40
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian adalah penelitian evaluatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Model evaluasi yang digunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian evaluatif dengan menggunakan model CIPP akan menilai komponen kontek, komponen input, komponen proses, dan komponen produk. Berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini, yang lebih mengutamakan pada evaluasi program yang berlangsung dinilai untuk mengetahui sejauh mana program terlaksana. Peneliti ingin menggambarkan bagaimana pelaksanaan program pendidikan inklusi di SD Negeri I Mangunsari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung Dengan penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi program pendidikan inklusi dalam rangka meningkatkan pelaksanaan program pendidikan inklusi di SDN I Mangunsari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.
Model CIPP menjabarkan secara detail hasil penelitian dari keempat komponen yaitu kontek, input, proses dan produk yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan program. Prosedur pelaksanaan evaluasi dalam mengumpulkan data memfokuskan informasi untuk menilai alternatif-alternatif
41
pelaksanaan program pendidikan inklusi di SDN I Mangunsari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.
Peneliti melakukan observasi di lapangan untuk memperoleh data yang valid berupa program-program inklusi, studi dokumentasi, dan informasi pelaksanaan pendidikan inklusi. Sedangkan pengumpulan data melalui observasi di lapangan, wawancara, dan dokumen-dokumen yang mendukung penelitian.
3.2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian SDN I Mangunsari Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Respoden dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru Kelas, Guru Mata pelajaran, petugas perpustakaan, Komite Sekolah, orang tua non ABK, dan orang tua ABK. Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2015. Perolehan data melalui wawancara dilakukan satu bulan karena peneliti menyesuaikan jadwal kegiatan Kepala Sekolah. Hal ini dilakukan karena Kepala Sekolah sibuk dengan kegiatan workshop tentang manajemen pendidikan inklusi. Wawancara dengan guru cukup memakan waktu dua minggu sedangkan wawancara dengan Komite Sekolah, peneliti menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Peneliti melakukan wawancara dengan orang tua non ABK dan orang tua ABK dengan jalan peneliti berkunjung ke rumah. Selain wawancara peneliti mengadakan observasi di lapangan mengenai
42
proses pembelajaran, pengelolaan sarpras, dan perkembangan sosial anak berkebutuhan khusus. Studi dokumentasi sebagai pendukung penelitian berupa hasil modifikasi kurikulum, identifikasi ABK, pelaksanaan workshop, kegiatan ekstra dalam rangka mengembangkan bakat minat, team pengelola, dan sumber dana pelaksanaan pendidikan inklusi.
Lokasi dalam penelitian dilaksanakan di SD Negeri I Mangunsari Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. SD Negeri I Mangunsari merupakan penyelenggara sekolah inklusi sejak tahun 2010. Jumlah anak berkebutuhan khusus sebanyak delapan siswa. Perinciannya kelas satu diindikasikan satu siswa, kelas dua tidak ada, kelas tiga ada satu siswa, kelas empat sejumlah dua siswa, kelas lima dua siswa sedangkan kelas enam satu siswa. Data anak berkebutuhan khusus yang ada di SD Negeri I Mangunsari semuanya mengalami lambat belajar atau slow learner.
Guru kelas ada enam guru, satu guru agama, dan satu guru penjasorkes. Dari sejumlah guru tersebut belum semuanya guru SD Negeri I Mangunsari berstatus pegawai negeri. Data tersebut diperoleh dari data statistic sekolah dan wawancara dengan kepala sekolah pada tanggal 6 Januari 2015.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik dan pengumpulan data
43
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik keabsahan data dengan triangulasi. Pengumpulan data tidak terlepas dari CIPP yaitu kontek, input, proses, dan produk
Komponen evaluasi konteks membahas kriteria penyelenggaraan pendidikan inklusi di SD Negeri I Mangunsari yang meliputi tujuan penyelenggaraan program inklusi dan kondisi sosial budaya masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusi.
Sumber data pada komponen evaluasi konteks meliputi Kepala sekolah, guru kelas, guru Agama, guru penjasorkes, dan komite sekolah teknik yang digunakan wawancara.
Komponen evaluasi masukan atau input dikumpulkan dengan menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara.
Komponen evaluasi proses penetapan kriteria pelaksanaan pendidikan inklusi yaitu sosialisasi, pengadaan guru pendamping khusus dan peran serta guru kelas dalam penanganan ABK penggumpulan data yang digunakan teknik observasi dan wawancara.
Komponen produk penetapan kriteria anak berkebutuhan khusus di bidang non akademik dan kemampuan anak berkebutuhan khusus dalam bersosialisasi dengan lingkungan digunakan teknik dokumentasi dan observasi.
Langkah-langkah penelitian sesuai dengan model CIPP (konteks, input atau masukan, proses, produk) melakukan pengamatan awal, pengambilan data yang
44
berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik ini menggunakan triangulasi data yaitu mengumpulkan data dan sumber data secara rinci kemudian digabungkan selanjutnya dibuat penarikan kesimpulan. Langkah yang terakhir menindaklanjuti kebijakan terhadap program penyelenggaraan pendidikan inklusi di SD Negeri I Mangunsari. Berikut tabel Instrumen Pengumpulan Data Evaluasi Program Pendidikan Inklusi di SDN I Mangunsari, Kecamatan, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung:
Tabel 3.1 Kisi-kisi penelitian
No Aspek Indikator Nomor
Soal Jmlh Soal 1. Context Kebutuhan penyelenggaraan pendidikan inklusi 1-8 8 Tujuan penyelenggaraan pendidikan inklusi Kondisi sosial budaya masyarakat
Sosialisasi
penyelenggaraan pendidikan inklusi 2. Input Pembentukan Team
pengelola 1-15 15 Identifikasi ABK
Workshop
penyelenggara inklusi Modifikasi kurikulum
45 Pengadaan Sarpras Pengadaan GPK Penggalian Sumber dana Pencarian bakat melalui kegiatan ekstra
3. Prosses Pembentukan Team
pengelola 1-8 8 Identifikasi ABK Workshop penyelenggara inklusi Modifikasi kurikulum Pengadaan Sarana dan prasarana Pengadaan GPK Penggalian Sumber dana Pencarian bakat melalui kegiatan ekstra
4. Product Pembentukan Team
pengelola 1-8 8 Identifikasi ABK Workshop penyelenggara inklusi Modifikasi kurikulum Pengadaan Sarana dan Prasarana Penggalian Sumber dana ABK mampu berkembang secara sosial Hasil pengelolaan sekolah inklusi
46
3.4 Teknik Analisa Data
Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan analisis deskripsti kualitatif dengan memperhatikan setiap komponen kontek, input, proses dan produk. Peneliti melakukan analisa data dengan tahap-tahap sebagai berikut:
a) Pengumpulan Data
b) Peneliti menemukan data di lapangan yang berupa data hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Pengumpulan data dianalisa menggunakan reduksi data, penyajian data kemudian ditarik kesimpulan.
c) Reduksi Data
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan berbagai sumber meliputi Kepala Sekolah. Guru, pertugas perpus, dan orang tua. Data tersebut diperkuat dengan hasil observasi dan studi dokumen jumlahnya cukup banyak, maka dari itu, memerlukan kecermatan dalam mencatat data. Kemudian peneliti melakukan analisa data melalui reduksi data. Kegiatan mereduksi data peneliti menganalisa melalui merangkum data yang diperoleh, memilih data pokok sesuai dengan penelitian, mengambil data yang penting sesuai dengan tema penelitian dan terakhir membuang data yang tidak diperlukan.
d) Penyajian data
Setelah peneliti mereduksi data maka langkah selanjutnya menyajikan data. Pada penelitian evaluasi program pelaksanaan pendidikan inklusi di SDN I
47
Mangunsari bentuk penyajiaan data dalam penyajian data berupa uraian teks naratif.
e) Penarikan Kesimpulan
Analisis data selama pengamatan dikumpulkan dan sesudah pengumpulan data digunakan untuk menarik kesimpulan. Berdasarkan sajian data, selanjutnya peneliti merumuskan kesimpulan hasil akhir penelitian. Kaitannya dengan evaluasi program pendidikan inklusi di SDN I Mangunsari maka kesimpulan yang dibuat berupa kelayakan program dapat dilanjutkan jika program berjalan dengan baik. Diperbaiki bilamana suatu program belum berjalan secara maksimal. Terakhir kelayakan suatu program dapat dihentikan sama sekali jika program itu memang tidak berjalan sesuai dengan rencana.
3.5 Validitas Data
Validasi data peneliti menggunakan teknik triangulasi data meliputi:
a. Triangulasi data dengan cara menggabungkan data hasil wawancara dengan observasi. Dokumen dengan wawancara, observasi dengan dokumentasi. Penggabungan data kemudian dibandingkan untuk menyatukan pemahaman atas data yang diperoleh.
b. Triangulasi metode, mencari data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi. Kemudian hasil yang diperoleh
48
dengan menggunakan metode ini dibandingkan dan disimpulkan sehingga memperoleh data yang valid.
c. Triangulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan kebenaran suatu fenomena yang diperoleh dari sumber yang berbeda. Pengecekan validitas data yaitu penyatuan persepsi hasil data yang diperoleh dari kepala sekolah, komite sekolah, guru, petugas perpustakaan, orang tua siswa non ABK dan orang tua ABK maupun segala sesuatu yang ditemukan selama observasi di SDN I Mangunsari.