• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seri Diskusi Governance (25 April 2011) HO Yusuf-AK3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Seri Diskusi Governance (25 April 2011) HO Yusuf-AK3"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KATA SIAPA SUARA KAUM

MARGINAL TIDAK

BERGUNA ???

FORMASI

YUSUF MURTIONO

(2)

POTRET MANFAAT PARTISIPASI SAAT INI

Yu Ngademi terpilih sebagai salah satu delegasi desa untuk mengikuti musrenbangcam, nampak “ngotot” mempertahankan argumentasinya agar usulan desanya terakomodir menjadi prioritas hasil

musrenbangcam dan berhasil

Dengan gaya bahasa khas seorang yang hanya tamat SD akhirnya

terpilih juga menjadi delegasi

kecamatan untuk mengikuti forum SKPD dan Musrenbangkab bidang ekonomi.

Kang Dawal yang juga hanya tamat SD begitu fasih, runtut menjelaskan tahapan proses penyusunan

RPJMDesa dan RKPDesa dihadapan para tamu dari Kutai Kartanegara dan tamu-tamu lain yang

melakukan studi banding perencanaan desa

Mbak Siti Masyirotun yang

awalnya hanya sebatas ibu

rumah tangga, karena

keseriusannya saat menjadi

anggota Pokja Perencanaan

Desa, kini telah menjadi

Perangkat Desa dengan

menduduki peringkat pertama

saat seleksi pengangkatan

(3)

Keberanian desa yang didukung sikap kritis

terhadap kinerja kecamatan/kabupaten yang dianggap tidak sesuai, saat ini bukan hal yang tabu dan bahkan berubah menjadi ajang

komunikasi yang setara dan konstruktif. Anggapan kecamatan sebagai atasan desa, perlahan

berubah seiring pengetahuan para elemen di desa terhadap kedudukan desa.

Kebijakan pembangunan di desa yang setiap

tahun dituangkan dalam APBDesa tidak lagi tertutup menjadi dominasi elit yang tercermin dalam bentuk pembangunan fisik (jalan,

jembatan, pagar, dll), namun kebutuhan rakyat miskin telah mendominasi prioritas kebijakan perencanaan dan penganggaran desa setiap

tahunnya. (Bantuan transport untuk siswa dari KK miskin, Bantuan pembelian sepeda, jamban,

bantuan alat kontrasepsi, tambahan makanan bergizi (Balita dan lansia), dan masih banyak kebijakan untuk peningkatan SDM di desa atas anggaran desa)

Program (pengabdian Formasi) Sekolah Desa &

Anggaran (SADAR) sebagai wujud penguatan kapasitas yang pesertanya dari para perangkat desa kini telah menjalar pada 18 kecamatan (dari 26 kecamatan ) atas permintaan dan biaya sendiri dari peserta serta didukung penuh oleh para

Camat

Kebijakan perencanaan & penganggaran desa

tersebut kini telah menjadi sistem dan kewajiban seluruh desa di Kebumen (449 desa), bahkan telah berhasil menjadi nomitor tingkat nasional versi penilaian PNPM-MD. Untuk tingkat provinsi Jateng , nominator 1, 2 dan 3 semuanya dari Kebumen

Banyak konflik didesa,

mulai dari ego antar dukuh/RW/Blok, BPD dengan Kepala Desa, Ketidakpercayaan masyarakat terhadap

pemerintahan dan lembaga desa, sampai pada sikap masa bodoh rakyat

terhadap apapun yang terjadi di desanya, kini telah jauh berubah dan menjadikan desa seakan-akan kembali pada

(4)

MENGAPA DEMIKIAN ?

Rakyat mempunyai kesadaran untuk

selalu merasa memiliki dan

bertanggungjawab terhadap segala hal

yang terjadi di desanya.

Rakyat merasa “dimanusiakan” diajak

berembug, bermusyawarah yang

kemudian aspirasi mereka dilindungi

dan diakomodir menjadi bagian

kebijakan perencanaan dan

penganggaran di desa

Para elit dan pemangku kewajiban di

pemerintahan desa secara sadar

memahami hak dan kewajibannya

sebagai pelayan publik di desa bukan

“suruhan, bawahan” kecamatan

ataupun kabupaten

Para penyelenggara pemerintahan

desa merasa nyaman dan tenang

karena terhindar dari pransangka

buruk, konflik berkurang , swadaya

gotong royong bangkit kembali, dll,

seiring dibukanya kran informasi dan

partisipasi seluas-luasnya bagi rakyat

Bagi pemerintah

kecamatan dan

kabupaten yang

memiliki komitmen dan

kesadaran tentang

kemandirian desa,

merasa bangga karena

meringankan beban

tugas yang berat yang

selama ini selalu

diemban untuk

“intervensi,

(5)

INI

BUKTI

BUKAN

EKSPLOI

TASI

PERTAMA :

Memperkuat kepercayaan diri para elit pemerintahan dan lembaga desa terhadap kewenangan yang dimiliki melalui fasilitasi / asistensi Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Desa Melalui Kebijakan Perencanaan dan Penganggaran Desa yang Pro Poor dan Responsif Gender

KEDUA :

Mendorong penguatan

kapasitas kelompok marginal dan Perempuan melalui

pelibatan aktif baik sebagai tim penyusun kebijakan, peserta aktif pada setiap tahapan proses pengambilan kebijakan dan lewat

pengorganisasian kelompok

KETIGA :

Melakukan advokasi dan pengawalan terbangunnya sistem dan mekanisme pengambilan kebijakan

perencanaan & penganggaran daerah yang mampu

memproteksi dan

mengakomodir aspirasi desa (kuota kecamatan, pagu indikatif kecamatan, kuota kabupaten, pagu indikatif SKPD

KEEMPAT

:

“memanusiakan” yang

“beriktikad dan baik

namun selalu kritis,

keras dan melawan

terhadap kebijakan yang

manipulatif partisipasi.

(6)

APA KUNCI

KEBERHASILANNYA ?

• Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari kepekaan dan

tanggungjawab sosial yang harus dilakukan terus menerus, tidak terbatasi project, dan merasa bagian dari mereka sepenuhnya, terus menerus

membuka ruang-ruang diskusi dan konsisten melakukan pengawalan/ advokasi

• Tidak mudah mengatakan “gagal dan belum berhasil” apa yang sudah dicapai masyarakat, tetapi cermat memberikan informasi keberhasilan meskipun hanya sedikit kepada para elit dan pemangku kewajiban yang lebih atas.

• Lebih mengutamakan diskusi-diskusi informal dan kekeluargaan serta cermat melakukan identifikasi terhadap para aktor baik dari unsur masyarakat miskin, tokoh desa, pemerintahan dan lembaga desa

• Selalu hadir dalam acara – acara di desa, meskipun bukan bagian dari kegiatan program/project.

• Selalu berupaya mengungkap nilai-nilai baik dan buruk yang mereka alami selama menjalani kehidupan sosial kemasyarakatannya di desa dengan maksud membangkitkan optimisme dalam membangun desanya

• Selalu berupaya menjadi mediator yang baik, “penampung aspirasi,

keluhan” dan bukan berperan sebagai “juru selamat/ sok tahu” serta bukan mengambil peran-peran tehnokratis penyelenggara pemerintahan.

(7)

BAGAN ALUR MEKANISME

PERENCANAAN & PENGANGGARAN DAERAH

PARTISIPATIF

DI KABUPATEN KEBUMEN

SUARA RAKYAT MISKIN & MARGIN AL SUARA RAKYAT MISKIN & MARGIN AL RPJM DESA RPJM

DESA Tahun ke nRKP DESA (th ke 1-5)

RKP DESA Tahun ke n (th ke 1-5)

PRIORITAS SEKALA DESA PRIORITAS SEKALA DESA SEKALA SUPRA DESA SEKALA SUPRA DESA APB DESA APB DESA KUOTA KABUPATE N KUOTA KABUPATE N RENJA KEC KUOTA KECAMATAN RENJA KEC KUOTA KECAMATAN RENJA SKPD ( TOTAL PAGU SKPD ) RENJA SKPD ( TOTAL PAGU

SKPD ) INDIKATIF PAGU SKPD (KUOTA KAB) PAGU INDIKATIF SKPD (KUOTA KAB) MUSRENBAN

GDES RKP DESA

NOVEMBER

MUSRENBAN GDES RKP

DESA NOVEMBER MUSRENBA NG KECAMATAN DESEMBE R MUSRENBA NG KECAMATAN DESEMBE R FORUM SKPD/GAB SKPD FEBRUAR I FORUM SKPD/GAB SKPD FEBRUAR I IMPLEMENTA SI APBD IMPLEMENTA SI APBD KU APBD & PPAS KU APBD

& PPAS (MUSRENBRKPD ANG KABUPATE N) RKPD (MUSRENB ANG KABUPATE N) R/ APBD PRO RAKYAT R/ APBD PRO RAKYAT MUSRENBAN GDES RPJMDes MUSRENBAN GDES RPJMDes MUSYAWARA H APBDESA

DES - JAN

MUSYAWARA H APBDESA DES - JAN

(8)

2005 2006 2007 2008 2009 2010 8,630,526,000.00

20,000,000,000.00

33,000,000,000.00

40,000,000,000.00 40,000,000,000.00 40,000,000,000.00

898000000

898000000

TRANSFER KEUANGAN DESA 2005-2010

BAGI HASIL PAJAK & RETRIBUSI DAERAH

(9)

15%XBL APBD

15%XBL APBD

12%XBL APBD

KUOTA KECAMATAN

2008-2010

RKPD 2009 RKPD 2010 20110

52,014,000,000.00

38,763,130,000.00

25,060,000,000.00

51,000,000,000.00

35,000,000,000.00

24,000,000,000.00

(10)
(11)

ASUMSI BELANJA LANGSUNG 2011

(12)

APA YANG HARUS

DIHINDARI ?

Menampakkan dirinya sebagai orang luar yang siap

membantu menyelesaikan segala persoalan desa dan

masyarakatnya.

Mengabaikan peran-peran pemerintahan dan lembaga desa

yang dianggapnya sebagai “biang keladi” terabaikannya

hak-hak rakyat, sehingga menempuh jalan pintas langsung

kepada masyarakat.

Terbebani dan selalu dikejar-kejar dengan target yang

sangat ketat dari maenstrem project, bukan menjadi project

sebagai alat/logistik mempercepat keberhasilan gerakan

Kebiasaan semakin besar dan tinggi popularitasnya

semakin menjauh dari ikatan dengan basis/komunitas

( selalu ingin cepat menjadi selebritis )

Selalu “bernafsu” mengklaim setiap keberhasilan program

(13)

PERJALANAN AKHIR YANG HARUS

DICAPAI ?

Partisipasi harus berkorelasi positif terhadap

peningkatan kesejahteraan yang dibarengi dengan

penguatan kapasitas rakyat yang termarginalkan.

Partisipasi tidak hanya sebatas mengubah

masyarakat dari keadaan “

powerless

” menjadi

powerfull

”, tetapi juga menanamkan rasa

memiliki/handarbeni

setiap apa yang menjadi

kesepakatan bersama.

Terbangunnya mekanisme dan sistem kebijakan

(14)

Mau hadir dan tertawa sudah luar biasa

Apalagi mau pegang mikrofon dan bicara

Pasti sangat super luar biasa

Referensi

Dokumen terkait

sensitezed solar cell (DSSC) dari ekstrak bunga rosella dominan menyerap cahaya tampak berkisar antara 400-550 nm serta bersesuaian dengan warna ekstrak yang kemerahan dan dapat

penempatan alumni, dan pengembangan keilmuan di bidang farmasi. Rencana Strategis Pengembangan Program Studi Diploma III Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta.. 1.

Berdasarkan posisi kasus sebagaimana telah diuraikan diatas, maka telah terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan, hal ini berdasarkan

adalah jumlah aset yang dimiliki perusahaan klien yang tercantum pada laporan.. keuangan perusahaan pada akhir periode yang

rekomendasi pendapat dan saran hukum ;--- Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan di atas dapat disimpulkan bahwa perbaikan berkas pemeriksaan pendahuluan dapat dilakukan

Menurut Woodward (Romanyshyn 1971:6), diakonia karitatif cenderung mempertahankan status quo, ideologi, dan teologinya, karena kemiskinan tidak terhindarkan, karena

77 96 IWAN HENRY WARDHANA Kasi Sarpras Unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kota 226.91 78 97 MARTADILA Sekretaris Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres 146.37 79 98 DICKY

Hal ini dapat dibuktikan bahwa anak yang berada pada minimal kategori berkembang sesuai harapan (BSH) pada setiap indikator yaitu indikator menghubungkan jumlah gambar