PENGARUH PROMOTION MIX TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI DONATUR DI DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR.

116  31  Download (2)

Teks penuh

(1)

PENGARUH

PROMOTION MIX

TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI DONATUR DI DOMPET DHUAFA JAWA TIMUR

SKRIPSI

Oleh:

SYAHRIAL ALI DZIKRI NIM. C74211171

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH SURABAYA

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Penelitian ini di latar belakangi oleh kegiatan pemasaran yang dilakukan Dompet Dhuafa Jawa Timur. Untuk menambah jumlah donaturnya perlu adanya sebuah media penghubung antara donatur dengan Dompet Dhuafa Jawa Timur yaitu melalui promosi sebagai media komunikasi antara Dompet Dhuafa Jawa Timur dengan masyarakat. Agar promosi dapat menarik perhatian dan mempengaruhi keputusan untuk berdonasi, maka dilakukan promotion mix (bauran promosi) yang di dalamnya terdapat beberapa variabel yaitu periklanan, promosi penjualan, penjualan personal, humas dan publisitas, dan pemasaran langsung.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei yang berusaha untuk mengetahui bagaimana pengaruh promotion mix terhadap keputusan menjadi donatur di Dompet Dhuafa Jawa Timur. Teknik pengumpulan data yaitu dengan metode kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Untuk pengujian instrumen menggunakan uji Validitas, dan Reliabilitas. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan metode Analisis Regresi Linier Berganda karena variabel yang digunakan lebih dari dua variable serta uji F dan uji t dengan bantuan Microsoft Excel 2007 dan software SPSS versi 16.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa promotion mix (X) dengan variabel periklanan (X1), promosi penjualan (X2), penjualan personal (X3), humas dan publisitas (X4), dan pemasaran langsung (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan donatur (Y). Selain itu nilai R Square (R2) sebesar 0,509 yang berarti besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 50,9%. Dari uji t diketahui bahwa secara parsial variabel promosi penjualan (X2), penjualan personal (X3), humas dan publisitas (X4) berpengaruh signifikan. Sedang variabel periklanan (X1) dan pemasaran langsung (X5) tidak berpengaruh terhadap keputusan donatur (Y). Dan variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur adalah variabel penjualan personal (X3) dengan nilai ttabel = 3,540 dan signifikansi 0,001.

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN ... iv

MOTTO ... v

ABSTRAK ... vi

PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR TRANSLITRASI ... xvi

BAB I : PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 10

C. Tujuan Penelitian ... 11

D. Kegunaan Hasil Penelitian... 11

1. Kegunaan Teoretis ... 12

2. Kegunaan Praktis ... 12

BAB II :KAJIAN PUSTAKA ... 13

(7)

1. Pemasaran ... 13

2. Promosi ... 14

3. Promotion Mix (Bauran Promosi) ... 17

2. Keputusan menjadiDonatur ... 26

3. Pengaruh Bauran Promosi terhadap Keputusan Donatur ... 30

B.Penelitian Terdahulu yang Relevan ... 31

C.Kerangka Konseptual ... 35

D. Hipotesis ... 37

BAB III : METODE PENELITIAN ... 39

A. Jenis Penelitian ... 39

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 40

C. Populasi dan Sampel ... 40

D. Variabel Penelitian ... 43

E. Definisi Operasional ... 44

F. UjiValiditas dan Reliabilitas ... 47

G. Uji Asumsi Klasik ... 48

H. Data dan Sumber Data ... 50

I. Teknik Pengumpulan Data ... 51

J. Teknik Analisis Data ... 52

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 54

A. Gambaran Umum LAZ Dompet Dhuafa Jawa Timur ... 54

1. Sejarah Singkat Dompet Dhuafa ... 54

2. Legalitas Dompet Dhuafa ... 56

(8)

4. Visi, Misi dan Tujuan Dompet Dhuafa ... 57

5. Struktur Organisasi Dompet Dhuafa Jawa Timur... 59

B. Analisis Data... 65

1. Karakteristik Responden ... 65

2. Gambaran Distribusi Item ... 68

3. Uji Validitas dan Reliabilitas ... 78

4. Uji Asumsi Klasik ... 83

5. Analisis Regresi Linier Berganda ... 84

6. Pengujian Hipotesis ... 85

a. Uji Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F) ... 85

b. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t) ... 87

BAB V PEMBAHASAN ... 95

A. Pengaruh Promotion Mix terhadap Keputusan menjadi Donatur secara Simultan ... 95

B. Pengaruh Promotion Mix terhadap Keputusan menjadi Donatur secara Parsial ... 96

BAB VI PENUTUP ... 104

A. Simpulan ... 104

B. Saran ... 105

DAFTAR PUSTAKA ... 106

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sebagai negara dengan penduduk yang relatif taat beragama, kegiatan berderma di Indonesia ditandai dengan motivasi mengikuti ajaran agama yang kuat. Dan dengan mayoritas penduduk beragama Islam penggalangan sumber daya sosial yang dominan juga terjadi pada kerangka pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Agama Islam, yang dianut mayoritas penduduk, tidak hanya mewajibkan penganutnya membayar zakat (sedekah wajib atas harta yang dikumpulkan dalam jumlah tertentu), tetapi juga sangat menganjurkan pengikutnya memberikan sedekah.1

Dorongan agama yang cukup kuat dan tradisi derma yang mengakar membuat tingkat kedermawanan (rate of giving) masyarakat Indonesia sanagt tinggi, bahkan tertinggi diantara beberapa negara Asia (India, Filipina, Thailand), maupun Amerika, Jepang, atau Jerman dan Prancis. Survei PIRAC/APPC menunjukkan 98% responden Indonesia (kelas A, B dan A/B) bersedekah, disusul oleh responden Thailand, 91%, Filipina, 78%,, dan India, 73%. Sedangkan orang Amerika yang menyumbang mencapai 73%, Jerman 44%, dan Prancis 43% (Times. 2000). 2

1 Hamid Abidin dan Kurniawati, Galang Dana Ala Media Strategi Efektif Mengumpulkan

(10)

2

Berbagai riset telah dilakukan untuk mencoba menghitung potensi zakat nasional. Dalam riset terbaru yang dilakukan oleh Riset terbaru adalah yang dilakukan oleh BAZNAS dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB) pada 2011. Dari riset ini terungkap, potensi zakat nasional mencapai angka 3,40% dari PDB, atau tidak kurang dari Rp217 triliun.3

Potensi zakat nasional sangat besar, yaitu Rp217 triliun. Tapi, dana zakat yang dapat dihimpun oleh BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ) masih sangat rendah. Yaitu baru 1%-nya atau sekitar Rp2,6 triliun. Hal ini terjadi, mungkin karena banyak muzakki yang membayar zakatnya langsung ke mustahik, tidak melalui amil zakat.4

Penelitian ini juga menemukan fakta menarik yang menunjukkan BAZ dan LAZ agaknya masih belum menjadi pilihan utama masyarakat dalam menyalurkan zakatnya. Survey 2007 ini menunjukkan bahwa hanya 6% dan 1,2% responden yang menyalurkan zakatnya ke BAZ dan LAZ. Sementara sebagian besar responden (59%) lebih memilih untuk menyalurkan zakatnya kepada masjid atau panitia khusus di sekitar rumah mereka. Ini berarti potensi realisasi zakat oleh lembaga amil zakat hanya sebesar 7,2% dari potensi zakat nasional.5

3Karsono Tadjudin dan Sunan Hasan, ”Potensi Zakat Nasional”, ZAKAT, Mei 2013, 6. 4Karsono Tadjudin dan Sunan Hasan, ”Potensi Zakat Nasional..., 7.

