LAPORAN TAHUNAN 2014
KEMENTERIAN KESEHATAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL
Jalan Raya Lawu No. 11 Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah
Telepon 0271-697010, Fax. 0271-697451
Website:
www.b2p2toot.litbang.depkes.go.id
,
Email: b2p2toot.litbang.depkes.go.id
Laporan Tahunan
2014
ii
SAMBUTAN KEPALA
Laporan Tahunan 2014 merupakan dokumentasi tertulis sebagai bentuk pelaporan dari implementasi RKT Tahun 2014 dan POK Tahun 2014, yang merupakan elaborasi tugas melaksanakan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (Litbang TOOT) sesuai Permenkes No 491 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Litbang TOOT.
Laporan ini secara garis besar memuat informasi mengenai hasil-hasil aktivitas dari analisis lanjut RISTOJA, Saintifikasi JAMU mulai riset TO, bahan JAMU s.d khasiat dan keamanan formula, RISKESNAS Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI), manajemen lab dan KTO, manajemen BMN, manajemen kerjasama dan Jejaring Saintifikasi JAMU (SJ).
Laporan ini juga memuat catatan pemanfaatan anggaran rupiah murni, PNBP dan hibah yang dikelola Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) bekerjasama dengan pihak-pihak akademisi/ilmuwan, dunia usaha, pemerintah dan komunitas masyarakat. Laporan ini dibuat sebagai wujud pertanggung-jawaban dalam pencapaian target B2P2TOOT selama tahun 2014. Dengan laporan ini diharapkan dapat memberikan input dalam perencanaan di masa mendatang bagi pemangku kepentingan internal dan eksternal B2P2TOOT.
Tawangmangu, Februari 2015 Kepala,
Indah Yuning Prapti, SKM., M.Kes NIP. 195508101977122001
Laporan Tahunan
2014
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
DAFTAR GAMBAR iv
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR LAMPIRAN viii
BAB I SITUASI AWAL TAHUN 1
A. TANTANGAN 1
B. KELEMBAGAAN 4
C. SUMBER DAYA 6
BAB II TUJUAN DAN SASARAN KERJA 17
A. DASAR HUKUM 17
B. TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR 17
BAB III STRATEGI PELAKSANAAN 23
A. STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN 23 B. TANTANGAN DALAM PELAKSANAAN STRATEGI 25
C. TEROBOSAN YANG DILAKUKAN 26
BAB IV HASIL KERJA 29
A. PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN 29
B. PENCAPAIAN KINERJA 61
C. REALISASI ANGGARAN 61
D. PEMBELAJARAN ORGANISASI 67
BAB V PENUTUP 71
Laporan Tahunan
2014
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Organisasi B2P2TOOT 5
Gambar 2 Implementasi Fungsi B2P2TOOT dalam Unit-Unit Kerja 5 Gambar 3 Kelompok Kepakaran dalam Scientific Board B2P2TOOT 6 Gambar 4 Antusiasme pegawai B2P2TOOT mengikuti capacity
building sebagai rangkaian kegiatan Rapat Kerja Pegawai
di Pacitan Jawa Timur
34
Gambar 5 Peserta Pelatihan Diklat Dokter Saintifikasi JAMU Angkatan X melakukan praktek pemeriksaan pasien di rumah riset JAMU B2P2TOOT
36
Gambar 6 Pegawai B2P2TOOT berfoto bersama dengan dr. Andrie Putranto, Trainer Pelayanan Prima dari Fak. Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
37
Gambar 7 Pengambilan sampel Tanaman Obat di provinsi Bangka Belitung
38 Gambar 8 Pengeringan di Gedung Pasca Panen Lantai 4 40 Gambar 9 Gedung Pusat Ekstrak Daerah yang dibangun di area KTO
Karangpandan seluas 100 m2
41 Gambar 10 Alat Ekstraktor yang berasal dari hibah dari Ditjen Bina
Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan
42 Gambar 11 Budidaya Temulawak di lahan TO Karanganyar pada
ketinggian 400 m dpl
43 Gambar 12 Pembinaan petani di Aula Romo Santosa Soerjokoesoemo
B2P2TOOT dengan materi pembinaan SOP budidaya dan identifikasi tanaman pada tanggal 12 Maret 2014
46
Gambar 13 Kunjungan kerja dari Nippon Foundation (NF) Jepang dalam rangka progress report pelaksanaan kegiatan
community empowerment di Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen pada tanggal 4-5 Nopember 2014
48
Gambar 14 Zaky Irvan, Librarian WHO sedang memberikan paparan mengenai JAMU Digital Repository kepada peserta
workshop
50
Gambar 15 dr. Danang Ardiyanto (berdiri kedua dari kanan) berfoto bersama peserta ASEAN-NDI Community of Practice (CoP)
Laporan Tahunan
2014
v
on Traditional Medicine Meeting
Gambar 16 Ketua Gabungan Pengusaha JAMU, Charles Saerang sedang mempresentasikan “The Challenge of Traditional
Medicine in Global Market” pada International Symposium on Medicinal Plant and Traditional Medicine: Indonesian Traditional Medicine for Human Welfare di B2P2TOOT
pada 4 Juni 2014
53
Gambar 17 Kepala B2P2TOOT selaku Setjen POKJANAS TOI memberikan Sambutan pada Seminar POKJANAS TOI ke 47 di Universitas Widya Mandala, Surabaya
54
Gambar 18 Pelitkayasa B2P2TOOT sedang menerangkan khasiat minuman instan JAMU kepada pengunjung pameran
55 Gambar 19 Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, S.H. meminum
JAMU dan mendapatkan penjelasan mengenai khasiat JAMU dari Peneliti di stand Pameran B2P2TOOT di Rakerkerda GP JAMU di Universitas Diponegoro Semarang pada tanggal 6 Mei 2014
56
Gambar 20 Antusiasme pengunjung di Stand B2P2TOOT pada “Solo JAMU Festival pada tanggal 30-31 Agustus 2014
56 Gambar 21 Kepala Balitbangkes, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama,
SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE beserta Rektor Widya Mandala Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc.,Ph.D. menikmati JAMU Jahe Kencur Jeruk di stand Pameran B2P2TOOT pada Dies Emas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 10 - 13 September 2014
57
Gambar 22 Menkes RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M didampingi Kepala Balitbangkes, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE dan Kepala B2P2TOOT menikmati JAMU dan memberikan kesan pesan untuk kemajuan JAMU Indonesia di Stand B2P2TOOT pada Pameran The 2nd Health Research and
Development Symposium in Asia Pacific Region dalam
rangka Hari Kesehatan Nasional ke-50 16 - 21 November 2014 di Hotel Grand Sahid Jakarta
Laporan Tahunan
2014
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Komposisi pegawai B2P2TOOT berdasarkan jenis kelamin pada Januari 2014
6 Tabel 2 Komposisi pegawai Bagian TU berdasarkan jenis kelamin
pada Januari 2014
6 Tabel 3 Komposisi pegawai Bidang PKSI berdasarkan jenis kelamin
pada Januari 2014
7 Tabel 4 Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan jenis kelamin
pada Januari 2014
7 Tabel 5 Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan lingkup kerja
dan jenis kelamin pada Januari 2014
7 Tabel 6 Komposisi pegawai tetap berdasarkan jenis kelamin,
jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan struktural pada Januari 2014
8
Tabel 7 Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional peneliti pada Januari 2014
9 Tabel 8 Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang
pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional teknisi litkayasa pada Januari 2014
9
Tabel 9 Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional umum pada Januari 2014
9
Tabel 10 Alokasi Anggaran B2P2TOOT Berdasarkan POK I Tahun 2014
12 Tabel 11 Tujuan Kegiatan Litbang B2P2TOOT periode 2010-2014 18 Tabel 12 Komposisi pegawai B2P2TOOT berdasarkan jenis kelamin
pada Desember 2014
29 Tabel 13 Komposisi pegawai Bagian TU berdasarkan jenis kelamin
pada Desember 2014
29 Tabel 14 Komposisi pegawai Bidang PKSI berdasarkan jenis kelamin
pada Desember 2014
29 Tabel 15 Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan jenis kelamin
pada Desember 2014
30 Tabel 16 Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan lingkup kerja
dan jenis kelamin padaDesember 2014
Laporan Tahunan
2014
vii
Tabel 17 Perbandingan komposisi pegawai tetap B2P2TOOT berdasarkan jenis kelamin pada awal dan akhir tahun 2014
30 Tabel 18 Komposisi pegawai tetap berdasarkan jenis kelamin,
jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan struktural pada Desember 2014
31
Tabel 19 Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional peneliti pada Desember 2014
32
Tabel 20 Perbandingan komposisi pegawai tetap berdasarkan Tingkat Jabatan Fungsional Peneliti pada awal dan akhir tahun 2014
32
Tabel 21 Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional teknisi litkayasa pada Desember 2014
32
Tabel 22 Perbandingan komposisi pegawai tetap berdasarkan Tingkat Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa pada awal dan akhir tahun 2014
33
Tabel 23 Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional umum pada Desember 2014
33
Tabel 24 Hasil Eksplorasi Tanaman Obat 44
Tabel 25 Hasil Identifikasi Tanaman dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
45 Tabel 26 Kegiatan Implementasi Sistem manajemen Mutu ISO
9001:2008 tahun 2014
47 Tabel 27 Alokasi Anggaran B2P2TOOT Setelah Revisi 59 Tabel 28 Capaian Kinerja Litbang TOOT tahun 2014 61 Tabel 29 Penyerapan Anggaran 2014 menurut jenis akun 61 Tabel 30 Realisasi Anggaran B2P2TOOT Tahun 2014 62
Laporan Tahunan
2014
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Daftar Koleksi Museum JAMU hingga Tahun 2014 74 Lampiran 2 Daftar Perjanjian Kerjasama B2P2TOOT hingga Tahun
2014
97 Lampiran 3 Daftar Pengunjung Wisata Kesehatan Jamu B2P2TOOT
Tahun 2014
99 Lampiran 4 Daftar Buku Terbitan B2P2TOOT Tahun 2014 108 Lampiran 5 Judul Artikel Ilmiah di Bidang Tanaman Obat dan Obat
Tradisional yang Dipublikasikan dalam Prosiding dan Jurnal Nasional Tahun 2014
Laporan Tahunan
2014
1
BAB I
SITUASI AWAL TAHUN
A. TANTANGAN
Dalam implementasi RKT dan POK Tahun 2014 secara khusus dan tugas B2P2TOOT secara umum, sudah diidentifikasi tantangan; kondisi yang terjadi akibat interaksi dengan pihak/lingkungan eksternal dan internal, yang memengaruhi kinerja; yang harus dikelola B2P2TOOT. Berikut adalah gambaran dari tantangan yang dikelompokkan dalam substansi manajemen, sbb:
1. Manajemen Kepegawaian
a. Rencana Pengembangan Kepegawaian, sebagai acuan jangka menengah dalam rangka pengembangan kelembagaan dari sisi modal manusia organisasi, yang mengelola kapasitas dan kompetensi kepakaran dan keahlian. Tantangan ini dapat menyebabkan perencanaan kepegawaian tidak strategis karena hanya mengandalkan kebutuhan dan kondisi per tahun.
b. Komposisi pegawai dengan BMN yang dikelola tidak terpenuhi dari jumlah, jenis dan kompetensi PNH. Sampai saat ini jumlah pegawai dengan kontrak kerja lebih besar dari PNS dan CPNS. Hal lain adalah masih terjadi perangkapan jabatan yang dominan dimanajemen layanan perkantoran atau kerjasama oleh Pejabat Fungsional Peneliti. Tantangan ini dapat menyebabkan beban kerja tidak tertangani secara baik dan menyisakan “hutang-hutang” pekerjaan karena hasil analisis beban kerja (ABK) tidak sesuai dengan realita.
c. Fungsi pelatihan teknis bidang litbang TO dan JAMU belum terstruktur dan sistematis dari sisi manajerial dan administrasi pelatihan teknis, sementara fasilitas gedung Diklat TOJA, kapasitas dan kompetensi untuk melatih sudah tersedia. Tantangan ini dapat menyebabkan perencanaan pelatihan teknis tidak strategis karena hanya mengandalkan rutinitas dan perkiraan permintaan kerjasama pelatihan teknis dari jejaring dan pihak eksternal.
2. Manajemen Litbang TO dan JAMU
a. Agenda riset TO dan JAMU, sebagai acuan jangka menengah dalam rangka litbang s.d. menghasilkan produk iptek belum terselesaikan. Tantangan ini dapat menyebabkan perencanaan litbang dan relasi dengan manajemen kinerja, kepegawaian, BMN tidak strategis karena hanya mengandalkan kebutuhan dan kondisi per tahun yang acap kali rencana antara substansi di Renja Kemenkes dan RKA B2P2TOOT sudah tidak sesuai dalam proses penganggaran.
Laporan Tahunan
2014
2
b. Rencana Pengembangan Laboratorium, sebagai acuan jangka menengah dalam rangka manajemen laboratorium yang memberikan kontribusi langsung pada litbang TO dan JAMU belum terselesaikan. Tantangan ini dapat menyebabkan ada pengadaan bahan laboratorium yang hanya menambah stok barang konsumsi atau alat yang belum bisa segera dimanfaatkan.
c. Rencana Pengembangan KTO, sebagai acuan jangka menengah dalam rangka manajemen KTO yang memberikan kontribusi langsung pada riset budidaya dan pascapanen belum terselesaikan. Tantangan ini dapat menyebabkan logistik bahan JAMU dan ketersediaan lahan untuk budidaya TO tidak sepenuhnya terpenuhi. 3. Manajemen Kerjasama
a. Ada potensi proses lebih lanjut terhadap Formula JAMU Saintifik dengan pihak dunia usaha bidang farmasi atau JAMU/obat tradisional sejak 2013, namun belum bisa terealisasi karena aspek regulasi dan kesamaan pemahaman, a.l hak milik, pembagian manfaat, dll
b. Kerjasama Riset Kesehatan Nasional (RISKESNAS) yang terbagi dalam Wilayah IV memberikan beban pekerjaan tambahan, karena secara kapasitas dan kompetensi dapat diselenggarakan bekerjasama dengan pemda atau lembaga iptek di daerah. Tantangan ini dapat menyebabkan beban tugas pegawai bertambah bahkan tidak sesuai kompetensi/keahlian
c. Saintifikasi JAMU merupakan program Kemenkes via Komisi Saintifikasi JAMU Tingkat Nasional, namun dalam implementasi dominan dikelola B2P2TOOT. Tantangan ini dapat menyebabkan tumpang tindih pelaksanaan di Komisi SJTN dengan B2P2TOOT dalam hal anggaran dan aktivitas.
4. Manajemen Diseminasi
a. Hasil RISTOJA tahun 2012 s.d 2014 belum didiseminasikan secara terstrutkur dan tersistem. Tantangan ini dapat menyebabkan informasi dan kepentingan tentang RISTOJA tidak optimal diapresiasi dan dimiliki oleh lintas program dan sektor
b. Forum diseminasi ilmiah tingkat nasional dan internasional belum tersistem dan terstruktur diselenggarakan. Tantangan ini dapat menyebabkan gaung dan terobosan via RISTOJA dan Saintifikasi JAMU tidak mengakselerasi komitmen dan kinerja RISTOJA dan SJ secara nasional
c. Minimnya media publikasi B2P2TOOT, baik ilmiah dan populer/semi ilmiah. Tantangan ini dapat menyebabkan rendahnya sharing dan
Laporan Tahunan
2014
3
transfer iptek, identifikasi kepakaran terkait, pengelolaan modal dan aset intelektual, juga aplikasi pengetahuan teknis di pihak-pihak yang membutuhkan.
5. Manajemen Pengadaan dan BMN
a. Kecenderungan pengadaan tanah sebagai lahan KTO tetap ada setiap tahuan mengingat kebutuhan TO sebagai bahan baku JAMU sangat tinggi. Tantangan ini dapat menyebabkan ketidaksinkronan fungsi antara B2P2TOOT Kemenkes dengan lembaga yang berwenang dalam pengelolaan budidaya TO (Kementan dan Kemen LH dan Kehutanan).
b. KTO Citeureup belum optimal dikelola karena proses sejak terima di Januari 2014, masih berlangsung untuk pemanfaatan dalam rangka litbang TO dan JAMU.
c. Minat pihak penyedia untuk ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa sangat rendah. Di tengarai karena lokasi dan ongkos yang saling berkaitan.
6. Manajemen Layanan Perkantoran
a. Masih belum lengkapnya prosedur-prosedur tetap dari pekerjaan yang terkait pelayanan publik.
b. Mekanisme pencatatan penggunaan keuangan belum sinkron antara Subbag Keuangan dengan unit penangung jawab output.
c. Angka Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melebihi target pada Semester I, dan tidak ada pengusulan perubahan atas angka pemanfaatan PNBP.
7. Manajemen Strategis
a. Mekanisme perencanaan dan penilaian kinerja belum terinternalisasi. Tantangan ini dapat menyebabkan ada pekerjaan yang belum tersedia alokasi dananya, revisi yang dilakukan karena kurang tepat perencanaan, juga monev yang tidak berjalan terstruktur dan tersistem.
b. Rencana Jangka Menengah Kegiatan B2P2TOOT, sebagai acuan jangka menengah dalam rangka pengelolaan tugas dan fungsi sebagai UPT Badan Litbangkes Kemenkes, yang memberikan kontribusi langsung pada litbang TO dan JAMU dan kinerja Badan Litbangkes belum terselesaikan. Tantangan ini dapat menyebabkan perencanaan strategis yang tidak terarah sesuai rambu-rambu perencanaan jangka menengah.
c. Mekanisme dokumentasi dan pelaporan dari setiap output dan komponen yang dikelola setiap unit kerja belum berjalan optimal.
Laporan Tahunan
2014
4
Tantangan ini dapat menyebabkan monev dan perencanaan tahun berikut tidak memiliki dasar yang sesuai kinerja.
B. KELEMBAGAAN
Berdasarkan Permenkes No. 491 tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) adalah suatu Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Kesehatan yang bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional dengan fungsi:
1. Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi penelitian dan atau pengembangan di bidang tanamaan obat dan obat tradisional.
2. Pelaksanaan eksplorasi, inventarisasi, identifikasi, adaptasi dan koleksi plasma nutfah tanaman obat.
3. Pengembangan iptek teknologi konservasi dan pelestarian plasma nutfah. 4. Pengembangan iptek standarisasi tanaman obat dan bahan baku obat
tradisional.
5. Pelaksanaan pengembangan jejaring kerjasama dan kemitraan pelaksanaan kajian dan diseminasi informasi tanaman obat dan obat tradisional.
6. Pelaksanaan pelatihan teknis di bidang pembibitan, budidaya, pascapanen, analisis koleksi spesimen tanaman obat dan uji keamanan dan kemanfaatan obat tradisional dan uji keamananan kemanfaatan obat tradisional.
7. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Berdasarkan Permenkes tersebut, struktur organisasi B2P2TOOT adalah sesuai gambar 01.
Laporan Tahunan
2014
5 KEPALA KEPALA BIDANG PELAYANAN PENELITIAN KEPALA SEKSI PELAYANAN TEKNIS KEPALA SEKSI SARANA PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONALKEPALA BIDANG PROGRAM, KERJASAMA & INFORMASI
KEPALA SEKSI PROGRAM DAN EVALUASI KEPALA SEKSI KERJASAMA DAN INFORMASI KEPALA BAGIAN TATA USAHA KEPALA SUB BAGIAN UMUM KEPALA SUB BAGIAN KEUANGAN INSTALASI
Gambar 01. Struktur Organisasi B2P2TOOT
Dalam implementasi di unit kerja, fungsi-fungsi tersebut dapat digambarkan dalam Gambar 02 dan 03.
Gambar 02. Implementasi Fungsi B2P2TOOT dalam Unit-Unit Kerja
Bidang Tata Usaha Manajemen Kepegawaian Manajemen BMN Manajemen Pengadaan BJ Administrasi Layanan Perkantoran Bidang Program, Kerjasama & Informasi Manajemen Strategis Manajemen Kerjasama Manajemen Diseminasi Wisata Iptekkes JAMU Bidang Pelayanan Penelitian Manajemen Lab Manajemen KTO RRJ Administrasi Layanan Penelitian Unit Fungsional Panitia Pembina Ilmiah Pejabat Fungsional Peneliti Pejabat Fungsional Teknisi Litkayasa Tim Penilai Peneliti Unit
Laporan Tahunan
2014
6
BIDANG KEPAKARAN
TANAMAN OBAT:
bioprospecting, etnofarmakologi, budidaya, pascapanen, supply chain
OBAT TRADISIONAL
uji praklinik, uji klinik, teknologi sediaan, teknologi tepat guna, monev
Gambar 03. Kelompok Kepakaran dalam Scientific Board B2P2TOOT Kelompok kepakaran ini dikelola oleh Panitia Pembina Ilmiah yang ditujukan untuk mengelola aktivitas-aktivitas iptek di lingkup tanaman obat dan obat tradisional.
C. SUMBERDAYA
1. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia yang dimiliki B2P2TOOT terdiri dari pegawai tetap (PNS dan CPNS) dan pegawai tidak tetap (PTT). Sumber daya manusia disebut sebagai aktor utama dalam implementasi tugas dan fungsi B2P2TOOT. Pada Januari 2014, gambaran kepegawaian B2P2TOOT adalah sebagai berikut:
Tabel 01. Komposisi pegawai B2P2TOOT berdasarkan jenis kelamin pada Januari 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total PNS CPNS PTT
Laki-laki 51 - 87 138
Perempuan 30 - 39 69
TOTAL 81 - 126 207
Tabel 02. Komposisi pegawai Bagian TU berdasarkan jenis kelamin pada Januari 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total
PNS CPNS PTT
Laki-laki 14 - 28 42
Perempuan 4 - 3 7
Laporan Tahunan
2014
7
Tabel 03. Komposisi pegawai Bidang PKSI berdasarkan jenis kelamin pada Januari 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total
PNS CPNS PTT
Laki-laki 4 - 1 5
Perempuan 3 - 1 4
TOTAL 7 - 2 9
Tabel 04. Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan jenis kelamin pada Januari 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total PNS CPNS PTT
Laki-laki 34 - 58 92
Perempuan 22 - 35 57
TOTAL 56 - 93 149
Tabel 05. Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan lingkup kerja dan jenis kelamin pada Januari 2014
Jenis Pegawai Lelaki Perempuan Sub Total PNS Kesekretariatan/ Admin - 3 3 Lab 13 15 28 KTO 12 - 12 RRJ 9 4 13 CPNS Kesekretariatan/ Admin - - - Lab - - - KTO - - - RRJ - - - PTT Kesekretariatan/ Admin - - - Lab 8 22 30 KTO 47 1 48 RRJ 3 12 15 TOTAL 92 57 149
Pegawai Tidak Tetap (PTT) diadakan untuk mengakomodasi beban pekerjaan yang belum dapat ditangani oleh tenaga PNS maupun CPNS.
Laporan Tahunan
2014
8
RISTOJA dan SJ sebagai terobosan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang bermula sejak 2012 dan 2010, membutuhkan dukungan penuh dari lingkup kesekretariatan/administrasi, laboratorium, KTO dan RRJ. Beban kerja yang tersedia ditengarai belum mengakomodasi tuntutan dinamika dari ke 2 terobosan Kemenkes tersebut. PTT pada awal tahun 2014 sebanyak 126 orang yang dipekerjakan untuk membantu pengelolaan tugas dan fungsi organisasi yang terdistribusi di kebun tanaman obat, laboratorium terpadu, laboratorium pascapanen, laboratorium farmakologi dan toksikologi, laboratorium sediaan JAMU, Rumah Riset JAMU (RRJ), dan bidang kesekretariatan (administrasi, satpam, pengemudi).
Tabel 06. Komposisi pegawai tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan struktural pada Januari 2014
Ket: *) 3 orang Esselon 4 dan 1 orang Esselon 3 merangkap sebagai peneliti
Di awal tahun 2014, ada 4 peneliti yang merangkap sebagai pejabat struktural, yaitu:
a. Slamet Wahyono (Peneliti Muda bidang Obat Tradisional) sebagai Kabid Pelayanan Penelitian
b. Nita Supriyati (Peneliti Pertama bidang Obat Tradisional) sebagai Kasi Sarana Penelitian
c. Awal Prichatin KD (Peneliti Muda bidang Obat Tradisional) sebagai Kasi Pelayanan Teknis
d. Harto Widodo (Peneliti Pertama bidang Tanaman Obat) sebagai Kasi Program dan Evaluasi.
Jabatan Struktural
Esselon 4 Esselon 3 Esselon 2 Jenjang
Pendidikan
S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3
Laki-laki 2 1*) 3*)
Laporan Tahunan
2014
9
Tabel 07. Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional peneliti pada Januari 2014
Peneliti Pertama Muda Madya Utama
Jenjang Pendidikan
S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3
Laki-laki 1 8 1 1
Perempuan 3 2 2 1
Tabel 08. Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional teknisi litkayasa pada Januari 2014
Litkayasa Pemula Pelaksana Pelaksana Lanjutan Penyelia
Jenjang Pendidikan
SLTA D III S1 SLTA DIII S1 SLTA DIII S1 SLTA DIII S1
Lelaki 1 1 2 1 5
Perempuan 6 1 1 2
Tabel 09. Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional umum pada Januari 2014 Jenjang Pendidikan SD SLTP SLTA D1/ D2 D3 S1* ) S2*) S3 Lelaki 4 2 7 2 9 Perempuan 1 3 3 1
Ket: *) S1: terdapat 3 orang sebagai calon peneliti
*) S2: terdapat 1 orang sebagai calon peneliti
2. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang cukup dengan kualitas yang baik sangat diperlukan bagi suatu organisasi sebagai penunjang tercapainya kinerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sarana prasarana yang dimiliki B2P2TOOT pada awal tahun 2014 berupa:
a. Laboratorium Terpadu: 1) Laboratorium Pasapanen 2) Laboratorium Galenika 3) Laboratorium Fitokimia
Laporan Tahunan
2014
10 5) Laboratorium Formulasi
6) Laboratorium Sistematika Tumbuhan Obat dan Herbarium 7) Laboratorium Mikrobiologi
8) Laboratorium Kultur Jaringan 9) Laboratorium Biologi Molekuler 10) Laboratorium Hewan Coba 11) Laboratorium Instrumen
12) Laboratorium Benih dan Pembibitan b. Rumah Riset JAMU
1) Klinik SJ dengan 6 ruang periksa 2) Griya JAMU
3) Laboraorium Klinik 4) Klinik Gizi
5) Ruang Rekam Medik c. Peralatan Laboratorium Utama:
1) Gas Chromatography 1 unit 2) TLC densitometer 1 unit
3) High Performance Liquid Chromatography (HPLC) 1 unit 4) Vacum Rotapavor 2 unit
5) Spektrofotometer 3 unit 6) Blotting apparatus 2 unit 7) Termocycler PCR 1 unit
8) Mesin pembuat tablet dan kapsul JAMU 1 unit 9) Mesin penyerbuk 1 unit
10) Pencuci bahan JAMU 1 unit 11) Pengering bahan JAMU 1 unit.
d. Rumah Kaca, yang difungsikan untuk pembibitan, adaptasi dan pelestarian tanaman:
1) 1 unit berlokasi di Stasiun Research Tlogodlingo (1.800 mdpl) 2) 2 unit berlokasi di KTO Kalisoro (1.200 mdpl).
e. Kebun Tanaman Obat (KTO) untuk penelitian, etalase tanaman obat dan produksi tanaman obat terletak di 6 lokasi, yaitu:
1) KTO Tlogodlingo, 1.800 mdpl seluas135.995 m2
2) KTO Kalisoro, 1.200 mdpl seluas 2.644 m2
3) KTO Etalase, 1.200 mdpl seluas 3.505 m2
4) KTO Ngemplak 400-600 mdpl seluas 3.127 m2
Laporan Tahunan
2014
11
6) KTO Doplang, 400-600 mdpl seluas 350m2
f. Perpustakaan
Berada satu komplek dengan laboratorium terpadu, perpustakaan menyediakan buku pustaka ilmiah untuk menunjang penelitian dan non ilmiah untuk menunjang kegiatan kesekretariatan. Hingga saat ini total koleksi yang dimiliki sebanyak 3147 pustaka terdiri dari: 1556 text book, 112 prosiding, 490 skripsi dan laporan PKL, 603 jurnal, media penelitian dan buletin serta 386 majalah.
g. Museum JAMU
Museum JAMU “Hortus Medicus” dibangun dengan tujuan untuk selalu mengingat asal usul JAMU dari kearifan lokal kekayaan nenek moyang Indonesia. Museum JAMU menyajikan koleksi alat-alat JAMU kuno, peta persebaran JAMU di nusantara, naskah kuno yang memuat ramuan JAMU, koleksi JAMU dari dalam maupun luar negeri, dokumentasi ramuan hingga perkembangan B2P2TOOT dari masa ke masa. Total koleksi yang dimiliki, meliputi:
1) Ruang Depan 44 koleksi 2) Ruang Bahan JAMU 34 koleksi 3) Ruang Budaya 50 koleksi 4) Ruang Produk JAMU 215 koleksi 5) Ruang Naskah Kuno 40 koleksi 6) Ruang Prestasi 124 koleksi Rincian lihat di Lampiran 1. h. Sinema Fitomedika
Sinema Fitomedika merupakan prasarana edukasi dan penyebaran informasi mengenai profil B2P2TOOT dan materi Iptek TOJA dalam Wisata Kesehatan JAMU, pembinaan petani, pembekalan akademisi dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL).
i. Gedung Perkantoran
1) 1 unit Kantor Sekretariat B2P2TOOT, 3 lantai untuk ruang Kepala, Bagian TU, Bidang PKSI dan Bidang Yanlit
2) 1 unit gedung serbaguna “R.M. Santoso Soerjokoesoemo” 3) 1 unit Rumah Negara Golongan I untuk Rumah Dinas Kepala 4) 1 unit gedung Diklat Iptek TOJA berkapasitas 28 kamar, 3 ruang
Laporan Tahunan
2014
12 j. Kendaraan Operasional
1) 1 unit bus operasional antar jemput pegawai
2) 2 unit mobil angkutan bak terbuka operasional untuk KTO dan pascapanen
3) 1 unit mobil box operasional untuk pameran 4) 1 unit mobil sedan operasional untuk dinas Kepala
5) 4 unit mobil minibus operasional untuk aktivitas perkantoran 6) 4 unit sepeda motor roda 2 operasional untuk KTO dan
pascapanen
7) 3 unit sepeda motor roda 3 operasional untuk KTO dan pascapanen.
3. Dana
Sumber dana yang diterima B2P2TOOT berasal dari APBN dan Hibah Langsung.
a. DIPA yang berasal dari APBN
Tabel 10. Alokasi Anggaran B2P2TOOT Berdasarkan POK I Tahun 2014
No Output (RKA KL) TARGET POK I (Rp)
1 Penelitian di Bidang TOOT, 15 dok 5.987.491.000
2 Dokumen Program dan Anggaran 2 dok 401.047.000
3 Laporan Kinerja 3 dok 81.875000
4 Dokumen Keuangan, Kekayaan
Negara dan Tata Usaha
2 dok 749.960.000
5 Gedung/Bangunan Laboratorium 775 M2 2.836.850.000
6 Perangkat Pengolah Data dan
Komunikasi
19 unit 270.081.000
7 Peralatan Fasilitas Laboratorium 42 unit 1.273.100.000
8 Peralatan Fasilitas Perkantoran 60 unit 1.316.783.000
9 Dokumen Informasi, Diseminasi
dan Dokumentasi
28 dok 2.039.305.000
10 Manajemen Laboratorium 3 dok 191.750.000
11 Tanah 9.065 m2 682.175.000
12 Manajemen Kebun Tanaman Obat 1 dok 228.579.000
13 Dokumen Hukum, Organisasi dan
Kepegawaian
Laporan Tahunan
2014
13 O u t pOutput cadangan sebesar Rp. 2.023.520.000,- dimaksudkan untuk pengalokasian kembali dalam operasional perkantoran.
14 Dokumen Ilmiah dan Etik 1 dok 1.386.573.000
15 Data Status Kesehatan Masyarakat
Hasil Riset Kesehatan Nasional Wilayah IV
6 dok 12.095.739.000
16 Layanan Perkantoran 12 dok 11.655.467.000
17 Output Cadangan - 2.023.520.000
Laporan Tahunan
2014
17
BAB II
TUJUAN DAN SASARAN KERJA
A. DASAR HUKUMDalam melaksanakan tugas dan fungsinya B2P2TOOT mengacu pada peraturan pelaksanaan sebagai dasar regulasi dan referensi, sebagai berikut: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3609);
2. Peraturan Menteri PANRB No. 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 003/Menkes/Per/2010 tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 491/Menkes/VII/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional;
5. Permenkes Nomor 2346/Menkes/Per/XI/2011 tentang Perubahan Permenkes RI Nomor 491/Menkes/VII/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1179A/Menkes/SK/X/1999 tentang Kebijakan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan;
7. Rencana Aksi Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tahun 2010-2014;
8. Rencana Aksi Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tahun 2010-2014;
9. Rencana Kinerja Tahunan B2P2TOOT Tahun 2014; 10. POK B2P2TOOT Tahun 2014.
B. TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR 1. Tujuan
Tujuan adalah target yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. Berdasarkan Rencana Strategis Kemenkes 2010-2014 dan Rencana Aksi Program Litbangkes
Laporan Tahunan
2014
18
2010-2014. Tujuan kegiatan litbang TOOT pada periode 2010-2014 adalah sebagai berikut:
Tabel 11. Tujuan Kegiatan Litbang B2P2TOOT periode 2010-2014
No Indikator Jumlah
2010 2011 2012 2013 2014 Total
1 Jumlah Formula JAMU yang aman, bermutu dan berkhasiat
1 2 6 5 6 20
2 Jumlah tanaman obat yang telah distandarisasi
1 1 2 2 4 10
3 Jumlahproduk/model/prototipe/ standar/formula di bidangTOOT
3 7 7 9 26
4 Jumlah Publikasi Ilmiah di bidang TOOT pada media cetak dan elektronik nasional
1 15 15 20 42 173
5 Laporan Status Kesehatan Masyarakat Hasil Riset Kesehatan Nasional Wilayah 4.
- - - 6 - 6
Matrik IKK B2P2TOOT (Tabel 11) muncul menjadi nomenklatur tersendiri sejak adanya revisi Renstra Kemenkes pada tahun 2012. Untuk tahun 2010 posisi target masuk ke dalam target Pusat 2 sebagai Instansi Pengampu B2P2TOOT dan tahun 2011 sudah ada target yang tegas yang menjadi tanggung jawab langsung B2P2TOOT.
2. Sasaran dan Indikator
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh unit kerja dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana aksi Program Litbangkes 2010-2014. Sasaran dari kegiatan Litbang TOOT adalah Meningkatnya Penelitian dan Pengembangan di Bidang Tanaman Obat dan Obat Tradisional.
Indikator adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun laporan. Berdasarkan Rencana Strategis
Laporan Tahunan
2014
19
Kemenkes 2010-2014 dan Rencana Aksi Program Litbangkes 2010-2014. Indikator dari kegiatan Litbang TOOT adalah sebagai berikut:
a. Jumlah produk/model/prototipe/standar/formula di bidang TOOT. b. Jumlah publikasi Ilmiah di bidang TOOT pada media cetak dan
elektronik nasional.
c. Laporan Status Kesehatan masyarakat Hasil Riset Kesehatan Nasional Wilayah 4.
Target litbang TOOT pada tahun 2014 adalah:
a. 9 Produk/model/prototipe/standar/formula di bidang TOOT.
b. 20 Publikasi Ilmiah di bidang TOOT pada media cetak dan elektronik nasional.
c. 6 Laporan Status Kesehatan masyarakat Hasil Riset Kesehatan Nasional Wilayah 4.
Laporan Tahunan
2014
23
BAB III
STRATEGI PELAKSANAAN
A. STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARANStrategi yang dilakukan B2P2TOOT dalam pencapaian tujuan dan sasaran adalah:
1. Sumber Daya Manusia
a. Pada bulan Februari 2014 ada pergantian pejabat struktural di B2P2TOOT. Pergantian ini ditujukan sebagai upaya penyegaran maupun pergantian pejabat yang menempuh pendidikan yang lebih tinggi karena tuntutan kebutuhan organisasi. Pergantian tersebut meliputi:
1) Bagian Tata Usaha
a) Fauzi menjabat sebagai Kasubbag Umum menggantikan Muhammad Suryana yang akan menempuh pendidikan S2. 2) Bidang Program, Kerjasama dan Informasi
a) Indah Laksmiwatimenjabat sebagaiKasi Program dan Evaluasi menggantikan Harto Widodo.
b) Amalia Damayanti menjabat sebagaiKasi Kerjasama dan Informasi menggantikan Fanie Indrian Mustofa yang akan menempuh pendidikan S2.
3) Bidang Pelayanan Penelitian
a) Nita Supriyati menjabat sebagai Kabid Pelayanan Penelitian menggantikan Slamet Wahyono yang akan fokus menyelesaikan pendidikan S2.
b) Harto Widodo menjabat sebagai Kasi Sarana penelitian menggantikan Nita Supriyati.
c) Tri Widayat menjabat sebagai Kasi Pelayanan Teknis menggantikan Awal Prichatin yang fokus sebagai peneliti sediaan JAMU.
b. Melaksanakan Rapat Kerja yang melibatkan seluruh pegawai untuk meningkatkan kinerja pegawai.
c. Pengembangan kepegawaian yang secara material berbentuk tugas belajar, ijin belajar, pelatihan dan bentuk lain yang memberikan peningkatan kompetensi dan kemampuan teknis litbang TOOT.
Laporan Tahunan
2014
24
d. Membina hubungan komunikatif dua arah antara lain melalui pertemuan mingguan untuk progress report kegiatan.
2. Penelitian dan Pengembangan TOOT
a. Menyelenggarakan seminar intern peneliti sebagai sarana untuk memberikan ide, gagasan, pengungkapan permasalahan, pemberian solusi bagi kemajuan litbang TOOT.
b. Menyelenggarakan forum-forum ilmiah dengan mengundang pakar yang kompeten untuk meningkatkan mutu kelitbangan.
c. Memperkuat jejaring Saintifikasi JAMU untuk mendukung program SJ. d. Meningkatkan publikasi ilmiah di bidang TOOT.
e. Memperkuat jejaring litbang TOOT dengan kalangan akademisi, bisnis, pemerintah dan masyarakat.
f. Melakukan promosi hasil litbang.
g. Mendorong peneliti untuk memperoleh HKI. 3. Sarana Prasarana
a. Memprioritaskan penyelesaian dan pengadaan fasilitas iptek yang sangat dibutuhkan, a.l. gedung diklat iptek TOJA, pengembangan Museum JAMU “Hortus Medicus”, aula, perpustakaan, laboratorium pascapanen, laboratorium terpadu dan kantor sekertariat.
b. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah. c. Pembangunan Laboratorium Pascapanen lantai 4. 4. Manajemen Perkantoran
a. Pengelolaan kebutuhan operasional pegawai secara terpusat oleh bagian tata usaha.
b. Monitoring kegiatan secara berkala dalam pelaksanaan kegiatan. 5. Dana
a. Monitoring penyerapan dana setiap bulan.
Laporan Tahunan
2014
25
B. TANTANGAN DALAM PELAKSANAAN TUJUAN
Tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi adalah: 1. Sumber Daya Manusia
a. Kekurangan tenaga manajerial menjadikan 5 peneliti merangkap jabatan sebagai pejabat struktural.
2. Penelitian dan Pengembangan TOOT
a. Diperlukan penambahan jumlah peneliti untuk mendukung litbang TOOT yang semakin luas ruang lingkupnya.
b. Diperlukan peningkatan kemampuan tenaga peneliti dan tenaga pendukung.
c. Diperlukan peninjauan agenda penelitian secara berkala untuk mendukung isu-isu kesehatan.
d. Diperlukan motivasi dalam diri peneliti untuk melaksanakan penelitian sesuai dengan bidang keilmuannya.
3. Sarana Prasarana
a. Diperlukan penyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan dalam mengakomodir perubahan prioritas kebutuhan.
b. Diperlukan optimalisasi penggunaan peralatan laboratorium untuk memberikan kontribusi yang maksimal sesuai kompetensi B2P2TOOT. 4. Manajemen Perkantoran
a. Diperlukan kedisiplinan yang tinggi bagi pelaksanan kegiatan untuk memberikan progress report secara berkala agar segala permasalahan yang ditemui dapat segera dicari solusinya.
b. Diperlukan perencanaan yang matang dalam kerangka koordinasi dengan bidang dan bagian lain dalam penentuan pengembangan sarana prasarana ke depan baik dalam jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (5 tahun) ataupun jangka panjang (25 tahun). 5. Dana
a. Diperlukan ketegasan komitmen dan kesepakatan dalam pencapaian target kegiatan.
Laporan Tahunan
2014
26 C. TEROBOSAN YANG DILAKUKAN
Dalam pencapaian tujuan dan target kinerja B2P2TOOT dilakukan terobosan-terobosan sebagai berikut:
1. Sumber Daya Manusia
a. Pegawai Tidak Tetap (PTT) diadakan untuk mengakomodasi beban pekerjaan yang belum dapat ditangani oleh tenaga PNS maupun CPNS.
2. Penelitian dan Pengembangan TOOT
a. Mengirim peneliti untuk mengikuti pelatihan dan workshop dalam meningkatkan kemampuan.
b. Bekerjasama dengan peneliti dari luar B2P2TOOT. 3. Sarana Prasarana
a. Bekerjasama dengan Unit Layanan Pengadaan Pusat untuk pengadaan barang dan jasa.
b. Menggunakan LPSE dalam pengadaan. 4. Manajemen Perkantoran
a. Pertemuan rutin untuk identifikasi masalah dan solusinya.
b. Pertemuan berkala untuk membahas perencanaan tahun-tahun ke depan.
5. Dana
Laporan Tahunan
2014
29
BAB IV
HASIL KERJA
A. PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARANKegiatan litbang TOOT dilaksanakan untuk pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
1. Pengembangan Sumber Daya Manusia
a. SDM yang dimiliki B2P2TOOT terdiri atas pegawai tetap (PNS dan CPNS) dan pegawai tidak tetap (PTT). Penggambaran kepegawaian B2P2TOOT pada akhir 2014 adalah sesuai tabel berikut ini:
Tabel 12. Komposisi pegawai B2P2TOOT berdasarkan jenis kelamin pada Desember 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total PNS CPNS PTT
Laki-laki 51 1 94 146
Perempuan 29 7 49 85
TOTAL 80 8 143 231
Tabel 13. Komposisi pegawai Bagian TU berdasarkan jenis kelamin pada Desember 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total PNS CPNS PTT*)
Laki-laki 14 - 29 43
Perempuan 5 1 5 11
TOTAL 19 1 34 54
Tabel 14. Komposisi pegawai Bidang PKSI berdasarkan jenis kelamin pada Desember 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total PNS CPNS PTT*)
Laki-laki 3 1 3 7
Perempuan 3 - 2 5
Laporan Tahunan
2014
30
Tabel 15. Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan jenis kelamin pada Desember 2014
Jenis Kelamin Jenis Pegawai (org) Sub Total PNS CPNS PTT
Laki-laki 34 - 62 96
Perempuan 21 6 42 69
TOTAL 55 6 104 165
Tabel 16. Komposisi pegawai Bidang Yanlit berdasarkan lingkup kerja dan jenis kelamin pada Desember2014
Jenis Pegawai Lelaki Perempuan Sub Total PNS: Kesekretariatan/Admin 0 3 3 Lab 13 15 28 KTO 12 0 12 RRJ 9 4 13 CPNS: Kesekretariatan/Admin 0 0 0 Lab 0 3 3 KTO 0 0 0 RRJ 0 3 3 PTT: Kesekretariatan/Admin 0 2 0 Lab 9 24 30 KTO 50 1 48 RRJ 3 15 15 TOTAL 96 70 155
Tabel 17. Perbandingan komposisi pegawai tetap B2P2TOOT berdasarkan jenis kelamin pada awal dan akhir tahun2014
No Jenis Kelamin 2014
Awal Akhir
1 Laki – laki 51 52
2 Perempuan 30 36
Laporan Tahunan
2014
31
Pada awal tahun 2014 Jumlah PNS di B2P2TOOT sebanyak 81 orang dengan perbandingan 51 laki laki dan 30 perempuan. Pada bulan April 2014 masuk 8 orang dari Pengadaan CPNS tahun 2013. 1 pegawai perempuan meninggal dunia dan tidak ada pegawai yang pensiun maupun pindah tugas. Sehingga pada akhir tahun 2014 jumlah PNS dan CPNS B2P2TOOT sebanyak 88 orang dengan perbandingan 52 berjenis kelamin laki-laki dan 36 berjenis kelamin perempuan.
Tabel 18. Komposisi pegawai tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan struktural pada Desember 2014
Jabatan Struktural
Esselon 4 Esselon 3 Esselon 2 Jenjang
Pendidikan
S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3
Laki-laki 1 3*) 2
Perempuan 1 1*) 1*) 1
Ket: *) 4 orang Esselon 4 dan 1 orang Esselon 3 merangkap sebagai peneliti
Di akhir tahun 2014, ada 5 peneliti yang merangkap sebagai pejabat struktural, yaitu:
1) Nita Supriyati (Peneliti Muda bidang Obat Tradisional) sebagai Kabid Pelayanan Peneliti
2) Fauzi, MP (Peneliti Pertama bidang Tanaman Obat) sebagai Kasubag Umum
3) Harto Widodo (Peneliti Muda bidang Tanaman Obat) sebagai Kasi Sarana Penelitian.
4) Tri Widayat, M.Sc (Peneliti Pertama bidang Tanaman Obat) sebagai Kasi Pelayanan Teknis
5) Amalia Damayanti, M.Si (Peneliti Pertama bidang Tanaman Obat) sebagai Kasi Kerjasama dan Informasi.
Laporan Tahunan
2014
32
Tabel 19. Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional peneliti pada Desember 2014
Peneliti Pertama Muda Madya Utama
Jenjang Pendidikan
S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3 S1 S2 S3
Laki-laki 1 5 2 1 1
Perempuan 2 3 3 1
Tabel 20. Perbandingan komposisi pegawai tetap berdasarkan Tingkat Jabatan Fungsional Peneliti pada awal dan akhir tahun 2014 No Peneliti 2014 Awal Akhir 1 Peneliti Utama - - 2 Peneliti Madya 2 3 3 Peneliti Muda 5 7 4 Peneliti Pertama 16 14 Jumlah 23 24
Pada tahun 2014, ada 1 calon peneliti yang naik sebagai peneliti pertama dan menjabat sebagai struktural. 3 peneliti pertama yang naik sebagai peneliti muda dan 2 diantaranya menjabat sebagai struktural.Dan 1 peneliti muda yang naik menjadi peneliti madya. Tabel 21. Komposisi tetap berdasarjan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional teknisi litkayasa pada Desember 2014
Litkayasa Pemula Pelaksana Pelaksana
Lanjutan
Penyelia Jenjang
Pendidikan
SLTA D III S1 SLTA D III S1 SLTA D III S1 SLTA D III S1
Lelaki 1 1 1 1 6
Laporan Tahunan
2014
33
Tabel 22. Perbandingan komposisi pegawai tetap berdasarkan Tingkat Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa pada awal dan akhir tahun 2014 No Litkayasa 2014 Awal Akhir 1 Litkayasa Penyelia 7 8 2 Litkayasa Pelaksana Lanjutan 5 4 3 Litkayasa Pelaksana 7 6 4 Litkayasa Pemula 1 1 Jumlah 20 19
B2P2TOOT kehilangan 1 Litkayasa penyelia sebelum memasuki usia pensiun dikarenakan meninggal dunia. Tidak ada penambahan litkayasa dari CPNS baru maupun pegawai pindahan pada tahun 2014. 2 Litkayasa pelaksana lanjutan naik menjadi Litkayasa penyelia. Dan 1 Litkayasa pelaksana naik menjadi Litkayasa pelaksana lanjutan.
Tabel 23. Komposisi tetap berdasarkan jenis kelamin, jenjang pendidikan terakhir, dan jabatan fungsional umum pada Desember 2014 Jenjang Pendidikan SD SLTP SLTA D1/ D2 D3 S1*) S2*) S3 Lelaki 4 2 7 2 11 Perempuan 1 3 9 1
Ket: *) S1: terdapat 9 orang sebagai calon peneliti
*) S2: terdapat 1 orang sebagai calon peneliti
b. Untuk memenuhi kebutuhan organisasi, 2 pegawai ditugaskan untuk mengambil gelar Master, yaitu:
1) Edwin Fajar Setyawan, S2 Sistem Informasi Kesehatan, Universitas Gajah Mada
2) Rachma Widyastuti, S2 Ilmu Hama Tumbuhan, Universitas Gajah Mada.
Laporan Tahunan
2014
34
c. Rapat kerja pegawai yang diikuti oleh PNS, CPNS dan PTT dilaksanakan pada 10-13 Maret 2014 di Pacitan Jawa Tengah. Raker merupakan salah satu sarana untuk integrasi dan sinkronisasi rencana kerja dari semua elemen organisasi.
Gambar 04. Antusiasme pegawai B2P2TOOT mengikuti capacity building sebagai rangkaian kegiatan Rapat Kerja Pegawai di Pacitan Jawa Timur pada tanggal 10-13 Maret 2014.
d. Pengembangan kapasitas pegawai dilakukan dengan mengikutsertakan pegawai pada pelatihan, workshop dan seminar di tahun 2014, a.l:
1) Pelatihan Pembuatan Denah Bangunan (RIP) Usaha Kecil Obat Tradisional – Industi Obat Tradisional/IEBA dan Inspeksi Diri sesuai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik pada 13-16 Juni 2014 di Fakultas Farmasi Univrsitas Airlangga.
2) Workshop SDM Kesehatan Tradisional pada 24-25 Juni 2014 di Jakarta.
3) Workshop Harmonisasi ASEAN di Bidang Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan “Komunikasi Publik tentang ASEAN
Agreement on Traditional Medicines and Health Suplement” pada
Laporan Tahunan
2014
35
4) Workshop Kegiatan Pelayanan Publik di Lingkungan Instansi pemerintah pada 22-23 Agustus 2014 di Poltekkes Surakarta. 5) Workshop Pembinaan Usaha JAMU Gendong dan Usaha JAMU
Racikan pada 29-30 September 2014 di Banjarmasin
6) Pelatihan Drafting Penelitian oleh Sentra HKI pada 14-16 Oktober 2014 di Jakarta
7) Workshop Registri Penelitian Klinik pada 15-17 Oktober 2014 di Jakarta
8) Seminar Nasional “Peranan Apoteker dalam Pengembangan Saintifikasi JAMU dan Penerapan Fitoterapi yang Rasional” pada 25-26 Oktober 2014 di Purwokerto.
9) Seminar “Nutrition For Sustainable Development Life Course
Approach To Address Current Nutritional Issues” pada 29-30
November 2014 di Surakarta.
10) Workshop Enhancing the Quality Safety and Efficacy of Herbal
Medicine in Southeast Asia pada 11-13 November 2014 di Bogor.
Selain mengikutsertakan pegawai pada pelatihan, workshop dan seminar, B2P2TOOT juga menyelenggarakan pelatihan dan workshop yang diikuti oleh instansi dan institusi lain.
1) Pelatihan Saintifikasi JAMU
B2P2TOOT telah menyelenggarakan Pelatihan Dokter dan Apoteker Saintifikasi JAMU. Pada tahun 2014 terselenggara 2 Diklat Dokter (Angkatan 9 dan 10) dan 1 Diklat Apoteker (Angkatan 3) yang meluluskan 57 Dokter SJ dan 31 Apoteker SJ. Selain itu, B2P2TOOT juga bekerjasama dengan PT. Soho untuk penyelenggaraan Diklat Saintifikasi JAMU Mandiri yang meluluskan 29 Dokter SJ (Angkatan 12).
Laporan Tahunan
2014
36
Gambar 05. Peserta Pelatihan diklat dokter Saintifikasi JAMU Angkatan X melakukan praktek pemeriksaan pasien di rumah riset JAMU B2P2TOOT
2) Rumah Riset JAMU merupakan tempat penelitian berbasis pelayanan. Selain itu sebagai institusi pemerintah, B2P2TOOT tidak bisa lepas dari pelayanan kepada masyarakat. B2P2TOOT menyelenggarakan pelatihan pelayanan prima untuk meningkatkan mutu pelayanan pada 4-5 Juli 2014 yang diikuti oleh pejabat struktural dan seluruh pegawai yang bertugas di Rumah Riset JAMU.
Laporan Tahunan
2014
37
Gambar 06. Pegawai B2P2TOOT berfoto bersama dengan dr. Andrie Putranto Trainer Pelayanan Prima dari Fak. Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
e. Pengembangan Pegawai yang bersumber dari Dana Hibah
B2P2TOOT mendapatkan Hibah dari World Health Organization (WHO) untuk kegiatan Capacity Strengthening Data Management Staff. Kegiatan yang diikuti oleh 5 pegawai ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan staf RRJ mengenai manajemen data. Kegiatan terbagi dalam 3 tahap yaitu:
1) Pelatihan Manajemen Data di Rumah Riset JAMU
2) Studi Lapangan Manajemen Data di RS. Kanker Dharmais Jakarta 3) Evaluasi Manajemen Data di Rumah Riset JAMU
2. Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional a. Riset Standarisasi TO
Program Saintifikasi JAMU memanfaatkan lebih dari 80 jenis tanaman obat yang sebagian besar tanaman belum terstandar. Dalam rangka memenuhi bahan simplisia yang berkualitas harus dihasilkan dari tanaman obat yang telah terstandar melalui tahapan berupa identifikasi/karakterisasi tanaman obat, koleksi dan adaptasi aksesi
Laporan Tahunan
2014
38
tanaman obat, seleksi tanaman unggul, pemuliaan tanaman dan uji multilokasi serta uji kestabilan produksi dan kualitas tanaman. Tahun 2014 dihasilkan Riset Standarisasi Tanaman obat berupa tanaman Meniran, Pegagan dan Tempuyung.
Gambar 07. Pengambilan sampel Tanaman Obat di provinsi Bangka Belitung
b. Riset Standarisasi bahan Baku Terstandar
Rumah Riset JAMU B2P2TOOT sejak tahun 2007 telah melakukan penelitian berbasis pelayanan terhadap lebih dari 10 ramuan JAMU, 2 Formula JAMU telah ditetapkan sebagai “JAMU Tersaintifik” dari Komisi Nasional JAMU, yaitu Formula JAMU Hiperuresemia dan Hipertensi ringan.
Dalam formula obat modern komposisi dan kandungan kimia yang bertanggung jawab terhadap aktifitas medis sudah sangat jelas, sehingga memudahkan dalam mengontrolnya. Sedangkan ramuan JAMU memiliki komposisi lebih dari 1 tumbuhan obat (simplisia) dimana masing masing simplisia juga memiliki kandungan senyawa kimia yang tidak sedikit.
Laporan Tahunan
2014
39
Efek yang ditimbulkan oleh suatu obat berasal dari kandungan senyawa di dalamnya, demikian halnya dengan formula JAMU. Agar Formula JAMU memiliki khasiat yang konsisten, maka bahan baku Formula JAMU harus memiliki kandungan kimia yang konsisten pula. Yaitu kandungan kimia yang konsisten dalam range/rentang tertentu yang dapat menghasilkan khasiat dan keamanan yang baik. Untuk memenuhi hal tersebut pada tahun 2014 diadakan penelitian yang menghasilkan Standar bahan baku Meniran, Pegagan dan Tempuyung. c. Riset Formula JAMU Saintifik
1) Uji Praklinik
Riset Praklinik JAMU diperlukan sebagai tahap awal untuk mengetahui khasiat dan keamanan formula JAMU. Penelitian praklinik menguji khasiat dan keamanan terhadap hewan coba. Riset Praklinik 2014 diperoleh formula JAMU untuk: Hiperglikemik, Hiperkolesterolomia dan Pestisida nabati.
2) Uji Observasi Klinik
Riset Observasi klinik yang dilakukan di Rumah Riset JAMU, menggunakan metode pre-post sebagai tindak lanjut riset praklinik formula JAMU. Uji observasi klinis menguji khasiat dan kemanan dengan jumlah pasien terbatas. Melalui Riset Observasi Klinis 2014 diperoleh formula JAMU untuk: Hipertensi, Hiperglikemia, dan Hiperkolesterolomia.
3) Uji Klinis (RCT)
Riset Klinis (RCT) merupakan tahap akhir untuk mengetahui khasiat dan keamanan formula JAMU. Riset ini melibatkan berbagai instansi, rumah sakit maupun dinas kesehatan daerah yang tergabung dalam jejaring Saintifikasi JAMU. Uji Klinis (RCT) 2014 menghasilkan formula JAMU: Dispepsia (kunyit, jahe, jinten hitam dan daun sembung), Osteoartritis (temulawak, meniran,, kunyit, adas, kumis kucing dan rumput bolong) dan Hemoroid (daun ungu, daun duduk, iler, temulawak, kunyit dan meniran).
Laporan Tahunan
2014
40 3. Sarana dan Prasarana
Penambahan dan peningkatan sarana dan prasarana sebagai kegiatan pendukung tugas dan fungsi guna pencapaian target kinerja B2P2TOOT tahun 2014.
a. Gedung/Bangunan Laboratorium
1) Pembangunan gedung laboratorium pasca panen lantai 4.
Pembangunan gedung laboratorium pasca panen lantai 4 difungsikan untuk pengoptimalan pengeringan simplisia. Pada awal tahun 2014 laboratorium pasca panen terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama diperuntukkan untuk penerimaan hasil panen dari kebun Produksi B2P2TOOT maupun petani binaan, sortasi basah, pencucian, penirisan dan perubahan bentuk berupa perajangan. Lantai dua dan lantai tiga diperuntukkan untuk pengeringan simplisia dengan bantuan oven, sortasi kering dan gudang penyimpanan simplisia yang telah kering.
Gambar 08. Pengeringan di Gedung Pasca Panen Lantai 4. 2) Pengolah air limbah (IPAL) di Rumah Riset JAMU dan
Laboratorium terpadu
Rumah Riset JAMU diresmikan oleh Menteri Kesehatan pada tahun 2013. RRJ menempati bangunan lama yang dibeli pada akhir tahun 2011, sehingga perlu penataan ruang dan penambahan sarana agar memenuhi pelayanan standar umum.
Laporan Tahunan
2014
41
Intalasi pengolah air limbah (IPAL) merupakan sarana yang harus dimiliki oleh rumah sakit dan laboratorium agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.
3) Pembangunan gedung pusat ekstrak daerah
Salah satu kebijakan teknis yang dibangun oleh B2P2TOOT untuk mendukung kemandirian bahan baku obat tahun 2014 adalah pembangunan gedung PED (Pusat Ekstrak Daerah). Peralatan Ekstraktor merupakan hibah dari Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan, Kemenkes.
Pada mulanya B2P2TOOT tidak memiliki anggaran untuk pembangunan Gedung PED. Sehubungan dengan adanya hibah ekstraktor tersebut, maka B2P2TOOT harus menyiapkan sarana dan prasarana sebagai salah satu syarat kesiapan penerimaan hibah. Sehinga dilakukan revisi anggaran untuk membangun gedung PED. PED didirikan dengan maksud untuk menyediakan bahan baku obat tradisional berupa simplisia dan ekstrak yang memenuhi standar sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional, PED juga diharapkan dapat menjadi sentra pengolah ekstrak di daerah dengan memanfaatkan simplisia hasil Laboratorium Pasca Panen B2P2TOOT.
Gambar 09. Gedung Pusat Ekstrak Daerah yang dibangun di area KTO Karangpandan seluas 100 m2
Laporan Tahunan
2014
42
Gambar 10. Alat Ekstraktor yang berasal dari hibah dari Ditjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan
b. Pengadaan kebun produksi dan kebun induk
Dengan semakin pesatnya perkembangan Saintifikasi JAMU menuntut ketersediaan bahan baku JAMU yang berkualitas dan kuantitasnya terpenuhi. Bahan baku JAMU yang berkualitas salah satunya di tentukan dari penanaman TO di lokasi dengan karateristik tanah, cuaca, iklim ketinggian yang tepat. Pada awal tahun 2014 B2P2TOOT memiliki 3 lahan yang berada pada ketinggian 600-1.800 m dpl: 1) Kebun Tlogodlingo seluas + 12 Ha, 1.800 mdpl
ketiga lahan tersebut digunakan untuk kebun produksi dan kebun induk, namun demikian belum mencukupi untuk kebutuhan RRJ dan jejaring SJ. Guna mendukung penelitian budidaya, pada tahun 2014 diadakan pembelian lahan tanaman obat dengan luas 3.900 M2 di
Laporan Tahunan
2014
43
Gambar11. Budidaya Temulawak di lahan TO Karanganyar pada ketinggian 400 m dpl
c. Perangkat Pengolah data dan komunikasi, seperti PC Dekstop, PC dekstop desain grafis, laptop, scaner, TV LED untuk pelatihan dan rapat dan pengembangan jaringan internet.
d. Peralatan fasilitas laboratorium, seperti lemari herbarium, incubator, Lemari mikroskop, Laboratory mikroskop, Autoclave, kulkas lab biomol,
Analytical balance, cell culture CO2 Incubator, sortasi stainles stell,
dehumidifier dan oven. 4. Manajemen Perkantoran
a. Manajemen KTO
B2P2TOOT selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Badan Litbangkes melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang tanaman obat dan obat tradisional, untuk mendukung institusi B2P2TOOT mengelola kebun tanaman obat dengan luas total ± 15 Ha di 4 lokasi dan ketinggian yang berbeda. Kebun Tanaman Obat merupakan sarana hulu dalam pengembangan JAMU. Pada perkembangannya kebun tanaman obat akan diajukan untuk
Laporan Tahunan
2014
44
memperoleh pengakuan standar Mutu/ISO sehingga dapat menjadi percontohan dan rujukan perkembangan Saintifikasi JAMU.
1) Eksplorasi Tanaman Obat
2) Eksplorasi TO pada tahun 2014 dilakukan di Cagar Alam Gunung Sigogor di Kab. Ponorogo, Gunung Pananggungan (perbatasan Kota Batu, Kab. Pasuruan, Kab Malang dan Kab. Mojokerto), dan Gunung Welirang (perbatasan Kab. Mojokerto dan Pasuruan) serta Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (perbatasan Kab. Malang dan Kab. Lumajang)
Tabel 24. Hasil Eksplorasi Tanaman Obat
No Nama Daerah Nama Latin Hasil Koleksi Hasil Eksplorasi Cagar Alam Sigogor
1 Talesan Persea odoratissima bibit
2 Soka putih Pavetta lanceolata bibit, stek, herbarium
3 Kolesom - bibit, umbi
4 - Prosartes sp. bibit, tanaman 5 Timunan Tricosanthes sp buah
Hasil Eksplorasi Gunung Pananggungan
1 Jambu jambuan Syzygium sp. bibit
2 Soka putih Pavetta indica bibit, stek, herbarium 3 Dilenia Tetracea scandens stek
4 Ekor kucing bi*)(Fabaceae) benih
5 Sirih hutan Piper sp. stek
6 Gadung china Smilax sp. stek, benih 7 Rumput gajahan Pollia secundifolia bibit 8 Balik angin Trea arientalias simplisia 9 Kelet-keletan Pisonia umbellifera herbarium, stek 10 Sengon gendruwo Albizia sp. biji
Hasil Eksplorasi Gunung Welirang
1 Suruh hutan Piper sp. stek, herbarium 2 Kemukus hutan Piper sp. stek, herbarium 3 Kedsura Kadsura scandens biji, herbarium 4 Lampeni hutan Ardisia sp. herbarium 5 Trawas Litsea odorifera herbarium
Laporan Tahunan
2014
45
Tabel 25. Hasil Identifikasi Tanaman dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
No Nama daerah Nama latin Keterangan 1 Tepung otot Stellaria saxatilis -
2 Kunir Curcuma domestica -
3 Beras Oryza stiva -
4 Ranggitan - Tanaman tidak
ditemukan 5 Sempretan Valerian officinale -
6 Tepung Otot berumbi - -
7 Adas Foeniculum vulgare -
8 Alang-alang Imperata cylindrica -
9 Permenan Mentha -
10 Gemboka - Tanaman tidak
ditemukan
11 Umbut Penjalin - Tanaman tidak
ditemukan 12 Cemara Hutan Casuarina
junghuniana
- 13 Pronojiwo Euchresta horsfeldii -
3) Pembinaan petani Tanaman Obat
Selain membudidayakan TO di kebun produksi, B2P2TOOT juga membina petani dalam budidaya TO. Pembinaan diberikan dalam rangka meningkatkan produksi TO yang secara kuantitas dan kualitas dapat mencukupi kebutuhan Rumah Riset JAMU dan lokus-lokus jejaring JAMU. Pembinaan meliputi paparan jenis-jenis TO, cara budidaya dan panen TO dan sosialisasi tentang materi-materi terkait kesehatan diberikan kepada petani binaan selama periode pembinaan petani tahun 2014. Petani binaan B2P2TOOT telah memberikan kontribusi dalam penyediaan bahan baku JAMU dengan menghasilkan simplisia yang memenuhi standar mutu dan khasiat.
Laporan Tahunan
2014
46
Gambar 12. Pembinaan petani di Aula Romo Santosa Soerjokoesoemo B2P2TOOT dengan materi pembinaan SOP budidaya dan identifikasi tanaman pada tanggal 12 Maret 2014
4) Pembuatan Pupuk Organik
Pengomposan tahap 1 telah dilakukan dan telah dimanfaatkan sebagai pupuk kompos di bagian pembibitan. Pengomposan tahap 2 telah dilaksanakan dan memasuki tahap pengeringan. Pengomposan tahap 3 telah dilakukan pada tanggal 15 Desember 2014.
b. Manajemen Laboratorium
1) Kaji ulang Manajemen ISO 9001 : 2008
B2P2TOOT melakukan kaji ulang manajemen dan diikuti dengan
audit surveilance dari pihak eksternal. Kaji ulang manajemen
bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas dan efisiensi penerapan sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.
Laporan Tahunan
2014
47
Tabel 26. Kegiatan Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 tahun 2014
No Kegiatan Semester 1 Semester 2
1 Survey Kepuasan Pelanggan Mei 2014 November 2014 2 Audit Internal Mei 2014 Desember 2014 3 Rapat Tinjauan Manajemen Juli 2014 Januari 2015 4 Audit Eksternal Juli 2014 Januari 2015
Kegiatan survey kepuasan pelanggan bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan di setiap bagian RRJ. Pada semester 1 target kepuasan pelanggan sebesar 80% tidak tercapai, sedangkan periode 2 target kepuasan pelangan 80% tercapai. Dari survey juga diketahui beberapa keluhan customer untuk ditindaklanjuti. Rapat tinjauan manajemen (RTM) membahas pencapain sasaran mutu yang telah ditetapkan pada RTM sebelumnya. Hasil dari Kaji Ulang Manajemen ISO tersebut, digunakan sebagai bahan introspeksi dan perbaikan manajemen. Perbaikan manajemen ditujukan untuk memberikan dampak yang positif pada pelayanan.
2) Penyusunan Dokumen ISO 17025
Pada tahun 2014 dilakukan pelatihan tentang pemahaman ISO 17025 yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural, peneliti dan litkayasa yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh personel mengenai klausul-klausul yang diatur dan hal-hal yang wajib dipenuhi dalam ISO 17025. Kegiatan pelatihan pemahman ISO 17025 dilakukan secara in house training yang diberikan oleh narasumber dari LPPT UGM pada tanggal 24-26 November 2014.
Ruang lingkup yang direncanakan sebagai laboratorium terakreditasi ISO 17025 adalah:
- Uji Kadar Sari larut air - Uji kadar sari larut etanol - Uji Kadar abu total
- Uji Kadar Abu tidak larut asam - Uji Kandungan curcumin pada kunyit