• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1. Kerangka Pendekatan Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3.1. Kerangka Pendekatan Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

3.1. Kerangka Pendekatan Penelitian

Definisi kesehatan menurut UU RI. No 23 tahun 1992 adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif. Selanjutnya Anwar (2001) mengkelompokkan status kesehatan menjadi dua kondisi yaitu: gangguan kesehatan (fisik, psikis, sosial) dan hilangnya waktu produktif (berapa lama waktu produktif yang hilang karena seseorang atau kelompok penduduk mengalami sakit, cacat atau mati). Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan individu maupun masyarakat yang saling berinteraksi yaitu: faktor perilaku, pelayanan kesehatan, lingkungan, dan keturunan.

Kondisi finansial (ekonomi) keIuarga yang merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga masih sangat rendah. Keterbatasan ini disebabkan oleh rendahnya keterampilan/keahlian dan terbatasnya modal usaha yang mereka miliki. Hal ini menimbulkan rendahnya kegiatan produksi dan terbatasnya lapangan pekejaan yang dapat mereka akses.

Ibu rumah tangga sebagai salah satu SDM yang potensial dalam keluarga ikut memberikan kontrib-mi pendapatan bagi sebagian keluarga di kawasan pedesaan kabupaten Lombok Barat. Kontribusi yang diberikan ibu dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarganya sehingga mereka memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan kesehatannya (upaya- upaya preventif).

Menurunnya angka morbiditas, mortalitas dan disabelity serta meningkatkan angka harapan hidup merupakan tolok ukur tingkat kesehatan suatu masyarat?t. Peningkatan kesehatan individu sangat mempengaruhi peningkatan kesehatan keluarga. Tigkat kesehatan masyarakat m e ~ p a k a n suatu hubungan sebab dan akibat. Faktor-faktor penyebab yang mempemgaruhi tingkat kesehatan masyarakat merupakan faktor internal dan faktor ekstemal

dari

(2)

masyarakat yang merupakan kumpulan individu. Faktor-faktor penyebab tersebut adalah faktor pendidikan, prilaku dan budaya, lingkungan (sanitasr], ekonomi (finansial) dan sarana kesehatan.

Masyarakat Can Pemerintah memiliki anggapan bahwa peranan perempuan dalam perekonomian keluarga secara umum memang sangat rend&, karena kontribusi tersebct hanya dihitung berdasarkan pendapatan secara moneter (uang). Kontribusi perempuan dalam keuangan keluarga masih dianggap sebagai pendapatan tambahan. Tingginya ketergantungan secara ekonomi kaum perempuan dengan kaum laki-laki, justru membuat posisi tawar perempuan sangat rendah dalam keluarga. Selain itu secara religus, a& pemahaman yang kurang tepat dari masyarakat tentang peran suami sebagai pemimpin rumah tangga. Walaupun keputusan suami mengancam keselamatan istri, istri cenderung untuk patuh dan mengikuti perintah suami.

Rendahnya tingkat kesehatan perempuan terutama dalam kesehatan reprod~ksi juga terkait dengan faktor pengambilan keputusan dalam kesehatan. Beberapa keputusan kesehatan yang sangat didominasi oleh suarni diantaranya adalah menentukan kemana dan kepada siapa perempuan

h a w

pergi untuk mendapatkan pertolongan kesehatan termasuk persalinan, menentukan jeNs kontrasepsi yang akan digunakan, dan mznentukan jumlah

anak

dalam setiap keluarga. Sangat ironis, ha1 ini seringkali tidak sesuai dengan kondisi tubuh dari perempuan (istri) dan pada akhirnya ibu dan atau bayi seringkali tidak tertolong.

Melihat pentingnya posisi perempuan &lam perekonomian keluarga dan kesehatan maka perlu upaya me~ngkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan

agar mereka memilki posisi tawar yang lebii tinggi untuk menentukan kesehatan

mereka Mengingat peran dan h g s i ibu untuk menentukan kondisi generasi dimasa yang

akan

datang maka perlu dilakukan upaya-upaya tidak hanya me~ngkatkan pendapatan dengan memberi ban- kredit produktif tapi juga yang lebih penting adalah memberikan penyadaran kepada suami, iby dan keluarga tentang persamaan jender, hidup sehat, dan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Usaha Peningkatan Pendapatan (peranan ekonomij perempuan yang

(3)

terintegrasi dengan pendampingan ekonomi dan kesehatan dapat menjadi salah satu altematif .

.

upaya untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan.

Secara skematis kerangka penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat pada bag= aliran pada Gambar 4.

(4)

Kesehatan masyarakat

L

I I I

I

Meningkatnya angka harapan hidup Rendahnya Morbiditas

Akibat

Rendahnya Mortalitas dan Disability

Kesehatan keluarga meninekat

.

.

-

. .

-

. .

-

. . - . .

-

. .

-

.

.

-

.

i3

3

8,

4

FAKTOR SARANA

i3

LINGKUNGAN

4

akses air bersih, KESEHATAN: -i

kondisi toilet

2

keadaan fisik rumah

5

(5)

3.2. 'Difinisi Opersional

1. Keluarga (mmah tangga) adalah sekelompok orang yang tinggal dalam satu mmah (a domestic residential group), yang anggota-anggotannya hidup bersama dalam: kontak yang sangat mendalam (in intimate contact), membesarkan anak- anak, berbagi pendapatan dari hasil kerja atau pengadaan bersama dari sumber- sumber lain, dan secara umum bekerjasama dalam keseharian (a day-to-day basis) (Anonim, 2000)

2. Kepala keluarga (KK) adalah suami yang mempunyai tanggung jawab dalam rumah tangga untuk kelangsungan perekonomian maupun dalam pengambilan keputusan.

3. Tingkat pendapatan keluarga perbulan adalah jumlah uang yang diterima oleh kepala keluarga dan anggota keluarganya yang berasal dari pekejaan pokok dan sampingan perbulan yang dipergunakan untuk membiayai konsumsilpengeluaran keluarga sehari-hari dibagi jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.

4. Ibu bekerja adalah ibu mmah tangga yang ikut mernberikan penghasilanlpendapatan bagi keluarganya secara mtin maupun temporal dengan melakukan kegiatan didalam atau diluar mmah secara formal maupun informal. Keja dalam ha1 ini adalah semua kegiatan yang dilakukan ibu mmah tangga yang menghasilkan uang

5. Selfemployment adalah pekejaan yang diciptakan sendiri dengan kata lain tidak bekerja pada seseorang/institusi secara informal.

6. Jumlah anggota keluarga yang ditanggung adalah selumh anggota keluarga yang menjadi tanggungan atau dibiayai dan tidak terbatas pada keluarga inti (bapak,ibu dan anak) baik yang tinggal di mmah maupun yang tidak di mmah (sedang merantau)

(6)

7. PKM (Puskesmas) adalah sarana pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Kecamatan sebagai salah satu sarana umum yang disediakan oleh Pemerintah yang dapat memberikan pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif

8.

PKM

Pembantu adalah cabang dari PKM yang wilayahnya kejanya meliputi beberapa desa yang lokasinya jauh dari PKM. Pelayanan yang diberikan adalah pelayanan kesehatan baik promotif, preventif dan kuratif.

9. Polindes merupakan sarana kesehatan disetiap desa dan dikepalai oleh seorang Bidan yang memberikan pelayanan kesehatan baik promotif, preventif dan kuratif temtama terkait dengan kesehatan ibu dan balita

.

10.Nilai sehat dari penyakit yang pemah diderita dihitung berdasarkan jumlah penyakit yang dialami keluarga dalam 1 tahun. Pada keluarga yang tidak penah sakit mendapatkan nilai 1 dan keluarga yang pemah mengalami semua penyakit umum tersebut mendapatkan nilai 0.

11. Pengklasifikasian Tingkat kesehatan keluarga dari penyakit dilakukan berdasarkan interval nilai sehat dari penyakit umum yang sering diderita keluarga. Tingkat Kesehatan keluarga dari penyakit yaitu keluarga sehat (0,64-1,OO); keluarga kurang sehat (0,38-0,63); keluarga tidak sehat (0,37-0,OO).

12. Kebersihan nunah dinilai penjumlahan dari keadaan halaman yang kotor, gelap, pengap, rumah kotor dekat kandang temak ( jawaban responden : Ya=l, Tidak 4) maka sekor 5 menunjukkan nilai terendah, angko 0 merupakan nilai tertinggi). Skala penilaian adalah 0- 5. Skala Kebersihan 0-2 =I (Bersih), 3 = 0.5 (agak bersih), 4 - 5 4 (Tidak bersih)

13. Kebersihan sumber air minum. Air minum yang baik adalah yang bersumber dari sumur dan mata air, sedangkan yang tidak sehat berasal dari sungai

14. Pengeluran bulanan setiap keluarga adalah biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari (living cost) seperti kebutuhan makan, kesehatan,

(7)

kebersihan dasar tubuh (sabun cuci, sabun mandi dan pasta gigi), transportasi, pakaian, anak sekolah dan kebutuhan lainnya.

