• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1. Surat Penelitian Skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran 1. Surat Penelitian Skripsi"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1

(2)

Lampiran 2

(3)

Lampiran 3

(4)

Lampiran 4

(5)

Lampiran 5

Daftar Nilai IPA Kondisi Awal Kelas 5 SD Negeri 2 Pucungkerep Wonosobo

Tahun Ajaran 2015/2016

KKM : 70

No. Nama Nilai Keterangan

Tuntas Tidak Tuntas

1. IN 73 2. LK 60 3. RDS 88 4. EW 54 5. APS 57 6. DA 62 7. HZ 90 8. LH 84 9. MS 84 10. P 84 11. RFU 89 12. SR 68 13. SNL 84 14. SM 80 15. S 57 16. TF 90 17. VH 57 18. FA 62 19. KI 64 20. DD 67 21. AH 57 22. R 66 Rata-rata nilai : 71,86 Nilai tertinggi : 90 Nilai terendah : 54

(6)

Lampiran 6

RPP SIKLUS I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Pucungkerep Kelas/Semester : 5/2 (dua)

Mata Pelajaran : IPA

Alokasi Waktu : 4 X 35 menit (2x pertemuan)

A. Standar Kompetensi

7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubunganya dengan penggunaan sumber daya alam.

B. Kompetensi Dasar

7.1 Mendiskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan. C. Indikator

1. Menggolongkan batuan berdasarkan ciri-ciri batuan. 2. Menyebutkan manfaat batuan.

3. Menjelaskan proses pembentukan tanah karena pelapukan. D. Tujuan Pembelajaran

1. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang jenis-jenis batuan, siswa dapat menggolongkan batuan berdasarkan ciri-ciri batuan dengan benar.

2. Setelah membaca buku panduan tentang manfaat batuan, siswa dapat menyebutkan manfaat batuan dengan benar.

3. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang proses pembentukan tanah karena pelapukan, siswa dapat menjelaskan proses pembentukan tanah karena pelapukan dengan benar.

(7)

E. Materi Pembelajaran

PEMBENTUKAN TANAH

Mungkin kamu tidak menyangka bahwa batu yang biasa kamu lihat sekarang kelak dapat menjadi tanah. Mungkin juga kamu tidak menyangka bahwa tanah yang sekarang kamu lihat, dahulu merupakan batu yang sangat keras. Mengapa bisa demikian?

Proses Pembentukan Tanah

Sebenarnya, tanah berasal dari batuan. Batuan akan mengalami pelapukan menjadi butiran-butiran yang sangat halus. Lama – kelamaan butiran – butiran halus ini bertambah banyak dan terbentuklah tanah.

Batuan banyak sekali jenisnya. Setiap jenis batuan mempunyai tingkat pelapukan yang berbeda-beda. Namun, sebaliknya kenalilah terlebih dahulu mengenai jenis-jenis batuan di permukaan bumi.

1. Jenis-jenis Batuan

Setiap jenis batuan mempunyai sifat yang berbeda. Sifat batuan tersebut meliputi bentuk, warna, kekerasan, kasar atau halus, dan mengilap atau tidaknya permukaan batuan. Kamu sebaiknya mengenal sifat-sifat batuan terlebih dahulu.

Setiap batuan memiliki sifat dan ciri khusus. Hal ini disebabkan bahan-bahan yang terkandung dalam batuan berbeda-beda. Ada batuan yang mengandung zat besi, nikel, tembaga, emas, belerang, platina, atau bahan-bahan lain. Bahan-bahan seperti itu disebut mineral. Tiap jenis batuan mempunyai kandungan mineral yang berbeda.

Berdasarkan proses terbentuknya, terdapat tiga jenis batuan yang menyusun lapisan kerak bumi. Tiga jenis batuan tersebut yaitu batuan beku (batuan magma atau 5ulkanik), batuan endapan (batuan sedimen), dan batuan malihan (batuan metamorf).

(8)

a. Batuan Beku (Batuan Magma/Vulkanik)

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Magma merupakan benda cair yang sangat panas dan terdapat di perut bumi. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut la5a. Semula batuan beku berupa lelehan magma yang besar. Berbagai macam batuan beku dapat kamu amati dalam Tabel 11.1.

(9)

b. Batuan Endapan (Batuan Sedimen)

Batuan endapan adalah batuan yang terbentuk dari endapan hasil pelapukan batuan. Batuan ini dapat pula terbentuk dari batuan yang terkikis atau dari endapan sisa-sisa binatang dan tumbuhan. Berbagai macam contoh batuan endapan

disajikan dalam Tabel 11.2.

Tabel 11.2 Jenis Batuan Endapan, Ciri-Ciri, dan Proses Terbentuknya

(10)

Batuan malihan (metamorf) berasal dari batuan sedimen yang mengalami perubahan (metamorfosis). Batuan sedimen ini mengalami perubahan karena mendapat panas dan tekanan dari dalam Bumi. Jika mendapat panas terusmenerus, batuan ini akan berubah menjadi batuan malihan. Contoh batuan malihan dapat dilihat dalam Tabel 11.3.

Tabel 11.3 Jenis Batuan Malihan, Ciri-Ciri, dan Proses Terbentuknya

Kamu telah mempelajari jenis-jenis batuan. Coba kamu sebutkan lagi jenis-jenis batuan yang telah kamu pelajari. Setiap jenis batuan tersebut akan mengalami

pelapukan. Bagaimana terjadinya pelapukan batuan?

2. Proses Pembentukan Tanah Kerana

Pelapukan

Batuan

Batuan memerlukan waktu jutaan tahun untuk berubah menjadi tanah. Batuan menjadi tanah karena pelapukan. Batuan dapat mengalami pelapukan karena berbagai faktor, di antaranya cuaca dan kegiatan makhluk hidup. Faktor cuaca yang menyebabkan pelapukan batuan, misalnya suhu dan curah hujan. Pelapukan yang disebabkan oleh faktor cuaca ini disebut pelapukan fisika. Adapun makhluk hidup

(11)

yang menyebabkan pelapukan, misalnya pepohonan dan lumut. Pelapukan yang disebabkan oleh akti5itas makhluk hidup ini disebut pelapukan biologi. Pelapukan kimia terjadi karena hujan asam.

a. Pelapukan Fisika

Pelapukan fisika disebabkan oleh berbagai faktor alam. Faktor alam itu antara lain: angin, air, perubahan suhu, dan gelombang laut. Angin yang senantiasa bertiup kencang dapat mengikis batuan sedikit demi sedikit. Kondisi ini dapat mengakibatkan batuan mengalami erosi. Erosi batuan menyebabkan terjadinya padang pasir. Selain itu, angin yang bertiup sangat kencang juga dapat menggeser batuan. Saat bergeser inilah batuan bergesekan dengan batuan lain sehingga mengalami penggerusan. Batuan akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil, misalnya pasir dan kerikil.

Perubahan suhu secara drastis juga dapat mengakibatkan pelapukan batuan. Saat suhu tinggi atau panas, batu akan mengembang. Sementara itu, saat suhu rendah atau dingin, batu akan menyusut kembali. Perubahan ini terjadi silih berganti antara siang dan malam. Adanya perubahan suhu yang silih berganti ini, lama-kelamaan dapat mengakibatkan batuan tersebut pecah.

Batu juga dapat mengalami pelapukan karena air. Air hujan dan air terjun yang mengenai batuan secara terus-menerus dapat mengakibatkan batuan retak dan pecah.

Batu yang mengalami pelapukan Gelombang laut merupakan salah satu Karena pengaruh cuaca penyebab pelapukan batu karang

Batu karang yang berdiri kukuh di tepi laut juga dapat mengalami pelapukan. Gelombang laut yang menghantam batu karang secara terus-menerus mengakibatkan batuan tersebut terkikis sedikit demi sedikit.

(12)

Satu hal yang perlu diingat, proses pelapukan setiap batuan berbeda-beda. Ada batuan yang cepat lapuk, tetapi ada juga yang lambat. Cepat lambatnya pelapukan tergantung pada penyusun dan tingkat kekerasan batuan tersebut.

b. Pelapukan Biologi

Pelapukan secara biologi dapat disebabkan oleh tumbuhan atau lumut yang menempel di permukaan batuan. Tumbuhan merambat dan lumut menempel di permukaan batuan. Tumbuhan merambat akan menimbulkan lubang-lubang pada batuan tempat akarnya melekat. Lubang-lubang ini lama-kelamaan bertambah besar dan banyak. Akhirnya, batuan tersebut akan hancur.

Lumut yang menempel di permukaan arca ini dapat melapukkannya c. Pelapukan Kimia

Oksigen dan uap air di udara mudah bersenyawa dengan berbagai zat. Oksigen dan uap air tersebut dapat menyebabkan pelapukan. Pelapukan kimia misalnya pada besi yang berkarat sehingga rapuh dan berwarna kemerah-merahan. Hujan asam juga merupakan penyebab terjadinya pelapukan kimia. Hujan asam dapat terjadi karena gas karbon dioksida bereaksi dngan air dan gas-gas lain. Hujan asam menyebabkan kerusakan pada batuan dan patung besi.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : Model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

(13)

G. Media, Alat danSumber Pembelajaran Media : kepala bernomor

Alat : topi ulangtahun, spidol, karton, double tip Sumber Pembelajaran:

1. Buku BSE Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas 5 SD/MI, Choiril Azmiyawati dkk, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Hal 123-130 2. LKS IPA Kelas 5 H. Kegiatan Pembelajaran Siklus I KD 7.1 Pertemuan I Alokasi Waktu Kegiatan Awal

1. Guru mengucapkan salam.

2. Guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

3. Guru mengecek absensi siswa.

4. Siswa diberikan motivasi dengan bernyanyi “ayo belajar”

5. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan “Menurut pendapat kalian, tanah berasal dari mana? Apakah semua batuan yang dibumi ini sama?”.

