PERBEDAAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN YANG DIBERIKAN POSISI MIRING KIRI DAN POSISI BERDIRI TAHUN 2015

Teks penuh

(1)

Jurnal Kebidanan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 41

PERBEDAAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA I FASE

AKTIF PADA IBU BERSALIN YANG DIBERIKAN POSISI

MIRING KIRI DAN POSISI BERDIRI TAHUN 2015

Zakkiyatus Zainiyah

Dosen STIKes Ngudia Husada Madura, Indonesia

ABSTRACT

Stage 1 labor begins when uterus contracts regularly and increase its frequency and strength. Consequently, cervix opens completely (10cm) The previous research, under the authority of Puskesmas Klampis, showed that 35% of laboring mothers underwent longer stage 1 labor active phase. This research was aimed to analyze the differences in progress of stage 1 labor active phase for laboring mothers in left-side-lying and in standing positions under the authority of Puskesmas Klampis. This research employed posttest-only-control group design, true experiment. Independent variable was left-side-lying and standing positions left-side-lying and standing positions and dependent variable was progress of stage 1 labor active phase. Population consisted of 43 physiologically laboring mothers and sample used accidental sampling technique. Data collection technique used partographs and data analysis technique used tests of Maan Withney. The result showed that in left-side lying positions, experiment group, (56.25%) underwent normal progress of labor and in standing position, control group, (87.5%) underwent rapid progress of labor. Data analysis showed that p value: 0.01< a : 0.05) means Ha accepted, that is, there were differences in progress of stage 1 labor active phase for laboring mothers in left-side-lying and in standing positions under the authority of Puskesmas Klampis. Midwives are expected to advise laboring mothers to take standing positions during labor, because in this position for active phase, gravitational force helps to enlarge pelvic inlet and to help the lowest part of fetus descend faster.

Bibliography: 8 (2005-2013)

(2)

Jurnal Kebidanan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 42

Pendahuluan

Kala I persalinan terdiri atas dua fase, yaitu fase laten dan aktif. Pada Fase latendi mulai dari pembukaan 0 cm sampai 3 cm dengan lamanya sekitar 8 jam(Setyorini, 2013), dan fase aktif dimulai dari pembukaan 4 cm sampai pembukaan serviks sempurna dengan lamanya sekitar ± 6 jam (Asrinah, 2010). KalaI fase aktif pada primipara berlangsung ± 8 –12 jam dengan dilatasi serviks 1 cm/jam, sedangkan pada multipara berlangsung ± 6-8 jam dengan dilatasi serviks 2 cm/jam (Layliyana, 2012).

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan melalui patograf pada tanggal 5 Desember 2014 - 12 Januari 2015, dari 5 orang ibu bersalin diWilayah Kerja Puskesmas Klampis terdapat 2 orang ibu bersalin (primipara) dan 1 orang ibu bersalin (multipara) yang tidak mengalami perpanjangan kala I fase aktif, yaitu1 orang ibu bersalin primipara dalam proses persalinannya berlangsung ± 5 jam dari pembukaan 4cm-10cm, 1 orang ibu bersalin primipara dalam proses persalinannya berlangsung ± 6 jam dari pembukaan 4cm-10cm, dan 1 orang ibu bersalin multipara dalam proses persalinannya berlangsung ± 4 jam dari pembukaan 4cm-10cm, Sedangkan terdapat 2 orang ibu bersalin (multipara), yaitu1 orang ibu bersalin multipara dalam proses persalinannya berlangsung ± 10 jam dari pembukaan 4cm-7cm, pada pembukaan 7cm pasien di rujuk ke RSUD Bangkalan karena mengalami perpanjangan kala I fase aktif, dan 1 orang ibu bersalin multipara dalam proses persalinan berlangsung ± 11 jamdari pembukaan 4cm-8cm, pada

pembukaan 8cm pasien di rujuk ke RSUD Bangkalan karena mengalami perpanjangan kala I fase aktif.

Faktor-faktor yang

mempengaruhi perpanjangan Kala I fase aktif yaitu Disproporsi fetopelvik, Analgesi, Malposisi, Ketuban pecah sebelum persalinan dimulai, Posisi Persalinan. Perpanjangan kala I fase aktif pada ibu yaitu dapat menyebabkan kenaikan pada insidensi atonia uteri, laserasi, perdarahan, infeksi, syok, dan kelelahan pada ibu. Sedangkan pada janin dapat menyebabkan terjadinya asfeksia, trauma cerebri, dan fetal distress (Oxorn, 2010).

Memberikan KIE yang dilakukan oleh bidan pada ibu hamil TM III untuk melakukan posisi miring kiri atau posisi berdiri pada saat proses persalinanya, dan menjelaskan bahwa posisi tersebut dapat mempercepat proses persalinan. Sebaiknya di ruang bersalin diberikan gambar-gambar tentang macam-macam posisi persalinan dan manfaatnya. Menganjurkan pada keluarga untuk memberikan dukungan pada ibu bersalin dalam memilih posisi persalinan yaitu bisa dengan posisi miring kiri ataupun posisi berdiri, karena dukungan keluarga dapat membantu untuk mengatur posisi yang akan digunakan saat persalinan (Setyorini, 2013). Secara umum ada 5 posisi utama dalam persalinan yang bisa di pilih yaitu posisi berdiri/tegak, posisi setengah duduk, posisi merangkak, posisi jongkok, posisi berbaring miring ke kiri. Posisi berdiri berpengaruh terhadap penurunan bagian terbawah janin, posisi duduk dapat digunakan untuk memantau kondisi janin, posisi merangkak mengurangi nyeri

(3)

Jurnal Kebidanan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 43 punggung, posisi jongkok dapat

meningkatkan diameter-diameter panggul dan merangsang untuk mengejan, sedangkan posisi miring ke kiri baik digunakan untuk mengatur kecepatan pada kala II dan memudahkan untuk istirahat diantara kontraksi selama akhir kala I dan pada kala II persalinan (Yanti, 2009). Adapun posisi persalinan yang tidak diperbolehkan adalah posisi terlentang karena dapat terjadinya syndrome supine hipotensi (Setyoroni, 2013).

Tujuan penelitian ini Menganalisis perbedaan kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri dan posisi berdiri diWilayah Kerja Puskesmas Klampis.

METODE

Penelitian ini menggunakan Desain penelitian ini adalah menggunakan rancangan True Experiment (Post Test Only Control Group Design) dipuskesmas Klampis Bangkalan.

Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang di estimasi memiliki HPL pada bulan Maret-mei tahun 2015 di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis sebanyak 32 orang ibu bersalin, 16 kelompok perwakilan untuk posisi miring dan kelompok kontrol 16 untuk posisi berdiri, sesuai dengan kriteria Inklusi dan eksklusi, kriteria inklusi: Ibu bersalin yang bersedia menjadi responden, Ibu bersalin primipara dan multipara, Persalinan kala I fase aktif, Ibu bersalin dengan posisi letak kepala ubun-ubun kecil, Kriteria eksklusi: Kelainan panggul, Letak patologi, Cacat rahim, Solutio placenta, Placenta previa. Teknik sampling dengan teknik accidental

sampling, Dalam penelitian ini alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi (patograf) yang digunakan peneliti untuk mengetahui perbedaan kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri dan posisi berdiri, uji statistik Maan Whitney dimana untuk menganalisis dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05 dengan skala data yang digunakan adalah ordinal.

HASIL

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa setengahnya dari 32 ibu bersalinmemiliki usia antara 20-25 tahun yaitu 16ibu bersalin (50%). Berdasarkan penelitian diketahui bahwa sebagian besar dari 32 ibu bersalin adalah multipara yaitu 18 ibu bersalin (56,25%).

Tabel 1 Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin yang Diberikan Posisi Miring Kiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis. Kemajuan persalinan yang diberikan posisi miring kiri Frekuensi (F) Persentase (%) Cepat 7 43,75 Normal 9 56,25 Lambat 0 0 Total 16 100

Berdasarkan pada tabel 1 diketahui bahwa sebagian besar dari 16 ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri mengalami kemajuan persalinan secara normal yaitu 9 ibu bersalin (56,25%).

Tabel 2 Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin yang Diberikan Posisi Berdiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis.

