• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK ORANG TUA PESERTA DIDIK EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM PAUD TAMAN KANAK-KANAK BETHANY SCHOOL SALATIGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN WAWANCARA UNTUK ORANG TUA PESERTA DIDIK EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM PAUD TAMAN KANAK-KANAK BETHANY SCHOOL SALATIGA"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

A. Pedoman Wawancara

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK ORANG TUA PESERTA

DIDIK

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM PAUD TAMAN

KANAK-KANAK BETHANY SCHOOL SALATIGA

I.

Pengantar

Bapak/Ibu orang tua peserta didik yang terhormat,

Bapak/Ibu dimohon untuk memberikan respon terhadap

serangkaian pertanyaan yang akan diberikan sesuai dengan

pendapat Bapak/Ibu tentang pelaksanaan pembelajaran di TK B

Bethany School. Jawaban yang Bapak/Ibu berikan akan kami

jamin

kerahasiannya,

dan

sama

sekali

tidak

akan

mempengaruhi posisi/kedudukan dan penilaian prestasi putra

atau putri Bapak/Ibu di sekolah ini. Namun jawaban tersebut

sangat bermanfaat bagi kami dalam mengevaluasi pelaksanaan

pembelajaran di TK Bethany School ini.

Atas kesediaan dan partisipasi Bapak/Ibu , kami ucapkan

terima kasih

Salatiga, ... 2013

Hormat Saya

(2)

II.

Identitas Responden

Nama

: ________________________

Pekerjaan

: ________________________

Jenis kelamin : ________________________

Tanda tangan :

________________________

III.

Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan Jawaban

1. Apakah anda tahu tentang kurikulum TK Bethany sebelum memutuskan mendaftarkan anak anda di sekolah ini?

2. Apakah harapan pembelajaran yang akan diterima anak anda?

3. Apakah harapan akan hasil pembelajaran setelah anak anda lulus?

4. Apakah hasil pembelajaran yang diterima oleh anak anda telah sesuai dengan harapan anda?

5. Apabila jawaban nomor 4 adalah ‘iya’, apakah anda puas dengan kurikulum yang dikembangkan di TK ini dan juga dalam proses

pembelajarannya? Jelaskan. 6. Jika jawaban nomor 4 adalah

‘tidak’ atau belum sesuai harapan, apakah saran anda agar ditindaklanjuti oleh sekolah ini dalam hal kurikulum dan pelaksanaannya?

(3)

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU TAMAN

KANAK-KANAK

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM PAUD TAMAN

KANAK-KANAK BETHANY SCHOOL SALATIGA

I.

Pengantar

Saya adalah mahasiswa Program Pascasarjana Magister

Manajemen Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana, ingin

mengadakan

penelitian

tentang

“Evaluasi

Pelaksanaan

Kurikulum (Studi pada Taman Kanak-kanak Bethany School)”.

Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengumpulkan

data yang akan digunakan dalam rangka penyusunan Tesis

sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi

program S2 dan tidak digunakan untuk hal lain.

Pertanyaan yang akan diajukan ini sangat mendukung

dalam penelitian ini, oleh karena itu dimohon kepada Bapak/Ibu

bersedia untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan

sesuai dengan keadaan sesungguhnya dan penulis juga akan

menjaga kerahasiaan jawaban Bapak/Ibu.

Atas segala bantuan dan kerjasamanya, Saya ucapkan

terima kasih.

Salatiga, ... 2013

Hormat Saya

(4)

II. Tanggal wawancara

:_____________________________

III. Tempat wawancara

:_____________________________

IV. Identitas Guru

Nama Lengkap

: _____________________________

Pendidikan Terakhir

: _____________________________

Tempat/tanggal Lahir

: _____________________________

Lama Mengajar

: _____________________________

Lama Mengajar di TK A/TK B : _______________________

Tanda Tangan

: _____________________________

V. Pertanyaan Wawancara

N

No Pertanyaan Jawaban

Konteks (Context) 1 Kurikulum /silabus TK menurut anda,

terdiri dari apa saja?

a. Apa peran anda dalam pembuatan silabus sebagai rencana yang akan anda laksanakan dikelas?

b. Bagaimana anda memilih tema, materi dan kegiatan dalam silabus/kurikulum tersebut?

c. Apakah dalam menyusun bahan pelajaran, anda memperhatikan berbagai jenjang kemampuan siswa? Contohnya?

d. Menurut Anda apakah materi di TK ini sudah sesuai dengan tingkat

perkembangan anak?

2 Bagaimanakah lingkungan pembelajaran di TK ini?

a. Apakah aman, nyaman, bersih, sehat dan menarik?

b. Apakah ada kekurangan? c. Bagaimana setting lingkungan

pembelajarannya? Apakah terpadu, area, gabungan?

d. Bagaimana membuat lingkungan dan setting yang sesuai dengan kebutuhan

(5)

anak?

e. Apakah ada kesulitan? Jika ada, apa saja?

Masukan (Input) 3 Menurut anda bagaimanakah tersedianya

dan kondisi sarana prasarana dalam mendukung pembelajaran di TK ini?

a. Apakah juga jumlahnya mencukupi? b. Apakah masih ada yang kurang?

Misalnya apa saja?

4 Apakah latar belakang pendidikan anda mendukung tugas anda sebagai pelaksana kurikulum?

Dalam hal apa kompetensi apa? (pedagogis, kepribadian, sosial, profesional). Bisakah anda memberikan contoh-contohnya?

Proses (Process) 5 Strategi instruksional yang bagaimana

yang saudara terapkan? Apakah sama setiap saat atau berbeda? (perhatian individu, pengaturan kelas, inisiatif, iklim belajar)

6 Metode-metode apa sajakah yang Saudara terapkan untuk mengajar anak didik?

a. Bagaimana anda tahu kapan sebuah metode itu tepat atau tidak tepat dipakai?

b. Tolong berikan contoh kapan anda memakai setiap metode?

7 Bagaimana anda memanfaatkan media pembelajaran dan APE?

a. Bagaimana anda memilihnya? b. Apakah sudah dipersiapkan

sebelumnya ataukah anda harus mencari?

c. Apakah anda pernah mengganti media secara mendadak karena situasi? Misal anak tidak tertarik atau media rusak? d. Apakah ada kesulitan dalam penyiapan

media pembelajaran?

8 Menurut Saudara, bagaimana partisipasi anak didik dalam mengikuti pembelajaran disekolah?

a. Bagaimana perbandingan keterlibatan anak dan guru?

b. Bagaimana jika anak tidak aktif dalam pembelajaran?

(6)

teacher dan student centered? 9 Apakah anda selalu tepat dalam

menggunakan kurikulum dengan yang terjadi di kelas?

a. Dalam keadaan apa yang menjadi kesulitan anda tidak melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum? b. Apakah anda selalu mengatur

penggunaan waktu secara efektif? Apa yang anda lakukan jika waktu kurang dalam sebuah kegiatan? Atau apa yang anda lakukan jika ada waktu lebih? 10 Apakah Saudara melakukan penilaian

terhadap kemajuan belajar anak didik? a. Apakah alat penilaian yang anda

gunakan?

b. Apa sajakah ruang lingkup penilaian yang anda lakukan?

c. Kapan anda melakukan penilaian? Harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semester?

11 Hambatan-hambatan dan dukungan apa sajakah yang Saudara alami saat

mengajar?

Hasil (Product) 12 Bagaimana hasil pendidikan anak-anak di

TK ini menurut anda?

Bagaimana jika ada anak-anak yang belum mencapai tingkat perkembangan?

(7)

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK KEPALA SEKOLAH

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM PAUD TAMAN

KANAK-KANAK BETHANY SCHOOL SALATIGA

I.

Pengantar

Saya adalah mahasiswa Program Pascasarjana Magister

Manajemen Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana, ingin

mengadakan

penelitian

tentang

“Evaluasi

Pelaksanaan

Kurikulum (Studi pada Taman Kanak-kanak Kelompok B

Bethany School)”.

Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengumpulkan

data yang akan digunakan dalam rangka penyusunan Tesis

sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi

program S2 dan tidak digunakan untuk hal lain.

Pertanyaan yang akan diajukan ini sangat mendukung

dalam penelitian ini, oleh karena itu dimohon kepada Bapak/Ibu

bersedia untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan

sesuai dengan keadaan sesungguhnya dan penulis juga akan

menjaga kerahasiaan jawaban Bapak/Ibu.

Atas segala bantuan dan kerjasamanya, Saya ucapkan

terima kasih.

Salatiga, ... 2013

Hormat Saya

Prasetya Putri P

(8)

II. Tanggal wawancara

:_____________________________

III. Tempat wawancara

:_____________________________

IV. Identitas Kepala Sekolah

Nama lengkap

: _____________________________

Pendidikan terakhir

: _____________________________

Tempat/tanggal ahir

: _____________________________

Lama menjabat

: _____________________________

Tanda tangan

: _____________________________

V. Pertanyaan Wawancara

n No Pertanyaan Jawaban Konteks (Context) 1 Bagaimanakah lingkungan

sosial dan setting fisik di TK bethany? Apakah sudah optimal untuk pembelajaran?

Bagaimana membuat

lingkungan dan setting yang sesuai dengan kebutuhan anak? Apakah ada kesulitan? Jika ada, apa saja

2 a. Apakah peran anda dalam silabus / kurikulum? b. Apakah guru terlibat dalam

pembuatan?

Masukan (Input) 4 Bagaimanakah karakteristik

pendidik dan latar belakang guru sebagai pelaksana kurikulum?

Apakah semua guru sudah memenuhi kompetensi

pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional?

