• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA NILAI KALOR DAN LAJU PEMBAKARAN PADA BRIKET CAMPURAN BIJI NYAMPLUNG (Calophyllm Inophyllum) DAN ABU SEKAM PADI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA NILAI KALOR DAN LAJU PEMBAKARAN PADA BRIKET CAMPURAN BIJI NYAMPLUNG (Calophyllm Inophyllum) DAN ABU SEKAM PADI"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Laju pembakaran pada briket Pada  pengujian  ini  bisa  dilihat  pada variasi  campuran  antara  buah  nyamplung dan  abu sekam padi  yang  paling rendah  laju pembakarannya  yaitu  pada  sampel  C  3:1 yaitu  sebesar  0,00156  gr/detik

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara penambahan SiO 2 terhadap kadar air, kadar abu, kadar volatil, dan kadar karbon serta kalor bakar dan kuat tekan dari

Hasil pengukuran uji kadar air briket dengan jenis sekam padi siam dan pandak ditampilkan pada tabel 3.2 menunjukkan hasil pengujian yang telah dilakukan pada 3 variasi

kalor per satuan volume yang tidak kompetitif, kadar air yang tinggi dan timbulnya asap. Oleh karena itu, briket adalah salah satu strategi yang paling umum digunakan untuk

kadar karbon tertinggi dimiliki oleh batubara dan terlihat untuk biomass ampas tebu dan sekam padi memiliki kadar karbon yang lebih rendah, nilai kadar karbon ini akan memegang

Fixed Karbon Biobriket Sekam Padi Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa kadar fix karbon yang dimiliki briket arang sekam padi untuk ukuran butiran 0,21 mm lebih

Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa uji T – test paired sampel pengujian nilai kalor briket kulit pisang murni dengan campuran limbah kulit pisang kepok dan serbuk

Kadar Air Briket Analisis kadar air digunakan untuk mengetahui kandungan air yang terdapat pada briket, kadar air yang masih terkandung didalam briket adalah air yang terperangkap

Gambar 7 Grafik hubungan antar nilai kadar air optimum wopt titik 1 dan titik 2 Sumber : Hasil Uji Laboratorium Negeri Banjarmasin, 2022 Pengujian CBR Laboratorium Caliornia Bearing