24
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Diagram Alir
Berikut diagram alir yang akan dilakukan pada penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini.
Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian 3.2. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Menurut (Creswell, 2018) kuantitatif merupakan upaya untuk menyelidiki suatu masalah yang mendasari peneliti untuk mengambil data dengan menentukan variabel yang kemudian diukur
Studi Literatur Pengumpulan Data Analisis dan pembahasan Kesimpulan Mulai Selesai Data Sekunder 1. Kuesioner 2. Penelitian Terdahulu 3. Buku-buku mengenai rantai pasok Data Primer
1. Data Daftar Pekerjaan 2. Data Volume Pekerjaan 3. Penjadwalan Material 4. Kurva S
25
menggunakan angka agar bisa dilakukan analisis sesuai dengan prosedur statistic yang berlaku. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif dan survei. Pendekatan deskriptif adalah suatu bentuk pendekatan yang dilakukan untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada berdasarkan data-data dengan menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikannya (Narkubo, 2015). Sedangkan pendekatan survei menurut (Sugiyono, 2018) merupakan metodologi penelitian yang terjadi pada masa lampau atau saat ini berdasarkan keyakinan, pendapat, karakteristik perilaku, dan hubungan variabel dari sampel dengan menggunakan kuesioner dan wawancara baik berupa pertanyaan maupun lisan.
3.2.1. Jenis dan Sumber Data
Data dikumpulkan melalui survei lapangan langsung dan penelusuran literatur. Adapun jenis data yang digunakan terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang bersumber dari sumber asli atau utama. Menurut Umi Narimawati (2008: 98) dalam bukunya “Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, yan dimana informasi ini tidak dapat diakses dalam format terkompilasi atau file. Informasi ini harus diperoleh melalui sumber, atau dalam istilah teknis, responden, yaitu orang yang menjadi subjek penelitian atau yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau data. Data penelitian adalah sebagai berikut:
a. Data Daftar Pekerjaan b. Data Volume Pekerjaan c. Penjadwalan Material d. Kurva S
2. Data Sekunder
Data sekunder sebagai sumber data yang tidak secara langsung menawarkan data kepada pengumpul data, melainkan secara tidak langsung melalui individu atau melalui dokumen. Data sekunder ini merupakan informasi yang melengkapi sumber data utama seperti buku, literatur, dan bacaan tentang rantai pasok bahan. Data utama untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara tentang struktur jaringan rantai pasok material, masalah yang terjadi pada rantai pasok material, dan faktor penentu
26
kelancaran terhadap rantai pasok material pada proyek Pembangunan Rumah Susun Cakung Barat. Data-data pendukung dalam penelitian ini ialah berupa kuesioner yang dapat mengetahui besarnya pengaruh finansial dan transportasi terhadap aktivitas rantai pasok material pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Cakung Barat. adapun data penelitian dapat dilihat pada tabel 3.1 dibawah ini.
Tabel 3.1 Data Penelitian
No. Jenis
Data
Data Sumber
1 Primer Data Daftar Pekerjaan
Data Volume Pekerjaan
Penjadwalan Material
Kurva S
Proyek Pembangunan Rumah Susun Cakung Barat
Observasi
Wawancara 2 Sekunder Kuesioner Literature
Jurnal Mengenai Rantai Pasok Material
Penelitian Terdahulu
3.3. Lokasi Penelitian
Adapun lokasi proyek Pembangunan Rumah Susun Cakung Barat terletak di Jl. Raya Tipar Cakung No. 1 RT.001, RW.07, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Lokasi proyek Pembangunan Rumah Susun Cakung Barat memiliki batas-batas lokasi proyek sebagai berikut:
27
Gambar 3.2. Lokasi Penelitian
Sumber:Dokumen Pribadi
Utara : PT. Precast Metal Indonesia
Selatan : Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur
Barat : PT. Sayap Mas Utama 2 (Wings Coorporation) Timur : Jl. Tipar Cakung
3.3.1. Data Umum Proyek
Nama Proyek : Pembangunan Rumah Susun Cakung Barat (3 Tower) Lokasi : Jalan Raya Tipar Cakung No.1 RT.001 RW.07, Kelurahan
Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur Fungsi Proyek : Rumah Tinggal
Jenis Konstruksi : Konstruksi Beton Bertulang
Owner : Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Kontraktor Utama : PT. Brantas Abipraya
Sub Kontraktor : a. CV. Sejahtera Mandiri b. PT. Widodo Karya Sejahtera c. PT. Pakubumi Semesta d. Kreasi Langit Nuna Konsultan Perencana : PT. Brantas Abipraya Konsultan MK : PT. Cakra manggilingan jaya Jenis Kontrak : Lump Sum Design and Build Jenis Pelelangan : Tender Terbuka
Masjid
Rusunawa Cakung barat
Jl. Komp. Rusun Griya Tipar Cakung Masjid Jl. Tipar Cakung SDN Negri Cakung Barat 08 Pagi Kantor Kelurahan Cakung Barat Pemadam Kebakaran
28 Nomor Kontrak : 151/-1.796.32
Nilai Kontrak : Rp 200.407.999.900,00 Waktu Pelaksanaan : 625 hari kalender
Sumber Dana : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2019
Luas Lahan : 38.322 m2 Luas Bangunan : 12.635 m2 Jumlah Tower : 3 Tower
Jumlah Lantai : 16 lantai dan rooftop
Jumlah Hunian : 542 unit hunian dengan tipe 36
3.4. Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah aspek terpenting dari setiap penelitian. Ada berbagai teknik pengumpulan data, termasuk yang tercantum di bawah ini diantaranya: 1. Observasi
Observasi adalah kegiatan ilmiah empiris yang melibatkan penggunaan panca indera untuk menemukan fakta dan teks lapangan tanpa memanipulasinya. Tujuan observasi adalah untuk mendeskripsikan sesuatu dan juga digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk mengevaluasi ide dan hipotesis. Kuantitatif dirancang untuk menerapkan standarisasi dan kontrol. Dalam penelitian ini metode observasi dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan terhadap rantai pasok material yang terjadi.
2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap survei, tanpa wawancara peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden. Dalam penelitian ini. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data informasi tentang struktur jaringan rantai pasok material seperti sistem pengadaan, kontrak kerja, sistem pembayaran, mobilisasi material, pengiriman material, dan hubungan kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok material pada proyek Pembangunan Rumah Susun Cakung Barat.
29
Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang melibatkan meminta responden untuk menjawab pertanyaan secara tertulis. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengetahui sikap atau kebiasaan suatu populasi berdasarkan tanggapannya. Dalam penelitian ini metode kuesioner dilakukan untuk mengetahui kevalidan kuesioner tentang faktor masalah yang disebabkan oleh finansial, jarak, dan kemacetan, serta faktor penentu kelancaran rantai pasok material yang disebabkan oleh finansial, kualitas, dan komunikasi yang menjadi penyebab keterlambatan pada proyek pembangunan rumah susun cakung barat terhadap responden.
4. Studi Literatur
Untuk mempermudah proses saat melakukan penelitian, strategi persiapan metode harus digunakan. Demikian pula cara-cara yang dapat dibuat peneliti pada penelitian yang meliputi tinjauan pustaka buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya tentang rantai pasokan material. Informasi yang dikumpulkan selama tinjauan pustaka akan digunakan sebagai sumber penelitian.
3.5. Metode Analisis Data
Pengambilan data-data untuk penelitian ini diambil dari data primer dan data sekunder. Setelah pengumpulan data primer dan data sekunder, kemudian data primer akan diolah dengan menggunakan beberapa metode dan program yang dipilih dalam menunjang pencapaian tujuan penelitian dengan beberapa tahapan.
3.5.1. Uji Instrumen
Uji instrumen merupakan alat pengukur seluruh variabel pada penelitian yang menggunakan kuesioner atau angket yang disampaikan kepada responden untuk dapat memberikan pernyataan yang sesuai dengan apa yang dirasakan atau dialaminya. Pada uji instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan uji validitas dan uji reliabilitas.
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk uji validitas adalah dengan menggunakan korelasi Bivariate Pearson (Produk Momen Pearson). Analisis ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan
masing-30
masing skor item pertanyaan dengan skor total. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total akan menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkap valid. Adapun syarat uji validitas yaitu r-hitung ≥ r-tabel.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan pengukuran dari tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Tinggi rendahnya reliabilitas yang ditunjukkan oleh suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. Pengujian reliabilias menggunakan rumus Cronbach’s Alpha yang dimana dianggap sudah cukup memuaskan jika nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,6.
3.5.2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik digunakan untuk memberikan kepastian bahwa persamaan persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias, dan konsisten. Adapun beberapa uji asumsi klasik yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Uji Normalitas
Penelitian ini menggunakan pendekatan grafik dan pendekatan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Konsep dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnov adalah dengan membandingkan distribusi data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi normal baku. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas yaitu:
a. Jika data menyebar sekitar garis diagonal, mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram, serta nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka data tersebut terdistribusi normal.
b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal, tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram, dan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi normal.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah suatu model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas (independen). Adapun pengambilan keputusan pada uji multikolinearitas adalah sebagai berikut:
31
a. Jika nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, maka artinya tidak terjadi multikolinearitas.
b. Jika nilai tolerance < 0,10 dan nilai VIF > 10, maka artinya terjadi multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam bentuk model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji heteroskedastisitas peda penelitian ini dengan menggunakan uji glejser. Uji glejser adalah uji hipotesis untuk mengetahui apakah sebuah model regresi memiliki indikasi heteroskedastisitas dengan cara meregresi absolut residual. Adapun dasar pengambilan keputusan pada uji glejser adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka terjadi heteroskedastisitas.
3.5.3. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Adapun rumus analisis regresi linear berganda adalah sebagai berikut:
Y’ = a + b1x1 + b2x2 +…+ bnxn Keterangan:
Y = variabel dependen (nilai yang diprediksikan) x1 dan x2 = variabel independen
a = Konstanta (nilai Y’ apabila x1, x2,…, xn = 0)
b = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) Adapun beberapa uji yang dilakukan pada analisis regresi linear berganda yaitu: 1. Uji Parsial T
Uji parsial t digunakan untuk mengetahui secara parsial variabel bebas yang berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat. Uji parsial t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Adapun dasar
32
pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai t-hitung > t-tabel dan nilai signifikansi < 0,05 maka Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh terhadap variabel terikat (dependen).
b. Jika nilai t-hitung < t-tabel dan nilai signifikansi > 0,05 maka H0 ditolak, yang artinya tidak terdapat pengaruh terhadap variabel terikat (dependen).
2. Uji Simultan F
Uji simultan F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independent yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependent. Adapun kriteria pengambilan keputusan pada uji simultan f adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai F-hitung < F-tabel atau signifikansi > alpha (5%) maka artinya variabel bebas (independent) secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel terikat (dependent).
b. Jika nilai F-hitung > F-tabel atau signifikansi < alpha (5%) maka artinya variabel bebas (independent) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat (dependent).
3. Koefisien Determinasi
Keofisien determinasi merupakan alat untuk mengukur variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu. Nilai R2 yang kecil yaitu kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen yang terbatas. Sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen. Adapun syarat pada analisis uji koefisien determinasi adalah sebagai berikut: 1. R = 0, artinya variabel bebas dengan varibel terikat tidak memiliki
hubungan
2. R = 1, artinya variabel bebas dengan varibel terikat memiliki hubungan
3.5.4. Pembahasan
Setelah dilakukan pengolahan data dapat dilakukan analisis dan pembahasan memuat informasi variabel dalam suatu penelitian. Pembahasan dilakukan untuk
33
menyajikan gambaran yang lebih tajam terhadap data-data yang diperoleh, sehingga peneliti tidak hanya sekedar menyajikan ulang data.