedakun)"ahukum-hukum
larn rmeniadl sangat
lana.
lrJasannyz ielas kareoasulltnla men@ri
ke6epakaan dan situasl yang sanAat pluralisrik teo- tang apa yang dapzt dheriDa setragai materihukum
nasional ),ang,untinya akan
dt"nsgp:p bsr1t.Intefa&Bl IIoktrD Klta .l;g.n
Eu.h.m Luar
Saru hzl yang juSa meniadr kendal.a dalam upaya pembaruan hukum sesual dengan anafiat konsdD$l adalrh rerlalu
cepatn'"
perke@bangan sul1si$ern ke- masyaiakaEndl
luarhukunr
Kerapkal hukum yang adatldak
rEampu lneng- imbangi psrkerDbangan baru di bidangekonomi misahra. Hukuol
)"ang ada biasanyaleblh
,nenekankan pada ke-Fsjan dan 'tidak EarEpu
menganti-sipast perkeo$angan dl luam,,a
se- hinSga s€f,krgkaX dhedukan rerot osan- tercbosan yang,ustu kelurr dari
hu-kuql
rerutarruda.lal! ttdang
hukumekonool.
Terdapa3banya}
perkefiF bangan ba-rudl tidaog ekonoml
na-,ruo ddak dapat
leszdahl oleh
hu-NO.7 voL4 O 1997
2i
TEllA
TMTMAkum )ang lersedh,
tefllairia
llka tedadl intqal(sl antara kdersediaan perangkathukurn kla
daenganhukuo
luar.Mengingat
perkernbangan rDateli hukum forEral yang selalu kalah cepatdarl perkernbanpn
sub slrtem ketna'sFrak :an
lainnya teruE-@adi
bidangekononl rnaka Pembuaan hukum- hukum baru meaiadt tldak
mudah dilal(tlkarr. Upa)'a pembuaBn hukum-hukum hru
yang ma@Pu rnengatasi laiu perkeobangandi luff
hukumtelrh rnenlta
perhatian tersendid sehingga perharjan dal2rn upaya pgnb€ruan alas hukum l2rna yaog Bet]Eng sudah sulit me(liadi sernakln terkurangi dan tidakdapd dlbeti
porsi perhadan yang c1r-krrp. FerlorreM
francblsine
^ta\r leas'
,ng misalnya adalah
tnasalah Yang kedka nrasuk ke Indonesta ddakdaprt
terq/"adahioleh hukum foroal
yangtersedia. Akibatnfa sedngl.€.l per6@lan
sepeni itu ddzk dllalul dotgan
Pro-sedur hukum normal melahkan ditem-
puh melalul ket
raksarBanyang
ka- dangkala keluar dadanran
rcsrDi'"ang
ada
Bahkan ddakJaEA,
uoruk keper- luan p€mbangunanekooor4 psnerln- tah
mengeluarkanperaEran
Perun- danaufidangan yan8 EraErtnfa mem-bentur UU yang telah ada.
KasusPMDN No. 15 Tahun 1r5
lentangP€cDebasan
Tanah
)"an8 kernudlzn dfp€rbarui dengan Kepres No. 55 tahun 1993 sena Pet'ahraoPetnerinuh
No.20 Tahtm 1994 dapat dlsebttt sebagal
cohtoh teffaog lni. Unnrk
mengausl persoalan dalam hubuogan-hubunganekonornl dengan durla luff
mantan Xepr.la BPHN Strnaryad Haftononeng-
u.qrl(an digunaf.aonyz hukum keblasa-an
yaknl
konnak-kontrak konkrel un-nrk
sedap hubungao hukum sehlnggaddak harus selalu
mencari canlelan pada hukurnfomal
}"ang rersedia- lrd perlu dllakukan unrukme*zdahl
per'kembangan masyarakat )rang tak mungkln
diimbangioleh hukuo'hu-
kum yang tersedia. Bahkan Slob€lsaeidan
p€rdagangan bebas Yang slldahdl
hadapan akansenukh menF[ikan
pesll)ualan hukurn-hukum baru Yangafflsipatif
apalz8i%ng meolilik
ka' rakterspesfi
Indonesia. EI.a nEnda- tangt€rnbok-tembok
ngnlellbausi
negafa dan bangsa-hrngs:l akan sema'
kln rDenoir
diteryangoleh
era global sehtngga pernbuaDanhuldm
yang spe-slJik oemuat nilai-ntlai yang ingin dtpetahanlon
oleh satu bangsa men-ladi sulit dibuat atau dllnPlemen- asikan.
Dengan dernlkianupaF
pern' baruanhukum
kha djhadapkan pulapada
kendala bedneraksinya hukum ktta denganhukue-hukum
luar yang alcantnenplh'kan dalam
perumusanatau
krlslallsast nll]ai speslfik hangsa kira.Itrtl, cori Poltt[.
Suatu penelhlan
,zn8
p€mah pe-nutls lakukan
menghasilkan kesim-pulan
bahwa, terutama dalarn hukumpubllk fang berkaiun dengan
hu-bungan kekuasaan atau
Bezqguer-bouttag,
kor.frgntuslpolttlk
tenenruakan melahlrlsn hukum denFn
ka- ralder te-nennl. Konfi8lrasi polidk yangdemokgtis alran meirhi*an
hukumyarB beftarakel
responsifauu
oto-nom
sedangkankonfigurasi politik
24 JUBNAI. EUTUU
PembatBnEn Huhm l,t siood sGhagrt A[lonal ltD&l.gEsi
lho
Ko(r$hrsiotorirer akan tnelahilkan
hukum yrng
berkaEf,leronodoks
atau nreDitrdagrepressif (islilah ini dipinlarD darl llirrymanD,
1969serta Nonel
danselznlck, f978). secrra
sing&at pe.- lxdaan sifal atauk
ralae.produk hu-
Lrunlang
responsif dan yangkorer- rarif
adalah sebagailxrlkur:
Dari temual ini dapat dlkedtu- klkan
bahtr/! suaru konfuuraslpdnik r?ng oiorlter akan sulh
menerllrlalxgiru
saia gagasan p€obantan hukum let lh-lebih ilkalul'urtr
baru yang akandfhdkan alternadf bffu
b€dterdensi mengufangikekusaan
polidL, B€s.ratuFng
mernang qraFrddam
kehtduPanpoltte.
Indooe3la
dl ba$rh orde
Barulnl
meo X&tkonffguzsl polidk
yangdo.
rlrer sebagal aktbat Barb
poldk
P€trFbangunan )"ang telah dtpltlh pada a$El
de
Baru.Kelka
tnr para pettriotPntaarak PlodDt ll[lEo
]\-o RTSPOT{SIF
KOI{IiEni'lInF
I Pembuatannt? PanBiPo
I
denSen me-ngundang ssluas-luasnya partlslpo-d rn sfal.alat tEi.k secara
lrdtvdual
Eaupun seqra berkelompo&.k rall{th karena
pcm- buatannyaleblh
banyak dftentukanoleh
lemlmga- lernbagane8ag
terutaEta I,efiErltlahPemberian fungslnya
kqlradl
dalE.,n ardba,sl
pernenuhan rtae lehendda orzs,"-rrkar,ang dlkonr€- lasltan
s€sm
dadot ralb.Pddl oLq.I,ls,,, t r?rtIol@Ib drhm
ad
lsltrF leblh trEn-cE
Ehtfi lehsr&L
PeEE-dnrah alau
leblh
men+a-krn
alat pedberilldflt
slarau peEberaran ata! pto- grao yang telah ouu alan
dtlaln*atl Pde.f ah
J Peluang
inErprE@s[r] 3
lhr rd{ l,aft.a lrEfr)d
&elearran
pmBlp
t€cara rtnct dan ketat !ehl,l88a u_dat
drld
dlbreaF€ta3|ln
seora sePllal oleh Peme-
n ah
Le(lrali daldD ltal' halt"ng
berat-benar iek_nis.
Inbpeatll },rc'la l,Ega
meEuat @.salalFatras3lrhpokol
untul kermdhn da-Ft
dnaftxern&ngan F
rdnrrarFp€raru_r, retdalEn yang
dlhlal
oleh [EEetln-oh
yang dalam rwa.lxarrryapellEng fieiDl,rat |nErFR-
aa-ql
h.! d&&
seledar me-nlangku
hal-hal telnrs.N(ITYoL{Or9Y, z
TEUA
TIITIIA
de
Baru berh2sfl meogkdsalkao ke-puuan poltdk
naslonz.l bahw'aunuk
rleo8atast ktlsrs )"ang melzndanegaa dan
banBsap€obangunan ekono!