(4)

Jurnal Kebidanan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 44 Kemajuan persalinan yang diberikan posisi setengah duduk Frekuensi (F) Persentase (%) Cepat 14 87,5 Normal 2 12,5 Lambat 0 0 Total 16 100

Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa hampir seluruhnya dari 16 ibu bersalin yang diberikan posisi berdiri mengalami kemajuan persalinan secara cepat yaitu 21 ibu bersalin (87,5%).

Tabel 3 Berdasarkan Perbedaan Kemajuan Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Bersalin yang Diberikan Posisi Miring Kiri dan Posisi Berdiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis. Posisi

Persalinan

Kemajuan Persalinan

Total

Cepat Normal Lambat

∑ % ∑ % ∑ % ∑ % Miring Kiri 7 43,75 9 56,25 0 0 16 100 Berdiri 14 87,5 2 12,5 0 0 16 100 Total 21 65,63 11 34,37 0 0 32 100

Uji statistik Maan Withney α = 0,05

ρ value = 0,01

Sumber : Data primer 2014

Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwaposisi persalinan dengan miring kiri sebagian besar ibu bersalin mengalami kemajuan persalinan secara normal yaitu 9 ibu bersalin (56,25%), sedangkan posisi persalinan dengan berdiri hampir seluruhnya ibu bersalin mengalami kemajuan persalinan secara cepat yaitu 14 ibu bersalin (87,5%).

Setelah dilakukan uji statistik Maan Whitney, didapatkan hasil P Value (0,01) < α (0,05) sehingga Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberikan posisi

miring kiri dan posisi berdiri di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis.

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar yang diberikan posisi miring kiriadalah ibu bersalin primipara yangmengalami kemajuan persalinan secara normal yaitu (56,25%) dengan waktu rata-rata ±6-7 jam, sedangkan hampir setengahnya yang diberikan posisi miring kiri adalah ibu bersalin multipara yang mengalami kemajuan persalinan secara cepat yaitu (43,75%) dengan waktu rat-rata ± 4-5 jam.

Kala I multipara akan berlangsung lebih cepat karena dapat diraba dari pinggir servik yang sudah lunak apalagi dengan pengalaman melahirkan sebelumnya ibu akan merasa lebih tenang dan tidak cemas sehingga his akan lebih adekuat dan teratur (Prawirohardjo, 2005).

Dengan posisi miring kiri kemajuan persalinan bisa berlangsung normal yaitu kala I pada primipara berlangsung 1 jam untuk setiap pembukaan 1 cm dan pada multipara bisa berlangsung 1 jam untuk setiap pembukaan 2 cm.karena posisi miring kiri dapat membantu mengarahkan kepala bayi ke jalan lahir apabila posisinya belum tepat, membantu pergerakan kepala bayi ke posisi optimal selama kala I sehingga membuat ibu merasa lebih nyaman karena proses pembukaan terjadi secara perlahan (Werdiningsih, 2013).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri sebagian besar (56,25%) mengalami kemajuan persalinan secara normal, sedangkan ibu bersalin yang

(5)

Jurnal Kebidanan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 45 diberikan posisi berdiri hampir

seluruhnya (87,5%) mengalami kemajuan persalinan secara cepat. uji statistik Maan Whitney, didapatkan hasil P Value (0,01) < α (0,05) sehingga Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri dan posisi berdiri di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis.

Teori (Asrinah, 2010) Posisi berdiri berpengaruh terhadap kemajuan persalinan karenan dengan adanya gaya gravitasi dapat membantu penurunan bagian terendah janin, memperbesar ukuran panggul menambah 28% ruang outletnya dan memperbesar dorongan untuk meneran pada kala II. Sedangkan pengaruh posisi berdiri pada kala I yaitu dengan adanya gaya gravitasi dapat memperluas pintu atas panggul sehingga membantu penurunan bagian terendah janin turun lebih cepat (Simkin, 2005).Cara melakukan posisi berdiri ada 2 cara yaitu ibu berdiri dengan bersandar ke tempat tidur, dan ibu bersandar pada pasangan. Hendaknya posisi berdiri dilakukan selama 15-30 menit karena posisi ini dapat menambah dimensi PAP (Simkin, 2005).

Dengan posisi berdiri kemajuan persalinan bisa berlangsung secara cepat yaitu kala I (primipara) berlangsung 1 jam untuk pembukaan ≥ 1 cm, dan (multipara) berlangsung 1 jam untuk pembukaan ≥ 2 cm (Setyorini, 2013).

Teori (Simkin, 2005) posisi miring kiri berpengaruh terhadap kemajuan persalinan karena

memungkinkan wanita yang lelah untuk beristirahat, dapat mengurangi hemoroid, dapat mengatasi masalah detak jantung janin jika berkaitan dengan terjadinya kompresi tali pusat, dapat meningkatkan kemajuan persalinan, dapat menambah rotasi pada bayi dengan oksiput posterior (OP). Posisi miring kiri berpengaruh terhadap kemajuan persalinan kala I karena dapat membantu mengarahkan kepala bayi ke jalan lahir apabila posisinya belum tepat, membantu pergerakan kepala bayi ke posisi optimal selama kala I sehingga membuat ibu merasa lebih nyaman karena proses pembukaan terjadi secara perlahan (Werdiningsih, 2013).Pada sisi yang sama dengan oksiput dan punggung janin. Posisi itu akan membantu posisi janin dari Oksiput Posterior ke Oksiput Tranversal. Ibu bersalin dengan janin Oksiput Posterior yang berbaring pada sisi yang sama dengan oksiput selama 15-30 menit akan mendorong terjadinya rotasi dari Oksiput Posterior ke Oksiput Tranversal (Simkin, 2005).

Dengan posisi miring kiri kemajuan persalinan bisa berlangsung secara normal yaitu kala I (primipara) berlangsung 1 jam untuk setiap pembukaan 1 cm, sedangkan (multipara) berlangsung 1 jam untuk setiap pembukaan 2cm (Setyorini, 2013).

Ibu bersalin yang diberikan posisi berdiri hampir seluruhnya (87,5%) yaitu ibu bersalin multipara yang mengalami kemajuan persalinannya berlangsung secara cepat, karenadengan adanya gaya gravitasi dapat menambah dimensi PAP dan menurunkan bagian terendah janin lebih cepat, sehingga terjadi his yang lebih adekuat, lebih sering dan lebih sakit, maka ibu

(6)

Jurnal Kebidanan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 46 mengalami pembukaan serviks ≥

2cm setiap 1 jam. Sedangkan ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri sebagian besar (56,25%) yaitu ibu bersalin primiparayang mengalami kemajuan persalinan secara normal. Posisi ini hanya membantu ibu untuk tidak menekan vena cava inferior, ibu dapat merasa lebih nyaman karena tidak merasa sesak dan suplay oksigen ke bayi tidak berkurang, dengan his yang kuat dan sering sehingga pembukaan serviks terjadi secara perlahan yaitu 1cm setiap 1 jam.

KESIMPULAN

Ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis sebagian besar mengalami kemajuan persalinan yang normal. Ibu bersalin yang diberikan posisi berdiridi Wilayah Kerja Puskesmas Klampis hampir seluruhnya mengalami kemajuan persalinan yang cepat. Ada perbedaan kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberikan posisi miring kiri dan posisi berdiri di wilayah kerja Puskesmas Klampis.

DAFTAR PUSTAKA

Asrinah, Putri, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Persalinan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Lailiyana, SKM, Laila, SST, dkk. 2011. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan. Jakarta : EGC

Oxorn. 2010. Ilmu Kebidanan Patologis & Fisiologis Persalinan. Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica Prawirohardjo, S. 2005. Ilmu

Kebidanan Sarwono

Prawirihardjo. Edisi IV. Jakarta:

BinaPustakaSarwonoPrawiroh ardjo

Setyorini, SST.Keb., M.P.H. 2013. Belajar Tentang Persalinan. Yogyakarta : Graha Ilmu Simkin. 2005. Buku Saku

Persalinan. Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Werdiningsih. 2013. The Complete Book Of Pregnancy. Jogjakarta : Trans Idea Publishing

Yanti, SST, M.Keb. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan. Yogyakarta : Pustaka Rihana

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :