• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK BRIKET ORGANIK BAHAN BAKU DARI TWA GUNUNG BAUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK BRIKET ORGANIK BAHAN BAKU DARI TWA GUNUNG BAUNG"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Add Your Company Slogan

STUDI EKSPERIMENTAL

STUDI EKSPERIMENTAL

STUDI EKSPERIMENTAL

STUDI EKSPERIMENTAL

KARAKTERISTIK BRIKET ORGANIK

KARAKTERISTIK BRIKET ORGANIK

KARAKTERISTIK BRIKET ORGANIK

KARAKTERISTIK BRIKET ORGANIK

BAHAN BAKU DARI TWA GUNUNG

BAHAN BAKU DARI TWA GUNUNG

BAHAN BAKU DARI TWA GUNUNG

BAHAN BAKU DARI TWA GUNUNG

BAUNG

BAUNG

BAUNG

BAUNG

Oleh Oleh Iis Rohmawati

Pembimbing I Ir. Sarwono, MM

(2)

CONTENT

CONTENT

CONTENT

CONTENT

CONTENT

CONTENT

CONTENT

CONTENT

LATAR BELAKANG LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG LATAR BELAKANG

PERUMUSAN MASALAH PERUMUSAN MASALAHPERUMUSAN MASALAH PERUMUSAN MASALAHPERUMUSAN MASALAH PERUMUSAN MASALAHPERUMUSAN MASALAH PERUMUSAN MASALAH

BATASAN MASALAH BATASAN MASALAHBATASAN MASALAH BATASAN MASALAHBATASAN MASALAH BATASAN MASALAHBATASAN MASALAH BATASAN MASALAH TUJUAN TUJUANTUJUAN TUJUANTUJUAN TUJUANTUJUAN TUJUAN MANFAAT MANFAATMANFAAT MANFAATMANFAAT MANFAATMANFAAT MANFAATMANFAAT MANFAATMANFAAT MANFAATMANFAAT MANFAATMANFAAT MANFAAT TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKATINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKATINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKATINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN METODE PENELITIANMETODE PENELITIAN METODE PENELITIANMETODE PENELITIAN METODE PENELITIANMETODE PENELITIAN METODE PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASANHASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASANHASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASANHASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARANKESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARANKESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARANKESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARAN

2

(3)

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Sampah

Sampah organikorganik yang yang belumbelum dimanfaatkan

dimanfaatkan secarasecara optimaloptimal

Ketersediaan

Ketersediaan energienergi fosilfosil

Menciptakan

Menciptakan sumbersumber energienergi alternatif

alternatif yang yang ramahramah lingkunganlingkungan

Menggunakan

Menggunakan teknologiteknologi yang yang sederhana

(4)

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

1.

Bagaimana cara membuat briket yang mempunyai

karakteristik pembakaran terbaik dengan metode variasi

komposisi dan bentuk briket?

2.

Bagaimana cara mengetahui pengurangan massa dan

laju pembakaran briket?

3.

Bagaimana mengetahui distribusi suhu pada proses

3.

Bagaimana mengetahui distribusi suhu pada proses

pembakaran briket?

4

(5)

BATASAN MASALAH

BATASAN MASALAH

BATASAN MASALAH

BATASAN MASALAH

BATASAN MASALAH

BATASAN MASALAH

BATASAN MASALAH

BATASAN MASALAH

1.

Daun dan ranting yang digunakan berasal dari TWA

Gunung Baung yaitu jenis pohon Ficus Racemosa L.

2.

Ukuran partikel dari daun dan ranting untuk pembuatan

briket dianggap sama.

3.

Perekat yang digunakan adalah amilum.

4.

Parameter yang diamati adalah suhu pembakaran, dan

4.

Parameter yang diamati adalah suhu pembakaran, dan

massa sisa pembakaran yang dihasilkan pada proses

pembakaran briket.

5.

Simulasi distribusi suhu pada pembakaran briket

menggunakan software Fluent 6.2.1.6

(6)

TUJUAN

TUJUAN

TUJUAN

TUJUAN

TUJUAN

TUJUAN

TUJUAN

TUJUAN

1.

Mendapatkan cara pembuatan briket yang mempunyai

karakteristik pembakaran dengan metode variasi

komposisi dan bentuk briket.

