• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. adalah di Jakarta Barat yang juga merupakan kota tempat tinggal peneliti,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. adalah di Jakarta Barat yang juga merupakan kota tempat tinggal peneliti,"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

35 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian ini direncanakan selama empat bulan yang dimulai dari bulan Maret sampai Juni 2015. Sedangkan tempat dilaksanakannya penelitian adalah di Jakarta Barat yang juga merupakan kota tempat tinggal peneliti, sehingga data untuk penelitian ini mudah dan cepat didapat. Dengan adanya kontak langsung antara peneliti dengan responden akan menciptakan suatu kondisi yang cukup baik, sehingga responden dengan sukarela akan memberikan data yang objektif dan cepat (Sugiyono, 2012). Gambaran umum objek dalam penelitian ini adalah individual, yaitu konsumen Honda CBR250R.

B. Desain Penelitian

Berdasarkan tujuan dan bentuk permasalahan dari penelitian ini, maka penelitian ini bersifat mempengaruhi antar variabel, yaitu kualitas produk dan harga sebagai variabel bebas (independent variable) dan keputusan pembelian sebagai variabe terikat (dependent variable), maka penelitian ini menggunakan hubungan sebab-akibat (kausal). Menurut Sugiyono (2012), desain kausal adalah penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi).

(2)

36 C. Definisi dan Operasional Variabel 1. Definisi Variabel

Menurut Kidder dalam (Sugiyono, 2012) menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.

Dalam penelitian dengan melihat pengaruh suatu perlakuan dikategorikan ke dalam variabel bebas/penyebab atau independent variable (X), sedangkan variabel tidak terikat/bebas atau dependent variable (Y) (Sugiyono, 2012). Sehingga dalam penelitian ini, peneliti menggunakan variabel bebas (independen variable) dan variabel terikat (dependent varieble), yaitu:

a. Variabel Bebas (independent variable)

Menurut Sugiyono (2012). Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel bebas (independen variable), adalah kualitas produk (X1) dan harga (X2). b. Variabel Terikat (dependent varieble)

Menurut Sugiyono (2012), variabel dependent atau variabel terikat, yaitu variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel terikat (dependent variable) adalah keputusan pembelian (Y)

(3)

37 2. Definisi Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2012) operasional variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Tabel 3.1

Operasional Variabel

Variabel Dimensi Indikator Skala

Kualitas Produk (X1) Sumber: Garvin (1987) dalam Fandy Tjiptono (2008)

1. Kinerja Kecepatan Ordinal

Konsumsi bahan bakar Ordinal Keyamanan berkendara Ordinal 2. Fitur Kelengkapan eksterior Ordinal 3. Keandalan Tidak sering rusak Ordinal 4. Kesesuaian Kesesuaian dengan

spesifikasi yang ditawarkan

Ordinal

5. Daya tahan Lamanya peroduk digunakan

Ordinal 6. Kemampuan

melanyani

Pelayanan yang cepat tanggap

Ordinal

7. Estetika Desain yang menarik Ordinal Warna yang menarik Ordinal 8. Ketepatan

kualitas

Tingkat reputasi yang baik Odinal Harga (X2) Sumber: Kotler dan Keller (2009) 1. Penetapan harga geografis

Tingkat harga yang ditawarkan sesuai dengan keinginan

Ordinal

2. Rabat tunai Tingkat potongan tunai (cashback) yang

ditawarkan

(4)

38 3. Priode pembayaran Adanya pembayaran jangka panjang Ordinal Adanya pembayaran jangka pendek Ordinal 4. Diskon psikologis

Tingkat harga yang dipersepsikan cukup tinggi

Ordinal

Tingkat harga relatif stabil Ordinal Keputusan pembelian (Y) Sumber: Kotler (2009) 1. Pengenalan masalah

Tujuan dalam membeli sebuah produk Ordinal 2. Pencarian informasi Pemrosesan informasi untuk sampai ke pemilihan merek Ordinal 3. Evaluasi alternatif Keyakinan Ordinal Sikap Ordinal 4. Keputusan pembelian Tingkat loyalitas terhadap sebuah produk

Ordinal 5. Prilaku pasca pembelian Tingkat kepuasan terhadap produk Ordinal Memberikan rekomendasi kepada orang lain Ordinal

D. Skala Pengukuran Variabel

Skala pengukuran variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ordinal. Menurut Sugiyono (2012) skala ordinal adalah skala pengukuran yang tidak hanya menyatakan kategori, tetapi juga menyatakan peringkat construct yang diukur. Skala ordinal yang digunakan bertujuan untuk memberikan informasi berupa nilai pada jawaban dalam bentuk kuesioner yang memenuhi pernyataan-pernyataan tipe skala Likert.

(5)

39 E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2012) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen motor sport Honda CBR250R di Jakarta Barat.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012).

Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling. Menurut Sugiyono (2012) non probability sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel.

Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini berupa incidental sampling. Menurut Sugiyono (2012) insidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan atau insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data.

Menurut Roscoe dalam Sugiyono (2012) menyarankan tentang ukuran sampel untuk penelitian sebagai berikut:

(6)

40

1) Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500.

2) Bila sampel dibagi dalam kategori maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.

3) Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate (korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Misalnya variabel penelitiannya ada 5 (independen + dependen), maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50.

4) Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota sampel masing-masing antara 10 s/d 20.

Karena metode analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda, maka sesuai dengan saran menurut Roscoe dalam Sugiyono (2012) pada point nomor 3 di atas, maka penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah:

 Jumlah anggota sampel yang digunakan peneliti sebesar 20 sampel

 Jumlah variabel dalam penelitian ini adalah 2 variabel bebas + 1 variabel terikat, maka didapat jumlah variabel penelitian sebanyak 3 variabel

Sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 X 3, maka didapat jumlah sampelnya sebesar 60 sampel.

(7)

41 F. Teknik Pengumpulan Data

Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber skunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber skunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengimpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya (Sugiyono, 2012). Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui sumber primer, yaitu:

1) Interview (wawancara)

Menurut Esterberg (dalam Sugiyono, 2012) wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara terstruktur, peneliti menyiapkan daftar pertanyaaan sesuai dengan tujuan pengujian hipotesis. Digunakan peneliti untuk mendapatkan gambaran kualitatif terhadap jawaban yang diberikan oleh responden. Wawancara ini juga digunakan untuk memperluas cakrawala peneliti tentang data-data yang tidak terformulasi dalam kuesioner.

2) Kuesioner (angket)

Menurut Sugiyono (2012) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

(8)

42

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner atau angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner atau angket langsung yang tertutup karena responden hanya tinggal memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap benar. Menurut Sugiyono (2012), Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat deberi skor (Sugiyono, 2012), yaitu:

SS = Sangat Setuju diberi skor 5

ST = Setuju diberi skor 4

RG = Ragu-ragu diberi skor 3

TS = Tidak Setuju diberi skor 2 STS = Sangat Tidak Setuju diberi skor 1 3) Studi Kepustakaan

Kegiatan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian yang berasal dari jurnal-jurnal ilmiah, literatur-literatur serta publikasi-publikasi lain yang layak dijadikan sumber.

(9)

43 G. Metode Analisis

Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Multiple Linier Regresion atau regresi linier berganda. Menurut Sugiyono (2012), Regresi Linier Berganda digunakan oleh peneliti bila penelitian bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua variabel independen sebagai faktor predikator dimanipulasi. Untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis data digunakan program komputer Windows IBM SPSS Statistics 22.

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah teknik statistik yang bertujuan memberikan penjelasan atau informasi mengenai karakteristik dari suatu kelompok data atau lebih sehingga pemahaman akan ciri-ciri yang unik atau khusus dari kelompok data tersebut dapat diketahui. Menurut Ghozali (2006) statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data dilihat dari nilai rata-rata (mean), nilai tertinggi (maksimum), nilai terendah (minimum) dan standar deviasi.

2. Ujin Kualitas Data a. Uji validitas

Menurut Ghozali (2006) uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Instrumen yang valid dapat digunakan untuk pengukuran objek penelitian dengan tepat. Uji validitas ini digunakan untuk mengetahui seberapa cermat suatu instrumen melakukan fungsi ukurnya. Uji

(10)

44

validitas salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pernyataan dengan total skor variabel. Untuk melihat signifikansinya, dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtabel untuk degree of freedom (df) = n-2 dimana n adalah jumlah sampel.

Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji validitas adalah:

a. Jika nilai rhitung> rtabel, maka item pernyataan dalam angket berkorelasi signifikan terhadap skor total (artinya item angket dinyatakan valid).

b. Jika nilai rhitung< rtabel, maka item pernyataan dalam angket tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (artinya item angket dinyatakan tidak valid).

b. Uji reliabilitas

Menurut Sugiyono (2012) reliabilitas merupakan derajat konsistensi data dalam interval waktu tertentu. Uji Reliabilitas dilakukan untuk menguji konsistensi jawaban dari responden. Secara umum pengujian reliabilitas dilihat dari dua pandangan, yaitu internal consistency and without bias error. Dalam melakukan perhitungan Alpha, digunakan alat bantu program komputer, yaitu Statistic Program Social Science (SPSS). dengan menggunaka model Alpha. Sedangkan dalam pengambilan keputusan yang reliabilitas, suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai Alpha lebih besar dari 0,6 (Ghozali, 2006).

(11)

45

Dari pengertian diatas, maka sebuah variabel dependen dan independen mempunyai internal consistency dan without bias error apabila angka Alpha Cronbach’s menunjukkan angka diatas 0,60 atau lebih besar dari 0,60 atau dinyatakan reliabel, karena dianggap mempunyai jawaban responden yang konsisten dan stabil (stability and consistency). Konsisten atau stabil dari waktu kewaktu, maka hasil data hasil angket memiliki tingkat reliabilitas yang baik atau dengan kata lain data hasil angket dapat dipercaya.

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji normalitas residual

Menurut Ghozali (2006) uji normalitas residual bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui bahwa uji F dan t mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal, jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid. Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametik Kolmogorov-Smirnov (K-S) dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Apabila hasil uji normalitas residual sudah lebih dari taraf signifikan maka data tersebut normal.

b. Uji multikolinearitas

Menurut Ghozali (2006) uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi diantara variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara

(12)

46

variabel independen. Jika variabel independen saling berkolersai, maka variabel-variabel ini tidak ortognal. Variabel ortognal adalah variabel-variabel independen yang nilai korelasinya antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai yang umum dipakai untuk menujukan adanya multikolinieritas adalah nilai Tolerance ≤0,10 atau dengan nilai VIF ≥10.

c. Uji heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2006).

Cara mendeteksinya adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot antara SRESID dan ZPRED, dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-standardized. Berikut dasar pengambilan keputusan untuk uji heteroskedastisitas adalah (Ghozali, 2006):

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik yang ada membentuk pola tertentu teratur (bergelombang, menyebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

(13)

47 4. Uji Analisis Regresi Linier Berganda

Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini maka digunakan analisis regresi linear berganda (Multiple Linier Regression). Untuk regresi yang variabel independennya terdiri atas dua atau lebih, regresinya disebut juga regresi berganda. Oleh karena variabel independen dalam penelitian ini mempunyai dua variabel, maka regresi dalam penelitian ini disebut regresi berganda.

Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel penjelas/bebas), dengan tujuan untuk memprediksi rata-rata populasi atau nilai-nilai variabel dependen berdasarkan nilai-nilai variabel independen yang diketahui (Ghozali, 2006).

Persamaan Regresi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen atau bebas, yaitu kualitas produk (X1) dan harga (X2) terhadap keputusan pembelian (Y).

Rumus matematis dari regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Keterangan :

Y = Keputusan pembelian a = Konstanta regresi

(14)

48

b2 = Koefisien regresi antara harga dengan keputusan pembelian X1 = Variabel kualitas produk

X2 = Variabel harga E = Nilai error

5. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien determinasi (Adjusted R2)

Menurut Ghozali (2006) koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel independen dalam menerangkan variasi-variabel dependen.

Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan varliabel-variabel independent dalam menjelaskan variasi-variabel dependent sangat terbatas. Koefisien determinasi disebut koefisien penentu, karena varian yang terjadi pada varian independent (Sugiono, 2012). Berikut pedoman dalam memberikan interpretasi terhadap interval koefisien, yaitu:

Tabel 3.2

Interval Koefisien Determinasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat kuat Sumber: Sugiyono (2012)

(15)

49 b. Uji statistik F (Simultan)

Menurut Ghozali (2006) uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Dengan kriteria pengujian pada taraf signifikansi 5% dengan tingkat kebebasan (n-3):

a. Bila Fhitung< Ftabel atau tingkat signifikansi >5% maka:

H0: Diterima (Semua variabel independen tidak memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen)

Ha: Ditolak (Semua variabel independen memiliki pengaruh secara secara simultan terhadap variabel dependen)

b. Bila Fhitung> Ftabel atau tingkat signifikansi ≤5% maka:

H0: Ditolak (Semua variabel independen tidak memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen)

Ha: Diterima (Semua variabel independen memiliki pengaruh secara secara simultan terhadap variabel dependen)

c. Uji statistik t (Parsial)

Menurut Ghozali (2006) uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen.

(16)

50

Dengan kriteria pengujian pada taraf signifikansi 5% dengan tingkat kebebasan (n-3):

a. Bila thitung< ttabel atau tingkat signifikansi >5% maka:

H0: Diterima (Variabel independen tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen)

Ha: Ditolak (Variabel independen memiliki pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen)

b. Bila thitung> ttabel atau tingkat signifikansi ≤5% maka:

H0: Ditolak (Variabel independen tidak memiliki pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen)

Ha: Diterima (Variabel independen memiliki pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen)

Referensi

Dokumen terkait

pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. 42 Wawancara ini

Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu data tertentu. Wawancara

Esterberg dalam Sugiyono (2009) “ Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan

Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.

Tahap yang kedua yaitu, wawancara yang merupakan pertemuan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna

Wawancara merupakan pertemuan yang melibatkan aktivitas tanya jawab antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide agar dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik

2) Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu

Wawancara Menurut Eaterberg Sugiyono, 2017:114 menyatakan wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat