Bakrieland AR2010 Business Report 56 133

Teks penuh

(1)
(2)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 56

TUMBUH &

BERMANFAAT

BAGI SEMUA

Kegiatan bisnis kami dikembangkan dengan

memperhatikan dampak lingkungan dan

manfaat bagi masyarakat sekitar.

Our business is developed by considering environmental impact and

benefit for our surrounding community.

GROWING AND BENEFIT ALL

Nilai pengeluaran program CSR 2010: Bakrieland’s 2010 CSR program output value:

(3)

LAPORAN

BISNIS

BUSINES

S

REPORT

(4)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 58

CONVENIENT

URBAN

LIFESTYLE

CITY PROPERTY

(5)

Tinjauan Umum

City Property bergerak dalam pengembangan properti hunian vertikal yang diintegrasikan secara terpadu dengan properti komersial (perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan), termasuk fasilitas penunjang seperti pusat kebugaran, sarana ibadah dan pendidikan.

City Property terdiri dari 2 (dua) bagian, yaitu City Property I dan City Property II. Proyek pengembangan City Property I dilaksanakan melalui PT Bakrie Swasakti Utama, sedangkan City Property II dilaksanakan melalui PT Bakrie Pangripta Loka dan PT ProVices Indonesia, suatu perusahaan manajemen properti.

Sebagian besar proyek City Property I berada di kawasan superblok Rasuna Epicentrum, yang memiliki luas 53,5 hektar dan berlokasi strategis di Kuningan, Jakarta Selatan. City Property I menguasai pangsa pasar sebesar 26% dari pasokan apartemen yang tersedia di area CBD Jakarta. Sementara ini, proyek yang sedang dikembangkan

General Overview

City Property concentrates in the property development of vertical housing areas integrated into commercial properties (office space, hotels and shopping centers), complete with supporting amenities such as fitness centers, places of worship and educational facilities.

City Property consists of 2 (two) sections, City Property I and City Property II. The development of City Property I is managed by PT Bakrie Swasakti Utama while City Property II is under the authority of PT Bakrie Pangripta Loka and PT ProVices Indonesia, a property management company.

The greater part of City Property I lies within the Rasuna Epicentrum superblock sprawled over 53.5 hectares strategically located in Kuningan, South Jakarta. City Property I has claimed a 26% market share of the apartment supply available at the CBD Jakarta area. An on-going City Property II project is the development of the Sentra Timur

Dengan membangun suatu kawasan

hunian yang lengkap dan terintegrasi

di tengah kota Jakarta, City Property

menawarkan solusi alternatif atas

masalah kemacetan dengan tinggal di

kota dan mendapatkan kenyamanan dan

kemudahan.

By building a complete and

integrated residential area in the

center of Jakarta, City Property

offers an alternative solution for

the traffic congestion problem

by allowing people to go back to

the city and live conveniently and

comfortably.

(6)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 60

Nani Martini

Pedagang jus di Sentra UKM di Rasuna Epicentrum

Juice seller at SME Center in Rasuna Epicentrum

“Adanya penampungan para pedagang di sentra UKM ini tentu saja memberikan banyak manfaat kepada kami. Selain berdagang di tempat lebih nyaman, kami juga memiliki banyak pelanggan sejak dipindahkan ke sentra UKM ini. Sudah 12 tahun saya berdagang di sekitar sini dan merasakan keuntungan yang lumayan besar. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bakrieland yang telah memberikan perhatiannya kepada kami. Harapan saya, sentra UKM ini menjadi semakin ramai dikunjungi.”

“The existence of shelter for traders in the SME center has of course provided many benefits to us. Besides doing business in a more comfortable place, we also got many customers since moving to this SME center. I have traded around here for 12 years and gained a relatively big profit. We thank Bakrieland who has given attention to us. I hope this SME center become more crowded.”

Bakrieland Laporan Tahunan 2010

60

City Property II adalah apartemen Sentra Timur Residence (STR) di area seluas 3,2 ha di kawasan Sentra Primer Baru Timur, Jakarta Timur yang merupakan kerja sama dengan Perumnas. Kerja sama dengan Perumnas berpotensi diperluas ke lahan milik Perumnas lainnya disekitar kantor Walikota Jakarta Timur, sehingga keseluruhan area mencapai 40 ha.

Berkat kemampuannya menyelesaikan berbagai proyek berkualitas tinggi, City Property memiliki reputasi sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Jakarta. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diperoleh City Property dari tahun ke tahun, terutama untuk proyek Rasuna Epicentrum. Selama tahun 2010, penghargaan yang berhasil diperoleh adalah:

• Rasuna Epicentrum, Super Block at Jakarta CBD Pertama dan Terbesar di CBD Jakarta, diberikan oleh majalah Property & Bank.

Residence apartment building stretching across 3.2 hectares of land at the Sentra Primer Baru Timur area in East Jakarta, through cooperation with Perumnas, the state-owned housing company. There is potential of expanding this joint effort to other Perumnas-owned land located close to the East Jakarta Mayoral Office, which covers a total area of 40 hectares.

Owing to its ability to complete various projects of outstanding quality, City Property has gained the reputation of being one of the leading property developers in Jakarta. This is substantiated by an impressive array of accolades that City Property has gained from year to year, notably for its Rasuna Epicentrum project. Throughout 2010, City Property was the recipient of the following awards:

• Rasuna Epicentrum, The Firstand the Largest Super Block at Jakarta

(7)

• Prix D’Excellence Award 2010, Kategori Ofice Building, diberikan oleh FIABCI dan BNI. • Rasuna Epicentrum sebagai Super Block

Terluas di CBD Jakarta diberikan oleh Rekor Bisnis.

• Gold Category sebagai The Best Indonesia Green Real Estate, diberikan oleh Indonesia Green Awards 2010.

• Highly Commended sebagai Pengembang Terbaik untuk Pembangunan Ramah Lingkungan (Sudah Terbangun) 2010, diberikan oleh Cityscape Awards Real Estate Asia.

Kinerja Operasional

Kinerja City Property mengalami peningkatan di tahun 2010, didukung oleh kondisi ekonomi nasional yang kondusif, antara lain tingkat suku bunga pada level 6,5% selama satu tahun terakhir. Sejalan dengan meningkatnya daya beli masyarakat, maka kebutuhan properti baik perkantoran, hunian, ritel, dan lainnya juga meningkat.

• Prix D’Excellence Award 2010 for the Ofice

Building category, presented by FIABCI and BNI.

• Rasuna Epicentrum as the Largest Super Block

in CBD Jakarta awarded by Rekor Bisnis.

• Gold Category for The Best Indonesia Green

Real Estate, from Indonesia Green Awards 2010.

• Highly Commended as Best Developer for

Green Development (Built) 2010, awarded by Cityscape Awards Real Estate Asia.

Operational Performance

City Property demonstrated enhanced performance in 2010, bolstered by a favorable national economic climate including a stable interest rate at 6.5% for the past year. In line with higher consumer purchasing power, the demand for office, housing and retail properties correspondingly experienced a rising trend.

35.15

%

Contribution to Bakrieland’s total revenue.

Kontribusi terhadap total pendapatan Bakrieland.

(8)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland yang menguntungkan adalah pertumbuhan penduduk Jakarta dan perubahan ketentuan Pajak Penghasilan Barang Mewah (PPnBM), serta meningkatnya kebutuhan akan kawasan yang terintegrasi dan nyaman sebagai salah satu solusi masalah kemacetan dan banjir di Jakarta. Di lain pihak, City Property I dihadapkan pada tantangan berupa kenaikan harga bahan bangunan, kompetisi yang ketat di area Kuningan dan Casablanca, pemberian kredit konstruksi yang sangat selektif oleh Bank, serta birokrasi perijinan yang menyebabkan biaya tinggi. Menyikapi hal ini, City Property I membangun produk berkualitas (iconic) dengan fasilitas lengkap dan ramah lingkungan, terus menjajaki mitra strategis, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembangunan proyek, melakukan analisis pasar, dan menerapkan strategi pemasaran yang komprehensif dan tepat sasaran.

Sepanjang tahun 2010, City Property I berhasil mencapai target pengoperasian Bakrie Tower dan Lifestyle, serta melanjutkan pembangunan The Groove dan The Wave, maupun membangun berbagai infrastruktur yang dibutuhkan.

City Property II

Kinerja City Property II dalam hal penyelesaian pembangunan STR mengalami peningkatan dengan terselesaikannya konstruksi apartemen STR tahap 1A, sehingga dapat melakukan serah terima unit secara tepat waktu pada tanggal 1 Juli 2010. Akan tetapi, di sisi penjualan banyak peminat yang membatalkan atau menunda pembelian karena lambannya penyaluran program subsidi akibat proses verifikasi yang rumit oleh Pemerintah, sementara kebijakan pengganti melalui program FLPP (Fasilitas Likuidasi Pembiayaan Perumahan) baru mulai diluncurkan pada triwulan keempat. Kondisi ini menyebabkan penyerapan pasar belum maksimal.

Secara keseluruhan, City Property tetap memberikan kontribusi terbesar, yaitu sebesar Rp 480,67 miliar atau 35,15% dari pendapatan Bakrieland di tahun 2010. Dari jumlah tersebut, Rp 406,58 miliar berasal dari City Property I dan Rp 74,09 miliar berasal dari City Property II. Kontribusi pendapatan terbesar City Property diperoleh dari proyek Bakrie Tower (Rp 135 miliar), City Property II (Rp 74 miliar), The Wave (Rp 63 miliar), dan The Grove (Rp 49 miliar).

City Property I

Other developments that bode well for City Property I are Jakarta’s population growth, changes to tax rates on luxury goods and greater demand for integrated living areas offering convenience and comfort as an appealing solution to Jakarta’s worsening traffic congestion and chronic flooding. City Property I on the other hand also has to deal with a whole set of challenges in the form of price escalations for construction materials, stiff competition around the Kuningan and Casablanca areas, stringent selection criteria enforced by banks in approving construction credit, and licensing bureaucracy that leads to swelling costs. In response to this, City Property I has developed iconic products with inclusive and eco-friendly facilities, has continued to look into potential strategic partnerships, improved project development efficiency and effectiveness, performed market analyses and applied a comprehensive and well-targeted marketing strategy.

Throughout 2010, City Property I succeeded in achieving the operational targets of Bakrie Tower and Lifestyle, and resumed construction of The Groove and The Wave as well as the necessary development of infrastructure.

City Property II

In terms of the construction of STR, City Property II has shown enhanced performance as evident in the completion of stage 1A of the apartment project, which allowed for the punctual handing-over of the property unit on 1 July 2010. With regard to its sales performance however, many potential buyers have cancelled or postponed their intended purchase due to a delay in the delivery of subsidy programs caused by the government’s bureaucratic verification process, while substitute policies through the FLPP program (Mortgage Financing Liquidation Facility) were only launched in the fourth quarter. This has led to less than optimal market absorption.

(9)

City Property I

Bakrie Tower

Bakrie Tower merupakan gedung perkantoran 47 lantai setinggi 215 m yang berlokasi di kawasan Rasuna Epicentrum, dengan luas area dijual sebesar 62.235 m2. Dibangun sejak tahun 2007

dengan konsep arsitektur bangunan yang unik dan mempertimbangkan efisiensi energi dan lingkungan, gedung ini berpotensi menjadi landmark baru kota Jakarta. Pembangunan fisik Bakrie Tower telah selesai pada akhir Desember 2009 dan mulai beroperasi pada bulan Mei 2010. Gedung ini telah memperoleh sertifikasi OHSAS 18001:2001. Mayoritas area yang tersedia ditempati oleh perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha Bakrie.

The Grove Condominium & Suites

Pembangunan The Grove Condominium telah dimulai sejak tahun 2007 dan ditargetkan selesai pada akhir 2011. Kondominium ini terdiri dari 438 unit dengan konsep ’sanctuary in capital’, yang ditujukan untuk segmen pasar menengah atas. The Grove Condominium memiliki 2 (dua) menara yaitu The Grove Common dan The Grove Private, yang masing-masing terdiri dari 32 dan 39 lantai, dengan total luas area dijual sebesar 49.348 m2.

The Grove Suites merupakan condotel berfasilitas bintang 5 yang ditujukan untuk kelas atas. Condotel dengan 12 lantai ini terdiri dari 151 unit strata-title dengan total luas area dijual sebesar 10.674 m2 dan akan dikelola oleh operator berskala

internasional.

Hingga akhir tahun 2010, penjualan The Grove Condominium dan The Grove Suites masing-masing sebesar 49,3% dan 40,4%. The Grove Suites telah memasuki tahap topping-off.

Epicentrum Walk – Lifestyle and Entertainment Center

Epicentrum Walk merupakan kawasan ritel dengan luas area dijual/sewa sebesar 29.208 m2 dengan konsep semi outdoor yang terdiri

dari Commercial Building dan Outdoor Retail. Epicentrum Walk bersinergi untuk mendukung keseluruhan konsep Rasuna Epicentrum sebagai pusat gaya hidup dan hiburan. Epicentrum Walk memiliki 7 (tujuh) lantai, yang terdiri dari 3 (tiga) lantai untuk komersial/F&B dengan sistem sewa dan 4 (empat) lantai atas untuk strata office suites. Bagian komersial beroperasi sejak Maret 2010 dan

City Property I

Bakrie Tower

Bakrie Tower comprises a 47-storey office building standing 215-meters tall at the Rasuna Epicentrum complex 62,235 m2 of marketable area. Construction of the tower began in 2007, blending a unique architectural concept with energy efficiency and eco-friendly structures, which could well turn it into a new landmark for Jakarta. Bakrie Tower was completed by the end of December 2009 and was in operation beginning May 2010. The building has gained the OHSAS 18001:2001 certification. A large section of the area is occupied by companies under the Bakrie business group.

The Grove Condominium & Suites

Construction on The Grove Condominium began in 2007 and is scheduled for completion by the end of 2011. Comprising 438 units, the condominium project with a ‘sanctuary in the capital’ concept is targeted at the upper middle market segment. The Grove Condominium contains 2 (two) towers named The Grove Common and The Grove Private, consisting of 32 and 39 floors, respectively, with 49,348 m2 of total area on offer.

The Grove Suites is a five-star condotel with superlative facilities for the upscale market. With 12 floors, the condotel consists of 151 strata-titled units with 10,674 m2 of saleable area and will be managed by an operator of international repute.

By the end of 2010, sales for The Grove Condominium and The Grove Suites registered were at 49.3% and 40.4%, respectively. The Grove Suites has entered the topping-off stage.

Epicentrum Walk – Lifestyle and Entertainment Center

(10)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 64

perkantoran sejak Agustus 2010, dengan tingkat hunian masing-masing 35% dan 51,5%. Gedung ini juga telah memperoleh sertifikasi OHSAS 18001:2001.

The Wave at Rasuna Epicentrum

The Wave merupakan sebuah kompleks kondominium untuk kelas menengah yang dibangun dengan konsep ’spirit for a better living – greeneration’, arsitektur ramah lingkungan dan konfigurasi unik. Dibangun di atas lahan seluas 38.228 m2, The Wave direncanakan terdiri

dari 9 (sembilan) menara kondominium dengan ketinggian 10 hingga 40 lantai, dengan total unit sebanyak 2.621. Pembangunan The Wave dimulai secara bertahap sejak tahun 2008. Tahap 1A terdiri dari 2 (dua) menara. 3 (tiga) menara telah ditawarkan dengan total 848 unit, telah terjual sebanyak 35,7% dan penyelesaiannya telah mencapai 43,2%.

Wisma Bakrie 1

Dikelola oleh PT ProVices Indonesia, Wisma Bakrie 1adalah gedung perkantoran berlantai 8 (delapan) dengan luas area sewa 11.410 m2 di daerah

bisnis Kuningan, Jakarta. Dengan tingkat hunian rata-rata yang di atas 90%, selama beberapa tahun gedung ini selalu memberikan kontribusi pendapatan yang konsisten bagi Perusahaan. Pada tahun 2010, tingkat hunian Wisma Bakrie 1 mencapai 98%.

Wisma Bakrie 2

Seperti halnya Wisma Bakrie 1, Wisma Bakrie 2 juga dikelola oleh PT ProVices Indonesia. Wisma Bakrie 2 merupakan gedung perkantoran 18 lantai yang berlokasi berdampingan dengan Wisma Bakrie 1, memiliki area sewa seluas 18.562 m2. Gedung

ini dioperasikan dengan Built Operate Transfer selama 25 tahun dengan Badan Pengembangan Perencanaan Nasional (Bappenas). Sebanyak 3 (tiga) lantai dari gedung digunakan oleh Bappenas, sedangkan sisanya ditempati sebagian besar oleh perusahaan dalam Grup Bakrie. Fasilitas yang tersedia di gedung ini adalah food court, mini market dan banking hall. Tingkat hunian rata-rata pada tahun 2010 mencapai 95%.

Aston Rasuna Residence

Aston Rasuna Residence berdiri sejak tahun 2004 di dalam komplek Apartemen Taman Rasuna, Kuningan. Bangunan ini terdiri dari 2 (dua) menara dengan peruntukan yang berbeda. Menara A dengan kapasitas 224 unit merupakan serviced

2010 with an occupancy rate of 35% and 51.5%, respectively. The building has also secured the OHSAS 18001:2001 certification.

The Wave at Rasuna Epicentrum

The Wave is a condominium complex catering to the middle class segment and built to embody the concept of ‘spirit for a better living – greeneration’ through its eco-friendly and distinctive configuration. Stretching across 38,228 m2 of land, The Wave will contain 9 (nine) condominium towers with heights of between 10 and 40 floors enclosing a total of 2,621 units. The Wave is being constructed in stages beginning 2008. For stage 1A, construction initially focused on 2 (two) towers. 3(three) towers have been offerred for a total of 848 units of which 35.7% has been sold and is 43.2% complete.

Wisma Bakrie 1

Managed by PT ProVices Indonesia, Wisma Bakrie 1 consists of an 8 (eight) level office building with total rental space of 11,410 m2 in the prime business area of Kuningan, Jakarta. With an average tenancy rate of above 90%, the building has for several years consistently contributed to Company earnings. In 2010, Wisma Bakrie 1 managed to secure a 98% occupancy rate.

Wisma Bakrie 2

Similar to Wisma Bakrie 1, Wisma Bakrie 2 is also under the management of PT ProVices Indonesia. Wisma Bakrie 2 is an office tower with 18 floors located adjacent to Wisma Bakrie 1 with total rental space covering 18,562 m2. This building is operated based on the Built-Operate-Transfer scheme for 25 years with the National Development Planning Agency (Bappenas). Bappenas occupies 3 (three) floors of the building while the rest are mainly in use by companies under Bakrie Group. Facilities available within the building include food court, mini market and banking hall. The average occupancy rate for 2010 was 95%.

Aston Rasuna Residence

Aston Rasuna Residence was established in 2004 within the Taman Rasuna Apartment premises in Kuningan. The building comprises 2 (two) towers, each meant for distinct purposes. Tower A with a capacity of 224 units is a serviced apartment LAPORAN

(11)

apartment dan hotel, sedangkan Menara B dengan kapasitas 226 unit merupakan kondominium hunian. Pada tahun 2010 dilakukan pembangunan function room sebagai fasilitas tambahan.

Segmentasi tamu hotel terdiri dari long-stay guest 34%, perusahaan 20%, frequent individual travelers (FIT) 10%, biro perjalanan 15%, paket-paket promosi 8%, pejabat pemerintah/kedutaan 3%, internet/Aston website 8%, dan segmen lainnya 2%, dengan komposisi geografis tamu yang berimbang antara tamu domestik dan tamu asing. Pada tahun 2010, tingkat hunian rata-rata terus mengalami peningkatan mencapai 83,73%, sementara di tahun 2009 dan 2008 masing-masing 85,52% dan 82,12%. Angka ini juga merupakan tingkat pencapaian tertinggi dibandingkan kelasnya yang hanya mencapai 70%. Selain itu, Aston Rasuna Residence berhasil mencapai tingkat revenue per available room (REVPAR) sebesar Rp 414.957, atau di atas tingkat rata-rata industri sejenis sebesar Rp 290.000 (Sumber: Hotel Front Line Association Jakarta).

Pasar Festival

Pasar Festival adalah sebuah pusat perbelanjaan segmen menengah yang menyatu dengan Gelanggang Olah Raga Sumantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Lokasi ini memiliki total area sewa seluas 10.512 m2 dan telah berdiri sejak tahun

1995. Melalui kerja sama pengelolaan selama 48 tahun dengan Pemerintah DKI Jakarta, pengelola yakin akan mampu memberikan sebuah pilihan belanja yang menarik bagi berbagai konsumen di masa depan.

Kegiatan renovasi Pasar Festival dan perbaikan fasilitas olah raga di Gelora Sumantri Brodjonegoro masih terus berlangsung, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan serta memenuhi peningkatan kebutuhan akan pusat perbelanjaan dan sarana olah raga. Selain Bakrie School of Management yang sudah ada selama beberapa tahun, pada tahun 2010 tercatat masuknya beberapa penyewa besar yang menambah daya tarik Pasar Festival. Tingkat hunian rata-rata di tahun 2010 mencapai 83,5%.

Elite Club Epicentrum

Elite Club Epicentrum adalah klub kebugaran yang dikelola oleh manajemen Rasuna Epicentrum sejak bulan September 2010. Klub kebugaran ini sebelumnya beroperasi dengan nama Gold’s Gym

and hotel building while Tower B contains 226 units designed as residential condominiums. In 2010, the project was further augmented with an additional facility of a function room.

Hotel visitors are segmented into long-stay guests at 34%, corporate clients at 20%, frequent individual travelers (FIT) at 10%, travel agencies at 15%, promotional packages at 8%, government/ embassy officials at 3%, internet/Aston website bookings at 8% and other segments at 2% with a balanced geographical-based composition of visitors between domestic and foreign guests. In 2010, the average occupancy rate enjoyed an upward trend of 83.73% while in 2009 and 2008 it reached 85.52% and 82.12% respectively. These figures are also the highest as compared to those from the same segment, which only managed to post 70%. In addition, Aston Rasuna Residence succeeded in attaining revenue per available room (REVPAR) rate of Rp 414,957 or above the average rate of the same industry at Rp 290,000 (Source: Hotel Front Line Association Jakarta).

Pasar Festival

Pasar Festival, a shopping haven catering to the middle class segment is adjoined to the Sumantri Brodjonegoro Sports Complex in Kuningan, Jakarta. With a total leasing area of 10,512 m2, the facility was established in 1995. Through a 48-year joint management scheme with the Jakarta provincial government, the operator is confident that the complex will continue to be an appealing shopping experience for a broad range of customers in the future.

Renovations to Pasar Festival and the revamping of facilities at the Sumantri Brodjonegoro Sports Complex will be an ongoing process with the area for the past several years, since 2010 several major tenants have followed suit, adding to the appeal of Pasar Festival. The average occupancy rate in 2010 was 83.5%.

Elite Club Epicentrum

(12)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 66

Elite Rasuna dibawah pengelolaan Gold’s Gym International selama sekitar 2 tahun sejak tahun 2008. Meskipun terjadi perubahan pengelolanya, klub ini tetap mengusung konsep sebagai sarana kebugaran (fitness) dan kesehatan yang menyeluruh (wellness) untuk seluruh keluarga. Klub ini menempati dua lantai seluas 5.215 m2,

dengan fasilitas sangat lengkap yang terdiri dari lapangan tenis, futsal, squash, kolam renang, area gym, arena bermain anak-anak, lounge, dan restoran.

Berkat program-program menarik yang dimiliki dan agresivitas tenaga pemasarannya, jumlah keanggotaan Elite Club Epicentrum terus bertambah menjadi sekitar 2.270 anggota, meningkat dari 1.451 anggota di tahun sebelumnya. Faktor pendukung peningkatan keanggotaan ini adalah semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berolahraga serta berkembangnya kawasan hunian dan bisnis di daerah Kuningan, termasuk diantaranya dengan pengoperasian Lifestyle dan Bakrie Tower.

Rasuna Ofice Park

Komplek Rasuna Office Park dibangun secara bertahap sejak tahun 2005. Pembangunan tahap I dan II telah diselesaikan di bulan Januari dan Desember 2006, sedangkan tahap III telah diselesaikan di bulan Januari 2008. Komplek Rasuna Office Park ini dikelola oleh PT ProVices Indonesia. Total area yang dijual dalam komplek perkantoran ini seluas 14.031 m2.

