• Penjadwalan (scheduling) merupakan
komponen sistem operasi waktu nyata yang paling penting.
Validasi Algoritma Penjadwalan
Penjadwalan harus divalidasi sebelum diimplementasikan pada RTS dan memenuhi kondisi berikut :
a. Setiap processor harus dialokasikan untuk 1 job.
b. Waktu processor total yang dialokasikan untuk tip job sama dengan waktu eksekusi actual atau maksimumnya.
c. Tidak ada job yang dijadwalkan sebelum waktu releasenya, agar processor tidak idle (standby, sementara ada task lain yang dapat dikerjakan)
Metode Penjadwalan
• Metode dinamik
Pemroses melakukan scheduling pada saat sistem berjalan berdasarkan task yang sedang running atau istilah lain disebut dengan online. Metode ini didesain dan bekerja atas permintaan layanan.
• Metode Statik
Model kendala waktu
• s = titik mulai pemrosesan task(start/ready time/release time)
• e = waktu pemrosesan T
• d = waktu deadline T
Syarat schedulling algoritma
• Ratio jaminan
Algoritma dapat menjamin penjadwalan task yang baru datang dan menjamin task dapat diproses sebelum deadline sebanyak mungkin
ideal =1
• Utilitas pemroses
Rate Monotonic Scheduling (RMS)
RMS merupakan algoritma untuk implementasi Hard Real Time System dengan Processor tunggal
Sifat-sifat algoritma : 1. Algoritma dinamis
2. Preemtive berbasis prioritas statik
• Beberapa asummsi pada algoritma Rate Monotonic Scheduling(RMS), antara lain semua task dalam himpunan task adalah
periodik, batas waktu relatif dari suatu task adalah sama dengan periodenya. Prioritas
suatu task adalah berbanding terbalik dengan periodenya.
• Pada sistem processor tunggal, waktu eksekusi tidak boleh lebih besar dari periode
U = e/p
Jika task berpriode 80 milidetik dan waktu eksekusi 55 milidetik, maka :