15. Pengeluaran untuk kebutuhan lainnya meliputi pengeluaran yang tidak selalu dimiliki oleh setiap keluarga, seperti pengeluaran untuk membayar kredit, arisan, kontrakan mmah dan pengeluaran untuk membeli kosmestik.

33. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, tinjauan pustaka dan kerangka pemikiran maka dapat diajukan beberapa hipotesis dalam penelitian ini, yaitu:

1. Keberadaan pendapatan ibu mmah tangga berhubungan positif yang signifikan dengan kondisi dan upaya kesehatan serta kesejahteraan keluarga

2. Rendahnya produktifitas dan peranan perempuan dalam perekonomian keluarga dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan dan akses mereka terhadap sumber daya.

3. Kurangnya kontribusi ibu mmah tangga dalam perekonomian menyebabkan rendahnya harga tawar mereka dalam menentukan kesehatan mereka, ha1 ini ditunjang oleh rendahnya pendidikan mereka, faktor budaya, dan interpretasi yang kurang tepat dalam ajaran agama.

4. Program pemberdayaan ekonomi ibu ~ m a h tangga (kredit mikro) belum seluruhnya dapat membantu meningkatkan produktifitas mereka karena jumlah dana yang diberikan sangat kecil dan kurangnya pendampingan wirausaha.

3.4. Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran dan :.cndala ibu mmah tangga dalam perekonomian dan upaya menjaga kesehatan keluarga di Lombok Barat. Semoga hasil dapat menjadi masukan bagi LSM lokal,

(8)

pembarigunan ekonomi dan kesehatan wilayah yang lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

3.5. Batasan Penelitiaa

Untuk menghindari tejadi pembahasan yang terlalu melebar dan menghindari tejadinya bias dalam penelitian ini maka dilakukan pembatasan terhadap cakupan penelitian dan responden. Responden penelitian ini adalah keluarga yang ibu mmah tangganya bekeja secara informal dan keluarga yang ibu mmah tangganya tidak beke ja. Ibu bekeja dalam ha1 ini adalah ibu mmah tangga yang memiliki pendapatan dalam bentuk uang tanpa ada batasan jumlah minimum dari hasil jerih payah mereka sendiri. Dalam penelitian ini tidak akan dilakukan perbandingan jender antara laki- laki dan perempuan (suami-istri) secara khusus.

Pengkajian tingkat kesehatan dan kesejahteraan dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisa daya tahan tubuh keluarga terhadap penyakit umum (common

diseases) dan penyakit menular/tahunan (severe diseaszs), penyedia layanan kesehatan yang dikunjugi, kesertaan dalam Keluarga Berencana, perawatan kehamiian dan melahirkan, pengambilan keputusan kesehatan, kebersihan dan sarana transportasi. Pengkajian terhadap kesejahteraan keluarga dianalisa dengan melihat aspek finansial, pangan dan kesehatan.

Referensi

Dokumen terkait

Kebutuhan system pencahayaan alami (matahari) dan buatan pada suatu ruangan harus di pertimbangkan karena berkaitan erat dengan kegiatan yang di

Visi Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat untuk 5 (lima) tahun ke depan dirumuskan dalam rangka menunjang Visi Setda Provinsi Jawa Barat dan Rencana Stratejik tersebut

Dari hasil uji descriptive statistic – frequency di atas dapat diketahui bahwa intensitas nyeri responden sebelum diberikan kompres hangat berkisar antara nyeri sedang

Berdasarkan permasalahan yang diuraikan diatas maka ada 3 tujuan utama dalam penelitian ini, yaitu: Untuk mengetahui apakah penerapan metode diskusi buzz group

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Manajerial Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru, apakah terdapat pengaruh Budaya Organisasi

Adapun pokok masalah yang dijadikan dasar dalam pembahasan skripsi ini adalah apakah pelaksanaan penerapan prinsip ijarah pada praktik tarif jasa simpan barang jaminan di

Berdasarkan kontradiksi-kontradiksi logis tersebut, maka menurut al-Kindi, semesta yang ada dalam aktualitas ini tidak dapat lain kecuali harus bersifat terbatas;

Kasus infeksi fasciolopsiasis di Indonesia pada manusia pertama kali ditemukan oleh Handidjaja tahun 1982 di desa Sungai Papuyu Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu