• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB l PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB l PENDAHULUAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB l

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Globalisasi ekonomi menyebabkan berjalannya sistem ekonomi terbuka di hampir setiap negara, dan perdagangan internasional merupakan penghubung antara ekonomi domestik dan Iuar negeri. Keterbukaan perdagangan diartikan sebagai arus masuk dan keluar barang maupun jasa negara satu dengan negara lain.

Kegiatan perdagangan internasionaI muncul karena sebuah negara tidak mampu mencukupi kebutuhan sendiri. Indonesia merupakan negara berkembang yang secara aktif terlibat dalam pembangunan di berbagai bidang, khususnya bidang ekonomi, untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakatnya. Proses pembangunan nasional akan berlangsung dengan kondusif apabila suatu negara mempunyai sumber dana yang memadai. Keberagaman dan melimpahnya sumber daya alam yang Indonesia miliki menawarkan manfaat dan potensi transaksi ekonomi dengan negara lain (Mahendra et al, 2015).

Perdagangan internasional dilakukan penduduk sebuah negara atau eksportir dengan warga negara asing atau (importir) sebagai bentuk interaksi dengan negara lain dalam kerjasama ekonomi yang memegang peranan besar karena hampir setiap negara menggantungkan perekonomiannya pada kegiatan perdagangan internasional. Perekonomian nasional akan tumbuh lebih pesat apabila perdagangan internasional memainkan peran dalam mendapatkan profit dan semua negara yang terlibat didalamnya memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional juga

(2)

2 sebagai langkah yang baik dalam menjalin hubungan kerjasama di bidang lain (Nurssalam, 2018).

Ekspor merupakan salah satu industri terpenting suatu negara karena memungkinkan suatu negara untuk memperluas pasarnya baik di dalam negeri maupun internasional (Baldwin, 2005). Keunggulan sumber daya alam Indonesia yang melimpah berupa hasil tambang seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan bahan galian lainnya seperti bauksit dan mangan, serta hasil pertanian dan perkebunan seperti beras, jagung, karet, kelapa sawit, kopi dan banyak lainnya.

Selain hasil alam, Indonesia mampu menghasilkan atau menghasilkan berbagai produk berkualitas internasional yang layak menjadi produk ekspor utama Indonesia, seperti tekstil, produk elektronik dan berbagai kayu dan furnitur lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebagai negara anggota ASEAN dengan jumlah penduduk dan pangsa pasar yang besar, Indonesia memiliki hubungan dagang yang erat dengan China, dan nilai ekspor Indonesia paling tinggi dibandingkan negara lain. Kinerja ekspor Indonesia ke China pada tahun 2016 sebesar 16790,8 juta USD, meningkat menjadi 2308,1 juta USD pada tahun 2017, meningkat menjadi 27132,2 juta USD pada tahun 2018, menjadi 27961,9 juta USD pada tahun 2019, menjadi 31817,8 juta USD pada tahun 2020.

Produk domestik bruto adalah penjumlahan dari nilai akhir semua sektor industri dan jasa, baik dengan harga berlaku maupun dengan harga konstan, dan merupakan indikator kemakmuran ekonomi suatu negara. Jika produk nasional bruto negara meningkat maka konsumsi masyarakat juga meningkat, yang dapat

(3)

3 dikaitkan dengan peningkatan daya beli masyarakat, yang secara tidak langsung meningkatkan kapasitas produksi. Peningkatan output yang disebabkan oleh peningkatan produk domestik bruto mendorong peningkatan nilai ekspor, karena ekspor pada dasarnya berkaitan dengan surplus atau kelebihan produksi di dalam negeri (Mankiw, 2003).

Berdasarkan data yang dikeluarkan World Bank, perkembangan PDB china mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 sebesar 11.233 triliun USD, kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2017 menjadi 12.310 triliun USD, pada tahun 2018 meningkat menjadi 13.895 triliun USD, kemudian meningkat pada tahun 2019 menjadi 14.280 triliun USD dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 14.723 triliun USD.

Investasi adalah modal yang diperoleh, salah satunya berasal dari investor asing yang menanamkan modalnya di dalam negeri, dimana aliran dana tersebut digunakan untuk membeli barang modal dan sarana produksi dengan tujuan untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih efisien di masa yang akan datang (Sukirno, 2000). Investasi mempengaruhi penawaran modal karena secara tidak langsung berkontribusi pada industrialisasi. Hal ini meningkatkan akumulasi barang manufaktur, yang juga meningkatkan kuantitas dan nilai produk ekspor.

Sehingga dapat dilihat bahwa negara sedang meningkatkan ekspor barang dan jasa dengan cara meningkatkan investasi dan meningkatkan kapasitas produksi (Hidayat et al, 2011).

(4)

4 Berdasarkan data yang diterbitkan World Bank, penanaman modal asing di Indonesia bervariasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, penanaman modal asing di Indonesia sebesar 4,542 miliar USD, meningkat menjadi 20,51 miliar USD pada tahun 2017, kemudian turun menjadi 18,91 miliar USD pada tahun 2018, meningkat lagi menjadi 24,994 miliar USD pada tahun 2019 dan turun menjadi 19,122 miliar USD pada tahun 2019.

Nilai tukar adalah nilai dari dua mata uang yang berbeda, yang menentukan jumlah uang domestik yang harus dibayar dalam satuan mata uang asing dan jumlah uang domestik yang harus dibayar ketika seseorang menjual mata uang asing tersebut. Nilai tukar antara mata uang satu negara dengan mata uang negara lain ditentukan oleh permintaan dan penawaran masing-masing mata uang (Toryono, 2008). Jika harga suatu produk naik, jumlah barang yang diminta turun, jika harga turun, jumlah barang yang diminta meningkat (Mankiw, 2012).

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, perkembangan nilai tukar rupiah terhadap US dollar mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 nilai tukar rupiah sebesar 13.436 rupiah, kemudian pada tahun 2017 mengalami depresiasi menjadi 13.548 rupiah, pada tahun 2018 kembali depresiasi menjadi 14.481 rupiah, pada tahun 2019 mengalami apresiasi menjadi 13.901 rupiah kemudian memgalami depresiasi pada tahun 2020 menjadi 14.105 rupiah.

Untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan China, Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN telah sepakat untuk melakukan kerja sama perdagangan bebas dalam kerangka Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN

(5)

5 (ACFTA). Negara-negara anggota perjanjian saling memberikan perlakuan istimewa di bidang barang, jasa dan investasi. Tujuannya adalah untuk mendorong negara-negara anggota untuk mempercepat arus barang, jasa dan investasi, sehingga membentuk kawasan perdagangan bebas yang saling menguntungkan.

ACFTA merupakan bentuk kerjasama antara Indonesia dan China sebagai negara anggota ASEAN, yang dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2010. Melalui perjanjian ini, pemerintah Indonesia bertujuan untuk membuka dan memperluas pangsa pasar produk unggulan Indonesia di dalam dan luar negeri serta berupaya meningkatkan daya saing produk Indonesia di ASEAN, China bahkan pasar internasional (Wahyuni dan Idaryani, 2014).

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya serta analisis penelitian terdahulu dengan kajian terkait, maka penting untuk memahami perkembangan ekspor Indonesia dan variabel apa saja yang dapat mempengaruhinya. Beberapa variabel yang nampaknya berpengaruh terhadap ekspor Indonesia adalah PDB, PMA, Nilai Tukar dan ACFTA. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan Judul "Analisis Pengaruh Gross Domestic Produk, Penanaman Modal Asing, Nilai Tukar dan ACFTA Terhadap Ekspor Indonesia ke China".

1. 2 Rumusan MasaIah

Ekspor merupakan roda penggerak perekonomian nasional karena perannya sebagai sumber pendapatan sebuah negara sehingga peningkatan ekspor menjadi haI yang sangat penting. Kegiatan ekspor berperan dalam meningkatkan

(6)

6 pendapatan dan menambah cadangan devisa suatu negara. Keanekaragaman sumber daya yang dimiliki menjadikan Indonesia negara yang ungguI diberbagai komoditas ekspor. Salah satu negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah China.

Dalam upaya menjaga stabilitas serta meningkatkan perkembangan ekspor ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

Keadaan perekonomian suatu negara menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ekspor, apabila terjadi kenaikan Produk Domestik Bruto maka meningkatkan daya beIi masyarakat untuk meIakukan impor di satu sisi, di sisi lain juga akan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk melakukan proses produksi dan mengekspor barang-barang unggul dengan pangsa pasar yang menjanjikan.

Penanaman modaI asing akan menciptakan harapan baru yang kemudian akan memperbaiki kualitas barang ekspor, menambah aIat produksi serta inovasi produk.

HaI ini menunjukan bahwa semakin meningkatnya jumIah penanaman modaI asing yang masuk maka semakin meningkat puIa ekspor yang akan dihasiIkan. Namun berdasarkan data yang dipaparkan sebelumnya penanaman modaI asing cenderung tidak stabiI dan mengalami penurunan.

Faktor Iain yang mempengaruhi ekspor adalah niIai tukar. Dimana jika terjadi penurunan niIai tukar maka juga akan menurunkan ekspor dan apabila nilai tukar mengalami peningkatan maka akan meningkatkan ekspor dari negara tersebut.

Namun kenyataannya nilai tukar mengalami depresiasi namun ekspor justru mengaIami peningkatan.

(7)

7 Perdagangan bebas dalam kerangka ACFTA menjanjikan berbagai keuntungan dan optimaIisasi berbagai potensi, namun begitu tidak menutup kemungkinan juga akan berdampak buruk bagi negara-negara berkembang dengan perekonomian yang belum stabiI. Kemungkinan bahwa pemberIakuan ACFTA akan mendorong semakin tingginya tingkat penetrasi produk China ke pasar Indonesia serta pangsa pasar akan Iebih difokuskan oIeh kemampuan dan daya saing setiap negara.

Berdasarkan uraian tersebut, maka permasaIahan yang akan dianaIisis daIam peneIitian ini adaIah:

1. Bagaimana perkembangan ekspor Indonesia ke China, Produk Domestik Bruto, penanaman modal asing dan nilai tukar?

2. Bagaimana pengaruh Produk Domestik Bruto, penanaman modal asing, nilai tukar dan ACFTA terhadap ekspor Indonesia ke China?

1. 3 Tujuan PeneIitian

Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan sebelumnya maka tujuan penelitian adalah untuk:

1. Mengetahui dan menganalisis perkembangan ekspor Indonesia ke China, Produk Domestik Bruto, penanaman modaI asing dan niIai tukar.

2. Mengetahui dan menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto, penanaman modaI asing, niIai tukar dan ACFTA terhadap ekspor Indonesia ke China.

(8)

8 1. 4 Manfaat PeneIitian

1.4.1 Segi Akademis

PeneIitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi bidang pendidikan dan iImu pengetahuan yaitu sebagai referensi bacaan bagi peneIiti yang memiIiki objek kajian yang sama serta sebagai Iiteratur bagi akademisi yang tertarik untuk menganalisis ekspor Indonesia.

1.4.2 Segi Praktis

PeneIitian ini diharapkan menjadi referensi dan Iiteratur pemikiran bagi pihak terkait dalam merumuskan dan membuat kebijakan terutama kepada pemerintah daIam menentukan Iangkah-Iangkah kebijakan, khususnya dalam membantu meningkatkan ekspor Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Sebaliknya apabila manusia memilih amal munkar, maka apa yang mereka lakukan tiada nilai dihadapan Allah swt dalam kata lain yang dilakukan hanyalah amalan yang sia-sia atau

Laporan Pelaksanaan Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan Hidup PLTU Nii Tanassa 2xlO MW Sulawesi Tenggara (Tahap Konstruksi) Periode Januari 2008 - Juni

- Penyedia dapat meminta penjelasan kepada Pejabat Pengadaan sebelum batas ahkir pemasukan penawaran pada jam kerja ( 08.00 – 15.00 WIB ) - Seluruh komponen RS Paru

Untuk melihat perubahan gambaran darah tepi sebelum dan sesudah pemberian kemoradioterapi pada penderita karsinoma nasofaring guna untuk menunjang pengambilan

Berdasarkan hasil penelitiaan Kualitas pelayanan masyarakat di Kecamatan Bontobahari sudah cukup baik, penyedia pelayanan publik perlu melakukan langkah strategis

MODEL PENINGKATAN DAYA SAING BERKELANJUTAN INDUSTRI BATIK MELALUI PERBAIKAN KOMPETENSI INTI DAN RANTAI NILAI DALAM MENDORONG PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF LOKAL DI KABUPATEN

Tingkat kecemasan ibu hamil primigravidatrimester III dalam menghadapi persalinan diwilayah kerja Puskesmas Kepuh, berdasarkan tabel 4.2,dapat diketahui bahwa ibuhamil

masyarakat, Kepolisian Daerah Provinsi Lampung menggunakan pendekatan budaya dalam kinerjanya. Pendekatan budaya tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya pemecahan