• Tidak ada hasil yang ditemukan

Validitas Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Inkuiri pada Materi Pencemaran Lingkungan untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Kelas X SMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Validitas Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Inkuiri pada Materi Pencemaran Lingkungan untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Kelas X SMA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil Validasi LKS Berbasis Inkuiri  No  Kriteria  Skor  -rata  Rata %  Kategori
Tabel 2.   Data Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Setelah  Proses Belajar Mengajar dengan LKS  Berbasis Inkuiri
Tabel 3. Hasil Ketuntasan Indikator LKS Berbasis    Inkuiri  No  Soal  Indikator  Pretest  Posttest Ketunt asan  (%)  Kategori  Ketuntasan (%)  Kategori  1  Menganalisis  perubahan  lingkungan yang  terjadi di  lingkungan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan yaitu pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Problem Based Learning (PBL) materi Perubahan Lingkungan untuk Melatihkan

Aspek kelayakan isi dari E-book berbasis STEM pada materi ekosistem untuk melatihkan kemampuan literasi sains yang dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran mengacu pada

Hasil penelitian diperoleh data: (1) Keterlaksanaan model inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan proses sains siswaapada materi laju reaksi sudah terlaksana

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis model discovery learning pada materi getaran dan gelombang untuk melatihkan keterampilan proses sains dinyatakan layak

Hasil dari aktivitas siswa terhadap LKS berbasis etnosains pada materi bioteknogi untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa kelas IX yaitu pada aspek

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis model discovery learning pada materi getaran dan gelombang untuk melatihkan keterampilan proses sains dinyatakan layak

Menurut Oktarisa (2012) pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan pembelajaran yang melatihkan kemampuan literasi sains karena pada pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki

pembelajaran larutan elektrolit dan nonelektrolit, namun LKS belum berbasis literasi visual, LKS yang digunakan belum mampu melatihkan siswa untuk dapat memahami