37 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Latihan ini dilaksanakan di SBB Satria Muda yang bertempat di lapang Pt.Kasomalang, Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang.
B. Metode Dan Desain Penelitian
Dalam memecahkan masalah sangat diperlukan suatu cara atau metode, karena metode merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan dari suatu penelitian terhadap subjek yang akan diteliti.
Metode sendiri merupakan salah satu strategi yang digunakan peneliti, gunanya yaitu menghasilkan jawaban dari masalah yang akan diteliti (Kurniawan: 2017).
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre – experimental. (Sugiyono, 2014: 109) mengatakan bahwa pre-experimental ialah rancangan yang meliputi hanya satu kelompok atau kelas yang diberikan pra dan pasca uji. Rancangan one group pretest dan posstest design ini, dilakukan terhadap satu kelompok tanpa adanya kelompok control atau pembanding.
(Murni: 2017) Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka dan program statistik. Untuk dapat menjabarkan dengan baik tentang pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data.
Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan model desain One-Group Pretest-Posttest Design.Menurut Arikunto 2002 (dalam Sirait,2019:30) Pengambilan data dengan desain one groups pretest-postest design yaitu eksperimen yang dilakukan hanya pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding.
Gambar 3.1 Desain Penelitian
Sumber: Suharsimi Arikunto 2013 (dalamSirait, 2019:34)
Keterangan :
O1,Pretest: Test awal X : Perlakuan (treatment) O2,Postest : Tes akhir
C. Populasi Dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
populasi ialah jumlah semua orang atau non orang yang memiliki ciri-ciri yang sama dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian dan dapat dijadikan sebagai sumber pengambilan sampel(Murni :2017).
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa ssb satria muda Usia-13 Tahun yang berjumlah 19 orang. Peneliti memilih siswa SSB yang Usia nya 13 Tahun karena pada usia ini di SSB satria muda terdapat masalah pada ketepatan shooting.
2. Sampel Penelitian
Sampel ialah jumlah sebagian dari populasi yang kedudukannya mewakili populasi dan dijadikan sebagai sumber pengumpulan data penelitian (Murni :2017).
Adapun untuk menentukan besarnya sampel yang akan diteliti, peneliti menggunakan teknik sampling kuota yang dimana untuk
menentukan jumlah sampel berdasarkan jumlah kuota yang diinginkan sesuai kriteria tertentu (Mulyawan :2017).
sampel adalah sebagian dari pada populasi yang telah dipilih melalui proses tertentu yang hasil akhirnya akan mewakili dari populasi yang tidak menghilangkan karakteristik dari populasi itu (Kurniawan :2017)
Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan model desain One-Group Pretest-Posttest Design.Menurut Sugiyono 2009 (dalam Heriyanto,2016:67) bahwa, total sampling merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sampel.
Berdasarkan penjelasan diatas bahwa sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang berjumlah sama dengan populasi yaitu 19 orang.
D. Instrumen Penelitian
1. Instrumen penelitian
instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mendapatkan dan mengumpulkan data penelitian, sebagai langkah untuk menemukan hasil atau kesimpulan dari penelitian dengan tidak meninggalkan kriteria pembuatan instrumen yang baik (Asfani dkk :2014). Hasil penelitian Pambudi (dalam mulyawan :2017) menunjukan bahwa instrumen yang akan digunakan ini memiliki validitas sebesar 0,65 dan reliabilitas sebesar 0,77. Dengan demikian tingkat validitas dan reliabilitas pada instrumen ini termasuk kategori tinggi. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen test menembak bola ke sasaran.
Gambar 3.2 Itrumen penelitian
Sumber : Tes menembak bola ke sasaran Depdikbud 1994 (Mulyawan :2017)
2. Skenario variasi latihan shooting
Tabel 3.1 Skenario latihan variasi shooting
No Indikator Materi Waktu
1.
Pendahuluan 1. Siswa dibariskan 2. Berdo’a
3. Penjelasan materi 4. Pemanasan
15 Menit
2.
Inti 1. Latihan shooting dengan awalan dribbling lurus 2. Latihan shooting dengan
awalan dribling zig-zag 3. Latihan shooting dengan
kombinasi passing
50 Menit
3.
Penutup 1. Cooling down 2. Evaluasi 3. Berdo’a
15 Menit
Sumber :Variasi latihan shooting (Sahrial 2014: 20-23 )
E. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
Pengumpulan data ini menggunakan teknik tes danTeknik menembak bola ke sasaran untuk pengambilan data. Tes ini dilaksankan sebanyak 2 kali yaitu pretest dan posstest. Pretest dilaksanakan sebelum perlakuan (tretment) dan posstest setelah perlakuan (tretment) setelah perlakuan sehingga peneliti mengetahui pengaruh dalam penelitian ini menggunakan tes menembak bola ke sasaran Menurut (Mulywan :2017) antara lain :
1. Alat: Bola kaki, Alat ukur (meteran),Tali pembatas,Pluit,Alat tulis.
2. Pelaksanaan Tes : Pemain atau atlet berdiri dibelakang garis batas menendang bola disediakan 5 (lima) buah bola. Dengan ancang-ancang menembakan bola ke arah sasaran pada gawang, hasilnya adalah akumulasi skor dan apabila melenceng tidak akan mendapatkan skor.
3. Data ketepatan menendang bola ke arah gawang diukur dengan tes menendang bola ke gawang, menggunakan tes menendang bola ke gawang dengan jarak 16,5 meter, pengukuran dari Nurhasan, (2001:162-163)
F. Prosedur Penelitian
Pelaksanaan prosedur penelitian sangat lah penting karena dalam prosedur penelitian ada pengumpulan data yang berhubungan langsung dengan pengumpulan cara pengumpulan data peneliti, Maka peneliti melakukan langkah-langka penelitian sebagai berikut:
1. Tes awal (pretest)
Tes awal atau pre-test yaitu tes yang pertama kali dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui hasil awal (Mulyawan :2017).
2. Pemberian perlakuan (treatmen)
Pemberian perlakuan (treatment) pada eksperimen ini dilaksanakan 18 kali pertemuan, dikarenakan itu dianggap sudah cukup memberikan perubahan,sehingga peneliti mencoba mengambil tes akhir setelah mengikuti program latihan sebanyak 18 kali pertemuan dapat menunjukan peningkatan terhadap keterampilan siswa (Novsir Beni dkk : 2020)
Latihan ini dilaksanakan di lapang sepak bola kasomalang yang di lakukan 3 hari dalam seminggu yaitu : Rabu,jumat,minggu.
Dalam latihan ini ada langkah-langkah sebagai berikut : 1. Pemanasan (warming up)
2. Variasi latihan shooting ke arah gawang 3. Pendinginan (cooling down)
3. Tes akhir (posttest)
Tes akhir (posttes) ialah tes yang dilaksanakan setelah di beri treatmen dari sebuah penelitian yang di lakukan selama 18 kali pertemuan disini peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh variasilatihan shooting ke arah gawang terhadap ketepatan shooting.
Possttes ini menggunakan tes yang sama pada saat melakukan tes awal (pretest).
G. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah kegiatan menghitung data agar dapat di sajikan secara sistematis. Analisis penelitian kuantitatif bisa di lakukan secara manual dengan menghitung menggunakan rumus-rumus statistik atau menggunakan program bantu statistik SPSS atau S-Plus (Duwi: 2010) Maka dengan demikian peneliti menempuh alur untuk mengolah data menggunakan bantuan SPSS versi 26, berikut langkah-langkah mengolah data:
1. Uji Prasyarat
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel-variabel dalam penelitian mempunyai sebaran distribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini menguji normalitas menggunakan bantuan SPSS versi 26 dengan menggunakan rumus kolmogorov Smirnov Test. Jika nilai signifikasi >0,05 data dikatakan normal dan jika nilai signifikasi < 0,05 data dikatakan tidak normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui varian dari beberapa populasi sama atau tidak. Dalam penelitian ini umtuk menguji homogenitas menggunakan bantuan SPSS versi 26 dengan menggunakan rumus ANOVA. Jika nilai signifikasi>0,05 data dikatakan homogen dan jika nilai signifikasi < 0,05 data dikatakan tidak homogen.
2. Uji hipotesis
Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan paired sample t- test. Paired sample t-test adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Jika sig<0,05 pengaruh nyata, jika sig<0,01 pengaruh sangat nyata, dan jika sig> 0,05 pengaruhnya tidak nyata.