• Tidak ada hasil yang ditemukan

2-1 Probabilitas adalah:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2-1 Probabilitas adalah:"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 1

‰

Pengertian probabilitas

‰

Kejadian, ruang sample dan probabilitas

‰

Aturan dasar probabilitas

‰

Probabilitas bersyarat

‰

Independensi

‰

Konsepsi kombinatorial

‰

Probabilitas total dan teorema Bayes

Teori Probabilitas

2

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 2

2-1 Probabilitas adalah:

ƒ

Sebuah ukuran

ketidak-pastian.

ƒ

Sebuah ukuran

tingkat keyakinan

terjadinya

sebuah kejadian yang tidak pasti (

uncertain

event

).

ƒ

Sebuah ukuran tingkat

peluang (likelihood of

occurrence)

dari sebuah kejadian yang tidak

pasti (

uncertain event

).

ƒ

Diukur dengan nilai antara 0 dan 1 (atau antara

(2)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 3

Type Probabilitas (1)

z

Objektif atau Probabilitas Klasik

„

Berlandaskan pada kejadian yang sama

(

equally-likely

) dan logis.

„

Berdasarkan frekuensi relatif kejadian dalam

waktu yang lama.

„

Tidak memperhatikan keyakinan perorangan.

„

Dianggap sama untuk setiap peneliti (objektif).

„

Contoh: pelemparan koin atau dadu.

Type Probabilitas (2)

z

Probabilitas Subjektif

„

Berlandaskan pada keyakinan individu,

pengalaman, intuisi, dan justifikasi personal.

„

Ada perbedaan untuk setiap peneliti (subjektif).

„

Contoh: pemasaran produk baru, ramalan

(3)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 5

( )

A

2-2 Kejadian, Ruang sample dan

Probabilitas (1)

z

Set – sebuah kumpulan dari elemen

atau objek yang menjadi perhatian

„

Set Kosong (∅)

z Sebuah set yang tidak memiliki anggota elemen

„

Set Universal (S)

z Sebuah set yang mencakup seluruh elemen yang

mungkin ada

„

Komplemen (

Not

). Komplemen A adalah

sebuah set yang mencakup semua elemen S

kecuali elemen A

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 6

„

Subset (

)

- Adalah sebuah set bagian dari set S

„

Irisan

(And) A

B

- adalah set yang mencakup semua elemen A

dan B

„

Gabungan

(Or) A

B

- adalah sebuah set yang mencakup semua

elemen A atau B atau keduanya

Kejadian, Ruang sample dan

Probabilitas (2)

(4)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 7

Beberapa Teorema (1)

Teorema: P(φ)=0 Bukti:

Tuliskan hubungan berikut S = S∪φ dan juga diperoleh hubungan S∩φ=φ. Dengan aksioma di atas, diperoleh

) ( ) ( ) (S P S Pφ P = + . Karena P(S) = 1, maka P(φ)=0.

Teorema: P(A)=1−P(A), dimana A adalah komplemen dari A Bukti:

Dari definisi komplemen, untuk setiap A⊂ maka diperoleh S

A A

S= ∪ . Karena A∩ A=φ, maka dengan aksioma di atas

diperoleh P(S)=P(A)+P(A).

Karena P(S) = 1, dengan demikian P(A)=1−P(A).

Beberapa Teorema (1)

Teorema: Untuk dua kejadian A dan B, sedemikian

sehingga AB, maka P(A)≤ P(B).

Bukti:

Kejadian B dapat ditulis sebagai B= A∪(AB), dimana

φ = ∩ ∩(A B)

A , maka dengan aksioma di atas diperoleh

) ( ) ( ) (B P A P A B

P = + ∩ . Karena (A∩ )BS adalah suatu kejadian maka P(A∩ B)≥0, dengan demikian P(A) ≤P(B).

(5)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 9

Mutually exclusive

atau

disjoint

dua set tidak memiliki elemen bersama,

tidak memiliki irisan, atau irisannya adalah

set kosong.

Partisi

adalah sekumpulan set yang

mutually

exclusive

yang secara bersama-sama

mencakup semua elemen, atau

gabungannya membentuk set universal S.