(11)

3

Dalam hal tempat pembayaran zakat, sebagian besar (72,8%) membayar di lembaga amil zakat informal (lembaga yang tidak berbadan hukum, tapi fungsinya sama seperti lembaga amil formal). Sisanya (27,2%) membayar ke lembaga amil formal berbadan hukum (BAZ dan LAZ). Alasan utama seseorang membayar zakat di lembaga amil informal adalah kemudahan, lingkungan, dan kepuasan. Sedangkan alasan seseorang membayar zakat di lembaga formal adalah transparansi, akses, kemudahan, lingkungan dan kepuasan.6

Oleh karena itu sangat wajar jika penggalangan dana ZIS dalam 10 tahun terakhir mengalami kemajuan yang luar biasa, karena potensi dana yang bisa di kelola masih sangat besar. Beberapa lembaga seperti Yayasan Dompet Dhuafa (DD) di Jakarta, Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) di Surabaya, Yayasan Daarut Tauhid di Bandung, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) di Jakarta, dan Rumah Zakat (RZ) Indonesia di Bandung, melakukan pengalangan dan ZIS secara profesional dan inofatif. Seperti layaknya lembaga filantropi modern, mereka menggunakan strategi direct mail (penggalangan dana lewat surat), media campaign (penggalangan dana lewat kampanye di media), membership (merekrut donatur menjadi anggota lembaga atau partisipan program), spesial event (menggalang dan lewat event khusus) dan strategi modern lainnya dalam menggalang dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) serta Wakaf, Qurban dan dana sosial islam lainnya.7

6 Ibid.,7

(12)

4

Bagi organisasi nirlaba seperti Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ), donatur merupakan salah satu unsur yang paling penting karena bagaimanapun organisasi nirlaba sangat menggantungkan hidupnya pada dana pihak ketiga baik itu donatur, sponsor ataupun yang lainnya, oleh karena itu organisasi nirlaba dituntut untuk mampu mengumpulkan dana secara efektif dan efisien demi kelangsungan hidupnya.8

Oleh karena itu, manajemen pemasaran yang baik perlu dilakukan oleh setiap perusahaan, mengingat pemasaran merupakan hal utama yang dilakukan oleh setiap perusahaan. Untuk tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan, maka perusahaan tidak hanya sekedar mengembangkan program yang baik tetapi juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi dengan para masyarakat umum, donatur, mitra dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan perusahaan. Informasi itu sangat penting dalam pemasaran, agar setiap pihak yang berkepentingan mengerti maksud dari usaha atau produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, dalam penyampaian informasi tersebut diperlukan adanya suatu kegiatan komunikasi yang efektif atau biasa disebut dengan kegiatan promosi.

Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, yaitu aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada

(13)

5

produk yang ditawarkan perusahaan tersebut.9 Promosi berhubungan erat dengan komunikasi. Sebagai contoh, ketika Lembaga Amil Zakat (LAZ) A berencana membuat suatu program kegiatan pemberdayaan masyarakat baru dan berpindah lokasi penjualan maka organisasi nirlaba harus menginformasikan kepada donatur aktual dan potensial mengenai keunggulan program kegiatan tersebut, berapa lama atau periode program tersebut dilaksanakan dan lokasi dimana program tersebut dilaksanakan. Para pemasar mengkomunikasikan informasi tentang organisasi dan program-programnya melalui kegiatan promosi.

Agar promosi yang dilakukan memberikan hasil yang maksimal perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi lain yang semuanya direncanakan untuk mencapai program penjualan.10 Para pemasar harus mempertimbangkan alat promosi mana yang akan digunakan dan bagaimana mengkombinasikan berbagai alat promosi menjadi strategi promosi yang tepat dan terpadu sehingga dapat mencapai tujuan pemasaran. Pada umumnya setiap perusahaan menggunakan alat promosi yang berbeda-beda, tergantung dengan karakteristik prosuk barang atau jasa dan situasi pasar persaingan yang dihadapi perusahaan. Namun pada dasarnya tujuan utama yang ingin dicapai adalah sama, yaitu untuk memberikan informasi

9 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: CV. Andi, 2008), 219.

(14)

6

mengenai perusahaan dan produknya serta mempengaruhi konsumen agar tertarik untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Keberhasilan organisasi nirlaba dalam memperoleh donatur baru juga tidak luput dari aktivitas promosi. Organisasi nirlaba membutuhkan komunikasi yang efektif dengan pasar sasaran. Besar kecilnya kemampuan untuk memperoleh donatur tergantung dari penyampaian informasi tentang organisasi nirlaba yang bersangkutan, yang secara nyata terlihat dari promotion mix (bauran promosi) yang diterapkan oleh organisasi nirlaba. Organisasi nirlaba harus memberikan informasi, mengingatkan dan meyakinkan para calon donatur mengenai segala hal yang berkaitan dengan pentingnya berdonasi, apa manfaat yang diperoleh oleh donatur dan masyarakat yang memperoleh donasi mereka, serta keunggulan program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh organisasi dengan sumber dana yang diperoleh dari para donatur dan meyakinkan donatur bahwa mereka juga berperan dalam melaksanakan perubahan masyarakat menjadi lebih baik dengan donasi yang telah mereka berikan.

(15)

7

tersebut dengan mengevaluasi berbabagi alternatif pilihan yang ada sebagai bahan pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan memilih.

Diantara Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada, Dompet Dhuafa Republika adalah pionirnya. Dompet Dhuafa adalah sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) yang didirikan pada tanggal 2 Juli 1993. Sebagai sebuah lembaga zakat nasional, Dompet Dhuafa memiliki jaringan kerja yang sangat luas, berupa 28 kantor cabang di beberapa provinsi di Indonesia dan di luar negeri seperti Amerika, Korea Selatan, Jepang, Hongkong dan Australia. Program-program yang ditawarkannya pun sangat variatif dan inovatif.

Dompet Dhuafa Republika dikenal dengan inovasi program pengumpulan zakatnya pada masyarakat banyak, melalui SMS, layanan jemput zakat, hingga penghimpunan zakat sambil berbelanja (kerjasama dengan supermarket). Strategi-strategi pengumpulan dana seperti inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan tersebut.11

Dompet Dhuafa Jawa Timur (DDJatim) dalam hal ini merupakan salah satu usaha jasa yang bergerak dalam organisasi sosial atau yayasan pengelola zakat, infaq, shadaqah dan wakaf (ZISWAF) cabang Dompet Dhuafa yang berada di Jawa Timur. Dengan dukungan personil (amil) full time, DDJatim berupaya mengeluarkan program-program inovatif, solutif dan berdaya guna sesuai dengan koridor syariah, sehingga dan ZISWAF bisa lebih efektif dalam menanggulangi berbagai macam problem sosial.

(16)

8

Dalam menarik minat calon donaturnya, Dompet Dhuafa Jawa Timur juga melakukan promosi untuk menarik minat calon donaturnya. DDJatim tidak hanya mengandalkan peningkatan mutu dan kualitas program-program kegiatannya semata, namun juga membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai masyarakat, komunitas, perusahaan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan melalui berbagai aktivitas promosi seperti menyebarkan brosur, mengikuti pameran kegiatan keislaman maupun pendidikan, membuka stan-stan di mall ketika bulan Ramadhan, perusahaan atau di pusat keramaian seperti di taman bungkul, memasang iklan di majalah dan baliho, memberikan beasiswa kepada murid SMP, SMA dan Mahasiswa yang kurang mampu, menggunakan media online seperti web, FB dan Twitter, mengadakan seminar, bakti sosial dan kompetisi, serta mengajak volunteer dari siswa maupun mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya.

(17)

9

Dhuafa Jatim tempat mereka memberikan donasi, zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

Sebagai gambaran awal, maka berikut ini akan disajikan data jumlah donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur dari tahun 2009-2013 yang dapat dilihat melalui tabel 1.1 berikut ini :

Tabel 1.1

Total Perolehan Dana Dompet Dhuafa Jawa Timur Periode 2009-2014 Tahun Total Perolehan

2009 61.052.402

Sumber: Dompet Dhuafa Jawa Timur

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa perkembangan total perolehan donasi dari tahun 2009-2014 yang diperoleh Dompet Dhuafa Jawa Timur selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Untuk jumlah donaturnya pun tentu mengalami perubahan. Berikut disajikan jumlah donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur dari tahun 2010-2014 yang dapat dilihat dari tabel 2.1 berikut ini :

Tabel 1.2

Total Donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur Periode 2010-2014 Tahun Jumlah donatur

2010 444

2011 1.175 2012 2.906 2013 5.336 2014 7.288

(18)

10

Dari tabel diatas dapat diketahui jumlah donatur dari tahun 2010-2014 yang diperoleh Dompet Dhuafa Jawa Timur selalu mengalami kenaikan. Bahkan sejak tahun 2011 ke atas, jumlah donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur mengalami kenaikan lebih dari 1000 orang donatur tiap tahunnya. Hal ini menandakan bahwa upaya bauran promosi merupakan salah satu faktor yang dilakukan Dompet Dhuafa Jawa Timur untuk meningkatkan jumlah donatur dan donasi cukup berhasil, namun untuk menguji apakah benar bauran promosi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan donatur memilih Dompet Dhuafa Jawa Timur sebagai tempat berdonasi diperlukan adanya penelitian lebih lanjut.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan suatu kajian tentang pengaruh promotion mix terhadap keputusan masyarakat untuk berdonasi dan menjadi donatur di Dompet Dhuafa Jawa Timur. Selanjutnya, penulis akan meneliti dengan judul “Pengaruh Promotion Mix terhadap Keputusan menjadi Donatur di Dompet Dhuafa Jawa Timur”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

(19)

11

2. Apakah terdapat pengaruh secara parsial antara variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan personal, hubungan masyarakat dan publisitas dan pemasaran langsung terhadap keputusan menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan personal, hubungan masyarakat dan publisitas dan pemasaran langsung terhadap keputusan menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur.

2. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial antara variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan personal, hubungan masyarakat dan publisitas dan pemasaran langsung terhadap keputusan menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur.

D. Kegunaaan Hasil Penelitian

Dalam melakukan suatu penelitian hasil yang diperoleh diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis maupun praktis.Manfaat teoritis berguna untuk mengembangkan disiplin ilmu yg berkaitan lebih lanjut dan praktis digunakan untuk pemecahan masalah aktual. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut :

(20)

12

Promosi adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu produk kepada pasar sasaran, untuk memberi informasi tentang keistimewaan, kegunaan dan yang paling penting adalah tentang keberadaannya, untuk mengubah sikap ataupun untuk mendorong orang untuk bertindak dalam membeli suatu produk.

a. Memberikan masukan bagi para peneliti lain untuk pengembangan penelitian lain sejenis

b. Sebagai sumbangan ilmiyah bagi perkembangan ilmu pengetahuan bagi institusi maupun akademis dan mahasiswa tentang pengaruh promotion mix terhadap keputusan masyarakat menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur.

2. Kegunaan Praktis

(21)

BAB 2

KAJIAN PUSTAKA

A. LandasanTeori

1. Pemasaran

Pemasaran pada dasarnya melakukan suatu kegiatan pokok yang

perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan yang menyediakan

barang dan jasa, maupun program kegiatan seperti organisasi nirlaba yang

bertujuan untuk menjual barang dan jasanya, maupun melakukan

penggalangan dana untuk membiayai program kegiatannya demi

mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya.

Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya, individu

dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan

dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan

produk yang bernilai dengan pihak lain.1 American Marketing

Association yang dikutip oleh mendefinisikan pemasaran sebagai fungsi

organisasi dan serangkaian proses menciptakan, mengkomunikasikan, dan

menyampaikan nilai bagi parapelanggan, serta mengelola relasi pelanggan

sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat bagi organisasi dan para

stakholdernya.2

1 Philip Kotler, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol,Jilid I

(Jakarta: PT Prenhallindo, 1997), 54.

(22)

14

Islam memandang marketing sebagai jual beli barang yang harus

dipajang ditunjukkan keistimewaan-keistimewaan dan

kelemahan-kelemahan dari barang tersebut agar pihak lain tertarik untuk

membelinya. Pemasaran ditinjau dari syari’ah menurut Kartajaya dan

Syakir Sula mengatakan bahwa pemasaran syari’ah atau syariah

marketing adalah sebuah disiplin bisnis strategis yang mengarahkan

proses penciptaan, penawaran dan perubahan value dari suatu inisiator

kepada stakeholders-nya, yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai

dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah (bisnis) dalam islam.3

2. Promosi

Promosi berkaitan dengan bagaimana cara mengkomunikasikan

suatu produk kepada masyarakat, agar produk tersebut dapat dikenal dan

akhirnya dibeli oleh masyarakat. Promosi merupakan suatu bagian yang

penting, bukan hanya bagi bank saja, akan tetapi juga bagi perusahaan

jenis lainnya. Promosi adalah suatu cara langsung atau tidak langsung

untuk mempengaruhi konsumen agar lebih suka membeli suatu merk

barang tertentu.4

3 Hermawan Kertajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung: Mizan

Pustaka, 2006), 26.

(23)

15

Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa

promosi sebagai suatu bagian pemasaran terpadu adalah suatu cara untuk

mempengaruhi konsumen secara langsung agar suka membeli atau

menggunakan barang merk tertentu.

Promosi salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program

pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk bila konsumen belum

pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna

bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya. Tujuan utama

promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta

mengingatkan konsumen sasaran tentang perusahaan dan bauran

pemasarannya.5

Dalam pandangan Islam promosi merupakan kegiatan yang

mengharuskan seseorang untuk selalu membangun hubungan antar

sesame. Ada beberapa nilai dan moral ekonomi Islam yang harus

diperhatikan dalam kegiatan promosi, antara lain :6

a. Larangan Mempromosikan Barang-barang Haram

Nilai dan norma moral yang pertama ditekankan adalah larangan mempromosikan barang-barang atau produk merek haram. Termasuk dalam kategori barang yang dilarang beredar (khamar) adalah segala jenis komoditi atau barang yang mengancam kesehatan manusia serta media informasi yang mempromosikan ide-ide rusak, hiburan yang berdampak negatif dan apa saja yang dapat menangkis

5 Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, jilid II, Edisi 13 (Jakarta:

Erlangga, 2010), 162.

6 Yusuf al-Qardawi, Ijtihad dalam Syari’at Islam, diterjemahkan oleh Achmad Syatari (Jakarta:

(24)

16

akidah dan etika umat manusia. Ikut mengedarkan dan mempromosikan barang-barang atau merek-merek tersebut berarti juga ikut bekerja sama dalam perbuatan dosa atau bahkan melakukan

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Q.S Al-Maidah:2)7

b. Berbuat Benar

Benar merupakan ruh bagi keimanan dan cirri utama seorang

mukmin. Bahkan berbuat benar juga merupakan ciri dan sifat yang

dimiliki oleh seorang Nabi. Tanpa kebenaran agama tidak akan dapat

berdiri dengan tegak dan tidak akan bisa stabil. Oleh karena itu salah

satu karakter pengusaha yang terpenting dan diridhai oleh Allah adalah

berbuat benar.

c. Menepati Amanat

Menepati amanat merupakan moral yang sangat mulia. Maksud

amanat adalah mengembalikan hak apa saja kepada pemiliknya, tidak

mengambil sesuatu yang melebihi haknya dan tidak mengurangi hak

orang lain. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an:

(25)

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil...(Q.S An-Nisa’: 58)8

d. Jujur (Setia)

Seorang pengusaha harus berlaku dengan jujur dan dilandasi

dengan keinginan agar orang lain mendapatkan kebaikan dan

kebahagiaan yang dia inginkan dengan cara menjelaskan cacat barang

dagangannya jika barang tersebut terdapat kecacatannya dan tidak

terlihat oleh pembeli.

3. Promotion Mix (Bauran Promosi)

Dalam mengelola suatu sistem komunikasi pemasaran

memerlukan suatu rancangan strategi dan program-program penjualan

yang efektif dan efisien. Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai

alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga

sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian

atau penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Hal ini

dilakukan dengan menggunakan alat-alat promosi.

Bauran promosi adalah berbagai metode untuk

mengkomunikasikan manfaat jasa kepada pelanggan potensial dan

aktual.”9 Tjiptono menyatakan bahwa promosi merupakan salah satu

8 Ibid., 69.

(26)

18

faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran.10 Betapapun

berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya

dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna baginya, maka konsumen

tidak akan pernah membelinya. Pada hakikatnya, promosi adalah suatu

bentuk komunikasi pemasaran, yaitu aktivitas pemasaran yang berusaha

menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau

mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia

menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan

yang bersangkutan.