5 Menurut anda bagaimanakah tersedianya dan kondisi sarana prasarana dalam mendukung pembelajaran di TK ini? apakah juga jumlahnya mencukupi?

(9)

Proses (Process) 6 Menurut anda, bagaimanakah

proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru? a. Bagaimana dengan

persiapan mengajar mereka? b. Bagaimana dengan strategi

instruksional mereka? c. Bagaimana dengan metode

yang digunakan? Apakah sudah tepat? d. Bagaimana dengan penggunaan media pembelajaran? Pemilihannya? Ketepatannya? e. Bagaimana kualitas

interaksi antara guru dan murid?

f. Bagaimana dengan penilaian hasil pembelajaran? Apakah alatnya sudah tepat?

g. Dari antara hal tersebut manakah yang merupakan kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelejaran? h. Apakah semua sudah sesuai

dengan kurikulum yang disusun?

Hasil (Product) 7 Apakah anak-anak yang sudah

menyelesaikan pendidikan TK disini sudah sesuai dengan visi misi sekolah?

a. Bagaimana jika ada anak-anak yang belum mampu mencapai tingkat

perkembangan yang seharusnya?

b. Melihat hal tersebut apakah bahan ajar dan metode sudah sesuai untuk anak? c. Berkaitan juga dengan isu

anak TK tidak boleh diajarkan calistung,

(10)

B. Pedoman Observasi

Instrumen Pedoman Observasi Proses Belajar Mengajar

Check (v) pernyataan yang sesuai dengan hasil pengamatan

No Kegiatan Sub Kegiatan Kriteria Check 1 Persiapan kegiatan pembelajaran 1. Keseuaia n tema dengan menu

- Tema pembelajaran yang disajikan pendidik tidak sesuai dengan program pembelajaran

- Tema pembelajaran yang disajikan pendidik kurang sesuai dengan program pembelajaran, dan hanya sedikit tema yang

membahas atau berkaitan dengan program

pembelajaran

- Tema pembelajaran yang disajikan pendidik sesuai dan merupakan

penjabaran dari program (menu) pembelajaran ( .... ) ( .... ) ( .... ) 2. Pemiliha n bahan ajar yang disampai kan dalam proses pembelaj aran

- Bahan ajar yang

disampaikan tidak sesuai dengan karakteristik anak

- Bahan ajar yang disampaikan bersifat sederhana, konkrit dan sesuai dengan dunia anak tetapi tidak terkait langsung pengalaman anak

- Bahan ajar yang disampaikan bersifat sederhana, konkrit dan sesuai dengan dunia anak serta terkait langsung dengan situasi pengalaman anak ( .... ) ( .... ) ( .... ) 3. Pemiliha n kegiatan-kegiatan dalam - Kegiatan-kegiatan yang dipilih pendidik tidak sesuai dengan subtema, tema dan menu

pembelajaran

( .... )

(11)

proses pembelaj aran

- Kegiatan-kegiatan yang dipilih pendidik tidak berkaitan secara langsung dengan

subtema, tema dan menu pembelajaran

- Kegiatan-kegiatan yang dipilih sesuai dan berkaitan secara langsung dengan

subtema, tema dan menu pembelajaran ( .... ) 2 Strategi instruksional yang diterapkan guru 1. Perhatia n terhadap perbedaa n individua l - Perhatian pendidik ditujukan pada situasi kelas atau anak didik secara umum

- Pendidik mendekati, menanyai kesulitan dan memberikan bimbingan belajar kepada anak didik secara individual

- Pendidik mengijinkan anak didik belajar sendiri berbeda dengan anak lain dan memberi bimbingan secara individual - Guru menyediakan atau

memberikan kegiatan belajar sesuai dengan minat dan kemampuan anak secara individual

( .... ) ( .... ) ( .... ) ( .... ) 2. Pengatur an organisas i kelas

- Cara pengaturan tempat duduk secara tradisional, guru di depan murid berderet-deret ke belakang dengan

menekankan ketenangan anak di tempat duduk masingmasing untuk mendengarkan apa yang disampaikan guru - Cara pengaturan tempat

duduk fleksibel, tempat duduk murid diatur berkelompok, duduk berkeliling pada satu meja tetapi peran guru masih besar untuk mengendalikan murid

( .... )

( .... )

(12)

duduk di tempatnya untuk mendengarkan apa yang disampaikan guru - Tempat duduk murid

diatur berkelompok, duduk berkeliling pada satu meja, dengan

memberikan kesempatan kepada anak untuk aktif belajar sendiri dalam kelompok dengan

peranan guru membantu secara berurutan

kesulitan anak

- Memberikan kesempatan kepada anak mengambil tempat belajar secara bebas sesuai dengan minat belajarnya secara spontan di mana saja, kapan saja dalam ruangan kelas, dalam sudut-sudut kegiatan yang tersedia atau di luar kelas

( .... )

3. Inisiatif - Guru mengendalikan murid untuk menerima apa yang disampaikannya - Guru mendorong dan

memuji anak yang menyampaikan respon terhadap apa yang diampaikan guru - Guru mendorong dan

menghargai ide atau pendapat murid dan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran, seperti menggunakan ide atau pendapat itu untuk dikonfrintirkan dengan ide atau pendapat anak lain

- Guru menggunakan ide murid untuk melakukan kegiatan belajar yang menggunakan personal inquiry ( .... ) ( .... ) ( .... ) ( .... )

(13)

belajar dalam kelas

pengarahan keras atau guru berkali-kali memberi perintah, kritik atau teguran terhadap murid yang mengganggu penyampaian guru - Iklim belajar dengan

pengarahan guru dan menggunakan

pendekatan persuasive secara individual atau klasikal jika terdapat siswa yang mengganggu penyampaian guru - Iklim belajar dengan

kelonggaran anak untuk belajar, jika terdapat gangguan proses belajar kritikan (rasa tidak senang) disampaikan secara umum pada situasi kelas

- Iklim belajar dengan kelonggaran anak untuk belajar dan mendorong anak untuk

menyampaikan keinginan dan perasaannya jika terjadi kegelisahan situasi

( .... )

( .... )

( .... )

3 Metode

pembelajaran 1. Pemilihan/pengg unaan metode pembelaj aran - Metode bermain - Metode bernyanyi - Metode cerita atau

mendongeng

- Metode menggambar - Metode bermain peran

a. Menggunakan 1 metode b. Menggunakan 2 metode c. Menggunakan 3 metode atau lebih ( .... ) ( .... ) ( .... ) 2. Ketepata n penggun aan metode pembelaj aran

- Metode tidak sesuai dengan tujuan

- Metode kurang sesuai dengan materi dan tujuan - Metode sesuai dengan

materi tujuan

( .... ) ( .... ) ( .... ) 4 Interaksi

dalam 1. Kualifikasi - Interaksi hanya terjadi pada kelompok kecil saja

(14)

pelaksanaan

pembelajaran interaksi - Interaksi terjadi pada sebagian anggota saja - Terjadi interaksi antara

semua anggota kelompok

( .... ) ( .... ) 2. Keterliba tan anak dalam kegiatan

- Hanya sebagian kecil anak terlibat dalam seluruh kegiatan - Sebagian besar anak

terlibat dalam seluruh kegiatan

- Seluruh anak terlibat dalam seluruh kegiatan

( .... ) ( .... ) ( .... ) 3. Kegiatan kelompo k

- Guru kurang cermat terhadap

kekuranglancaran kegiatan pembelajaran - Guru berkeliling

memperhatikan seluruh kelompok tetapi hanya sekali-kali

mengarahkannya - Guru nampak selalu

berkeliling

memperhatikan seluruh kelompok serta berhenti sebentar untuk mengarahkan kegiatan. ( .... ) ( .... ) ( .... ) 5 Media pembelajaran termasuk APE 1. Ketepata n pemiliha n media pembela jaran termasu k APE

- Media pembelajaran yang dipilih tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak - Media pembelajaran yang

dipilih kurang sesuai tingkat perkembangan anak

- Media pembelajaran yang dipilih sesuai dengan tingkat perkembangan anak ( .... ) ( .... ) ( .... ) 2. Penggun aan media pembela jaran dan APE

- Pendidik tidak mampu menggunakan media pembelajaran sesuai materi dan karakteristik anak didik

- Pendidik mampu menggunakan media pembelajaran dengan tepat tetapi hanya mampu membangkitkan

( .... )

( .... )

(15)

sebagian gairah belajar anak didik

- Pendidik mampu menggunakan media pembelajaran secara tepat sesuai karakteristik media, materi dan

karakteristik anak didik dan mampu

membangkitkan sebagian besar gairah belajar anak didik 6 Penilaian pelaksanaan pembelajaran 1. Jenis-jenis alat penilaia n yang digunak an a. Pengamatan b. Pencatatan anekdot c. Pemberian tugas - Menggunakan 1 alat penilaian saja - Menggunakan 2 alat penilaian - Menggunakan 3 alat penilaian ( .... ) ( .... ) ( .... ) 2. Materi kegiatan -kegiatan penilaia n terhada p pelaksa naan pembela jaran

a. Hasil kerja anak b. Perkembangan

kognitif

c. Perkembangan motorik (halus dan kasar)

d. Perkembangan bahasa\

e. Perkembangan seni f. Perkembangan moral

dan nilai-nilai moral - Ruang lingkup penilaian

kurang dari 2 point di atas

- Ruang lingkup penilaian mencakup 2-4 point saja - Ruang lingkup penilaian mencakup seluruh aspek perkembangan di atas

( .... ) ( .... ) ( .... )

(16)

Catatan:

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_____________________________________________________________________

_________________________

Salatiga, ... 2013

Mengetahui,

Kepala Sekolah TK Bethany School

_____________________________

Dian Widi Yussanti, S.Pd

(17)

Pedoman Observasi Ketersedian Sarana Prasarana Pendidikan

No Sarana Prasarana Nama Barang Ada/Tidak Ada

Kondisi Jumlah Keterangan

1 Jenis ruangan dan halaman

1. Ruang pembelajaran

2. Halaman tempat bermain di luar ruangan

3. Kantor guru

4. Kamar mandi dan WC 5. Ruang perpustakaan 6. Ruang istirahat/kesehatan 7. Ruang audiovisual

8. Ruang bimbingan 2 Kelengkapan sarana

kerja dan pendukung pembelajaran

1. Papan tulis/whiteboard, kapur/marker, penghapus 2. Meja, kursi, tikar alas duduk

anak

3. Meja, kursi guru

4. Almari/rak penyimpanan arsip 5. Rak/tempat tas anak

6. Rak buku 7. Rak sepatu 8. Timbangan badan 9. Termometer

3. Kelengkapan silabus 1. Menu pembelajaran 2. SKH dan SKM

3. Buku kemajuan belajar 4. Daftar hadir anak didik

(18)

5. Buku persuratan 6. Daftar nilai 4 Ketersediaan alat permainan edukatif luar ruangan 1. Bak pasir 2. Balok jungkitan 3. Papan luncuran 4. Ayunan 5. Bola dunia 6. Panjatan/tangga majemuk 7. Terowongan 8. Kolam renang 5 Ketersediaan alat permainan edukatif dalam ruangan 1. Puzzle 2. Balok unit 3. Mandi bola 4. Kartu bergambar 5. Mozaik 6. Pohon angka 7. Boneka 8. Mobil-mobilan 9. Miniatur binatang 10. Tiruan alat-alat masak 11. APE tradisional

6 Kelengkapan

kehidupan sehari-hari

1. Peralatan makan 2. Perlatan minum

3. Peralatan sikat gigi dan sabun 4. Perlengkapan ibadah

7 Media audiovisual 1. Komputer 2. Tape recorder 3. Radio

(19)

5. VCD, dll 8 Bahan pustaka 1. Buku cerita

2. Majalah anak 3. Buletin 4. Koran

9 Portofolio 1. Tempat menempel hasil menggambar anak

2. Tempat meletakkan benda-benda hasil kerja anak 3. Tempat meletakkan foto-foto

aktivitas anak

Salatiga, ...2013

Mengetahui,

Kepala Sekolah TK Bethany School

__________________________________

Dian Widi Yussanti, S.Pd

(20)

C. Pedoman Dokumentasi

Pedoman Studi Dokumentasi TK A / TK B

Aspek Komponen Sub Komponen Indikator Sasaran Hasil

Konteks Silabus Rencana kegiatan tahunan, semester, satuan kegiatan bulanan, mingguan (SKM), dan harian (SKH) (silabus), rencana pengelolaan kelas : rencana penataan lingkungan pembeljaran, rencana kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir, rencana penilaian: rencana bentuk dan teknik penilaian Adanya buku/dokume n silabus yang lengkap Dokumen silabus Masuka n (Input)

Siswa Umur 4 – 5 tahun

5 – 6 tahun Arsip sekolah tentang identitas siswa Proses Penilaian

hasil - Alat menilai - Ruang

Arsip hasil pembelajaran

(21)

pembelajara

n lingkup penilaian harian, bulanan, semester Produk Data hasil

pekerjaan anak Hasil pekerjaan anak Perkembangan kognitif, motorik, sosial emosional, seni, dan lain-lain Hasil pekerjaan anak Foto kegiatan Arsip hasil pembelajaran

Salatiga, ...2013

Mengetahui,

Kepala Sekolah TK Bethany School

__________________________________

Dian Widi Yussanti, S.Pd

(22)

147

D. Hasil Wawancara

1. Kepala Sekolah (KS)

Pendidikan

: S1 Pendidikan Bahasa Inggris

Tanggal Wawancara : 15 Mei 2013

Tempat Wawancara : Kantor Bethany School

n

No Pertanyaan Jawaban

Konteks (Context) 1 Bagaimanakah

lingkungan sosial dan setting fisik di TK bethany? Apakah sudah optimal untuk pembelajaran? Bagaimana membuat lingkungan dan setting yang sesuai dengan kebutuhan anak? Apakah ada kesulitan? Jika ada, apa saja

Kalau untuk settingnya, karena memang settingan itu di buat memang harus sesuai dengan tema pembelajaran otomatis kami berpendapat bahwa itu seharusnya sesuai gitu dan memang kami tidak menginginkan banyak meja jadi memang lebih leluasa untuk anak-anak untuk bermain atau bergerak gitu ya. Jadi menurut kami sudah lumayan.

Pertama kali sih kami memikirkannya karena memang kami tidak ingin seperti conventional school yang dimana harus duduk di kursi dan kemudian ada mejanya untuk per anak atau dua anak. Pertama karena memang membutuhkan ruang yang sangat besar kalau untuk itu. Padahal kami menginginkannya ruangan yang tidak begitu besar tetapi sangat nyaman untuk dipakai anak untuk belajar atau bermain di dalam kelas. Itu yang pertama, yang kedua yaitu kenyamanan anak itu sendiri, yaitu anak dibatasi dengan banyak kursi terus kemudian banyak meja, otomatis kan anak-anak nggak leluasa untuk berjalan. Kemudian dengan settingan evamat itu kami berpikir bahwa kadang anak-anak itu belum bisa berhati-hati jadi kami menginginkan untuk apapun yang dilakukan anak-anak tanpa kami tidak mewajibkan anak untuk bilang bahwa tidak boleh seperti ini, tidak boleh seperti itu. Nah, dengan membuat anak-anak free untuk

melakukan sesuatu akhirnya kami menginginkan sesuatu yang kalau memang anak-anak

melakukan hal itu tidak berbahaya. Jadi kami memakai evamat, jadi kalau jatuh dia tidak begitu berbahaya. Terus kalau untuk meja kenapa kok kami memilih bisa dibilang kok dari plastik gitu

(23)

148

ya, karena memudahkan untuk memindahnya. Jadi settingan apapun untuk setiap hari itu, kalau misal mau mindah-mindah atau rubah-rubah itu nggak susah gitu lho, terus juga mudah

dibersihkan yang pasti dan perawatannya yang tidak harus dilakukan 1 bulan sekali atau 1 tahun sekali. Long lasting kami bilang. Jadi tidak

berjamuran, tidak teter, kalau yang dari kayu kan ada hal-hal yang harus diperhatikan.

Untuk kesulitannya nggak, kita bisa

melakukannya dengan baik karena semuanya sudah tersedia ya. Jadi nggak ada kesulitan untuk menyiapkan itu. 2 c. Apakah peran anda dalam silabus / kurikulum? d. Apakah guru terlibat dalam pembuatan?

a. Saya yang membuatnya, yang kompile. b. Kalau guru dalam pembuatan lesson plan,

silabus dan kurikulumnya kepala sekolah.

Masukan (Input) 4 Bagaimanakah

karakteristik pendidik dan latar belakang guru sebagai pelaksana kurikulum? Apakah semua guru sudah memenuhi kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional?

Kalau untuk semua kompetensi iya, Cuma untuk level-levelnya pasti akan sangat berbeda dari satu guru dengan lainnya. Cuma yang pasti ada satu yang pasti harus ditingkatkan. Lulusan-lulusan kami memang sarjana pendidikan tetapi tidak linear dengan apa yang kami ampu saat ini yaitu tidak sarjana pendidikan usia dini berarti yang PAUD itu. Hanya itu saja. Tapi kalau untuk yang sarjana pendidikan kami sudah dapat semua dan itu semua juga sudah S1 ya. Kalau untuk TK sudah sarjana semua tapi belum linear dengan pekerjaannya.

Kalau kompetensi lain sudah memenuhi juga, karena guru-guru kami mau untuk belajar lebih terus juga puji Tuhan semuanya juga mempunyai latar belakang yang baik dari rumah dan juga dari lingkungan keluarga jadi tidak bermasalah kalau untuk berhubungan dengan karakternya.

Kemudian kalau untuk teamworknya karena dari pertaman kami sudah menekankan bahwa tidak yang namanya bekerja sendiri-sendiri gitu ya, jadi harus bekerja secara kelompok dan dari situ pun juga mereka semakin hari semakin berkembang untuk lebih bisa sharing dari satu dengan yang lainnya.

5 Menurut anda

(24)

149

tersedianya dan kondisi sarana prasarana dalam mendukung pembelajaran di TK ini? apakah juga jumlahnya mencukupi?

playing ground. Jadi kami menginginkan untuk suasananya yang lebih natural, lebih alami dimana anak-anak pun juga bisa tidak hanya terkungkung dalam satu lingkup ruangan, hanya dibatasi tembok. Jadi kami sebenarnya pengen itu. Jadi lebih bisa berbasah-basah atau mungkin lebih bisa berkotor-kotor ria.

Kami sebenarnya sudah mengusulkan ke yayasan dan juga pihak gereja tapi memang untuk saat ini karena lahan yang tidak kami punyai jadi kami tidak bisa. Jadi untuk saat ini kami harus mengucap syukur atas apa yang sudah kami dapat sampai saat ini. kalau misal anak-anak yang dulunya yang disekolahan lama itu untuk berlari-lari belum bisa karena harus tetap di ruangan kelas, kalau sekarang sudah ada satu ruangan khusus yang memang sudah

termasuknya lebar juga hanya perbedaannya yang satu kena sinar matahari langsung yang satunya di dalam ruangan. Proses (Process) 6 Menurut anda, bagaimanakah proses pembelajaran yang dilakukan oleh para guru? i. Bagaimana dengan persiapan mengajar mereka? j. Bagaimana dengan strategi instruksional mereka? k. Bagaimana dengan metode yang digunakan? Apakah sudah tepat? l. Bagaimana dengan penggunaan media pembelajaran? Pemilihannya? Ketepatannya?

Kalau untuk persiapan mengajarnya ada beberapa guru yang mungkin bisa dibilang tepat waktu gitu tetapi ada juga yang the last minute. Tetapi yang pasti untuk pengajarannya atau pembelajarannya tidak begitu timpang dengan apa yang sudah di siapkan. Apalagi memang kami sudah membentuk bahwa sebulan sebelumnya semua materi

kemudian segala semua persiapan itu harus sudah selesai. Jadi saya sendiri berharap untuk mereka juga memaksimalkan apa yang menjadi tugas mereka. tapi seandainya pun ada juga yang kelewat gitu,,e, kami mengharapkan untuk segala sesuatunya sudah lewat sebelum jam pelajaran dimulai gitu. Terus untuk pengajaran sendiri sih, teman-teman disini berusaha untuk memberikan yang terbaik.

Kalau untuk masalah tersebut menurut saya sudah, karena memang malahan saya pribadi tidak terlalu ikut campur dalam penanganan classroom ini. Jadi untuk penataan kelas ini memang saya serahkan sepenuhnya dengan miss-missnya karena mereka yang menjalankan itu. Karena kalau kadang mereka tidak membutuhkan kursi pun akhirnya hanya dipojokkan, karena membutuhkan ruangan full dengan evamat, atau kayaknya tidak membutuhkan papan tulis, jadi papan tulisnya dikeluarkan. Jadi mereka sudah

(25)

150

m. Bagaimana kualitas interaksi antara guru dan murid? n. Bagaimana dengan penilaian hasil pembelajaran? Apakah alatnya sudah tepat? o. Dari antara hal

tersebut manakah yang merupakan kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelejaran? p. Apakah semua sudah sesuai dengan kurikulum yang disusun?

menyeting segala sarana prasaran disitu adalah sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan berguna juga maksudnya lebih nyaman, enak untuk mereka belajar dan mengajar untuk anak-anak dan gurunya.

Kalau untuk metodenya karena setiap bulan sekali pasti saya upgrade ya, maksudnya untuk

pembuatan lesson plan itu kan saya memeriksanya dari daily schedule, weekly schedule, kemudian monthly schedule, itu kan semua harus lengkap dengan AVA dan metode pembelajarannya. Jadi di kontrol terus, jadi harus sesuai dengan apa yang sudah kami himbau untuk pelaksanaannya. Cuma kadang ada beberapa AVA yang mungkin kurang maksimal, karena memang mungkin waktu yang mendadak atau mungkin belum persiapannya,,,e,,harusnya seperti ini tapi kemudian setelah dilakukan kurang seperti ini gitu. Jadi untuk AVA kalau menurut saya yang kurang.

Kalau untuk kualitas interaksi guru-guru kami sudah sangat-sangat akrab (dengan anak) bahkan ada beberapa murid pun menganggap mereka bukan gurunya lagi, mereka (guru) adalah sahabat mereka (anak). Kalau feedbacknya kalau anak-anak mungkin belum bisa 100% untuk

memberikan feedback kepada guru. Tetapi karena kami memberlakukan three period lesson dimana anak-anak pun juga harus semuanya terinvolve dalam kegiatan tersebut, apalagi juga kita melaksanakan sistem observasi jadi untuk pengamatan guru ke semua murid itu sudah terjangkau. Apalagi dengan adanya 1 guru 1 murid, nah itu kan otomatis untuk pengecekan hubungan guru dengan murid pun juga berjalan dengan baik tetapi dengan adanya beberapa murid yang mungkin cenderung menarik diri kemudian tidak berbicara dengan miss-nya itu ya feedback anak yang memang sebenarnya bawaan yang dia nggak suka ngomong aja. Tapi kalau untuk anak-anak yang suka ngomong walaupun dia mudeng atau nggak mudeng pasti ada feedbacknya disitu. Cuma kalau misal ada cerita lucu semuanya tertawa menurut saya itu sudah ada

understanding antara guru dan juga murid. Kalau misal student center atau teacher center ya dua-duanya ya. Yang pasti porsinya atau bobotnya

(26)

151

lebih besar ke yang student center karena memang sebenarnya kan di sini guru hanya mendeliverikan materi yang ada atau lesson-lesson yang ada. Setelah itu langsung melihat ke anaknya. Anaknya itu butuhnya pengajaran seperti apa, ini seperti apa, kayak gitu sih.

e...iya alat penilaiannya sudah tepat. Kalau menurut saya semua itu

berkesinambungan, jadi saya sendiri malah

bingung mana yang kuat mana yang lemah karena memang selalu muter terus gitu. Kadang untuk beberapa guru malah mungkin semuanya memang sangat menggunakan apa yang disediakan di sekolahan gitu ya. Cuma kalau untuk

kekuatannya ya itu saling mendukung gitu. Tapi kalau untuk kelemahannya, mungkin yang paling lemah itu di AVA nya. Tapi kalau untuk yang lain-lainnya kalau untuk persiapan karena sudah di dukung semuanya, jadi untuk jalan pun bahkan saya sering bilang bahwa kalau saat pembuatan lesson plan harus sudah selesai, harus sedetil mungkin di karenakan kalau misal orang lain yang mengajar itu sudah bisa dengan membaca lesson plan anda (guru) dan itupun sudah bisa berjalan. Kemudian untuk sarana dan prasarana pun menurut saya juga sudah sangat-sangat mencukupi untuk bisa digunakan teachers untuk bisa mengeksplor itu. Cuma ya itu tadi hanya AVA, AVA yang dibuat oleh guru untuk meyatakan tujuan-tujuan itu hanya ada beberapa guru yang bisa memberikan yang terbaik. Karena ada beberapa karena memang bakatnya juga tidak disitu ya talentanya jadi ‘ah yang penting ini seperti ini yang penting bukan AVA-nya tetapi yang penting poinnya masuk untuk anak-anak’. Kan kadang gitu, Cuma untuk beberapa kali supervisi sudah dibilang bahwa memang masuk untuk poinnya tetapi dengan didukung AVA yang lebih menarik itu pasti kan anak-anak akan lebih tertarik dan masuknya pun akan lebih dalam gitu. Jadi ya itu waktu dan talenta masing-masing. karena kalau ada supervisi bukan supervisi yang dadakan gitu ya, mereka bisa mempersiapkan lebih baik, berarti kan it means they can . Mereka bisa dan mereka mampu dengan keadaan waktu yang mendesak pun mereka juga bisa gitu kan. Jadi menurut saya ya itu aja kalau untuk talenta

(27)

152

pun sebenarnya tidak begitu bermasalah apalagi dengan teknologi yang sekarang bisa print out dan sebagainya. Mungkin juga willing, willingness juga bisa itu. Niatnya itu pengen bikin kayak gini, kayak gini atau ah sederhana saja karena nggak mau repot dan sebagainya itu termasuk sih dan kadang saya belum bisa menyatakan itu apakah itu betul. Karena kalau misal dinyatakan secara langsung otomatis banyak teacher yang ‘nggak juga’ karena memang ini, tapi kalau saya lihat kemungkinan willing ini yang paling besar yang berperan disitu.

Iya sudah, 1 bulan sebelumnya untuk lesson plan. Kalau kurikulum kan dari dulu sampai sekarang ya seperti itu aja, Cuma kami membikin setiap 1 tahun sekali kami membikin yang namanya KTSP itu setiap tahun harus berubah kan hanya untuk pendupdate-an aja, tapi kan isinya sama saja.

Hasil (Product) 7 Apakah anak-anak

yang sudah menyelesaikan pendidikan TK disini sudah sesuai dengan visi misi sekolah? d. Bagaimana jika ada anak-anak yang belum mampu mencapai tingkat perkembangan yang seharusnya? e. Melihat hal tersebut apakah bahan ajar dan metode sudah sesuai untuk anak? f. Berkaitan juga dengan isu anak TK tidak boleh diajarkan calistung, bagaimana pendapat anda?

Untuk visi misi membangun karakter anak, terus kemudian untuk membuat anak lebih baik lagi bisa dibilang 90% anak-anak sudah bisa e menjangkau visi misi kita. Tapi ada 1 yang

mungkin tidak karena kami tidak bisa mengontrol lebih lagi gitu ya, itu adalah dari peran serta orang tua itu adalah Christ like-nya. Seperti bagaimana Tuhan Yesus bertingkah laku, bertindak kepada kita, itu yang mungkin belum bisa, padahal itu adalah tujuan utama kami. Bukan Cuma untuk masalah apa namanya, secara akademis, tetapi point utama kami adalah seperti itu sebenarnya. Untuk tahun ini kami baru memberlakukan yang namanya character building dimana anak-anak harus belajar karakter gitu ya. Nah itu yang mungkin bisa membuat anak-anak lebih tahu lagi bagaimana cara untuk bisa seperti Tuhan Yesus. Itu yang mungkin yang utama. Jadi 90% sudah bisa masuk ke visi misi.

Hal itu karena juga kami tidak mewajibkan bahwa yang masuk disini adalah agama Kristen, terus kemudian yang kedua memang dalam

pembelajaran kami belum 100% memasukkan semua ajaran Kristen di situ. Jadi belum dalam 1 kupasan, apa ya namanya ya, 1 bonding di situ dimana membuat sistem pengajarannya memang berdasarkan kekristenan gitu. Itu yang belum.

(28)

153

Kalau kami biasanya karena ada e,,,kalau ini untuk yang sudah lulus Puji Tuhan, sampai saat ini hanya dalam pengenalan membaca dan berhitung dan kebanyakan dalam membaca, untuk itu. Kalau yang lainnya secara soft skill-nya, gross motorist,,,fine motorist sama gross motorist, mereka tidak bermasalah dengan itu, kognitif pun juga tidak bermasalah. Jadi menurut saya sampai saat ini pun belum ada yang memang harus kita tindak lanjuti seperti itu. Hanya yang social emotional karena kami anak-anaknya adalah 6 tahun (umurnya) waktu mereka lulus itu memang terkhususnya untuk anak-anak yang nanti masuk elementary school (SD) terkhususnya di Bethany School itu kami memberikan beberapa catatan atau note ‘anaknya seperti ini, seperti ini’ gitu. Tapi kalau untuk masalah akademis kami tidak pernah ada follow up atau perkembangan yang berkurang, karena memang standart kami lebih tinggi dibanding TK-TK lain dimana mereka hanya bisa berhitung 1-10 padahal kami sudah sampai 1-50. Kalau ternyata ada anak yang tidak sesuai dengan standart misal 50 pun berarti kan mereka sudah 1 standart dengan yang lainnya. Jadi tidak begitu terlalu yang ketinggalan. Kalau untuk membaca seandainya, kan ini membacanya juga untuk pengenalan. Dalam pengenalan dalam membaca ini, anak-anak kalau untuk

mengenalnya sudah tapi mungkin waktu keluar dari TK belum lancar dan juga sekolahan tidak bisa disalahkan untuk hal ini. Kenapa? Karena tidak boleh sebenarnya mengajarkan untuk hal itu hanya kami mengenalkan, kalau lancar atau tidak lancar itu kan sudah terserah dengan bakat atau talenta anak tersebut, karena memang sebenarnya kami hanya mengenalkan gitu. Jadi sampai saat ini memang belum ada tindak lanjut secara signifikan terutama untuk akademis, tapi kalau untuk social emotional terutama untuk anak-anak yang memang akan meneruskan di Bethany School e,,sorry di elementary school biasanya kami ada follow up.

Menurut kami sudah sesuai, kenapa? Begini, sebenarnya kan kami memamtok untuk standart yang sama Cuma ada beberapa anak yang

mungkin juga standartnya juga dibawah itu jadi kami ada free learning dimana kami juga bisa membantu anak untuk belajar atas

(29)

ketinggalan-154

ketinggalan tersebut gitu lho. Jadi waktu itu nantinya standartnya juga sama dan itu tadi karena memang kami dalam pengecekan materi kan sudha dilihat ya ini ni mampu nggak sih anak-anak seperti ini, ada soal seperti ini. Misal guru bikin soal, wah ini terlalu susah ini,

kemudain saya minta ganti. Itu ada editing di situ jadi kita tidak perlu yang terlalu e,,,waduh ini terlalu susah ini, gini, gini,,,. Jadi sudah ada filter dari kepala sekolah untuk melihat bahwa ini mampu apa nggak kalau diberlakukan ke anak. Itu yang pertama, yang kedua, saat ini memang udah hampir 1 tahun ini kami mengurangi banyak exercise karena tidak hanya dalam unjuk kerja saja yang bisa diberikan tetapi kita bisa observe. Supaya anak-anak juga tidak begitu terbeban, yang kedua juga supaya guru pun tidak terlalu terbeban dengan ‘aduh, exercise ini belum selesai, exercise ini belum selesai’. Terus akhirnya

bagaimana untuk penilaiannya, penilaiannya dilihat dari observasi tersebut dari game-game yang dilakukan dan exercise-nya disini tidak lagi untuk membuat anak tahu, bukan, tetapi untuk mengecek anak-anak tadi ngerti nggak sih tentang game yang diberikan. Kalau ngeceknya Cuma mau satu question, dua question itu nggak masalah itu untuk kindergarten A (TK A), tapi kalau untuk kindergarten B (TK B) karena anak-anak juga udah ngerti, udah mudeng kalau Cuma 1 atau 2 ya piece of cake akhirnya kita tambahi gitu. Kami menyikapinya dengan baik karena memang untuk anak-anak sewajarnyalah. Cuma kita harus melihat lagi ‘bagaimana sih caranya?’ gitu.

Memang harus kita lihat bahwa memang anak-anak itu harus belajar lebih banyak lagi Cuma bagaimana cara pembelajarannya, biar anak-anak itu tidak merasa stress. Kenapa masalah itu dibawa, diangkat ke permukaan kenapa kok tidak boleh, karena anak-anak bahkan orang tua itu mikir ‘waduh kok anakku belum bisa’ karena memang belum pointnya. Ada beberapa anak yang fasenya belum bisa, tapi buat anak-anak yang fasenya sudah bisa berarti kan nggak masalah. Kalau seandainya kita bisa menyiasati, kita memberikan pembelajaran itu tetapi tidak

membuat anak stress, tetapi tidak membuat anak merasa ‘waduh aku nggak mau seperti ini’ nah, itu menurutku kok nggak masalah. Nah itu yang

(30)

155

sedang kita kelola saat ini dan puji Tuhan, untuk kelas bahasanya atau kelas languagenya anak-anak pun juga merasa enjoy untuk belajar itu, tidak merasa ‘haduh aku nggak bisa’. Ada beberapa orang tua yang menganggap bahwa masih seperti dulu waktu dia belajar dimana akhirnya terangkatlah undang-undang

e,,peratutran bahwa tidak boleh mengajarkan, kalau mengenalkan boleh lho ya, tidak boleh mengajarkan karena memang dulunya banyak orang tua yang merasa stress di situ. Mereka bilang ‘miss, aku nggak bisa gini, anak-anak seperti ini’. akhirnya kita bilang ke orang tua, ‘bukan seperti itu yang kita ajarkan anak-anak bisa atau tidak bisa itu nggak masalah, kita hanya mengenalkan, ini lho wong reviewnya aja

modelnya kayak gini. Lha kalau ibu

mengajarkannya lebih dari ini ya terang anak ibu stress tapi tolong disalahkan pihak sekolahan, karena sekolahan tidak mengajarkan hal yang sperti ibu ajarkan’. Nah itu mungkin yang harus di siasati oleh setiap sekolahan bahwa apapun yang kita berikan entah itu level yang tinggi atau mungkin sudah dibilang itu sudah di SD atau SMP nggak masalah asal bagaimana cara memberikan atau mengenalkan itu pada anak-anak.

2. Guru (GA1)

Pendidikan

: S1 Pendidikan Bahasa Inggris

Tanggal Wawancara: 2 Mei 2013

Tempat Wawancara: Kantor Bethany School

N

No Pertanyaan Jawaban

Konteks (Context) 1 Kurikulum /silabus

TK menurut anda, terdiri dari apa saja? e. Apa peran anda

dalam pembuatan silabus sebagai rencana yang akan anda

Ya rencana harian, rencana bulanan, ya

semuanya, karena itu berkesinambungan dan itu satu kesatuan, tidak bisa dipilah-pilah maka semuanya itu termasuk sebagai kurikulum TK. a. Kalau kurikulum tetap kan sudah ada yang

dari sekolah, sehingga yang menjadi tugas saya adalah mengembangkan metode pembelajaran yang ada di kelas, kegiatan yang ada di

(31)

156

laksanakan dikelas? f. Bagaimana anda memilih tema, materi dan kegiatan dalam silabus/kurikulu m tersebut? g. Apakah dalam menyusun bahan pelajaran, anda memperhatikan berbagai jenjang kemampuan siswa? Contohnya? h. Menurut Anda apakah materi di TK ini sudah sesuai dengan tingkat perkembangan anak?

b. Tema sudah dari silabus, kalau materi dan kegiatan biasanya kita mengacu dari materi tahun sebelumnya. Dari acuan tersebut mungkin ada hal-hal yang bisa ditambahkan, atau mungkin kita lihat memang harus dikurangi atau diganti, ya kita ganti sesuai dengan kebutuhan. Juga melihat kondisi masing-masing kelas. Jadi setiap tahun saya kira ya walaupun materinya sama tetapi

karena peserta didiknya itu e,,itu beda-beda, ya pendekatannya berbeda. Kadang itu yang membuat semuanya harus dirubah, ada yang dirubah tergantung dari peserta didiknya. c. Iya, jelas kita menyesuaikan. Kadangkala

materinya sama,,,e,,,kita kan mengampu beberapa siswa, satu dengan yang lain

kadangkala kita dalam penyampaian materi itu mungkin satu anak dengan yang lainnya bisa berbeda juga karena penerimaan mereka ada yang berbeda, tergantung dari kemampuan mereka untuk menerima, dan juga pasti anak-anak mempunyai style belajar masing-masing yang berbeda. Ada yang melalui visual mereka lebih cepat, ada yang melalui audio, jadi memang disesuaikan.

d. Kalau perkembangan yang lain-lain sih aku lihat sudah tepat ya dengan perkembangan mereka. Cuma kognitifnya itu yang tetap menjadi, kalau menurut saya masih perlu banyak penyesuaian dengan usia mereka. memang kita kan namanya kelompok bermain sebenarnya, yang menjadi keinginan saya, kalau memang, kalau memang dari Dinas Pendidikan itu menghimbau jangan

diperkenalkan calistung terlebih dahulu tetapi kalau di SD harus di tes harus bisa, kalau nggak bisa, nggak bisa masuk SD. Harapan saya adalah itu bisa disinkronkan dulu, sebenarnya arahnya mau kemana, di kelas 1 itu baru diajari menulis, membaca, dan

menghitung, atau dari kelas 1 sudah bisa. Nah itu yang secara pribadi masih ingin itu ada kejelasan. Jadi kita guru-guru TK lebih percaya diri untuk menyusun lesson plan, menyusun kurikulum, kira-kira pa yang tepat untuk anak-anak. Jadi kalau diajari calistung juga nggak terlalu dini atau terlalu terlambat. Jadi dari akhirnya disini pendekatannya melalui games, melalui permainan-permainan,

(32)

157

melalui kasus-kasus cerita. Tapi pada

assesmentnya juga tetap ada exercise. Seperti itu. 2 Bagaimanakah lingkungan pembelajaran di TK ini? f. Apakah aman, nyaman, bersih, sehat dan menarik? g. Apakah ada kekurangan? h. Bagaimana setting lingkungan pembelajarannya ? Apakah terpadu, area, gabungan? i. Bagaimana membuat lingkungan dan setting yang sesuai dengan kebutuhan anak? j. Apakah ada kesulitan? Jika ada, apa saja

a. Kalau di sekolah ini kalau bersih, sudah bersih. Kalau nyamannya saya kira sudah cukup nyaman, karena tempatnya bersih karena ada air conditioner yang juga nyaman juga, karena lokasi sekolah yang ada ditengah-tengah kota, jadi jarang di dapati adanya pepohonan. Nah dengan adanya air conditioner lebih nyaman.

b. Tetapi memang saya akui akan lebih

menyenangkan lagi jika ada lahan di luar yang mendukung juga anak-anak bisa bermain di luar gitu. Lahan yang lebih segar lah, ada pepohonan, ada rumput, ada lapangan seperti itu. Tidak mengganggu pembelajaran sih, Cuma akan lebih menyenangkan kalau anak-anak juga diberi kesempatan untuk bermain di luar. Karena tidak hanya melihat kondisi lokasi sekolah, tetapi sebagian besar rumah mereka pun disekitar sekolah ini, rumah mereka sekitar perkotaan dan itu apa ya. Dan tempat-tempat yang segar, banyak pepohonan itu mereka sangat jarang sekali menjumpai ya dan menikmati itu.

c. Cenderung terpadu

d. Kalau penataan kelas sejauh ini jarang sekali ada perubahan sih ya, paling hanya mainan-mainan saja yang diganti secara periodik. Biasanya diperbaharui, misalnya hiasan di kelas atau apa biasanya setelah tahun ajaran baru. Biasanya tahun ajaran selesai kemudian ada tahun ajaran baru kita persiapkan

setidaknya ada suasana baru.

e. Penyiapannya kita kendalanya waktu ya, kalau untuk ide, sarananya saya yakin sekolah ini bisalah memfasilitasi kami. Tapi kadang-kadang terbentur dengan masalah waktu. Masukan (Input) 3 Menurut anda bagaimanakah tersedianya dan kondisi sarana prasarana dalam mendukung pembelajaran di TK ini? c. Apakah juga Iya, a. Sudah cukup

b. Yang perlu ditambahkan mungkin, playground aja. Jadi disekolah kita tidak ada batasan antara playground lalu ke kelas. Jadi

kadangkala anak-anak kelas besar main bola atau apa, sedang anak-anak kelas kecil dari toddler habis makan, mereka mau balik ke kelasnya, kadang-kadang itu berbahaya juga

(33)

158

jumlahnya mencukupi? d. Apakah masih ada yang kurang? Misalnya apa saja?

sih. Itu, saya selalu kepikiran seperti itu. Kalau misal ada area, ada batasannya misal tertutup oleh apa gitu, ada jaring-jarinngy yang bisa mengamankan itu, ya lebih aman gitu. Mat (tikar) nya itu diperbanyak, karena bahaya juga ya anak-anak kan lari-lari, mereka pakai kaos kaki kan soalnya dan kadang licin.

4 Apakah latar

belakang pendidikan anda mendukung tugas anda sebagai pelaksana

kurikulum? Dalam hal apa kompetensi apa? (pedagogis, kepribadian, sosial, profesional). Bisakah anda memberikan contoh-contohnya?

Iya, sangat mendukung

Kalau di tempat kami, di sekolah kami

menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris, itu sangat membantu gitu ya. Mau tidak mau kita harus berbicara Bahasa Inggris. Nah itu sudah kita dapatkan ketika kita menempuh S1. Lalu banyak juga mata kuliah-mata kuliah yang banyak membantu saya disini seperti menyusun untuk membuat kurikulum, lesson plan, itu kan kita dapat juga dari kita kuliah itu sangat

membantu. Proses (Process) 5 Strategi instruksional yang bagaimana yang saudara terapkan? Apakah sama setiap saat atau berbeda? (perhatian individu, pengaturan kelas, inisiatif, iklim belajar)

Secara garis besar sama. Namun ada kasus tertentu misal terjadi hal di luar dugaan kami, ya ada sedikit perubahan supaya kelas tetap bisa berjalan dengan lancar tetapi kendala itu juga bisa terselesaikan.

Perhatian individu, kalau saya menyesuaikan anaknya. Kadang-kadang memang ada karakter anak kalau kita “lemah”, kita “lemah lembut”, itu tidak terlalu berefek ke dia, ya kita harus mencari cara lain, mungkin dengan cara yang sedikit lebih tegas. Kalau itu bisa berhasil kenapa tidak

dilakukan? Jadi tergantung karakter anak masing-masing.

Organisasi kelas, tergantung kegiatan. Misal kalau morning circle, anak-anak akan membentuk lingkaran. Tapi kalau misalkan kita sedang menyampaikan materi, itu pembelajaran, anak-anak punya posisi duduk tersendiri juga di mat (tikar) karena di sekolah tidak ada kursi. Tapi untuk mengerjakan exercise, karena secara individual kita biasanya memanggil 1 atau 2 anak untuk duduk di kursi dan di meja dengan kami, dan lainnya bermain berkelompok sesuai dengan

(34)

159

kelompok yang kami tentukan. Tapi kelompoknya itu berganti-gantian. Jadi anak-anak tetap bisa bermain dengan teman-teman yang lain.

Iklim belajar, kalau ada yang interrupt, tergantung interruptnya gimana. Kalau misal mereka

interrupt masih berhubungan dengan apa yang kita sampaikan itu masih kita ladeni. Misalnya sedang bible story, kemudian ada yang interrupt tetapi masih ada hubungannya dengan itu, cerita yang kita sampaikan, masih dalam “batas wajar” masih kita ladeni, nggak pa-pa. Tapi kalau memang sudah tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang kita sampaikan ya memang harus diberikan penjelasan: nanti dulu atau kita kembalikan dia untuk fokus: ayo dengarkan dulu, nanti ceritanya.

6 Metode-metode apa sajakah yang Saudara terapkan untuk mengajar anak didik? c. Bagaimana anda tahu kapan sebuah metode itu tepat atau tidak tepat dipakai? d. Tolong berikan contoh kapan anda memakai setiap metode?

Per kegiatan beda-beda

a. Biasanya kalau mau pulang kan kita me-review juga, memang ada waktu sedikit untuk me-review apa yang sudah tadi disampaikan gitu. Dari situ kita recall di situ, ya kita bisa lihat hasilnya. Misalnya anak-anak bisa menangkap atau tidak. Biasanya dari feedbacknya anak-anak.

Kalau misal ada anak yang ternyata belum bisa, biasanya kita (guru) bicarakan. Biasanya setelah kelas ya kita ada sedikit evaluasi di kelas tapi nggak begitu terlalu serius, tapi kita ada komunikasi: tadi gimana kelasmu?

anakmu bisa nggak? Gini,,,gini,,,

Dari situ biasanya kita menemukan cara-cara, biasanya ada yang mengusulkan bagaimana kalau dibuat gini Miss,,kalau dibuat ini. nah itu, kita spontan aja sih, dan kita coba, dicoba. b. Kalau cerita biasanya mereka untuk character

building, pembentukan karakter itu bagus memang melalui cerita, terus melalu contoh-contoh kasus gitu, mereka bisa menangkap. Kalau praktek langsung biasanya anak-anak Math ya. Math itu sangat mengena. Misalnya mereka belajar menghitung menggunakan aparatus atau menggunakan block. Tapi bisa juga dengan bercerita misalnya ini membeli ini, diberikan ke siapa, sisanya berapa. Nah itu juga bisa.

7 Bagaimana anda memanfaatkan media pembelajaran

a. Biasanya mengacu ke kurikulum tahun lalu. Biasanya kita ingat-ingat dulu, biasanya kita juga buka materi yang lalu dan berdasar

(35)

160

dan APE? e. Bagaimana anda memilih? f. Apakah sudah dipersiapkan sebelumnya ataukah anda harus mencari? g. Apakah anda pernah mengganti media secara mendadak karena situasi? Misal anak tidak tertarik atau media rusak? h. Apakah ada kesulitan dalam penyiapan media pembelajaran?

pengalaman juga ya, kalau belajar ini biasanya anak-anak bagaimana, yang tepat seperti apa. Dari pengalaman aja sih.

b. Kalau media, kalau memang cerita-cerita kita sudah mengumpulkan banyak, tinggal play aja. Lalu untuk materi atau exercise, atau AVA biasanya kita nggak ndadak juga sih, karena kita memang harus secara administatif harus 1 minggu pada awal bulan itu kan sudah

mengumpulkan lesson plan eh monthly schedule, lalu minggu berikutnya lesson plannya, dan minggu ketiganya kan materi sudah ada. Jadi itu nanti kan masih di cek oleh kepala sekolah apakah itu sesuai apakah itu kurang atau gimana mungkin perlu

perbaikan atau gimana. Jadi kalau mendadak sih nggak ya.

c. Ya pernah sih. Contohnya yang sering

menggunakan AVA kan art, kelas art gitu. Lalu kita sudah membayangkan nanti anak-anak menggunting dulu lalu mereka menempel di sini bagian ini-bagian ini gitu. Lalu setelah dicobakan pada satu anak, oh ternyata tidak bekerja atau kurang efektif atau anak-anak mengalami kesulitan, maka kita membuat,,kita permudah, biasanya bagian mana yang sulit itu kita back up dulu lalu yang lainnya dikerjakan anak-anak. Gitu sih biasanya. d. Kebetulan kalau kreatifitas sih, kalau kita

mentok masih internet. Disini ada akses internet jujur itu sangat membantu kami kita bisa mencari ide, tapi kalau keterbatasannya ya kadang-kadang waktu juga sih. Jadi kadang kalau kehabisan waktu kita mencari yang mudah dikerjakan gitu. Kalau ada yang bagus tapi detilnya banyak, membutuhkan waktu lama pengerjaanya itu kita hindari. Kita ambil yang cepat tapi bagus, efektif.

8 Menurut Saudara, bagaimana partisipasi anak didik dalam mengikuti pembelajaran disekolah? d. Bagaimana perbandingan keterlibatan anak dan guru?

Partisipasinya... kebetulan yang bersekolah di tempat kita kan juga beragam ya, beragam sekali. Ada sebagian group anak yang mereka cepat sekali untuk menangkap materi, apa yang kami

sampaikan. Tetapi ada beberapa group anak juga yang mereka memerlukan bimbingan. Misalnya mereka kurang percaya diri untuk melakukannya, takut salah tapi sebenarnya mereka bisa. Tapi ada juga sebagian anak yang memang memerlukan bimbingan yang lebih intensif karena kurang tau, apa memang kurang belajar di rumah,,,

(36)

161

e. Bagaimana jika

anak tidak aktif dalam pembelajaran? f. Lebih banyak mana yang terjadi antara teacher dan student centered?

a. Kalau kita sih 60:40 masih banyak yang gurunya.

b. Biasanya kita, karena kita kan belajarnya individual, jadi kita panggil satu-satu. Jadi di situ biasanya yang fast learner kita dahulukan belajarnya, sehingga kita masih memiliki waktu yang masih agak lebih banyak untuk

mengulang materi untuk yang slow learner. Jadi mereka masih,,,istilahnya mengejarkan itu, jadi mereka juga bisa menangkap seperti yang lainnya, kita bisa menolong mereka. tapi seandainya tidak bisa, kadang-kadang kita menggunakan free learning, waktu free learning itu kita panggil, siapa yang masih kurang ininya, kita panggil anak itu sementara yang lainnya, bisa dikatakan yang sudah bisa ya kita biarkan untuk bermain dengan lainnya dan yang slow learner ini kita beri tambahan gitu. Kalau nggak homework, ada homework juga. c. Teacher centered

9 Apakah anda selalu tepat dalam menggunakan kurikulum dengan yang terjadi di kelas? c. Dalam keadaan apa yang menjadi kesulitan anda tidak melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum? d. Apakah anda selalu mengatur penggunaan waktu secara efektif? Apa yang anda lakukan jika waktu kurang dalam sebuah kegiatan? Atau apa yang anda lakukan jika ada waktu lebih?

80% iya

a. Ya kadangkala tidak sesuai dengan yang kita harapkan ya. Misalkan ada salah satu guru yang absen, maka pengaturan kelas kan harus dibuat seefektif mungkin dengan 1 guru. Atau mungkin ada kegiatan lain di luar kegiatan sekolah yang tidak bisa ditinggalkan,

mempengaruhi juga ya, pasti ada perubahan-perubahan disana-sini. Entah kelasnya jadi digabung atau apa. Harusnya misalnya

mengerjakan per anak, untuk jadi lebih mudah dikerjakan bersama-sama, misalnya gitu. b. Kalau waktu lebih untuk play (bermain). Kalau

waktunya kurang, kehabisan waktu,,,ya jarang sih. Biasanya pas-pas. Kalau selesai hari itu ya selesai.

10 Apakah Saudara melakukan

Iya,

(37)

162

penilaian terhadap kemajuan belajar anak didik? d. Apakah alat penilaian yang anda gunakan? e. Apa sajakah ruang lingkup penilaian yang anda lakukan? f. Kapan anda melakukan penilaian? Harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan akhir semester?

b. Untuk ruang lingkup mengacu pada buku raport, apa yang akan dilaporkan ke orang tua. c. Harian, lalu bulanan review. Laporan ke orang

tua akhir semester.

11 Hambatan-hambatan dan dukungan apa sajakah yang Saudara alami saat mengajar?

Sejauh ini sih semuanya mendukung untuk pembuatan kurikulum itu bisa dilaksanakan dengan baik. Tetapi kadang-kadang ada dilema dari diri sendiri, karena dari Dinas Pendidikan menghimbau anak-anak untuk tidak belajar calistung, gitu kan, tapi ternyata untuk memasuki SD anak-anak harus sudah bisa membaca, bisa menghitung. Nah itu kadang-kadang menjadi dilema untuk kami. Dan kadang orang tua juga secara tidak langsung menuntut kok anak saya belum bisa ini, belum bisa itu, belum bisa membaca, belum bisa menulis,,,padahal seharusnya memang tidak boleh, tetapi harus bisa. Nah itu yang kadang membuat kita kadang “apa ya yang harus tepat disampaikan ke

mereka?”. Memperkenalkan calistung itu harus tersamarkan modelnya, seolah-olah mereka tidak belajar tetapi mereka harus bisa gitu. Itu yang menjadi kesulitan kami.

Hasil (Product) 12 Bagaimana hasil

pendidikan anak-anak di TK ini menurut anda? Bagaimana jika ada anak-anak yang belum mencapai tingkat

perkembangan?

Kalau dari kita karena anak-anak sudah lulus, jadi memang sudah bukan tanggung jawab kami. Kalau sejauh pengamatan kami, untuk anak-anak yang masih kurang tetapi mereka harus sudah lulus TK biasanya mereka ada pelajaran tambahan seperti les-les. Kalau guru hanya menganjurkan, kita biasanya menganjurkannya gini “butuh teman belajar”. Teman belajar kan tidak mesti harus guru les, orang tuanya sendiri juga bisa, jadi maksudnya perlu bimbingan belajar yang lebih intensif. Kita gitu-gitu aja sih. Laporan aja dan

(38)

163

memberikan saran-saran.

3. Guru (GA2)

Pendidikan

: S1 PGSD

Tanggal Wawancara: 1 Mei 2013

Tempat Wawancara: Kantor Bethany School

N

No Pertanyaan Jawaban

Konteks (Context) 1 Kurikulum /silabus

TK menurut anda, terdiri dari apa saja?

a. Apa peran anda dalam pembuatan silabus sebagai rencana yang akan anda laksanakan dikelas? b. Bagaimana anda memilih tema, materi dan kegiatan dalam silabus/kurikulu m tersebut? c. Apakah dalam menyusun bahan pelajaran, anda memperhatikan berbagai jenjang kemampuan siswa? Contohnya? d. Menurut Anda apakah materi di TK ini sudah sesuai dengan tingkat perkembangan anak?

Kalau disini hampir sama dengan tadi yang sudah dibilang ada rpp nya, ada promes, terus daily, lesson plan. Sama sih.

a. Kalau silabus, belum ya. Tapi kalau untuk membuat lesson plan pasti. Karena guru kan dituntut untuk setiap hari sebelum proses belajar mengajar dituntut untuk membuat itu dan juga menerapkan dalam proses belajar mengajar. Gurunya satu kelas ada 2, jadi giliran 2 bulan sekali. Jadi bulan ini saya yang buat atau teman sebelah. E,,,ada dua kelas, jadi ada satu teman yang buat terus saya mendesain, e,,,apa ya istilahnya saya

menyesuaikan dengan kelasnya. Kan ada jam-jam mata pelajaran yang berbeda. Jadi

penyesuaiannya itu aja.

b. Sumbernya pastinya dari macam-macam ya. Bisa dari internet, dari buku panduannya, terus juga dari silabus itu tadi. Kan biasa ada indikator yang ingin diperoleh di situ. Dari indikator yang ingin diperoleh bisa

menyesuaikan materi yang akan diajarkan. Ada materi dari web (internet), dari sekolah, guru yang membuatnya untuk proses belajar mengajar.

c. Untuk saat ini untuk proses belajar mengajar pastinya sama. Tetapi akan ada hari dimana ada istilah free learning itu ya, dimana free learning itu digunakan untuk siswa yang belum mencapai ketuntasannya. Jadi kalau semuanya udah beres, ya puji Tuhan. Tapi kalau belum, anak yang tadi belum dibimbing lagi.

d. Kalau untuk TK A so far semuanya udah cukup ya, pas porsinya. Karena istilahnya

(39)

164

anak-anak juga tidak sampai tertekan sekali, jadi mereka masih bisa mengikuti walaupun dengan 1 atau 2 yang masih tertinggal, mungkin masih ada.

2 Bagaimanakah lingkungan pembelajaran di TK ini? a. Apakah aman, nyaman, bersih, sehat dan menarik? b. Apakah ada kekurangan? c. Bagaimana setting lingkungan pembelajarannya ? Apakah terpadu, area, gabungan? d. Bagaimana membuat lingkungan dan setting yang sesuai dengan kebutuhan anak? e. Apakah ada kesulitan? Jika ada, apa saja

a. Sudah,,pastinya

b. Menurut saya? Di sekolah ini ya maksudnya dari fasilitas, em, kalau menurut saya sih sudah cukup baik ya, kalau kekurangan memang hampir sebagian besar indoor ya. Jadi dalam tanda petik siswa itu tidak berinteraksi langsung dengan lingkungan atau istilahnya dengan matahari secara langsung, kontak dengan udara luar. Kekurangannya itu mungkin.

c. Iya, dalam satu bulan ada topik yang diangkat. Seumpama tentang kemarin tentang farm animal, jadi semua yang diangkat, iya..area, ndak, jadi masih dalam area kelas saja. d. Itu dilakukan awal tahun sama penambahan

disetiap materi yang akan diajarkan. Misal pada awal semester kita sudah mendesain kelas sedemikian rupa tapi berjalannya waktu kan ada kebutuhan lainnya juga jadi dari proses itu kita bisa menambahkan setting-setting yang dibutuhkan. Kesulitan,,,apa ya,,mungkin motivasi, usaha dari guru sendiri. Kadang kalau agak sedikit sibuk gitu

kasarannya, ya apa adanya, tapi kalau bisa ya pengen memaksimalkan. Masukan (Input) 3 Menurut anda bagaimanakah tersedianya dan kondisi sarana prasarana dalam mendukung pembelajaran di TK ini? a. Apakah juga jumlahnya mencukupi? b. Apakah masih ada yang kurang? Misalnya apa saja? a. –

b. Sudah, semua sudah

c. Dari fasilitas juga mungkin ya, em,,kalau saya sih mungkin musik ya, mungkin bukan alat musik juga, istilahnya apa kayak sound di kelas untuk setiap pagi mungkin bisa

mendengarkan musik sebelum proses belajar mengajar jadi mereka juga lebih relaks.

(40)

165

4 Apakah latar

belakang pendidikan anda mendukung tugas anda sebagai pelaksana

kurikulum? a. Dalam hal apa

kompetensi apa? (pedagogis, kepribadian, sosial, profesional) Bisakah anda memberikan contoh-contohnya? Ya,,pastinya.

Walaupun saya S1 nya PGSD, ya pasti adalah ya penerapan dalam proses belajar mengajar dari materi yang saya pelajari.

Terutama dalam hal materi dan juga administrasi dan juga masalah komunikasi dengan anak.

Proses (Process) 5 Strategi

instruksional yang bagaimana yang saudara terapkan? Apakah sama setiap saat atau berbeda? (perhatian individu, pengaturan kelas, inisiatif, iklim belajar)

Macam-macam, kalau saya sih pengen merata tapi ada yang lebih dekat gitu ya. Karena mereka “nyambung” kalau diajak ngobrol sama gurunya. Tapi memang ada tipe anak yang pendiam, menjaga jarak dengan guru. Kalau saya sih menyamaratakan tapi ada anak-anak tertentu yang bisa diajak...

Kalau ada anak pendiam, ya diajak bercanda dulu, di angetkan dulu istilahnya. Terus habis itu baru ditanya-tanya apa yang dilakukan dirumah. Dari situ bisa membangun komunikasi, jembatan komunikasi.

Kalau pengaturan kelas ya kadang berdiri, berkelompok, ya macam-macam disesuaikan dengan “kebutuhan” gitu.

Kalau iklim belajar ya pertama mengajak terus juga membuat iklim kalau sedang belajar ya harus “kondusif”. Kalau sedang bermain ya “ceria” itu tadi. Jadi pertama memang harus ada ajakan dari guru. Guru itu yang memulai itu tadi, habis itu baru menciptakan itu tadi jadi anak-anak juga termotivasi untuk meyesuaikan. Kalau ada anak yang interrupt, kalau saya didengarkan dulu, terus habis itu kalau interupsinya mengganggu temannya ya berusaha untuk menasihati dengan cara ya menasihati tadi dengan metode

penghitungan. Istilahnya berapa kali

menginterupsi, nanti kalau udah 3 kali udah out limit ya ada punishment, konsekuensinya.

(41)

166

6 Metode-metode apa sajakah yang Saudara terapkan untuk mengajar anak didik? a. Bagaimana anda tahu kapan sebuah metode itu tepat atau tidak tepat dipakai? b. Tolong berikan

contoh kapan anda memakai setiap metode?

Ya, pastinya dicampur. Tapi biasanya untuk menarik anak, pertama tanya jawab dulu, atau mungkin bisa cerita dulu baru nanti bertanya jawab.

a. Ketika respon ya dari anak-anak itu kurang aktif atau mungkin anak malah sibuk sendiri. Nah itu tadi ya, mungkin itu metodenya kurang cocok.

b. Misalnya belajar ‘experiment’ gitu. Ditanyain dulu anak-anak, contohnya kemarin tentang bubble (gelembung), apakah kalau mandi atau apa aktifitas mereka pernah melihat

gelembung-gelembung. Terus gimana ya? Asalnya gimana? Kok bisa gitu? Tanya jawab gitu. Jadi otomatis anak diajak terlibat. 7 Bagaimana anda memanfaatkan media pembelajaran dan APE? a. Bagaimana anda memilihnya? b. Apakah sudah dipersiapkan sebelumnya ataukah anda harus mencari? c. Apakah anda pernah mengganti media secara mendadak karena situasi? Misal anak tidak tertarik atau media rusak? d. Apakah ada kesulitan dalam penyiapan media pembelajaran?

a. Memilihnya dengan kebutuhan dengan pembelajaran yang akan dilakukan. Umpamanya kalau ‘Math” gitu ya, jadi di padankan dengan whiteboard, habis itu juga bisa dengan tanya jawab atau juga cara lain dengan bermain atau games gitu.

b. Pastinya

c. Pernah, karena mungkin dari alatnya atau AVAnya yang rusak atau di lihat kok agak sedikit memakan waktu yang panjang gitu. Istilahnya alokasi waktunya melebihi juga memandang itu juga bisa diganti dengan yang lain. Kalau anaknya tidak tertarik mungkin diganti metode juga bisa, kalau AVA kan udah dipersiapkan jauh-jauh hari kalau dibawa nggak menarik, ya metodenya itu yang diganti. Jadi dengan format lain, jadi AVA itu masih bisa digunakan.

d. Waktu mungkin ya,,,

8 Menurut Saudara, bagaimana partisipasi anak didik dalam mengikuti pembelajaran disekolah? a. Bagaimana perbandingan keterlibatan anak dan guru?

Sebagian besar sih sudah cukup aktif. Karena di kelas saya, ya bersyukur, karena anak-anaknya itu memberikan respon kepada guru. Ya walaupun mungkin ada yang aktif, atau mungkin sibuk sendiri ya tapi kalau dalam kelas anaknya aktif gitu.

a. Ya, hampir 80 % sih aktif anak-anaknya untuk memberi respon, aktif merespon guru dari apa yang disampaikan guru.

b. Ditunjuk, ditanya, penunjukan

(42)

167

b. Bagaimana jika

anak tidak aktif dalam pembelajaran? c. Lebih banyak mana yang terjadi antara teacher dan student centered? ke student centered

9 Apakah anda selalu tepat dalam menggunakan kurikulum dengan yang terjadi di kelas? a. Dalam keadaan apa yang menjadi kesulitan anda tidak melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum? b. Apakah anda selalu mengatur penggunaan waktu secara efektif? Apa yang anda lakukan jika waktu kurang dalam sebuah kegiatan? Atau apa yang anda lakukan jika ada waktu lebih?

Kalau itu kan sudah ada urutannya kan, sebagian besar sudah sesuai.

a. Karena kondisi kelas yang mungkin tidak kondusif, terus juga ada istilahnya apa ya, hambatan dalam belajar dari anaknya. Jadi guru harus menasihati dan itu pasti juga kan memakan waktu. Kalau masalah waktu misal libur mendadak atau seminar gitum ya mungkin digabungkan dengan minggu depannya gitu, jarang sih menghilangkan (kegiatan).

b. Iya. Kalau waktunya kurang, seumpamanya anak itu harus sendiri-sendiri, dibuat menjadi 2 atau 3 anak langsung sekaligus, istilahnya dimasukkan dalam kelompok. Kalau ada waktu lebih, untuk mereka (anak-anak) berinteraksi dengan temannya, bermain juga nggak pa-pa. Yang penting pencapaian anak dari materi yang diajarkan sudah selesai nah nggak harus dipaksakan anak harus belajar sesuatu yang lain. Mungkin mereka bisa mendapatkan reward dengan itu tadi, bermain.

12 Apakah Saudara melakukan penilaian terhadap kemajuan belajar anak didik? a. Apakah alat penilaian yang anda gunakan? b. Apa sajakah ruang lingkup penilaian yang anda lakukan? c. Kapan anda

Iya, setelah pembelajaran dan pas juga dalam proses.

a. Pengamatan, mungkin juga dari unjuk kerja. b. Ruang lingkupnya sudah ada di buku

raportnya.

c. Harian, di compile akhir bulan ke monthly terus baru ke semester.

Referensi

Dokumen terkait

Dans une autre pièce que vous aurez réaménagée pour l’occasion, installez vos tables de Blackjack dans votre chambre par exemple et de poker dans une autre.. Votre cuisine, faites

Kondisi bangunan yang ada (existing) seperti dapat dilihat pada gambar 3. Denah dengan ukuran 12 x 12 meter persegi dengan modul 3 meter. Bangunan ini mempunyai struktur rangka

Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan strategi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan petani dalam pengembangan agribisnis tembakau di Kabupaten Jember yaitu tembakau

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta ridha-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Konsep Diri

[r]

[r]

Oleh karena itulah, pemahaman partisipasi politik bagi kelas menengah Muslim pada masa Orde Lama adalah masuk dalam ranah politik formal, bersaing dengan kelompok nasionalis

Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat ALLAH SWT, Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga BUKU PANDUAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN KEBUTUHAN DASAR