Tinjauan hukum Islam terhadap sistem pengupahan buruh emping melinjo di Desa Candirejo Kecamatan Bawang Kabupaten Batang
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dari hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa, penulis menemukan bawah ada ketidak kepastian dalam ukuran besar kecil karungnya dalam praktek pembayaran upah
Kemudian dilihat dalam praktek upah mengupah dilakukan dengan sepihak dan praktek upah mengupah seperti ini dianggap biasa karna merupakan suatu kebiasaan di
Idealnya dalam akad Ijarah atau jual beli jasa pihak mu’ajir (pemberi jasa) dengan musta’jir (penerima jasa) harus sama-sama mengetahui besarnya nilai upah
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah adalah hak buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh
(1) Jika jumlah anggota suatu keluarga melebihi 7 orang, maka bagi keluarga itu luas maksimum sebagai yang ditetapkan dalam pasal 1 untuk setiap anggota yang selebihnya
Penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan yang pertama, praktik pengupahan buruh pembuat tususk sate yang terdapat di desa Lorong durin menggunakan sistem