Promotion mix merupakan kombinasi strategi yang paling baik

dari unsur-unsur promosi, maka untuk dapat efektifnya promosi yang

dilakukan oleh suatu perusahaan, perlu ditentukan terlebih dahulu

peralatan atau unsur promosi apa yang sebaiknya digunakan dan

bagaimana pengkombinasian unsur-unsur tersebut agar hasilnya dapat

optimal.11 Menurut Kotler dan Armstrong faktor-faktor yang ada di

dalam promotional mix ada 5, yaitu :12

a. Periklanan (Advertising)

Merupakan salah satu bentuk dari komunikasi impersonal yang

digunakan oleh perusahaan baik barang / jasa. Iklan merupakan salah

satu bentuk bauran promosi yang paling banyak digunakan oleh suatu

10 Fandy Tjiptono, Manajemen Jasa..., 70.

11Sofyan Assauri, Manajemen Pemasaran Modern : Dasar, Konsep, dan Strategi, edisi I, cetakan

ke enam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996), 234.

12 Philip Kotler dan Gary Amstrong, Dasar-Dasar Pemasaran, jilid I, Edisi 12 (Jakarta: Erlangga,

(27)

19

perusahaan dalam mempromosikan produknya.13 Paling tidak ini dapat

dilihat dari besarnya anggaran belanja iklan yang dikeluarkan setiap

perusahaan untuk merek-merek yang dihasilkan. Swastha menyatakan

bahwa iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari

pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk,

yang disusun sedemikian rupa, sehingga menimbulkan rasa

menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk

melakukan pembelian.14

Berdasarkan uraian-uraian di atas, diketahui bahwa periklanan

adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan,

pelaksanaan dan pengawasan iklan. Kotler menyatakan bahwa aspek

tujuan atu fungsi dari iklan adalah :15

1) Iklan yang bersifat memberikan informasi (informative), adalah iklan yang secara panjang lebar menerangkan produk jasa dalam tahap rintisan (perkenalan) guna menciptakan permintaan atas produk tersebut.

2) Iklan membujuk (persuasive advertising), iklan menjadi penting

dalam situasi persaingan, di mana sasaran perusahaan adalah

menciptakan permintaan yang selektif akan merek tertentu.

3) Iklan pengingat (reminder advertising), iklan ini akan sangat

penting dalam tahap kedewasaan suatu produk utnuk menjaga agar

konsumen selalu ingat akan produk tersebut.

13 Fandy Tjiptono, Manajemen Jasa..., 97.

14 Swastha DH et al., Pengantar Bisnis Modern, edisi ke-3 (Yogyakarta: Liberty, 2000), 78.

(28)

20

4) Iklan pemantapan (reinforcement advertising), yang berusaha

meyakinkan para pembeli bahwa mereka telah mengambil pilihan

yang tepat.

Untuk menampilkan pesan iklan yang mampu membujuk,

membangkitkan dan mempertahankan ingatan konsumen akan produk

yang ditawarkan, maka memerlukan daya tarik bagi audiens sasaran.

Daya tarik iklan sangat penting karena akan meningkatkan

keberhasilan komunikasi dengan audiens. Dalam pembuatan isi iklan

terdapat tiga jenis daya tarik yang digunakan, yaitu (1) daya tarik

rasional, dimana isi iklan dapat meningkatkan minat dan kepentingan

diri audiens. Isi pesan menunjukkan bahwa produk akan menghasilakan

manfaat yang dikehendaki; (2) daya tarik emosional, dimana isi iklan

dapat meningkatkan emosi positif atau negatif yang akan memotivasi

pembelian; (3) daya tarik moral, dimana isi iklan ditunjukkan untuk

memberitahukan tentang apa yang baik dan benar.16

Pada dasarnya tujuan pengiklanan adalah komunikasi yang

efektif dalam rangka mengubah sikap dan perilaku konsumen.17 Untuk

itu ada beberapa pilihan media yang dapat digunakan untuk melakukan

pengiklanan, antara lain melalui:

1) Surat kabar 2) Majalah 3) Radio

16 Philip Kotler, Manajemen Pemasaran..., 210.

(29)

21

4) Televisi

5) Papan reklame (outdoor advertising) 6) Direct mail

b. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Promosi Penjualan merupakan bentuk persuasi langsung

melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk

merangsang pembelian produk dengan segera dan / atau meningkatkan

jumlah barang yang dibeli konsumen. Promosi penjualan adalah

insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan

suatu produk atau jasa.18

Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam. Melalui

Promosi Penjualan, perusahaan dapat menarik konsumen baru,

mempengaruhi konsumennya untuk mencoba produk baru, mendorong

konsumen membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi

pesaing, meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana

sebelumnya) atau mengupayakan kerjasama yang lebih erat dengan

pengecer. Secara umum tujuan-tujuan tersebut dapat digeneralisasikan

menjadi:19

1) Meningkatkan permintaan dari para pemakai industrial dan /atau konsumen akhir.

2) Meningkatkan kinerja pemasaran perantara.

3) Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling dan iklan.

18 Fandy Tjiptono, Manajemen Jasa..., 136.

(30)

22

Sifat-sifat yang terkandung dalam promosi penjualan

diantaranya adalah :20

1) Komunikasi

Promosi penjualan mampu menarik perhatian dan memberi

informasi yang memperkenalkan pelanggan pada produk.

2) Insentif

Promosi penjualan memberikan keistimewaan dan rangsangan yang

bernilai bagi pelanggan.

3) Undangan

Promosi penjualan mampu mengundang khalayak untuk membeli

saat itu juga.

c. Penjualan Personal (Personal selling)

Personal selling merupakan komunikasi langsung (tatap muka)

antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu

produk kepada calon pelanggan terhadap produk sehingga mereka

kemudian akan mencoba dan membelinya.21 Penjualan pribadi adalah

alat yang paling efektif pada tahap lebih lanjut dalam proses

pembelian, khususnya dalam membangun preferensi, keyakinan, dan

tidakan pembeli.22

20 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran..., 229.

21Ratih Nurriyati, Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen, (Bandung: Alfabeta, 2010), 87.

(31)

23

Tiga karakteristik khusus penjualan personal adalah :23

1) Melibatkan hubungan yang hidup, cepat dan interaktif antara dua

orang atau lebih.

2) Memungkinkan semua jenis hubungan berkembang menjadi lebih

mendalam sehingga meningkatkan minat pelanggan.

3) Membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengar

wiraniaga dan memberikan respon balik.

d. Hubungan Masyarakat dan Publisitas (Public Relation and Publicity)

Hubungan masyarakat merupakan fungsi manajemen yang

membentuk dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan

antara organisasi dan masyarakat, yang menjadi sandaran keberhasilan

atau kegagalannya.24 Sehingga dapat dikatakan upaya tersebut

sekaligus untuk membangun hubungan baik dengan publik

internal/eksternal atau bahkan meningkatkan citra baik perusahaan.

Metode penempatan pesan ini tidak dikendalikan karena

sumber tidak perlu membayar media tersebut untuk penempatannya.

Terdapat bagian-bagian fungsi hubungan masyarakat, publisitas

sebenarnya merupakan bagian dari salah satu fungsi tersebut, fungsi

lainnya seperti iklan. Berbeda dengan publisitas iklan menggunakan

biaya dalam penempatan pesannya, secara lebih terperinci iklan

merupakan salah satu unsur bauran pemasaran yang sudah dijelaskan

23 Gugup Kismono, Pengantar Bisnis, edisi I (Yogyakarta: BPFE, 2001), 95.

(32)

24

sebelumnya. Fungsi lain dari hubungan masyarakat antara lain press

agentry, public affair, manajemen isu, lobbiying, hubungan investor.25

Hubungan masyarakat (humas) didefinisikan sebagai fungsi

manajemen yang menilai sikap publik, menentukan kebijaksanaan

seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta

merencanakan dan melakukan program kegiatan untuk meraih

pengertian dan dukungan publik.26 Hubungan masyarakat

mempermudah penyesuaian dan pemeliharaan dalam sistem sosial,

sehingga membuat kebutuhan fisik dan sosial kita terpenuhi.

Sedangkan dalam hubungan masyarakat membutuhkan 3 tahapan

utama yang meliputi:

1) Mengidentifikasi dan mengevaluasi sikap publik

2) Mengidentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi demi kepentingan publik

3) Menyusun dan mengimplementasikan program komunikasi yang dirancang untuk membentuk pemahaman dan penerimaan public terhadap organisasi.

e. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)

Pemasaran langsung adalah sistem pemasaran yang bersifat

interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk

menimbulkan respon yang terukur dan transaksi di berbagai lokasi.

Pada pemasaran langsung, komunikasi promosi ditujukan langsung

kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut

25 Ibid.

(33)

25

ditanggapi oleh konsumen tersebut, baik melalui telepon, pos atau

dengan datang langsung ketempat konsumen tersebut. Pemasaran

langsung adalah suatu unsur yang paling efektif di dalam melakukan

suatu bauran promosi.27 direct mail, mail order, direct response, direct

selling, telemarketing, dan digital marketing.

Pemasaran langsung merupakan bentuk tahapan-tahapan proses

implementasi pemasaran yang dimulai dari penyediaan produk berupa

barang/jasa, kemudian dilanjutkan dengan implementasi transaksi

antara penjual dan pembeli, yang membentuk adanya perilaku berupa

sikap dan tanggapan terhadap pemasaran yang diberikan berdasarkan

tingkat preferensi, keyakinan dan tindakan pembelian. Ciri dari

pemasaran langsung memiliki tiga ciri khusus yaitu:28

1) Konfrontasi personal adalah pemasaran langsung mencakup

hubungan yang luas, langsung dan interaktif antara dua pihak lain

dengan lebih dekat.

2) Mempererat yaitu pemasaran langsung yang memungkinkan

timbulnya berbagai hubungan mulai dengan hubungan pemasaran

sampai hubungan persahabatan. Wiraniaga biasanya sudah

benar-benar mengetahui minat pelanggan yang terbaik.

3) Tanggapan yaitu pemasaran langsung yang membuat pembeli

merasa berkewajiban untuk mendengarkan pembicaraan wiraniaga.

27 Fandi Tjiptono, Strategi Pemasaran..., 230.

(34)

Sumber : Fandi Tjiptono (2008)

4. Keputusan menjadi Donatur

Menurut Kotler bahwa keputusan untuk membeli yang diambil

oleh pembeli sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan.

Setiap keputusan untuk membeli tersebut mempunyai suatu struktur

sebanyak tujuh komponen, yang meliputi :29

a. Keputusan tentang jenis produk Dalam hal ini konsumen dapat

mengambil keputusan tentang produk apa yang akan dibelinya untuk

memenuhi dan memuaskan kebutuhan.

b. Keputusan tentang bentuk produk Konsumen dapat mengambil

keputusan untuk membeli suatu produk dengan bentuk tertentu sesuai

dengan seleranya.

(35)

27

c. Keputusan tentang merek Konsumen harus mengambil keputusan

tentang merek mana yang akan dibeli karena setiap merek mempunyai

perbedaan-perbedaan tersendiri.

d. Keputusan tentang penjualnya Konsumen dapat mengambil keputusan

dimana produk yang dibutuhkan tersebut akan dibeli.

e. Keputusan tentang jumlah produk Konsumen dapat mengambil

keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibeli.

f. Keputusan tentang waktu pembelian Konsumen dapat mengambil

keputusan tentang kapan dia harus melakukan pembelian.

g. Keputusan tentang cara pembayaran Konsumen dapat mengambil

keputusan tentang metode atau cara pembelian produk yang akan

dibeli, apakah secara tunai atau kredit. Keputusan tersebut akan

mempengaruhi keputusan tentang penjualan dan jumlah

pembeliannya.

Menurut Kotler terdapat beberapa tahapan dalam proses

pengambilan keputusan yang dilakukan pelanggan, yaitu:30

Gambar 2.1

Proses Pengambilan Keputusan Membeli: Model Lima Tahap

Sumber: Kotler Keller, 2010

30 Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran..., 185.

(36)

28

a. Pengenalan Kebutuhan

Proses pembelian dimulai ketika seseorang menyadari kebutuhannya.

Orang tersebut memulai menyadari perbedaan keadaanya sekarang

dengan keadaan yang diinginkan. Kebutuhan dapat ditimbulkan oleh

rangsangan yang berasal dari dalam maupun luar individu.

b. Pencarian Informasi

Ketika seseorang telah sadar akan kebutuhannya, maka akan berusaha

untuk mencari informasi tentang bagaimana memenuhi kebutuhannya.

Dalam tahap ini konsumen dapat dibedakan menjadi dua level. Yang

pertama, heightened attention, konsumen yang termasuk dalam level

ini cenderung mau menerima informasi apa saja yang terkait dengan

produk yang ingin dibeli. Yang kedua, active information search,

konsumen akan secara aktif mencari semua informasi yang terkait

dengan produk yang ingin dibeli.

c. Evaluasi alternatif

Dalam melakukan keputusan pembelian, setiap konsumen normalnya

pasti akan berusaha mencari kepuasan. Sehingga dalam mengevaluasi

alternatif yang didapat dari hasil pencarian informasi, konsumen akan

lebih memperhatikan produk yang dapat memberikan keuntungan

yang dicari atau diharapkan oleh konsumen.

d. Keputusan Pembelian

Dalam memutuskan untuk membeli atau tidak membeli, akan ada dua

(37)

29

seseorang terhadap suatu merek yang mempengaruhi pertimbangan

konsumen dalam memilih suatu merek. Kedua, unanticipated

situational factors, yaitu meliputi kelengkapan suatu produk di dalam

pasar.

e. Perilaku Pasca Pembelian

Setelah melakukan pembelian suatu produk, konsumen akan dapat

merasakan apakah produk yang dibeli itu memuaskan atau tidak.

Maka dari situlah konsumen akan mempertimbangkan apakah akan

cukup sampai disitu saja dia berhubungan dengan merek yang telah

dibeli (bila tidak puas) atau apakah akan melakukan pembelian ulang

ketika dia membutuhkan produk yang sama.

5. Pengaruh Bauran Promosi terhadap Keputusan Memilih

Model perilaku konsumen yang dikemukakan Assael menerangkan

bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen,

yaitu:31

a. Konsumen individual

Pilihan untuk membeli suatu produk dengan merek tertentu

dipengaruhi oleh hal-hal yang ada pada diri konsumen. Kebutuhan,

persepsi terhadap karateristik merek, sikap, kondisi demografis, gaya

hidup, dan karakteristik kepribadian akan mempengaruhi pilihan

individu itu terhadap berbagai alternatif yang ada.

31 Sutisna, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdyakarya,

(38)

30

b. Lingkungan

Pilihan-pilihan konsumen terhadap merek dipengaruhi oleh

lingkungan yang mengitarinya. Seseorang konsumen melakukan

pembelian suatu merek produk, didasari oleh banyak pertimbangan.

Mungkin saja, seseorang membeli suatu merek produk karena meniru

teman satu kelasnya, atau juga mungkin karena tetangganya telah

membeli terlebih dahulu. Jadi interaksi sosial yang dilakukan oleh

seseorang akan turut mempengaruhi pada pilihan-pilihan merek

produk yang dibeli.

c. Stimuli pemasaran (strategi pemasaran)

Dalam hal ini, pemasar berusaha mempengaruhi konsumen

dengan menggunakan stimuli-stimuli pemasaran. Stimuli pemasaran

adalah setiap komunikasi stimuli fisik yang didesain untuk

mempengaruhi konsumen. Strategi pemasaran yang lazim

dikembangkan oleh pemasar yaitu produk, harga, promosi, dan

tempat. Produk, harga dan tempat adalah stimuli utama (primary atau

intrinsic stimuly). Promosi atau komunikasi yang didesain untuk

mempengaruhi perilaku konsumen adalah stimuli tambahan

(secondary stimuly) yang mempresentasikan produk seperti kata-kata,

gambar, dan simbol, atau stimuli lain yang diasosiasikan dengan

produk, harga, dan toko tempat produk itu tersedia. Promosi yang

gencar dilakukan bukan bertujuan untuk memperoleh keuntungan

(39)

31

melakukan pembelian. Tujuan utama dari promosi adalah

menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk serta

mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran

pemasarannya.

B. PenelitianTerdahulu yang Relevan

1. Canny Lestari (2014)

Judul penelitian “Pengaruh Social Marketing Campaign terhadap

Proses Pengambilan Keputusan Menjadi Donatur Greenpeace Indonesia”. Variabel yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah Social

Marketing Campaign dan Proses Pengambilan Keputusan. Objek

penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah donatur

Greenpeace Indonesia. Teknik analisis data penelitian terdahulu

menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.

Kesimpulan penelitian terdahulu adalah : social marketing

campaign positif dan signifikan terhadap proses pengambilan keputusan.

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang

adalah: sama-sama menggunakan variable proses pengambilan keputusan

dan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : (1)

variabel yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah social

marketing campaign dan proses pengambilan keputusan, sedangkan

penelitian sekarang menggunakan variabel periklanan, promosi penjualan,

(40)

32

pengambilan keputusan (2) Objek penelitian penelitian terdahulu adalah

donatur Greenpeace Indonesia, sedangkan Objek penelitian penelitian

sekarang adalah donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur..

2. Djunaedi (2011)

Judul penelitian “Analisis Pengaruh Atribut Produk, Harga, Bauran

Promosi terhadap Motivasi dan Keputusan Pembelian (Studi pada

Pelanggan Kartu Prabayar Telkomflexi-Trendy di Sawojajar, Kota

Malang)”. Kesimpulan penelitian terdahulu adalah: harga produk, selain

berpengaruh signifikan secara langsung terhadap motivasi pembelian,

juga berpengaruh signifikan secara langsung terhadap struktur keputusan

pembelian; sehingga harga produk juga berpengaruh signifikan secara

tidak langsung terhadap struktur keputusan pembelian melalui motivasi

pembelian

Variabel yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah merek,

bukti fisik, harga produk, iklan, promosi penjualan, word of mouth,

motivasi pembelian, dan struktur keputusan pembelian. Objek penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pelanggan Kartu Prabayar

Telkomflexi-Trendy di Sawojajar, Kota Malang. Teknik analisis data

penelitian terdahulu menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan

analisis jalur (path analysis).

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah :

sama-sama menggunakan iklan, promosi penjualan dan keputusan

(41)

33

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : (1)

Variabel yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah merek, bukti

fisik, harga produk, iklan, promosi penjualan, word of mouth, motivasi

pembelian, dan struktur keputusan pembelian, sedangkan penelitian

sekarang menggunakan variabel periklanan, promosi penjualan, penjualan

personal, humas dan publisitas, pemasaran langsung dan proses

pengambilan keputusan (2) Objek penelitian penelitian terdahulu adalah

Pelanggan Kartu Prabayar Telkomflexi-Trendy di Sawojajar, Kota

Malang, sedangkan Objek penelitian penelitian sekarang adalah donatur

Dompet Dhuafa Jawa Timur.

3. Serly Virgiola (2011)

Judul penelitian “Pengaruh Promotional Mix Terhadap

Peningkatan Citra pelumas Prima XP Pertamina”. Kesimpulan penelitian

terdahulu adalah: peubah promotional mix secara keseluruhan dapat

menjelaskan peubah citra Pelumas Prima XP Pertamina. advertising, sales

promotion dan publisitas berpengaruh secara nyata terhadap citra

Pelumas Prima XP Pertamina. Advertising memiliki pengaruh paling

dominan terhadap citra Pelumas Prima XP Pertamina.

Variabel yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah

advertising, sales promotion, personal selling publisitas dan citra produk.

Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen

(42)

34

data penelitian terdahulu menggunakan teknik analisis regresi linier

sederhana.

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah :

sama-sama menggunakan variabel periklanan, promosi penjualan,

penjualan personal, dan publisitas.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : (1)

Variabel yang digunakan pada penelitian terdahulu adalah advertising,

sales promotion, personal selling publisitas dan citra produk, sedangkan

penelitian sekarang menggunakan variabel periklanan, promosi penjualan,

penjualan personal, humas dan publisitas, pemasaran langsung dan proses

pengambilan keputusan (2) Objek penelitian penelitian terdahulu adalah

konsumen yang membeli oli di SPBU dan oli mart di kota Bogor,

sedangkan objek penelitian penelitian sekarang adalah donatur Dompet

Dhuafa Jawa Timur.

C. Kerangka Konseptual

Promosi merupakan alat bauran pemasaran yang meliputi semua

kegiatan yang dilakuakan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan

mempromosikan produknya ke pasar sasaran. Dalam praktiknya terdapat lima

peubah dari bauran promosi yakni periklanan (advertising), promosi

penjualan (sales promotion), penjualan personal (personal selling), hubungan

masyarakat dan publisitas (publicity) dan pemasaran langsung (direct

(43)

35

untuk dengan produk/program kegiatan yang dibuat, sehingga bersedia untuk

menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Untuk melihat pengaruh strategi promosi yang dilakukan Dompet

Dhuafa Jawa Timur digunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan

hasil tersebut, maka Dompet Dhuafa Jawa Timur dapat menentukan peubah

promosi yang paling berpengaruh terhadap keputusan masyarakat menjadi

donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur dan mengetahui langkah-langkah

promosi yang harus dilakukan untuk meraih, meningkatkan, dan

mempertahankan pangsa pasarnya. Untuk lebih jelas, kerangka penelitian

dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran

Strategi Promosi

Promotional Mix

Periklanan Promosi Penjualan

Penjualan Personal

Humas dan Publisitas

Pemasaran Langsung

Analisis Regresi Linier Berganda

Pengaruh Promosi

(44)

36

Dalam suatu penelitian, model konsepsi dapat menggambarkan suatu

fenomena dengan jelas dan mudah dimengerti mengenai sesuatu yang akan

diteliti. Konsep dibuat untuk penggolongan dan pengelompokan obyek-obyek

atau peristiwa-peristiwa yang memiliki ciri-ciri yang sama. Gambar dibawah

ini menggambarkan pengaruh promotion mix terhadap keputusan menjadi

donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Gambar 2.3 Model Konseptual

D. Hipotesis

Dalam penelitian ini dapat dibuat suatu kerangka hipotesis yang

menjadi landasan dalam penulisan ini, yang pada akhirnya akan diketahui

pengaruh variabel X terhadap cariabel Y, serta variabel mana yang

berpengaruh dominan dalam keputusan pembelian konsumen. Kerangka

hipotesis penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2.4 Kerangka Hipotesis

Promotion Mix (X) Keputusan Donatur (Y)

Periklanan (X1)

Promosi Penjualan (X2)

Penjualan Personal (X3)

Pemasaran Langsung (X5) Humas dan Publisitas (X4)

(45)

37

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian.32 Berdasarkan perumusan masalah, tinjauan pustaka dan

tinjauan penelitian, dapat ditarik hipotesis atau kesimpulan sementara pada

penelitian ini, yaitu:

H0: Periklanan (X1) tidak berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian (Y)

H1: Periklanan (X1) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian (Y)

H0: Promosi Penjualan (X2) tidak berpengaruh terhadap Keputusan

Pembelian (Y)

H1: Promosi Penjualan (X2) berpengaruh positif terhadap Keputusan

Pembelian (Y)

H0: Penjualan Personal (X3) tidak berpengaruh terhadap Keputusan

Pembelian (Y)

H1: Penjualan Personal (X3) berpengaruh positif terhadap Keputusan

Pembelian (Y)

H0: Humas dan Publisitas (X4) tidak berpengaruh terhadap Keputusan

Pembelian (Y)

H1: Humas dan Publisitas (X4) berpengaruh positif terhadap Keputusan

Pembelian (Y)

H0: Pemasaran Langsung (X5) tidak berpengaruh terhadap Keputusan

Pembelian (Y)

H1: Pemasaran Langsung (X5) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian (Y)

32 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D), (Bandung:

(46)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif,

yaitu menekankan analisisnya pada data-data numerical atau angka yang

diolah dengan metode statistika serta dilakukan pada penelitian inferensial

atau dalam rangka menguji hipotesis, sehingga diperoleh signifikansi

pengaruh antara variabel yang diteliti.1 Pendekatan ini menitik beratkan

pada pengujian hipotesis, data yang digunakan harus terukur, dan akan

menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralissikan. Pendekatan ini

dimulai dengan hipotesis dan teori-teori, model analisis, mengidentifikasi

variable, membuat definisi operasional, mengumpulkan data (baik primer

maupun sekunder) berdasarkan populasi dan sampel serta melakukan analisis

data. Dalam hal ini peneliti mencoba mengukur data-data pada pengaruh

promotion mix terhadap keputusan menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa

Timur.

Adapun jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian

survai. Penelitian survai adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu

populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang

pokok.2 Penelitian survai dapat digunakan untuk banyak tujuan. Dalam

1Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis..., 93.

2Masri Singarimbun & Sofian Effendi, Metode Penelitian Survei, (Jakarta: LP3ES,

(47)

39

penelitian kali ini, penelitian survai digunakan sebagai explanatory research,

yaitu penelitian yang bermaksud menjelaskan hubungan kausal anatara

variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.3

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Tempat penelitian ini dilakukan di kantor cabang Dompet Dhuafa

Jawa Timur yang berada di Jl. Bratang Binangun komplek Ruko RMI Blok

B-32 Surabaya. Telp/fax: 031- 502B-3290 / 031- 5026347. Alasan pemilihan

tempat penelitian ini karena tersedianya kelengkapan data yang dibutuhkan

dalam penelitian sehingga sangat mempermudah dan sangat membantu

kelancaran dalam melakukan penelitian.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan obyek yang diteliti dan terdiri

atas sejumlah individu, baik yang terbatas (finite) maupun tidak terbatas

(infinite).4Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek

atau obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di

terapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.5

Berdasarkan pengertian tersebut, maka yang menjadi populasi

dalam penelitian ini adalah donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur. Yang

3Ibid., 5.

4Murti Sumarni dan Salamah Wahyuni,Metodologi Penelitian Bisnis, (Yogyakarta: CV.

Andi Offset, 2006), 92.

(48)

40

diasumsikan tidak diketahui karena jumlah donatur yang begitu banyak

berkunjung dan berdonasi di Dompet Dhuafa Jawa Timur setiap hari.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi tersebut.6Mengingat jumlah populasi yang tidak diketahui

secara pasti, maka penentuan jumlah sampel yang akan digunakan dalam

penelitian ini adalah menggunakan rumus dari Rao Purba. Maka untuk

menentukan besarnya jumlah sampel donatur, digunakan rumus Rao

Purba sebagai sebagai berikut :7

݊ ൌ

Ͷሺ‘‡ሻଶ

Ket :

n = Jumlah ampel

Z = Tingkat distribusi normal pada taraf sinifikan 5% = 1,96

Moe =Margin of erroratau kesalahan maksimal yang bisa di

kolerasi, disini ditetapkan 10% atau 0,1

Dengan tingkat keyakinan sebesar 95% atau Z= 1,96 dan moe

10% maka jumlah sampel dapat ditentukan sebagai berikut :

݊ ൌ ͳǡ ͻ͸

ͶሺͲǡͳሻଶ

݊ ൌ͵ǡͺͶͳ͸

ͲǡͲͶ

݊ ൌ ͻ͸ǡͲͶ̱ͳͲͲ

6Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis..., 76-77.

(49)

41

Berdasarkan rumus diatas dapat diperoleh sampel populasi

sebanyak 96 orang. namun karena ada unsur pembulatan dan untuk

mempermudah perhitungan maka peneliti mengambil sampel sebanyak

100 responden.

Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan dalam

penelitian ini adalah Non Probality Sampling, yaitu pemilihan sampel

dengan metode-metode non probabilitas atau secara tidak acak,

elemen-elemen populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih

menjadi sampel.8Hal ini dilakukan berdasarkan pada pertimbangan waktu

yang relatif cepat dan biaya yang relatif murah maka metode

pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling.

Metode Accidental Sampling merupakan teknik pengambilan

sampel berdasarkan kebetulan yang ditemui atau siapa pun yang

dipandang oleh oleh peneliti cocok sebagai sumber data. Langkah langkah

yang dilakukan dalam teknik pengambilan sampel adalah sebagai berikut :

1. Donatur yang mengunjungi di Kantor Cabang Dompet Dhuafa Jawa

Timur.

2. Donatur yang mengunjungi di konter-konter Dompet Dhuafa Jawa

Timur di mall, perkantoran maupun pusat keramaian selama bulan

ramadhan.

8Nur Indriantoro dan Supomo, Metodologi Penelitian,(Yogyakarta: Penerbit BFFE,

(50)

42

3. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara mendatangi orang baru

yang menjadi donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur di mall,

perkantoran maupun pusat keramaian.

D. Variabel Penelitian

Variabel adalah sesuatu yang dijadikan objek penelitian atau yang

diteliti. 'DODP NRQWHNV LQL VXDWX YDULDEHO oPHUXSDNDQ VLPERO \DQJ GLEHUL

angka atau nilai.9Berkaitan dengan penelitian ini, variabel penelitian yang

terdiri dari variabel dependen dan variabel independen diuraikan sebagai

berikut :

1. Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi.10Variabel dependen

yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. Yang

dijadikan sebagai variabel dependen dalam penelitian ini adalah

keputusan donatur (Y).

2. Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi timbulnya

variabel dependen.11 Variabel independen dalam penelitian ini terdiri

dari :

a. Periklanan (X1)

b. Promosi Penjualan (X2)

c. Penjualan Personal (X3)

9Muhamad,Metodologi Penelitian Ekonomi Islam: Pendekatan Kuantitati, (Jakarta:

Rajawali Pers, 2008), 80.

10Ibid., 81.

(51)

43

d. Humas dan Publisitas (X4)

e. Pemasaran Langsung (X5)

E. Definisi Operasional

Sementara definisi operasional variabel merupakan suatu definisi yang

diberikan kepada suatu variabel dengan memberi arti atau menspesifikkan

kegiatan atau membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk

mengukur variabel tersebut.12Adapun definisi operasional dan pengukuran

variabel yang digunakan dalam penelitian ini masing-masing adalah :

1. Variabel Bebas (Independent)

a. Periklanan (X1) adalah bentuk promosi yang bertujuan untuk

sosialisasi, edukasi dan mengajak masyarakat untuk berdonasi di

Dompet Dhuafa Jawa Timur melalui media cetak dan elektronik.

Indikator untuk mengukur variabel ini adalah :

1) Pemahaman donatur tentang pesan iklan DDJatim di media

massa (Spanduk, Flayer, Billbord dll.).

2) Ketertariakan donatur akan desain iklan DDJatim.

3) Donatur ingat iklan DDJatim.

b. Promosi Penjualan (X2) adalah insentif jangka pendek untuk

mendorong masyarakat untuk berdonasi. Indikator untuk mengukur

variabel ini adalah :

1) Ketertarikan donatur akaneventyang diadakan DDJatim.

(52)

44

2) Ketertarikan donatur akan souvenir yang diberikan DDJatim.

c. Penjualan Personal (X3) adalah interaksi antar individu yang saling

bertatap muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki atau

mempertahankan hubungan antara amil dan donatur. Indikator untuk

mengukur variabel ini adalah :

1) Kenyamanan donatur ketika berinterakasi dengan amil DDJatim.

2) Amil DDJatim memiliki kecakapan dan pengetahuan yang

bermutu.

3) Kemampuan Amil DDJatim dalam menawarkan dan

memberikan penjelasan.

d. Humas dan Publisitas (X4) adalah usaha untuk membangun baik

hubungan dengan publik dan melindungi citra Dompet Dhuafa Jawa

Timur. Indikator untuk mengukur variabel ini adalah :

1) Kepercayaan donatur setelah melihat liputan kegiatan DDJatim

di media cetak.

2) Kepercayaan donatur setelah melihat liputan kegiatan DDJatim

di stasiun televisi (TV).

3) Pandangan donatur tentang DDJatim.

e. Pemasaran Langsung (X5) adalah komunikasi pemasaran yang

memungkinkan Dompet Dhuafa Jawa Timur untuk melakukan kontak

langsung dengan donatur individual. Indikator untuk mengukur

variabel ini adalah :

(53)

45

2) Pemasaran langsung yang dilakukan DDJatim membuat donatur

sadar akan keberadaannya.