6. Guru menuliskan judul pembelajaran. 7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

8. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran.

10 menit

Kegiatan Inti

1. Eksplorasi

a) Siswa dengan bimbingan guru dapat menyebutkan jenis-jenis batuan.

b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi jenis-jenis batuan.

c) Siswa dengan bimbingan guru dapat menyebutkan nama batu yang mereka ketahui. d) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang macam-macam batu berdasarkan jenis proses terbentuknya dan manfaatnya.

(14)

2. Elaborasi

a) Siswa dibagi ke dalam 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-5 siswa yang heterogen.

b) Guru membagikan nomor pada setiap kelompok untuk dipasang di kepala setiap siswa dan memberi nama setiap kelompok. c) Setiap kelompok diberi buku pegangan siswa

untuk memudahkan dalam mengerjakan perintah yang diberikan.

d) Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi dan mengerjakan lembar kerja kelompok.

e) Siswa dengan bimbingan guru dapat saling menjelaskan jawaban kepada sesama anggotanya.

f) Guru memanggil salah satu nomor dan bagi nomor yang dipanggil dari tiap kelompok harus mengangkat tangan.

g) Siswa yang dipanggil dengan bimbingan guru maju ke depan.

h) Siswa yang maju dengan bimbingan guru menjawab pertanyaan.

3. Konfirmasi

a) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang telah didiskusikan tadi.

b) Guru memberikan pembenaran dari hipotesis-hipotesis pada awal.

c) Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.

Kegiatan Akhir

1. Guru melakukan refleksi dan memberikan penguatan kepada siswa.

2. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah.

3. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

5 menit

Pertemuan II Kegiatan

Awal

1. Guru mengucapkan salam.

2. Guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

3. Guru mengecek absensi siswa.

(15)

4. Siswa diberikan motivasi dengan bernyanyi “tepuk jari”

5. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan “Bagaimana batu yang tampak besar, keras dan berdiri kokoh diatas tanah lama kelamaan akan menjadi tanah? Proses apakah yang yang terjadi pada batuan tersebut?”

6. Guru menuliskan judul pembelajaran. 7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

8. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran.

Kegiatan Inti

1. Eksplorasi

a) Siswa dengan bimbingan guru dapat menjelaskan proses pembentukan tanah karena pelapukan batuan.

b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi proses pembentukan tanah karena pelapukan batuan.

2. Elaborasi

a) Siswa dibagi ke dalam 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-5 siswa yang heterogen.

b) Guru membagikan nomor pada setiap kelompok untuk dipasang di kepala setiap siswa dan memberi nama setiap kelompok. c) Setiap kelompok diberi buku pegangan untuk

memudahkan dalam mengerjakan perintah yang diberikan.

d) Setiap kelompok dibagikan lembar kerja kelompok.

e) Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi dan mengerjakan lembar kerja kelompok.

f) Siswa dengan bimbingan guru dapat saling menjelaskan jawaban kepada sesama anggotanya.

g) Guru memanggil salah satu nomor dan bagi nomor yang dipanggil dari tiap kelompok harus mengangkat tangan.

h) Siswa yang dipanggil dengan bimbingan guru maju ke depan.

i) Siswa yang maju dengan bimbingan guru

(16)

menjawab pertanyaan. 3. Konfirmasi

a) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang telah didiskusikan tadi.

b) Guru memberikan pembenaran dari hipotesis-hipotesis pada awal.

c) Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.

d) Guru memberikan soal evaluasi Kegiatan

Akhir

1. Guru melakukan refleksi dan memberikan penguatan kepada siswa.

2. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

(17)

Kelompok : ……….. Nama Kelompok : 1. ……… 2. ……… 3. ……… 4. ……… 5. ………

Diskusikan bersama kelompok kalian untuk mengisi tabel tentang ciri-ciri batuan berdasarkan warna, permukaan, mengkilap beserta manfaatnya dibawah ini !

1. Jenis batuan ………. Proses terbentuknya: ……….... ………... ………... ………... N o. Nama batu Ciri-cirinya Proses terbentuknya Warna Permukaan Kasar atau Halus Mengkilap atau tidak Manfaatnya

(18)

2. Jenis batuan ……… Proses terbentuknya: ……….... ………... ………... ………... No . Nama batu Ciri-cirinya Proses terbentuk nya Warna Permukaan Kasar atau Halus Mengkilap

(19)

3. Jenis batuan ……… Proses terbentuknya: ……….... ………... ………... ………... No . Nama batu Ciri-cirinya Proses terbentuk nya Warna Permukaan Kasar atau Halus Mengkilap

(20)

Kelompok : ……….. Nama Kelompok : 1. ……… 2. ……… 3. ……… 4. ……… 5. ………

Diskusikan bersama anggota kelompok kalian untuk mengisi tabel di bawah ini! Proses Pembentukan Tanah Karena Pelapukan Batuan

(21)

Lampiran 7

RPP SIKLUS II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri 2 Pucungkerep

Kelas/Semester : 5/2 (dua) Mata Pelajaran : IPA

Alokasi Waktu : 4 X 35 menit (2x pertemuan)

A. Standar Kompetensi

7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubunganya dengan penggunaan sumber daya alam.

B. Kompetensi Dasar

7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah. C. Indikator

1. Menjelaskan bagian-bagian tanah.

2. Mengidentifikasi jenis-jenis tanah misalnya humus, liat, berpasir, vulkanik, kapur, lempung, gambut.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui demonstrasi tentang bagian-bagian tanah, siswa dapat menjelaskan bagian-bagian tanah dengan benar.

2. Melalui demonstrasi tentang jenis-jenis tanah, siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis tanah misalnya humus, liat, berpasir, vulkanik, kapur, lempung, gambut dengan benar.

(22)

E. Materi Pembelajaran

TANAH

Tanah merupakan lapisan paling atas pada permukaan bumi. Manusia, hewan dan tumbuhan memerlukan tanah untuk hidup. Tumbuh-tumbuhan tidak dapat bertahan hidup tanpa ada lapisan tanah. Lapisan tanah juga menyediakan bahan-bahan makanan dan mineral guna pertumbuhan tanaman. Tumbuhan kemudian dimanfaatkan hewan dan manusia.

Pernahkah kamu memerhatikan tanah di sekitarrumahmu? Perhatikanlah Gambar 7.1 berikut.

Bagian-bagian Tanah

Tanah tersusun berlapis-lapis sejalan dengan proses pelapukan yang terjadi secara bertahap. Tiap lapisan memiliki warna, sifat, dan nama uang berbeda-beda. Lapisan-lapisan tanah terdiri atas tanah lapisan atas, lapisan tengah, lapisan bawah, lapisan batuan induk.

1. Lapisan atas, merupakan lapisan yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Berwarna gelap dan kehitam-hitaman, tanah lapisan atas lebih gembur dan lebih subur karena banyak mengandung humus. Tanaman cocok ditanam pada tanah lapisan ini.

(23)

2. Lapisan tengah, terbentuk dari campuran antara hasil pelapukan batuan dan air. Lapisan tersebut terbentuk karena sebagian bahan lapisan atas terbawa oleh air dan mengendap. Lapisan ini biasa disebut tanah liat. Berwarna lebih cerah dan lebih padat dibandingkan dengan tanah lapisan atas. Tanah ini kurang subur karena hanya mengandung sedikit humus.

3. Lapisan bawah, merupakan lapisan yang terdiri atas bongkahan-bongkahan batu. Di sela-sela bongkahan terdapat hasil pelapukan batuan. Berwarna kemerah-merahan dan tidak mengandung humus, tanah ini terdiri dari pecahan-pecahan batuan yang berasal dari lapisan yang ada di bawahnya.

4. Lapisan induk, merupakan tanah lapisan paling bawah, keras dan sangat tidak subur berupa bebatuan yang padat. Tanaman tidak dapat tumbuh subur pada lapisan induk.

Perhatikanlah Gambar 7.2 berikut.

Jenis-Jenis Tanah

Tentunya setiap tanah memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tanaman yang ditanam di tanah, yang mampu menyerap dan menyimpan air, akan tumbuh dengan baik. Penyerapan air ke dalam tanah bergantung pada jenis tanah. Berikut akan dijelaskan jenis-jenis tanah yang dapat kamu temukan di sekitarmu. Berdasarkan komposisinya, tanah dikelompokkan menjadi berikut.

(24)

1. Tanah Humus

Tanah humus merupakan tanah yang:

a. berasal dari pelapukan sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk, b. berwarna kehitaman,

c. sangat baik untuk lahan pertanian,

d. kemampuan menyerap airnya sangat tinggi, e. dapat menggemburkan tanah.

2. Tanah Liat

Tanah liat merupakan tanah yang: a. butiran-butiran tanahnya halus,

b. setiap butiran saling melekat satu sama lain, sehingga jika basah lengket, c. sulit menyerap air,

d. sering dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan, seperti pot bunga, mangkuk, dan cerek. dalam penggunaannya, tanah liat yang telah dibentuk dipanaskan supaya kering dan kuat, serta

(25)

3. Tanah Pasir

Tanah pasir merupakan tanah yang: a. berasal dari pecahan batuan, b. lapisan kasar,

c. butiran pasirnya sangat banyak, d. mudah menyerap air,

e. tumbuhan sulit tumbuh di tanah berpasir.

4. Tanah Vulkanik

Tanah vulkanik biasanya terdapat di sekitar gunung berapi, seperti Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Galunggung di Jawa Barat. Perhatikanlah bagian yang dilingkari pada Gambar 7.6.

Tanah vulkanik merupakan tanah yang: a. banyak mengandung unsur hara, b. warnanya lebih gelap,

c. berasal dari gunung berapi yang meletus, d. sangat mudah menyerap air,

e. sangat subur untuk lahan pertanian.

Setiap jenis tanah memiliki kandungan air yang berbeda. Ada tanah yang menyerap air dengan baik, ada juga yang tidak.

(26)

5. Tanah Kapur

Tanah kapur merupakan tanah yang: a. berasal dari pelapukan batu gamping, b. warnanya putih, keras,

c. mudah menyerap air,

d. kandungan humusnya tidak begitu banyak, dan e. kurang subur bila ditanami.

Gambar 7.7 gambar ini menunjukkan tebing batuan kapur. 6. Tanah Lempung

Tanah lempung merupakan tanah yang: a. tersusun atas tanah liat dan tanah pasir, b. warnanya lebih cerah, agak padat, dan c. sulit menyerap air.

(27)

7. Tanah Gambut

a. berasal dari pelapukan tumbuhan wara, b. warnanya kehitaman,

c. tanahnya gembur, d. mudah menyerap air.

Gambar 7.9 gambar ini menunjukkan contoh tanah gambut yang ada ditepi rawa pening.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model : Model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

Metode : Ceramah, demonstrasi, tanya jawab, diskusi, unjuk kerja, penugasan

G. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran

Media : susunan tanah, berbagai jenis tanah, kepala bernomor Alat : toples, gelas aqua, air, topi ulangtahun, spidol

Sumber Pembelajaran:

3. Buku Paket BSE Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas V SD/MI, S. Rositawaty dan Aris Muharam, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Hal 118-123.

(28)

H. Kegiatan Pembelajaran Siklus II KD 7.2 Pertemuan I Alokasi Waktu Kegiatan Awal

1. Guru mengucapkan salam.

2. Guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

3. Guru mengecek absensi siswa.

4. Siswa diberikan motivasi dengan bernyanyi “disini senang disana senang”.

5. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan “Dimana tanaman yang subur hidup? Kenapa tanaman bisa tumbuh subur?”.

6. Guru menuliskan judul pembelajaran. 7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

8. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran.

10 menit

Kegiatan Inti

1. Eksplorasi

a. Siswa dengan bimbingan guru dapat menyebutkan bagian-bagian tanah.

b. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi bagian-bagian tanah. Guru

menyampaikan materi dengan menunjukkan peraga bagian-bagian tanah.

2. Elaborasi

a. Siswa dibagi ke dalam 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-5 siswa yang heterogen.

b. Guru membagikan nomor pada setiap kelompok untuk dipasang di kepala setiap siswa dan memberi nama setiap kelompok. c. Setiap kelompok diberi buku pegangan untuk

memudahkan dalam mengerjakan perintah yang diberikan.

d. Setiap kelompok dibagikan lembar kerja kelompok.

e. Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi dan mengerjakan lembar kerja kelompok.

f. Siswa dengan bimbingan guru dapat saling menjelaskan jawaban kepada sesama

(29)

anggotanya.

g. Guru memanggil salah satu nomor dan bagi nomor yang dipanggil dari tiap kelompok harus mengangkat tangan.

h. Siswa yang dipanggil dengan bimbingan guru maju ke depan.

i. Siswa yang maju dengan bimbingan guru menjawab pertanyaan.

3. Konfirmasi

a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang telah didiskusikan tadi.

b. Guru memberikan pembenaran dari hipotesis-hipotesis pada awal.

c. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.

Kegiatan Akhir

1. Guru melakukan refleksi dan memberikan penguatan kepada siswa.

2. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah.

3. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

5 menit

Pertemuan II

Kegiatan Awal

1. Guru mengucapkan salam.

2. Guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

3. Guru mengecek absensi siswa.

4. Guru memberikan motivasi dengan bernyanyi “aku siap aku tau dan ku lakukan”.

5. Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan “Ketika kalian pergi ke pantai, sawah dan kebun apakah tanah yang kalian lihat sama?”. 6. Guru menuliskan judul pembelajaran.

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

8. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan selama proses pembelajaran.

5 menit

Kegiatan Inti

1. Eksplorasi

a. Siswa dengan bimbingan guru dapat menyebutkan jenis-jenis tanah.

b. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang jenis-jenis tanah. Guru menyampaikan materi dengan melakukan demonstrasi tentang

(30)

macam-macam jenis tanah. 2. Elaborasi

a. Siswa dibagi ke dalam 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3-5 siswa yang heterogen.

b. Guru membagikan nomor pada setiap kelompok untuk dipasang di kepala setiap siswa dan memberi nama setiap kelompok. c. Setiap kelompok diberi buku pegangan untuk

memudahkan dalam mengerjakan perintah yang diberikan.

d. Setiap kelompok dibagikan lembar kerja kelompok .

e. Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi dan mengerjakan lembar kerja kelompok.

f. Siswa dengan bimbingan guru dapat saling menjelaskan jawaban kepada sesama anggotanya.

g. Guru memanggil salah satu nomor dan bagi nomor yang dipanggil dari tiap kelompok harus mengangkat tangan.

h. Siswa yang dipanggil dengan bimbingan guru maju ke depan.

i. Siswa yang maju dengan bimbingan guru menjawab pertanyaan

3. Konfirmasi

a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang telah didiskusikan tadi.

b. Guru memberikan pembenaran dari hipotesis-hipotesis pada awal.

c. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.

d. Guru memberikan soal evaluasi. Kegiatan

Akhir

1. Guru melakukan refleksi dan memberikan penguatan kepada siswa.

2. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

(31)

I. Penilaian

1. Prosedur Penilaian : tes tertulis

Bentuk : soal pilihan ganda Pedoman penilaian:

Nilai Akhir = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒 ℎ𝑎𝑛

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100

(32)

Kelompok : ………... Nama Kelompok : 6. ……… 7. ……… 8. ……… 9. ……… 10. ………

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan berdiskusi bersama kelompok. Amati perintah yang diberikan!

1. Sebut dan jelaskan dari masing-masing penampang susunan tanah di bawah ini! Jawab: ………. ………. ………. ………. Dari gambar ………. ………. ………. ………. ……….

(33)

Kelompok : ………... Nama Kelompok : 1. ……… 2. ……… 3. ……… 4. ……… 5. ………

Kerjakanlah soal dibawah ini dengan berdiskusi bersama kelompok. Amati perintah yang diberikan!

1. Isilah tabel dibawah ini sesuai jenis tanah dan ciri-cirinya!

(34)

Lampiran 8

Soal Evaluasi Siklus I

Soal evalusi

Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling tepat!

1. Batuan yang terbentuk dari magma yang membeku di dalam kerak bumi dinamakan ….

a. Batuan vulkanik b. Batuan endapan

c. Batuan pluto d. Batuan militan 2. Berikut ini ciri-ciri batu obsidian, kecuali ….

a. Berongga-rongga b. Permukaan halus

c. Berwarna hitam d. Mengkilap

3. Batu yang dimanfaatkan sebagai papan untuk menulis pada jaman sebelum ada kertas adalah ….

a. Batu serpih b. Batu breksi

c. Batu sabak d. Batu marmer 4. Berikut ini adalah jenis–jenis pelapukan batuan, kecuali ….

a. Pelapukan biologi b. Pelapukan morfologi c. Pelapukan fisika d. Pelapukan kimia Nama : ………. No. Absen : ………. Kelas : ……….

(35)

5. Batuan yang ditumbuhi lumut lama kelamaan akan hancur. Hal tersebut salah satu dari pelapukan …. a. Kimia b. Fisika c. Morfologi d. Biologi 6. Pelapukan batuan di gurun pasir terjadi karena ….

a. Perubahan suhu yang derastis

b. Getaran permukaan bumi

c. Terjangan ombak yang terus- menerus

d. Masuknya akar ke sela-sela batuan dalam waktu yang lama 7. Jenis batuan metamorf yang digunakan sebagai bahan lantai atau meja yaitu batu

….

a. Genes b. Marmer

c. Sabak d. Breksi 8. Tanah merupakan hasil pelapukan dari ….

a. Tanah Liat b. Batuan

c. Pasir d. Gambut

9. Berikut termasuk proses pelapukan tanah secara fisika, kecuali …. a. Akibat angin

b. Akibat sinar matahari

c. Akibat suhu d. Akibat lumut 10. Batuan beku terbentuk dari ….

a. Pasir yang membeku b. Tanah yang membeku

c. Magma yang membeku d. Batu yang menggumpal

11. Digunakan sebagai bahan lantai dan dinding merupakan salah satu manfaat dari batu ….

a. Marmer b. Kapur

c. Sabak d. Serpih

(36)

12. Sebelum ditemukan buku atau kertas, batuan ini dipakai untuk menulis. Batuan ini termasuk batuan malihan. Jenis batuan yang dimaksud yaitu ….

a. Batu sabak b. Batu granit

c. Batu basal d. Batu breksi

13. Berdasarkan proses terbentuknya, batu basal dan batu granit tergolong batuan …. a. Andesit

b.Endapan

c. Metamorf d. Beku 14. Pelapukan batuan di gurun pasir terjadi karena ….

a. Batu yang ditumbuhi lumut b. Besi yang berkarat

c. Perubahan suhu yang drastis d. Masuknya akar ke sela-sela batuan dalam waktu yang lama 15. Batuan yang terbentuk dari endapan hasil pelapukan batuan yaitu batuan ….

a. Beku b. Metamorf

c. Sedimen d. Vulkanik

16. Jenis batuan yang mengalami perubahan (metamorfosis) yaitu batuan … a. Endapan

b. Vulkanik

c. Beku d. Malihan

17. Jenis batuan beku yang dimanfaatkan untuk membuat arca dan bangunan candi yaitu batu ….

a. Apung b. Granit

c. Andesit d. Basal

18. Salah satu jenis batuan beku yang digunakan untuk mengampelas kayu dan sebagai bahan penggosok adalah ….

a. Apung b. Granit

c. Andesit d. Konglomerat

19. Batuan yang terbentuk karena proses sedimen dan biasanya digunakan untuk membuat kerajinan seperti asbak yaitu batu ….

a. Marmer b. Sabak

c. Genes d. Kapur

(37)

20. Batu yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan campuran semen adalah .... a. Andesit c. Basal b. Obsidian d. Kapur Kunci Jawaban Pilihan Ganda 1. A 2. A 3. C 4. B 5. D 6. A 7. B 8. B 9. D 10. C 11. A 12. A 13. D 14. C 15. C 16. D 17. C 18. A 19. C 20. D Nilai Akhir = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒 ℎ𝑎𝑛 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100

(38)

Lampiran 9

Soal Evaluasi Siklus II

Soal Evaluasi

Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling tepat!

1. Menurut susunannya tanah terdiri dari …. lapisan.

a. 3 ` c. 2

b. 4 d. 5

2. Lapisan tanah yang banyak mengandung humus adalah …. a. Lapisan tanah atas

b. Lapisan tanah bawah

c. Lapisan tanah tengah d. Lapisan induk tanah 3. Bagian tanah yang paling dibutuhkan oleh tumbuhan adalah ….

a. Sampah c. Butir liat

b. Pasir d. Humus

4. Lapisan tanah paling bawah disebut ….

a. Kerak c. Induk

b. Mantel d. Inti bumi

5. Humus berasal dari …. a. Tanah yang kotor b. Pembusukan hewan dan

tumbuhan

c. Tanah yang hitam d. Pembusukan plastik 6. Tanah yang penuh dengan humus berwarna ….

a. Kehitaman c. Kecoklatan

b. Kemerahan d. Putih

7. Lapisan tanah yang terbentuk dari campuran antara hasil pelapukan batuan dan air, lapisan ini biasa disebut tanah liat. Lapisan yang dimaksud adalah ….

a. Atas c. Bawah

b. Tengah d. Induk

8. Lapisan paling bawah tanah terdiri dari ….

a. Batuan c. Pasir

b. Humus d. Kerikil

Nama : ……….. No. Absen : ……….. Kelas : ………..

(39)

9. Urutan lapisan tanah dari paling luar ke dalam secara berturut-turut adalah …. a. Atas, induk, tengah, bawah

b. Atas, tengah, bawah, induk

c. Induk, bawah, tengah, atas d. Tengah, bawah, induk, atas 10. Perhatikan jenis-jenis tanah berikut!

1) Tanah lempung 2) Tanah humus 3) Tanah kapur 4) Tanah pasir

Tanah yang paling cocok untuk pertanian ditunjukan oleh nomor …..

a. 1) c. 3)

b. 2) d. 4)

11. Tanah humus mempunyai ciri-ciri …. a. Berwarna terang dan gembur b. Sangat lengket dan elastis

c. Berwarna gelap dan gembur d. Banyak mengandung kapur dan

gembur

12. Jenis tanah yang sering digunakan untuk membuat kerajinan tangan seperti pot bunga adalah tanah ….

a. Humus c. Pasir

b. Kapur d. Liat

13. Lapisan tanah yang keras dan sangat tidak subur berupa bebatuan yang padat adalah lapisan ….

a. Induk c. Bawah

b. Tengah d. Atas

14. Jenis tanah dari hasil pelapukan batuan antara tempat yang satu dengan lainnya tentu akan berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh ….

a. Jenis tanahnya

b. Tingkat kesuburannya

c. Jenis batuan pembentuknya d. Banyak sedikitnya humus 15. Lapisan tanah yang memiliki warna cerah dan mengandung sedikit humus

merupakan lapisan tanah ….

a. Atas c. Bawah

b. Induk d. Tengah

16. Tanah yang butirannya saling melekat satu sama lain, sehingga jika basah lengket adalah jenis tanah ….

a. Liat c. Pasir

(40)

Gambar berikut ini digunakan untuk menjawab pertanyaan nomor 17 dan 18!

17. Lapisan tanah yang masih memiliki sifat seperti batuan asalnya ditunjukkan oleh huruf ….

a. O c. B

b. A d. C

18. Lapisan atas ditunjukkan oleh nomor ….

a. B c. C

b. O d. A

19. Ciri-ciri tanah:

1) Mudah sekali menyerap air

2) Biasanya terdapat di pegunungan karst Jenis tanah dengan ciri-ciri diatas adalah ….

a. Kapur c. Humus

b. Pasir d. Liat

20. Tanah yang memiliki kemampuan menyerap air sangat tinggi dan dapat menggemburkan tanah adalah ciri dari jenis tanah ….

a. Vulkanik c. Humus b. Pasir d. Liat Kunci Jawaban 1. B 2. A 3. D 4. C 5. B 6. A 7. B 8. A 9. B 10. B 11. C 12. D 13. A 14. C 15. C 16. A 17. D 18. B 19. A 20. C

(41)

Lampiran 10

Daftar Nilai IPA Siklus I Kelas 5 SD Negeri 2 Pucungkerep Wonosobo

Tahun Ajaran 2015/2016

KKM : 70

No. Nama Nilai Keterangan

Tuntas Tidak Tuntas

1. IN 65 2. LK 65 3. RDS 95 4. EW 75 5. APS 80 6. DA 60 7. HZ 65 8. LH 75 9. MS 85 10. P 80 11. RFU 75 12. SR 75 13. SN 75 14. SM 95 15. S 80 16. TF 90 17. VH 80 18. FA 60 19. KI 75 20. DD 80 21. AH 75 22. RS 65 Rata-rata nilai : 75,91 Nilai tertinggi : 95 Nilai terendah : 60

(42)

Lampiran 11

Daftar Nilai IPA Siklus II Kelas 5 SD Negeri 2 Pucungkerep Wonosobo

Tahun Ajaran 2015/2016

KKM : 70

No. Nama Nilai Keterangan

Tuntas Tidak Tuntas

1. IN 95 2. LK 75 3. RDS 90 4. EW 85 5. APS 95 6. DA 80 7. HZ 90 8. LH 85 9. MS 95 10. P 85 11. RFU 90 12. SR 95 13. SN 90 14. SM 95 15. S 90 16. TF 100 17. VH 95 18. FA 85 19. KI 80 20. DD 95 21. AH 90 22. RS 85 Rata-rata nilai : 89,32 Nilai tertinggi : 100 Nilai terendah : 75

(43)

Lampiran 12

(44)

(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)

Lampiran 13

(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)

Lampiran 14

Dokumentasi Siklus I

Kegiatan awal penyampaian motivasi Guru menyampaikan kegiatan yang

dan apersepsi akan dilakukan

Siswa mendengarkan materi Siswa dibagi dalam 5 kelompok

Guru memberikan buku panduan Kegiatan diskusi siswa pada tiap kelompok

(60)

Presentasi kelompok dari nomor Guru bersama siswa membuat

yang dipanggil kesimpulan

Siklus II

Observer sedang melakukan Media tanah yang digunakan pengamatan

Siswa melakukan percobaan Siswa mengerjakan lembar kerja kelompok

(61)

Persentasi tiap kelompok berdasarkan Siswa mengerjakan soal

nomor yang dipanggil evaluasi

Penghargaan siswa yang aktif Foto bersama

mengikuti pembelajaran

Gambar

Tabel 11.1 Jenis Batuan Beku, Ciri-Ciri, dan Proses Terbentuknya
Tabel 11.2 Jenis Batuan Endapan, Ciri-Ciri, dan Proses Terbentuknya
Tabel 11.3 Jenis Batuan Malihan, Ciri-Ciri, dan Proses Terbentuknya
Gambar 7.7 gambar ini menunjukkan tebing batuan kapur.
+3

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan perkembangan kedokteran yang membutuhkan jenis cairan yang lebih beragam contohnya cairan infus yang mengandung nutrisi seperti karbohidrat dan

Pesan yang merupakan kompetensi Pemerintah Kota Yogyakarta disampaikan kepada instansi terkait yang diterima oleh operator UPIK di setiap instansi.. Pesan tersebut

Semoga Skripsi yang telah menjadi karya saya ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan gambaran pada pembaca tentang sangat diperlukannya analisa atas sebuah investasi

Untuk mengetahui dan mendeskripsikan solusi yang di ambil dalam mengatasi masalah yang muncul dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan karakter berbasis budaya religius

Mahasiswa psikologi yang memiliki derajat altruisme rendah akan menolong dengan motif yang mengarah kepada keuntungan pribadi (concern rendah); jarang melakukan

Pada kelompok perlakuan dengan pemberian metanol konsentrasi 60% selama 10 hari (kelompok D), gambaran mikroskopik tampak lapisan mukosa yang utuh dan terdapat sel-sel

Sasaran transportasi adalah mengalokasikan produk yang ada pada sumber asal sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada tempat tujuan, sedangkan

Penelitian ini menelaah unsur-unsur intrinsik cerpen “Pangeran Bahagia” yang meliputi tokoh, latar, alur, dan tema.. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan setiap