PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN PERILAKU
BELAJAR TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN
AKUNTANSI
(Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Kristen
Satya Wacana Salatiga)
Oleh:
TJAN, PUPUT WULANDARI H NIM : 232011025
KERTAS KERJA
Diajukan kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari
Persyaratan – persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS
: EKONOMIKA DAN BISNIS
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2015
vi
MOTTO
Apapun juga yang kamu pebuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
– Kolose 3:23 –
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia
mau, supaya kita hidup didalamnya.
– Efesus 2:10 –
“Kesuksesan adalah kolaborasi antara kesempatan dan kesiapan”
-Agnes Monica-
vii
KATA PENGANTAR
Topik dalam kertas kerja ini adalah pengaruh kecerdasan emosional dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) guna untuk memenuhi sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi jurusuan akuntansi pada Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Selain itu juga, kertas kerja ini bertujuan untuk memberikan usulan kepada lembaga pendidikan agar memasukan pendidikan kecerdasan emosional dan memberikan motivasi kepada mahasiswa mengenai metode belajar yang baik.
Salatiga, 4 November 2015
viii
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur yang tak terhingga saya panjatkan kepada Tuhan Yesus karena kasih, berkat, dan pertolongan-Nya yang melimpah sehingga kertas kerja ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Bukan dengan kuat dan gagah penulis sendiri kertas kerja ini dapat terselesaikan. Banyak pihak di balik layar yang sudah ikut membantu dalam proses pembuatannya. Oleh karenanya, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Keluarga yang selalu mendoakan, memberi semangat dan kasih sayang bagi penulis. Tanpa dukungan tersebut skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan baik.
2. Ibu Like Soegiono, SE, M.Si selaku pembimbing yang telah membimbing dengan baik, mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membantu penulis menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
3. Prof. Christantius Dwiatmadja, S.E., ME., Ph. D. selaku dekan FEB UKSW, Ibu Apriani Dorkas Rambu Atahau, S.E., Mcom. selaku wakil dekan FEB UKSW, Bapak Usil Sis Sucahyo, S.E., M.B.A. selaku kaprogdi akuntansi dan seluruh dosen, pegawai dan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dimana penulis menuntut ilmu di FEB UKSW.
4. Ibu Elisabeth Penti Kurniawati, S.E., M.Ak. yang telah menjadi wali studi selama berkuliah di FEB UKSW.
5. Specially Chriscinthya Jolita dan yang selalu menemani dan mendukung pembuatan penelitian ini.
6. Para sahabat (Ardy Santoso, Epafras Budiawan, Danis Ayu, David Setiawan, Gilang PerkasaH, Lee Christabelle, Stevano Andreas, Venny
ix Arviana) dan teman-teman seangkatan, “EGOAL 2011” tidak bisa penulis sebutkan satu per satu atas segala dukungan dan semangat selama ini dari awal perkuliahan hingga selesainya skripsi ini.
7. Teman-teman HMP KSA periode 2013-2014 yang sudah memberikan masa-mas indah berorganisasi dan menjadi keluarga yang selalu mendukung penulis.
8. Sahabat Aku Rapopo (Adhy, Billy, Daniel, David, Tata, Yenita, Yuliana, Yoyo) terima kasih atas dukungan dari kalian di saat susah maupun senang.
9. Dan seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam membantu penulis, saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya.
Penulis tidak dapat membalas setiap bantuan maupun dukungan yang telah diberikan dengan sesuatu hal yang berharga, tetapi penulis hanya dapat membalas dengan doa dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya. Dengan segala kerendahan hati semoga kertas kerja ini berguna bagi semua pihak.
Salatiga, 7 Januari 2015
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... ii
PERNYATAAN PERSETUJUAN AKSES ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN ... v
MOTTO... vi
KATA PENGANTAR ... vii
UCAPAN TERIMA KASIH ... viii
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiii
ABSTRACT ... xv
SARIPATI ... xvi
PENDAHULUAN... 1
KAJIAN PUSTAKA ... 5
Kecerdasan Emosional dan Perilaku Belajar Dalam Proses Pembelajaran ... 5
Tingkat Pemahaman Akuntansi ... 6
Pengembangan Hipotesis ... 7
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi ... 7
Pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi ... 7
Jenis dan Sumber Data ... 8
Populasi dan Sampel ... 9
Teknik Pengumpulan Data ... 9
Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 11
Uji Asumsi Dasar ... 11
Teknik dan Langkah Analisis ... 11
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ... 13
Hasil Uji Asumsi Dasar ... 14
ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 15
Statistik Deskriptif ... 15
Uji Regresi Linear Berganda ... 16
xi
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi ... 19
Pengaruh Perilaku Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi ... 20
PENUTUP ... 21
Kesimpulan ... 21
Saran ... 21
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Jumlah Mahasiswa ... 4
Tabel 2 Definisi Operasional ... 10
Tabel 3 Hasil Pengujian Validitas ... 13
Tabel 4 Hasil Pengujian Reliabilitas ... 14
Tabel 5 Pengujian Multikolinearitas ... 15
Tabel 6 Deskripsi Variabel... 15
Tabel 7 Hasil dan Pengujian Regresi ... 16
Tabel 8 Hasil Uji F ... 18
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Kuesioner ... 27
Lampiran 2 Hasil Rekap Kuesioner ... 31
Lampiran 3 Hasil Output Validitas dan Reliabilitas ... 49
1
PENDAHULUAN
Lembaga pendidikan berlomba-lomba menghasilkan lulusan yang menguasai bidang akademik, tetapi juga mempunyai kemampuan yang bersifat teknik analasis dalam bidang humanistic skill dan professional skill sehingga mempunyai nilai tambah dalam bersaing di dunia kerja (Budhiyanto & Nugraha, 2004). Untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas maka perguruan tinggi harus terus meneingkatkan kualitas pendidikannya. Banyaknya mahasiswa yang terbiasa dengan pola belajar menghafal tetapi tidak memahami pelajaran, sehingga mahasiswa cenderung mudah lupa dengan apa yang sudah pernah dipelajari atau sulit memahami apa yang akan dipelajari (Rachmi, 2010) Karena akuntansi tidak sekedar menghitung penjumlahan atau pengurangan, akan tetapi akuntansi juga merupakan salah satu bidang studi yang menggunakan pelajaran yang membutuhkan logika.
Sundem (1993) mengkhawatirkan masih banyak program pendidikan yang berpusat pada kecerdasan intelektual saja. Kecerdasan intelektual diukur dari nilai rapor dan indeks prestasi. Dapat dikatakan apabila mempunyai nilai rapor yang baik, indeks prestasi yang baik dan seringnya menjadi juara kelas merupakan tolok ukur dari kesuksesan seseorang. Namun, tidak seratus persen bisa dikatakan benar. Adanya faktor lain seperti kecerdasan emosional yang dapat menyebabkan seseorang bisa dikatakan sukses.
Setiap prestasi mahasiswa dipengaruhi oleh kecerdasan emosional yang dimilikinya (Suwardjono, 2004). Dimana kecerdasan emosional ini mampu melatih kemampuan untuk mengelola persaannya, kemampuan untuk memotivasi dirinya, kesanggupan untuk tegar dalam sesaat, mengatur suasana hati yang reaktif, serta mampu berempati dan bekerja sama dengan orang lain. Kecerdasan ini yang mendukung seorang mahasiswa dalam mencapai tujuan dan cita-cita yang dimilikinya (Nugraha, 2013). Namun dalam lingkup pendidikan perguruan tinggi kecerdasan emosional menjadi sangat berperan karena mahasiswa sudah dianggap dewasa sehingga mampu berpikir dan bertindak
2 dengan lebih cerdas, lebih dewasa dan lebih dapat mengatur dirinya sendiri sehingga perkuliahan akan dapat mengatur dirinya sendiri sehingga perkuliahan akan dapat dipandang, sebagai sarana untuk menggali keilmuan dan berdikusi dengan seorang yang dianggap lebih mengerti, sehingga mahasiswa lebih mudah dalam memahami materi akuntantasi yang diberikan.
Goleman (2000) dalam Trisniwati dan Suryaningrum (2003:1073) menyatakan bahwa kemampuan akademik bawaan nilai rapor dan predikat kelulusan pendidikan tinggi tidak akan memprediksi seberapa baik kinerja seseorang sesudah bekerja atau seberapa tinggi sukses yang dicapainya dalam hidup. Sebaliknya seperangkat kecakapan khusus seperti empati, disiplin diri dan inisiatif mampu membedakan orang sukses dari mereka yang berprestasi biasa-biasa saja. Faktor ini dikenal sebagai kecerdasan emosional (EQ). Goleman berusaha mengubah pandangan tentang kecerdasan intelektual (IQ) yang menyatakan keberhasilan ditentukan oleh intelektualitas belaka. Peran kecerdasan intelktual (IQ) dalam dunia kerja ternyata hanya menempati posisi kedua setelah kecerdasan emosi dalam menentukan peraihan prestasi puncak. Goleman tidak mempertentangkan IQ (kecerdasan ekognisi) dan EQ (kecerdasan emosional), melainkan memperlihatkan adanya kecerdasan yang bersifat emosional, sehingga berusaha untuk menemukan keseimbangan cerdas antara emosi dan kognisi. Kecerdasan emosional menentukan seberapa baik seseorang menggunakan ketrampilan-ketrampilan yang dimilikinya, termasuk ketrampilan intelektual.
Hasil penelitian Daniel Goleman (1995 dan 1998) dan beberapa Riset di Amerika (dalam Yoseph, 2005) memperlihatkan bahwa kecerdasan intelektual hanya memberi kontribusi 20 persen terhadap kesuksesan hidup seseorang. Sisanya, 80 persen bergantung pada kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritualnya. Bahkan dalam hal kerja, kecerdasan intelektual hanya berkontribusi empat persen.
3 Selain kecerdasan emosional, perilaku belajar selama di perguruan tinggi juga memperngaruhi prestasi akademik seorang mahasiswa. Perilaku belajar mahasiswa erat kaitanya dengan penggunaan waktu yang baik untuk belajar maupun kegiaatan yang lain. Belajar yang efisien dapat dicapai apabila menggunakan strategi yang tepat, seperti adanya pengaturan waktu yang baik dalam mengikuti perkuliahan, belajar di rumah, berkelompok ataupun untuk menghadapi ujian. Perilaku belajar yang baik dapat terwujud apabila mahasiswa sadar akan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa (Hanifah dan Syukriy, 2001). Fenomena yang sering terjadi, mahasiswa sangat tergantung pada dosen yang memberikan materi perkuliahan. Mahasiswa biasanya hanya belajar sebatas apa yang mereka dapatkan dikelas saja, selebihnya sangat tergantung dari motivasi yang miliki dari dalam dirinya. Sehingga motivasi dan disiplin sangat dibutuhkan karena motivasi merupakan arah bagi pencapaian yang ingin diperoleh dan disiplin merupakan perasaan taat dan patuh pada nilai-nilai yang diyakini dan melakukan pekerjaan dengan tepat jika dirasa itu adalah sebuah tanggung jawab.
Perilaku belajar mahasiswa saat di perguruan tinggi mempengruhi tingkat pemahaman akuntansi. Melalui tingkat pemahaman akuntansi dapat mengatahui seberapa ilmu akuntansi yang sudah dimiliki seorang akuntan agar bisa melaksankan peran profesi akuntan di dunia bisnis. Tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa dinyatakan dengan seberapa mengerti seorang mahasiswa terhadap apa yang sudah dipelajari. Seorang mahasiswa dapat dikatan memahami akuntansi tidak hanya ditunjukkan dari nilai-nilai yang didapatkannya dalam mata kuliah tetapi mahasiswa mengerti dan dapat menguasai konsep-konsep yang terkait. Sehingga perguruan tinggi bertanggung jawab mengembangkan ketrampilan mahasiswanya untuk tidak hanya memiliki kemampuan lain yang diperlukan untuk berkarir di lingkungan yang selalu berubah dan ketat persaingannya (Nugraha, 2013).
Penelitian ini mereplikasi penelitian yang sudah dilakukan Winda Rossita Sari (2008) yang meneliti Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat
4 Pemahaman Akuntansi Pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Airlangga dan Stie Perbanas Surabaya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah terdapat perbedaan sampel dan penambahan variabel. Variabel independen yang ditambahkan dalam penelitian ini yaitu perilaku belajar. Sedangkan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan akuntansi pada Universitias Kriten Satya Wacana. Karena mahasiswa progdi akuntansi pada Universitas Kristen Satya Wacana memiliki rata-rata ipk sebesar 2,72 sedangkan progdi manajemen sebedar 2,51, dapat diartikan bahwa progdi akuntansi memiliki rata-rata ipk yang cukup tinggi sehingga memiliki lulusan yang berkualitas. Alasan pemilihan sampel karena Universitas Kristen Satya Wacana merupakan salah satu Universitas Kristen yang cukup berkembang, hal ini dapat dibuktikan dari jumlah mahasiswa yang kuliah di jurusan akuntansi mengalami peningkatan setiap tahunnya dapat dilihat tabel di bawah ini :
Tabel 1
Jumlah Mahasiswa
Tahun Jumlah Mahasiswa
2011 294
2012 282
Fenomena yang diangkat pada penelitian ini adalah pemahaman akuntansi. Penelitian tentang kecerdasan emosional dan perilaku belajar sangat penting karena mahasiswa terkadang merasa kesulitan untuk memahami akuntansi yang kemudian menjadi penghalang unutk naik ke tingkat berikutnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran akan tugas mahasiswa yaitu belajar dan juga pola belajar menghafal yang akan menyebabkan mahasiswa cepat lupa. Mahasiswa di perguruan tinggi dididik tidak hanya untuk mendapatkan prestasi akademis yang baik tetapi juga memiliki ketrampilan sosial dan mental yang kuat agar dapat menjadi akuntan profesional yang
5 mampu bersaing di dunia nyata. Seorang mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan memiliki dampak positif terhadap perilaku belajarnya, sehingga mahasiswa akan mampu menghadapi tekanan atau kesulitan yang dihadapi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kecerdasan emosional dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Selain itu penelitian ini juga berkontribusi bagi dunia pendidikan agar lebih mengembangkan sistem pendidikan yang ada dan bisa melatih ketrampilan mahasiswa terutama jurusan akuntansi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, serta bagi mahasiswa dapat mengubah pola perilaku belajar menjadi lebih baik.
KAJIAN PUSTAKA
Kecerdasan Emosional dan Perilaku Belajar Dalam Proses Pembelajaran Kecerdasan meliputi kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang merupakan ketrampilan kata dan angka yang menjadi fokus di pendidikan formal (sekolah) dan sesungguhnya mengarahkan seseorang untuk mencapai sukses dibidang akademis. Tetapi definisi keberhasilan hidup tidak hanya itu saja. Pandangan baru yang berkembang mengatakan bahwa ada kecerdasan lain di luar kecerdasan intelektual (IQ) seperti bakat, ketajaman sosial, hubungan sosial, kematangan emosi yang harus dikembangkan juga. Kecerdan yang dimaksud adalah kecerdasan emosional (EQ) (Melandy & Aziza, 2006).
Menurut Goleman (2003), kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan orang lain. Kemampuan ini saling berbeda dan melengkapi dengan kemampuan akademik murni, yaitu kognitif murni yang diukur dengan IQ. Kecerdasan emosional dapat dibagi menjadi lima bagian yaitu tiga komponen berupa kompetensi emosional (pengenalan diri, pengendalian diri
6 dan motivasi) dan dua komponen berupa (empati dan ketrampilan sosial). Sedangkan menurut (Cooper & Swaf, 2002), kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh yang manusiawi.
Dalam proses belajar diperlukan perilaku belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan dimana dengan perilaku belajar tersebut tujuan pendidikan dapat dicapai secara efektif dan efisien, sehingga prestasi akademik dapat ditingkatkan. Perilaku belajar sering juga disebut kebiasaan belajar yaitu merupakan proses belajar yang dilakukan individu secara berulang-ulang sehingga menjadi otomatis (Hanifah dan Syukriy, 2001).
Suwardjono (2004) menyatakan bahwa belajar di perguruan tinggi merupakan suatu pilihan strategik dalam mencapai tujuan individual seorang. Semangat, cara belajar, dan sikap mahasiswa terhadap belajar sangat dipengaruhi oleh kesadaran akan adaanya tujuan individual dan tujuan lembaga pendidikan yang jelas, Kuliah merupakan ajang untuk mengkonfirmasi pemahaman mahasiswa dalam proses belajar mandiri. Pengendalian proses belajar lebih penting daripada hasil atau nilai ujian. Jika proses belajar dijalankan dengan baik, nilai merupakan konsekuensi logis dari proses tersebut.
Tingkat Pemahaman Akuntansi
Suwadjono (2005:4) menyebutkan pengetahuan akuntansi dapat dipandang dari dua sisi pengertian yaitu sebagai pengetahuan profesi (keahlian yang dipraktekan di dunia nyata dan sekaligus sebagai suatu disiplin pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi. Akuntansi sebagai objek pengetahuan diperguruan tinggi, akademis memandang akuntansi sebadai dua bidang kajian yaitu bidang praktek dan teori.
Menurut Budianto dan Paskah (2004), tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa dinyatakan dengan seberapa mengerti seorang mahasiswa terhadap apa yang sudah dipelajari dan dalam konteks ini mengacu pada mata kuliah.
7 Tanda seorang mahasiswa memahami akuntansi tidak hanya ditunjukan dari nilai-nilai yang didapatkan dalam mata kuliah, namun apabila mahasiswa mengerti dan menguasai akuntansi dari apa yang sudah di perolehnya selama ini. Pendidikan akuntansi setidaknya harus dapat mempersiapkan peserta didik untuk memulai dan mengembangkan keanekaragaman karir professional dalam bidang akuntansi.
Pengembangan Hipotesis
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Kemampuan ini saling berbeda dan saling melengkapi dengan kemampuan akademik murni yang diukur dengan IQ (Goleman, 2003). Sehingga kecerdasan emosional yang baik dapat dilihat dari kemampuan mengenal diri sendiri, mengendalikan diri, memotivasi diri, berempati dan ketrampilan sosial. Mahasiswa yang memiliki ketrampilan emosi yang baik akan berhasil di dalam kehidupan dan memiliki ketrampilan emosi yang kurang baik, akan kurang memiliki motivasi untuk belajar, sehingga dapat merusak kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada tugas-tugas individu tersebut sebagai mahasiswa.
Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan olh Dwijayanti (2009), telah melakukan penelitian tentang Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual, Dan Kecerdasan Sosial Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Hasil pengujian menunjukan Kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Dari uraian diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H1 : Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi
8
Belajar merupakan sebuah proses yang dilakukan seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan sebagainya, untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang lebih baik secara keseluruhan akibat interaksinya dengan lingkungannya. Hanifah dan Syukriy (2001) mengatakan bahwa proses belajar diperlukan perilaku belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan, dimana dengan perilaku belajar tujuan pendidikan dapat dicapai secara efektik dan efisien, sehingga prestasi akademik dapat di tingkatkan. Oleh karena itu, dengan perilaku belajar yang baik akan mengarah pada pemahaman terhadap pelajaran maksimal. Sebaliknya, dampak dari perilaku belajar yang kelak akan mengarah pada pemahaman terhadap pelajaran yang kurang maksimal.
Dalam penelitian terdahulu oleh Sriwardany (2011), telah melakukan penelitian tentang pengaruh Perilaku Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Pada Mahasiswa Akuntansi STIE PERBANAS Surabaya. Hasil penelitiannya menunjukan perilaku belajar berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Dari uraian diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut :
H2 : Perilaku belajar berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi
METODE PENELITIAN
Jenis dan Sumber DataPada penelitian ini jenis data yang digunakan adalah jenis data subyek. Data subyek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subyek penelitian atau responden (Indriantoro & Supomo, 1999). Sedangkan, untuk sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu sumber data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan untuk memperoleh data diri responden dan penilaian kecerdasan emosional dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
9 Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana angkatan 2011 dan 2012. Jumlah pengamatan (ukuran sampel) paling sedikit harus empat atau lima kali jumlah variabel (Malhotra, 2004) sehingga sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Kriteria yang ada antara lain:
1. Mahasiswa S1 Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Akuntansi tingkat akhir angkatan 2011 dan 2012 yang telah menempuh 120 sks.
2. Telah menempuh mata kuliah Pengantar Akuntansi, Akuntansi Keuangan Menengah 1, Akuntansi Keuangan Menegah 2, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Teori Akuntansi, Sistem Informasi Akuntansi, Pengantar Audit, Pengauditan, Pajak. Mata Kuliah tersebut merupakan mata kuliah PBMt dan mata kuliah pendukung lainnya dalam jurusan akuntansi.
Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunkana metode survey. Metode survey merupakan metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis. Metode ini memerlukan adanya kontak hubungan antara peneliti dengan responden penelitian unutk memperoleh data yang diperlukan (Indriantoro & Supomo, 1999). Untuk mengumpulkan data, peneliti membagikan kuesioner kepada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis jurusan Akuntansi Universitas Kristen Satya Wacana.
10 Tabel 2
Definisi Operasinal
Variabel Definisi Indikator Empiris Sumber
Kecerdasan Emosional
Pengenalan diri Mengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat, dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri, memiliki tolok ukur yang realitis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat (Goleman. 2003).
Kesadaran emosi, penilaian diri secara teliti, percaya diri
Melandy dan Aziza (2006); Trisnawati dan Suryaningrum (2003)
Pengendalian diri
Menguasai diri sendiri sedemikian rupa sehingga berdampak positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati, dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya sasaran, dan mampu pulih kembali dari tekanan emosi (Goleman. 2003).
Kendali diri, sifat dapat dipercaya, kewaspadaan, adaptibilitas, inovasi.
Melandy dan Aziza (2006); Trisnawati dan Suryaningrum (2003)
Motivasi Menggunakan hasrat kita yang paling dalam untuk menggerakan dan menuntun kita menuju sasaran, membantu kita mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif dan untuk menghadapi kegagalan dan frustasi(Goleman. 2003).
Dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif, optimism
Melandy dan Aziza (2006);Trisnawati dan Suryaningrum (2003)
Empati Merasakan yang dirasakan orang lain, mampu memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang lain (Goleman,2003).
Memahami orang lain, mengatasi keragaman.
Melandy dan Aziza (2006); Trisnawati Suryaningrum (2003)
Ketrampilan sosial
Menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan ketrampilan-ketrampilan ini untuk memperngaruhi dan memimpin, bermusyawarah dan menyelesaikan perselisihan, dan untuk bekerja sama dan bekerja dalam tim (Goleman. 2003).
Komunikasi, kepemimpinan, manajemen konflik, kolaborasi dan kooperasi
Melandy dan Aziza (2006); Trisnawati dan Suryaningrum (2003)
Perilaku belajar Perilaku belajar sering juga disebut kebiasaan belajar, merupakan dimensi belajar yang dilakukan individu secara berulang-ulang sehingga menjadi otomatis dan spontan
Kebiasaan mengikuti pelajaran, kebiasaan membaca buku, kunjungan ke perpus, kebiasaan menghadapi ujian Marita et al, (2008) Tingkat pemahaman akuntansi
Tingkat kemampuan seseorang unutk mengenal dan mengerti tentang akuntansi
Rata-rata nilai mata kuliah yang berkaitan dengan akuntansi
11 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Menurut (Ghozali, 2005) uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Pertanyaan atau indikator dalam kuesioner ini valid apabila rhitung lebih besar dari rtabel maka pertanyaan atau indikator tersebut dikatan valid dan sebaliknya.
Ghozali (2005) mengatakan uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Dikatakan varibael ini reliabel apabila hasil pengujian Cronbach Alpha (α) > 0.60 (Nurmally, dalam Ghozali 2005).
Uji Asumsi Dasar
- Uji Normalitas digunakan untuk menguji kenormalan distribusi data (Ghozali, 2007). Teknik uji normalitas data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Kolmogrov Smirnov.
- Uji Multikonieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan ada korelasi antar variabel bebas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolineritas di dalam model regresi dengan melihat Variance
Inflation Faktor (VIF) (Ghozali, 2005).
- Uji heteroskedastisitas ini digunakan untuk melihat apakah variabel pengganggu mempunyai varian yang sama atau tidak (Ghozali, 2007).
Teknik dan Langkah Analisis
Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program computer yaitu SPSS (software Statistics Product for the Social Sience). Ada beberapa teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
a. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah untuk dipahami dan mudah untuk diinterprestasikan. Statistik deskriptif umumnya digunakan oleh peneliti unutk memberikan informasi mengenai karakteristik variabel penelitian yang utama.
12 Ukuran yang digunakan dalam statistik deskriptif antara lain frekuensi, tendensi sentral (rata-rata, median, modus), disperse (deviasi standar dan varian) dan koefisien korelasi antar variabel penelitian ini (Indriantoro & Supomo, 1999).
b. Uji Regresi Linear Berganda
Teknik analisi yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Model persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
Y= a + b1X1 + b2X2 + e Dimana :
Y : Tingkat pemahaman akuntansi
a : Konstanta
b1,2 :Koefisien regresi
X1 : Kecerdasan Emosional
X2 : Perilaku Belajar
e : Standar eror (faktor penganggu di luar model) c. Uji Hipotesis
- Uji signifikansi pengaruh parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel bebas benar-benar berpengaruh terhadap variabel terikat secara terpisah atau parsial. Dasar pengambilan keputusan adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi. Jika angka probabilitas signifikansi lebih besar dari 0,05 maka HO diterima (tidak ada pengaruh yang signifikan) dan jika angka probabilitas signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka HO ditolak (ada pengaruh yang signifikan).
13 - Uji Ketetpan Model ( Uji F)
Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh variabel variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006).
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adala 100 responden sehingga r tabel yang digunakan sebesar 0,1654 (signifikansi 5%). Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa semua pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel menunjukan nilai corrected item total correlation yang berada diatas nilai r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua pertanyaan yang ada dikatakan valid. (Lampiran 2).
Tabel 3
Hasil Pengujian Validitas
Variabel R R tabel Keterangan
Kecerdasan Emosional (X1)
Pengenalan Diri 0,850 0,1654 Valid
Pengendalian Diri 0,896 0,1654 Valid
Motivasi 0,863 0,1654 Valid
Empati 0,930 0,1654 Valid
Ketrampilan Sosial 0,788 0,1654 Valid
Perilaku Belajar (X2) X2.1 0,539 0,1654 Valid X2.2 0,471 0,1654 Valid X2.3 0,573 0,1654 Valid X2.4 0,527 0,1654 Valid X2.5 0,636 0,1654 Valid X2.6 0,544 0,1654 Valid X2.7 0,451 0,1654 Valid X2.8 0,475 0,1654 Valid X2.9 0,616 0,1654 Valid X2.10 0,558 0,1654 Valid
14 b. Uji Reliabilitas
Dalam uji reliabilitas suatu variabel dikatan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha (a) > 0,6 (Nunnaly dalam Ghozali, 2005). Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel yang diringkas pada tabel 4.2 di bawah ini.
Tabel 4
Hasil Pengujian Reliabilitas
Variabel Alpha Batasan Keterangan
Kecerdasan Emosional 0,947 0,6 Reliabel
Perilaku Belajar 0,841 0,6 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah (2015)
Berdasarkan hasil uji reliabilitas dalam tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai Alpha pada masing-masing variabel memiliki nilai diatas 0,6 sehingga dapat disimpulkan semua butir pertanyaan dalam variabel penelitian ini adalah handal. Sehingga setiap butir pertanyaan dalam setiap variabel penelitian dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. (Lampiran 2).
Hasil Uji Asumsi Dasar a. Uji Normalitas
Berdasarkan output yang dihasilkan, nilai Asymp.Sig. (2-tailed) Kolmogorov Smirnov adalah 0,859. Karena hasil nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data yang ada berdistribusi normal. (Lampiran 3).
b. Uji Multikolinearitas
Berdasarkan output yang dihasilkan nilai VIF haris berasa dibawah 10. Dapat dilihat dari tabel dibawah ini. Dari tabel tersebut diperoleh bahwa semua variabel bebas memiliki nilai VIF yang rendah dan jauh dibawah 10.
15 Sehingga dapat dikatakan dalam model ini tidak ada masalah multikolinieritas. Tabel 5 Pengujian Multikolinearitas Variabel VIF Kecerdasan Emosional 0,435 Perilaku Belajar 0,136
Sumber : Data primer yang diolah (2015)
c. Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan output yang dihasilkan, nilai signifikansi variabel independen adalah 0,30. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat dikatakan tidak terjadi masalah hesteroskedastisitas pada model regresi. (Lampiran 3)
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Statistik Deskriptif Tabel 6 Deskripsi Variabel Variabel Kisaran Teoritis Median Teoritis Rata-rata Kecerdasan Emosional 1-5 3 3,61 Perilaku Belajar 1-5 3 3,49Tingkat Pemahaman Akuntansi 1-5 3 4
Sumber : Data primer yang diolah (2015)
Skor minimal = 1
16 Rentang skala = 5 – 1 = 2
2
Kategori skor diperoleh sebagai berikut :
1-3 = Rendah
3-5 = Tinggi
Berdasarkan kategori skor yang ada maka kecerdasan emosional, perilaku belajar dan tingkat pemahaman akuntansi termasuk dalam kategori tinggi.
Uji Regresi Linear Berganda
Hasil dari perhitungan regresi diperoleh sebagai berikut:
Tabel 7
Hasil dan pengujian regresi
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1
(Constant) 1.615 3.626 .445 .657
Kecerdasan Emosional .333 .047 .579 7.090 .000 .622 1.608 Perilaku Belajar .404 .123 .268 3.277 .001 .622 1.608 a. Dependent Variable: Tingkat Pemahaman Akuntansi
Model tersebut dapat dituliskan dalam persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
17 Hasil persamaan regresi menunjukan bahwa variabel-variabel independen kecerdasan emosional dan perilaku belajar memiliki pengaruh positif terhadap variabel dependen tingkat pemahaman akuntansi. Arah koefisien yang bertanda positif mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional dan perilaku belajar mahasiswa yang lebih baik akan dapat memberikan peningkatan terhadap tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa.
Uji Hipotesis a. Uji T
Dapat dilihat dari Tabel 7, maka pengujian hipotesis secara parsial untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah :
1. Pengujian pengaruh variabel kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi secara parsial diperoleh nilai koefisien 0,333 dengan nilai uji t statistik sebesar 7,090 dengan signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan nilai signifikansi t tersebut dapat disimpulkan nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hal ini menyimpulkan bahwa pada taraf 5%, kecerdasan emosional mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
2. Pengujian pengaruh variabel pengaruh perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi secara parsial diperoleh nilai koefisien 0,404 dengan nilai uji t statistik sebesar 3,277 dengan signifikansi sebesar 0,001. Berdasarkan nilai signifikansi t tersebut dapat disimpulkan nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hal ini menyimpulkan bahwa pada taraf 5%, perilaku belajar mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
b. Uji F
Hasil pengujian simultan model regresi dapat dilihat juga pada tabel 8 di bawah ini :
18 Tabel 8
Hasil Uji F
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1
Regression 6523.035 2 3261.518 72.017 .000b Residual 4392.965 97 45.288
Total 10916.000 99
a. Dependent Variable: Tingkat Pemahaman Akuntansi
b. Predictors: (Constant), Perilaku Belajar, Kecerdasan Emosional
Pengujian pengaruh secara simultan dari predictors kecerdasan emosional dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi menunjukan nilai pengujian F statistic sebesar 72,017 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hasil ini menyimpulkan bahwa nilai signifikansi F lebih kecil dari 0,05 maka dapat diartikan bahwa pengujian simultan dari variabel kecerdasan emosional dan perilaku belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
c. Koefisien Determinasi Berganda (R2) Tabel 9
Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .773a .598 .589 6.72966 a. Predictors: (Constant), Perilaku Belajar, Kecerdasan Emosional b. Dependent Variable: Tingkat Pemahaman Akuntansi
19 Tabel diatas menunjukan baik atau tidaknya model regresi yang
digunakan, dimana semakin besar nilai Adjusted R square maka semakin baik model regresinya. Model penelitian ini dapat dikatan baik, hal ini dapat dilihat melalui Adjusted R Suare yang menunjukan angka sebesar 0,589. Dimana variabel kecerdasan emosional dan perilaku belajar mampu menjelaskan 58,9 persen tingkat pemahaman akuntansi.
Pembahasan
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada mahasiswa. Hasil uji hipotesis secara parsial maupun secara simultan memiliki tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat membuktikan bahwa kecerdasan emosional memliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pemahaman akuantansi.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Dwijayanti (2009), yang menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhdap tingkat pemahaman akuntansi pada mahasiswa Akuntansi pada beberapa Univeristas di Wilayah Jakarta Selatan. Di dalam penelitian Dwijayanti (2009), nilai signifikansi untuk variabel kecerdasan emosional sebesar 0,000.
Bagi mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional yang baik, ketrampilan sosial yang dimilikinya bias menjadi sumber untuk menyerap banyak informasi termasuk mengenai bidang akuntansi yang dipelajarinya. Kemampuan mengendalikan diri dan mental yang baik dalam bergaul memudahkan dalam berhubungan dengan orang-orang yang biasa menjadi sumber informasi. Hal ini menjadikan mahasiswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi bias memahami akuntansi dari banyak sumber. Pemahaman akuntansi pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana yang dipengaruhi oleh kecerdasan emosional ini juga menunjukan bahwa ilmu akuntansi tidak
20 selalu didapatkan dari bangku kuliah saja. Materi dalam program kuliah akuntansi tidak selalu mencakup keseluruhan aspek dalam ilmu akuntansi, sehingga ketrampilan sosial, motivasi dan hubungan dengan orang lain juga memberikan pengaruh.
Pengaruh Perilaku Belajar terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Dari hasil penelitian analisis data dapat diketahui bahwa perilaku belajar berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada mahasiswa. Hasil uji hipotessis secara parsial sebesar 0,001 dan secara simultan sebesar 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat membuktikan bahwa perilaku belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Sriwardany (2011), telah melakukan penelitian tentang pengaruh perilaku belajar terhdap tingkat pemahaman akuntansi pada mahasiswa jurusan akuntansi fakultas ekonomi UMN Al Washliyah. Hasil penelitianya menunjukan perilaku belajar berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Hanifah dan Syukriy (2001) menjelaskan bahwa hasil belajar dapat dihubungkan dengan terjadinya suatu perubahan, kecakapan atau kepandaian seseorang dalam proses pertumbuhan tahap demi tahap sehingga akan berdampak pada perkuliahan. Perilaku belajar yang baik dan teratur akan mengasah kemampuan berpikir seseorang dan meningkatkan penguasaan terhadap bidang yang dipelajari. Akuntansi sebagai bidang ilmu yang membutuhkan penalaran, penghafalan, dan perhitungan tentu membutuhkan latihan untuk menguasainnya dengan baik. Oleh karena itu tingkat pemahaman akuntansi lebih baik jika perilaku belajarnya mendukung. Jika mahasiswa dapat memahami dengan baik dan memiliki perilaku belajar yang baik akan berdampak nyata terhadap prestasi akademisnya. Prestasi akademik mahasiswa
21 merupakan hasil interaksi baik dari dalam diri mahasiswa maupun dari luar diri mahasiswa.
PENUTUP
KesimpulanBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial kecerdasan emosional dan perilaku belajar berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Peningkatan kecerdasan emosional dan perilaku belajar mahasiswa akan dapat meningkatkan tingkat pemahaman akuntansi. Sehingga dengan tingkat kecerdasan emosional yang dimiliki setiap mahasiswa dapat membuat dirinya mudah untuk menyerap informasi mengenai akuntansi dengan caranya sendiri. Mahasiswa tentunya memiliki perilaku belajar dengan gayanya sendiri. Semakin baik dan teratur perilaku belajar mahasiswa akan mengasah kemampuan berpikir mahasiswa dan meningkatkan penguasaan terhadap bidang yang sedang dipelajari. Akuntansi sebagai bidang ilmu yang membutuhkan penalaran, penghafalan, perhitungan membutuhkan latihan yang lebih untuk menguasainya dengan baik. Oleh karena itu tingkat pemahaman mahasiswa jauh lebih baik apabila perilaku belajar yang dimilikinya mendukung.
Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1. Pentingnya untuk membuka satu bentuk kepercayaan kepada mahasiswa dalam rangka memberikan motivasi akan pentingnya pembelajaran suatu materi kuliah, karena melalui proses belajar yang efektif, prestasi akademik yang tinggi akan lebih mampu diperoleh.
2. Mengadakan pelatihan atau workshop untuk mahasiswa yang diadakan satu tahun sekali untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan yang juga menekankan pada kecerdasan emosional bagi mahasiswa.
22 3. Pengukuran nilai mata kuliah untuk penelitian selanjutnya bisa menggunakan
pertanyaan mengenai mata kuliah akuntansi.
Daftar Pustaka
Budhiyanto, J. S., & Nugraha, P. I. 2004. Pengaruh Kecerdasan Emosional
terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Vol. X No. 2, 260.
Cooper, R. K., & Swaf, A. 2002. Executive EQ: Kecerdasan Emosi dalam dan
Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Dwijayanti, A. P. 2009. Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan
INtelektual, Kecerdasan Spiritual, Dan Kecerdasan Sosial Terhadap Pemahaman Akuntansi. Skripsi Fakultas Ekonomi, Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran”: Jakarta.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS
Edisi Pertama. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. BP- Universitas Diponegoro, Semarang.
Goleman, Daniel. 2003. Kecenderungan Emosi Untuk Mencpai Puncak Prestasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hanifah dan Syukriy, Abdullah. 2001. Pengaruh Perilaku Belajar terhadap
Prestasi Akademik Mahasiswa Akuntansi. Media Riset Akuntansi,
Auditing dan Informasi Volume 1, No.3, 67.
Indriantoro, N., & Supomo, B. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis untuk
23 Malhotra, N.K. (2004). Marketing Research: An Applied Orientation. New
Jersey: Pearson Education Inc.
Marita, Suryaningrum, S dan Naafi, hening S. 2008. Kajian Empiris Atas
Perilaku Belajar Dan Kecerdasan Emosional Dalam Memperngaruhi Stres Kuliah Mahasiswa Akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi XI:
Pontianak.
Melandy, R., & Aziza, N. 2006. Pengaruh Keccerdasan Emosional terhadap
Tingkat Pemahaman Akuntansi, Kepercayaan Diri sebagai Variabel Pemoderasi. Simposium Nasional Akuntansi IX Padang.
Nugraha, A. P. 2013. Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Perlaku Belajar
terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Jember). Skripsi.
Rachmi, F. 2010. Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual Dan
Perilaku Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta). Skripsi.
Sari, W. R. 2008. Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat
Pemahaman Akuntansi pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Airlangga dan STIE Perbanas Surabaya. rangkuman skripsi.
Sundem, Gary. L. 1993. Introduction to Management Accounting, 9th Edition. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, New Jersey.
Suwardjono. 2004. perilaku belajar di perguruan tinggi. Retrieved from suwardjono.com/upload.perilaku-belajar-di-perguruan-tinggi
Suwardjono. 2005. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan edisi
24 Riwardany, 2011. Pengaruh Perilaku Belajar Mahasiswa Terhadap Tingkat
Pemahaman Akuntansi. Medan: Jurnal Universitas Muslim Nusantara
al-washiyah Medan.
Trisnawati, Eka Indah. & Suryaningrum, Sri. 2003, Pengaruh Kecerdasan
Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. SNA VI.
Surabaya.
Yosep, Iyus. 2005. Pentingnya ESQ (Emosional & Spiritual quotion) Bagi
Perawat Dalam Manajemen Konflik. Disampaikan pada Cerdas, Kreatif,
Berwawasan Dan Mandiri (Cerebri) Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad: Bandung.
25
26
Lampiran 1
Kuesioner ini dibagikan untuk tujuan penelitian . Tidak ada jawaban benar maupun salah dalam pengisian kuesioner ini. Saya berharap anda menjawab dengan leluasa, sesuai apa yang anda rasakan, lakukan dan alami. Sehingga saya berharap jawaban yang Anda berikan merupakan jawaban yang sejujurnya. Jawaban jujur yang Anda berikan sangat akan membantu proses penelitian yang sedang dilakukan. Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya dalam kesediaan anda mengisi kuesioner ini.
IDENTITAS RESPONDEN
NIM :
Jumlah SKS :
IPK :
Petunjuk pengisian
- Tanda silang (x) pada kolom di masing-masing pernyataan di bawah iniyang menurut anda sesuai dengan yang anda rasakan.
- Keterangan pengisian kuesioner STS : Sangat tidak setuju TS : Tidak setuju RR : Ragu- ragu S : Setuju SS : Sangat Setuju KECERDASAN EMOSIONAL Pengenalan Diri No Pernyataan STS TS RR S SS
1. Saya tahu betul kemampuan (kelemahan dan kelebihan) saya
27 2. Saya sering merasa mampu melakukan sesuatu
3. Saya akan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya, meskipun saya tidak menyukai
Pengendalian Diri
No. Pernyataan STS TS RR S SS
1. Saya mampu mengendalikan emosi dengan baik
2. Saya menyelesaikan pekerjaan yang direncanakan dengan tidak mengulur waktu 3. Saya pulih dengan cepat sesudah merasa
kecewa
4. Saya memikirkan apa yang saya inginkan sebelum bertindak
5. Saya tidak merasa cepat bosan dan jenuh dalam belajar akuntansi
Motivasi Diri
No. Pernyataan STS TS RR S SS
1. Saya suka tertarik pada mata kuliah akuntansi yang menuntut saya memberi gagasan baru 2. Bila saya memenuhi hambatan dalam
mencapai suatu tujuan, saya akan beralih pada tujuan lain
3. Saya tidak mudah menyerah pada saat menjalankan tugas yang sulit
4. Saya sering melakukan intropeksi untuk menemukan kembali hal-hal yang penting dalam hidup saya
5. Saya akan mencoba lagi jika pernah gagal pada mata kuliah yang sama
Empati
No. Pernyataan STS TS RR S SS
1. Saya menyukai banyak teman dekat dengan latar belakang yang berbeda
28 2. Mudah bagi saya untuk memahami sudut
pandang orang lain
3. Saya merasa mudah berbicara dengan orang lain yang tidak saya kenal
4. Dalam suatu pertemuan, apa yang saya sampaikan biasanya menarik perhatian orang lain
5. Saya bisa menempatkan diri pada posisi orang lain
Ketrampilan Sosial
No. Pernyataan STS TS RR S SS
1. Saya dapat menerima kritik dengan pikiran terbuka dan menerimanya bila hal itu dapat dibenarkan
2. Saya merasa dapat mengembangkan topic pembicaraan dengan orang lain
3. Pada waktu berbicara dalam suatu diskusi, saya percaya diri walaupun banyak orang lain yang memperhatikan
4. Saya mampu mengorganisasi dan memotivasi suatu kelompok
Perilaku Belajar
No. Pernyataan STS TS RR S SS
1. Anda selalu memilih duduk di barisan depan saat belajar di dalam kelas
2. Sebelum suatu perkuliahan di mulai, minimal anda sudah membaca materi tersebut secara sekilas di rumah
3. Anda selalu masuk kuliah
4. Anda sering menanyakan hal-hal yang tidak anda mengerti kepada dosen setelah dosen selesai menerangkan
5. Anda selalu membawa buku paket, modul/ buku panduan lainnya yang akan dibahas pada suatu perkuliahan atas kesadaran sendiri 6. Selalu mencatat penjelasan-penjelasan dari
dosen saat di dalam kelas
7. Selalu berusaha mengerjakan sendiri latihan-latihan yang diberikan dosen pada saat di
29 dalam kelas
8. Ketika teman anda sedang presentasi, anda sering mengajukan pertanyaan
9. Anda selalu sudah menguasai materi sebelum anda presentasi
10. Pada saat anda/kelompok anda presentasi, anda aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman anda
Pemahaman Akuntansi
No. Mata kuliah A AB –
B BC – C CD – D E 1. Pengantar Akuntansi 2. Akuntansi Keuangan Menengah 1 3. Akuntansi Keuangan Menengah 2
4. Akuntansi Keuangan Lanjutan 5. Akuntansi Biaya
6. Akuntansi Manajemen 7. Teori Akuntansi
8. Sistem Informasi Akuntansi 9. Pengantar Pengauditan 10. Pengauditan
30
Lampiran 2
Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM PENGENALAN DIRI (X11) PENGENDALIAN DIRI (X12) X1.1 X1.2 X1.3 X11 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X12 1 232011222 4 5 3 12 3 5 4 4 3 19 2 232011099 5 3 3 11 2 4 4 4 3 17 3 232011071 5 5 4 14 4 4 5 4 5 22 4 232011019 1 2 1 4 2 2 2 1 2 9 5 232011067 3 4 5 12 4 4 5 4 5 22 6 232011160 4 5 4 13 3 4 5 5 4 21 7 232011066 3 4 4 11 1 4 4 4 3 16 8 232011123 4 5 5 14 4 4 5 5 3 21 9 232011154 4 4 4 12 4 4 5 5 4 22 10 232011060 5 5 5 15 4 4 4 5 3 20 11 232011029 4 5 4 13 4 5 4 4 4 21 12 232011225 3 4 4 11 4 5 4 5 4 22 13 232011213 1 2 2 5 2 2 1 2 2 9 14 232011038 4 4 4 12 3 4 4 4 4 19 15 232011139 5 4 5 14 3 4 5 4 5 21 16 232011216 5 5 5 15 3 4 4 5 5 21 17 232011121 2 1 1 4 2 2 2 3 3 12 18 232012177 3 3 4 10 3 4 4 5 5 21 19 232012215 4 4 4 12 5 4 3 5 3 20 20 232012175 2 2 3 7 3 2 2 2 2 11 21 232012205 4 4 4 12 4 4 5 4 5 22 22 232011181 5 5 5 15 4 4 3 3 4 18 23 232011148 4 4 4 12 4 4 4 4 4 20 24 232011184 3 4 4 11 3 4 4 5 5 21 25 232011137 3 2 2 7 1 2 2 2 3 10 26 232011182 4 4 5 13 3 4 4 4 5 20 27 232011147 4 5 4 13 4 4 4 4 3 19 28 232011016 4 4 4 12 4 4 5 4 5 22 29 232012193 5 5 5 15 4 5 4 5 3 21 30 232011173 2 2 2 6 1 2 2 2 2 9 31 232011208 5 5 5 15 4 4 4 4 4 20 32 232011006 5 5 4 14 3 4 5 4 4 20 33 232011223 4 4 5 13 4 4 5 3 4 20 34 232011050 4 5 5 14 4 5 4 4 4 21
31
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM PENGENALAN DIRI (X11) PENGENDALIAN DIRI (X12) X1.1 X1.2 X1.3 X11 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X12 35 232011107 5 3 5 13 4 4 4 5 3 20 36 232011284 5 5 3 13 4 3 5 5 3 20 37 232011063 4 4 5 13 3 4 5 4 4 20 38 232012183 3 4 5 12 3 3 5 3 3 17 39 232012164 4 5 4 13 3 4 5 4 4 20 40 232012049 3 4 4 11 4 4 4 3 4 19 41 232011115 4 4 4 12 4 5 5 4 4 22 42 232011170 4 4 4 12 3 4 5 4 5 21 43 232011034 4 4 4 12 3 4 5 5 5 22 44 232011053 4 4 4 12 3 4 5 4 4 20 45 232011025 5 4 4 13 4 4 4 3 4 19 46 232011015 5 4 4 13 3 4 4 4 5 20 47 232012128 2 2 1 5 2 2 2 1 2 9 48 232011051 5 4 4 13 2 4 5 5 4 20 49 232011108 3 4 4 11 2 3 3 3 3 14 50 232012172 1 2 2 5 1 2 2 1 2 8 51 232012243 4 5 4 13 4 5 5 4 4 22 52 232012248 4 4 4 12 3 4 5 4 4 20 53 232012254 5 5 5 15 4 4 5 4 4 21 54 232012006 5 5 5 15 4 4 5 5 3 21 55 232012070 5 3 5 13 4 4 5 4 4 21 56 232012066 5 5 5 15 3 4 5 4 4 20 57 232012195 4 3 3 10 2 4 3 4 4 17 58 232012170 4 5 4 13 4 4 4 4 4 20 59 232012088 2 2 3 7 2 2 1 2 2 9 60 232012180 5 5 3 13 4 3 3 4 3 17 61 232011205 3 4 2 9 5 3 4 4 2 18 62 232011013 4 4 2 10 3 4 3 4 3 17 63 232012259 3 3 2 8 4 2 4 4 4 18 64 232011055 4 3 2 9 3 3 2 5 3 16 65 232011267 1 2 1 4 2 3 2 2 3 12 66 232011193 4 2 2 8 5 4 3 4 2 18 67 232011169 3 4 1 8 3 4 1 5 2 15 68 232012276 4 4 4 12 3 3 3 4 5 18
32
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM PENGENALAN DIRI (X11) PENGENDALIAN DIRI (X12) X1.1 X1.2 X1.3 X11 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X12 69 232011189 4 2 3 9 4 4 3 3 4 18 70 232011021 3 4 3 10 4 4 3 4 3 18 71 232012053 4 3 1 8 4 3 2 5 4 18 72 232011227 1 2 1 4 1 1 1 1 1 5 73 232011188 5 5 1 11 5 2 2 5 5 19 74 232011017 5 4 1 10 5 5 1 5 1 17 75 232011002 5 5 1 11 5 2 2 5 5 19 76 232012125 4 3 4 11 3 3 4 5 4 19 77 232011100 4 3 4 11 3 4 5 4 3 19 78 232012136 4 4 5 13 5 4 4 4 4 21 79 232011177 5 4 1 10 2 2 1 2 1 8 80 232011047 2 2 1 5 3 2 2 3 3 13 81 232012239 1 2 1 4 3 3 1 2 1 10 82 232011136 5 5 1 11 5 2 2 5 5 19 83 232011024 1 1 1 3 1 1 2 2 1 7 84 232011018 5 5 4 14 5 4 3 5 5 22 85 232011031 5 4 1 10 5 5 1 5 1 17 86 232011285 5 1 1 7 1 1 5 5 1 13 87 232012209 4 3 1 8 3 2 5 4 3 17 88 232012261 1 2 1 4 1 2 2 2 2 9 89 232012091 4 2 1 7 3 4 4 4 5 20 90 232012035 5 5 1 11 5 2 2 5 5 19 91 232011020 5 4 1 10 5 5 1 5 1 17 92 232011032 5 1 1 7 1 1 5 5 1 13 93 232011005 4 4 4 12 4 4 3 5 4 20 94 232012007 5 5 4 14 5 4 4 5 5 23 95 232012008 5 4 3 12 5 5 4 5 4 23 96 232011150 4 4 2 10 4 4 1 5 4 18 97 232012099 5 5 4 14 5 3 4 5 5 22 98 232012056 4 4 2 10 4 4 1 5 4 18 99 232012241 4 3 1 8 3 2 5 4 3 17 100 232012179 5 4 4 13 5 5 4 5 3 22
33
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM MOTIVASI (X13) EMPATI (X14)
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X13 X4.1 X4.2 X4.3 X4.4 X4.5 X14 1 232011222 4 4 3 4 4 19 5 4 4 4 4 21 2 232011099 5 3 4 4 4 20 4 4 4 5 4 21 3 232011071 4 4 4 4 4 20 5 4 4 4 4 21 4 232011019 2 1 1 2 2 8 2 2 2 1 2 9 5 232011067 4 4 3 5 4 20 4 5 4 4 4 21 6 232011160 4 3 5 4 4 20 4 5 4 5 4 22 7 232011066 2 4 5 4 3 18 4 4 5 5 5 23 8 232011123 4 3 4 5 4 20 5 5 4 4 4 22 9 232011154 4 4 5 5 4 22 4 5 5 5 4 23 10 232011060 4 5 4 5 4 22 4 5 4 4 4 21 11 232011029 3 3 4 5 4 19 5 5 3 5 4 22 12 232011225 4 4 3 3 3 17 3 5 3 5 4 20 13 232011213 2 1 2 1 1 7 2 1 2 1 2 8 14 232011038 3 4 4 4 4 19 5 4 5 5 4 23 15 232011139 5 4 4 4 4 21 4 4 5 4 5 22 16 232011216 3 5 5 4 4 21 5 4 4 4 4 21 17 232011121 2 2 1 2 2 9 2 2 1 2 2 9 18 232012177 4 3 4 3 5 19 3 3 4 5 4 19 19 232012215 5 4 4 4 4 21 4 4 5 5 5 23 20 232012175 2 1 2 1 2 8 2 2 2 1 2 9 21 232012205 3 4 5 4 5 21 4 4 4 4 3 19 22 232011181 4 3 3 3 4 17 5 4 4 5 5 23 23 232011148 4 4 4 4 4 20 5 5 4 4 4 22 24 232011184 4 5 4 4 5 22 5 5 5 4 4 23 25 232011137 2 2 1 3 1 9 2 2 2 2 2 10 26 232011182 4 5 4 4 4 21 5 5 4 4 3 21 27 232011147 4 3 4 5 4 20 4 4 4 4 4 20 28 232011016 4 4 5 5 5 23 4 5 4 5 5 23 29 232012193 3 5 5 5 4 22 4 5 5 4 4 22 30 232011173 2 2 2 2 4 12 3 2 1 1 1 8 31 232011208 4 3 3 5 4 19 4 3 4 5 4 20 32 232011006 4 3 5 5 4 21 5 4 4 4 4 21 33 232011223 4 5 4 5 4 22 5 5 4 5 4 23 34 232011050 4 5 5 5 4 23 5 4 4 4 5 22
34
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM MOTIVASI (X13) EMPATI (X14)
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X13 X4.1 X4.2 X4.3 X4.4 X4.5 X14 35 232011107 5 3 3 4 4 19 3 4 4 5 4 20 36 232011284 5 4 4 4 4 21 5 4 4 4 4 21 37 232011063 3 3 4 5 4 19 5 5 4 5 4 23 38 232012183 3 4 4 5 4 20 3 5 3 4 4 19 39 232012164 3 5 4 4 4 20 4 5 4 5 4 22 40 232012049 4 5 4 3 3 19 5 4 5 5 5 24 41 232011115 4 4 4 5 3 20 5 3 3 4 3 18 42 232011170 4 5 4 4 4 21 4 5 5 5 4 23 43 232011034 4 3 3 3 4 17 3 5 4 4 4 20 44 232011053 3 3 4 5 5 20 5 4 4 4 5 22 45 232011025 5 4 4 4 5 22 5 4 5 5 4 23 46 232011015 4 4 5 4 3 20 4 3 4 3 4 18 47 232012128 2 1 2 2 3 10 3 1 2 3 2 11 48 232011051 4 5 3 4 5 21 5 5 5 4 4 23 49 232011108 3 3 4 3 4 17 4 4 4 4 5 21 50 232012172 2 2 1 3 2 10 2 3 2 1 1 9 51 232012243 5 3 4 3 5 20 4 4 4 3 3 18 52 232012248 4 5 4 4 5 22 4 5 4 5 4 22 53 232012254 5 4 4 5 4 22 5 4 5 5 4 23 54 232012006 5 3 4 5 5 22 5 4 4 4 4 21 55 232012070 4 3 3 4 5 19 5 4 4 5 5 23 56 232012066 5 5 4 4 5 23 5 4 4 5 5 23 57 232012195 4 5 3 5 5 22 5 4 4 5 4 22 58 232012170 3 3 3 4 4 17 5 4 4 3 4 20 59 232012088 2 2 1 2 2 9 2 1 1 1 2 7 60 232012180 4 4 5 5 4 22 4 3 4 5 5 21 61 232011205 4 2 5 4 4 19 5 4 4 3 4 20 62 232011013 3 2 4 4 4 17 4 4 4 4 2 18 63 232012259 4 4 4 4 2 18 4 3 4 3 3 17 64 232011055 5 4 3 4 1 17 5 4 2 4 4 19 65 232011267 2 2 2 2 2 10 2 3 3 2 2 12 66 232011193 4 4 2 4 2 16 5 2 4 4 4 19 67 232011169 4 4 3 4 4 19 5 4 3 3 5 20 68 232012276 5 3 3 4 4 19 5 4 4 2 4 19
35
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM MOTIVASI (X13) EMPATI (X14)
X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X13 X4.1 X4.2 X4.3 X4.4 X4.5 X14 69 232011189 4 5 3 4 3 19 4 2 1 4 5 16 70 232011021 4 4 3 4 4 19 5 4 5 3 4 21 71 232012053 4 4 4 4 4 20 5 2 2 3 4 16 72 232011227 2 2 2 2 2 10 2 1 1 2 1 7 73 232011188 4 1 5 5 3 18 4 5 2 2 5 18 74 232011017 4 2 5 5 5 21 5 1 1 5 5 17 75 232011002 4 1 5 5 3 18 4 5 2 2 5 18 76 232012125 3 4 3 4 4 18 4 4 3 4 4 19 77 232011100 4 4 4 4 5 21 4 4 5 3 4 20 78 232012136 5 4 3 4 4 20 5 4 3 4 4 20 79 232011177 2 2 2 2 2 10 2 1 1 2 2 8 80 232011047 1 1 2 3 3 10 1 2 2 2 2 9 81 232012239 2 2 2 2 2 10 2 1 1 2 2 8 82 232011136 4 1 5 5 3 18 4 5 2 2 5 18 83 232011024 2 2 2 2 2 10 2 2 2 2 3 11 84 232011018 4 4 5 5 3 21 4 5 3 4 5 21 85 232011031 4 2 5 5 5 21 5 1 1 5 5 17 86 232011285 5 5 4 4 5 23 4 2 2 2 4 14 87 232012209 4 4 4 2 2 16 4 4 5 3 2 18 88 232012261 1 1 2 2 3 9 1 1 2 2 2 8 89 232012091 4 2 2 3 2 13 5 4 2 3 4 18 90 232012035 4 1 5 5 3 18 4 5 2 2 5 18 91 232011020 4 2 5 5 5 21 5 1 1 5 5 17 92 232011032 5 5 4 4 5 23 4 2 2 2 4 14 93 232011005 5 5 4 4 4 22 5 4 4 4 4 21 94 232012007 4 4 5 5 3 21 4 5 2 2 5 18 95 232012008 4 4 5 5 5 23 5 4 4 5 5 23 96 232011150 5 5 4 4 4 22 5 4 4 2 4 19 97 232012099 4 3 5 5 3 20 4 5 2 2 5 18 98 232012056 5 5 4 2 4 20 5 4 4 2 4 19 99 232012241 4 4 4 2 2 16 4 4 5 3 2 18 100 232012179 4 4 5 5 5 23 5 4 4 5 5 23
36
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM KETRAMPILAN SOSIAL (X15) Kecerdasan Emosional (X1) X5.1 X5.2 X5.3 X5.4 X15 1 232011222 4 5 4 4 17 88 2 232011099 4 5 5 5 19 88 3 232011071 4 5 5 4 18 95 4 232011019 2 2 2 1 7 37 5 232011067 4 4 4 5 17 92 6 232011160 4 5 4 3 16 92 7 232011066 5 5 5 5 20 88 8 232011123 5 4 3 5 17 94 9 232011154 4 5 5 5 19 98 10 232011060 4 3 5 5 17 95 11 232011029 4 5 5 4 18 93 12 232011225 5 4 4 4 17 87 13 232011213 2 2 1 2 7 36 14 232011038 4 4 4 4 16 89 15 232011139 5 5 5 3 18 96 16 232011216 4 4 5 4 17 95 17 232011121 1 2 2 2 7 41 18 232012177 3 4 3 4 14 83 19 232012215 5 5 5 5 20 96 20 232012175 2 2 1 2 7 42 21 232012205 4 4 3 5 16 90 22 232011181 4 4 4 5 17 90 23 232011148 4 3 3 5 15 89 24 232011184 3 4 3 4 14 91 25 232011137 3 2 2 1 8 44 26 232011182 3 5 4 4 16 91 27 232011147 5 4 3 5 17 89 28 232011016 4 4 4 4 16 96 29 232012193 4 4 4 5 17 97 30 232011173 2 2 1 1 6 41 31 232011208 5 4 3 3 15 89 32 232011006 4 3 3 3 13 89 33 232011223 3 3 4 4 14 92 34 232011050 4 4 4 4 16 96
37
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM KETRAMPILAN SOSIAL (X15) Kecerdasan Emosional (X1) X5.1 X5.2 X5.3 X5.4 X15 35 232011107 3 4 4 4 15 87 36 232011284 3 4 5 5 17 92 37 232011063 5 4 4 3 16 91 38 232012183 4 3 4 3 14 82 39 232012164 5 4 4 4 17 92 40 232012049 5 3 4 4 16 89 41 232011115 4 4 3 3 14 86 42 232011170 5 5 5 4 19 96 43 232011034 5 4 4 4 17 88 44 232011053 4 4 4 4 16 90 45 232011025 4 3 3 4 14 91 46 232011015 5 5 5 4 19 90 47 232012128 2 3 2 3 10 45 48 232011051 5 4 3 4 16 93 49 232011108 4 4 4 5 17 80 50 232012172 2 2 2 2 8 40 51 232012243 5 3 3 3 14 87 52 232012248 4 4 5 5 18 94 53 232012254 4 3 4 3 14 95 54 232012006 4 4 5 4 17 96 55 232012070 4 4 4 4 16 92 56 232012066 5 4 4 4 17 98 57 232012195 4 5 4 4 17 88 58 232012170 3 3 3 5 14 84 59 232012088 2 2 3 2 9 41 60 232012180 3 4 3 4 14 87 61 232011205 5 4 4 4 17 83 62 232011013 4 3 2 4 13 75 63 232012259 4 4 4 3 15 76 64 232011055 4 3 2 4 13 74 65 232011267 2 2 2 3 9 47 66 232011193 4 5 4 4 17 78 67 232011169 4 4 2 4 14 76 68 232012276 4 3 4 3 14 82
38
NO NIM KETRAMPILAN SOSIAL (X15) Kecerdasan Emosional (X1) X5.1 X5.2 X5.3 X5.4 X15 69 232011189 3 2 3 4 12 74 70 232011021 4 3 3 4 14 82 71 232012053 4 3 4 4 15 77 72 232011227 2 1 1 2 6 32 73 232011188 5 4 3 2 14 80 74 232011017 4 1 1 5 11 76 75 232011002 5 4 3 2 14 80 76 232012125 3 5 3 4 15 82 77 232011100 3 5 5 4 17 88 78 232012136 4 3 4 4 15 89 79 232011177 2 1 1 1 5 41 80 232011047 3 2 3 2 10 47 81 232012239 4 1 1 5 11 43 82 232011136 5 4 3 4 16 82 83 232011024 2 2 1 2 7 38 84 232011018 5 1 4 1 11 89 85 232011031 4 1 1 5 11 76 86 232011285 4 4 4 5 17 74 87 232012209 3 5 5 4 17 76 88 232012261 2 1 3 2 8 38 89 232012091 5 4 2 3 14 72 90 232012035 5 4 3 2 14 80 91 232011020 4 1 1 5 11 76 92 232011032 4 1 4 5 14 71 93 232011005 5 3 3 3 14 89 94 232012007 5 4 3 2 14 90 95 232012008 4 1 3 5 13 94 96 232011150 5 2 2 2 11 80 97 232012099 5 4 3 2 14 88 98 232012056 5 4 4 4 17 84 99 232012241 3 5 5 4 17 76 100 232012179 4 1 1 5 11 92
39
Lanjutan lampiran 2 Hasil Rekap Kuisioner
NO NIM PERILAKU BELAJAR (X2)
X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2.7 X2.8 X2.9 X2.10 X2 1 232011222 4 3 4 3 5 5 4 3 4 4 39 2 232011099 4 3 2 5 4 4 4 4 4 4 38 3 232011071 5 4 5 3 3 3 5 4 5 5 42 4 232011019 2 2 2 2 1 1 2 2 2 3 19 5 232011067 4 3 4 4 2 4 4 5 4 4 38 6 232011160 5 4 4 4 5 5 4 3 4 4 42 7 232011066 2 2 1 1 2 2 5 5 5 5 30 8 232011123 4 3 5 4 4 5 3 3 4 4 39 9 232011154 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 37 10 232011060 4 4 2 4 4 4 4 5 5 4 40 11 232011029 3 2 2 3 3 4 3 3 4 4 31 12 232011225 4 2 4 4 2 4 4 4 3 4 35 13 232011213 2 1 1 3 1 3 2 2 2 3 20 14 232011038 2 3 4 3 2 3 3 2 4 3 29 15 232011139 5 4 5 4 4 3 3 4 4 3 39 16 232011216 3 3 4 3 4 4 3 4 5 4 37 17 232011121 2 2 5 2 2 2 2 2 1 2 22 18 232012177 4 4 5 4 5 5 3 3 4 4 41 19 232012215 4 4 5 4 5 4 3 4 4 4 41 20 232012175 3 2 3 3 2 2 1 3 2 2 23 21 232012205 2 3 2 4 3 3 4 4 3 4 32 22 232011181 2 3 5 3 4 4 3 3 4 4 35 23 232011148 4 3 5 3 4 4 3 3 4 4 37 24 232011184 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 37 25 232011137 2 2 3 2 3 2 2 2 1 2 21 26 232011182 5 3 4 4 5 2 4 4 5 5 41 27 232011147 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 28 232011016 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 45 29 232012193 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 38 30 232011173 1 1 2 2 2 3 3 1 2 1 18 31 232011208 4 3 2 2 2 2 4 2 3 3 27 32 232011006 3 4 5 4 4 4 4 2 4 2 36 33 232011223 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 36 34 232011050 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 37 35 232011107 4 3 2 3 2 4 3 3 3 4 31 36 232011284 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 38