10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 1
Pengertian probabilitas
Kejadian, ruang sample dan probabilitas
Aturan dasar probabilitas
Probabilitas bersyarat
Independensi
Konsepsi kombinatorial
Probabilitas total dan teorema Bayes
Teori Probabilitas
2
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 2
2-1 Probabilitas adalah:
Sebuah ukuran
ketidak-pastian.
Sebuah ukuran
tingkat keyakinan
terjadinya
sebuah kejadian yang tidak pasti (
uncertain
event
).
Sebuah ukuran tingkat
peluang (likelihood of
occurrence)
dari sebuah kejadian yang tidak
pasti (
uncertain event
).
Diukur dengan nilai antara 0 dan 1 (atau antara
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 3
Type Probabilitas (1)
z
Objektif atau Probabilitas Klasik
Berlandaskan pada kejadian yang sama
(
equally-likely
) dan logis.
Berdasarkan frekuensi relatif kejadian dalam
waktu yang lama.
Tidak memperhatikan keyakinan perorangan.
Dianggap sama untuk setiap peneliti (objektif).
Contoh: pelemparan koin atau dadu.
Type Probabilitas (2)
z
Probabilitas Subjektif
Berlandaskan pada keyakinan individu,
pengalaman, intuisi, dan justifikasi personal.
Ada perbedaan untuk setiap peneliti (subjektif).
Contoh: pemasaran produk baru, ramalan
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 5
( )
A
2-2 Kejadian, Ruang sample dan
Probabilitas (1)
z
Set – sebuah kumpulan dari elemen
atau objek yang menjadi perhatian
Set Kosong (∅)
z Sebuah set yang tidak memiliki anggota elemen
Set Universal (S)
z Sebuah set yang mencakup seluruh elemen yang
mungkin ada
Komplemen (
Not
). Komplemen A adalah
sebuah set yang mencakup semua elemen S
kecuali elemen A
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 6
Subset (
⊂
)
- Adalah sebuah set bagian dari set S
Irisan
(And) A
∩
B
- adalah set yang mencakup semua elemen A
dan B
Gabungan
(Or) A
∪
B
- adalah sebuah set yang mencakup semua
elemen A atau B atau keduanya
Kejadian, Ruang sample dan
Probabilitas (2)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 7
Beberapa Teorema (1)
Teorema: P(φ)=0 Bukti:
Tuliskan hubungan berikut S = S∪φ dan juga diperoleh hubungan S∩φ=φ. Dengan aksioma di atas, diperoleh
) ( ) ( ) (S P S Pφ P = + . Karena P(S) = 1, maka P(φ)=0.
Teorema: P(A)=1−P(A), dimana A adalah komplemen dari A Bukti:
Dari definisi komplemen, untuk setiap A⊂ maka diperoleh S
A A
S= ∪ . Karena A∩ A=φ, maka dengan aksioma di atas
diperoleh P(S)=P(A)+P(A).
Karena P(S) = 1, dengan demikian P(A)=1−P(A).
Beberapa Teorema (1)
Teorema: Untuk dua kejadian A dan B, sedemikian
sehingga A⊂B, maka P(A)≤ P(B).
Bukti:
Kejadian B dapat ditulis sebagai B= A∪(A∩B), dimana
φ = ∩ ∩(A B)
A , maka dengan aksioma di atas diperoleh
) ( ) ( ) (B P A P A B
P = + ∩ . Karena (A∩ )B ⊂ S adalah suatu kejadian maka P(A∩ B)≥0, dengan demikian P(A) ≤P(B).
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 9
•
Mutually exclusive
atau
disjoint
–
dua set tidak memiliki elemen bersama,
tidak memiliki irisan, atau irisannya adalah
set kosong.
•
Partisi
–
adalah sekumpulan set yang
mutually
exclusive
yang secara bersama-sama
mencakup semua elemen, atau
gabungannya membentuk set universal S.
Kejadian, Ruang sample dan
Probabilitas (3)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 10
A
A
∪
B
A
∩
B
A 2 A 1 A 5 A 4 A 3 Partisi A AIB B B A ADiagram set
Komplemen10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 11
•
Sebuah proses yang menghasilkan satu dari
beberapa hasil yang mungkin terjadi
*, contoh:
Coin toss: Heads,Tails Throw die: 1, 2, 3, 4, 5, 6
Pengenalan produk baru: sukses, gagal•
Setiap percobaan memiliki hasil observasi
tunggal.
•
Hasil pasti dari percobaan random tidak dapat
diketahui sebelum dilakukan.
* Juga dikenal sebagai hasil dasar ( basic outcome), kejadian dasar atau kejadian sederhana
Percobaan - Experiments
z
Ruang sample atau set kejadian
adalah set dari semua hasil yang mungkin ada dari
sebuah percobaan
z contoh: pelemparan dadu S = (1,2,3,4,5,6)
z
Kejadian
Kumpulan dari hasil dengan karakteristik yang sama
z Contoh: muncul sisi genap A = (2,4,6)
Kejadian A terjadi jika sebuah hasil dalam set A terjadi
Probabilitas sebuah kejadian
Jumlah probabilitas dari setiap hasil yang muncul
z P(A) = P(2) + P(4) + P(6)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 13
•
Perhatikan contoh berikut:
Percobaan pelemparan sebuah dadu seimbang •Ada 6 hasil yang mungkin (1,2,3,4,5,6)
•Jika setiap hasil seimbang (equally-likely), probabilitas setiap hasil adalah 1/6 = .1667 = 16.67%
Kejadian A (muncul sisi genap)
•P(A) = P(2) + P(4) + P(6) = 1/6 + 1/6 + 1/6 = 1/2 • P A P e untuk setiap e dalam A
n A n S ( ) ( ) ( ) ( ) = = = = ∑ 3 6 1 2 P e n S ( ) ( ) = 1
Percobaan Ideal
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 14 Hearts Diamonds Clubs Spades
A A A A K K K K Q Q Q Q J J J J 10 10 10 10 9 9 9 9 8 8 8 8 7 7 7 7 6 6 6 6 5 5 5 5 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 Kejadian ‘Ace’ Gabungan kejadian ‘Heart’ dan ‘Ace’ Kejadian ‘Heart’
Irisan kejadian ‘Heart’ dan ‘Ace’ Adalah titik yang dilingkari dua kali: the ace of hearts P H eart Ace n H eart Ace n S ( ) ( ) ( ) U U = = = 16 52 4 13 P Heart n Heart n S ( ) ( ) ( ) = = 13 = 52 1 4 P Ace n Ace n S ( ) ( ) ( ) = = 4 = 52 1 13 P H eart Ace n H eart Ace n S ( ) ( ) ( ) I I = = 1 52
Pengambilan Kartu
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 15
z
Rentang nilai
z
Komplement - Probabilitas
bukan
A
zIrisan - Probabilitasy A
dan
B
Kejadianmutually exclusive (A dan C) :
z
Rentang nilai
z
Komplement
- Probabilitas
bukan
A
zIrisan
- Probabilitasy A
dan
B
Kejadianmutually exclusive (A dan C) :
0≤ P A( )≤1 P A( )= −1 P A( ) P A B n A B n S ( ) ( ) ( ) ∩ = ∩ P A( ∩ C)= 0
2-3 Aturan Dasar Probabilitas (1)
•
Gabungan - Probabilitas A atauB atau keduanyaKejadian mutually exclusive :
Probabilitas Bersyarat - Probabilitas A pada(given) B
Kejadian independen:
•
Gabungan - Probabilitas A atau B atau keduanyaKejadian mutually exclusive :
Probabilitas Bersyarat- Probabilitas A pada(given) B
Kejadian independen: P A B n A B n S P A P B P A B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ∪ = ∪ = + − ∩ P A( ∩ C)= 0 s o P A( ∪ C)= P A( )+ P C( ) P A B P A B P B ( ) ( ) ( ) = ∩ P A B P A P B A P B ( ) ( ) ( ) ( ) = =
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 17 Aturan probabilitas bersyarat:
Aturan probabilitas bersyarat:
Jika kejadian A dan D saling independen secara statistik:
maka maka P A B P A B P B ( ) ( ) ( ) = ∩ P A B P A B P B P B A P A ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ∩ = = P A D P A P D A P D ( ) ( ) ( ) ( ) = = P A( ∩ D)= P A P D( ) ( )
2-4 Probabilitas Bersyarat
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 18
Acer IBM Total
Telekomunikasi 40 10 50
Komputer 20 30 50
Total 60 40 100 Frekuensi
Acer IBM Total
.40 .10 .50 .20 .30 .50 Total .60 .40 1.00 Probabilitas P IBM T P IBM T P T ( ) ( ) ( ) . . . = = = I 10 50 2
Probabilitas bahwa sebuah proyek yang dikerjakan IBM adalah (given) proyek telekomunikasi adalah:
Tabel Contingency
Telekomunikasi
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 19 P A B P A P B A P B and P A B P A P B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = = = I
Syarat independensi secara statistik dari kejadian A dan B adalah: P A c e H e a r t P A c e H e a r t P H e a r t P A c e ( ) ( ) ( ) ( ) = = = = I 1 5 2 1 3 5 2 1 1 3 P H e a r t A c e P H e a r t A c e P A c e P H e a r t ( ) ( ) ( ) ( ) = = = = I 1 5 2 4 5 2 1 4
P Ace( IHeart) = 4 = = P Ace P Heart( ) ( ) 52 13 52 1 52
2-5 Independensi Kejadian (1)
a P T B P T P B b P T B P T P B P T B ) ( ) ( ) ( ) . * . . ) ( ) ( ) ( ) ( ) . . . . I U I = = = = + − = + − = 0 04 0 06 0 0024 0 04 0 06 0 0024 0 0976Kejadian T(prob. 0,04) dan B(prob. 0,06) diasumsikan independen
Independensi Kejadian (1)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 21 Probabilitas gabungan dari beberapa kejadian independen adalah 1 dikurangi perkalian probabilitas komplemen
masing-masing:
P A( A A An) P A P A( ) ( ) (P A ) P An( ) 1∪ 2∪ 3∪ ∪L = −1 1 2 3L
Probabilitas irisan dari beberapa kejadian independen adalah perkalian dari probabilitas masing-masing:
P A( A A An) P A P A( ) ( ) (P A ) P An( ) 1∩ 2∩ 3∩ ∩L = 1 2 3 L
Perkalian Kejadian Independen
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 22
Hukum Probabilitas
Identity laws
(A∪∅=A, A∩∅=∅),
Idempotent law
(A∪A=A, A∩A=A)
Complement law
(A∪A=S, A∩A=∅)
Commutative law
(A∪B=B∪A, A∩B=B∩A)
De morgan’s law
(A∪B=B∩A, A∩B=B∪A)
Associative law
A∩(B∩C)=(A∩B)∩C,
A∪(B∪C)=(A∪B)∪C
Distributive law
A∩(B∪C)= (A∩B)∪(A∩C)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 23
Percobaan sebuah dadu 6 sisi, ada 6 hasil yang mungkin dari pelemparan pertama, yaitu (1,2,3,4,5,6) dan 6 hasil yang mungkin dari pelemparan kedua (1,2,3,4,5,6). Secara bersama-sama ada 6*6=36 hasil yang mungkin dari dua kali pelemparan.
Umumnya, jika ada n kejadian dan kejadian i dapat terjadi dalam
Ni cara yang mungkin, maka jumlah caradimana urutan dari
n kejadian akan muncul adalah N1N2...Nn.
z Ambil 5 kartu dari tumpukan
lengkap –dengan pengembalian
52*52*52*52*52=525
380,204,032 hasil yang mungkin
z Ambil 5 kartu dari tumpukan
lengkap –tanpa pengembalian
52*51*50*49*48 = 311,875,200
hasil yang mungkin
2-6 Konsep Kombinatorial (1)
.
.
.
. .
Urutan tiga huruf: A, B, dan C
A B C B C A B A C A C B C B A
.
.
.
.
.
.
.
..
..
ABC ACB BAC BCA CAB CBAKonsep Kombinatorial (2)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 25
Ada berapa cara untuk mengurutkan 3 huruf A, B, dan C? Ada 3 pilihan untuk huruf pertama, 2 untuk huruf kedua dan 1
Untuk huruf terakhir, sehingga ada 3*2*1 = 6 cara yang mungkin.
Ada berapa cara untuk mengurutkan 6 huruf A, B, C, D, E, dan F? (6*5*4*3*2*1 = 720)
Faktorial:Untuk setiap integer positif n, n faktorialdidefinisikan:
n(n-1)(n-2)...(1).n faktorial ditulis dengan n!.
Jumlah n! adalah jumlah cara dimana n objek dapat diurutkan. Didefinisikan bahwa1! = 1.
Faktorial
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 26 Permutasiadalah pilihanurutanyang mungkin darir objek dari total n objek. Jumlah permutasi dari n objek setiap kali diambil r objek dituliskan dengannPr.
Bagaimana jika hanya 3 dari 6 huruf A, B, C, D, E, dan F yang dipilih?
Ada 6 cara untuk huruf pertama, 5 cara untuk huruf kedua dan 4 cara untuk huruf terakhir, sehingga ada 6*5*4=120 urutan yang mungkin atau permutasi.
120 4 * 5 * 6 1 * 2 * 3 1 * 2 * 3 * 4 * 5 * 6 ! 3 ! 6 )! 3 6 ( ! 6 : 3 6 = − = = = =
−
=
P contoh Sebagair
n
n
r
P
n
(
!
)!
Permutasi
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 27 Kombinasiadalah pemilihan yang mungkin darir item dari sejumlah n item Tanpa memperhatikan urutan. Jumlah kombinasi dinyatakan dengan
ataunCr dan dibaca kombinasi r dari n, secara matematis diformulasikan sebagai:
Jika diambil 3 dari 6 huruf A, B, C, D, E, dan F, mungkin diperoleh BCD, BDC, CBD, CDB, DBC, atau DCB (merupakan pemutasi dari B, C, dan D) yang pada dasarnyakombinasi dari 3 huruf. Berapa banyak kombinasi dari 6 huruf setiap kali diambil 3 huruf?
20 6 120 1 * 2 * 3 4 * 5 * 6 ) 1 * 2 * 3 )( 1 * 2 * 3 ( 1 * 2 * 3 * 4 * 5 * 6 ! 3 ! 3 ! 6 )! 3 6 ( ! 3 ! 6 : 3 6 = − = = = = = = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ − = = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ C Contoh r n r)! (n r! n! C r n r n n r ⎛ ⎝⎜ ⎞ ⎠⎟
Kombinasi
n=10 (Total Number of Objects Available)
Total Number of # of Probability of # of Probability of Objects Selected r Permutations Particular Permutation Combinations Particular Combination
1 10 0.1 10 0.1 2 90 0.011111111 45 0.022222222 3 720 0.001388889 120 0.008333333 4 5040 0.000198413 210 0.004761905 5 30240 3.31E-05 252 0.003958254 6 151200 6.61E-06 210 0.004761905 7 604800 1.65E-06 120 0.008333333 8 1814400 5.51E-07 45 0.022222222 9 3628800 2.76E-07 10 0.1 10 3628800 2.76E-07 1 1
Permutasi dan Kombinasi dengan
Excel
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 29 P A( )=P A( ∩B)+P A( ∩B)
Dalam bentuk probabilitas bersyarat:
Secara umum (dimana B
imembentuk partisi):
P A P A B P A B P A B P B P A B P B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = ∩ + ∩ = + P A P A B i P A B i P Bi ( ) ( ) ( ) ( ) =∑ ∩ = ∑
2-7 Probabilitas Total dan Teorema
Bayes
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 30
Kejadian U: pasar saham tumbuh tahun depan
Kejadian W: kondisi ekonomi membaik tahun depan
P U W P U W P W P W P U P U W P U W P U W P W P U W P W ( ) . ( ) ( ) . ( ) . . ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( . ) ( . ) ( . ) ( . ) . . . = = = ⇒ = − = = ∩ + ∩ = + = + = + = 7 5 3 0 8 0 1 8 2 7 5 8 0 3 0 2 0 6 0 0 6 6 6
Probabilitas Total
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 31
•
Teorema Bayes
memungkinkan untuk
menge-tahui probabilitas B bersyarat A jika dikemenge-tahui
probabilitas A bersyarat B.
•
Menggunakan definisi probabilitas bersyarat dan
hukum probabilitas total.
P B A P A B P A P A B P A B P A B P A B P B P A B P B P A B P B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = = + = + I I I I Menggunakan probabilitas total pada penyebut Menggunakan probabilitas bersyarat
Teorema Bayes
•
Sebuah pengaruh treatment logam (berdampak 0.1%
terhadap populasi [ ]) tidak sempurna:
Jika dilakukan pada logam non-standar, perlakukan dinilai sukses dengan probabilitas 0.92 [ ]Kejadian disebutfalse negative
Jika dilakukan pada logam standar, perlakukan akan me-nyimpang (false positive) dengan probabilitas 0.04 [ ]Kejadian disebutfalse positive. .
P I( ) = 0 001.
P Z I( ) .= ⇒92 P Z I( ) .=08
(Z I)
(Z I)
P Z I( )=004. ⇒P Z I( )=096.
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 33 P I P I P Z I P Z I ( ) . ( ) . ( ) . ( ) . = = = = 0 001 0 999 0 92 0 04 P I Z P I Z P Z P I Z P I Z P I Z P Z I P I P Z I P I P Z I P I ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) (. )( . ) (. )( . ) ( . )(. ) . . . . . . = = + = + = + = + = = I I I I 92 0 001 92 0 001 0 04 999 0 00092 0 00092 0 03996 0 00092 04088 0225
Contoh Teorema Bayes (2)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 34 P I( )= 0 001. P I( )= 0 999. P Z I( )= 0 04. P Z I( )= 0 96. P Z I( )= 0 08. P Z I( )= 0 92. P Z( II)=( .0 001 0 92)( . )=.00092 P Z( II)=( .0 001 0 08)( . ) .=00008 P Z( II)=( .0 999 0 04)( . ) .=03996 P Z( II)=( .0 999 0 96)( . ) .=95904 Probabilitas
prior Probabilitasbersyarat Probabilitasgabungan
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 35
•
Diberikan partisi B
1,B
2,...,B
n:
P B A
P A
B
P A
P A
B
P A
B
P A B P B
P A B P B
i i i(
)
(
)
( )
(
)
(
)
(
) ( )
(
) ( )
1 1 1 1 1=
∩
=
∩
∩
∑
=
∑
Gunakan probabilitas total pada penyebut Terapkan probabilitas bersyaratPerluasan Teorema Bayes (1)
z Pada saat kondisi mesin sangat baik, diperkirakan sebuah industri akan
menhasilkan produk yang baik dengan probabilitas 0,70; dalam kondisi biasa probabilitasnya 0,40; dan pada kondisi buruk probabilitas
menghasilkan produk yang baik hanya 0,20.
z Dalam suatu perioda, probabilitas bahwa kondisi mesin sangat baik adalah
0,30, moderat 0,50, dan buruk 0,50.
z Jika selama perioda tersebut dihasilkan produk yang baik, bepara
kemungkinan bahwa kondisi mesin sangat baik?
Partisi Kejadian A (produk baik)
H – Mesin sangat baik P(H) = 0,30 P(A|H)=0,70 M – Mesin moderat P(M) = 0,50 P(A|M)=0,40 L – Mesin buruk P(L) = 0,20 P(A|L)=0,20
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 37 P H A P H A P A P H A P H A P M A P L A P A H P H P A H P H P A M P M P A L P L ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( . )( . ) ( . )( . ) ( . )( . ) ( . )( . ) . . . . . . . = = + + = + + = + + = + + = = I I I I I 0 70 0 30 0 70 0 30 0 40 0 50 0 20 0 20 0 21 0 21 0 20 0 04 0 21 0 45 0 467
Perluasan Teorema Bayes (3)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 38
Probabilitas
prior Probabilitasbersyarat Probabilitasgabungan
P H( ) = 0 3 0. P M( )= 0 50. P L( ) = 0 20. P A H( ) = 0 70. P A H( ) = 0 30. P A M( )= 0 40. P A M( ) = 0 60. P A L( ) = 0 20. P A L( )= 0 80. P A( IH)=( .0 3 0)( .0 7 0)=0 2 1. P A( IH)=( .0 3 0)( .0 3 0) =0 0 9. P A( IM) =( .0 5 0)( .0 4 0) =0 2 0. P A( IM) =( .0 5 0)( .0 6 0)=0 3 0. P A( IL) =( .0 2 0)( .0 20)=0 0 4. P A( IL)=( .0 2 0)( .0 80)= 0 1 6.
Perluasan Teorema Bayes (4)
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 39
Teorema Bayes – Distribusi (1)
Teorema Bayes dalam aplikasinya dapat digunakan dalam proses perbaikan distribusi kemungkinan berdasarkan informasi yang terbaru
Prior probability distribution additional information (sampling distribution) Posterior or revised distribution
Teorema Bayes – Distribusi (2)
Contoh :
Proporsi “pencemar/polutant” (didefinisikan sebagai
terdapatnya bahan-bahan lain yang tidak diinginkan) pada sebuah kemasan bahan baku yang diterima oleh sebuah perusahaan diketahui sebagai berikut:
Proporsi pencemar P Probabilitas*
0.05 0.21 0.10 0.23 0.15 0.45 0.20 0.09 0.25 0.01 0.30 0.01
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 41
Teorema Bayes – Distribusi (3)
Sebuah informasi penelitian terakhir dari 50 kemasan yang diperiksa diperoleh data bahwa 8 delapan kemasan dinilai “tercemar/tidak murni”. Distribusi informasi tersebut adalah:
Proporsi keberhasilan P Probabilitas *P x( | )θ =P X( = 850| , )p
0.05 0.002 0.10 0.064 0.15 0.091 0.20 0.117 0.25 0.064 0.30 0.011 0.349 *mengikuti distribusi binomial.
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 42
Teorema Bayes – Distribusi (4)
Berdasarkan data terbaru, dilakukan revisi distribusi probabilitas: P A w a l S a m p e l J o in t* B a ru * * 0 .0 5 0 .2 1 0 .0 0 2 0 .0 0 0 4 2 0 .0 0 7 0 .1 0 0 .2 3 0 .0 6 4 0 .0 1 4 7 2 0 .2 1 8 0 .1 5 0 .4 5 0 .0 9 1 0 .0 4 0 9 5 0 .6 0 8 0 .2 0 0 .0 9 0 .1 1 7 0 .0 1 0 5 3 0 .1 5 6 0 .2 5 0 .0 1 0 .0 6 4 0 .0 0 0 6 4 0 .0 0 9 0 .3 0 0 .0 1 0 .0 1 1 0 .0 0 0 1 1 0 .0 0 2 0 .3 4 9 0 .0 6 7 3 7 1 .0 0 0
10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 43