The 18th Residence Taman Rasuna

The 18th Residence Taman Rasuna dibangun untuk memenuhi kebutuhan segmen masyarakat menengah ke atas akan tempat tinggal berkualitas di tengah kota. Didirikan di atas lahan seluas 5.000 m2 di dalam kompleks Taman Rasuna, kawasan

hunian ini memiliki 2 (dua) menara masing-masing 32 lantai. Jumlah unit tersedia sebanyak 750 unit, terdiri dari apartemen tipe 1 kamar dan 2 kamar. Fasilitas yang tersedia antara lain 2 (dua) lantai parkir, fasilitas kebugaran dan komersial. Apartemen yang pembangunannya selesai pada akhir tahun 2007 ini dikelola oleh PT ProVices Indonesia.

Concert Hall & Ofice Tower

Concert Hall adalah gedung pertunjukan kelas dunia yang pertama di Jakarta untuk menampilkan kekayaan warisan budaya Indonesia dalam bentuk pertunjukan seni. Concert Hall menurut rencana

Gold’s Gym International for at least 2 years since 2008. Despite this change in management, the club maintained its concept of being a fitness and wellness facility attuned to the needs of the entire family. The club occupies two floors covering 5,215 m2 and outfitted with a complete range of sports amenities including tennis courts, futsal pitches, squash courts, swimming pools, gym areas, children’s playing arena, lounge, and dining area.

Owing to attractive programs on offer reinforced with an aggressive marketing team, Elite Club Epicentrum continues to attract a greater number of members, now reaching at least 2,270 members, an impressive surge compared to 1,451 members in the previous year. This rise in membership is due to heightened awareness on the importance of sports activities coupled with rapid developments in Kuningan’s residential and business areas, including the operation of Lifestyle and Bakrie Tower.

Rasuna Ofice Park

The phased construction of Rasuna Office Park began since 2005. Construction for stages I and II was completed in January and December 2006, respectively, while phase III was finalized in January 2008. The Rasuna Office Park complex is under the management of PT ProVices Indonesia. Total marketable area within the office compound reached 14,031 m2.

The 18th Residence Taman Rasuna

The 18th Residence Taman Rasuna is expressly designed to answer the needs of the upper middle class segment for quality living in the center of the city. Built on a land area of 5,000 m2 within the Taman Rasuna complex, this residential area has 2 (two) towers each with 32 floors. The 750 units on offer consist of one or two-bedroom apartments. The apartment building comes equipped with various facilities including 2 (two) parking floors, fitness facilities and commercial areas. Construction on the property was completed at the end of 2007 and is currently managed by PT ProVices Indonesia.

Concert Hall & Ofice Tower

The Concert Hall shall make its mark as the first ever world-class performance venue in Jakarta to showcase the wealth of Indonesia’s cultural heritage through art and cultural presentations. LAPORAN

(13)

akan dibangun di atas lahan seluas 6.726 m2,

berdampingan dengan Office Tower seluas 1.637 m2 yang dibangun dengan konsep perkantoran

modern. Pembangunan kedua gedung ini diharapkan dapat dimulai pada tahun 2012 dan diperkirakan selesai pada tahun 2014.

The Convergence Indonesia

The Convergence Indonesia dirancang sebagai gedung perkantoran 26 lantai dengan luas sekitar 26.000 m2. Pada tahun 2010 disepakati bahwa

pembangunan The Convergence selanjutnya dilakukan oleh PT Andika Multi Karya (AMK) sebagai pemilik aset properti ini.

City Property II

Sentra Timur Residence

City Property II memulai proyek pengembangan Kawasan Kota Baru Perumnas di Jakarta Timur sejak tahun 2009, bekerja sama dengan Perum Perumnas. Potensi pengembangan mencakup area seluas ± 40 ha, yang dikembangkan dengan menggunakan konsep vertikal, mix-used, dan transit oriented development serta dengan mengoptimalkan potensi Terminal Pulogebang, gerbang tol Sentra Timur dan Banjir Kanal Timur di kawasan tersebut. Superblok ini merupakan pengembangan lanjutan dari Proyek Apartemen Sentra Timur Residence (STR) yang berlokasi di daerah Pulo Gebang, bekerja sama dengan Perum Perumnas. Keterlibatan Bakrieland dalam proyek pengembangan rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah ini merupakan wujud peran aktifnya membantu Pemerintah dalam program pembangunan 1.000 menara rusunami. Menurut rencana, di Superblok Sentra Timur/Kota Baru Perumnas akan dibangun hotel, gedung perkantoran (low-rise dan mid-rise), pertokoan, serta sejumlah apartemen.

Pada tahun 2010, City Property II berupaya melakukan evaluasi dan konsolidasi internal, diferensiasi dan persiapan proyek secara lebih matang, serta meningkatkan kerja sama dengan mitra strategis seperti Perum Perumnas, perbankan, dan Pemda DKI Jakarta. Dalam rangka mencapai target penyelesaian pembangunan dan penjualan, City Property II terus berupaya menjaga agar proses konstruksi berjalan sesuai jadwal dan standar kualitas yang ditetapkan, serta menerapkan program penjualan yang menarik dan kompetitif. Selain itu, City Property II juga mempersiapkan perencanaan pengembangan

The Concert Hall will be built on a 6,726 m2 land adjacent to a modern Office Tower, which will cover 1,637 m2. The construction of both structures is expected to begin in 2012 and is scheduled for completion by 2014.

The Convergence Indonesia

Convergence Indonesia was designed as a 26,000 m2 office building with 26 floors. In 2010 it was agreed that the subsequent construction of The Convergence shall be carried out PT Andika Multi Karya (AMK) as the owner of the property.

City Property II

Sentra Timur Residence

City Property II initially embarked on the development of the Kota Baru Perumnas area in East Jakarta in 2009 together with Perum Perumnas, the state-owned housing company. The potential area for development covers ± 40hectares and will see a vertical, mix-used and transit-oriented concept while optimizing the potential of the Pulo Gebang Terminal, Sentra Timur toll gates, and the East Flood Canal situated within the area. This superblock is a follow-up to the development of the Sentra Timur Residence (STR) apartment project situated in Pulo Gebang under a cooperation agreement with Perum Perumnas. Bakrieland’s involvement in the development of a high-rise housing unit for the lower-middle income bracket demonstrates Bakrieland’s active role in assisting the Government to realize ambitious projects for developing 1,000 towers of low-cost apartments. According to plan, the Sentra Timur/ Kota Baru Perumnas Superblock will feature hotels, office buildings (low-rise and mid-rise), retail units and several apartment buildings.

(14)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 68

usaha yang dapat saling mendukung dengan apartemen STR dan menyesuaikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan melalui strategi pengembangan bertahap.

Pada tahun 2010, komitmen penyelesaian pembangunan kepada pelanggan telah berhasil dicapai melalui penyelesaian konstruksi STR tahap I yang terdiri dari 1.327 unit, lengkap dengan fasilitas dan infrastrukturnya. Proses serah terima kepada penghuni dilakukan secara bertahap mulai bulan Juli 2010. Hingga akhir 2010, sekitar 250 unit apartemen telah diserahterimakan; sebagian langsung dihuni dan sebagian lainnya masih fitting out. Tingkat penjualan per akhir tahun 2010 telah mencapai 47,8%, dimana sebagian besar penghuni memiliki pekerjaan di wilayah Jakarta Timur.

Manajemen Properti

Saat ini, kegiatan pengelolaan beberapa gedung dan sarana yang dimiliki oleh Bakrieland dilaksanakan oleh PT ProVices Indonesia, sebuah perusahaan manajemen properti yang sahamnya dimiliki oleh Bakrieland. PT ProVices Indonesia berdiri pada tahun 2005 dengan nama PT Dinamika Nusantara Bestari (DNB), sebelum akhirnya beralih nama menjadi PT ProVices Indonesia pada tahun 2007.

Selain mengelola properti dalam grup Bakrie seperti Rasuna Office Park, the 18th Rasuna, Wisma Bakrie 1 dan 2, pada tahun 2010 PT ProVices Indonesia mulai melakukan pengelolaan properti di luar grup Bakrie dan memasuki bisnis di bidang pengelolaan jalan tol dan penyediaan sumber daya manusia. Untuk itu, PT ProVices Indonesia telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan mempertajam strategi pemasarannya.

Pada tahun 2010, PT ProVices Indonesia telah berhasil mengoptimalkan pengelolaan gedung sehingga tercapai zero complaint dengan senantiasa memperhatikan masalah K3, melanjutkan pengembangan gedung sesuai rencana bisnis tahun 2010, serta menyempurnakan standar prosedur operasional melalui ISO 9001:2008 untuk gedung Wisma Bakrie 1, 2 dan The 18th Rasuna Residence.

business development plan that supports the establishment of the STR apartment complex and tailored construction according to need through a phased development strategy.

In 2010, the commitment to customers with regard to project completion was duly proven with the punctual finalization of stage 1 of STR construction consisting of 1,327 units, complete with facilities and infrastructure. The handing over of units to occupants was carried out in stages beginning July 2010. By the end of 2010, some 250-apartment units were handed over; of which several were immediately occupied and the others were still being fitted out. Sales volume by the end of 2010 reached 47.8% where the majority of occupants work around the East Jakarta area.

Property Management

At present, the management of several buildings and facilities owned by Bakrieland are operated by PT ProVices Indonesia, a property management company under the ownership of Bakrieland. PT ProVices Indonesia was established in 2005 under the name PT Dinamika Nusantara Bestari (DNB), before it was changed to PT ProVices Indonesia in 2007.

Apart from managing properties under Bakrie group, such as Rasuna Office Park, the 18th Rasuna, Wisma Bakrie 1 and 2, in 2010 PT ProVices Indonesia extended its services to properties outside of the Bakrie group and entered into the business of toll road management and the recruitment of human resources. To undertake these activities, PT ProVices Indonesia found it necessary to build the capacity of its human resource and sharpen its marketing strategy.

In 2010, PT ProVices Indonesia has succeeded in optimizing building management to the level of zero complaints by paying constant heed to occupational safety and health, continuing with the development of buildings according to the 2010 business plan, and improving standard operating procedures through gaining ISO 9001:2008 for Wisma Bakrie 1 and 2 as well as The 18th Rasuna Residence.

(15)

Prospek 2011 dan ke Depan

Prediksi yang positif mengenai perkembangan ekonomi domestik yang menguat disertai dengan tingkat bunga yang terkendali menumbuhkan optimisme bagi City Property dalam memasuki tahun mendatang, namun kami menyadari bahwa diperlukan kerja keras untuk menghadapi berbagai tantangan lain.

City Property I

Tren back to the city yang berkembang belakangan ini merupakan hal yang menguntungkan karena mendorong meningkatnya kebutuhan perumahan dan perkantoran di kawasan CBD. Namun di lain pihak, kompetisi yang semakin meningkat, berlakunya sanksi bagi pengembang yang menjual properti sebelum mencapai 25% penyelesaian konstruksi (UU Perkim per 17 Desember 2010), pencarian mitra strategis baru, komitmen serah terima properti kepada konsumen, penerapan pengelolaan PBB baru oleh Pemda, dan birokrasi perijinan yang masih rumit merupakan tantangan berat yang perlu dihadapi. Di tahun 2011, fokus City Property I adalah menyelesaikan The Groove dan The Wave.

City Property II

Target City Property II di tahun 2011 mencakup peningkatan penjualan unit-unit di Sentra Timur Residence, pemasaran apartemen STR 1B, pengembangan Superblok Sentra Timur, dan pembangunan fasilitas komersial penunjang di kawasan STR. Pencapaian target-target ini memerlukan dukungan dalam bentuk realisasi program pengembangan infrastruktur di kawasan STR berupa pembukaan akses tol, pembangunan terminal modern Pulogebang dan pembangunan jalan tembus ke Jalan Dr. Radjiman.

Manajemen Properti

Upaya peningkatan strategi pemasaran akan terus dilaksanakan dalam rangka memperluas cakupan kegiatan manajemen properti di luar grup Bakrie. Manajemen properti juga akan mengembangkan bisnis baru di bidang parkir dan pengelolaan villa.

Prospect In 2011 and Onwards

An optimistic projection of the country’s financial progress bolstered by manageable interest rates have roused City Property’s confidence as it enters the coming year whilst being completely aware of the need to work even harder in order to face other emerging challenges.

City Property I

The growing trend of moving back to the city creates a favorable setting as it drives demand upward particularly for housing and office space in the CBD area. On the other hand, however, several challenges must be taken into account including more intense competition, imposition of sanctions for developers selling their properties before reaching 25% of construction completion (Law on Housing and Settlement Areas as of 17 December 2010), seeking new strategic partners, hand-over commitment of property to customers, application of the new land and building taxation enforced by the local government, and increasingly complicated licensing bureaucracy. In 2011, City Property I shall focus on the completion of The Groove and The Wave.

City Property II

City Property II in 2011 aims to boost sales of units at Sentra Timur Residence, commence marketing of STR 1B apartments, develop Sentra Timur Superblock, and begin construction of supporting commercial facilities at the STR complex. The achievement of these targets necessitates support through the realization of infrastructure development projects within the STR area in the form of toll road access, establishment of the Pulo Gebang modern terminal and construction of an access road leading to Dr. Radjiman Street.

Property Management

(16)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 70

GREEN

LIFESTYLE

LANDED

RESIDENTIAL

(17)

Tinjauan Umum

Unit Usaha Landed Residential bergerak dalam bidang pengembangan kawasan pemukiman terpadu, yang berfokus pada pembangunan perumahan untuk segmen pasar menengah dan menengah atas, mulai dari tipe standard hingga excellent. Pengembangan kawasan juga dilengkapi dengan pembangunan berbagai fasilitas yang menjadikannya sebagai kawasan mandiri.

Sebagaimana halnya dengan proyek pengembangan lain dibawah Bakrieland, pengembangan kawasan pemukiman terpadu oleh Landed Residential menggunakan konsep ramah lingkungan sesuai dengan program CSR Terintegrasi ‘Bakrieland Goes Green’. Dengan konsep tersebut, Landed Residential berhasil menciptakan nilai tambah berupa kawasan perumahan yang ramah lingkungan, nyaman dihuni, hemat energi, dan menyatu dengan alam. Konsep ini, ditambah dengan lokasi strategis dan akses yang baik, menjadikan produk Landed Residential banyak diminati.

General Overview

The Landed Residential Business Unit is involved in the development of integrated residential areas focused on housing units for the middle and upper-middle market segments, ranging from the standard to excellent type of housing units. The development of these areas shall come inclusive with an excellent choice of facilities,turning these areas into self-contained settings.

Comparable to other development projects under Bakrieland’s umbrella, the establishment of integrated housing compounds by Landed Residential also adheres to the green concept in line with the Integrated CSR Program of ‘Bakrieland Goes Green’. By embracing this concept, Landed Residential has managed to create added value through its eco-friendly residential units that give new meaning to comfort living, while ensuring energy savings blend with nature. Together with this concept, along with a strategic location and assured access, Landed Residential products are sought by many.

Landed Residential

mengembangkan kawasan

perumahan dengan menggunakan

konsep ramah lingkungan. Konsep

ini berhasil menciptakan nilai

tambah berupa kawasan perumahan

yang ramah lingkungan dan

menyatu dengan alam.

Landed Residential develops

integrated housing compounds

by adhering to the green concept.

This concept has created an added

value through its eco-friendly

residential units that give new

meaning to comfort living and

blending in with nature.

(18)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 72

Dari ketiga kawasan perumahan Landed Residential yang sedang dikembangkan yaitu Bogor, Malang, dan Batam, hingga saat ini Bogor masih memberikan kontribusi pendapatan terbesar bagi Perusahaan melalui perumahan Bogor Nirwana Residence. Pangsa pasar Bakrieland untuk perumahan menengah dan menengah atas di daerah Bogor mencapai sekitar 7%.

Pada tahun 2010, Landed Residential melalui PT GAP memperoleh 4 (empat) penghargaan, yaitu:

• Top Brand Award, kategori Water Recreation Spot untuk the Jungle Water Park.

• Indonesia Property Bank Award, kategori Proyek Kota Baru dan Perumahan Terbaik untuk Bogor Nirwana Residence.

Among all three Landed Residential housing areas being developed in Bogor, Malang and Batam, the Bogor Nirwana Residence complex project in Bogor remains the largest income contributor for the Company. Bakrieland’s market share for residential units of middle and middle up segments in Bogor reached 7%.

In 2010, Landed Residential through PT GAP was honored with the following 4 (four) awards:

• Top Brand Award, Water Recreation Spot category for The Jungle Water

Park.

• Indonesia Property Bank Award, under the Best New City and Housing

Project category for Bogor Nirwana Residence. Edi Supriadi

Anggota Keamanan Cluster Harmony 1, Bogor Nirwana Residence

Security Officer in Harmony 1 Cluster, Bogor Nirwana Residence

Edi Supriadi, seorang petugas keamanan di Bogor Nirwana Residence, sebelumnya adalah pembuat sandal musiman yang banyak diproduksi di wilayah desa Sukamantri. “Saya sangat bersyukur karena setelah lulus pendidikan petugas keamanan dan diterima sebagai anggota keamanan perumahan Bogor Nirwana Residence, saya memperoleh gaji rutin yang mencukupi kebutuhan keluarga. Tanpa keberadaan Bakrieland yang membiayai pelatihan dan mempekerjakan sebagai anggota keamanan, mungkin saya belum mendapatkan pekerjaan.”

Edi Supriadi, a security officer at the Bogor Nirwana Residence, previously was a seasonal sandal maker widely produced in Sukamantri rural areas. “I am very grateful that after graduating from the security guard training and was accepted as a member of the security team at Bogor Nirwana Residence, I have received regular salaries sufficient for my family. Without the presence of Bakrieland who paid for the training and hired me as a security guard, I might still be unemployed.“

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland

(19)

• Property & Bank Award, kategori Hunian Berkonsep Green & Environmental Friendly Terbaik Di Pusat Kota Malang untuk Ijen Nirwana Residence.

• Award Ceremony International Professional Award 2010, kategori The Best Executive of the Year untuk Ijen Nirwana Residence.

Seluruh proyek pengembangan Landed Residential dilaksanakan oleh PT Graha Andrasentra Propertindo (GAP) beserta anak perusahaannya, yaitu PT Mutiara Permata Biru dan PT Dutaperkasa Unggullestari.

• Property & Bank Award, the Best Green &

Environmental Friendly Housing in Malang City category for Ijen Nirwana Residence.

• Award Ceremony International Professional

Award 2010, for The Best Executive of the Year category for Ijen Nirwana Residence.

All Landed Residential development projects are carried out by PT Graha Andrasentra Propertindo (GAP) together with its subsidiaries, PT Mutiara PermataBiru and PT Dutaperkasa Unggullestari.

29.53

%

Contribution to Bakrieland total revenue.

(20)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 74

Kinerja Operasional

Pada tahun 2010, tingkat suku bunga relatif rendah dan stabilitas nilai tukar Rupiah mampu memberikan dampak positif bagi dunia properti secara umum. Salah satu perkembangan yang menggembirakan bagi Landed Residential adalah munculnya tren positif dalam pertumbuhan penjualan dan tingkat serapan terutama diwilayah Jabodetabek. Seiring dengan perkembangan kota Bogor yang semakin tertata rapi dengan berbagai fasilitas yang lengkap bagi keluarga, kota Bogor menjadi daerah idaman bagi keluarga yang ingin memiliki tempat tinggal. Kota Bogor juga memiliki kelebihan berupa kondisi topografi, udara yang sejuk, dan daerah bebas banjir. Hal ini menjadikan prospek perumahan di daerah Bogor sangat baik.

Meskipun secara umum keadaan ekonomi nasional membaik ditahun 2010, namun daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih sehingga segmen produk tingkat menengah ke bawah masih lebih diminati, dimana Landed Residential hanya memiliki sedikit produk untuk segmen tersebut. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan penjualan tidak setinggi yang diharapkan. Untuk itu, berbagai upaya telah dilakukan dengan memperkuat pemasaran melalui promosi dan penawaran khusus, menawarkan fleksibilitas cara pembayaran, menyediakan produk dan layanan dengan kualitas terbaik, serta menciptakan inovasi produk baru dan penyelesaian produk tepat waktu. Melalui upaya ini, pada semester kedua 2010 penjualan berhasil meningkat secara signifikan.

Pada tahun 2010, Landed Residential meluncurkan 3 (tiga) klaster baru dikawasan Bogor Nirwana Residence (BNR), serta menyelesaikan dan mengoperasikan Aston Bogor Hotel & Resort yang berlokasi di kawasan komersial BNR.

Total pendapatan selama tahun 2010 mencapai Rp 403,90 miliar, dimana kontribusi terbesar pendapatan berasal dari proyek Bogor Nirwana Residence sebesar Rp 273,74 miliar, The Jungle Waterpark sebesar Rp 39,59 miliar, dan Aston Hotel sebesar Rp 38,28 miliar.

PT Graha Andrasentra Propertindo

GAP merupakan anak perusahaan Bakrieland dengan kepemilikan saham sebesar 99,78%. Perusahaan ini adalah pengelola kawasan hunian eksklusif Bogor Nirwana Residence (BNR) yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, dengan luas lahan sebesar lebih dari 1.000 hektar.

Operational Performance

In 2010, relatively low interest rates and a stable Rupiah exchange rate have brought about a positive impact for the property industry in general. One of the more promising developments for Landed Residential concerns the emergence of an upward trend in sales growth and absorption levels particularly at the Jabodetabek area. In line with impressive developments in Bogor, which has become a more orderly city and offers wholesome facilities for families, Bogor has turned into a city of choice for families in search of an idyllic place of residence. Bogor presents a host of advantages including its topography, agreeable cool weather, and flood-free area. As such, Bogor indeed is a promising area for housing development projects.

Despite an overall optimistic performance of the national economy in 2010, consumer purchasing power has not fully recovered, hence middle-to-low-end products remain the preferred choice and Landed Residential can only offer a limited range of these product segments. This has led to a less than desirable sales growth. To address this setback, efforts are being made to strengthen its marketing function through promotions and special offers and by allowing greater flexibility in payment methods, providing first-rate products and services, and designing new innovative products while ensuring the timely completion of products. Through these concerted efforts, by the second semester of 2010, sales showed a significant jump.

In 2010, Landed Residential launched 3 (three) new clusters within the Bogor Nirwana Residence (BNR) complex, and ensured the completion and operation of Aston Bogor Hotel & Resort situated at the BNR commercial zone.

Total income in 2010 reached Rp 403.90 billion, of which earnings from the Bogor Nirwana Residence project accounts for the largest contribution to income at Rp 273.74 billion, followed by The Jungle Waterpark at Rp 39.59 billion and Aston Hotel Residence at Rp 38.28 billion.

PT Graha Andrasentral Propertindo

GAP is a 99.78% ownedBakrieland subsidiary. The company manages the Bogor Nirwana Residence (BNR), an exclusive housing area located in Bogor, West Java with underway to develop land stretching across more than 1,000 hectares.

(21)

Kawasan Perumahan BNR

Kawasan perumahan BNR dibangun dengan konsep eco-city dengan sistem klaster tertutup, yang mempertahankan 60% lahan sebagai area hijau. Berbagai fasilitas tersedia disekitar lokasi, seperti clubhouse, wahana wisata air, hotel, dan pertokoan. Semua ini mampu memberikan nilai tambah bagi BNR dibandingkan kawasan perumahan lainnya di Bogor.

Saat ini kawasan BNR telah memiliki 16 (enam belas) klaster dengan konsep hunian tropis, minimalis tropis, dan country modern. Tiga klaster baru yang diluncurkan pada tahun 2010 adalah Harmony 3, Harmony Boulevard, dan The Cliff. Dua klaster yang berhasil diselesaikan pembangunannya yaitu Harmony 2 dan Harmony 5, sementara klaster Cendana telah mencapai 42,68% penyelesaian.

Produk Baru BNR 2010| New Products of BNR in 2010

No. Nama Klaster

1 Harmony 3 4.65 134 500-700 19% 16.34% 2 Harmony Boulevard 4.4 52 900-1,500 17% 9.13% 3 The Cliff 6.2 72 1,900-4,000 5% 2.26%

Kemajuan Pembangunan Produk BNR| BNR Product’s Development Progress

No Nama KlasterCluster Name

Luas

Wilayah BNR juga memiliki kawasan komersial seluas 20 hektar yang dinamakan Nirwana Epicentrum. Nirwana Epicentrum mencakup berbagai fasilitas, antara lain Orchard Walk Arcade, The Jungle Mall, The Jungle Water Park, dan Aston Bogor Hotel & Resort.

The Jungle Water Park merupakan wahana permainan air terlengkap dan termodern di Indonesia. Dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektar, The Jungle Water Park dilengkapi berbagai sarana hiburan bernuansa pendidikan seperti

BNR Residential Area

Built to reflect the eco-city concept with a gated cluster system, the BNR residential compound has maintained 60% of land area as open green space. Residents are indulged with an array of facilities within the location such as a clubhouse, water recreational park, as well as hotel and retail units. This secures BNR with a definitive advantage compared to other housing areas in Bogor.

BNR currently presents 16 (sixteen) clusters that evoke tropical-inspired, minimalist and modern country lifestyles. Three new clusters unveiled in 2010 are Harmony 3, Harmony Boulevard, and The Cliff. Two completed clusters are Harmony 2 and Harmony 5, while the Cendana cluster has reached 42.68% completion.

BNR Commercial Area

BNR also holds a 20-hectare commercial area known as Nirwana Epicentrum. Nirwana Epicentrum draws attention to its range of facilities including the Orchard Walk Arcade, The Jungle Mall, The Jungle Water Park, and Aston Bogor Hotel & Resort.

(22)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland Futsal, Lazy River, 4D Cinema, Racer Slide, Kiddy Pool dan Leisure Pool. Jumlah pengunjung The Jungle setiap tahunnya mencapai kisaran 900 ribu orang.

The Jungle Mall dan Orchard Walk Arcade merupakan retail mall yang terletak disekitar The Jungle Water Park. The Jungle Mall memiliki luas area sewa sekitar 10.000 m2, sebagian diantaranya terisi oleh pihak ketiga (rekanan bisnis) yang membuka kantor cabangnya. Sementara Orchard Walk Arcade yang terdiri atas 71 unit telah 25,4% terjual dan tersewa oleh berbagai pihak.

Pembangunan Aston Bogor Hotel & Resort selesai pada akhir November 2010 dan mulai beroperasi sejak bulan Desember 2010. Hotel bintang empat yang dikelola oleh Aston International ini memiliki 3 menara, yaitu menara A (lobby, ballroom, restoran, ruang pertemuan dan kantor), menara B (39 unit, retained) dan menara C (85 unit condotel) sudah terjual seluruhnya. Keberadaan Aston Bogor Hotel & Resort mendapat respon yang sangat baik, sebagaimana ditandai dengan tingkat reservasi hotel mencapai 68%.

PT Mutiara Permata Biru (MPB)

MPB merupakan anak perusahaan GAP dengan kepemilikan saham 99%. MPB mulai melakukan pembangunan perumahan kelas menengah Batam Nirwana Residence di Sekupang, Batam sejak tahun 2007. Perumahan yang dibangun di atas lahan seluas 40 hektar ini akan memiliki lebih dari 996 unit yang dilengkapi dengan fasilitas publik seperti clubhouse, kolam renang, taman anggrek, lapangan futsal, dan taman bermain anak.Hingga akhir tahun 2010 sudah terjual 697 unit. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2012.

PT Dutaperkasa Unggullestari (DPUL)

DPUL merupakan anak perusahaan GAP dengan kepemilikan saham 65%. Pada tahun 2008, DPUL memulai pembangunan proyek perumahan mewah Ijen Nirwana Residence di Malang, Jawa Timur. Perumahan yang dibangun diatas lahan seluas 22,4 hektar ini mengusung konsep hunian resor ditengah kota dan dilengkapi dengan area komersial dan berbagai macam fasilitas seperti clubhouse, jogging track dan hutan kota. Hingga akhir tahun 2010, telah terjual 85 unit dari total 285 unit tersedia.

Giant Aquarium, Bird Park, Dry Park, Fountain Futsal, Lazy River, 4D Cinema, Racer Slide, Kiddy Pool and Leisure Pool. The Jungle each year draws in 900 thousand visitors.

The Jungle Mall and Orchard Walk Arcade are retail malls situated in proximity to The Jungle Water Park. The Jungle Mall offers 10,000 m2 of leasable area, part of which is occupied by third parties (business associates) setting up their branch offices. The Orchard Walk Arcade on the other hand, consists of 71 units of which 25.4% are either sold or leased to various parties.

The construction of Aston Bogor Hotel & Resort was completed at the end of November 2010 and began operationsin December 2010. The four-star hotel under the management of Aston International comprises of 3 towers, tower A (lobby, ballroom, restaurant, meeting hall and offices), tower B (39 units, retained) and tower C (85 condotel units) of which all units have been sold. The presence of Aston Bogor Hotel & Resort has elicited highly appreciative responses as indicated by an impressive level of hotel reservations reaching 68%.

PT Mutiara Permata Biru (MPB)

MPB is a 99% owned GAP subsidiary. MPB first began construction of the Batam Nirwana Residence middle segment housing complex in Sekupang, Batam in 2007. The residential area spreads across 40 hectares of land and will accommodate more than 996 units equipped with public facilities such as a clubhouse, swimming pool, orchid garden, futsal field and playground. By the end of 2010, some 697 units have been sold. This project is expected for completion by 2012.

PT Dutaperkasa Unggullestari (DPUL)

(23)

Prospek 2011 dan ke Depan

Pada tahun 2011, perekonomian Indonesia diprediksikan akan mengalami tingkat pertumbuhan yang baik dan menguntungkan bagi dunia usaha termasuk properti. Kami optimis bahwa peningkatan daya beli masyarakat akan mendorong naiknya permintaan akan perumahan, khususnya di area Jabodetabek.

Rencana pengembangan Landed Residential mencakup perluasan The Jungle dan pembukaan wahana baru Wave Pool, peluncuran Harmony Boulevard tahap 2 dan Harmony 4, serta pembangunan Menara D Aston Bogor Hotel & Resort. Selain itu juga akan dikembangkan klaster-klaster baru dan kavling boulevard untuk area komersial yang diperuntukkan bagi rumah sakit, sekolah, gedung olah raga dan showroom. Landed Residential juga akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan pembangunan pasar modern, SPBU, dan Universitas Bakrie. Ke depan, kawasan BNR akan memiliki berbagai fasilitas yang semakin lengkap, termasuk rencana pembangunan inner ring road yang akan memberikan nilai tambah bagi kawasan BNR.

Pembangunan proyek Batam dan Ijen akan dilanjutkan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Prospects In 2011 and Onward

In 2011, a rosy outlook for Indonesia’s economy predicts remarkable growth and a favorable business climate, including for the property industry. We are optimistic that the public’s stronger purchasing power will push demand for housing further upwards, particularly in the Jabodetabek area.

Landed Residential’s development plans encompass the expansion of The Jungle and the launching of a Wave Pool, unveiling of Harmony Boulevard stage 2 and Harmony 4, and the construction of Tower D Aston Bogor Hotel & Resort. Furthermore, new clusters will be developed in addition to boulevard lots designated for hospitals, schools, sports halls and showrooms. Landed Residential will also enter into cooperative ties with third parties for the development of a modern market, petrol stations and Universitas Bakrie. In the future, the BNR area will feature various facilities to further complete the existing range, including plans to build an inner ring road that will add value to BNR.

(24)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 78

SUPPORTING

TOURISM

HO

TEL

&

RESORT

(25)

Tinjauan Umum

Unit Usaha Hotel dan Resort berada dibawah pengelolaan PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS), yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pengelolaan hotel dan resor berkualitas internasional di berbagai daerah tujuan wisata di Indonesia.

Hotel dan Resort memiliki 5 (lima) proyek yang masih terus dikembangkan di daerah tujuan wisata atau daerah yang potensial untuk menjadi tujuan wisata, yaitu Pullman Bali Legian Nirwana, Ubud Nirwana Resort, Pan Pacific Nirwana Bali Resort, Travellers Krakatoa Nirwana Resort-Lampung, dan Lagoon Nirwana Residence-Balikpapan. Seluruh hotel dan resor ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan.

General Overview

The Hotel and Resort Business Unit comes under the management of PT Bakrie Nirwana Semesta (BNS), and is engaged in the development and management of hotels and resorts of international caliber located in various places of interest across Indonesia.

Hotel and ResortThe Business Unit oversees 5 (five) projects continually upgraded at prime and potential tourist destinations. These projects are Pullman Bali Legian Nirwana, Ubud Nirwana Resort, Pan Pacific Nirwana Bali Resort, Travellers Krakatoa Nirwana Resort-Lampung, and Lagoon Nirwana Residence-Balikpapan. All five Hotel and Resort are designed according to the green concept.

Hotel & Resort mengembangkan

hotel dan resor di daerah tujuan

wisata strategis di Indonesia,

sebagai bagian partisipasi

Bakrieland dalam pengembangan

pariwisata Indonesia.

(26)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 80

Diantara ke tiga daerah operasional saat ini yaitu Bali, Lampung, dan Kalimantan Timur, Hotel dan Resort masih memfokuskan pada pengembangan Bali sebagai salah satu tujuan utama wisata dunia. Saat ini pangsa pasar Bakrieland untuk hotel di Bali adalah sekitar 2,7%.

Di tahun-tahun yang lalu, Hotel dan Resort menerima berbagai penghargaan, baik untuk kategori lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, maupun golf resort. Pada tahun 2010, Pan Pacific Nirwana Bali Resort memperoleh penghargaan Best Indonesia Green Hotel Awards 2010 dari majalah Bisnis & CSR.

Among the three current operational areas, namely Bali, Lampung and East Kalimantan, Hotel and Resort remains focused on the development of Bali as one of the world’s major tourist spots. Bakrieland’s market share at present among hotels in Bali is roughly 2.7%.

In previous years, Hotel and Resort had earned numerous awards of acknowledgement related to environmental conservation, corporate social responsibility and golf resort operations. In 2010, Pan Pacific Nirwana Bali Resort garnered the Best Indonesia Green Hotel Award from the Business & CSR magazine.

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland

80

Pullman Bali Legian Nirwana Wayan Wartika

Pengelola Koperasi Transportasi Tanah Lot

Manager of Tanah Lot Transportation Cooperative

“Sejak Pan Pacific Nirwana Bali Resort (NBR) beroperasi penuh di tahun 1997, profesi masyarakat Beraban-Tanah Lot yang semula 80% petani bergeser ke bidang usaha seperti percetakan dan sablon, pemasok makanan dan minuman, jasa transportasi, karyawan hotel, industri kerajinan, dan lain-lain. Dampak positif khusus bagi keluarga saya adalah meningkatnya pendapatan keluarga secara signifikan. Istri saya sekarang karyawan golf dan saya sendiri dipercaya untuk mengelola koperasi transportasi Tanah Lot bekerja sama dengan hotel. Saya berharap ke depan NBR dapat membangun konsep kepariwisataan yang lebih besar dengan

membangun Kawasan Pariwisata Terpadu di Kabupaten Tabanan.”

(27)

Kinerja Operasional

Kondisi ekonomi domestik yang baik di tahun 2010 memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha Hotel dan Resort, khususnya untuk bisnis hotel strata di Bali. Kami mencatat peningkatan jumlah investor lokal dari Jawa Barat, Surabaya dan Makassar untuk investasi hotel strata di Bali. Peningkatan minat investasi ini mendorong naik harga jual Pullman Bali Legian Nirwana hingga sekitar 15% menjadi hampir Rp 25 juta per m2. Secara umum, pembangunan hotel-hotel di Bali cenderung meningkat.

Berbeda dengan hotel strata, bisnis hospitality hotel di Bali secara umum mengalami penurunan dalam jumlah wisatawan asing terutama dari negara-negara tertentu yang masih memperbaiki ekonominya (Eropa, Korea, AS, Jepang, dan lainnya). Jumlah wisatawan Cina dan India meningkat, sementara wisatawan lokal relatif stabil. Hal ini mempengaruhi pendapatan Hotel dan Resort di Bali. Namun demikian, kondisi di daerah operasi lainnya relatif stabil.

Operational Performance

An optimistic outlook for the country’s economy in 2010 engendered a positive impact for the development of the Hotel and Resort business, particularly for strata hotels in Bali. We have observed a surge in the number of local investors from West Java, Surabaya and Makassar investing in strata hotels in Bali. This growth in investment has inexorably pushed prices of Pullman Bali Legian Nirwana to roughly 15% at almost Rp 25 million per m2. In general, hotel construction in Bali has shown a rising trend.

Unlike strata hotels, the hospitality business in Bali generally experienced a decline in the number of foreign tourists particularly from certain countries preoccupied with improving their economy (Europe, Korea, USA, Japan, and others). The number of Chinese and Indian tourists is on the rise, while local visitors remained relatively stable. This undoubtedly affects Hotel and Resort income in Bali. Nevertheless, revenue in other operational areas has been comparatively steady.

84.65

%

Revenue growth of Hotel & Resort. Pertumbuhan pendapatan Hotel & Resort.

Pullman Bali Legian Nirwana

(28)

Laporan Tahunan 2010 Bakrieland 2010 masih difokuskan pada penyelesaian pembangunan Pullman Bali Legian Nirwana. Hal ini merupakan bagian dari upaya membangun citra sebagai pengembang yang menyelesaikan proyek tepat waktu. Kegiatan lain mencakup penunjukan operator baru dan dimulainya renovasi atas fasilitas Pan Pacific Nirwana Bali Resort, realisasi kerja sama pengembangan hotel di Tenggarong bersama pihak Pemda, upaya peningkatan daya tarik Travellers Krakatoa Nirwana Resort Lampung, dan inisiasi pembangunan proyek Balikpapan dengan menggunakan disain baru.

Hotel and Resort menghasilkan pendapatan sebesar Rp 398,84 miliar sepanjang tahun 2010. Pencapaian ini meningkat 84,65% dibandingkan dengan tahun 2009 dan merupakan 29,16% dari total pendapatan Bakrieland. Pendapatan tahun 2010 berasal dari:

• Proyek Pullman Bali Legian Nirwana sebesar Rp 187 miliar (47% dari total pendapatan Hotel & Resort).

• Pendapatan operasi Pan Paciic Nirwana Bali Resort sebesar Rp 199,50 miliar (50% dari total pendapatan Hotel & Resort).

• Pendapatan operasi Travellers Krakatoa Nirwana Resort sebesar Rp 7,50 miliar.

PT Samudra Asia Nasional (SAN)

SAN merupakan anak perusahaan PT Graha Andrasentra Propertindo (GAP) dengan kepemilikan saham 99,99%. SAN membangun Pullman Bali Legian Nirwana, hotel strata bintang lima pertama yang didirikan di sekitar pantai Kuta, salah satu tujuan wisata utama di pulau Bali.

Pada bulan Februari 2011, SAN berhasil melakukan serah terima hotel kepada operator untuk dioperasikan secara bertahap dengan nama Pullman Bali Legian Nirwana. Dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar, kawasan ini terdiri dari area komersial dan hotel. Area komersial yang bernama Le Nirwana telah beroperasi sejak bulan Juni 2009, sedangkan hotel direncanakan untuk beroperasi penuh pada bulan Agustus 2011. Hotel ini memiliki 360 unit kamar, dimana 270 unit tersedia untuk dijual dan 90 unit dipertahankan (retain). Hingga akhir tahun 2010 tersisa 49 unit yang belum terjual. Keberhasilan penjualan ini tercapai berkat penerapan strategi pemasaran yang tepat sasaran.

Hotel and Resort activities throughout 2010 remained focused on the completion of Pullman Bali Legian Nirwana. Other activities include the appointment of a new operator and the commencement of renovations on Pan Pacific Nirwana Bali Resort facilities, realization of cooperative ties on hotel development in Tenggarong with the local government, efforts to heighten the appeal of Travellers Krakatoa Nirwana Resort Lampung, and initiation of the Balikpapan project construction by applying a new design.

Hotel and Resort has posted earnings worth Rp 398.84 billion throughout 2010. This impressive outcome is a 84.65% increase from 2009 and accounts for 29.16% of Bakrieland’s total income. Earnings for 2010 were derived from:

• Pullman Bali Legian Nirwana in the amount

of Rp 187 billion (47% of total Hotel & Resort income).

• Pan Paciic Nirwana Bali Resort’s operating

income at Rp 199.50 billion (50% of total Hotel & Resort income).

• Travellers Krakatoa Nirwana Resort’s operating

income at Rp 7.50 billion.

PT Samudra Asia Nasional (SAN)

SAN is a 99.99% owned subsidiary of PT Graha Andrasentra Propertindo (GAP). SAN developed the Pullman Bali Legian Nirwana, the first ever five-star strata hotel built along Kuta Beach, one of the most popular tourist destinations in Bali.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...