39 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek yang terdapat pada penelitian ini yaitu pengguna e- marketplace di Indonesia untuk pembayaran tagihan bulanan dan obyek pada penelitian ini adalah faktor penerimaan teknologi e-marketplace untuk pembayaran tagihan bulanan.
3.2 Alat dan Bahan Penelitian 3.2.1 Alat
Pada penelitian alat yang digunakan untuk membantu proses penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.1.
Tabel 3. 1 Alat yang Digunakan pada Penelitian Nama Alat Spesifikasi Jumlah Fungsi Hardware
Laptop Asus A43S RAM 2 GB 64 bit core i3
1 Digunakan untuk membuat dokumen penelitian
Handphone Oppo F5 1 Digunakan untuk menyebarkan kuesioner kepada responden
Software
Smart PLS Versi 3.2.9 1 Digunakan untuk menghitung hasil kuesioner sesuai dengan variabel konstruksi pada metode C-TPB-TAM Microsoft
Office
2016 1 Digunakan untuk membuat dokumen penelitian
3.2.2 Bahan
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menggunakan kuesioner yang dibuat secara online menggunakan google form dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yang berjumlah 210 yang berasal dari pengguna e-market
40
place Ibu Rumah Tangga, Mahasiswa, Tenaga Pendidik Non ASN, Pekerja Media, Tidak/Belum Bekerja, ASN, Buruh Harian Lepas, Wirausaha, Petani (Lahan Sendiri), Pedagang Olshop, Pelayan Toko, TNI/POLRI, Ojek Online/Ojol, Karyawan Swasta, Pegawai BUMN/D, dengan harapannya akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Kuesioner terdiri dari dua bagian, yaitu: Pra penelitian merupakan pertanyaan mengenai data pribadi responden yang akan dijaga kerahasiannya. Bagian kedua responden menjawab pertanyaan survei sesuai dengan persepsi diri responden yang mencakup tujuh konstruksi dari TAM: PEOU, PU, BI, dan ATT dan konstruksi dari TPB: PNC, SN, dan B untuk memberikan deskripsi kuantitatif, penjelasan, atau perbandingan sikap, keyakinan, dan perilaku serta untuk menguji variabel penelitian.
41
Gambar 3. 1 Diagram Alir Penelitian 3.3 Diagram Alir Penelitian/Proses Penelitian
Gambar 3.1 merupakan diagram proses penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan alur yang telah dibuat.
Input Proses Output
Observasi Mulai
Selesai Identifikasi
Masalah
Penyusunan Alat Ukur (Instrumen) dengan Metode
C-TPB-TAM Studi Literatur
Evaluasi Hasil Model Pengukuran
(Outer Model) : -Uji Validitas
(Convergen Validity &
Diskriminant Validity).
-Uji Reliabilitas (Composite Reliability&
Cronbach's Alpha)
Pengumpulan Data Penelitian
Faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku
seseorang untuk memanfaatkan e- marketplace pada pembayaran tagihan
bulanan.
Hasil Pengujian Hipotesis Pengolahan Data
Menggunakan Smart-PLS
Pengujian Hipotesis
Evaluasi Struktur Model (Inner
Model) : -R-Square -Path Coefficient
-T-Statistic (Bootstraping)
-Predictive Relevance (Blindfolding)
-Model Fit (Goodness of fit)
42
Setelah mengetahui diagram alir peneitian pada model C-TPB-TAM, maka didapatkan kerangka sistem informasi pada Tabel 3.3 :
Tabel 3. 2 Kerangka Sistem Informasi
INPUT PROSES OUTPUT
Data hasil kuesioner penelitian 210 responden
Menghitung dengan Smart-PLS v.3.2.9 sesuai dengan konstruksi metode C- TPB-TAM.
Evaluasi Hasil Model Pengukuran (Outer Model) :
- Uji validitas (Convergen Validity &
Diskriminant Validity).
- Uji Reliabilitas (Composite Reliability&
Cronbach's Alpha).
Evaluasi Struktur Model (Inner Model) :
- R-Square - Path coefficient - T-Statistic
(Bootstraping) - Predictive
Relevance (Blindfolding) - Model fit
Hasil akhir penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku seseorang untuk
memanfaatkan e-
marketplace pada pembayaran tagihan bulanan.
43
(Goodness of fit)
Pengujian hipotesis penelitian.
Tabel 3.3 menunjukkan input, proses, dan output dari penelitian ini.
Pada tahapan input dilakukan penyebaran kuesioner pra penelitian dan dihasilkan 210 responden, pada tahapan proses dilakukan untuk menghitung hasil kuesioner sesuai dengan kontruksi metode C-TPB-TAM untuk menghasilkan skor dari masing-masing variable dengan menggunakan software smart PLS versi 3.2.9 diantaranya untuk menguji validitas, reliabililitas, uji path model dan inner model sehingga pada tahapan output akan menghasilkan hasil akhir untuk mengetahui faktor yang menentukan seorang pelanggan memilih e-marketplace Shopee atau Tokopedia.
3.1.1 Observasi
Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan e- marketplace untuk pembayaran tagihan bulanan. Observasi dilakukan dengan mengumpulkan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang berisikan pertanyaan mengenai identitas diri responden dan beberapa pertanyaan lainnya mengenai pembayaran tagihan bulanan melalui e-marketplace. Output dari pengumpulan data pra penelitian yaitu untuk mengetahui dua e-marketplace yang paling sering digunakan untuk pembayaran tagihan bulanan.
3.1.2 Identifikasi Masalah
Tahapan identifikasi masalah dilakukan pengamatan pada layanan yang disediakan oleh e-marketplace Shopee dan Tokopedia untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku seseorang untuk memanfaatkan e-marketplace pada pembayaran tagihan bulanan dan menghasilkan 105 responden.
3.1.3 Studi Literatur
Identifikasi masalah pada poin 3.1.2 dilakukan studi literatur untuk mencari sumber-sumber teori/materi dari jurnal maupun buku mengenai
44
analisis faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku seseorang untuk memanfaatkan e-marketplace pada pembayaran tagihan bulanan dengan menggunakan metode C-TPB-TAM. Data yang diperoleh berupa data sekunder dan primer, melakukan observasi dan penyebaran kuesioner pada pengguna e-marketplace. Studi literatur penelitian terdahulu yang dilakukan mencakup :
1. E-Marketplace
2. TAM (Technology Acceptance Model) 3. TPB (Theory Of Planned Behaviour)
4. C-TPB-TAM (Combined-Theory Of Planned Behaviour-Technology Acceptance Model)
Berdasarkan observasi, identifikasi masalah dan studi literatur yang dilakukan, ditemukannya permasalahan faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku seseorang untuk memanfaatkan e-marketplace pada pembayaran tagihan bulanan, permasalahan yang didapatkan sangat cocok untuk di- angkat sebagai objek penelitian sesuai dengan studi literatur.
45
3.1.4 Penyusunan Alat Ukur (Instrumen) Pengambilan Data Dengan Metode C-TPB-TAM
Penyusunan alat ukur (instrumen) pengambilan data dengan metode C-TPB-TAM. Proses penyusunan instrumen dilakukan dengan melakukan pembuatan pertanyaan kuesioner berdasarkan konstruk yang terdapat pada metode C-TPB- TAM. Berikut kisi- kisi pertanyaan penelitian untuk dijadikan kuesioner :
Tabel 3. 3 Tabel Daftar Pertanyaan Kuesioner
No Construct Definition Measures Item Source
1 Perceived ease of use
Perceived ease of us mengacu pada sejauh mana individu yakin bahwa penggunaan sistem akan mudah untuk digunakan.
PEOU 1 E-marketplace tersebut sangat mudah digunakan dalam pembayaran tagihan bulanan.
Davis (1989); Sun et al. (2008); Ngai, Poon
& Chan (2007); Lee (2010)
PEOU 2 E-marketplace tersebut sangat nyaman untuk membayar tagihan bulanan.
PEOU 3 Menggunakan fitur-fitur e-marketplace tersebut sangat mudah untuk membayar tagihan bulanan.
PEOU 4
Dengan menggunakan e-marketplace tersebut, pembayaran tagihan bulanan menjadi lebih fleksible.