2. Variabel Terikat (Dependent)

Keputusan Donatur (Y) merupakan keputusan donatur dalam

berdonasi di Dompet Dhuafa Jawa Timur. Indikator yang digunakan

adalah:

a. Donatur memahami tujuan promosi DDJatim.

b. Donatur senang dengan souvenir yang diberikan DDJatim.

c. Menjadi donatur DDJatim setelah mendapat penjelasan dari amil.

d. Tertarik dengan DDJatim setelah melihat liputan DD di media.

e. DDJatim menjadi alternatif pilihan dalam berdonasi.

f. Merasa yakin dengan DDJatim setelah berinteraksi dengan amil.

g. Keputusan berdonasi berdasarkan kemudahan mendapatkan informasi

tentang DDJatim.

h. DDJatim amanah dalam menyalurkan donasi.

i. Kepuasan menjadi donatur DDJatim.

j. Donatur merekomendasikan DDJatim kepada teman-temannya.

Skala yang digunakan adalah skala likert yaitu metode yang mengukur

sikap dengan menyatakan setuju atau ketidaksetujuannya terhadap subyek,

obyek atau kejadian tertentu, sedangkan skala pengukurannya menggunakan

interval yaitu skala pengukuran yang menyatakan kategori, peringkat dan

jarak construct dengan memberikan skor pada jawaban yang dipilih

(54)

46

a. Sangat Setuju dengan nilai : 5

b. Setuju dengan nilai : 4

c. Ragu-Ragu dengan nilai : 3

d. Tidak Setuju dengan nilai : 2

e. Sangat Tidak Setuju dengan nilai : 1

F. Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu

kuisioner.13 Suatu kuisioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada

kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh

kuesioner tersebut. Tingkat validitas dapat diukur dengan cara

membandingkan nilai rhitung(correlation item total orrelation) dengan nilai

rtabel dengan ketentuan untuk degree of freedom (df) = n-k, dimana n

adalah jumlah sampel yang digunakan dan k adalah jumlah variabel

independennya. 14 Dengan jumlah sampel (n) adalah 100 tingkat

signifikansi 0,05 maka r tabelpada penlitian ini adalah:

Bila : rhitung>rtabelberarti pertanyaan tersebut dinyatakan valid.

rhitung<rtabelberarti pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid

13Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS,(Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2005), 36.

(55)

47

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu

kuisioner yang merupakan indikator dari sutau variabel. Menurut

Ferdinand sebuah scale atau instrumen pengukur data dan data yang

dihasilkan disebut reliabel atau terpercaya apabila instrumen itu secara

konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan

pengukuran.15

Adapun cara yang digunakan untuk menguji reliabelitas kuisioner

dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus koefiien Cronbach

Alpha, yaitu:

a. Apabila koefisien Alpha > taraf signifikansi 60% atau 0,6 maka

kuisioner tersebut reliabel.

b. Apabila koefisien Alpha < taraf signifikansi 60% atau 0,6 maka

kuisioner tersebut tidak reliabel

G. Uji Asumsi Klasik

Agar dapat diperoleh nilai pemerkiraan yang tidak bias dan efisien

dari persamaan regresi, maka dalam pelaksanaan analisis data harus

memenuhi beberapa asumsi klasik sebagai berikut (pengolahan data dengan

komputerisasi menggunakan program SPSS):

15Ferdinand Augusty, Metode Penelitian Manajemen, (Semarang: Badan Penerbit

(56)

48

a. Uji Multikolinieritas

Tujuan dari non-multikolinieritas adalah untuk menguji apakah

pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independent. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem

multikolinieritas (multiko). Model regresi yang baik seharusnya tidak

terjadi korelasi diantara independent variabel.16

Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinieritas dapat

dideteksi dari besarnya nilai VIF (Variance Inflation Factor). Bila nilai

VIF lebih kecil dari 5 maka tidak terjadi non-multikolinieritas.

b. Uji Heteroskedastisitas

Tujuan uji non-heteroskedastisitas untuk menguji apakah dalam

sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari

suatu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual dari satu

pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas.

Dan jika varians berbeda, disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang

baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.17

Heteroskedastisitas diuji dengan menggunakan uji koefisien

korelasi Rank Spearman yaitu mengkorelasikan antara absolute residual

hasil regresi dengan semua variabel bebas. Apabila probabilitas hasil

korelasi lebih kecil dari 0,05 (5%), maka persamaan regresi tersebut

16Singgih Santoso, Buku latihan SPSS statistik parametik, (Jakarta: PT. Elex Media

Komputindo, 2001), 203.

Figur

 Tabel 1.1
Tabel 1.1 p.17
 Tabel 1.2 Total Donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur Periode 2010-2014
Tabel 1.2 Total Donatur Dompet Dhuafa Jawa Timur Periode 2010-2014 p.17
  Tabel 2.1 Alat-Alat Promosi
Tabel 2.1 Alat-Alat Promosi p.34
Gambar 2.1  Proses Pengambilan Keputusan Membeli: Model Lima Tahap

Gambar 2.1

Proses Pengambilan Keputusan Membeli: Model Lima Tahap p.35
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran

Gambar 2.2

Kerangka Pemikiran p.43
Gambar 2.3 Model Konseptual

Gambar 2.3

Model Konseptual p.44
Gambar 4.1Struktur Organisasi Dompet Dhuafa Jawa Timur

Gambar 4.1Struktur

Organisasi Dompet Dhuafa Jawa Timur p.68
gambaran umum

gambaran umum

p.73
Tabel 4.1Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4.1Karakteristik

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin p.73
Tabel 4.2Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Tabel 4.2Karakteristik

Responden Berdasarkan Usia p.74
Tabel 4.3Karakteristik Responden Berdasarkan

Tabel 4.3Karakteristik

Responden Berdasarkan p.74
Tabel 4.4Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Tabel 4.4Karakteristik

Responden Berdasarkan Pekerjaan p.75
Tanggapan Responden Terhadap Periklanan (XTabel 4.61)

Tanggapan Responden

Terhadap Periklanan (XTabel 4.61) p.77
Tanggapan Responden Promosi Penjualan (XTabel 4.72)

Tanggapan Responden

Promosi Penjualan (XTabel 4.72) p.78
Tanggapan Responden Penjualan Personal (XTabel 4.83)

Tanggapan Responden

Penjualan Personal (XTabel 4.83) p.79
Tanggapan Responden Terhadap Humas dan Publisitas (XTabel 4.94)

Tanggapan Responden

Terhadap Humas dan Publisitas (XTabel 4.94) p.80
Tanggapan Responden Terhadap Pemasaran Langsung (XTabel 4.105)

Tanggapan Responden

Terhadap Pemasaran Langsung (XTabel 4.105) p.82
Tabel 4.11

Tabel 4.11

p.83
Uji Validitas Variabel Periklanan (XTabel 4.121)

Uji Validitas

Variabel Periklanan (XTabel 4.121) p.87
Uji Validitas Variabel Penjualan Personal (XTabel 4.143)

Uji Validitas

Variabel Penjualan Personal (XTabel 4.143) p.88
Tabel 4.17Uji Validitas Variabel Keputusan Donatur (Y)

Tabel 4.17Uji

Validitas Variabel Keputusan Donatur (Y) p.89
Uji Validitas Variabel Pemasaran Langsung (XTabel 4.165)

Uji Validitas

Variabel Pemasaran Langsung (XTabel 4.165) p.89
Tabel 4.18Uji Reliabilitas

Tabel 4.18Uji

Reliabilitas p.90
Tabel 4.19Hasil Uji Asumsi Non-Multikollinieritas

Tabel 4.19Hasil

Uji Asumsi Non-Multikollinieritas p.91
Tabel 4.20Hasil Uji Asumsi Heteroskedastisitas

Tabel 4.20Hasil

Uji Asumsi Heteroskedastisitas p.92
Tabel 4.21Hasil Uji Normalitas

Tabel 4.21Hasil

Uji Normalitas p.93
tabel 4.22 sebagai berikut :

tabel 4.22

sebagai berikut : p.94
tabel berikut:

tabel berikut:

p.97
Tabel 4.24Hasil Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji F)

Tabel 4.24Hasil

Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji F) p.98
Tabel 4.25Hasil Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t)

Tabel 4.25Hasil

Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t) p.101

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di