Kejadian, Ruang sample dan

Probabilitas (3)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 10

A

A

B

A

B

A 2 A 1 A 5 A 4 A 3 Partisi A AIB B B A A

Diagram set

Komplemen

(6)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 11

Sebuah proses yang menghasilkan satu dari

beberapa hasil yang mungkin terjadi

*, contoh:

„ Coin toss: Heads,Tails „ Throw die: 1, 2, 3, 4, 5, 6

„

Pengenalan produk baru: sukses, gagal

Setiap percobaan memiliki hasil observasi

tunggal.

Hasil pasti dari percobaan random tidak dapat

diketahui sebelum dilakukan.

* Juga dikenal sebagai hasil dasar ( basic outcome), kejadian dasar atau kejadian sederhana

Percobaan - Experiments

z

Ruang sample atau set kejadian

„ adalah set dari semua hasil yang mungkin ada dari

sebuah percobaan

z contoh: pelemparan dadu S = (1,2,3,4,5,6)

z

Kejadian

„ Kumpulan dari hasil dengan karakteristik yang sama

z Contoh: muncul sisi genap A = (2,4,6)

„ Kejadian A terjadi jika sebuah hasil dalam set A terjadi

Probabilitas sebuah kejadian

„ Jumlah probabilitas dari setiap hasil yang muncul

z P(A) = P(2) + P(4) + P(6)

(7)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 13

Perhatikan contoh berikut:

„ Percobaan pelemparan sebuah dadu seimbang •Ada 6 hasil yang mungkin (1,2,3,4,5,6)

•Jika setiap hasil seimbang (equally-likely), probabilitas setiap hasil adalah 1/6 = .1667 = 16.67%

Š

„ Kejadian A (muncul sisi genap)

•P(A) = P(2) + P(4) + P(6) = 1/6 + 1/6 + 1/6 = 1/2 • P A P e untuk setiap e dalam A

n A n S ( ) ( ) ( ) ( ) = = = = ∑ 3 6 1 2 P e n S ( ) ( ) = 1

Percobaan Ideal

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 14 Hearts Diamonds Clubs Spades

A A A A K K K K Q Q Q Q J J J J 10 10 10 10 9 9 9 9 8 8 8 8 7 7 7 7 6 6 6 6 5 5 5 5 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 Kejadian ‘Ace’ Gabungan kejadian ‘Heart’ dan ‘Ace’ Kejadian ‘Heart’

Irisan kejadian ‘Heart’ dan ‘Ace’ Adalah titik yang dilingkari dua kali: the ace of hearts P H eart Ace n H eart Ace n S ( ) ( ) ( ) U U = = = 16 52 4 13 P Heart n Heart n S ( ) ( ) ( ) = = 13 = 52 1 4 P Ace n Ace n S ( ) ( ) ( ) = = 4 = 52 1 13 P H eart Ace n H eart Ace n S ( ) ( ) ( ) I I = = 1 52

Pengambilan Kartu

(8)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 15

z

Rentang nilai

z

Komplement - Probabilitas

bukan

A

z

Irisan - Probabilitasy A

dan

B

„ Kejadianmutually exclusive (A dan C) :

z

Rentang nilai

z

Komplement

- Probabilitas

bukan

A

z

Irisan

- Probabilitasy A

dan

B

„ Kejadianmutually exclusive (A dan C) :

0≤ P A( )≤1 P A( )= −1 P A( ) P A B n A B n S ( ) ( ) ( ) ∩ = ∩ P A( ∩ C)= 0

2-3 Aturan Dasar Probabilitas (1)

Gabungan - Probabilitas A atauB atau keduanya

„Kejadian mutually exclusive :

Probabilitas Bersyarat - Probabilitas A pada(given) B

„Kejadian independen:

Gabungan - Probabilitas A atau B atau keduanya

„Kejadian mutually exclusive :

Probabilitas Bersyarat- Probabilitas A pada(given) B

„Kejadian independen: P A B n A B n S P A P B P A B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ∪ = ∪ = + − ∩ P A( ∩ C)= 0 s o P A( ∪ C)= P A( )+ P C( ) P A B P A B P B ( ) ( ) ( ) = ∩ P A B P A P B A P B ( ) ( ) ( ) ( ) = =

(9)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 17 Aturan probabilitas bersyarat:

Aturan probabilitas bersyarat:

Jika kejadian A dan D saling independen secara statistik:

maka maka P A B P A B P B ( ) ( ) ( ) = ∩ P A B P A B P B P B A P A ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ∩ = = P A D P A P D A P D ( ) ( ) ( ) ( ) = = P A( ∩ D)= P A P D( ) ( )

2-4 Probabilitas Bersyarat

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 18

Acer IBM Total

Telekomunikasi 40 10 50

Komputer 20 30 50

Total 60 40 100 Frekuensi

Acer IBM Total

.40 .10 .50 .20 .30 .50 Total .60 .40 1.00 Probabilitas P IBM T P IBM T P T ( ) ( ) ( ) . . . = = = I 10 50 2

Probabilitas bahwa sebuah proyek yang dikerjakan IBM adalah (given) proyek telekomunikasi adalah:

Tabel Contingency

Telekomunikasi

(10)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 19 P A B P A P B A P B and P A B P A P B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = = = I

Syarat independensi secara statistik dari kejadian A dan B adalah: P A c e H e a r t P A c e H e a r t P H e a r t P A c e ( ) ( ) ( ) ( ) = = = = I 1 5 2 1 3 5 2 1 1 3 P H e a r t A c e P H e a r t A c e P A c e P H e a r t ( ) ( ) ( ) ( ) = = = = I 1 5 2 4 5 2 1 4

P Ace( IHeart) = 4 = = P Ace P Heart( ) ( ) 52 13 52 1 52

2-5 Independensi Kejadian (1)

a P T B P T P B b P T B P T P B P T B ) ( ) ( ) ( ) . * . . ) ( ) ( ) ( ) ( ) . . . . I U I = = = = + − = + − = 0 04 0 06 0 0024 0 04 0 06 0 0024 0 0976

Kejadian T(prob. 0,04) dan B(prob. 0,06) diasumsikan independen

Independensi Kejadian (1)

(11)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 21 Probabilitas gabungan dari beberapa kejadian independen adalah 1 dikurangi perkalian probabilitas komplemen

masing-masing:

P A( A A An) P A P A( ) ( ) (P A ) P An( ) 1∪ 2∪ 3∪ ∪L = −1 1 2 3L

Probabilitas irisan dari beberapa kejadian independen adalah perkalian dari probabilitas masing-masing:

P A( A A An) P A P A( ) ( ) (P A ) P An( ) 1∩ 2∩ 3∩ ∩L = 1 2 3 L

Perkalian Kejadian Independen

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 22

Hukum Probabilitas

Identity laws

(A∪∅=A, A∩∅=∅),

Idempotent law

(A∪A=A, A∩A=A)

Complement law

(A∪A=S, A∩A=∅)

Commutative law

(A∪B=B∪A, A∩B=B∩A)

De morgan’s law

(A∪B=B∩A, A∩B=B∪A)

Associative law

A∩(B∩C)=(A∩B)∩C,

A∪(B∪C)=(A∪B)∪C

Distributive law

A∩(B∪C)= (A∩B)∪(A∩C)

(12)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 23

Percobaan sebuah dadu 6 sisi, ada 6 hasil yang mungkin dari pelemparan pertama, yaitu (1,2,3,4,5,6) dan 6 hasil yang mungkin dari pelemparan kedua (1,2,3,4,5,6). Secara bersama-sama ada 6*6=36 hasil yang mungkin dari dua kali pelemparan.

Umumnya, jika ada n kejadian dan kejadian i dapat terjadi dalam

Ni cara yang mungkin, maka jumlah caradimana urutan dari

n kejadian akan muncul adalah N1N2...Nn.

z Ambil 5 kartu dari tumpukan

lengkap –dengan pengembalian

„ 52*52*52*52*52=525

380,204,032 hasil yang mungkin

z Ambil 5 kartu dari tumpukan

lengkap –tanpa pengembalian

„ 52*51*50*49*48 = 311,875,200

hasil yang mungkin

2-6 Konsep Kombinatorial (1)

.

.

.

. .

Urutan tiga huruf: A, B, dan C

A B C B C A B A C A C B C B A

.

.

.

.

.

.

.

..

..

ABC ACB BAC BCA CAB CBA

Konsep Kombinatorial (2)

(13)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 25

Ada berapa cara untuk mengurutkan 3 huruf A, B, dan C? Ada 3 pilihan untuk huruf pertama, 2 untuk huruf kedua dan 1

Untuk huruf terakhir, sehingga ada 3*2*1 = 6 cara yang mungkin.

Ada berapa cara untuk mengurutkan 6 huruf A, B, C, D, E, dan F? (6*5*4*3*2*1 = 720)

Faktorial:Untuk setiap integer positif n, n faktorialdidefinisikan:

n(n-1)(n-2)...(1).n faktorial ditulis dengan n!.

Jumlah n! adalah jumlah cara dimana n objek dapat diurutkan. Didefinisikan bahwa1! = 1.

Faktorial

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 26 Permutasiadalah pilihanurutanyang mungkin darir objek dari total n objek. Jumlah permutasi dari n objek setiap kali diambil r objek dituliskan dengannPr.

Bagaimana jika hanya 3 dari 6 huruf A, B, C, D, E, dan F yang dipilih?

Ada 6 cara untuk huruf pertama, 5 cara untuk huruf kedua dan 4 cara untuk huruf terakhir, sehingga ada 6*5*4=120 urutan yang mungkin atau permutasi.

120 4 * 5 * 6 1 * 2 * 3 1 * 2 * 3 * 4 * 5 * 6 ! 3 ! 6 )! 3 6 ( ! 6 : 3 6 = = = = =

=

P contoh Sebagai

r

n

n

r

P

n

(

!

)!

Permutasi

(14)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 27 Kombinasiadalah pemilihan yang mungkin darir item dari sejumlah n item Tanpa memperhatikan urutan. Jumlah kombinasi dinyatakan dengan

ataunCr dan dibaca kombinasi r dari n, secara matematis diformulasikan sebagai:

Jika diambil 3 dari 6 huruf A, B, C, D, E, dan F, mungkin diperoleh BCD, BDC, CBD, CDB, DBC, atau DCB (merupakan pemutasi dari B, C, dan D) yang pada dasarnyakombinasi dari 3 huruf. Berapa banyak kombinasi dari 6 huruf setiap kali diambil 3 huruf?

20 6 120 1 * 2 * 3 4 * 5 * 6 ) 1 * 2 * 3 )( 1 * 2 * 3 ( 1 * 2 * 3 * 4 * 5 * 6 ! 3 ! 3 ! 6 )! 3 6 ( ! 3 ! 6 : 3 6 = = = = = = = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ − = = ⎟⎟ ⎠ ⎞ ⎜⎜ ⎝ ⎛ C Contoh r n r)! (n r! n! C r n r n n r ⎛ ⎝⎜ ⎞ ⎠⎟

Kombinasi

n=10 (Total Number of Objects Available)

Total Number of # of Probability of # of Probability of Objects Selected r Permutations Particular Permutation Combinations Particular Combination

1 10 0.1 10 0.1 2 90 0.011111111 45 0.022222222 3 720 0.001388889 120 0.008333333 4 5040 0.000198413 210 0.004761905 5 30240 3.31E-05 252 0.003958254 6 151200 6.61E-06 210 0.004761905 7 604800 1.65E-06 120 0.008333333 8 1814400 5.51E-07 45 0.022222222 9 3628800 2.76E-07 10 0.1 10 3628800 2.76E-07 1 1

Permutasi dan Kombinasi dengan

Excel

(15)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 29 P A( )=P A( ∩B)+P A( ∩B)

Dalam bentuk probabilitas bersyarat:

Secara umum (dimana B

i

membentuk partisi):

P A P A B P A B P A B P B P A B P B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = ∩ + ∩ = + P A P A B i P A B i P Bi ( ) ( ) ( ) ( ) =∑ ∩ = ∑

2-7 Probabilitas Total dan Teorema

Bayes

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 30

Kejadian U: pasar saham tumbuh tahun depan

Kejadian W: kondisi ekonomi membaik tahun depan

P U W P U W P W P W P U P U W P U W P U W P W P U W P W ( ) . ( ) ( ) . ( ) . . ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( . ) ( . ) ( . ) ( . ) . . . = = = ⇒ = − = = ∩ + ∩ = + = + = + = 7 5 3 0 8 0 1 8 2 7 5 8 0 3 0 2 0 6 0 0 6 6 6

Probabilitas Total

(16)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 31

Teorema Bayes

memungkinkan untuk

menge-tahui probabilitas B bersyarat A jika dikemenge-tahui

probabilitas A bersyarat B.

Menggunakan definisi probabilitas bersyarat dan

hukum probabilitas total.

P B A P A B P A P A B P A B P A B P A B P B P A B P B P A B P B ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) = = + = + I I I I Menggunakan probabilitas total pada penyebut Menggunakan probabilitas bersyarat

Teorema Bayes

Sebuah pengaruh treatment logam (berdampak 0.1%

terhadap populasi [ ]) tidak sempurna:

„

Jika dilakukan pada logam non-standar, perlakukan dinilai sukses dengan probabilitas 0.92 [ ]

ŠKejadian disebutfalse negative

„

Jika dilakukan pada logam standar, perlakukan akan me-nyimpang (false positive) dengan probabilitas 0.04 [ ]

ŠKejadian disebutfalse positive. .

P I( ) = 0 001.

P Z I( ) .= ⇒92 P Z I( ) .=08

(Z I)

(Z I)

P Z I( )=004. ⇒P Z I( )=096.

(17)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 33 P I P I P Z I P Z I ( ) . ( ) . ( ) . ( ) . = = = = 0 001 0 999 0 92 0 04 P I Z P I Z P Z P I Z P I Z P I Z P Z I P I P Z I P I P Z I P I ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) (. )( . ) (. )( . ) ( . )(. ) . . . . . . = = + = + = + = + = = I I I I 92 0 001 92 0 001 0 04 999 0 00092 0 00092 0 03996 0 00092 04088 0225

Contoh Teorema Bayes (2)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 34 P I( )= 0 001. P I( )= 0 999. P Z I( )= 0 04. P Z I( )= 0 96. P Z I( )= 0 08. P Z I( )= 0 92. P Z( II)=( .0 001 0 92)( . )=.00092 P Z( II)=( .0 001 0 08)( . ) .=00008 P Z( II)=( .0 999 0 04)( . ) .=03996 P Z( II)=( .0 999 0 96)( . ) .=95904 Probabilitas

prior Probabilitasbersyarat Probabilitasgabungan

(18)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 35

Diberikan partisi B

1

,B

2

,...,B

n

:

P B A

P A

B

P A

P A

B

P A

B

P A B P B

P A B P B

i i i

(

)

(

)

( )

(

)

(

)

(

) ( )

(

) ( )

1 1 1 1 1

=

=

=

Gunakan probabilitas total pada penyebut Terapkan probabilitas bersyarat

Perluasan Teorema Bayes (1)

z Pada saat kondisi mesin sangat baik, diperkirakan sebuah industri akan

menhasilkan produk yang baik dengan probabilitas 0,70; dalam kondisi biasa probabilitasnya 0,40; dan pada kondisi buruk probabilitas

menghasilkan produk yang baik hanya 0,20.

z Dalam suatu perioda, probabilitas bahwa kondisi mesin sangat baik adalah

0,30, moderat 0,50, dan buruk 0,50.

z Jika selama perioda tersebut dihasilkan produk yang baik, bepara

kemungkinan bahwa kondisi mesin sangat baik?

Partisi Kejadian A (produk baik)

H – Mesin sangat baik P(H) = 0,30 P(A|H)=0,70 M – Mesin moderat P(M) = 0,50 P(A|M)=0,40 L – Mesin buruk P(L) = 0,20 P(A|L)=0,20

(19)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 37 P H A P H A P A P H A P H A P M A P L A P A H P H P A H P H P A M P M P A L P L ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( . )( . ) ( . )( . ) ( . )( . ) ( . )( . ) . . . . . . . = = + + = + + = + + = + + = = I I I I I 0 70 0 30 0 70 0 30 0 40 0 50 0 20 0 20 0 21 0 21 0 20 0 04 0 21 0 45 0 467

Perluasan Teorema Bayes (3)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 38

Probabilitas

prior Probabilitasbersyarat Probabilitasgabungan

P H( ) = 0 3 0. P M( )= 0 50. P L( ) = 0 20. P A H( ) = 0 70. P A H( ) = 0 30. P A M( )= 0 40. P A M( ) = 0 60. P A L( ) = 0 20. P A L( )= 0 80. P A( IH)=( .0 3 0)( .0 7 0)=0 2 1. P A( IH)=( .0 3 0)( .0 3 0) =0 0 9. P A( IM) =( .0 5 0)( .0 4 0) =0 2 0. P A( IM) =( .0 5 0)( .0 6 0)=0 3 0. P A( IL) =( .0 2 0)( .0 20)=0 0 4. P A( IL)=( .0 2 0)( .0 80)= 0 1 6.

Perluasan Teorema Bayes (4)

(20)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 39

Teorema Bayes – Distribusi (1)

Teorema Bayes dalam aplikasinya dapat digunakan dalam proses perbaikan distribusi kemungkinan berdasarkan informasi yang terbaru

Prior probability distribution additional information (sampling distribution) Posterior or revised distribution

Teorema Bayes – Distribusi (2)

Contoh :

Proporsi “pencemar/polutant” (didefinisikan sebagai

terdapatnya bahan-bahan lain yang tidak diinginkan) pada sebuah kemasan bahan baku yang diterima oleh sebuah perusahaan diketahui sebagai berikut:

Proporsi pencemar P Probabilitas*

0.05 0.21 0.10 0.23 0.15 0.45 0.20 0.09 0.25 0.01 0.30 0.01

(21)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 41

Teorema Bayes – Distribusi (3)

Sebuah informasi penelitian terakhir dari 50 kemasan yang diperiksa diperoleh data bahwa 8 delapan kemasan dinilai “tercemar/tidak murni”. Distribusi informasi tersebut adalah:

Proporsi keberhasilan P Probabilitas *P x( | )θ =P X( = 850| , )p

0.05 0.002 0.10 0.064 0.15 0.091 0.20 0.117 0.25 0.064 0.30 0.011 0.349 *mengikuti distribusi binomial.

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 42

Teorema Bayes – Distribusi (4)

Berdasarkan data terbaru, dilakukan revisi distribusi probabilitas: P A w a l S a m p e l J o in t* B a ru * * 0 .0 5 0 .2 1 0 .0 0 2 0 .0 0 0 4 2 0 .0 0 7 0 .1 0 0 .2 3 0 .0 6 4 0 .0 1 4 7 2 0 .2 1 8 0 .1 5 0 .4 5 0 .0 9 1 0 .0 4 0 9 5 0 .6 0 8 0 .2 0 0 .0 9 0 .1 1 7 0 .0 1 0 5 3 0 .1 5 6 0 .2 5 0 .0 1 0 .0 6 4 0 .0 0 0 6 4 0 .0 0 9 0 .3 0 0 .0 1 0 .0 1 1 0 .0 0 0 1 1 0 .0 0 2 0 .3 4 9 0 .0 6 7 3 7 1 .0 0 0

(22)

10/7/2004 TI-2131 Teori Probabilitas - DI 43

Teorema Bayes – Distribusi (4)

Kesimpulan

:

ƒ

Ekspektasi awal (0.1245) lebih kecil dari

ekspektasi baru (0.1474).

ƒ

Artinya, ada indikasi bahwa rata-rata proporsi

pencemar dalam setiap kemasan bahan baku

telah mengalami peningkatan sekitar 2,3 %.

Gambar

Tabel Contingency

Referensi

Dokumen terkait

 Suatu event (yaitu komponent yang membentuk data) terjadi dengan probabilitas P(E) dan mengandung satuan informasiyang dapat dinyatakan dengan:. dengan I(E) disebut juga

DOSIS OBAT DALAM PRESKRIPSI DOKTER Kecuali bila dinyatakan lain maka yang dimaksud dengan dosis obat adalah sejumlah obat (satuan berat, isi atau unit international) yang

Sebagai asas dalam hukum tata negara, maka sekalipun tidak dinyatakan secara tersurat/ tegas, maka bentuk peraturan presiden tidak bertentangan dengan UU No.10 Tahun 2004.Namun,

Rumusan masalah penelitian adalah apakah pemilihan lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap usaha dagang ritel di Kecamatan Baruga Kota Kendari..

Upaya penanggulangan DBD di Kabupaten Pati telah dikeluarkan sejumlah kebijakan, yaitu: 1) pencanangan Gerakan PSN DBD oleh Bupati Pati pada tanggal 27 Desember 2006, 2) surat

Gerakan dalam lomba unjuk gelar dinyatakan sah dan dapat dinilai apabila pelaksanaannya sesuai dengan urutan gerakan atau tata gelar (lay out) yang diserahkan

Gerakan dalam lomba unjuk gelar dinyatakan sah dan dapat dinilai apabila pelaksanaannya sesuai dengan urutan gerakan atau tata gelar (lay out) yang diserahkan kepada panitia

2.5 Pengendalian persediaan Bahan Baku 2.5.1 Pengertian pengendalian persediaan Menurut pendapat Assauri 2004:176, pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan dari urutan