• Tidak ada hasil yang ditemukan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pencatatan Daftar Presensi Mahasiswa Memanfaatkan Barcode KTM Melalui Jaringan Ethernet T1 612006026 BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pencatatan Daftar Presensi Mahasiswa Memanfaatkan Barcode KTM Melalui Jaringan Ethernet T1 612006026 BAB IV"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PENGUJIAN DAN ANALISIS

Bab ini akan membahas hasil perancangan dengan melakukan pengujian dan analisis. Pengujian dibagi menjadi dua bagian yaitu pengujian setiap bagian sistem dan pengujian sistem secara keseluruhan. Gambar – gambar yang akan disajikan berupa potongan gambar dari bagian sebuah form atau modul pencatat kehadiran. Hal ini dilakukan agar gambar yang diperlihatkan tidak terlalu besar.

4.1. Pengujian Setiap Bagian Sistem

Pengujian setiap bagian bertujuan untuk memeriksa kinerja setiap komponen penyusun sistem. Pengujian ini digunakan untuk memastikan bahwa bagian dari keseluruhan sistem sudah terkoneksi dengan baik.

4.1.1. Pengujian Koneksi LCD

Pengujian dilakukan untuk mengetahui bahwa koneksi LCD dengan mikrokontroler sudah benar, sehingga setiap karakter yang dikirimkan oleh mikrokontroler dapat tertampil dengan kondisi baik. Koneksi LCD diuji dengan pengiriman karakter - karakter oleh mikrokontroler untuk ditampilkan.

Tabel 4.1. Karakter untuk pengujian LCD.

Karakter Baris

HELLO WORLD 1

612006026 2

AbCdEfGhIjKlMnOp 3

(2)

Berdasarkan pada tabel 4.1 diperoleh hasil pada LCD berupa tampilan visual yang dapat dilihat pada gambar 4.1. Hasil yang terlihat pada gambar menunjukkan bahwa koneksi LCD dengan mikrokontroler sudah benar.

Gambar 4.1. Hasil pengujian koneksi LCD.

4.1.2. Pengujian Koneksi RTC

Pengujian koneksi RTC dengan mikrokontroler diperlukan untuk memastikan rangkaian RTC bekerja dengan baik. Pertama kali RTC akan diset data tanggal dan waktu, lalu catu daya dimatikan selama 5 menit. Setelah itu, mikrokontroler diprogram hanya untuk membaca RTC. Setelah dimatikan selama 5 menit, data tanggal dan waktu saat dinyalakan lagi harus memiliki selisih 5 menit. Kedua nilai tersebut ditampilkan ke LCD. Hasil dari pengujian ini dapat dilihat pada gambar 4.2.

(3)

Gambar 4.2 memperlihatkan bahwa koneksi rangkaian RTC terhadap mikrokontroler dalam kondisi baik. Pada gambar terlihat bahwa selisih waktu tidak tepat 5 menit, dikarenakan waktu pengambilan gambar terlambat. Pengujian dilakukan kembali dengan mematikan catu daya selama 10 menit, 1 jam, 1 hari. Hasil yang diperoleh adalah waktu RTC sesuai dengan yang semestinya.

4.1.3. Pengujian Pembacaan Label Barcode KTM

Pembacaan barcode KTM merupakan hal yang penting pada sistem, karena hasil pembacaan digunakan sebagai sumber data untuk pengisian daftar presensi. Proses pengujian dilakukan dengan melakukan pembacaan terhadap label barcode KTM, kemudian hasilnya ditampilkan di LCD. Tujuan dari pengujian ini adalah memastikan bahwa NIM yang terbaca pada label barcode benar.

Gambar 4.3. Hasil pembacaan KTM 612006026.

(4)

sudah tepat, sehingga dapat dipastikan proses penerimaan data oleh barcode scanner ke mikrokontroler sudah benar.

Tabel 4.2. Sebagian hasil pengujian pembacaan KTM.

NIM Sumber Data Status 112000921 bukan KTM Terbaca 112004123 bukan KTM Terbaca

232011105 KTM Terbaca

612005050 bukan KTM Terbaca 612006001 bukan KTM Terbaca

612006023 KTM Terbaca

612006026 KTM Terbaca

612006033 bukan KTM Terbaca

612006046 KTM Terbaca

612006049 bukan KTM Terbaca

612006053 KTM Terbaca

612006992 bukan KTM Terbaca

612010008 KTM Terbaca

612010033 KTM Terbaca

612010043 KTM Terbaca

622006001 bukan KTM Terbaca

802010078 KTM Terbaca

4.1.4. Pengujian Koneksi WIZ110SR

(5)

Gambar 4.4. Hasil pengiriman data mikrokontroler melalui WIZ110SR.

Data yang diterima sama dengan data yang dikirim mikrokontroler. Pada bagian akhir terdapat karakter ‘$’ karena digunakan untuk penanda pada buffer data WIZ110SR. Hasil pengujian dapat dilihat pada gambar 4.4. Pengujian juga dilakukan untuk kondisi sebaliknya, dan hasilnya mikrokontroler dapat menerima data sesuai dengan data yang dikirimkan.

4.1.5. Pengujian Indikator LED dan Buzzer

Pengujian indikator LED dan buzzer digunakan untuk mengetahui bahwa koneksi mikrokontroler dengan kedua indikator tersebut berhasil. Hasil pengujian untuk LED dapat dilihat pada tabel, kolom LED menyatakan LED yang menyala.

Tabel 4.3. Hasil uji mikrokontroler terhadap indikator LED.

Pengujian

ke - PORTB.3 PORTB.2 PORTB.1 LED

1 0 1 1 Merah

2 1 0 1 Kuning

(6)

Hasil pengujian buzzer yaitu ketika PORTB.0 diberi output tegangan low, maka buzzer berbunyi. Saat PORTB.0 outputnya high, maka buzzer tidak berbunyi.

4.1.6. Pengujian Form Data Mahasiswa dan Pengajar

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dimasukan melalui form ini tersimpan di database. Selain itu, pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi duplikasi data. Percobaan dilakukan dengan memasukkan data secara berurutan, dengan beberapa data yang telah tersimpan dimasukan kembali. Hasil percobaan ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.4. Hasil uji masukkan data mahasiswa.

Data ke - NIM Nama Tersimpan

1 612006026 Markus Adi Rianto Ya

2 612006001 Stefanus Hermawan Susanto Ya

3 612006024 Edify Wicaksono Ya

4 612006046 Yohanes Beni Wongsodihardjo Ya

5 612006023 Ari Wibowo Nur Ya

6 612007021 Suryo Santoso Ya

7 612006026 Markus Adi Rianto Tidak

8 612006046 Yohanes Beni Wongsodihardjo Tidak

9 612006023 Ari Wibowo Nur Tidak

10 612006040 Andy Agustia Ya

Tabel 4.5. Hasil uji masukkan data pengajar.

Data ke - Kode Pengajar Nama Pengajar Tersimpan

(7)

Tabel hasil pengujian menunjukan bahwa data dapat tersimpan pada database. Duplikasi data tidak terjadi, hal ini diperlihatkan ketika memasukkan data ke 7, 8, serta 9 pada tabel 4.4 dan data ke 5, 7, serta 10 pada tabel 4.5. Data – data tersebut tidak tersimpan dikarenakan sudah ada di database.

4.1.7. Pengujian Form Data Matakuliah

Pengujian form data matakuliah dilakukan serupa dengan pengujian form data mahasiswa dan pengajar. Tujuan dari pengujian ini adalah menunjukkan bahwa tidak terjadi duplikasi data matakuliah, dan pengajar pengampu matakuliah harus sudah terdaftar pada tabel pengajar. Hasil pengujian diperlihatkan pada tabel 4.6 dengan daftar pengajar mengacu pada tabel 4.5.

Tabel 4.6. Hasil pengujian form data matakuliah.

Pada tabel 4.6, data yang tidak dapat disimpan disebabkan karena tidak terdapat kode pengajar di database atau matakuliah tersebut sudah dimasukkan sebelumnya.

8 EE739 JARINGAN TELEKOMUNIKASI 61544 Tidak

9 EE516 PRAKTIKUM II 61527 Tidak

(8)

4.1.8. Pengujian Form Data Jadwal

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa jadwal kuliah yang tersimpan database tidak mengalami gangguan ketika jadwal bertabrakan. Gangguan yang dimaksud adalah data jadwal yang lama tergantikan oleh jadwal baru, dimana kondisinya bentrok karena memiliki waktu dan ruang yang sama. Solusi untuk mengatasi gangguan tersebut dengan memberikan proteksi pada saat memasukkan jam mulai dan selesai kuliah. Hasil pengujian dapat diamati pada tabel 4.7.

Tabel 4.7. Hasil pengujian form data jadwal.

4.1.9. Pengujian Form Data Peserta

Form data peserta diuji dengan memasukkan NIM untuk menjadi peserta suatu matakuliah. Beberapa data NIM yang dimasukkan ada pada tabel mahasiswa, dan sebagian tidak berada pada tabel tersebut. Hasilnya, NIM yang berhasil menjadi peserta matakuliah tersebut merupakan NIM yang ada pada tabel mahasiswa. Hasil dari pengujian ini yaitu untuk menjadi peserta suatu matakuliah, maka NIM mahasiswa tersebut harus sudah terdaftar di database.

Jam Data

ke -

Kode

(9)

4.1.10.Pengujian Form Input File

Pengujian form ini dilakukan dengan memasukkan beberapa file berformat daftar presensi matakuliah. Setelah file - file tersebut dimasukkan, semua data tersimpan dengan baik. Kemudian pengujian dilakukan dengan memasukkan kembali file – file tersebut, hasilnya terdapat pesan peringatan bahwa jadwal bertabrakan. Pesan peringatan menunjukkan adanya proteksi terhadap jadwal yang sudah ada di database.

4.1.11.Pengujian Form Koneksi

Form koneksi diuji dengan memberikan nilai IP dan ruang pada bagian form tersebut, lalu IP modul pencatat kehadiran disamakan dengan IP tersebut. Setelah itu, koneksi dibuka pada bagian form halaman utama menggunakan start button, server diberi IP 192.168.1.3. Pada bagian list box akan tampak bahwa modul yang menyala tersebut memiliki identitas berupa ruangan dimana modul tersebut diletakkan. Kemudian IP yang ada pada modul pencatat kehadiran diubah sehingga tidak sama dengan IP pada form koneksi, hasilnya modul tersebut akan dianggap sebagai modul asing. Pengujian ini dilakukan beberapa kali dengan mengubah parameter lainnya, data pengujian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.8. Hasil pengujian form koneksi.

(10)

4.1.12.Pengujian Catu Daya

Pengujian catu daya bertujuan untuk mengetahui apakah rangkaian catu daya dapat bekerja dengan baik. Pengujian dilakukan dengan membaca keluaran dari catu daya, dengan mengkondisikan listrik menyala dan padam. Hasil pengujian yakni saat listrik PLN dikondisikan menyala maka catu daya yang digunakan bersumber tegangan jala – jala, sedangkan untuk kondisi listrik padam, sumber yang digunakan adalah baterai. Kedua – duanya menghasilkan tegangan yang sama yakni mendekati 5 volt.

Gambar 4.5. Catu Daya Modul Pencatat Kehadiran.

Rangkaian charger dapat bekerja dengan baik, hal ini ditunjukkan dengan indikator berupa LED hijau akan menyala ketika baterai telah terisi mendekati 10 volt. Hal ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

(11)

4.1.13.Pengujian Data pada EEPROM

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data NIM dan waktu yang tersimpan di dalam EEPROM sesuai dengan format yang sudah ditentukan. Pengujian dilakukan dengan membawa modul ke kondisi offline mode, dengan meniadakan koneksi antara modul pencatat kehadiran dan server. Setelah masuk ke offline mode, proses scanning barcode KTM dilakukan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan KTM dengan NIM 612006026. Hasil yang didapatkan pada EEPROM mikrokontroler diperlihatkan pada gambar 4.7.

Gambar 4.7. Isi EEPROM alamat 0000h – 0019h.

Pada gambar 4.7 alamat 0000h dan 00001h digunakan untuk menyimpan alamat data paling akhir, pada gambar tersebut nilainya 0019h. Maka dari itu data yang tersimpan mulai dari alamat 0002h – 0019h. Agar lebih mudah diamati maka gambar tersebut diubah menjadi tabel 4.9.

Tabel 4.9. Isi EEPROM alamat 0002h – 0019h.

Alamat Isi Alamat

(heksadesimal) (Heksadesimal) (desimal) (karakter)

(12)

000B 3C - <

Bagian tabel yang bertanda (-) bukan berarti tidak memiliki nilai pada kategori kolom tersebut, tetapi dihilangkan agar mudah diamati. Apabila data pada tabel ditulis dalam bentuk data berurutan maka akan menjadi:

<H(12)<B(7)<T(12)<J(9)<M(13)<N(61)<O(6)<(12)(26)

Urutan data di atas didapatkan pada tabel 4.9 bagian isi alamat kolom desimal dan karakter. Mengacu pada bab 3 bagian format data presensi mahasiswa di EEPROM, maka hasil urutan data tersebut sebagai berikut:

12/7/2012 tanggal 9:13:12 waktu

612006026 NIM

(13)

4.1.14.Pengujian Aplikasi Server pada Form Halaman Utama

Pengujian ini dilakukan untuk menguji aplikasi sebagai server pada form halaman utama. Aplikasi server diuji menggunakan program client, di mana program ini dianggap sebagai modul pencatat kehadiran dan dibuat semirip mungkin dengan modul pencatat kehadiran. Program client akan mengirim instruksi kepada server kemudian menunggu respon dari server.

Kondisi awal pengujian adalah menekan tombol START pada form halaman utama, sehingga koneksi terbuka. Kemudian server akan menunggu adanya permintaan koneksi dari client, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.8. Koneksi terbuka pada form halaman utama.

(14)

Gambar 4.9. Hasil pengiriman dan penerimaan instruksi tanpa ada jadwal.

Pengujian yang kedua adalah dengan memasukkan jadwal kuliah EE213 pada form jadwal tanpa ada peserta, lalu diulangi proses yang sama. Hasilnya dapat dilihat pada gambar 4.10.

Gambar 4.10. Hasil pengiriman dan penerimaan instruksi untuk jadwal EE213.

Pengujian dilakukan kembali dengan mengirimkan data berupa NIM, tetapi pada matakuliah EE213 tanpa ada peserta kuliah. Respon server dapat dilihat pada gambar 4.11.

(15)

Pengujian dilakukan kembali dengan mengirimkan data berupa NIM, tetapi matakuliah EE213 diberi peserta. Hasil pengujian ada pada gambar. Pada gambar 4.9 terlihat bahwa respon menyatakan status mahasiswa adalah OK.

Gambar 4.12. Hasil pengiriman dan penerimaan data NIM peserta matakuliah.

Pengujian berikutnya adalah dengan mengubah status pada daftar peserta, agar mengetahui respon yang diberikan server. Secara berurutan status diubah menjadi OK-1, OK-2, OK-3 pada daftar peserta di database. Hasil dari pengujian ini ada pada gambar di bawah ini.

(16)

4.2. Pengujian Keseluruhan Sistem

Pengujian sistem secara keseluruhan dibagi menjadi dua, yakni pengujian dengan simulasi dan pengujian di lapangan. Pengujian dengan simulasi dilakukan untuk mengetahui bahwa sistem yang dirancang dapat berjalan dengan baik sebelum diuji di lapangan, pengujian dengan simulasi dibuat semirip mungkin dengan kondisi real. Pengujian di lapangan akan dilakukan di ruang kuliah.

4.2.1. Pengujian dengan Simulasi

Tujuan dari pengujian secara simulasi yakni untuk mencari waktu tunda dari sistem untuk online mode, dengan memperkecil gangguan berupa penambahan waktu di luar sistem. Selain itu, pengujian juga dilakukan untuk mencari apakah ada data yang tidak masuk pada database saat dua buah modul mengirimkan data hampir bersamaan.

Pada pengujian ini, akan digunakan sebuah simulasi sistem dengan mengambil contoh daftar presensi matakuliah mikrokontroler. Rincian matakuliah mikrokontroler terdapat pada gambar 4.14. Peserta yang mengikuti matakuliah tersebut dapat dilihat pada tabel 4.10. Total peserta berjumlah 33 mahasiswa.

(17)

Tabel 4.10. Daftar peserta matakuliah mikrokontroler.

NIM NAMA

612006008 DANUS INDRA BAYU 612006027 PENDA ANEKA PUTRA 612006028 PASKAHLIS TRI GUNAWAN 612006033 HERU ARIS PRANOTO 612006053 TRI MARDIYONO 612006057 ARYOJATI PURNOMO 612006066 RANJIT HENDRIYANTO

612007011 EVAN TRIANTO SIMANJUNTAK 612007013 ERIC SETIAWAN TANUWIJAYA 612007025 AGUSTINUS HERY WALUYO 612007029 PUTU ADITYA AMBARA 612007030 MUKHAMAD ROFIAN

612007031 IMANUEL ADITYO GALANG ROESTOMO 612007037 VANI BAYU AJI

612007038 DIDIK TARANATA KUSUMA 612007051 KAROL WOYTILA HALAUW 612007052 INDRA ADITYA SETIAWAN 612007061 NOFAN HARYANTO

612007072 FANNY RION SANTANA 612007074 ANOM HADYATMA 612007075 EKO INDRIASTO

612008023 SUKRA BAMBANG WAHYU TRI HATMAJA 612008024 ACIP SUSMAN ALYAHI

612008044 REVA DIAZ AIRLANGGA 612008064 CHRISTO EDHI LAKSMANA

612008075 DIRHAM KURNIAWAN PRASETYA 612008081 EKO SUYADI

612008083 CATUR BANGUN PRASTIYO 612009710 TRISNO

612010704 APSAT RANIMDAYA WEROKILA 612010802 RICKY ARDHIWARA

612011701 NICOLAS ALFONSO BRAMANTA 612011702 KRISNA PURNOMO SAPUTRO

(18)

Gambar 4.15. Hasil input file matakuliah mikrokontroler.

Pada gambar dapat dilihat bahwa informasi yang tertampil sama dengan rincian daftar presensi yang telah diperlihatkan gambar 4.14. Total peserta yang dimiliki sama dengan jumlah total peserta yang ada pada tabel 4.10. Pada gambar 4.15 bagian data grid memperlihatkan sebagian peserta yang mengikuti matakuliah tersebut, terlihat data berupa NIM 612006008 – 612007011. NIM – NIM tersebut merupakan sebagian peserta dari tabel 4.10.

(19)

Gambar 4.16. Daftar jadwal pada form jadwal.

Proses input file berupa daftar presensi matakuliah mikrokontroler telah berhasil dilakukan. Karena untuk menguji dua modul pencatat kehadiran, maka dibuat sebuah jadwal matakuliah lagi. Jadwal matakuliah yang akan dibuat memiliki jam dan hari yang sama tetapi berada pada ruangan yang berbeda. Peserta yang mengikuti matakuliah memiliki NIM 622006001-622006033. Penjelasan lainnya mengenai matakuliah ini dapat dilihat pada tabel 4.11.

Tabel 4.11. Informasi matakuliah EE999.

Informasi Keterangan Kode Matakuliah EE999 Nama Matakuliah Simulasi Kode Pengajar 67890 Nama Pengajar Mr Simulasi

Sks 4

Ruang CX106

(20)

Gambar 4.17. Daftar jadwal pada form jadwal.

Pada modul 1 yang digunakan untuk mengisi daftar presensi dengan kode matakuliah EE632, sumber data yang digunakan untuk berupa barcode dengan informasi 9 digit NIM yang dicetak ke kertas dengan menggunakan format Code 39. Hal ini dilakukan, karena tidak memungkinkan menggunakan KTM untuk melakukan simulasi.

Modul 2 diprogram untuk mengirimkan data 622006001-622006033 secara berurutan dengan selisih waktu 1 detik untuk setiap data, hal ini dilakukan untuk memudahkan ketika melakukan simulasi. Proses pembacaan label barcode pada modul 1 dilakukan secara cepat, tetapi tetap memperhatikan respon server pada LCD, agar dapat diketahui waktu penundaan dari sistem dengan melibatkan waktu pengamatan LCD. Pengujian simulasi dilakukan pada hari Selasa tanggal 14 Agustus 2012.

(21)

Gambar 4.18. Bagian informasi form peserta EE632.

(22)

Hasil dari pengujian pertemuan pertama untuk EE632 dan EE999 dapat dilihat pada tabel 4.12. Tabel diurutkan berdasarkan waktu, kolom selisih waktu menunjukkan selisih waktu dengan data sebelumnya. Satuan kolom selisih waktu adalah detik.

Tabel 4.12. Hasil pengujian pertemuan pertama EE632 dan EE999.

EE632 EE999

(23)

Pada bagian matakuliah EE999, setiap dua buah data memiliki selisih waktu 1 detik. Hal ini menunjukkan bahwa server tidak mengalami gangguan ketika menerima data dari modul 1 dan 2. Pada bagian matakuliah EE632 selisih waktu antara dua buah data bervariasi, hal ini dipengaruhi oleh waktu proses scanning label barcode, dan ditambah waktu untuk mengamati respon di LCD.

NIM 612007061 tidak diikutkan pada saat scanning label barcode, karena akan dijadikan contoh untuk menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi mahasiswa yang tidak mengisi daftar presensi. Hal ini ditunjukan pada gambar 4.20 bagian yang berwarna biru, status mahasiswa tersebut OK-1. OK-1 memiliki arti tidak hadir satu kali pertemuan.

Gambar 4.20. Sebagian laporan pertemuan pertama EE632.

(24)

Gambar 4.21. Informasi pertemuan pertama dan kedua EE632.

(25)

Pada pertemuan kedua kode matakuliah EE632 didapatkan selisih waktu antara dua data lebih cepat, faktor dari luar sistem seperti pengamatan informasi LCD, sangat mempengaruhi selisih waktu tersebut. Waktu tunda yang dihasilkan oleh sistem rata – rata sebesar 1 detik.

Gambar 4.22. Sebagian laporan pertemuan kedua EE632.

(26)

4.2.2. Pengujian di Lapangan

Pengujian di lapangan dibagi menjadi dua yakni pengujian untuk online mode dan offline mode. Keduanya diujikan di ruang kuliah, dan sumber data yang digunakan berasal dari KTM peserta matakuliah.

4.2.2.1. Pengujian Online Mode

Pengujian ini dilakukan untuk mengaplikasikan sistem yang telah dirancang secara nyata pada kondisi terkoneksi dengan server. Melalui pengujian ini dapat diketahui juga waktu tunda di luar sistem, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui efisiensi sistem.

Pengujian di lapangan dilakukan pada jadwal matakuliah mikroprosesor A, dengan input data menggunakan file. Informasi mengenai matakuliah ditunjukkan pada tabel 4.14.

Nama pengajar Daniel Santoso, M.S

(27)

Tabel 4.15. Peserta Matakuliah EE515A.

612007016 CHRISTIAN JULIANTO SUNARKIM

612007017 RIZAL DIGDO WIBOWO

612007026 SEBASTIAN HERMAWAN PRASETYO

612007036 SEPTHYAN WIDYANTO

612007041 ADITYA ARI SEPTIYANTO

612007050 ANTONIUS RENDI WICAKSONO

612007054 SEPTIAN AGUNG PERDANA

612007057 SURYO AJI TANOYO

612007058 YOHANES ANUGERAH HIKMAWAN

612007066 SAMUEL SETYA NUGRAHA

612007069 RICHARD JOHAN NOYA

612007077 ANDHIKA TAN

612007078 ABDI GUNAWAN POLE

612007712 CHINTHIA FEBRIANA MANUPUTTY

612008007 SERGIO DE JESUS NUNES

612008016 RUDI SETIAWAN

612008020 AGUSTINUS DHANI SETIAWAN

612008032 BAYU AMUDRA

612008037 YOHOSUA IMANUEL TECUARI

612008040 VICTOR RIANDO MANGAR

612008047 FACE ROZA MARCHIANO

612008072 TIMOTIUS AGUSTANA

612008079 CAESAR AJI KURNIA

612009007 NALENDRADI ATTAR

612009018 DANIEL ADHI PRASETYO

612009044 GIGIH BUDI SULISTYANTO

612009070 ALVONSO PUTERA SETIA

612010002 IVAN FARRELL SETIONO

612010003 BOB WILLIAM CHANDRA

612010011 THOMAS JEFFRYSON NUGROHO

612010014 DANI BAYU PUJO SAPUTRO

612010016 EFRAIM ANGGRIYONO

612010017 HENRY HARTAWAN

612010022 ADITYA TRI SUTRISNO NUGROHO

612010023 WANG DARMASIN GUNADI

612010028 JANUAR NUR ARIFIN

612010031 WISNU JATI ROGO JUNI

612010038 KANA PETRA FAJAR MULIA

612010043 SAMUEL TANU BUDIARDJO

612010046 RUTH JOHANA ANGELINA

612010053 ROMA ADI PRAKOSA

612010055 DENY CHRISTIAN

622007009 IGNATIUS PRIMA HARYO PRABOWO

622007016 CHRISTOPHORUS DWICELLA MARINO

622008012 NURCAHYO HARTADI

(28)

Pengujian yang pertama dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum memulai kuliah dan setelah kuliah berakhir, hal ini dilakukan agar memperoleh dua buah pertemuan dalam satu hari. Pengujian pertama dilakukan pada hari Senin, tanggal 17 September 2012 dengan mengikuti ruang dan jam matakuliah mikroprosesor A.

Pengisian daftar presensi sebelum memulai kuliah dianggap sebagai pertemuan pertama, sedangkan pengisian daftar presensi setelah kuliah akan dianggap sebagai pertemuan kedua. Kedua pertemuan ini akan memiliki tanggal yang sama, hal ini dilakukan dengan mengganti kode program bagian proteksi tanggal pertemuan.

Pertama kali file matakuliah EE515A dimasukkan melalui form input file, hasilnya dapat dilihat pada gambar 4.23. Gambar tersebut memperlihatkan jadwal EE515A, kemudian untuk informasi lebih rinci dapat dilihat pada gambar 4.24. Kedua gambar tersebut merupakan potongan gambar dari suatu form, gambar 4.23 diambil dari form jadwal dan gambar 4.24 dari form input file.

(29)

Gambar 4.24. Informasi matakuliah EE515A pada form input file.

Modul pencatat kehadiran dipasang pada ruang C107, sebelum kuliah dimulai. Pembuktian bahwa modul bekerja sesuai dengan jam perkuliahan maka modul sempat dinyalakan sebelum pukul 16:00 dengan kondisi koneksi server terbuka. Hasil dari perlakuan tersebut diperlihatkan gambar 4.25.

(30)

Pada gambar 4.25 terlihat pada LCD ada informasi yang menyatakan bahwa tidak ada jadwal kuliah. LED merah menyala, sebagai penanda bahwa alat tidak dapat digunakan. Kemudian koneksi server dimatikan dan modul direset, hasilnya LED kuning menyala dan modul berada pada offline mode. Hal ini ditunjukkan gambar 4.26, kelengkapan informasi dapat dilihat pada bagian LCD.

Gambar 4.26. Modul pada kondisi offline mode.

(31)

Gambar 4.27. Modul pada kondisi online mode.

Pada gambar 4.27 tampak bahwa informasi LCD sesuai dengan matakuliah EE515A, maka dari itu proses pengisian daftar presensi dapat dimulai. Di bawah ini, merupakan gambar saat aplikasi server dijalankan melalui form halaman utama.

(32)

Gambar 4.29. Respon modul untuk NIM 612010053.

Hasil pengujian dapat diamati pada tabel 4.16. Isi tabel disesuaikan berdasarkan urutan waktu. Kolom selisih waktu menyatakan selisih waktu dengan data sebelumnya, kolom tersebut menggunakan satuan detik.

Tabel 4.16. Hasil pengujian EE515A pertemuan 1 dan 2.

(33)

612010014 16:10:26 3 612008047 17:52:47 3

(34)

dikarenakan ada enam mahasiswa yang tidak melakukan pengisian daftar presensi untuk pertemuan kedua.

Apabila pada kedua pertemuan terdapat NIM yang tidak melakukan pengisian daftar presensi maka ada beberapa kemungkinan, yakni:

Tidak menghadiri perkuliahan.

Menghadiri perkuliahan tetapi tidak membawa KTM. KTM bermasalah.

Pada pengujian ini ditemui ada KTM yang bermasalah, barcode scanner tidak merespon terhadap label barcode KTM. Contoh pemilik KTM yang bermasalah yaitu peserta dengan NIM 612007017 dan 612007058. Kedua KTM mahasiswa tersebut tidak dapat terdeteksi barcode scanner. Gambar beberapa KTM yang bermasalah dapat dilihat pada bagian lampiran.

Waktu yang diperlukan untuk mengisi daftar presensi kedua pertemuan dapat dilihat pada tabel 4.17.

Tabel 4.17. Waktu total pengujian pertemuan 1 dan pertemuan 2.

Informasi Pertemuan 1 Pertemuan 2

Jumlah peserta 30 24

Waktu total 7,78 menit 1,77 menit

(35)

Pada pertemuan 1, beberapa mahasiswa memiliki selisih waktu yang cukup besar sehingga mempengaruhi waktu total. Salah satu contoh kasus tersebut dapat dilihat pada tabel 4.16 bagian pertemuan pertama dengan NIM 612010053. Mahasiswa ini membuang waktu penggunaan alat lebih dari satu menit dikarenakan datang terlambat, seandainya ia dan mahasiswa berikutnya datang lebih awal maka selisih waktunya akan lebih sedikit.

Walaupun waktu pengisian daftar presensi kedua pertemuan tersebut memiliki selisih yang cukup jauh, keduanya masih berada di bawah batas toleransi pengisian daftar presensi yaitu sebesar 15 menit. Ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang cukup efisien karena tidak memakan waktu yang lama untuk memasukkan 30 data peserta.

Pengujian kedua dilakukan kembali pada tanggal 24 September 2012. Proses pengujian sama dengan tanggal 17 September 2012. Kedua pertemuan di pengujian kedua dianggap sebagai pertemuan ketiga dan keempat. Hasil dari pengujian kedua diperlihatkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.18. Hasil pengujian EE515A pertemuan 3 dan 4.

(36)
(37)

Gambar 4.30. Respon data NIM 612007077 di LCD.

Gambar 4.31. Respon data NIM 612010038 di LCD.

Total peserta matakuliah EE515A yang telah mengisi daftar presensi sebanyak 24 peserta pada pertemuan 3 dan 22 peserta di pertemuan keempat. Waktu yang diperlukan untuk mengisi daftar presensi kedua pertemuan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.19. Pengujian pada pertemuan 3 dan 4 masih menghasilkan total waktu pengisian daftar presensi di bawah 15 menit.

Tabel 4.19. Waktu total pengujian pertemuan 3 dan pertemuan 4. Informasi Pertemuan 3 Pertemuan 4

Jumlah peserta 24 22

Waktu total 8,43 menit 1,28 menit

(38)

4.2.2.2. Pengujian Offline Mode

Bentuk pengujian kedua yaitu pengujian offline mode modul pencatat kehadiran. Tujuan dari pengujian yaitu untuk mengetahui apakah sistem dapat digunakan dengan baik saat listrik padam. Suasana kelas dikondisikan mengalami listrik padam, sehingga pengisian daftar presensi dilakukan menggunakan modul pencatat kehadiran dengan catu daya baterai. Modul tidak terkoneksi dengan server. Semua data akan tersimpan di EEPROM, kemudian isi EEPROM akan dikirim ketika terdapat koneksi dengan server.

Gambar 4.32. Modul pencatat kehadiran tanpa server.

(39)

pengujian ini, proteksi tanggal pertemuan di aplikasi desktop ditiadakan, sehingga setiap dua pertemuan memiliki tanggal yang sama.

Pengujian modul pencatat kehadiran untuk offline mode dilaksanakan tanggal 18 September 2012 dan 25 September 2012 untuk kode matakuliah EE416C di ruang CX1 dengan total peserta 16 mahasiswa. Rincian mengenai matakuliah EE416C ada pada tabel 4.20.

Tabel 4.20. Informasi matakuliah EE416C.

Informasi Keterangan Kode matakuliah EE416C

Nama matakuliah Bahasa Inggris Teknik C Kode pengajar 61545

Nama pengajar Daniel Santoso, M.S

Sks 2

Hari Selasa

Jam mulai 09:00 Jam selesai 11:00

Ruangan CX1

Tabel 4.21. Daftar peserta matakuliah EE416C.

NIM NAMA

612007061 NOFAN HARYANTO

612007078 ABDI GUNAWAN POLE

612009018 DANIEL ADHI PRASETYO

612009037 ARDHI TYA PRAMUDYA JATI

612010802 RICKY ARDHIWARA

612011004 OEI KURNIAWAN UTOMO

612011006 JOE BOBY SOEGIARTO

612011010 JOEL PATRA TIRTAYASA

612011016 SILVESTER KRISTIAN SUNGKONO

612011017 MARCEL FRANS WIJADI

612011031 TEGUH SANTOSO

612011047 RUDY SANTOSO LUKITO

612011052 SIE DJING SIEN ALIAS KURNIA SANJAYA

622009008 KRISTIANI IRA PUJIASTUTI

622009011 EDO GUNAWAN

(40)

Pada pengujian tanggal 18 September 2012, saat pengambilan data di awal kuliah, peserta yang hadir sampai dengan pukul 09:15 berjumlah 8 orang. Offline mode pada modul tidak dilengkapi dengan proteksi batas waktu pengisian daftar presensi, maka diambil tindakan manual yaitu tidak mengijinkan peserta yang datang lebih dari pukul 09:15 untuk mengisi daftar presensi.

Gambar 4.33. Offline mode modul pencatat kehadiran.

(41)

Pada gambar 4.33 dan 4.34, terlihat LED berwarna kuning menyala. Keadaan tersebut menyatakan bahwa modul berada pada offline mode. Setelah proses pengisian daftar presensi selesai, maka ketika ada koneksi dengan server semua data pada EEPROM akan dipindahkan ke database server sesuai dengan jadwal matakuliah yang bersesuaian. Hasil dari pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.22 dan 4.23. Kolom selisih waktu menggunakan satuan detik.

Tabel 4.22. Hasil pengujian pertemuan 1 EE416C.

NIM Waktu Selisih Waktu

Tabel 4.23. Hasil pengujian pertemuan 2 EE416C.

(42)

Pada pengambilan data di akhir kuliah, peserta menjadi berjumlah 12 orang. Hal ini dikarenakan ada 4 mahasiswa yang tidak melakukan pengisian daftar presensi pada saat awal karena keterlambatan lebih dari 15 menit. Waktu total pada pengujian awal kuliah adalah 175 detik dan untuk pengujian saat akhir kuliah 58 detik.

Pengujian yang ke dua dilakukan pada tanggal 25 September 2012. Kondisi pengujian sama dengan pengujian tanggal 18 September 2012. Pada tanggal ini pertemuan kuliah dianggap sebagai pertemuan ke tiga dan ke eempat. Hasil dari pengujian ini dapat dilihat pada tabel 4.24 dan 4.25. Kolom selisih waktu menggunakan satuan detik.

Tabel 4.24. Hasil pengujian pertemuan 3 EE416C. NIM Waktu Selisih Waktu

Tabel 4.25. Hasil pengujian pertemuan 4 EE416C.

(43)

Total peserta yang hadir pada awal kuliah (pertemuan ketiga) sebanyak 8 mahasiswa dengan kecepatan pengisian daftar presensi 11,6 menit. Waktu pengisian daftar presensi saat kuliah selesai (pertemuan keempat) sebesar 35 detik dengan peserta 12 mahasiswa. Jumlah peserta bertambah 4 dikarenakan ada yang datang terlambat lebih dari 15 menit.

Waktu total yang lebih besar saat pengisian daftar presensi di awal kuliah dipengaruhi oleh adanya keterlambatan mahasiswa. Waktu tunda di luar sistem sebenarnya bisa diperkecil dengan pengisian daftar presensi secara tepat waktu, sehingga waktu total menjadi lebih kecil.

Gambar

Gambar 4.8. Koneksi terbuka pada form halaman utama.
Gambar 4.9. Hasil pengiriman dan penerimaan instruksi tanpa ada jadwal.
Gambar 4.12. Hasil pengiriman dan penerimaan data NIM peserta matakuliah.
Gambar 4.14. Rincian matakuliah EE632 untuk simulasi.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Observasi eksperimen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data tentang diameter zona hambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yang ditunjukkan dengan adanya

sehingga penulis dapat meyelesaikan skripsi dengan judul “ Identifikasi Jumlah Koloni Bakteri dan Jenis Bakteri Pada Jajanan Sempol yang Dijajakan Para Pedagang

Mintaragen Kota Tegal Tahun Anggaran 2016 dalam waktu 3 (tiga) hari setelah pengumuman pemenang, terhitung mulai hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 sampai dengan hari

Pada persyaratan kualifikasi point 4 hanya mencantumkan 1 tenaga ahli dengan pendidikan S1 Sipil/arsitek dengan jabatan Kepala Teknik, Menurut kami seharusnya Panitia

Saran-saran yang diberikan peneliti adalah (1) untuk penelitian selanjutnya akan lebih baik menambah point asuransi unluk meneliti kemandirian ekonomi, mencari perusahaan

Pada hari ini Jumat, tanggal Dua Puluh Lima bulan Agustus tahun Dua Ribu Tujuh Belas, yang bertandatangan dibawah ini Pejabat Pengadaan Barang/Jasa pada Dinas Pekerjaan Umum

Bahwa dalam rangka pelaksanaan tugas pendidikan dan pengajaran Semester Genap 200912010, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, perlu menetapkan Tugas Mengajar Dosen

1) Peubah yang signifikan mempengaruhi pangsa permintaan beras rumah tangga di Provinsi Sumatera Barat adalah harga beras sendiri, harga singkong dan pendidikan