• Tidak ada hasil yang ditemukan

KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA SEDIMEN DI PESISIR TELUK AMBON DALAM SEBAGAI INDIKASI TINGKAT PENCEMARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA SEDIMEN DI PESISIR TELUK AMBON DALAM SEBAGAI INDIKASI TINGKAT PENCEMARAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kriteria Tingkat Pencemaran dan Kontaminasi (Ahmad, 2013)
Tabel  2  diatas  menunjukkan  nilai  kadar  logam Pb dan Cd; nilai CF, I-Geo dan PLI untuk  sampel  sedimen  yang  diambil  datanya  pada  bulan  Mei  2016
Tabel 3. Kadar, Faktor Kontaminasi (CF), Indeks Geoakumulasi (I-Geo), dan Indeks Beban

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini, jika dibandingkan dengan standar logam berat pada sedimen menurut Swendish Environmental Protection Agency (SEPA) untuk logam timbal adalah < 25

Sebaran logam berat terlarut yang diperkuat dengan sebaran logam berat dalam sedimen mengindikasikan sumber logam berat di perairan Teluk Jakarta sebagian besar berasal dari

Adanya akumulasi logam berat dalam sedimen dapat menimbulkan akumulasi pada tubuh biota yang hidup dan mencari makan di dalam air maupun di sekitar sedimen atau dasar perairan, dan

Hasil analisis kandungan logam Pb dalam sedimen menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat tertinggi ditemukan di Pantai Tirang sebesar 49,16 mg/kg dan Pantai Trimulyo

0,300, yang artinya memiliki nilai signifikan yang lebih dari 0,05, maka hasil terima Ho (tidak ada korelasi antara kandungan logam berat Pb dengan presentase

Berdasarkan nilai indeks geoakumulasi di Teluk Buli untuk logam berat Pb, Cd, Cu, Ni, Zn dan Fe nilai rerata seluruh logam berat lebih kecil dari 0 (I_geo<0),

Telah dilakukan analisis kandungan logam berat mangan dan nikel pada sedimen di sekitar Pesisir Teluk Lampung.. Konsentrasi logam mangan dan nikel ditentukan

0,000, untuk kandungan logam berat Cd dan presentase ukuran butir sedimen jenis lanau memiliki nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05, maka hasil tolak Ho (ada