2.

Mendapatkan pengurangan massa dan laju pembakaran

dari pembakaran briket.

3.

Mengetahui distribusi suhu pada proses pembakaran

3.

Mengetahui distribusi suhu pada proses pembakaran

briket.

6

(7)

MANFAAT

MANFAAT

MANFAAT

MANFAAT

MANFAAT

MANFAAT

MANFAAT

MANFAAT

1.

Membantu mengatasi sampah organik terutama daun

dan ranting kering dengan memaksimalkannya sebagai

bahan bakar.

2.

Mendapatkan sumber energi alternatif yang murah.

3.

Dapat menciptakan peluang bisnis pembriketan sampah

organik terutama dedaunan dan ranting kering.

(8)

Biomassa pada umumnya mempunyai densitas yang cukup rendah, sehingga akan mengalami kesulitan dalam penanganannya. Pemanfaatan biomassa menjadi briket bertujuan untuk meningkatkan densitas dan menurunkan persoalan penanganan seperti penyimpanan dan pengangkutan. Secara umum teknologi pembriketan dapat dibagi menjadi tiga :



Pembriketan tekanan tinggi.

DASAR TEORI

DASAR TEORI

DASAR TEORI

DASAR TEORI

DASAR TEORI

DASAR TEORI

DASAR TEORI

DASAR TEORI



Pembriketan tekanan tinggi.



Pembriketan tekanan medium dengan pemanas.



Pembriketan tekanan rendah dengan bahan pengikat .

Beberapa jenis bahan dapat digunakan sebagai pengikat diantaranya amilum/tepung kanji, tetes, dan aspal.

8

(9)

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi

karakteristik

pembakaran biobriket, antara lain:

1.

Kadar air

2.

Kadar abu

3.

Volatile matter

4.

Densitas

5.

cont…

cont…

5.

Nilai kalor

(10)

Cara pembuatan

Computational Fluid Dynamics (CFD)

cont…

cont…

Computational Fluid Dynamics (CFD)

Ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida,

perpindahan panas, reaksi kimia, dan fenomena lainnya dengan menyelesaikan persamaan–persamaan matematika (model

matematika).

Software CFD memberikan penggunanya kekuatan untuk mensimulasikan aliran fluida, perpindahan panas, perpindahan massa, benda-benda bergerak, aliran multifasa, reaksi kimia, interaksi fluida dengan struktur dan sistem akustik hanya dengan pemodelan dalam komputer.

(11)

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

Pencacahan daun dan ranting Studi Literatur

Mulai

Pengumpulan alat dan bahan pembuatan briket

Pembuatan geometri dan

meshing pada Gambit

Simulasi distribusi suhu pada Fluent

Pengambilan data berupa suhu dan massa sisa pembakaran

Pembuatan briket

Data berupa distribusi suhu

(12)

Jenis Briket Perbandingan Daun Ranting A 1 1 B 1 2 C 1 3 D 1 4

VARIASI BRIKET

VARIASI BRIKET

VARIASI BRIKET

VARIASI BRIKET

VARIASI BRIKET

VARIASI BRIKET

VARIASI BRIKET

VARIASI BRIKET

Variasi komposisi D 1 4 E 2 3 F 3 2 G 4 1 retour 12 Variasi bentuk

(13)

DATA EKSPERIMENTAL

DATA EKSPERIMENTAL

DATA EKSPERIMENTAL

DATA EKSPERIMENTAL

DATA EKSPERIMENTAL

DATA EKSPERIMENTAL

DATA EKSPERIMENTAL

DATA EKSPERIMENTAL

Pengurangan

Pengurangan MassaMassa

Laju

(14)

Kadar Air Kadar Air

Suhu

Suhu OutletOutlet

14

(15)

DATA EKSPERIMEN

DATA EKSPERIMEN

Jenis A B C D E F G

Kadar air briket silinder pejal 13.15 16.21 13.55 14.58 17.32 15.96 10.81 Kadar air briket silinder

berongga 7.05 7.12 10.79 16.02 8.95 14.5 14.56 Laju pembakaran briket

silinder pejal (x10silinder pejal (x10-5 kg/s)kg/s) 2.5 2.3 1.7 2.6 1.9 2.3 1.7

Laju pembakaran briket

silinder berongga (x10-5 kg/s) 3.3 3.8 1.6 2.9 3.3 2.2 8.4

Suhu outlet briket silinder pejal

(°C) 62.2 62.7 62.9 65 63.7 78.5 59.3 Suhu outlet briket silinder

berongga (°C)