2 Perceived Perceived usefulness PU 1 Dengan menggunakan e-marketplace Davis (1989); Ven-
46
No Construct Definition Measures Item Source
usefulness mengacu pada sejauh mana individu yakin bahwa penggunaan sistem akan berpengaruh pad peningkatan kinerjanya.
tersebut dapat mempercepat pembayaran tagihan bulanan.
katesh & Davis (2000); Sun et al.
(2008); Ngai, Poon,
& Chan (2007);
Bhattacherjee (2001) PU 2 Dengan menggunakan e-marketplace
tersebut untuk melakukan pembayaran tagihan bulanan menjadi sangat berguna dan bermanfaat.
PU 3 Menggunakan e-marketplace tersebut dapat meningkatkan kesadaran pribadi untuk membayar tagihan bulanan lebih tepat waktu.
PU 4 Menggunakan e-marketplace tersebut dapat membantu mengatasi kesulitan pembayaran tagihan bulanan ketika saya sedang melakukan pekerjaan lain.
PU 5 Menggunakan e-marketplace tersebut dapat memberikan nilai tambah dalam pembayaran tagihan bulanan.
3 Perceived Behavioural Control
Perceived behavioral con trol dapat didefinisikan se bagai fungsi yang didasar
PBC 1 Saya sebagai pengguna memiliki control/pengawasan yang cukup dalam pada saat menggunakan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan.
Chau & Hu (2001);
Taylor & Todd (1995)
47
No Construct Definition Measures Item Source
kan oleh control beliefs yaitu belief individu mengenai ada atau tidak adanya faktor yang men dukung atau menghalang individu untuk memuncul kan sebuah perilaku.
PBC 2
Saya mendapatkan informasi sendiri mengenai penggunaan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan.
PBC 3 Menggunakan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan dapat menyebabkan gangguan kecil dalam hidup saya (pekerjaan/studi).
PBC 4 Dapat menguasai semua fitur e- marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan.
4 Attitude Attitude yaitu evaluas positif atau negati
ATT 1
Menggunakan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan adalah sebuah metode yang sangat baik.
Taylor & Todd (1995); Perugini &
Bagozzi (2001)
ATT2
Aktif menggunakan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan.
ATT 3 Merasa senang ketika menggunkana e- marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan.
48
No Construct Definition Measures Item Source
ATT 4 Menggunakan e-marketplace tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan saya dalam membayar tagihan bulanan.
ATT 5 Menggunakan e-marketplace tersebut dapat memuaskan keperluan saya dalam membayar tagihan bulanan.
5 Behaviour In- tention
Behavioral intention dide finisikan sebagai tingkat keinginan atau nia pemakai menggunakan sistem secara terus mene rus.
BI 1 Ingin merekomendasikan kepada orang lain menggunakan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulan
Bhattacherjee (2001)
BI 2 Memperhatikan informasi yang berkaitan dengan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan
BI 3
Antusias dalam menggunakan e- marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan
BI 5 Sering mencari update informasi terkait e- marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan.
6 Actual Be- haviour
Actual behaviour dapa didefinisikan sebagai nia
B 2 Menjadi sering menggunakan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan.
Van der Heijden, Verhagen, &
49
No Construct Definition Measures Item Source
individu untuk melakukan perilaku yang merupakan fungsi dari sikap terhadap perilaku dan norm subyektif.
B 3 Menjadi sering menggunakan internet untuk keperluan pembayaran tagihan bulanan.
Creemers (2003);
Ngai, Poon, & Chan (2007); Juan, Chiu &
Francisco, (2006) B 4 Bersedia menggunakan e-marketplace
tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan dari pada e-marketplace lainnya.
B 5 Merasa lebih cepat ketika menggunakan e- marketplace tersebut untuk membayar tagihan bulanan.
7 Subjective Norm
Subjective norm mengacu pada tekanan sosial yang dirasakan oleh sesorang untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku sasaran yang dipengaruh oleh orang tua,pasangan teman dekat, rekan kerj atau lainnya.
SN 1 Saya akan menggunakan e-marketplace tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan jika direkomendasikan oleh atasan.
Taylor & Todd (1995b); Chau & Hu (2001); Venkatesh &
Davis (2000) SN 2 Saya akan menggunakan e-marketplace
tersebut untuk pembayaran tagihan bulanan jika direkomendasikan oleh teman/kerabat.
SN 3 Saat ini sangat popular membayar tagihan bulanan melalui e-marketplace tersebut, maka saya akan menggunakannya.
50
No Construct Definition Measures Item Source
SN 4 Promosi e-marketplace ini memberikan motivasi kepada saya untuk membayar tagihan bulan, jadi saya akan mencoba menggunakannya.
SN 5 E-marketplace untuk membayar tagihan bulanan beredar dipasaran saat ini cukup bagus, maka saya akan menggunakannya
Kuesioner pada Tabel 3.4 model struktural studi saat ini yang mencakup tujuh konstruksi. Skala persepsi diukur dan item pengukuran dengan skala likert (lima poin nominal skala) mulai dari 1 sangat tidak setuju sampai 7 sangat setuju). Responden menjawab pertanyaan survei sesuai dengan persepsi masing-masing responden.
51
3.1.5 Pengumpulan Data Penelitian
Pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data kuantitatif yang dapat diolah untuk mendapatkan hasil akhir penelitian. Pada pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode cluster random sampling atau pengambilan sampel acak berdasarkan jenis pekerjaan . Metode tersebut digunakan dengan tujuan agar responden yang mengisi kuesioner dapat mewakili jenis pekerjaan yang diperoleh datanya dari APJII.
Mekanisme pengumpulan data :
1. Responden dipilih orang-orang yang pernah membayar tagihan bulanan melalui e-marketplace. Langkah ini ditempuh melalui observasi kepada calon responden apakah pernah melakukan pembayaran tagihan bulanan melalui e-marketplace.
2. Responden akan disajikan dua bagian kuesioner untuk diisi penilaiannya.
Pada bagian pertama, responden disajikan dua pilihan e-marketplace yaitu Shopee dan Tokopedia, kemudian responden memilih salah satu yang sering digunakan, lalu diisi penilaiannya. Pada bagian dua, responden disajikan pertanyaan untuk melakukan penilaian terhadap e-marketplace Shopee atau Tokopedia sesuai pilihannya yang bagian pertama.
3. Data yang diolah adalah data responden yang mengisi kedua bagian pada kuesioner. Apabila salah satu bagian tidak diisi, maka data tersebut tidak akan diolah untuk dijadikan hasil penelitian.
3.1.6 Pengolahan Data Menggunakan Teknik PLS-SEM
Hasil pengumpulan data penelitian direkap untuk menentukan hasil pengisian terbanyak untuk kuesioner pra penelitian responden dapat memilih sesuai dengan yang mereka alami dan kuesioner bagian kedua yaitu akan dilakukan penyebaran kuesioner sesuai dengan konstruksi C-TPB-TAM pada Tabel 3.3. Hasil rekapan tersebut kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian diolah menggunakan teknik PLS. Pengolahan datanya menggunakan aplikasi Smart PLS versi 3.2.9 sesuai dengan urutan langkah pada teknik PLS.
Berikut langkah-langkah pengolahan data menggunakan teknik :
52
1. Evaluasi Hasil Model Pengukuran (Outer Model)
Proses analisis PLS-SEM dimulai dengan melakukan spesifikasi model struktural yang menjelaskan hubungan antara variabel laten dari TAM:
PEOU, PU, BI, ATT dan konstruksi dari TPB: PNC, SN, dan B.
a. Validitas Konvergen
Indikator dianggap reliable jika memiliki nilai korelasi atau dapat dilihat pada :
1. Loading Factor
Tabel 3.5 merupakan langkah awal memasukkan data dari hasil kuesioner kemudian di calculate. Loading factor digunakan untuk mengukur nilai indikator. Nilai validitasnya diatas 0,7.
Apabila ada nilai indikator di bawah 0,7 maka harus dieliminasi agar tidak mempengaruhi proses lainnya. Tabel loading factor yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. 4 Kerangka Tabel Loading Factor Kode Indikator Nilai Loading Factor Evaluasi
PEOU 1 0,7 Valid
PEOU 2 0,6 Tidak Valid
2. Average Variance Extracted (AVE)
Tabel 3.6 merupakan pengukuran AVE yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable atau konstruk. Nilai validitasnya diatas 0,5.
Apabila nilai AVE ada yang dibawah 0,5 maka yang harus diperbaiki di bagian loading factor, yaitu dengan menghapus nilai loading factor dibawah 0,7 atau nilai terkecil dari suatu indikator. Table AVE yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. 5 Kerangka Tabel Average Variance Extracted (AVE) Variabel/ Konstruk Nilai AVE Perceived Ease of Use
53
Variabel/ Konstruk Nilai AVE Perceived Behavioural Control
Attitude
Behaviour Intention
Actual Behaviour
Subjective Norm
b. Validitas Diskriminan
Hasil evaluasi validitas diskriminan yaitu nilai kuadrat AVE harus lebih besar dari nilai korelasi antar konstruk. Pengukuran pada validitas diskriminan dilakukan dua kali yaitu Fornell lacker dan cross loading.
1. Fornell Larcker
Tabel 3.7 merupakan teori Fornell Lacker korelasi antara variabel dengan variabel itu sendiri dan variabel lainnya. Nilai korelasi variabel dengan variabelsendiri tidak boleh lebih kecil dari korelasi dengan variabel lainnya. Tabel Fornell Lacker yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. 6 Kerangka Tabel Fornell Lacker
Indikator ATT B BI PB
C
PE OU
PU SN
ATT B BI PBC PEOU
PU SN
54
c. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan salah satu proses evaluasi model pengukuran. Suatu variabel laten dikatakan memiliki realiabilitas yang baik apabila nilai composite reliability ≥ 0,7 dan nilai cronbach’s alpha ≥ 0,7.
1. Composite Reliability
Tabel 3.9 merupakan Internal Consistency Reliability untuk mengukur seberapa mampu indikator dapat mengukur konstruk latennya. Alat yang digunakan untuk menilai hal ini adalah composite reliability dan cronbach’s alpha. Nilai composite reliability 0,6 – 0,7 dianggap memiliki reliabilitas yang baik.
Tabel 3. 7 Kerangka Tabel Composite Reliability Indikator Reliability Composite
ATT B BI PBC PEOU
PU SN
2. Cronbach's Alpha
Tabel 3.10 merupakan Internal Consistency Reliability untuk mengukur seberapa mampu indikator dapat mengukur konstruk latennya. Alat yang digunakan untuk menilai hal ini adalah composite reliability dan cronbach’s alpha. Nilai cronbach’s alpha yang diharapkan adalah di atas 0,7.
55
Tabel 3. 8 Kerangka Tabel Cronbach's Alpha
Indikator Cronbach's Alpha
ATT B BI PBC PEOU
PU SN
2. Evaluasi Hasil Model Struktural (Inner Model)
Model pengukuran menggambarkan hubungan antar variabel yang akan diukur yaitu single item dan multi-item. Perancangan inner model didasarkan pada rumusan masalah atau hipotesis penelitian yang tertera pada table 3.4.
a. R-Square
Tabel 3.11 merupakan table R-Square yang digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel laten endogen terhadap variabel laten eksogen. R-Square dapat dikategorikan kedalah tiga tingkatan yaitu :
1. 0,75 terkategori kuat
2. 0,50 terkategori moderat, dan 3. 0,25 terkategori lemah
Tabel 3. 9 Kerangka Tabel Cronbach's Alpha Indikator R-Square
ATT BI
B
56
PU
b. Koefisien Jalur (Path Coefficient)
Tabel 3.12 merupakan kerangkan koefisiensi jalur yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel eksogen tersebut berpengaruh positif atau negatif terhadap variabel endogen. Tabel koefisiensi jalur yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. 10 Kerangka Tabel Path Coefficient
Indikator ATT B BI PB
C
PE OU
PU SN
ATT B BI PBC PEOU
PU SN
c. T-Statistic (Bootstraping)
Tabel 3.13 merupakan kerangka metode T-statistic atau bootstrapping dilakukan pengembalian sampel dengan pengembalian dari sampel data. Apabila nilai T-statistic lebih besar dari 1,96 maka artinya variabel eksogen berpengaruh signifikan terhadap variabel endogen.