yang
berorienraslpada
perturnbuhanharus diutamakan. Dan untuk
me-duluskzn
garispolltlk ,aog
sepenitu
Eaka
negara haru6srabll
agar pern- bargunan bexFl2ntanF
terlzluhnFk
iruerupGt atau terrebak
Fda
keruwdan-keruwetan
potrlk
lnrem&na
agar ada$asana )'ang rnErnbert
kerzhtun
padaFrltlik modal astng bshrea
lrwes-ta.dnfa dl Indongla akan
aoran dante.lindungl. Untuk ltu
dlgpJanglrh up6yaPelsanun dan
kesatuan (lnte- BE-d) bangsa secam besar-besaianfiE- lalui penciptaan fonnar polidk
yxng ddak defioktatls. FonrEt yJng nreourut Pr€dden dibeonk rnelslul
konsensusoaslorial
ini
memberlporsi
kekuaEnpoltik fang begtE
besarbagi
PerIE-rlntah sehingga rEzmpu dlengarrsl ber- bagai kekualaa l.zng ada di dalam rna-
s)"rakal
Peniedntahmrrnliki
tangao- tangannya)"nB
kuatdl dda,,].lfllr}Ega
perflu5t?*araran/pefiya&llan sehlngga secardr l konfigu!-asl politik
yang tampfladalrh
konngurastpolidk Fng
otoritef.
Dalam konflgurasi polltlk
yang otoriter lnlupafa
pernbaruan terlEdzphukum-hukuo lama rerutama
yang meryan8kutpolttik
rnenhdi$ih
dila-kuka!.
Dalam banyak hal hukum larna ,an8 dulun)z digunlca!
olehptrlerin- tah kolonlal unhlk merlndas
bangsaIndon6la (seperti
pasa.l-pasal karet atarJlB
E,aiartikelen dt ddrm
KIJHPidana) masih
dipergunal<an secara tegas. Jlka ada gugatan bahwa peng-Sunaan
hukum kolonjal lur
benen-taogan dengan
Pancasllaorka
ia-wahnn),a
)'angl,truo
adrlah balN?hukum hu s€(,ra fonnal rnaslh berlaku dan penggunaann,"
rEsdlikl
lzndzsanhukunl bal
can menopang kepastianhukum.
IGsus LIUNo,
11/PNPS/1963 tentaoBSub\ersi
dapat disebu! pula s€hagalaonloh. Dtrlu seou
produkhukuo Orde Lrma ,"ng
berbefltukPen@Fn
Presiden(Peopr6),
terma,srk
PerlplEs No.tl
Tahun 1961, dinilaibertertan8an
den8anULD
1945 se,hlngga harus diriniau dan
dlseleksiunn&, b[a pe.lu, dicabu!, TernFta
Perpres No.ll
T3hun 1963lnl
diang- gap gremurt olateri yzngccok
untuk meUnduogi negara&d
rlndrkan-dn-&kan slbrersf
sehingga ddak rerkerupencabutan
nr€lalnkan dlttngkarkan kedudukannya rneniadi sebuab UU de- n8annam, tru
No. IIIPNPS/1963. Se-ba.liknya Ke.etapan MPRS
No.
)q1.MPRS/1966
Fng
menggarlskar derno-kradsasi dalam Pemerlnrlh
Daemh dengan peneffuanaas
otono&Inwla
y"ng seluas-luasn," dicabut. Seiari peF dmbangan peq$erlr-kuan ULJNo. ll
Tahun
1963 maupun pencaburao Tap MPRS No. )O{1 hu merupoLan produkdarl
kooffguraslpolirik
yang otorirerdl oana
hukuE-hukum publiknyz di- buatuntuk
melindungi kela ngnrnganpemegang
kekuasaandominan.
Di dalam konffgurasi polldk ,?ng otorlter ugaya p€rnbaruznhukun.
kefldati me- rupakan amanat proklafiusldrn
kons-dtusl, akan sulir
menyenruh hukum- hukum publlk lzng lebih rnenguntung-kan
pernegang kellrasaan dominan.26 JUBNAI, EI'BIDI
P€rnbaiaruan Hukum l&3l,orlal sebaaal
Anar
P'oklrnEsdln Kodord
PeaEtup
Dengan dertriklan sleniadi
ielasbahwa tedadlnya proklaoEsi
kemer- dekaan Iru metrung @snunrut adanya pernbarlranhukum
seca.ra besar-be- saran karena proklamasi telah meng- ubah seaarat@l
tdeallra nBupun rezll-ta
masyaEkat lndonesla. Jadt adanyaketnglnan unnrk
melakufcan pemba- ruan hukumH<enaan
dengan prokla-rn si tidak dapat diarSgap
selragai sekedar rornandsrneyang utopts
ka- rena la me(nlllki landasan leoretis dan,rnan t
konstitusional yang kokoh.S€cao teoretis
pernt aharuan hu-kum diperlukan karena hukum
itu ddak beada di E:uatu vakum nrelalnkanada di
Buarumas,"raLat yaog
harus dilayani sesr.rai dengankondisi sosio
loAis. pesan 6ejrrah, dan nilai-nilai ke- adilan }.anS dianutnya; sedangkan se- cara konstiu.lsional kehrrusaninl
dite- ntukan darl ketentuan bahwa hukum- hukum yang lama Ilrasih tenls berlakuglada
Mu.m ada yangban
fi:trf\ut\rt UUDyaig berati
bahwaupafa
penFbrruan hukun
(mesklpun deflgan pe- ngertian melalrukan seleksi) harusdi-
lakukan secara sungguh-sungguh.Narnun ada beberapa kendala yang harus dlatasi dengan langkah-langkah
srrtegis
datamupafa
pembaruao hu-kufi ld
\E:tu]'l:pefiarn4
ddak jelaso'"a orientasi tentang konsepst negafa hu-kum yang
mendasarti Mt 4
tedal\)pluralistiknfa maslarakat klta sehingga
menlrtitkan
pengangkatannlai-ntlzi rnzsyarak* untuk dtiadikan hukum
yangs@ra
rasior,al distvakad; hetlSa, interal(sihukum ktta
dengan hukumluar rnaupun
deogaa suboieern non hukum yang berkeobang sangat pesatdani heempa\ inteffensl darl
konfi- Surasipolldk
yangddak
demokratis.DeoSao derDldan yang pokok-po-
kok
perlu dtlakukan adalah:. Petama, menenhrkan secafa te82s rctuang orien- rasike
koosep6l negarahukum
yangr@i2
yangdlpllh untuk
nega.a kitabalk memllih alternatif
anraralechtsstazt" dan "rule
of
law" maupun roeneorukan konsepEl sendiri yang spe- sLffk.Dalrm
kontekslnt
mungkln ada yang mengatakan bahwa konsepsl ne- gara hukumklu
adalah negara hukum Pancasila tetapl datam lahan tolak radk anlara "kepasdanhukum"
dan'pene-
gakankF.lilra"
konsefEl lnipun belum tegas,palng
tidak secara foflnalden
-klaD
adanya.Rdu4 fircn(zi d^et-
dasar kesepakaEn
temang
nilal-nilai nEsyamkatplural
kha yang dapat di-angkat
sebagainilal unruk
dlladikan hukurD nasl,onal yang unlfikadf.fiEtga
rDenaa kehldupan polhlk ke arah yang
lebth demokratls deogan
merevlslIrrbagai
Lru yang rneryzngkut fonnatpolitil
dan denganrnenqak cberls afld balar.cq
zntz.r lembagaJernbaga negatu.Akhimya perlu disadari iuga bahwa petr raogunan
hukum ke
arahkodifi-
kasi dan uniffkasi tak mungtdndlaku- kan unnrk
setmrabldang
karena ke-cenderun8an
Perkernbangan masfa- ral.z,tyan9 begtE p€.at dan
karena interakslhukum
dengan$bsi$em di luar hukuin
rrDaupun deoganhukum aiing.
Oleh sebabiEt pe u dt*"dahi
kemungldnan p€ngernbanSan hukurnkeblasaan dalaE ard
pelembagaanNo7vol.4O1997
27TEMA
TIIAMA
kontra-k-kontrak datam
hubungrn hu-
ekonomidan
bisnis. akugl yang konkret
sepenidi
bidangDafu Ba.,ai
Abdu.l
Haktn
carudra Nusanara. 1985,"Politik
Hukum naslonl', makdrh
FBda K@rya14 ban
tunJr@nHu- Ia.r4
LBH-Surabalya.Afan Gaffar,
190,
"Peo$anguoan Hu- kum dan Dernokrasi",rukalah
pa-da
sernlnarlhli h
Pembangunan HukurnNastotal
Fakulus HukumUn,
Yogfakana.Arbl Sanlr, 1986, "Politik Sebagal SurF ber Da,"a HukunL Telaah MeoSenai Dampak
llnglrah laku
Politik dann4assa
lerhadap
Kekuarantlukum
dl tndonesja" dalam tuddioAlk@r
dan M. Sholeh Arnln, Petubang.ut-
an Hultarn dalan, per$Ela{ Hu- fum
Naslorral,IBHYogfakula
dan Rajawali Jakarta.Koesno,
1986,"Pokok
PemEsalahrnHukum Kita
Dewasa Lni", dalamturidJo Alkostar dan M
Sholehljnin,
PembangunanHuhum
da-larn Pe6peb{ Huh.n,
Na.stonal,IsH
Yogyakara dan Raiaw"li Jakar- ta.Marrr.rErin. John Henry, 1969, Tbe Ct-
dl
l^aut TradtnaT, StanlotdUntuer
sity Press.Moh. Mahfud MD, 1993, Perbefi- bangbn
Polltth Huhurr4$&A
@n-bnA PenAon& Konfigutctl
Potdh@badap Karakter Ploduh Hukurn
dl lndon6{4
diserrasidokror di Unlverslas Gadjah l,Iada,
Yogya.kafia.
Moh. Mahtud MD,
193b, 'Polidk
Hu-kum
Naslonal, Sketsa Das Sollendrn PersoalannF"
dalam malalahUMl No.
18 Tahun )OTV193.Moh.
MahtudMD, 1fi, "Politik
danHukuo
dalam vonts PK Pakpahan", ardkeldi harlan
Republlka,2
De-seober
19tS.Moh l,fahfud
ttD, 't9%, Huhtm
seba- gai Ltngbbt&an Btslltsdalafi Kqx>
litil@n Orde Baru, papet umuk oEsi ilmiah dosen taglu dl
PrGgram Magisrer Maoaiemen
STIEMira
Indonesia,Yoglrkana.
Moh mahfud MD, 1996.
Problena
Ne- garaltubtm lndonala;
AmbtgultasOrienta$, terb@d@ berbagal
Kon-
s@,olasi ilrniah pada
Pelandkan PengurusArosiasi Advokat
Indo- nesiaGAI).
Mullana
V.
KusunEh,'Lcfu,Pe6fb{, Ted dan KeuJafunaan Hahrh4
Raiaarali, Jakafia.Nonet, Philipe dan Philip
Selznick, 1974,Iau,
anal Socteryih hansl
t{a?L
Touard
R6p,onstuelau,
Har-pe! and Row, New
York.a JUBMI
EUET'UPerntEharuan Hul'(um l,iailorEl SebaSrl Aeanal Ploklaoast drn lconidtsi
Padmo
Va}ryon,
1985,?eranan Bire biro Hukum dalam Membenhlk
Keraoakz tandasanHukum
untukTin8gal landas
Pembangunan-,dalam malalah Hubt n tlattonal
Edisl 1.Saqiplo Rahardio, 1986, "Hukum
dalao Pe6pehif
SeJarahdan
PerubahanSosid'
dalamAitidjo Alkosar
danM. Sholeh A$in, Petubangui4n Huhtm
da.lamPerSdalf
HubumNasional, LBH Yogyakana
dan R4awali Jakarta.Sudikno Medoku$mo, lW,
BungaRarnpal llmu Huhun, Libefiy,
Yo4l.akatu.
Sudikno Medokus,IIno,
lW
MerryenalHuhar4
SualuPengdabl, U}tfty,
Yogyakarta.
Sudikno
Merokusrmo, lg8[,
Hafa@tAcara Psldala l7dor,64 ULefiy,
Yogyakarra.
Sunarya! Hanono. CPG t.t., Poltttk Huburr, Suatu Slstern Huhum
Nasloaa{Alumni,
Bandung.Malalah Forum
No. 5 Tahun IV193.
!,aialah
Tempo,8 Sepenber
t9u3.NO-7vol4Or99/ D
Fi'.i
I
'-. -_.r,.:;.-._
--.:+*f;:;-..'.
-i
,Uni;!,&* r.ilri
'e.*,*4E4Etc.t#i
,i
i ir' j ,,,
r .".