111.1

8 56.86 56.05 64.1

111.1

(16)

A

DISTRIBUSI SUHU

DISTRIBUSI SUHU

DISTRIBUSI SUHU

DISTRIBUSI SUHU

DISTRIBUSI SUHU

DISTRIBUSI SUHU

DISTRIBUSI SUHU

DISTRIBUSI SUHU

si lin d e r si lin d e r p e ja l p e ja l si lin d e r si lin d e r b e ro n g g a b e ro n g g a B C B e n tu k B e n tu k si lin d e r si lin d e r B e n tu k B e n tu k si lin d e r si lin d e r

(17)

D si lin d e r si lin d e r p e ja l p e ja l si lin d e r si lin d e r b e ro n g g a b e ro n g g a E B e n tu k B e n tu k si lin d e r si lin d e r B e n tu k B e n tu k si lin d e r si lin d e r

(18)

G si lin d e r si lin d e r p e ja l p e ja l si lin d e r si lin d e r b e ro n g g a b e ro n g g a G B e n tu k B e n tu k si lin d e r si lin d e r B e n tu k B e n tu k si lin d e r si lin d e r

(19)

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Telah dibuat briket organik dengan variasi komposisi daun dan ranting dengan perbandingan persentase 1 : 1 (A); 1 : 2 (B); 1 : 3 (C); 1 : 4 (D); 2 : 3 (E); 3 : 2 (F); 4 : 1 (G) serta variasi bentuk briket yaitu bentuk silinder pejal dan berongga, didapatkan briket yang terbaik adalah briket dengan bentuk berongga karena

mempunyai kadar air rendah, laju pembakaran tinggi dan distribusi suhu yang merata.

distribusi suhu yang merata.

Laju pembakaran briket yang tertinggi adalah briket jenis G dengan bentuk silinder berongga yaitu sebesar 8,4x 10-5

kg/s.

Dari simulasi dengan menggunakan Fluent, diketahui distribusi suhu pada briket jenis G untuk briket dengan bentuk silinder

(20)

Saran

Perlu dilakukan penelitian mengenai variasi ukuran partikel yang akan digunakan untuk bahan baku briket serta variasi tekanan pada saat kompaksi.

Sebaiknya menghitung nilai kalor dari tiap variasi briket yang ada.

cont…

cont…

retour

(21)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

[1] Apriati, Ajeng. 2008. “ Tugas Akhir : Pemanfaatan Sampah Organik sebaai Briket“ Jurusan Teknik Lingkungan ITS : Surabaya.

[2] Bix, M K, 2007, Pengaruh Tekanan Kompaksi Terhadap Karakteristik Briket Batang Jagung, Skripsi, FT UNNES (tidak dipublikasikan)

[3] Borman, G.L., dan Ragland, K.W., 1998, Combustion Engineering, McGraw-Hill Book Co., Singapore.

[4] Budhi, Arief S. 2003. “ Tugas Akhir : Briket Arang dari Faeces Sapid an Tempurung Kelapa sebagai Alternatif Sumber energy” Jurusan Teknik Lingkungan ITS : Surabaya.

[5] Bungay, H.R, 1981, Energy : The Biomass Options, John Wiley & Sons, New York.

[6] Grover, P.D. dan Mishra, S.K., 1996, Biomass Briquetting : Technology and Practices, Field [6] Grover, P.D. dan Mishra, S.K., 1996, Biomass Briquetting : Technology and Practices, Field Document No. 46, FAO-Regional Wood Energy Development Program (RWEDP) In Asia, Bangkok.

[7] Haygreen, J.G dkk, 1989, Hasil Hutan dan Ilmu Kayu Semua Pengantar. Diterjemahkan oleh Sutjipto A. Hadikusumo. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

[8] Kuncoro, H., Herbawamurti, T.E, Hawaria, Darmawan, 1999, Study On Coal Briquettes Stove In Indonesia, Energy Technology Laboratory, LSDE-BPPT, Jakarta.

