• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PERANCANGAN ALAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PERANCANGAN ALAT"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PERANCANGAN ALAT

Bab ini menjelaskan perancangan dan pembuatan alat sistem keamanan kendaraan beserta komponen-komonen utamanya. Namun, sebelum menjelaskan hal tersebut, pada bab ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang overview sistem keamanan kendaraan dan dilanjutkan dengan prinsip kerja alat. Di bawah ini adalah flowchart proses perancangan dan pembuatan alat sistem keamanan kendaraan,

Mulai Studi Literatur Desain Sistem Keamanan Kendaraan Pembuatan Rangkaian Program Pengujian n Perbaikan Bimbingan a b c

(2)

3.1 Overview Sistem Keamanan Kendaraan

Di bawah ini adalah gambar skematis apabila alat sistem keamanan kendaraan ditempatkan pada sepeda motor,

Gambar 3.1. Gambar skematis sistem keamanan kendaraan Accumulator DC Converter Arduino Modul GPS Modul GSM Relay Busi sepeda motor Analisis Evaluasi Selesai Ya Laporan Tidak Sesuai Desain a b c

(3)

Dari gambar skematis diatas dapat dilihat bahwa alat sistem keamanan kendaraan tersebut menggunakan 7 komponen utama yang termasuk Arduino sebagai alat kontrol (mikrokontroler). Fungsi setiap komponen akan dijelaskan pada subbab 3.2.

3.2 Prinsip Kerja Alat

Rancangan alat sistem keamanan kendaraan yang dirancang secara menyeluruh dapat dijelaskan prinsip kerjanya melalui diagram blok yang terdapat pada gambar 3.2. Gambar 3.2 adalah blok diagram alat sistem kendaraan yang digunakan pada sepeda motor. Terdapat 2 modul, modul pertama adalah modul GPS yang berfungsi sebagai receiver (penerima) sinyal satelit GPS sehingga keberadaan sepeda motor dapat terdeteksi oleh metode penetuan absolut GPS (dijelaskan pada subbab 2.3). Modul kedua adalah modul GSM yang berfungsi sebagai bagian yang bekomunikasi antara handphone dengan alat sistem keamanan kendaraan. Dengan modul GSM komunikasi nirkabel dapat dilakukan pada frekuensi 900 MHz melalui data berbasis GSM/GPRS seperti SMS. Karena fungsi utama modul GSM pada alat ini adalah sebagai media untuk mengaktifkan kerja relay melalui SMS dari handphone. Relay yang digunakan adalah relay normaly close (NC), sehingga ketika SMS dikirim handphone, maka modul GSM akan mengubah gelombang radio (elektromagnetik) menjadi sinyal 1 (aplikasi biner). Sinyal 1 tersebut digunakan sebagai input Arduino Mega yang selanjutnya diproses oleh sistem kendali mikrokontroler Arduino. Setelah diproses Arduino Mega akan memberikan sinyal 1 pada input penguat relay yang selanjutnya dengan penguat tersebut arus listrik akan naik dan mengalir pada coil relay sehingga kontak NC akan membuka (open), yang mengakibatkan busi tidak mendapat sumber tegangan.

(4)

Gambar 3.2. Blok diagram sistem keamanan kendaraan

Secara umum alat sistem keamanan kendaraan ini memiliki dua fungsi, yang pertama untuk melacak kendaraan menggunakan GPS dengan cara mengirimkan SMS ke alat sistem keamanan kendaraan menggunakan handphone dengan isi SMS tertentu sesuai pemrograman, setelah itu alat sistem keamanan kendaraan secara otomatis akan membalas dan mengirimkan SMS balik menuju handphone tersebut. Isi dari SMS tersebut berupa koordinat latitude dan longitude dari google maps, sehingga dengan melakukan klik pada handphone maka sistem handphone (smartphone android) akan langsung terhubung dengan google maps dan lokasi kendaraan akan diketahui (ditunjukan oleh google maps). Fungsi kedua adalah alat sistem kendaraan ini berfungsi untuk memutus sistem kerja engine dengan cara mengirimkan SMS menggunakan handphone dengan isi SMS tertentu, sesuai pemrograman. Sepeda motor (kendaraan) tidak akan pernah bisa hidup meskipun melakukan starter elektrik ataupun starter mekanis, sehingga

(5)

kendaraan akan aman apabila dicuri karena sistem dapat melacak posisi kendaraan dan mematikannya dari jarak jauh. Dengan metode tersebut kendaraan pun dapat diselamatkan.

3.3 Perancangan 3.3.1 Modul GPS

Modul GPS berfungsi sebagai receiver satelit GPS, dengan modul ini sinyal satelit GPS dapat ditangkap. Modul GPS yang digunakan pada Tugas Akhir ini adalah modul GPS SiRF star III, di bawah ini adalah spesfikasi SiRF star III,

Chip : SiRF Star III GSC3f 7879 Frequency : L1 1575.42MHz, C/A code Channels : Support 20 channels Update rate : 1 Hz

Acquisition Time : Hot Start (Open Sky) < 2s Cold Start 38 s (typical) Position Accuracy : Autonomous < 10m (2D RMS )

SBAS < 5 m (2D RMS ) Datum : WGS-84 (default) Max. Altitude : < 60,000 ft Max. Velocity : < 1,000 knots

Protocol Support : NMEA 0183 ver 3.0

9600 bps, 8 data bits, no parity, 1 stop bits (default) 1Hz: GGA, GLL, GSA, GSV, RMC, VTG

(6)

Pada modul GPS ini terdapat 4 input ouput (VCC, ground, RX, TX). Untuk VCC dihubungkan ke Arduino pada pin power supply 5 volt, ground modul GPS dihubungkan ground arduino, RX modul GPS dihubungkan dengan TX1 arduino dan TX modul GPS dihubungkan RX1 arduino. Di bawah ini adalah modul GPS SiRF III.

Gambar 3.3. Modul GPS SiRF star III

3.3.2 Modul GSM

Modul GSM berfungsi sebagai alat untuk melakukan komunikasi nirkabel pada frekuensi 900 MHz. Untuk mengaktifkan modul GSM dibutuhkan kartu SIM agar komunikasi dapat dilakukan. Modul GSM yang digunakan pada Tugas Akhir ini adalah modul GSM 900A. Dibawah ini adalah spesifikasi GSM 900A,

Dual-Band 900/ 1800 MHz GPRS multi-slot class 10/8 GPRS mobile station class B Compliant to GSM phase 2/2+ Class 4 (2 W @ 900 MHz) Class 1 (1 W @ 1800MHz)

(7)

Dimensions 24 x 24 x 3 mm Weight 3.4g

Control via AT commands (GSM 07.07 ,07.05 and SIMCOM enhanced AT Commands) SIM application toolkit

Supply voltage range : 3.2 - 4.8V

Low power consumption: 1.0mA(sleep mode) Operation temperature: -40°C to +85 °C Fax : Group 3, Class 1

SMS : (Point to point MO and MT, SMS cell broadcast, Text and PDU mode) Pada modul GSM ini terdapat 6 input ouput (VCC, ground, RX, TX, key dan key ground). Untuk VCC dihubungkan ke Arduino pada pin power supply 5 volt, ground modul GPS dihubungkan ground arduino, RX modul GSM dihubungkan dengan TX2 arduino dan TX modul GPS dihubungkan RX2 arduino. Dan untuk key dan key ground digunakan sebagai saklar (dihubungkan ke push button NO). Di bawah ini adalah modul GSM 900A.

(8)

3.3.3 Arduino Mega

Untuk mikrokontroler pada Tugas Akhir ini digunakan Arduino Mega sebagai kontrol nya. Arduino Mega memiliki koneksi USB untuk connector transmisi data (pemrograman), selain itu pin power supply utama menggunakan power jack sebagai connector nya, terlihat pada gambar 3.5 dilambangkan oleh huruf “x”. Sedangkan huruf “y” adalah sumber tegangan, dengan nilai tegangan catu daya adalah 7 Volt yang bersumber dari DC Converter. Untuk penjelasan input output sudah dijelaskan pada bab landasan teori (subbab arduino mega 2560). Dan untuk penjelasan hubungan antar input, dijelaskan pada penjelasan modul modul (komponen lain nya) dan DC converter (karena saling berkaitan).

Gambar 3.5. Identfikasi power supply dan USB pada arduino mega

3.4.4 Modul Relay

Relay adalah alat sistem keamanan kendaraan yang berfungsi untuk menghentikan sistem kerja engine dengan cara memutus rangkaian power busi. Proses tersebut dilakukan oleh rangkaian penguat yang menguatkan arus sehingga mampu untuk menghidupkan relay. Kontak NC relay dihubungkan dengan rangkaian power busi, sehingga jika relay bekerja maka busi pun tidak akan mendapat supply tegangan dan engine pun tidak dapat bekerja meskipun melakukan starter elektrik maupun mekanis. Di bawah ini adalah rangkaian penguat yang dihubungkan dengan relay,

x

(9)

Gambar 3.6. Rangkaian penguat relay

Transistor C547B memiliki impedansi input yang besar serta arus basis yang kecil. Dengan rangkaian pada gambar 3.14, tegangan saturasi yang dibutuhkan untuk mengaktifkan transistor C547B adalah ≥ 2,2 Volt. Sedangkan untuk penguat arus yang digunakan untuk mengaktifkan relay digunakan transistor BD139 yang memiliki nilai penguatan sama dengan 35. Dioda yang dipasang paralel dengan koil relay berfungsi untuk melindungi transistor terhadap transien yang diakibatkan runtuhnya medan magnet relay tersebut (Robert & Frederick, 1982). Jika transistor C547B hidup (ON) maka transistor BD139 akan mengaktifkan relay, sehingga titik X tidak terhubung dengan titik Y. Titik X dihubungkan dengan sumber tegangan busi sedangkan titik Y dihubungkan dengan busi. Dibawah ini adalah gambar rangkaian busi yang diputus relay.

Gambar 3.7. Rangkaian pemutus kerja busi

X

Y Kontak NC

Busi

(10)

3.3.5 Pemrograman

Pemrograman pada arduino mega menggunakan bahasa C. Untuk lebih jelas nya mengenai isi program, bisa dilhat pada lampiran. Pada lampiran sudah dilangkapi penjelasan komentar satu baris (//) di setiap baris program. Terdapat 3 bagian utama (kerangka berpikir) dalam program alat sistem keamanan kendaraan. Yang pertama adalah tempat menyimpan variabel. Variabel adalah tempat menyimpan data, seperti nomor HP tujuan, library GPS, modul GSM, modul GPS dan relay. Pada variabel GPS terdapat inisiasi latitude dan longitude (dapat dilihat pada lampiran) dengan variasi yang berbeda, hal itu bertujuan untuk mendapatkan posisi koordinat yang akurat dengan minimal ada tiga satelit GPS sebagai titik acuan nya. Pada variabel relay digunakan digunakan setting integer, hal itu bertujuan untuk menyimpan angka dalam 2 byte (16 bit) tidak memiliki angka desimal dan menyimpan nilai dari (-32.768) dan (32.767). Pada variabel terdebut terdapat dua input relay yang ditempatkan pada pin 2 dan pin 3 Arduino.

Bagian kedua adalah fungsi void setup(), merupakan fungsi yang dieksekusi pertama kali sesaat setelah Arduino diberi catu daya, berfungsi untuk perintah perintah inisialisasi sebelum program utama dieksekusi. Untuk modul GPS dalam hal ini diperintahkan secara counter untuk melakukan update koordinat setiap alat sistem keamanan kendaraan ON / hidup (dapat dilihat programnya pada lampiran).

Untuk modul GSM memiliki fungsi program untuk mengirimkan SMS kepada nomor HP tujuan yang telah di program pada bagian pertama (tempat menyimpan variabel). Isi SMS tersebut adalah “System Ready” yang memiliki arti bahwa sistem keamanan kendaraan sudah siap untuk dilakukan eksekusi (dapat dilihat programnya pada lampiran). Nomor HP tujuan akan menerima SMS dari modul GSM yang isi nya “System Ready”.

(11)

Untuk relay pada bagian ini di program untuk menjadi output dan diberikan inisialisasi nomor pin pada Arduino, sehingga jika relay rusak dan dilakukan penggantian, pin kontak relay terhadap Arduino sesuai dengan kode program yang telah dibuat (dapat dilihat programnya pada lampiran).

Bagian terakhir atau bagian ketiga adalah void loop(). Fungsi ini akan dijalankan setelah setup (void setup) selesai. Fungsi void loop() merupakan fungsi dari program utama yang akan dieksekusi secara berurutan dari atas sampai terakhir dan kembali lagi dari atas sampai terakhir, begitu seterusnya karena merupakan loop yang tidak pernah berakhir [4]. Sistem GPS pada bagian ini di program untuk selalu melakukan counter apabila posisi alat sistem keamanan kendaraan berada pada posisi koordinat yang berbeda (berpindah). Pencarian koordinat tersebut harus melibatkan data posisi dengan bantuan minimal tiga satelit sehingga koordinat latitude dan longitude dapat ditampilkan. Setelah alat sistem keamanan kendaraan mendapatkan data koordinat posisi, maka untuk menampilkan nya di layar ponsel/android (menggunakan fungsi if) cukup dengan mengirim SMS “Dimana” maka Alat sistem keamanan kendaraan akan membalas dengan isi SMS adalah koordinat posisi yang terhubung dengan google maps (dapat dilihat programnya pada lampiran).

Untuk GSM dan Relay pada bagian ini saling terhubung secara fungsinya, karena pada bagian ini program di desain untuk mematikan sistem kerja engine apabila dikirim SMS dengan isi “Motor OFF” dan akan hidup kembali jika dikirim SMS “Motor ON” (menggunakan fungsi if). Pada alat ini pun dilengkapi auxiliary kontak relay (relay 2) dengan menggunakan kode program “if” sehingga jika dikirim SMS “Bom ON” maka kontak relay 2 akan close, sebaliknya jika dikirim SMS “Bom OFF” maka kontak relay 2 kembali open. Begitu seterusnya program akan berjalan dan begitu pula seterusnya apabila setiap fungsi program SMS dilakukan (dapat dilihat

(12)

programnya pada lampiran). Selain isi SMS yang dikodekan di atas, sistem keamanan kendaraan tidak akan merespon. Nomor kirim SMS ke alat sistem keamanan adalah nomor sembarang pada kartu SIM yang terpasang di modul GSM, dengan syarat memiliki pulsa dan masih aktif kartu SIM yang digunakannya.

3.3.6 DC Converter

DC Converter berfungsi untuk menstabilkan tegangan dan pembatas arus listrik dari accumulator menuju mikrokontroler Arduino. Berdasarkan spesifikasi mikrokontroler Arduino Mega bahwa sirkuit proteksi akan secara otomatis memutuskan hubungan jika arus listrik di atas 500 mA dan akan kembali terhubung jika arus listrik di bawah 500 mA. Oleh karena itu DC Converter pada Tugas Akhir ini menggunakan DC Converter dengan input tegangan 12 Volt dan output adjustable 6 – 12 Volt serta arus output yang dibatasi tidak lebih dari 500 mA.

Pada DC Converter ini terdapat 4 input ouput (input plus, input min, output plus, output min). Untuk input plus dihubungkan pada positif accumulator, input min dihubungkan pada negatif accumulator, output plus dan output min dihubungkan pada power jack Arduino Mega dengan tegangan di setting pada 7 Volt menggunakan potensiometer. Di bawah ini adalah gambar DC Converter.

(13)

Gambar

Gambar 3.1. Gambar skematis sistem keamanan kendaraan Accumulator DC Converter Arduino Modul GPS Modul GSM  Relay Busi  sepeda motor Analisis Evaluasi Selesai Ya Laporan TidakSesuai Desain a b  c
Gambar 3.2. Blok diagram sistem keamanan kendaraan
Gambar 3.3. Modul GPS SiRF star III
Gambar 3.4. Modul GSM 900A
+4

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data, hasil jadi quiltagami kain lurik pada rok suai yang terbaik adalah knit fusible interfacing tipe tricot 2613, karena dari semua aspek

Pemberian kompres hangat memakai prinsip pengantaran panas melalui cara konduksi yaitu dengan menempelkan buli- buli panas pada perut sehingga akan terjadi perpindahan

Ada hubungan bermakna antara hygiene dan sanitasi makanan di rumah tangga dengan kejadian demam typhoid pada anak di Desa Pagat Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu

4 penelitian ini dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana posisi, peran dan tugas koperasi untuk dapat melayani

Raya Bence Garum Blitar Hak Pakai 2/8/1992 SMAN 1 GARUM Pembelian Hak Pakai No.. Srengat Hak Pakai Blm

Kepala SMP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, guru-guru serta seluruh staf tata usaha dan juga para siswa yang berkenan memberikan bantuan dan meluangkan

Menurut dari hasil penelitian Skripsi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Universitas Pakuan Bogor yang ditulis oleh Kapat Yuriawan (2012) yang berjudul

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai potensi teknik data mining   dalam memisahkan Wajib Pajak berdasarkan nilai Surat Ketetapan Pajak hasil