• Tidak ada hasil yang ditemukan

SALIM HANIF F3209096

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SALIM HANIF F3209096"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN

KONSUMEN PADA HOTEL GRAND SETIAKAWAN SOLO

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Sebutan

Ahli Madya di Bidang Manajemen Pemasaran

Oleh :

SALIM HANIF

NIM : F3209096

PROGRAM STUDI DIPLOMA 3 MANAJEMEN PEMASARAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

HALAMAN PERSETUJUAN

Tugas Akhir dengan judul :

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN

KONSUMEN PADA HOTEL GRAND SETIAKAWAN SOLO

Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing untuk diujikan guna mencapai derajat

Ahli Madya Program Studi Diploma III Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Surakarta, Juli 2012

Disetujui dan diterima oleh

Pembimbing

(Drs. Djoko Purwanto, MBA)

(3)

commit to user

HALAMAN PENGESAHAN

.Tugas Akhir dengan Judul :

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN

KONSUMEN PADA HOTEL GRAND SETIAKAWAN SOLO

Telah Disahkan oleh Tim Penguji Tugas Akhir

Program Studi Diploma III Manajemen Pemasaran

Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Surakarta, Agustus 2012

Tim Penguji Tugas Akhir

1. Pram Suryanadi SE, MSI ( ……….. )

NRP : 320800001 Penguji

2. Drs. Djoko Purwanto, MBA ( ……….. )

(4)

commit to user ABSTRAK

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN

KONSUMEN PADA HOTEL GRAND SETIAKAWAN SOLO

Oleh:

Salim Hanif

F3209096

Kualitas Pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen. Kualitas Pelayanan memberikan suatu dorongan kepada konsumen untuk menjalin hubungan yang erat dengan perusahaan. Pemberian pelayanan yang baik kepada konsumen menyebabkan kualitas pelayanan yang diberikan karyawan akan terus dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari: Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, dan Tangible terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Grand Setiakawan Solo.

Penelitian ini dilakukan di Hotel Grand Setiakawan yang beralamat di Ahmad Yani 290 A Solo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Untuk menentukan responden, peneliti menyebarkan kuesioner langsung terhadap konsumen Hotel Grand Setiakawan Solo.

Dari Penelitian yang di lakukan di Hotel Grand Setiakawan Solo. Dimensi jasa yang di berikan di antaranya dimensi reability, dimensi Dimensi Keandalan, Dimensi Daya Tanggap, Dimensi Jaminan, Dimensi Empati.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dilihat dari hasil wawancara dan kuesioner, dapat diketahui bahwa mayoritas responden menilai tingkat pelayanan yang di berikan Hotel Grand Setiakawan berdasarkan dimensi kualitas jasa adalah setuju. Saran yang dapat penulis berikan Hendaknya perusahaan tetap mempertahankan semua produk yang ada. Dan kalau bisa menambah karyawan yang handal dengan bidangnya masing-masing sehingga memudahkan kinerja semua karyawan dalam membangun hotel yang bermutu tinggi

(5)

commit to user ABSTRACT

THE EFFECT OF SERVICE QUALITY ON CONSUMER

SATISFACTION IN SOLO GRAND SETIAKAWAN HOTEL

By:

Salim Hanif

F3209096

Service quality is closely related to the consumer satisfaction. Service quality gives the consumer a motivation to establish a strong relationship with the company. Giving good service to the consumers leads to the improved service quality of the employees. This research aims to find out the effect of service quality consisting of Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangible, on the consumer satisfaction in Solo Grand Setiakawan Hotel.

This research was taken place in Solo Grand Setiakawan Hotel located in Ahmad Yani Street 290 A Solo. Techniques of collecting data used were observation, questionnaire, and library study. Data analysis was done using a descriptive method. To determine the respondents, the author distributes questionnaire directly to the consumers of Solo Grand Setiakawan Hotel.

From the research conducted in Solo Grand Setiakawan Hotel. The dimensions of service given included reliability, responsiveness, assurance, and empathy.

Based on the result of research, viewed from the result of interview and questionnaire, it could be found that majority respondents assessed the service level given by Solo Grand Setiakawan Hotel based on the dimensions of service quality with agreement. The author recommended the company to maintain all products existing and if possible to increase the number of reliable employees in their respective division to facilitate the performance of all employees in building a high-quality hotel.

(6)

commit to user MOTTO

“Tak ada istilah ‘mengeluh kembali’ dalam hidup. Kita hanya bisa bergerak

maju dari tempat kita berada sekarang; meski kecil, tiap langkah yang kita

ambil akan membawa kita langsung menuju masa depan.”

(Barry J.Farber)

“Jauhi orang yang mencoba mengecilkan ambisi anda. Orang-orang kecil

selalu melakukan itu, tetapi orang-orang hebat selalu bisa membuat anda

juga merasa bisa menjadi orang yang hebat.”

(Mark Twain)

“Berdoa dan berusaha serta tekunlah dalam segala sesuatu maka kita akan

meraih kesuksesan.”

(7)

commit to user PERSEMBAHAN

Dengan sepenuh rasa hormat, sebuah karya ini kupersembahkan kepada:

1. Bapak dan ibu tercinta yang selalu mengiringi dalam doa dan membesarkan

saya hingga dapat mencapai cita-cita.

2. Kakak dan adik saya yang memberi semangat dan motivasi

3. Semua sahabat dan teman-teman MP

4. Seluruh Dosen yang memberi ilmu & pengetahuan

5. Seluruh almamater

(8)

commit to user KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan

anugerah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan

Tugas Akhir. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis memilih judul

“PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN

KONSUMEN PADA HOTEL GRAND SETIAKAWAN SOLO”.

Penyusunan Tugas Akhir ini tidak terlepas dari segala bentuk bantuan

dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak, pada kesempatan ini penulis ingin

mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang secara langsung maupun

tidak langsung telah membantu hingga tersusunnya laporan ini, khususnya

kepada:

1. Bapak Dr. Wisnu Untoro, M.S, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Bapak Drs. Djoko Purwanto, MBA, selaku ketua program DIII

Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

Surakarta dan sebagai pembimbing yang sabar dalam memberikan

pengarahan dan nasehat hingga tersusunnya Tugas Akhir ini.

3. Bapak Drs. Djoko Purwanto, MBA, selaku dosen pembimbing yang

selalu memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan tugas akhir

(9)

commit to user

4. Bapak Srijono Pamungkas , selaku Marketing di Hotel Grand Setiakawan

Surakarta

5. Bapak Ibu Dosen DIII Pemasaran yang telah memberikan ilmu dan

pengetahuannya kepada penulis

6. Semua pihak yang telah membantu namun tidak dapat disebutkan satu

persatu.

Penulis menyadari sepenuhnya atas kekurangan dalam penulisan Tugas

Akhir ini. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Namun demikian, karya sederhana ini diharapkan dapat bermanfaat bagi

pihak-pihak yang membutuhkan.

Surakarta, Juli 2012

(10)

commit to user DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN ABSTRAK... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 2

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 5

(11)

commit to user

E. Metode Penelitian ... 6

1. Obyek Penelitian ... 6

2. Desain Penelitian ... 6

3. Populasi, Sampel dan Metode Pengambilan Sampel .. 6

4. Sumber Data ... 8

5. Metode Pengumpulan Data ... 8

6. Metode Analisis Data ... 10

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Jasa ... 11

B. Karakteristik Jasa ... 11

C. Kualitas Jasa ... 13

D. Kualitas Pelayanan ... 15

E. Kepuasan Konsumen ... 18

F. Kerangka Pemikiran ... 20

BAB III. PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Koperasi Serba Usaha Mekar Surya ... 22

B. Laporan Magang Kerja ... 29

C. Analasis Data dan Pembahasan... 32

BAB IV. PENUTUP A. Kesimpulan ... 42

B. Saran... 44

(12)
(13)

commit to user DAFTAR TABEL

Tabel III.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 33

Tabel III.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia... 34

Tabel III.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan . 35

Tabel III.4 Karakteristik Responden Berdasarkan

(14)

commit to user DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Kerangka Pemikiran ... 20

(15)

commit to user BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan pemasaran saat ini menjadi sangat penting bagi usaha

perhotelan, karena perhotelan merupakan salah satu usaha jasa pelayanan

yang cukup rumit pengelolaannya dan menyediakan berbagai fasilitas yang

dapat digunakan oleh tamu-tamunya selama 24 jam. Disamping itu, usaha

perhotelan juga dapat menunjang kegiatan para usahawan yang sedang

melakukan perjalanan usaha atau para wisatawan yang melakukan perjalanan

untuk mengunjungi daerah-daerah tujuan wisata, membutuhkan tempat untuk

menginap, makan dan minum serta hiburan. Oleh karena itu, hotel merupakan

salah satu bentuk usaha bidang jasa yang mengedepankan kualitas pelayanan

bagi para konsumennya.

Semakin tinggi tingkat persaingan, tingkat kompleksitas pasar dan

tamu yang semakin kritis akan pasar mengakibatkan kegiatan pemasaran pada

dunia bisnis perhotelan perlu dikelola secara profesional. Karena keberhasilan

perusahaan di bidang jasa khususnya hotel, bergantung pada kemampuannya

untuk memenuhi kebutuhan dan selanjutnya untuk memuaskan konsumen.

Pada awalnya setiap tamu memiliki kebutuhan, keinginan, dan tujuan yang

berbeda. Kenyataan ini mendorong timbulnya konsep pangsa pasar. Artinya

(16)

commit to user

memasarkan produk dan/atau jasa pelayanan hotel sesuai dengan harapan

tamu sehingga konsumen akan merasa puas, dan akan terus menerus

mengkonsumsi jasa pelayanan dari hotel tersebut.

Kepuasan konsumen adalah tingkat kesesuaian antara produk dan/atau

jasa pelayanan yang diinginkan dengan kenyataan yang diterima. Tingkat

kesesuaian tersebut adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh tamu

berdasarkan pada pengetahuan dan pengalamannya. Kepuasan konsumen

ditentukan oleh kualitas jasa yang dikehendaki sehingga jaminan kualitas

menjadi prioritas utama dan dijadikan tolok ukur keunggulan daya saing

perusahaan. Untuk memperoleh gambaran tentang kepuasan konsumen, maka

perlu diketahui arti kualitas pelayanan.

Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang komplek terdiri dari lima

unsur, yaitu: Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, dan Tangible.

Buruknya kualitas jasa yang diberikan penyedia jasa kepada konsumen telah

disadari mengakibatkan banyaknya kerugian yang dialami oleh perusahaan.

Mereka yang kecewa tidak hanya meninggalkan perusahaan, tetapi juga akan

menceritakan keburukan jasa yang diterima kepada orang lain. Selain itu

perusahaan akan lebih banyak mengeluarkan biaya untuk mendapatkan satu

orang konsumen baru. Kurangnya kualitas jasa dibidang ekonomi merupakan

harga tertinggi yang tumbuh sangat cepat, dari pada harga produk nyata.

Bila dalam usaha perhotelan mampu menciptakan kepuasan

konsumen, maka kepuasan konsumen dapat memberikan manfaat diantaranya

(17)

commit to user

memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas

konsumen, serta membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of

mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan.

Hiburan dan lainnya, keistimewaan-keistimewaan yang ditawarkan

oleh pihak Hotel nantinya akan menjadi suatu indikator bagi kepuasan

konsumen sehingga pihak perusahaan perlu meningkatkan kualitas jasanya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka judul penelitian adalah

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada

Hotel Grand Setiakawan Solo”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan

masalah sebagai berikut:

1. Apakah Variabel kualitas pelayanan yang terdiri dari: Reliability,

Responsiveness, Assurance, Emphaty, dan Tangible berpengaruh

terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Grand Setiakawan Solo ?

2. Di antara variabel tersebut yang meliputi Reliability, Responsiveness,

Assurance, Emphaty, dan Tangible manakah yang berpengaruh dominan

terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Grand Setiakawan Solo ?

C. Tujuan Penelitian

Agar peneliti mempunyai arah yang jelas, maka ditetapkan tujuan

(18)

commit to user

1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari:

Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty, dan Tangible terhadap

kepuasan konsumen pada Hotel Grand Setiakawan Solo.

2. Untuk mengetahui variabel kualitas pelayanan manakah yang

berpengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Grand

Setiakawan Solo.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Praktisi

Untuk mengetahui penerapan teori yang diperoleh dibangku

kuliah dengan realita yang terjadi di lapangan, mengenai

masalah-masalah yang ada dalam pemasaran khususnya tentang variabel

pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan konsumen

2. Bagi Akademis

Sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam membuat

kebijaksanaan untuk memecahkan masalah kualitas pelayanan yang

(19)

commit to user E. Metode Penelitian

Metode yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Obyek Penelitian

Yang menjadi obyek penelitian di dalam penelitian ini adalah:

Nama Perusahaan : Hotel Grand Setiakawan dengan

Alamat Perusahaan : Jl Ahmad Yani No.290 A, Solo

Telp/Fax (0271) 718989.

2. Desain Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan desain kasus yaitu

mendeskripsikan suatu permasalahan tertentu dengan memfokuskan

jawaban atas pertanyaan siapa dan bagaimana guna memperoleh jawaban

atau kesimpulan.

3. Populasi , Sampel dan Metode Pengambilan Sampel

a. Populasi

Menurut (Istijanto, 2009 : 113) Populasi adalah jumlah

keseluruhan obyek yang mencakup anggota yang diteliti.

b. Sampel

Sampel adalah sebagian dari observasi yang dipilih dari

(20)

commit to user

diharapkan dapat mewakili populasinya (Durianto dkk, 2001:26).

Dalam penentuan jumlah sampel yang akan digunakan, peneliti

berpedoman pada rekomendasi yang dikemukakan oleh Roscoe

(dalam Sekaran, 2006:160) bahwa ukuran sampel lebih dari 30 dan

kurang dari 500 adalah telah tercukupi untuk digunakan dalam

penelitian. Namun untuk mengantisipasi adanya kuesioner yang

rusak dan adanya keterbatasan waktu dan biaya, maka peneliti

mengambil sampel sebanyak 100 responden. Sedangkan sampel

yang dipilih dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang

berada dikota Solo yang terdiri dari lima kecamatan.

c. Metode Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam

penelitian ini adalah non probability sampling. Non probability

sampling mengandung arti bahwa semua elemen populasi belum

tentu memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel

(Umar H, 2005:159). Sedangkan metode yang digunakan adalah

metode convenience sampling. Convenience sampling adalah teknik

penentuan atau pengambilan sampel di mana peneliti bebas memilih

siapa saja yang dapat ditemui pada tempat dan waktu yang tepat

(21)

commit to user

4. Sumber Data

a. Data Primer

Data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati

kemudian dicatat untuk pertama kalinya. Dalam penelitian ini data

primer didapat dari kuisioner yang diisi oleh responden. Data ini

mencakup data-data dan catatan-catatan yang mendeskripsikan

mengenai keadaan dan situasi perusahaan Hotel Grand Setiakawan

Surakarta.

b. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh langsung dari dokumen yang telah

tersedia di Hotel Grand Setiakawan Surakarta. Data yang diperoleh

dari Hotel Grand Setiakawan Surakarta mengenai gambaran umum

perusahaan, visi dan misi, kegiatan perusahaan, personil perusahaan,

dan sumber-sumber data yang berkaitan dengan penelitian ini.

5. Metode Pengumpulan Data

a. Pengamatan (Observasi)

Pengamatan (Observasi) adalah metode pengumpuilan data

dengan cara melakukan pengamatan atau observasi secara langsung

pada obyek yang akan diteliti.

Pengamatan atau observasi yang dilakukan dalam penelitian

(22)

commit to user

sebagai agen dalam memasarkan dan mempromosikan Hotel Grand

Setiakawan Surakarta kepada konsumen atau konsumen.

b. Wawancara ( Interview)

Wawancara ( Interview ) adalah metode pengumpulan data

yang dilakukan dengan cara wawancarai langsung atau bertanya

langsung kepada narasumber yang bersangkutan untuk memperoleh

informasi dan mendapatkan data yang akurat dan benar yang

diperlukan.

Wawancara yang dilakukan oleh penulis adalah dengan cara

Tanya jawab langsung kepada pemimpin dan para karyawan atau

pegawai di Hotel Grand Setiakawan Surakarta.

c. Studi Pustaka

Studi Pustaka adalah metode pengumpulan data yang

dilakukan penulis dengan cara mempelajari buku-buku yang

berhubungan dengan obyek yang diteliti, yaitu: Buku tentang

kinerja, pemasaran, keagenan, penjualan, promosi, dan lain-lain.

Studi Pustaka ini juga digunakan sebagai landasan

pertimbangan dalam menyusun hipotesis penelitian dan bertujuan

untuk mendapatkan data-data hipotetsis penelitian yang bertujuan

untuk mendapatkan data-data sekunder yang diperlukan dalam

penelitian. Catatan-catatan kuliah, Tugas Akhir, dan Sumber-sumber

informasi lainnya yang memberikan kontribusi tambahan pendukung

(23)

commit to user

6. Metode Analisa Data

Tekhnik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian adalah

dengan metode deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan oleh penelitian

dengan melakukan proses pengumpulan data, pengelompokan atau

mengklasifikasikan, penggolongan data dan mengemplimentasikan data

sehingga membentuk suatu gambaran dan mudah dipahami. Deskriptif

itu sendiri merupakan prosedur yang dilakukan dalam pemecahan

masalah dengan cara suatu obyek yang sedang diteliti pada saat itu juga.

Sedangkan yang dimaksud bersifat kualitatif (suatu data yang

berupa nonmeric atau tidak berupa angka). Penelitian yang dilakukan

atau mempunyai karakteristik-karakteristik akan data-data yang disajikan

atau diperoleh adalah benar, sesuai data-data yang sesuai dengan keadaan

yang sebenarnya, sewajarnya sebagaimana mestinya, tanpa merubah atau

menambah-nambahi apapun sesuai dengan kenyataan, baik dalam bentuk

bilangan, bentuk dan symbol-simbol yang ada.

Jadi metode deskriptif kualitatif merupakan sesuatu metode yang

digunakan untuk menggambarkan dan menceritakan suatu keadaan,

situasi yang terjadi pada suatu obyek yang sedang diteliti sesuai dengan

(24)

commit to user BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Jasa

Jasa adalah semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan

produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanya dikonsumsi pada

saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah

(seperti misalnya kenyamanan, hiburan kesenangan atau kesehatan) atau

pemecahan akan masalah yang dihadapi konsumen (Lupiyoadi, 2001).

Jasa merupakan aktifitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan

untuk dijual. Definisi jasa menurut Kotler (1997:126) adalah setiap kegiatan

atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain dan pada

dasarnya bersifat (intangible) tidak berwujud fisik serta tidak menghasilkan

kepemilikan sesuatu. Produksinya dapat atau tidak dapat dikaitkan dengan

suatu produk fisik.

B. Karakteristik Jasa

Menurut Tjiptono (1996:15-18) ada empat karakteristik pokok pada

jasa yang membedakannya dengan barang. Keempat karakteristik tersebut

(25)

commit to user 1. Tidak berwujud (Intangibility)

Jasa bersifat Intangible, artinya tidak dapat dilihat, dirasa, diraba,

dicium atau didengar sebelum dibeli. Menurut Berry (dalam Tjiptono,

1996:15) konsep Intangible ini memiliki dua pengertian yaitu :

a. Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasa

b. Sesuatu yang tdak mudah didefinisikan, diformulasikan atau

dipahami secara rohaniah.

2. Tidak dapat dipisahkan (Inseparability)

Suatu bentuk jasa tidak dapat dipisahkan dengan sumbernya

apakah sumber itu merupakan orang atau mesin. Biasanya jasa dijual

terlebih dahulu baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara

bersamaan.

3. Beragam (Variability)

Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non standardized

output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung pada

siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut dihasilkan.

4. Tidak tahan lama (Perishability)

Jasa merupakan sesuatu yang tidak tahan lama dan tidak dapat

disimpan. Dengan demikian bila suatu jasa tidak digunakan, maka jasa

(26)

commit to user C. Kualitas Jasa

1. Pengertian Kualitas

Goetsh dan Davis (dalam Tjiptono, 1996:51) merumuskan bahwa

kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan

produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau

melebihi harapan.

Kualitas berkaitan erat dengan kepuasan konsumen. Kualitas

memberikan dorongan khusus bagi para konsumen untuk menjalin ikatan

relasi saling menguntungkan dalam jangka panjang dengan perusahaan.

2. Definisi Kualitas Jasa

Definisi kualitas jasa berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan

dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya untuk

mengimbangi harapan konsumen.

Menurut Wyckot seperti yang dikutip lovelock (Tjiptono,

1996:59) “kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan

pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi

keinginan konsumen”.

Sedangkan menurut Parasuraman (dalam Lupiyoadi, 2001:148)

kualitas jasa adalah seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan

(27)

commit to user 3. Dimensi Kualitas Jasa

Menurut Lupiyoadi (2001), dimensi kualitas jasa sebagai berikut:

a. Bukti fisik (Tangible)

Bukti fisik yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam

menunjukkan eksistensi kepada pihak eksternal. Penampilan dan

kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan

lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang

diberikan oleh pemberi jasa. Yang meliputi fasilitas fisik (gedung,

gudang, dan lain sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang

dipergunakan (teknologi), serta penampilan pegawainya.

b. Keandalan (Reliability)

Keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan

pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.

Kinerja harus sesuai dengan keinginan konsumen yang berarti

ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua konsumen tanpa

kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

c. Daya Tanggap (Responsiveness)

Daya tanggap yaitu suatu kemauan untuk membantu dan

memberikan pelayanan dengan tanggap dan tepat kepada konsumen

dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen

menunggu tanpa adanya suatu alas an yang jelas menyebabkan

(28)

commit to user d. Jaminan (Assurance)

Jaminan yaitu pengetahuan, kesopansantunan dan

kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa

percaya para konsumen kepada perusahaan. Terdiri dari beberapa

komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan,

kompetensi dan sopan santun.

e. Empati (Emphaty)

Empati yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat

individual atau pribadi yang diberikan kepada para konsumen

dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu

perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang

konsumen, memahami kebutuhan konsumen secara spesifik, serta

memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi konsumen.

D. Kualitas Pelayanan

Kualitas pelayanan berhubungan erat dengan Kepuasan konsumen

dan profitabilitas. Tingkat kualitas yang lebih tinggi akan menghasilkan

kepuasan konsumen yang lebih tinggi. Oleh sebab itu para pemasar saat ini

memandang tugas peningkatan kualitas produk dan jasa sebagai prioritas

utama dalam memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Dengan semakin banyaknya produsen yang menawarkan produk dan

jasa maka konsumen memiliki pilihan yang semakin banyak, sehingga

(29)

commit to user

mulai mendapatkan perhatian besar terutama aspek keamanan dalam

pemakaian barang/jasa tertentu.

Menurut American Society For Quality Control dalam Lupiyoadi,

kualitas adalah: “Keseluruhan ciri-ciri dan karakteristik-karakteristik dari

suatu produk atau jasa dalam hal kemampuannya untuk memenuhi

kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan atau bersifat laten”. Lupiyoadi

(2006:144)

Dalam meningkatkan pemasaran sangat diperlukan suatu kualitas

yang mendukung, dimana definisi dari kualitas itu menurut Goets (dalam

Tjiptono, 2007:51) “merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan

dengan produk, jasa, manusia dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi

harapan”. Konsep kualitas sendiri pada dasarnya bersifat relatif, yaitu

tergantung dari perspektif yang digunakan untuk menentukan ciri-ciri dan

spesifikasi.

Menurut Tjiptono (2007:59) yang dimaksud dengan pelayanan

adalah: “Seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan konsumen

atas layanan yang mereka terima atau peroleh”.

Keunggulan suatu produk jasa tergantung pada keunikan serta kualitas

yang diberikan oleh penyedia jasa, apakah telah sesuai atau belum dengan

ekspektasi konsumen. Untuk mengukurnya diperlukan Servqual (Service

Quality), yang dibangun atas adanya perbandingan dua faktor utama yaitu

persepsi konsumen atas layanan yang nyata mereka terima (perceived service)

(30)

commit to user

service). Jika kenyataan lebih dari yang diharapkan, maka layanan dapat

dikatakan bermutu. Dan apabila kenyataan kurang dari yang diharapkan,

maka layanan dikatakan tidak bermutu. Dan apabila kenyataan sama dengan

harapan, maka layanan disebut memuaskan. Dengan demikian service quality

dapat didefinisikan sebagai alat pengukur seberapa jauh perbedaan antara

kenyataan dan harapan konsumen atas layanan yang mereka terima.

Harapan konsumen di yakini memiliki peranan yang besar dalam

menentukan kualitas produk/jasa dan kepuasan konsumen. Pada dasarnya ada

korelasi yang erat antara penentuan kualitas dan kepuasan konsumen. Dalam

mengevaluasinya, konsumen akan menggunakan harapannya sebagai standar

atau acuan. Dengan demikian, harapan konsumenlah yang melatarbelakangi

mengapa dua organisasi pada bisnis yang sama dapat dinilai berbeda oleh

konsumennya. Dalam konteks konsumen, umumnya harapan merupakan

perkiraan atau keyakinan konsumen tentang apa yang diterimanya. Pengertian

ini di dasarkan pada pandangan bahwa harapan merupakan standar prediksi.

Selain standar prediksi, ada pula yang menggunakan harapan sebagai standar

ideal.

Jika kualitas jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka

kualitas jasa dipersepsikan ideal. Sebaliknya apabila jasa yang diterima lebih

rendah dari yang diharapkan, maka kualitas jasa dipersepsikan buruk. Dengan

demikian baik tidaknya kualitas tergantung pada kemampuan penyedia jasa

(31)

commit to user E. Kepuasan Konsumen

1. Pengertian Kepuasan

Kepuasan merupakan tingkat perasaan dimana sesorang

menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk atau jasa yang

diterima dan yang diharapkan (Kotler dalam Tjiptono, 1996:146).

Apabila kinerja di bawah harapan, maka konsumen akan kecewa.

Sebaliknya, bila kinerja sesuai atau melebihi harapan maka konsumen

akan merasa puas atau sangat puas. Harapan konsumen dapat dibentuk

oleh pengalaman masa lampau, komentar dari kerabatnya serta janji dan

informasi dari pemasar dan saingannya (Supranto, 1997:234)

2. Kepuasan Konsumen

Menurut Day yang dikutip Tse dan Wilton (dalam Tjiptono,

1996:146) menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan konsumen

adalah respon konsumen terhadap evaluasi ketidaksesuaian atau

diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja

actual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya.

Menurut Tjiptono, (1996: 146) mengungkapkan bahwa kepuasan

konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipillih

sekurang-kurangnya memberikan hasil (outcome) sama atau melebihi

harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan konsumen timbul apabila

(32)

commit to user 3. Metode Pengukuran Kepuasan Konsumen

Beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengukur

kepuasan konsumen dikemukakan oleh Kotler (dalam Tjiptono,

1996:148) yaitu :

a. Sistem Keluhan dan Saran

Setiap perusahaan yang berorientasi pada konsumen perlu

memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi para

konsumennya untuk menyampaikan saran, pendapat, dan keluhan

mereka. Media yang digunakan dapat berupa: kotak saran, saluran

telepon khusus, kartu komentar, dan lain-lain.

b. Survei Kepuasan Konsumen

Melalui survei, perusahaan akan memperoleh tanggapan dan

umpan balik secara langsung dari konsumen yang sekaligus dapat

memberikan tanda positif bahwa perusahaan menaruh perhatian

(33)
[image:33.595.120.489.120.490.2]

commit to user F. Kerangka Pemikiran

Gambar II.1 Kerangka Pemikiran

Keterangan :

1. Kinerja Perusahan yang di berikan kepada konsumen dapat berupa

penyediaan fasilitas yang memadai kepada para konsumen.

2. Dalam mengukur kualitas pelayanan Hotel Grand Setiakawan Solo,

digunakan lima dimensi kualitas jasa yang nantinya diharapkan dapat

meningkatkan kepuasan konsumen di perusahaan tersebut, antara lain :

a. Tangible (bukti fisik) : kemampuan suatu perusahaan dalam

menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal.

b. Reliability (keandalan) : kemampuan perusahaan untuk memberikan

pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Dimensi kualitas

pelayanan jasa :

Tangible

Realiability

Responsiveness

Assurance

Empaty

Harapan Konsumen

(34)

commit to user

c. Responsiveness (ketanggapan) : suatu kemampuan untuk membantu

dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada

konsumen dengan penyampaian informasi yang jelas.

d. Assurance (jaminan): pengetahuan, kesopansantunan, dan

keramahtamahan petugas serta kemampuan para pegawai perusahaan

untuk menumbuhkan rasa percaya para konsumen kepada

perusahaan.

e. Emphaty: memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual

atau pribadi yang diberikan kepada para konsumen dengan berupaya

memahami keinginan konsumen.

3. Harapan Konsumen digunakan sebagai tolok ukur dalam mengetahui

persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh

perusahaan.

4. Adanya persepsi dari konsumen yang baik dan positif terhadap kualitas

pelayanan, maka dapat dikategorikan bahwa kualitas pelayanan

perusahaan baik dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga

(35)

commit to user BAB III

PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

Dahulu sebelum dirubah menjadi Hotel Grand Setiakawan adalah

Hotel Melati yang bernama Hotel Candra Setiakawan dibawah

kepemilikan Ibu Candra saat itu. Seiring perkembangan waktu dibulan

November 1996 berpindah tangan ke Sabar Group Hotel dibawah

kepemilikan Bapak H.Sabar Brotosharjo menjadi Hotel Grand

Setiakawan Baru.

Pada tanggal 18 April 2004 Hotel Melati 2 ini dirubah menjadi

Hotel Berbintang 3, yang diberi nama menjadi HOTEL GRAND

SETIAKAWAN. Peningkatan ini merupakan hasil kerja keras dan

kinerja manajemen hotel dalam meningkatkan kepuasan konsumen.

Setelah memperoleh laba yang cukup besar dan juga kemampuan

menjalankan manajemen dengan baik,maka pihak hotel mengembangkan

hotel tersebut menjadi hotel bintang 3 dengan berbagai tambahan fasilitas

dan pelayanan diberikan kepada pengunjung.

Lokasi Hotel Grand Setiakawan terletak Jl. Ahmad Yani No.

290A Surakarta. Lokasi ini sangat strategis karena tamu yang akan

berkunjung tidak akan merasa jauh dari tempat-tempat yang dituju,

(36)

commit to user

Sumarmo, 10 menit ke stasiun Solo Balapan, dan 5 menit untuk menuju

terminal bus Tirtonadi dan hanya beberapa menit menuju pusat kota. Hal

ini dimaksudkan agar memperoleh kenyamanan dengan baik dan tidak

terganggu dengan keramaian kota dan juga memudahkan para tamu yang

datang ke kota Solo untuk urusan bisnis dimana waktu yang dimiliki

terbatas. Lokasi yang sangat strategis ini tentu saja sangat

menguntungkan bagi para pengunjung atau pemakai jasa hotel.

Hal yang tidak kalah pentingnya dilakukan oleh manajemen Hotel

Grand Setiakawan ini adalah pihak hotel berusaha meningkatkan

pelayanan kepada konsumen dengan melakukan berbagai program

promosi guna meningkatkan minat konsumen. Hotel Grand Setiakawan

juga memberikan pelayanan untuk jasa persewaan ruang seminar, resepsi

pernikahan, ataupun acara-acara yang luas dan ful ac. Maka diharapkan

pengunjung tertarik untuk menggunakan gedung ini guna keperluan

formal atau non-formal.

2. Visi Dan Misi

a. Visi

Memberdayakan potensi pariwisata secara umum serta

(37)

commit to user

b. Misi

Memberikan pelayanan dengan kualitas dan kuantitas yang

terbaik untuk kepuasan konsumen dalam bidang perhotelan pada

umumnya.

3. Lokasi Perusahaan

Lokasi Hotel Grand Setiakawan berada di Jalan Ahmad Yani 290

A Surakarta. Pengambilan obyek penelitian ini disebabkan karena lokasi

Hotel Grand Setiakawan yang cukup strategis dan keberadaannya cukup

dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu hotel berbintang tiga di

Surakarta.

4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi pada perusahaan Hotel Grand Setiakawan

berbentuk organisasi garis dan staff karena terdiri dari beberapa bagian

yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang tugasnya. Untuk lebih

jelasnya struktur organisasi Hotel Grand Setiakawan dapat digambarkan

(38)
[image:38.842.64.805.88.522.2]

24 Gambar III.1

Struktur Organisasi GM

Ir. Pramudya Haryadi

EAM Deddy Rusyanto

SALES & MARKETING Sarjono Pamungkas CHEF ACCOUNTING Rahayyu Sasongko HRD Setyo Hartono CHEF ENGINEERING Agung Wahyudi

F & B MANAGER Herlambang A. W

(39)

commit to user Keterangan:

a. General Manager

Merupakan pimpinan tertinggi di hotel yang bertugas untuk

membuat kebijakan-kebijakan di dalam perusahaan untuk

meningkatkan pelayanan yang di berikan kepada pengguna jasa

hotel. General Manager bertanggung jawab kepada pemegang

saham.

b. Executive Assisstant Manager

Merupakan wakil dari General Manager yang bertugas untuk

mencatat dan membuat agenda seluruh kegiatan dari General

Manager serta menjadi wakil dari General Manager apabila

berhalangan hadir.

c. Chief Accounting

Bertanggung jawab atas segala kegiatan yang berhubungan

dengan financial, tugasnya adalah mencatat dan mengelola segala

hasil penjualan produk hotel dan biaya-biaya pengoperasian hotel

setiap harinnya, yang nantinya menjadi bahan acuan budget pada

masa mendatang.

d. Executive Marketing

Departemen ini dipimpin oleh Marketing Manager yang

bertugas untuk menetapkan kebijakan-kebijakan dibidang pemasaran

(40)

commit to user

public relations dalam usaha menjalankan kegiatan pemasaran jasa

hotel.

e. Public Relations

Bertanggung jawab atas segala kegiatan yang berhubungan

dengan kegiatan kehumasan yang bekerjasama dengan pihak internal

dan eksternal hotel didalam memberikan pelayanan kepada

konsumen dan bertugas sebagai wakil perusahaan dengan pihak luar

Public Relations di hotel ini bersifat independen dan langsung

bertanggung jawab kepada General Manager sehingga di dalam

struktur organisasinya berdiri sendiri dan tidak masuk ke dalam

masing-masing departement.

f. Personal Departement

Tugas dan tanggung jawabnya adalah menangani

masalah-masalah kepegawaian, di mulai dari penerimaan pegawai,

perekrutan pegawai sampai pada masalah pembagian gaji pegawai.

Departement ini memiliki pengaruh besar terhadap kelangsungan

hidup para pegawainya dan dipimpin oleh seorang Personal

Manager

g. Sales and Marketing Departement

Tugas dari departement ini adalah mempromosikan dan

menawarkan atau menjual segala fasilitas-fasilitas hotel melalui dari

tipe kamar yang akan ditawarkan kepada klien dengan mengadakan

(41)

commit to user h. Chief Eginer

Departement ini bertugas mengawasi, memelihara serta

memperbaiki semua peralatan yang dimiliki hotel. Dalam hal ini

perangkat keras seperti: listrik, pompa air, AC dan lain-lain.

i. Security Departement

Departement ini bertugas mengkoordinir petugas keamanan

hotel, menjaga ketertiban dan keamanan tamu hotel dari segala

keluhan dan gangguan, baik, itu dari lingkungan masyarakat sekitar

yang sengaja mengganggu ketenangan tamu.

j. Chief Steward

Bertanggung jawab untuk kebersihan dan keteraturan,

material dan alat-alat pembersih area food & beverage.

k. Front Office Departement

Bertanggung jawab atas tingkat hunian kamar yang bertugas

dalam memberikan pelayanan dan menerima tamu yang akan

menginap dan menikmati fasilitas hotel serta kondisi hotel, keadaan

dari tamu yang telah menginap maupun mereservasi baik itu melalui

asal negara, nama perusahaan, alamat kerja, nomer pasport, lama

tinggal, dan lain-lain yang berhubungan dengan quest registration.

l. House Keeping

Bertugas mengkoordinir persiapan kamar yang akan dijual

kepada tamu, melayanikeperluan tamu yang berhubungan dengan

(42)

commit to user

menghadapi complaint / keluhan tamu terhadap pelayanan yang

tidak sesuai dengan keinginan tamu dan janji tamu.

m. Food & Beverage

Bertugas mengkoordinir pelayanan dalam menyajikan

makanan dan minuman kepada tamu yang menginap maupun yang

berkunjung setiap harinya, baik itu restaurant, bar, story cake, dan

pastry yang dijual dalam lokasi hotel dan juga bertanggung jawab

penuh dalam menentukan harga makanan dan minuman apakah

sudah termasuk pajak atau belum.

n. Laundry

Bertugas mencuci dan menyeterika pakaian tamu, seragam

karyawan dan kelengkapan linen milik hotel. Termasuk juga

memelihara dan merawat gordyn, sprey dan taplak meja yang

digunakan didalam kamar.

B. Laporan Magang Kerja

1. Pengertian Magang Kerja

Magang kerja merupakan suatu bentuk kegiatan penunjang

perkuliahan di luar kampus yang berorientasi pada dunia kerja. Magang

kerja ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat menerapkan teori yang

sudah diperoleh di bangku perkuliahan. Selain itu, pada waktu magang

kerja mahasiswa juga melakukan penelitian untuk memperoleh data yang

(43)

commit to user

2. Tujuan Magang Kerja

a. Supaya mahasiswa dapat memahami dan menguasai materi-materi

perkuliahan, sehingga dapat menerapkan secara nyata teori yang

selama ini diperoleh selama perkuliahan.

b. Supaya memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang berharga di

tempat magang kerja.

c. Dapat mengamati persoalan yang dihadapi di dalam dunia kerja dan

belajar mengatasi persoalan tersebut.

d. Untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan dalam mencapai gelar

ahli madya (A.Md).

3. Lokasi Magang

Lokasi magang kerja ini dilaksanakan di hotel Grand Settiakawan

Jl. Ahmad Yani 290 A Surakarta.

4. Kegiatan Magang Kerja

Kegiatan selama magang dan di bimbing oleh Bpk.Sri Jono

selaku Marketing di Hotel Grand Setiakawan.

a. Pada minggu pertama kami melakukan hal-hal sebagai berikut :

1) Mengenali tempat-tempat yang penting secara umum dan

divisi-divisi yang ada ,serta pengenalan dengan staff-staff yang ada di

Hotel Grand Setiakawan.

2) Menganalisis hotel-hotel pesaing di daerah Solo melalui media

(44)

commit to user

3) Menyebarkan penawaran harga kepada perusahaan lain dengan

cara mengirim FAX.

4) Mengenali produk-produk yang dimiliki hotel.

b. Di minggu kedua kami sudah merasa nyaman dengan lingkungan

kerja, sehingga selama menjalakan terasa nyaman. Minggu kedua

kami mendapatkan tugas sebagai berikut :

1) Menawarkan produk hotel dengan cara sales call

2) Melihat cara mempresentasikan sebuah kegiatan dengan pihak

eksternal

3) Mempromosikan produk hotel kepada tamu yang datang.

c. Di minggu ketiga kami sudah mulai mendapatkan kepercayaan untuk

menghandel sebagian kegiatan-kegatan kecil yang akan dilaksanakan

oleh Hotel Grand Setiakawan, dan tugas yang dikerjakan adalah :

1) Memindahkan data-data tamu yang datang ke data base

komputer.

2) Mendokumentasikan kegiatan yang dihadiri oleh General

Manager Hotel Grand Setiakawan.

d. Diminggu keempat kami mendapat tugas :

1) Membuat Banquet Event Order antara lain, Sosialisasi Program

KUR Bagi Usaha Mikro ,Kecil,Menengah Dan Koperasi (24

Februari 2012).

2) Membantu membuat event antara lain event, The ESQ Way 165

(45)

commit to user

3) Membuat Banquet Event Order antara lain, Lomba Science

Olympiade Nasional SMP RSBI (23-26 Februari 2012).

C. Analisis Data dan Pembahasan

Pada bab analisis data ini akan dianalisis semua data yang telah

diperoleh dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Analisis data

merupakan bagian yang penting dalam suatu penelitian karena akan

digunakan dalam mengambil kesimpulan dari permasalahan yang dihadapai.

Analisis data yang digunakan yaitu dengan cara melakukan analisis deskriptif

dari hasil kuesioner.

1. Gambaran Umum Responden

Responden dalam penelitian ini adalah pengguna jasa Hotel

Grand Setiakawan.jumlah responden yang diteliti sebanyak 100

responden. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kuesioner yang

telah dibagikan, maka responden dapat digolongkan berdasarkan jenis

kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan.

a. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin dibedakan menjadi dua yaitu laki-laki dan

perempuan. Tabel III.1 menunjukkan distribusi jenis kelamin

(46)
[image:46.595.164.511.129.491.2]

commit to user Tabel III.1

Diskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Orang Persentase

Laki –laki 83 83 %

Perempuan 17 17 %

Jumlah 100 100 %

Sumber: Data Primer 2012.

Tabel III.1 menjelaskan mengenai distribusi jenis kelamin,

bahwa dari 100 responden yang mengisi kuesioner dapat diketahui

bahwa jumlah responden berjenis kelamin laki-laki lebih besar

daripada perempuan, yaitu 83 %. Hal ini dikarenakan mayoritas

laki-laki lebih banyak yang melakukan pekerjaan, sehingga

membutuhkan layanan jasa hotel untuk tempat beristirahat atau

untuk tempat bisnis.

b. Responden Berdasarkan Usia

Di dalam penelitian ini, responden dikelompokkan menjadi

lima kelompok usia yaitu usia kurang dari 20 tahun, usia antara 20

sampai 30 tahun, usia 31-40 tahun, usia 41-50 tahun, dan usia lebih

dari 50 tahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner

yang disebarkan, maka distribusi usia responden dapat diketahui

(47)
[image:47.595.167.511.125.503.2]

commit to user Tabel III.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia ( umur ) Jumlah Orang Presentase

20 – 30 66 66 %

30 – 40 23 23 %

40 – 50 11 11 %

50 – 60

Jumlah 100 100 %

Sumber: Data Primer 2012

Tabel III.2 dapat dilihat bahwa responden dari penelitian ini

mayoritas berumur antara 20 - 30 tahun, yaitu mencapai 66

responden. Hal ini disebabkan responden yang memiliki umur antara

20 - 30 tahun banyak yang telah menggunakan jasa hotel untuk

berbagai kegiatan.

c. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Di dalam penelitian ini, responden dikelompokkan menjadi

lima jenis pendidikan terakhir yaitu SD, SLTP, SLTA, DIII, S1, S2.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang

disebarkan, maka distribusi jenis responden berdasarkan tingkat

(48)
[image:48.595.169.509.133.500.2]

commit to user Tabel III.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan Jumlah Orang Persentase

SD

SMP

SMA 35 35 %

D3 40 40 %

S1 25 25 %

Jumlah 100 100 %

Sumber: Data Primer 2012

Tabel III.3 dapat dijelaskan bahwa rata-rata responden

pendidikan terakhirnya sangat berimbang, SMA sebesar 35% dan D3

sebesar 40%. Hal ini disebabkan karena memang konsumen di Hotel

Grand Setiakwan bukan hanya dari kalangan tertentu saja, tetapi bisa

mencakup segala kalangan.

d. Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Di dalam penelitian ini, responden dikelompokkan menjadi

lima jenis pekerjaan yaitu Mahasiswa / Pelajar, Pegawai Negeri /

PNS, Swasta, Wiraswasta dan Lain-lain untuk mewadahi jenis

pekerjaan responden selain yang telah dikategorikan di atas.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang

disebarkan, maka distribusi jenis pekerjaan responden dapat

(49)
[image:49.595.170.508.162.490.2]

commit to user Tabel III.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Orang Presentase

Mahasiswa 21 21 %

Wiraswasta 25 25 %

Pegawai Negeri 26 26 %

Karyawan Swasta 28 28 %

Jumlah 100 100 %

Sumber: Data Primer 2012

Tabel III.4 dapat dijelaskan bahwa karakteristik berdasarkan

pekerjaan sangat beragam dari Mahasiswa, Wiraswasta dan Pegawai

Negeri yaitu rata-rata sebesar 25 %. Dan sebanyak 28 % dari

kalangan Karyawan Swasta. Itu menandakan bahwa konsumen yang

ada di Hotel Grand Setiakawan itu tidak hanya di dominasi dari

kalangan tertentu saja. Kebanyakan para pebisnis yang sedang ada

pekerjaan di luar kota, biasanya menginap di hotel untuk sejenak

beristirahat. Tapi karena di Hotel Grand Setiakawan ini juga ada

tempat untuk acara seminar dan tempat fitnes, maka bisa juga

konsumen dari kalangan mahasiswa dan para wiraswasta.

2. Analisis Tingkat Penilaian Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan di

(50)

commit to user

Analisis tingkat penilaian konsumen terhadap kualitas pelayanan

kepentingan dan kinerja digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan

dari konsumen Grand Setiakawan. Dimana dalam hal ini didasarkan pada

(51)

37 No. Atribut Penilaian

Dimensi Tangibles SS S N TS STS Skor

1. Karyawan Hotel Grand Setiakawan selalu ramah dalam melayani konsumen.

79 20 1 100

2. Kamar Hotel yang nyaman, ber AC &Fasilitas yang memadai. 11 89 100

3. Karyawan dan Staf selalu menjaga kebersihan dan merawat fasilitas Hotel.

11 89 100

Dimensi Reliability

1. Karyawan dan Staf cepat dalam menangani keluhan konsumen. 77 21 2 100

2. Kemudahan dalam pelayanan, prosedur dan administrasi.

19 79 2 100

3. Bila konsumen memilik imasalah tentang kenyamanan kamar dan fasilitas hotel maka pihak hotelakan cepat

membantu dalam mengatasinya. 13 84 3 100

Dimensi Responsiveness

1. Karyawan hotel dapat melayani konsumen sesuai preosedur. 23 74 3 100

2. Karyawan Hotel slalu siap untuk melayani konsumen selama 24 jam. 68 30 2 100

3. Karyawan Hotel sangat tanggap terhadap kebutuhan konsumen. 22 77 1 100

Dimensi Assurance

1. Karyawan hotel selalu menjalin hubungan baik dengan para konsumen lama maupun konsumen baru. 65 31 4 100

2. Apabila anda ingin menyewa kamar bisa melalui via e-mail maupun telepon. 15 81 4 100

3. Karyawan hotel memberikan pelayanan penuh dalam melayani konsumen.

13 85 2 100

Dimensi Emphaty

1. Karyawan Hotel selalu menerima kritik dan saran serta keluhan dari konsumen.

16 83 1 100

2. Adanya solusi terbaik dalam memecahkan masalah pada konsumen.

19 81 100

3. Perhatian karyawan hotel saat melayani nasabah

(52)

commit to user

Berdasarkan hasil kuesioner diatas dapat dilihat tentang Tingkat

Penilaian Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan di Hotel Grand

Setiakawan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1) Dimensi Bukti Fisik

Pada faktor sikap karyawan yang ramah dalam melayani

konsumen mencapai 79% di mana responden memberikan penilaian

sangat setuju. Hal ini menandakan bahwa, sikap dari karyawan saat

melayani para konsumen sudah memenuhi syarat etika dan kesopanan,

sehingga sikap dari para karyawan harus selalu di perhatikan agar

dapat memenuhi harapan konsumen.. Kebersihan dan kenyamanan

fasilitas Hotel tingkat kesesuaiannya mencapai 89% di mana

responden setuju atas kebersihan yang ada di hotel Grand Setiakawan.

Hal ini berarti kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang ada di hotel

Grand Setiakawan mampu memberikan kepuasaan terhadap

konsumen. Untuk faktor fasilitas Hotel yang memadai tingkat

kesesuaiannya menunjukkan 89 %. Hal ini berarti fasilitas dari Hotel

Grand Setiakawan sangat diperhatikan dan berkuantitas sehingga

dapat memenuhi harapan konsumennya.

2) Dimensi Keandalan

Dalam dimensi keandalan dapat dilihat dari faktor cepat dalam

menangani keluhan konsumen kesesuaiannya adalah 77 % setuju. Ini

menandakan bahwa pelayanan yang diberikan Hotel Grand

(53)

commit to user

harapan.Kemudahan dalam proses Kemudahan dalam pelayanan,

prosedur dan administrasi, tingkat kesesuaiannya anatara kinerja dan

kepuasan adalah 79 % setuju. Hal ini terbukti bahwa, kemudahan

pelayanan dari Hotel Grand Setiakawan dalam kemudahan proses

pelayanan telah memenuhi harapan konsumen. Kemampuan petugas

lapangan dalam menyelesaikan keluhan yang di berikan oleh

konsumen tingkat kesesuainnya adalah 84 % setuju. Hal ini terbukti

bahwa Hotel Grand Setiakawan sangatlah baik dan cepat dalam

menyelesaikan keluhan konsumen.

3) Dimensi Daya Tanggap

Karyawan hotel dapat melayani konsumen sesuai preosedur,

tingkat kesesuaiannya mencapai 74 % setuju. Hal ini terbukti dengan

adanya ketepatan waktu dalam menangani keluhan yang di berikan

oleh konsumen. Karyawan Hotel slalu siap untuk melayani konsumen

selama 24 jam. Tingkat kesesuaiannya mencapai 68% setuju atas

kinerja para karyawannya. Karyawan Hotel sangat tanggap terhadap

kebutuhan konsumen, tingkat kesesuaiannya sebesar 77% setuju

terbukti bahwa, kecepatan dalam memproses dan penyampaikan

pelayanan (ketepatan waktu) terbukti memuaskan konsumen.

4) Dimensi Jaminan

Karyawan hotel selalu menjalin hubungan baik dengan para

konsumen lama maupun konsumen baru, mempunyai tingkat

(54)

commit to user

para karyawan Hotel Grand Setiakawan memiliki hubungan yang

baik. Pelayanan via telepon juga dapat di layani dengan baik dengan

tingkat kesesuaiannya sebesar 81% setuju atas pelayanan yang di

berikan. Dan untuk memberikan pelayanan menyeluruh,tuntas, dan

penuh mempunyai tingkat kesesuaian sebesar 85 % setuju. Hal ini

menunjukkan bahwa dalam memberikan pelayanan menyeluruh dan

tuntas, Hotel Grand Setiakawan terbukti sangat baik.

5) Dimensi Empati

Dalam perhitungan dimensi empati pada faktor kepekaan

petugas saat menerima keluhan konsumen, kritik maupun saran dari

konsumen memiliki tingkat kesesuaian sebanyak 83% setuju. Dimana

faktor ini sudah memenuhi harapan konsumen. Sedangkan untuk

adanya solusi terbaik dalam memecahkan masalah pada konsumen,

memiliki tingkat kesesuaian sebanyak 81% setuju. Dan perhatian

sikap karyawan saat melayani konsumen petugas, memiliki tingkat

(55)

commit to user BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil kuesioner diatas dapat dilihat tentang Tingkat Penilaian

Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan di Hotel Grand Setiakawan, maka

dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Dimensi Bukti Fisik

Pada faktor sikap karyawan yang ramah dalam melayani konsumen,.

Kebersihan dan kenyamanan fasilitas Hotel dan Untuk faktor fasilitas

Hotel yang memadai tingkat kesesuaiannya menunjukkan rata-rata

responden setuju atas pelayanan yang di berikan oleh pihak Hotel Grand

Setiakawan.

2. Dimensi Keandalan

Dalam dimensi keandalan dapat dilihat dari faktor cepat dalam menangani

keluhan konsumen, Kemudahan dalam pelayanan, prosedur dan

administrasi, Kemampuan petugas lapangan dalam menyelesaikan keluhan

rata-rata responden setuju. Hal ini terbukti bahwa Hotel Grand Setiakawan

sangatlah baik dan cepat dalam menyelesaikan keluhan konsumen.

3. Dimensi Daya Tanggap

Karyawan hotel dapat melayani konsumen sesuai preosedur, responden

rata-rata setuju. Hal ini terbukti dengan adanya ketepatan waktu dalam

(56)

commit to user

konsumen,responden mayoritas setuju. Dan dalam hal tingkat kecepatan

dalam memproses dan penyampaikan pelayanan (ketepatan waktu)

mayoritas responden setuju terbukti dapat memuaskan konsumen.

4. Dimensi Jaminan

Karyawan hotel selalu menjalin hubungan baik dengan para konsumen

lama maupun konsumen baru, kebanyakan responden sangat setuju. Hal

ini membuktikan bahwa, para karyawan Hotel Grand Setiakawan memiliki

hubungan yang baik. Pelayanan via telepon juga dapat di layani dengan

baik setuju atas pelayanan yang di berikan. Dan untuk memberikan

pelayanan menyeluruh,tuntas, dan penuh mempunyai tingkat kesesuaian

rata-rata responden setuju. Hal ini menunjukkan bahwa dalam

memberikan pelayanan menyeluruh dan tuntas, Hotel Grand Setiakawan

terbukti sangat baik.

5. Dimensi Empati

Faktor kepekaan petugas saat menerima keluhan konsumen, kritik maupun

saran dari konsumen mayoritas setuju. Dimana faktor ini sudah memenuhi

harapan konsumen. Sedangkan untuk adanya solusi terbaik dalam

memecahkan masalah pada konsumen, responden setuju. Dan perhatian

sikap karyawan saat melayani konsumen petugas mayoritas responden

(57)

commit to user B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diambil, maka dapat dikemukakan

beberapa saran dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan antara lain :

1. Dari sisi produk, hendaknya perusahaan tetap mempertahankan semua

produk yang ada. Dan kalau bisa menambah karyawan yang handal

dengan bidangnya masing-masing sehingga memudahkan kinerja semua

karyawan dalam membangun hotel yang bermutu tinggi

2. Dari sisi harga, hendaknya perusahaan lebih lagi dalam memberikan

sebuah paket khusus untuk konsumen atau tamu yang menginap lebih dari

2 hari, sehingga itu menarik atau membuat konsumen bisa lebih lama

untuk tetap menggunakan jasa di Hotel Grand Setiakwan.

3. Dari sisi tempat, konsumen sangat dimanjakan dengan letak Hotel Grand

Setiakawan yang sangat strategis, tetapi hendaknya perusahaan lebih

memperluas lagi lahan parkir, karena tidak luas, dan itu bisa menjadi

pertimbangan calon konsumen untuk membatalkan niatnya memakai jasa

di Hotel Grand Setiakwan.

4. Dari sisi promosi, hendaknya perusahaan menambah lebih banyak lagi

promosi pada pihak eksternal agar mampu mempertahankan konsumen

tetap hotel dan menarik calon-calon konsumen baru dengan melakukan

(58)

commit to user DAFTAR PUSTAKA

Durianto, Darmadi., Sugiarto, dan Tony Sitinjak, 2001, Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Istijanto .2005.Apliksasi Praktis Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia.

_______.2009.Aplikasi Praktisi Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia.

Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Jilid 2. Jakarta : Penerjemah Ancella Anitawati Hermawan . Prehallindo.

___________. 2004. Manajemen Pemasaran di Indonesia : Analisis,

Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Penerjemah Ancella Anitawati Hermawan . Salemba Empat.

Kotler dan Keller .2004.Marketing Management. Jakarta: Penerjemah Yohanes

Lamarto . Gramedia.

Lupiyoadi, Rambat. 2001.Manajemen Pemasaran Jasa,Teori dan Praktik.

Jakarta: Salemba Empat.

______________. 2006.Manajemen Pemasaran.Jakarta: Salemba Empat.

Sekaran, Uma., 2006, Research Methods For Business (Metodelogi Penelitian untuk Bisnis), Edisi IV, Buku 2.,Jakarta: Salemba Empat

(59)

commit to user

_________. 1997. Pengukuran Tingkat Kepuasan Konsumen. Jakarta: PT

Rineka Cipta.

Tjiptono, Fandy. 1996. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi Ofset.

_____________. 2007. Strategi Pemasaran. Edisi Pertama. Yogyakarta: Andi Ofset.

(60)

commit to user

(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)

Gambar

Tabel III.2
Gambar III.1. Struktur Organisasi ..............................................................
Gambar II.1Kerangka Pemikiran
Gambar III.1
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari variabel Reliability, Responsiveness, Assurance, Tangible dan Empathy

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty) secara parsial maupun

Hasil penelitian yang terfokus pada pengaruh dimensi pembentuk kualitas pelayanan (yang terdiri dari Reliability, Assurance, Tangible, Emphaty, dan Responsiveness)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reliability, assurance, tangible, empathy, responsiveness sebagai pembentuk kualitas pelayanan jasa terhadap kepuasan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian tentang pengaruh kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty) terhadap kepuasan pelanggan pada

Jika diasumsikan seluruh dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari reliability, tangible, responsiveness, assurance dan emphaty adalah konstan (tidak berubah),

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty) terhadap niat beli

Terbukti 5 variabel reliability, responsiveness, assurance, emphaty, tangible dalam kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat dalam pembuatan Surat Izin