(22)

Daftar

Daftar Pustaka

Pustaka

[11] Samsul, M., 2004. Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa Dan Penggunaan Perekat Terhadap Sifat-Sifa et Arang Dari Arang serbuk Kayu Sengon,t Fisika Dan Kimia Briket. Jogjakarta : Universitas Gadjah Mada.

[12] Saptoadi, H., 2004, “Combustion Characteriastics Of Fuel Briquettes Made From Wooden Saw Dust And Lignite”. The International Workshop On Biomass And Clean Fossil Fuel Power Plan Technology 2004. Jakarta Indonesia. pp186-199.

[13] Saraswati, Delima Ayu. 2004. “Tugas Akhir : Analisis Sistem Pembakaran Sampah pada Incenerator di Manukan Surabaya”. Jurusan Teknik Fisika ITS : Surabaya.

[14] Sinatra, Lutfan, 2009, “Tugas Akhir : Analisa Pengkondisian Udara Ruang Produksi

PT.Guntner Indonesia Menggunakan Metode CLTD dan Aplikasi CFD“. Jurusan Teknik Fisika ITS : Surabaya.

[15] Soeparno, 1993. Pengaruh Tekanan, Waktu Kempa, dan Jenis Serbuk Pada Pembuatan Briket [15] Soeparno, 1993. Pengaruh Tekanan, Waktu Kempa, dan Jenis Serbuk Pada Pembuatan Briket

Arang Gergajian Terhadap Rendemen dan Nilai Panas. Laporan Penelitian Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta (tidak dipublikasikan).

[16] Sudrajat, R 1983. Pengaruh Bahan Baku, Jenis perekat dan Tekanan Kempa terhadap Kualitas Briket Arang. Laporan No 165. Puslitbang Hasil Hutan, Bogor.

[17] Syachri, T.N., 1983. Pengaruh Perekat Terhadap Sifat BriketArang Kayu Tusam, Makalah Pelengkap dalam Siposium Pengusahaan Hutan Pinus tanggal 27 – 28 Juli 1983. Pusat penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

[18] Syamsiro, M. dan Harwin Saptoadi, 2007, “Pembakaran Briket Biomassa Cangkang Kakao : Pengaruh Temperatur Udara Preheat”. Seminar Nasional Teknologi 2007 (SNT 2007)

Yogyakarta, 24 November 2007.

[19]Wulan, Prawasti PDK,. Sribasuki, Atastina. 2004. ‘‘Bahan Bakar dan Pembakaran‘‘ http://www.chemeng.ui.ac.id/~wulan/materi/lecture%20notes/tekban_2trnsprn.PDF

16[20] http://www. kajian-energi.blogspot.com 22

(23)

SEKIAN

SEKIAN

Terima

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 4.18 Grafik temperatur gas pembakaran dan laju pembakaran briket jerami padi, briket daun cengkeh dan briket batubara ukuran serbuk 80

jawabannya dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana pengaruh variasi massa bahan perekat, lama pengeringan dan tekanan terhadap nilai kalor briket arang tanah gambut

kerapatan, ketahanan tekan, nilai kalor bakar, kadar air, dan kadar abu. Untuk merekatkan partikel-partikel zat dalam bahan baku pada proses pembuatan briket maka

Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “Pengaruh Variasi Perbandingan Tempurung Kelapa dan Eceng Gondok serta Variasi Ukuran Partikel Terhadap Karakteristik Briket”,

Sementara itu pada suhu yang sama, semakin kecil ukuran partikel maka nilai kalor yang diperoleh akan semakin meningkat juga.. Semakin kecil ukuran bahan baku,

Gambar 4.18 Grafik temperatur gas pembakaran dan laju pembakaran briket jerami padi, briket daun cengkeh dan briket batubara ukuran serbuk 80

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar air suatu arang briket dengan lima variasi komposisi sampah organik, selain itu kekuatan hubungan sebesar

PLAGIARISME ADALAH PELANGGARAN HAK CIPTA DAN ETIKA PENGARUH UKURAN PARTIKEL MESH DAN TEKANAN TERHADAP NILAI KALOR BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA SKRIPSI Bidang Konversi Energi