• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN HASIP KALIMUDDIN SYAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN HASIP KALIMUDDIN SYAM"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LATAR BELAKANG KEHIDUPAN HASIP KALIMUDDIN SYAM

Hasip Kalimudin Syam merupakan seseorang yang mempunyai peran penting dalam masyarakat, tetapi lebih pada biografi beliau. Biografi merupakan suatu kisah atau keterangan mengenai kehidupan seseorang yang bersumber pada kisah nyatanya. Sebuah biografi lebih komplek dari pada sekedar daftar tanggal lahir atau meninggal dan data-data pekerjaan seseorang, tetapi juga menceritakan tentang seseorang yang terlibat dalam mengenai peristiwa-peristiwa yang akan menonjolkan perbedaan perwatakan termasuk pengalaman pribadi. Berisi riwayat kehidupan, pendidikan karier, pengalaman dan keturunannya.

Akan tetapi dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada kehidupan yang mempengaruhi kondisi sosial-kultur yang melatarbelakanginya, dan kejadian- kejadian yang dialami beliau. Selain itu, menceritakan bagaimana kondisi Hasip Kalimudin Syam tetapi tidak terlalu mendalami tentang biografi beliau, dan hanya menceritakan secara singkat saja.

2.1. Letak Geografis Provinsi Jambi

Secara geografis Provinsi Jambi terletak pada 0o45’-2o45’ Lintang Selatan dan 101o10’-104o55’ Bujur Timur di bagian tengah Pulau Sumatera, sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Riau, Sebelah Timur dengan Laut Cina

(2)

Selatan Provinsi Kepulauan Riau, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat.1

Posisi Provinsi Jambi cukup strategis karena langsung berhadapan dengan kawasan pertumbuhan ekonomi yaitu IMS-GT (Indonesia, Malaysia, Singapura Growth Triangle). Luas wilayah Provinsi Jambi sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 tahun 1957, tentang Pembentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau, yang kemudian ditetapkan menjadi Undang- Undang Nomor 61 tahun 1958 (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 112) adalah seluas 53.435,72 km2 dengan luas daratan 50.160,05 km2 dan luas perairan 3.274,95 Km2.2

Seperti yang dikemukakan oleh Benny Agusti Putra (2018) menurut informasi dari sumber yang di dapat wilayah Jambi berada di bagian strategis, yaitu:

“Jambi secara geografis, terletak di bagian timur pulau Sumatera. Bagian paling timur Jambi adalah Tanjung Jabung Timur. Jambi merupakan wilayah yang strategis karena memiliki sungai yang panjangnya dari hulu (Sijunjung) langsung bermuara ke laut timur Sumatera (Tanjung Jabung) dan langsung bertemu dengan selat-selat penting di pantai timur Sumatera.”3

Masyarakat Jambi merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari masyarakat asli Jambi yakni Suku Melayu, dan keturunan atau rumpun minang yang menjadi mayoritas (Kerinci, Tanjung Tebo, Kuamang, Sarolangun, dan suku asli anak dalam, dan perantau dari Sumatera Barat) di Provinsi Jambi. Selain itu

1 Masjchun Ssofwan. 1984. “Jambi Dalam Jamahan Pembangunan (10 Desember 1979-1984)”. Pemerintahan Daerah Tk. I Jambi., Hlm 5.

2 Dprd-Jambiprov.Go.Id. (Diakses 9 Mei 2022).

3 Benny Agusti Putra, 2018. “Sejarah Melayu Jambi Dari Abad 7 Sampai Abad 20”. Jurnal. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi., Hlm 1.

(3)

juga ada pendatang yang berasal dari Minang, Batak, Jawa, Sunda, Bugis, Cina, India, dan lain-lain. Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama islam sebanyak 90%, sedangkan sisanya merupakan pemeluk agama Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghuchu.4

Luas Wilayah Provinsi Jambi adalah 50.160,05 km2. Berikut merupakan luas wilayah menurut kabupaten/kota di Provinsi Jambi:5

Tabel: 1

Luas Wilayah menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi

NO Kabupaten/Kota Ibu Kota Luas Wilayah (Km²)

1. Kabupaten Kerinci Siulak 3.355,27

2. Kabupaten Merangin Bangko 7.679,00

3. Kabupaten Sarolangun Sarolangun 6.184,00

4. Kabupaten Batanghari Muara Bulian 5.804,00

5. Kabupaten Muaro Jambi Sengeti 5.326,00

6. Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Muaro Sabak 5.445,00

7. Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Kuala Tungkal 4.649,85

8. Kabupaten Tebo Muaro Tebo 6.461,00

9. Kabupaten Bungo Muaro Bungo 4.659,00

10. Kota Jambi Jambi 205,43

11. Kota Sungai Penuh Sungai Penuh 391,5

Provinsi Jambi Kota Jambi 50.160,05

4 Sisca Oktiveni. 2019. “Biografi Masjchun Sofwan”. Fakultas Ilmu Budaya.

Universitas Jambi., Hlm 21.

5 Perkim.Id. (Diakses 9 Mei 2022).

(4)

Di daerah Jambi terdapat sebuah sungai yang besar di samping sungai- sungai lainnya, yaitu sungai batang hari yang dapat dilayari oleh kapal-kapal dan perahu-perahu. Sungai tersebut merupakan sumber alam yang kaya dengan hasil ikannya yang banyak dan sumber pengairan di daerah pasang surut yang subur untuk pertanian. Perhubungan air di daerah Jambi termasuk perhubungan yang vital, karena dipinggir-pinggir sungai banyak sekali terdapat kampung-kampung dan sebagian besar penghasilan alam dari daerah uluan dibawa melalui sungai ke pelabuhan Jambi.6

Provinsi Daerah Tingkat I Jambi memiliki beberapa jenis kekayaan bahan tambang baik yang telah dieksploitasi maupun yang belum dieksploitasi.

Jenisjenis bahan tambang yang dikandung alam Provinsi Daerah Tingkat I Jambi, yaitu:7

- Belerang atau sulphur - Biji emas

- Air raksa - Batu bara

- Uranium, dan Batu granit Penduduk Provinsi Daerah Tingkat I Jambi menurut sensus 1971

berjumlah 1.005.658 jiwa dan tahun 1980 tercatat 1.444.476 jiwa, sedangkan pada tahun 1982 sebanyak 1.524.104 jiwa. Hal ini menunjukkan pertumbuhan

6 Team Penyusun Monografi Daaerah Jambi. 1986. “Monografi Daerah Jambi”.

Jakarta : Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan., Hlm 34.

7 Ibid. Sisca Oktiveni. “Biografi Masjchun Sofwan 1979-1989”. Hlm.20.

(5)

penduduk antara tahun 1971 sampai tahun 1980 rata-rata 4,06% pertahun, dan antara tahun 1980 sampai dengan tahun 1982 rata-rata 2,5% pertahun.8

Gambar 1.

Keterangan : Peta Provinsi Jambi

Sumber : https://tribunjambitravel.tribunnews.com/2020/12/07/daftar kabupaten-dan-kota-di-provinsi-jambi-lengkap-dengan-luas-wilayah-dan- jumlah-penduduk?page=all

2.2 Sejarah Provinsi Jambi

Provinsi Jambi merupakan salah satu dari 34 provinsi di Indonesia yang terletak di pesisir timur bagian tengah pulau sumatera. Nama Jambi muncul sejak daerah yang berada di pinggiran Batang Hari ini dikendalikan oleh seorang yang dirajakan bernama Puti Selaro Pinang Masak. Kata “Jambi” berasal dari kata yang dipengaruhi bahasa Jawa yaitu “Jambe” yang berarti pinang. Sesuai dengan nama Pinang Masak, maka kerajaan tersebut dikatakan Kerajaan Melayu Jambe. Sampai sekarang rakyat menyebutnya “Jambi”.9

Abad-7 sampai pertengahan abad 13 M. Jambi telah beberapa kali diduduki oleh penguasa lokal, seperti penguasa seperti Melayu, Sriwijaya, dan Suarnabhumi. Dengan adanya penguasa yang menduduki Jambi, maka Jambi

8 Ibid. Masjchun Sofwan., Hlm 11.

9Ulin Hikmah. “Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia Cerita Rakyat Sumatra 2”.

Jakarta CV Sinar Cemerlang Abadi.

(6)

menjadi suatu wilayah yang mendapat perhatian dari negeri luar, karena ini merupakan peluang kerja sama dalam bidang perdagaangan antara negara luar dengan Jambi. Halini dikatakan demikian dikarenakan hubungan Jambi dengan negara luar lebih dominan pada hubungan perdagangan kemudian diplomasi.

Sementara, letak Jambi secara geografis menguntungkan karena banyaknya pedagang interasional yang melintasi pesisir timur Sumatera dan menggunakan jalur DAS Batanghari sebagai akses keluar masuknya para pedagang tersebut ke dalam Jambi, memberikan keuntungan tersendiri bagi Jambi dalam hal ekonomi.

Kemudian juga bisa menjalin hubungan diplomasi dengan negara luar yang datang ke Jambi dengan misi berdagang.10

Penduduk provinsi Jambi sebanyak 3.406.178 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 71,18 jiwa/ km². Komposisi penduduk di Provinsi Jambi mayoritas laki-laki sebanyak 1.821.381 jiwa sedangkan komposisi perempuan hanya sebanyak 1.748.891 jiwa. Suku Bangsa di Provinsi Jambi adalah Melayu, Kubu dan Kerinci. Mayoritas Penduduk Provinsi Jambi memeluk Agama Islam (sekitar 98,4%) dan sisanya adalah pemeluk agama Kristen (1,1%), agama Buddha (0,26%) dan agama Hindu (0,117%). 11

Jambi sebagai pusat pemukiman dan tempat kedudukan raja terus berlangsung. Istana yang dibangun di bukit tanah pilih disebut sebagai istana tanah pilih yang terakhir sebagai tempat sultan thaha saifuddin dilahirkan dan dilantik sebagai sultan tahun 1855. Istana tanah pilih ini kemudian di bumi hanguskan sendiri oleh sultan thaha tahun 1858 menyusul serangan balik tentara

10 Ibid. Dprd-Jambiprov.Go.Id. (Diakses 9 Mei 2022).

11 Ibid. Perkim.Id., (Diakses 9 Mei 2022).

(7)

belanda karena sultan dan panglimanya raden mattaher menyerang dan berhasil menenggelamkan 1 kapal perang Belanda Van Hauten di perairan muaro sungai kumpeh.12

Setelah Sultan Thaha Saifuddin gugur tanggal 27 april 1904 belanda secara utuh menempatkan wilayah kerajaan jambi sebagai bagian wilayah kekuasaan Kolonial Hindia Belanda. Jambi kemudian berstatus under afdeling di bawah afdeling Palembang. Pada tahun 1906 ditingkatkan menjadi afdeling jambi kemudian tahun 1908 afdeling Jambi menjadi kerisidenan jambi dengan residennya O.L Helfrich berkedudukan di Jambi sampai dengan masa kemerdekaan13

Pada tanggal 17 agustus 1945 berdasarkan berita RI tahun II No. 07 hlm 18 tercatat untuk sementara waktu daerah Negara Indonesia dibagi dalam provinsi yang masing-masing dikepalai oleh seorang Gubernur diantaranya Provinsi Sumatera. Tahun 1946 Provinsi sumatera ini kemudian dibagi lagi dalam 3 sub provinsi yaitu sub provinsi Sumatera Utara, sub provinsi Sumatera Selatan, sub provinsi Sumatera Tengah.14

Sejak tahun 1957 sampai saat ini, terdapat 16 orang pernah melakukan tugas sebagai Gubemur Jambi. Namun, dari jumlah ini tidak semua berstatus Gubernur namun ada sebagian yang menjadi Pejabat maupun Pelaksana tugas sebagai Gubemur Jambi.15

12Aulia Tasman. 2016. “Menelusuri Jejak Kerajaan Melayu Jambi Dan Perkembangannya”. Jambi : Referensi (GP Press Group). Hlm 426.

13 H. Junaidi T. Noor. 2007. “ Mencari Jejak Sangkala”. Jambi: Pengembangan Sejarah Dan Budaya Jambi. Halm. 156.

14 Ibid. Sisca Oktiveni. Halm.24.

15 Ibid. Sisca Oktiveni. Halm.25.

(8)

Tabel: 2

Daftar Gubernur Jambi Dari Masa Ke Masa16

No Tahun Masa Penjabatan Nama Penjabatan

1 Priode I Tahun 1957-2960 Djamin Datuk Bagindo

Wakil Gubernur:

-Joesoef Singedekane

-Abul Manap (Pejabat Gubernur ) 2 Periode II Tahun 1968-1974 R.M Noer Ahmad Dibrata 3 Periode III Tahun 1974-979 Djamaluddin Tambunan

Wakil Gubernur:

Eddy Sabara (Pejabat Gubernur) 4 Periode IV dan V Tahun 1979-1989 Masjchun Sofwan

Wakil Gubernur:

Abdurrahman Sayoeti 5 Periode ke VI dan Vll Tahun 1989-

1999

Abdurrahman Sayoeti Wakil Gubernur:

-Musa

-Hasip Kalimudin Syam 6 Periode ke Vlll Tahun 1999-2005 Zulkifli Nurdin

Wakil Gubernur:

-Uteng Suryadiatna -Hasip Kalimudin Syam -Antony Zeidra Abidin 7 Periode ke IX Tahun 2005-2010 Zulkifli Nurdin

Wakil Gubernur:

Antony Zeidra Abidin 8 Periode ke X Tahun 2010-2016 Hasan Basri Agus

Wakil Gubernur:

-Fachori Umar -Irman

9 Periode ke XI Tahun 2016-2018 Zumi Zola Wakil Gubernur:

Fachori Umar 10 Periode ke XII tahun 2021-Sekarang Al Haris

Wakil Gubernur:

Abdullah Sani

16 Jambiprov.go.id. (Diakses 28 November 2022).

(9)

2.3 Latar Belakang Keluarga

Setiap orang tentu memiliki catatan kedinastian (keturunan) yang sifatnya given (bersifat hanya sebagai penerima). Dilahirkan menjadi atau dari keturunan siapa merupakan wewenang mutlak Tuhan Yang Maha Pencipta. Seseorang terlahir jam berapa, di daerah mana, suku apa, ayah ibunya siapa, serta seperti apa perjalanan hirupnya kelak, merupakan rahasia yang Mahakuasa.

Begitu juga dengan seorang Hasip. Dirunut dari silsilah keluarga, dalam diri Hasip mengalir darah biru (kebangsawanan). Keluarga Hasip Kalimudin Syam berasal dari keluarga yang sangat kuat dalam persoalaan keagamaan. Hasip tumbuh dewasa di keluarga yang sederhana dan lingkungan pada saat itu masih bersifat tradisional. Hasip mempunyai pertalian darah dengan Djenang Moch.

Noeh, dimana Hasip adalah anak buyut dari Djenang Moch. Noeh. Hasip mempunyai garis keturunan dengan Djenang Moch. Noeh dari ibundanya, Siti Aminah. Siti Aminah adalah anak dari Saleha, hasil pernikahan kedua Djenang Moch. Noeh dengan Maryam atau sering disebut Nyai Kapek. Djenang adalah sebutan kehormatan, ditujukan kepada seorang pemimpin rakyat masa itu yang mendapat amanah untuk memimpin sebuah wilayah.17

Menurut Rohana Djenang Moch Noeh, menurut penuturan turun temurun dari orang tua, adalah seorang raja yang berasal dari Yogyakarta, dan berdarah Malaysia pula, kendati mempunyai darah kebangsawanan, namun tak seperti umumnya bangsawan yang hidup dengan serba kecukupan, Hasip terlahir dalam keluarga yang sederhana dan bersahaja, bahkan boleh dikata miskin. Setidaknya.

17 Wawan Gunawan. “Pergulatan Anak Bangsa Memancang Dedikasi”., Hlm 5.

(10)

gambaran kemiskinan ini dapat dilihat dari keseharian Syaib, Ayahanda Hasip, yang hanyalah seorang petani desa yang sederhana. Kesederhanaan memang bukan pertanda kemiskinan, apalagi bila dilihat dari segi rohani, namun demikian, itulah kenyataan yang mau tidak mau harus diterima oleh keluarga Syaib.18

Rancangan kehidupan sebuah keluarga, bahkan bagi seorang anak manusia, memang sudah digariskan oleh Tuhan. Saat Hasip berusia enam bulan di dalam kandung"', permulaan ujian kehidupannya sudah menanti. Belum lagi Hasip lahir, Hasip sudah menjadi yatim. Kontan, ketiadaan sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga membuat ujian kehidupan dalam segi ekonomi menjadi kian sulit, Ssosok ayah kerap menjadi soko guru bagi sebuah keluarga, seakan satu keluarga menjadi limbung ketika ditinggal meninggal oleh nahkoda keluarga. Namun akal tetap bisa menjadi alat yang amat ampuh. Dalam situasi sulit seperti itu, sekadar untuk menyambung hidup, ibunda Hasip menjadi tukang timbo perahu yang sering ilir ke Sekernan mengikuti pamannya jual beli beras.19

Menurut Mubaraq anak pertama dari Hasip. “Membesarkan lima orang anak dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan, bukanlah pekerjaan mudah, bahkan penghasilan ibunda Hasip sepenuhnya tak mencukupi. Namun, tak ada kata bermalas-malasan, khususnya bagi si bungsu, Hasip. Keadaan keluarga yang seperti itu memaksa Hasip kecil menjalani kehidupan dengan prihatin, kendati

18 Wawancara Rohana Tanggal 18 Oktober 2022, pukul 16.30. Di kediamannya.

19 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

(11)

hikmah kelak di kemudian hari dapat diketemukan oleh Hasip. la menjadi pribadi yang memiliki mental tahan banting dan tahan uji”.20

Sebuah kenyataan yang harus dilakoni oleh keluarga yang tidak berkecukupan. Jagung, singkong dengan lauk seadanya adalah makanan keseharian Hasip kecil. Bisa dikatakan menjadi sebuah kewajaran bahkan sekaligus merupakan suatu pelajaran yang amat berharga untuk menjadi bekal bagi kehidupan Hasip kelak. Tanpa perjalanan hidup yang demikian, barangkali Hasip akan memiliki cerita hidup yang lain. Namun, karena kondisi yang boleh dikatakan "serba darurat" itulah, Hasip kecil tumbuh dengan ketegaran yang kuat dan kokoh. Meski keceriaannya sedikit berkurang dengan ketiadaannya sang ayah, namun Hasip kecil tidak patah semangat untuk menapaki jalan terjal kehidupan. la tetap dengan dunianya yang ceria dan penuh hikmah dalam dunia anak-anak yang hangat dan penuh semangat. Tampaknya, Hasip kecil sesuai dengan pola pikir dan dunia anak-anak, belum begitu paham akan makna sebuah perjuangan dan penderitaan. Peran keluarga khususnya sang ibu, bibi dan paman, serta handai taulan, juga masyarakat, menjadi demikian berarti bagi tumbuh dan berkembangnya sikap mental pantang menyerah pada diri Hasip.21

Dalam masa penjajahan, di wilayah Batang Hari, pemerintahan kolonial Belanda menyelenggarakan dan mengembangkan sekolah serta pendidikan ala barat. Tahun 1930, untuk pendidikan dasar, Belanda membuka beberapa jenis

20 Wawancara Mubaraq Eldrin Hasip Tanggal 4 November 2022, pukul 14.30. Di kediamannya.

21 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

(12)

sekolah, di antaranya Europese Lagere School (ELS), Hollands Chinese School (HCS), Hollands Inlandse School (HIS), serta Volkschool (Sekolah Desa).22

Di Matagual hanya ada Volkschool (Sekolah Desa) yang dikepalai Guru Gani. Umumnya, saat itu, untuk menentukan seorang anak siap untuk masuk sekolah diukur dengan melingkarkan tangannya di atas kepala hingga menyentuh telinga. Jika tangannya mampu menggapai telinga, berarti anak itu telah memenuhi syarat untuk masuk sekolah. Sedangkan jika belum, berarti anak belum memenuhi syarat untuk masuk sekolah. Setelah dicoba, Hasip kecil tak kesulitan melingkarkan tangannya di kepala dan mampu menggapai telinga, yang berarti ia siap masuk sekolah.23

Masa-masa sulit berada di tangan kolonialis Belanda, tentu saja dirasakan oleh seluruh rakyat pada umumnya. Umpamanya saja, kendati pendidikan sudah mulai berkembang, namun diskriminasi pendidikan terjadi. Anak-anak pribumi yang terlahir dari keluarga bangsawan dan golongan kaya, disediakan Hollandse School (HS) yang masa pendidikannya 7 tahun24.

Tidak mengherankan, cuaca panas dan hujan selalu Hasip hadapi:

“Beranjak ke sekolah tanpa alas kaki, merupakan kenyataan yang nampaknya dapat diterima Hasip dengan lapang, mengingat saat itu Hasip yatim piatu. Untunglah tetap mengalir kasih sayang dan peran paman, bibi, dan sanak famili. Berada di lingkungan agamis yang taat beribadah, Hasip tumbuh menjadi anak yang tegar dan tawakal. Bahkan jiwa tawakalnya terasah tatkala Hasip kecil sudah bisa menghidupi diri sendiri. Hasip kecil (sudah dapat mencari penghasilan dengan menyadap karet (motong) di seberang desanya, di Muara Jangga, yang jaraknya 10 km, itupun dengan berakit mengarungi Sungai Jangga. Bukan hanya itu, Hasip kecil

22 Ibid. Farizal., Halm.6.

23 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

24 Ayi Budi Santosa. 2008. “Sejarah Pergerakan Nasional”. Universitas Pendidikan Indonesia., Halm. 13.

(13)

menambah penghasilannya dengan mencari ikan di sungai, dan mengumpulkan kayu bakar untuk dijual dan mendapatkan uang untuk makan dan uang jajan di sekolah”.25

Inilah penggalan jejak seorang anak yatim piatu yang patut dijadikan teladan. Sebuah realitas yang tidak semua anak dapat mengarunginya. Namun, itulah Hasip, yang tidak pernah kehilangan akal untuk tetap menjalani dan mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermanfaat, setidaknya bagi dirinya sendiri.

Menurut Camelia:

“Hasip tak ingin hidupnya terus-terusan berada diujung deresan pisau getah dalam menyadap karet. Hasip ingin maju, ingin memperbaiki kehidupannya. Tentu saja tekad ini merupakan sebuah cita-cita mulia yang siapa saja dapat merencanakannya namun tidak semua orang sanggup menggapainya. Terutama karena tidak semua orang memiliki sikap mental yang kokoh, istiqomah, konsekuen, dalam meraih apa yang dicitakan.26

Keinginan Hasip melanjutkan sekolahnya kian besar, meskipun terhalang biaya dan jarak. Tidak ada hal yang tidak mungkin ditemukan jalan keluarnya selama manusia mau mencarinya. Kira-kira begitulah Hasip berfikir saat itu.

Pada usia 14 tahun setelah menamatkan Sekolah Rakyat dan Madrasah Jauharul Islam tahun 1952 di kampung halamannya, Matagual, Hasip hijrah ke Jambi untuk melanjutkan sekolah dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Saat itu di Jambi, alat transportasi seperti mobil sangat jarang sekali. Transportasi yang paling banyak digunakan adalah jalur sungai dengan menggunakan perahu atau rakit. Hasip berangkat ke Jambi menggunakan lanting (rakit), mengarungi sungai sesuai arah arusnya. Rekaman sejarah yang masih dapat dilacak, di

25 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

26 Wawancara Camelia Puji Astuti Tanggal 5 November 2022, pukul 18.50. Di kediamannya.

(14)

antaranya soal kegigihan dan semangat perjuangannya Hasip yang sedari dulu sudah terasah. Itulah yang membuat Hasip kian mantap menghadapai ujian kehidupan. Sebagai anak yang sudah tertanam rasa tanggung jawabnya, Hasip tidak mau selamanya bergantung pada belas kasihan orang lain. Jiwa mandirinya ia buktikan secara sungguh-sungguh. Bahkan sekedar untuk menyambung hidup, Hasip tidak merasa gengsi bekerja di toko kopi Timbang Rasa milik pak Dahlan orang Tahtul Yaman, tanpa gaji dan hanya diberi jatah makan.27

Dengan segala susah payah, Hasip berhasil menamatkan sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah Jauharul Islam, Tanjung Johor. Setelah itu Hasip melanjutkan ke Madrasah Aliyah Jauharul Islam, Tanjung Johor pimpinan KH.

Mohd. Zen, seorang tokoh Islam yang berasal dari Banten. Pembentukan watak islami, kedisiplinan, toleransi, serta semangat berlomba datam kebaikan, yang ditanamkan oleh para guru di sekolah inilah yang membuat Hasip teguh dalam keyakinannya bahwa ilmu pengetahuan, keuletan, dan pengalaman, amat sangat dibutuhkan dalam menyongsong hari esok yang lebih baik, begitu juga dibutuhkan untuk mengisi hari-hari kehidupan yang dijalaninya.

Misalnya saja, kedisiplinan untuk mengerjakan shalat lima waktu, atau sahalat malam, yang secara pasti dapat membentuk sikap pribadi yang patuh pada aturan, sehingga disiplin diri terhadap hal apa pun, menjadi sesuatu yang biasa.

Begitu pula ajaran hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda, beliau dapatkan dari bangku pendidikan, baik pendidikan yang bernuansa agama maupun pendidikan umum. Keseriusan seorang Hasip dalam menimba

27 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

(15)

ilmu secara terus menerus dan berkesinambungan, tidak saja beliau citakan namun sekaligus beliau implementasikan, kesibukannya dapat kelola dengan baik sehingga beliau sanggup menyisakan waktu untuk tetap terus belajar.

2.4 Letak Geografis Desa Matagual Kec. Batin XXIV Kab. Batang Hari Jambi

Gambar 2.

Keterengan : Peta Kecamatan Batin XXIV

Sumber : http://kecbatin24.batangharikab.go.id/profil/6/peta-dan-batas- wilayah

Matagual terletak di Kabupaten Batang Hari Jambi. berseberangan dengan desa Muara Jangga. Batang Tembesi memisahkan antara Muara Jangga dan Matogual. Matagual sebenarnya desa tua, di sinilah barasal keturunan keluarga Hasip Kalimuddin Syam. Tercatat bahwa orang pertama yang merintis desa ini adalah Djenang Moch Noeh yang meninggal sekitar tahun 1815 M. Djenang Moch Noeh inilah yang disebut-sebut sebagai asal muasal keturunan keluarga besar Hasip. Djenang Moch Noeh berasal dari Yogyakarta.

Menurut Taufik Abdullah:

(16)

“Matagual itu adalah sebuah pelesetan dari kata mentah Gual artinya air dari pohon aren yang dimasak dan kemudian menjadi gula merah asal nama Matagual ini adalah Kertojoyo sebuah kampung yang menjadi pangkalan tentara Belanda zaman penjajahan”.28

Kecamatan Batin XXIV berada pada Lintang 01°46'25,9'' dan 02 °00'48,7'' dan Bujur 102°47'08,1'' dan 103°0550,3 '', serta berada pada ketinggian 57m di atas permukaan laut (DPL). Luas wilayah Kecamatan Batin XXIV adalah sebesar 904,14 km2(15,58 persen dari total luas wilayah Kabupaten Batang Hari).

Kecamatan Batin XXIV beriklim tropis. Suhu udara rata-rata di Kecamatan Batin XXIV pada tahun 2015 berkisar antara 26°C sampai dengan 31°C dengan kelembaban udara rata-rata antara 77 sampai dengan 86 persen29.

Kecamatan Batin XXIV berbatasan langsung dengan Kecamatan Muara Tembesi disebelah utara dan timur dan disebelah selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sarolangun, sementara di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Mersam dan Muaro Sebo Ulu. Kecamatan Batin XXIV terdiri dari 15 Desa dan 2 Kelurahan, dengan ibu kota kecamatan yang terletak di Kelurahan Muara Jangga, dengan jarak ke ibukota kabupaten 47 Km dan 107 Km ke ibukota Propinsi Jambi. Kecepatan angin di Kecamatan Batin XXIV berkisar antara 6 sam pai dengan 10 knot. Kecamatan Batin XXIV dilalui juga oleh jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Sarolangun dan Batang Hari, serta dialiri oleh Sungai Batang Tembesi.

28 Ibid, Taufik Abdullah, “Mengapa Biografi”. Hlm 119.

29Kecbatin24.batangharikab.go.id., (1 Oktober 2022).

(17)

2.5 Jenjang Pendidikan A. Masa Sekolah Rakyat

Memasuki usia 7 tahun, Hasip memperoleh kesempatan masuk Sekolah Rakyat dan Madrasah Jauharul Islam, Hasip dapat sekolah ini karena tekad bibi dan pamannya, maka Hasip punya kesempatan untuk sekolah. Setelah Hasip memasuki usia sekolah di Indonesia tidak sengaja telah berkembang berbagai jenis dan jenjang pendidikan barat. Sebab, Belanda yang cenderung menganut dualisme dalam pengelolaan pendidikan, terpaksa menyelenggarakan berbagai bentuk pendidikan dan masing-masing bentuk diusahakan agar tetap memberi peluang kepada anak Belanda untuk memperoleh prioritas. Akan tetapi karena derasnya keinginan rakyat Indonesia untuk memperoleh pendidikan, maka berkembanglah berbagai jenis jenjang sekolah waktu itu.30

Pada tahun 1930-an, khusus untuk pendidikan dasar, ada beberapa jenis sekolah yang diselenggarakan Belanda, seperti Europese Lagere School (ELS), Hollands Chinese School (HCS), Hollands Inlandse School (HIS) sertaVolkschool (sekolahDesa). Selain pendidikan yang diselenggarakan Belanda ini terdapat pula berbagai jenis pendidikan dasar yang dikelola rakyat, seperti INS, serta berbentuk pesantren atau madrasah.31

Di samping itu juga terdapat Hollands Chinese School (HCS), sebuah pendidikan yang disponsori perkumpulan cina Hindia Belanda, Tung Hoa Hwee Kuan, yang pada mulanya mempunyai peluang besar untuk melanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya di Eropa. Khawatir bahwa pendidikan itu akan

30 Ibid. Farizal., Hlm.5.

31 Kompas.com. (Diakses 19 Mei 2022)

(18)

memajukan kebudayaan Inggris, dan juga dicemaskan Belanda adanya pengaruh negatif terhadap kebudayaan Belanda sendiri, maka pada tahun 1809 Belanda terpaksa melegalisir sekolali itu dengan nama HCS. Pelajaran Bahasa Inggris yang semula diajarkan setelah menjadi HCS dihilangkan Belanda.32

Adanya berbagai nama pendidikan dasar ini justru karena Belanda membedakan pendidikan bagi setiap golongan masyarakat. Untuk rakyat Indonesia, atau disebut Belanda dengan Bumi Putera, Belanda menyelenggarakan dua macam sekolah. Bagi anak Indonesia keturunan Bangsawan dan golongan kaya disediakan Hollandse school (HIS), dengan masa pendidikan 7 tahun. Khusus bagi rakyat kebanyakan, di sediakan Volkschool (Sekolah Desa) dengan masa pendidikan 3 tahun untuk setiap golongan masyarakat Indonesia tidak diperbolehkan bersekolah di (HIS) karena HIS di peruntukan untuk kaum bangsawan di masa itu.

Di Matagual hanya ada Volkschool (Sekolah Desa) dimana kepala sekolahnya pada waktu itu adalah Guru Gani. Umumnya, saat itu, untuk menentukan seorang anak siap untuk masuk sekolah diukur dengan melingkarkan tangannya diatas kepala hingga menyentuh telinga. Jika ditangannya mampu menggapai telinga, berarti anak itu telah memenuhi syarat untuk masuk sekolah.

Setelah dicoba, Hasip tak kesulitan melingkarkan tangannya di kepala dan mampu menggapai telinga, yang berarti beliau siap masuk sekolah..33

Sedangkan ELS adalah sekolah dasar yang disediakan khusus bagi anak- anak Belanda berdarah Belanda/Eropa. Kurikulum pendidikan persis sama dengan

32 Ibid. Kompas.com. (Diakses 19 Mei 2022)

33Wawan Gunawan. “Pergulatan Anak Bangsa Memancang Dedikasi”., Hlm 9.

(19)

pendidikan di negeri Belanda. Masa pendidikan sama dengan HIS, yaitu 7 tahun.

akan tctapi ELS mempunyai prioritas yang lebih baik, Lulusan ELS dapat diterima untuk melanjutkan ke sekolah menengah Hogere Burger school (HBS) yang lama pendidikan 5 tahun kemudian dapat memasuki perguruan tinggi.

Sedangkan Iulusan HIS harus melalui MULO (4 tahun) dan kemudian AMS (3 tahun) baru kemudian bisa diterima di Perguruan Tinggi.34

Ketika berhasil menyelesaikan Sekolah Rakyat dan Madrasah ini usia Hasip sudah mencapai 14 tahun. Untuk menyelesaikan sekolah itu ia harus melaluinya kurang lebih 5 tahun, karena Hasip ini sambil sekolah menyadap karet untuk mencari nafkah dan uang jajan.35

Menurut Rohana Sekolah Rakyat dan Madrasah ini banyak membentuk kepribadian Hasip, apalagi sekolah umumnya pagi dan sekolah agama di sore hari dalam keadaan ini Hasip tidak banyak waktu untuk hanya sekedar bermain-main, apalagi ditambah dengan malam hari belajar Al-Qur’an.36

Hasip setelah menamatkan Sekolah Rakyat dan Madrasah Jauharul Islam di kampung halamannya matagual pada tahun 1952, terus melanjutkan ke tingkat Yang lebih tinggi yaitu Tsanawiyah dan Aliyah Jauharul Islam di Tanjung johor dan SLTP di Kota Jambi. Kepergian Hasip ke Jambi itu dengan lanting (kumpulan bambu yang dijalin) dan bergerak sesuai dengan arah arus sungai pada tahun 1952.37

34Erwin Siregar. 2016.“Kebijakan Pemerintah Hindia Belanda Terhadap Pendidikankaum Bangsawan Di Indonesia (1900-1920)”., Halm.23.

35Ibid. Farizal., Hlm 3.

36 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

37Ibid. Farizal., Hlm 7.

(20)

Ketika menghadapi masa-masa sulit di Jambi beliau bekerja ditoko Kopi Timbang Rasa milik Pak Dahlan orang Tahtul Yaman tanpa gaji hanya diberi jatah makan, itupun beliau sudah sangat bersyukur pada saat itu berkat kegigihan itula membuat beliau punya tekad yang besar bahwa pendidikanlah yang bisa merubah nasib seseorang, Perhatian yang besar terhadap pendidikan juga terlihat dari minat beliau untuk meneruskan ngaji (sekolah) ke Tanjung Johor dan ini sudah mendapat restu dari bibi dan pamannya, kebutuhan dan keperluan sekolah beliau dapat dipenuhi seperti anak-anak yang mampu, tetapi hanya sekedarnya saja, keterlambatan kiriman uang tidak menjadi beban sama sekali bagi beliau karena sudah terbiasa dengan kondisi prihatin. 38

Kesulitan hidup yang dialami keluarga Syaib telah melahirkan rasa setiakawan baik di kalangan anak-anaknya, Semua anak-anak menjadi sadar akan keberadaan orang tua mereka. Sesama mereka juga tercipta saling pengertian.

Jarang sekali di antara mereka terjadi pertengkaran atau perkelahian dan sama sekali tidak pernah ada hingga ini, Sampai saat ini mereka tetap terjalin hubungan yang baik antar sesama saudaranya dan beliau punya prinsip semua harus sekolah, sifat ini tertanam dengan sendirinya pada Hasip.

B. Menjadi Mahasiswa di Yogyakarta

Keberangkatan Hasip ke Yogyakarta, menjadi dilema tersendiri bagi Hasip karena kondisi dan budaya masyarakat Jambi pada saat itu lebih cenderung pada pendidikan yang bernuansa Islam seperti Pondok Pesantren dan sejenisnya, tetapi

38 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

(21)

beliau punya tekad untuk meneruskan pada jenis pendidikan yang bersifat umum hal ini menurut beliau sekaligus sebagai motivasi bagi generasi mendatang untuk merubah pola pendidikan dari yang bernuansa agama khususnya Islam ke pendidikan yang bersifat umum karena tanpa dibarengi pendidikan yang bersifat umum juga akan mengalami kesulitan di masa-masa yang akan datang inilah yang menjadi motivasi Hasip sebenarnya untuk tetap meneruskan pendidikan ke Yogyakarta.39

Beliau menamatkan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Madrasah Jauharul Islam di TanjungJohor pimpinan KH. Mohd. Zen dari Banten pada tahun 1959. Dengan lulusnya Hasip pada Madrasah Aliyah Jauharul Islam Tanjung Johor, maka beliau semakin berminat untuk melanjutkan pendidikannya sampai Perguruan Tinggi.40

Dalam perjalanan beliau dari Jambi menuju Yogyakarta tanpa di temani oleh keluarga cuma hanya nekad dan tekad ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi sangat besar, dari Jambi terlebih dahulu mampir di Jakarta dan menginap di Asrama haji Kwitang Jakarta setelah kurang lebih lima hari beliau tidak terus kuliah melainkan mencari tempat tinggal (kost), dan tinggalah Hasip bersama M.

Raja'i, Semani HK dan Arifin Manaf di Baustran (depan Gereja Panthekosta kurang lebih tiga bulan setelah itu baru Hasip pindah ke Suryomatraman No. 29 Jalan Panembahan Yogyakarta.41

39 Ibid, Wawancara Rohana (18 Oktober 2022).

40 Ibid. Farizal., Hlm.8.

41 bid. Farizal., Hlm 12.

(22)

Gambar 3.

Keterangan : Rumah Kos Hasip di Suryomatraman No. 29, Yogyakarta Sumber : Dokumentasi Pribadi Hasip

Di Yogyakarta ini, Hasip kost di luar kampus, tepatnya di jalan Panembahan Suryomatraman. Rumah kost itu milik Mbah Atmo Sumarto (meninggal tahun 1995). biaya kost beliau ditanggung saudaranya dan pamannya secara gotong royong itupun tidak memadai sama sekali tetapi beliau tatap gigih dan tidak pantang menyerah. Hasip dalam masa perkuliahan di samping aktif di HMI juga di kenal supel dan mempunyai banyak teman, antara Iain Yasir, S. Tini Sukarto, Slamet Anggoro, Sudiyanto, Suroyo, Beguk Purnomo, Mukminatun, Suparti, dan banyak teman Iainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Setelah lebih kurang satu tahun kost di tempat Mbak Atmo sumarto, Hasip diajak teman-teman dari Jambi salah satunya Zakaria, Sihabuddin dan Usmani untuk tinggal di tempat kost mereka di Mangkunegaraan, karena merasa tidak enak akhirnya beliau mengikuti juga, tetapi beliau hanya bertahan satu tahun kemudian beliau pindah lagi ke rumah Mbah Atmo Sumarto.42

42 Ibid, Wawancara Camelia Puji Astuti (5 November 2022).

(23)

Dalam mengikuti kuliah, beliau disiplin membagi waktunya. Dosen beliau waktu itu banyak dari hasil didikan Belanda antara lain Stdick, sehingga mereka sangat disiplin sekali. Otoritas dosen tidak bisa diganggu gugat, apapun nilai yang diberikan dosen, tidak satupun yang berani membantahnya. Dosen-dosen itu memberikan penilaian jujur, apa adanya. kegiatan ekstra universitas Yang diikuti beliau sama sekali tidak menganggu kegiatan perkuliahan tetapi menjadi motivasi yang tinggi untuk mencapai keberhasilan Studi di Yogyakarta,” tidak semua orang pada saat itu bisa berhasil dan memperoleh gelar sarjana.

Setelah Hasip memperoleh gelar sarjana, Hasip diminta Oleh R.H.

Surosodan Djoko, menjadi asisten dosen pada mata kuliah Hukum Islam dan Didaktik Metodik, "Hasip dikenal cerdas dan pintar membaca tulisan dalam bentuk bahasa. Setelah beliau mendekati perkuliahan tingkat akhir beliau diminta lagi Oleh RH, Suroso, untuk membantu beliau mengajar di Universitas Sunan Kudus di Kudus dengan Mata Kuliah PIH dan PTHI dan Islamologi mengajar selama 7 Tahun.43

Selesai pendidikan di Perguruan Tinggi Yogyakarta beliau kembali ke Jambi dan sekarang menetap di Telanaipura sebagai Wakil Gubernur Jambi.

Jenjang pendidikan dilatar belakangi oleh pribadi Hasip Kalimuddin Syam yang ditempa dengan pendidikan umum dan agama, disiplin hidup didesa dan kondisi sosial budaya yang berjalan secara alamiah. Kondisi sosial budaya juga telah mengantar Hasip Kalimuddin Syam ke Perguruan Tinggi, dimana pada saat itu umumnya masyarakat Jambi lebih dominan untuk belajar di madrasah atau

43 Ibid, Wawancara Camelia Puji Astuti (5 November 2022).

(24)

pesantren yang berbau agama. Dalam kondisi yang demikian pula beliau bertekad untuk mengikuti pendidikan umum pada Perguruan Tinggi di Yogyakarta.44

Begitulah perjalanan pendidikan Hasip Kalimudin Syam sebagai anak desa yang Iahir di desa Matagoal Kabupaten Batang Hari telah menapak perjalanan panjang dengan penuh romantika dan dinamikanya yang dimulai dari belajar di S.R. (Sekolah Rakyat) sampai ke Perguruan Tinggi dan terakhir menyelesaikan program Pasca Sarjana dengan menyandang gelar Magister Management.45

2.6. Acara Pernikahan

Masa perkenalan dan masa penjajagan Hasip dengan Ani Farida yang bermuara pada pernikahan relatif singkat, hanya tiga bulan. Setelah kurun waktu menjajagi dan saling mengenal, keduannya memutuskan untuk melanjutkan biduk cinta mereka dalam berumah tangga. Rabu 15 Mei 1968 adalah hari bersejarah dimana Hasip dan Ani Farida mengukir ikrar bersama dalam jalinan pernikahan.

Hasip menyunting Ani Farida saat dirinya menjabat Kepala Dinas P dan K Jambi, dan Hasip pun saat itu tinggal di RT.21 Kelurahan Sungai Asam Kota Jambi dan umur Hasip pada waktu itu baru 29 Tahum.

44 Ibid, Wawancara Mubaraq Eldrin Hasip (4 November 2022).

45 Ibid, Wawancara Camelia Puji Astuti (5 November 2022)

(25)

Gambar 4.

Keterangan : Kedatangan Rombongan Keluarga Di Pernikahan, Kel.

Sungai Asam Kota Jambi 15 Mei 1968 Sumber : Dokumentasi Pribadi Hasip

Pernikahan Hasip dengan Ani Farida dikaruniai lima orang anak. Putera sulung lahir tanggal 29 Oktober 1969 diberi nama Mubaraq Eldrin. Setelah Setahun Kemudian putera kedua, Julian Assadat Lahir 27 Juli 1970. Dua Tahun kemudian disusul putera ketiga M. Iqbal lahir 14 April 1972, dan putera keempat lahir pada 03 Mei 1977 yang diberi nama Rizalul Fikri. Terakir Hasip dikarunikai anak perempuan, sibungsu yang lahir 28 Juli 1978 ini bernama Camelia Puji Astuti. Salah satu anak Hasip Julian Assadat meninggal dunia ketika kuliah di luar negeri pada 03 Desember 2003 di Australia dan di makamkan di Pemakaman Keluarga Masjid Al-Muqarramah Muara Jangga, Batang Hari Jambi.

Suka duka dalam mengarungi samudera rumah tangga tidak jarang dirasakan. Hari-hari yang dilalui dalam biduk rumah tangga kian bertambah semarak dan berwarna-warni. Semua itu mereka lalui bersama dalam jalinan kebersamaan, saling pengertian, dan biduk rumah tangga tidak semata

(26)

ditambatkan kepada kepentingan duniawi semata namun juga sebagai wahana beribadahan dalam naungan ajaran agama.

Setelah itu Ani Farida Istri Hasip dipanggil menghadap kehadirat ilahi di usia 62 Tahum. Hasip dan keluarga begitu merasa terpukul dan kehilangan atas kepergian isteri atau ibu di keluarga tercinta. Namun keluarga sudah merelakan kepergian Ani farida mungkin itu semua sudah kehendak Mahakuasa dan mungkin ini yang terbaik.

“Bagi Keluarga, mama sangat berperan besar bagi kami anaknya, dan beliau juga cukup aktif di beberapa organisasi, salah satunya di Dharma Wanita. Keaktifannya yang sangat positif itulah yang dirasa memberi nilai lebih, baik bagi keluarga, masyarakat,maupun bagi karir papa”.46

1.7 Silsilah Keturunan A. Asal Keturunan Ibu

Djenang Moch Noeh adalah seorang Raja (Djenang) berasal dari Yogyakarta menikah dengan Asnah orang Kertojaya (Matagual tempo dulu) dan mendapatkan seorang anak perempuan yang bernama Rapiah (Nya’I Kalindan), kemudian Rapiah ini kawin dengan Asro (Keranggo) dengan keturunan sebagai berikut:

46 Ibid, Wawancara Camelia Puji Astuti (5 November 2022).

(27)

Tabel: 3 Asal Keturunan Ibu

Pada tahun 1916 Asro meninggal dan Rapiah kawin dengan Dul Hasan (Karneo) dan mempunyai keturunan:

Perkawinan

DJENANG MOCH NOEH (Raja)

ASNAH

Matagual Tempo Dulu (Orang Kertojoyo

RAPIAH (Nyai Kalindan)

ASRO (Keranggo)

ABDUL RONI Pasirah Batin XXIV

ABDUL GAFAR FATIMAH SITI TERFA

RAPIAH DUL HASAN

(Karmeo)

ABU KASIM ABDUL RAHMAN

(28)

Djenang Mohd Noeh dengan Maryam (Nya’i Kapeh atau orang Tuo Bayang asal Muara Ketalo) dan mempunyai anak satu yang bernama Saleha.

Saleha ini menikah dengan Syamsuddin dan mempunyai keturunan:

DJENANG MOCH NOEH MARIYAH

SITI AMINAH

SYAMSUDDIN SALEHA

MUHAMMAD

MASIFAH

SITI FATIMAH

ZAINI

HAMIMAH

MASKINAH

Yogyakart

JAILANI a

(29)

B. Asal Keturunan Ayah

Yasin kawin dengan Hamidah (Gembeng) Asal Desa Sekernan, dan mempunyai keturunan:

Tabel: 4 Asal Keturunan Ayah

Syaib menikah dengan Siti Aminah dan mempunyai keturunan:

YASIN HAMIDAH

(Gembeng Desa Sekernan)

YASIN KOMARIAH

JULAIHA

IBRAHIM

SALMA

SYUKUR SITI BANUN

SYAIB SITI AMINAH

MAKMUM ROHANA MUKTI UMI KALSUM HASIP KALIMUDDIN SYAM

(30)

C. Keluarga Hasip Kalimuddin Syam

Hasip Kalimuddin Syam menikah dengan Ani Farida pada tahun 1968 dan mempunyai keturunan:

Tabel: 5

Keluarga Hasip Kalimuddin Syam

Pernikahan Hasip dengan Ani Farida dikaruniai lima orang anak. Putera sulung lahir tanggal 20 September 1969 diberi nama Mubaroq Eldrin. Setahun kemudian putera kedua, Julian Ashadat lahir 27 Juli 1970. Dua tahun kemudian disusul putera ketiga, M. Iqbal lahir 14 April 1972. 14 April 1977 putera keempat

Hasip Kalimudin Syam

Mubaraq Eldrin 20 September 1969

Julian Assadat 27 Juli 1970

M. Iqbal 14 April 1972

Camelia Puji Astuti 27 Juni 1978 Rizalul Fikri 03 Mei 1977

Ani Farida

(31)

lahir, diberi nama Rizalul Fikri. Terakhir Hasip dikaruniai anak perempuan, si bungsu yang lahir 28 Juni 1978 ini bernama Camelia Puji Astuti.47

Dari kelima anaknya, mengikuti jejak dari beliau dimasa muda, karena beliau sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, hal ini ditandakan dengan semua anaknya menyandang gelar sarjana. Semasa beliau hidup beliau menjadi sosok ayah yang penyayang. Beliau berharap anaknya tidak mau anaknya mengalami apa yang dia rasakan ketika menganyam pendidikan, sehingga beliau sangat memfasilitasi keperluan dan kepentingan sekolah anak-anaknya.

47 Ibid. Wawan Gunawan., Halm.33.

Referensi

Dokumen terkait

Singkatnya, secara perbuatan Hadhrat Rasulullah (saw) telah memulai pekerjaan ini di masa kehidupan beliau (saw), sampai-sampai ketika Raja Bahrain masuk Islam,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebersihan kuku dengan kontaminasi telur cacing pada siswa sekolah dasar di wilayah Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi dan

Orang pribadi dalam negeri yang menerima atau memperoleh penghasilan di atas PTKP sehubungan dengan pekerjaan dari badan-badan yang tidak wajib melakukan pemotongan PPh Pasal 21

Aplikasi dapat menampilkan resep makanan sesuai dengan nama resep yang dicari oleh pengguna dibuktikan pada PF- 004 Pengujian Memberikan Informasi Hasil Pencarian

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara kadar glukosa darah dengan kualitas hidup pasien diabetus mellitus peserta program pengelolaan

Pada bab ini dibahas mengenai tata cara penelitian yang mencakup langkah- langkah pengumpulan dan pengolahan data yang dibutuhkan peneliti yaitu meliputi

Sehingga jika k = 0, maka diperoleh bilangan Tau biasa dan mudah untuk dilihat bahwa setiap bilangan prima ganjil merupakan bilangan Tau yang relatif dengan 1.. Juga, mudah

Ketimbang langsung lompat membuat wireframes , atau malah langsung membuat design lengkap dengan warna, icon, dan gambar, Anda akan mulai dari fondasi: mencari tahu apa