Sedangkan nilai T-statistic yang lebih kecil dari 1,96 artinya variabel eksogen berpengaruh terhadap variabel endogen namun tidak signifikan.
Tabel T-statistic yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. 11 Kerangka Tabel T-Statistic Variabel/ Konstruk T-Statistic
ATT→BI
57
Variabel/ Konstruk T-Statistic BI→B
PBC→B PBC→BI PEOU→ATT
PEOU→BI PEOU→PU
PU→ATT SN→B SN→BI d. Predictive Relevance
Tabel 3.14 merupakan kerangka table predictive relevance, predictive relevance adalah tahapan menentukan nilai untuk menunjukkan seberapa baik nilai observasi yang dihasilkan. Observasi dikatakan bagus apabila memiliki nilai di atas 0 (nol), apabila nilainya dibawah 0 (nol) maka observasi tersebut dinilai tidak bagus. Tabel predictive relevance yaitu sebagai berikut :
Tabel 3. 12 Kerangka Tabel Predictive Relevance
Indikator Q2 (=1-SSE/SSO)
ATT B BI PBC PEOU
PU SN
58
e. Model Fit (Goodness of fit)
Tabel 3.15 merupakan kerangka table Model fit (goodnes of fit) model PLS Nilai communality yang direkomendasikan = 0,50 (Fornel dan Larcker 1981,39-50) dan nilai R-square Small = 0,02, Medium = 0,13 dan Large = 0,26.
Tabel 3. 13 Kerangka Tabel Model fit (Goodnes of Fit)
Indikator Model Saturated
SRMR 3.1.7 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis pada penelitian ini melibatkan ketiga variabel mediasi dilakukan pada model saat ini :
a. Efek mediasi dari perceived usefulness pada perceived ease of use dan attitude harus diuji (H4→H3).
b. Pengaruh mediasi attitude terhadap perceived usefulness dan behavioural intention harus diuji (H2→H5).
c. Efek mediasi behavioural intention pada perceived behavioual control dan actual behaviour harus diuji (H7→H10).
d. Efek mediasi behavioural intention pada subjective norm dan actual behaviour harus diuji (H6→H10).
Setelah variabel mediasi ditambahkan, semua jalur efek secara tidak langsung (H4→H3; H2→H5; H7→H10; H6→H10) harus mencapai tingkat signifikansi.
3.1.8 Pemetaan Hasil Akhir
Pemetaan hasil akhir yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi keterkai- tan antara variabel endogen dan eksogen terhadap actual behavaiour.
3.1.9 Hipotesis Penelitian
Pada tahap ini menunjukkan hasil analisis dari data yang diolah dan mengacu pada penelitian sebelumnya :
1. Attitude seorang pengguna e-marketplace memberikan pengaruh besar
59
2. Perceived behaviour control, subjective norm, dan attitude yang secara langsung berpengaruh positif terhadap behavioural intention pengguna e- marketplace.
3. Behavioural intention menunjukkan efek mediasi ganda
4. Behavioural intention berpengaruh positif terhadap actual behaviour dalam model C-TAM-TPB, dengan tingkat kecocokan model secara keseluruhan yang sangat tinggi.
60
Tabel 3.16 merupakan tabel hipotesis yang diajukan, maka dibentuk hipotesis penelitian sebagai berikut : Tabel 3. 14 Tabel Hipotesis Penelitian
Hipotesis
H1 Perceived ease of use seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap behavioural intention H2 Perceived ease of use seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap attitude
H3 Perceived usefulness seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap attitude
H4 Perceived ease of use seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap perceived usefulness H5 Attitude seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap behavioural intention
H6 Subjective norm seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap behavioural intention
H7 Perceived behavioural control seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap behavioural intention H8 Perceived behavioural control seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap actual behaviour H9 Subjective norm seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap actual behaviour
H10 Behaviour intention seorang pengguna e-marketplace berpengaruh positif terhadap actual behaviour