JURNAL ILMIAH MAHASISWA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI
Diterbitkan oleh:
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Jalan Hamzah Fansury No. 8 Darussalam, Banda Aceh 23111. Email: [email protected]
Website: http://jim.unsyiah.ac.id/penjaskesrek
i
Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun pada Bulan Februari, Mei, Agustus dan November; Berisi Hasil Ringkasan Penelitian Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Olahraga
Ketua Penyunting
Drs. Abdurrahman, M.Kes.
Wakil Ketua Penyunting
Zahara, S.Pd., M.Pd.
Sekretaris Penyunting
Munawar Hadi, S.Pd.I
Penyunting Pelaksana Drs. Nuzuli, M.S Drs. Alfian Rinaldy, M.Pd. Drs. Muhammad Jafar, M.Pd. Ifwandi, S.Pd., M.Pd. Karimuddin, S.Pd., M.Pd. Masri, S.Pd., M.Pd. Yeni Marlina, S.Pd., M.Pd.
Alamat Editor: Kantor Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Jalan Hamzah Fansury No. 8 Darussalam Banda Aceh 23111 Contact Person: 085260165402.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Pembina : Rektor Unsyiah dan Dekan FKIP Unsyiah, Penanggung Jawab: Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Terbit Pertama Kali pada Tahun 2015.
ii
penyunting telah berhasil menerbitkan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Volume 2 Nomor 4. Pada Nomor ini ada 11 (sebelas) artikel yang dipublikasikan secara online melalui website http://jim.unsyiah.ac.id/penjaskesrek/issue/view/64. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala merupakan jurnal yang berisikan hasil dari tugas akhir mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Penerbitan jurnal ini bertujuan untuk menambah pembendaharaan bacaan kepada mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Unsyiah di bidang ilmu pendidikan jasmani dan keolahragaan yang selama ini dirasakan sangat minim jumlahnya di provinsi Aceh.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala diterbitkan sebanyak 4 kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Mahasiswa diwajibkan melakukan Publikasi artikel dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) dimaksudkan sebagai syarat bagi mahasiswa yang akan telah lulus Tugas Akhir (Skripsi). Penulisan Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala ini ditulis oleh mahasiswa bersama 2 orang dosen pembimbing dan telah melewati proses reviewer.
Tim penyunting menerima sumbang saran dan kritikan yang bersifat membangun demi kesempurnaan di masa-masa mendatang.
Banda Aceh, November 2016 Tim Penyunting
iii DAFTAR ISI Firdaus, Bustamam, Ifwandi Araiko Rahmat, Abdurrahman, Ifwandi
Trio Handika, Alfian Rinaldy, Razali
Jufrizal, Muhammad Jafar, Razali
Defi Yanti, Ifwandi, Saifuddin
Ikhsan, Razali, Alfian Rinaldy
Deri Wantona, Ifwandi, Nyak Amir Anizul Farmi, Muhammad Jafar, Ifwandi Masykur, Nuzuli, Maimun Nusufi Misbah Alsah, Muhammad Jafar, Alfian Rinaldy. Janu Friadi, Muhammad Jafar, Nuzuli
Evaluasi Tingkat Kemampuan Fisik Atlet Sepak Takraw UKM UNSYIAH Tahun 2016 ...245-256 Kontribusi Kelentukan Togok dan Power Otot Lengan Terhadap Kecepatan MendayungPerahu Tradisional Pada Atlet PODSI Kota Banda Aceh Tahun 2016 ...257-269 Hubungan Kemampuan Motorik dengan Keterampilan Bermain Bola Voli pada Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2013 ...270-281 HubunganKeseimbangan dengan Ketepatan Memanah pada Atlet Perpani Aceh Tahun 2016 ...282-292 Kontribusi Daya Tahan Jantung Paru dan Daya Tahan Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Tendangan Sabit pada Atlet Putra Pencak Silat UKM Unsyiah Tahun 2015 ...293-303 Tingkat Kecemasan Atlet Bola Voli PON Aceh Tahun 2016...304-313 Evaluasi Tingkat Kebugaran Jasmani Petani Kopi di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Tahun 2015 ...314-322 Kontribusi Keseimbangan dan Daya Tahan Otot Lengan dan Bahu Pada Atlet Rengcong Windsurfing Aceh Club ...323-324
Kontribusi keseimbangan statis dan power lengan terhadap kecepatan mendayung kayak 1 jarak 20 meter pada atlet dayung Pengcab Banda Aceh ...335-347 Hubungan Power Otot Lengan Dan Panjang TungkaiTerhadap Kemampuan Smash Bola Voli Pada Klub Pjvc Punge Juroeng Tahun 2015 ...348-358 Kontribusi Status Gizi dan Panjang Tungkai Terhadap Kemampuan Lari 200 Meter Pada Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2013 ...359-371
EVALUASI TINGKAT KEMAMPUAN FISIK ATLET SEPAK TAKRAW UKM UNSYIAH TAHUN 2016
Firdaus*, Bustamam, Ifwandi
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 23111 *Corresponding Email: [email protected]
Abstrak : Penelitian yang berjudul: “Evaluasi Tingkat Kemampuan Fisik Atlet Sepak
Takraw UKM Unsyiah Tahun 2016 ” ini mengangkat masalah bagaimana Tingkat Kemampuan Fisik Atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kemampuan Fisik Atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah yang berjumlah 10 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yaitu keseluruhan dari jumlah populasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan fisik atlet yaitu tes:(1) Lari 15 Menit Tes Balke, (2) Vertical Jump, (3) Sit up, (4) Sit & Reach, (5)Lari 30 Meter, (6) 300 meter, dan (7)Lari Bolak balik 4 x 5 meter. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan analisis statistik sederhana yaitu persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menunjukan bahwa tingkat kemampuan fisik atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah Tahun 2016 dengan hasil persentase yaitu lari 30 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, Vertical Jump berada pada Kategori Sedang dengan rincian 10% Kategori Baik Sekali, 30% kategori Baik dan 60% Kategori Sedang, lari 300 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, Sit Up berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, lari Bolak Balik 4x5 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 70% kategori Baik dan 30% kategori Sedang, Sit and Reach berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, tes Balke berada pada Kategori Sedang dengan rincian 40% kategori Baik dan 60% kategori Sedang. Dengan demikian atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah masih sangat perlu memperhatikan dan meningkatkan intensitas latihan hingga mencapai taraf kemampuan fisik yang maksimal. Karena dengan adanya kemampuan fisik yang ideal akan berdampak pada pencapaian prestasi yang maksimal.
Kata kunci: Kemampuan fisik, Sepak takraw PENDAHULUAN
Pembinaan olahraga prestasi secara ilmiah sudah seharusnya menjadi landasan dalam proses pembibitan dan pembinaan atlet dari suatu program untuk mencapai prestasi tinggi, baik yang bersifat nasional dan daerah, serta menyelenggarakan kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan. Dalam UU. RI No. 3 Tahun 2005 pasal 27 ayat 4 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dijelaskan bahwa: “Pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi dilaksanakan dengan memberdayakan perkumpulan olahraga, menumbuh kembangkan sentral pembinaan olahraga yang bersifat nasional dan daerah, dan menyelenggarakan kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan”.
Berdasarkan kutipan diatas, pembinaan olahraga berprestasi harus dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan yang melibatkan lembaga pendidikan, organisasi
keolahragaan dan masyarakat dalam mencapai prestasi yang mengembangkan dan mengharumkan nama bangsa. Olahraga prestasi menurut Syafruddin (2006:29) adalah “kemampuan prestasi olahraga menggambarkan tingkat penguasaan suatu prestasi olahraga tertentu dan ditentukan oleh struktur kondisi yang kompleks dari sejumlah faktor khusus prestasi adapun faktor tersebut dapat meliputi kondisi fisik, teknik, taktik, mental serta sarana dan prasarana yang digunakan”. Kondisi fisik merupakan keadaan fisik serta kesiapan seorang atlet terhadap tuntutan-tuntutan khusus suatu cabang olahraga. Artinya setiap cabang olahraga permainan membutuhkan komponen kondisi fisik khusus yang didasarkan atas kebutuhan gerak teknik dan taktik. Sedangkan teknik merupakan suatu cara yang digunakan atau dikembangkan oleh seseorang atau atlet untuk menyelesaikan atau memecahkan suatu tugas gerakan dalam olahraga secara efektif dan efesien. Taktik adalah siasat seseorang atau sekelompok orang untuk memperdaya, menipu atau mengecoh lawan melalui trik-trik atau gerak tipu yang dimiliki dalam pertandingan atau kompetisi yang bertujuan untuk meraih suatu kemenangan secara sportif.
Menurut Imam Hariadi (2001) mengatakan bahwa : “Sepak takraw adalah cabang olahraga yang mempunyai ciri khas tersendiri. Gerakan-gerakannya sungguh menarik, sehingga bisa dikatakan sebagai olahraga aerobik, artistik, dan memerlukan keberanian yang cukup tinggi. Gerakan-gerakan teknik dasarnya dimainkan dengan seluruh bagian badan kecuali tangan”. ‘PB. PSTI (1996:14) menyatakan sepak takraw adalah cabang olagraga yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari tiga orang pemain, (tekong, apit kiri, dan apit kanan) dengan seorang pemain cadangan, yang dipisahkan oleh sebuah net yang memiliki ukuran sama dengan net bulutangkis. Adapun komponen gerak dasar pemain sepak takraw meliputi service, sepakan (menimang), smash, kepala (heading), serta block umumnya di butuhkan kelentukan dan irama tubuh yang baik disetiap melakukan gerakan dasar sehingga dibutuhkan koordinasi yang baik untuk melakukan gerakan yang baik dan benar”. Untuk dapat mengembangkan teknik dasar yang baik, maka harus ditunjang dengan komponen-komponen kondisi fisik seperti kekuatan, kecepatan, ketepatan, dan keterampilan gerak. Kondisi yang baik dapat meningkatkan dan berpegaruh pada kemampuan melakukan tehnik-teknik permainan dalam sepak takraw.
Sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat populer dan sangat digemari oleh lapisan masyarakat di Indonesia, olahraga sepaktakraw merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga yang dibina dan dikembangkan, perkembangan ini ditandai dengan lahirnya perkumpulan-perkumpulan atau klub-klub seluruh daerah di indonesia bahkan pembinaan juga di lakukan sampe kepada jenjang pendidikan baik itu sekolah maupun universitas. Universitas Syiah Kuala salah satunya telah melakukan pembinaan olahraga sepak takraw hal ini terbukti bagaimana Universitas Syiah Kuala telah membentuk UKM sepak takraw yang tujuannya untuk membina dan menaungi mahasiswa yang memiliki kemampuan dan bakat dibidang olahraga sepak takraw. UKM Sepak Takraw Universitas Syiah Kuala telah memiliki prestasi, hal ini terbukti dari beberapa atlet yang telah mengikuti turnamen sepak takraw tingkat mahasiswa pada POMNAS 2015 dan PON Tahun 2016 mendatang di Jawa Barat.Berdasarkan permasalahan diatas serta dari obsevasi dilapangan maka penulis ingin melakukan penelitian tentang “Evaluasi Tingkat
Kemampuan Fisik Atlet Sepak Takraw UKM Universitas Syiah Kuala tahun 2016”. METODE PENELITIAN
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah pendekatan kuantitatif. Menurut Margono (2010:105) menyatakan bahwa: “Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat
menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui. Penelitian ini dapat digolongkan ke dalam jenis penelitian deskriptif yang menjadi tujuan penelitian deskriptif adalah untuk mengetahui serta menjelaskan/menerangkan suatu peristiwa yang sedang terjadi.
Teknik Pengumpulan Data Tes Lari 30 meter.
Tujuan untuk mengukur kecepatan lari menempuh jarak 30 meter.
Pelaksanaan : Kecepatan lari dihitung dari saat bendera diangkat sampai pelari melewati garis finish. Kecepatan lari dicatat sampai dengan 0,1 detik, bila memungkinkan dicatat sampai dengan 0,01 detik.
Tes Lari 300 Meter
Tujuan untuk mengukur kemampuan kapasitas anaerobik seorang atlet dalam lari.
Pelaksanaan : Dengan aba-aba “siap” testi dengan start berdiri siap lari. Dengan aba-aba “yaak” bersamaan dengan bendera start terangkat testi lari secepat-cepatnya menempuh jarak 300 meter.
Tes Sit up
Tujuan Untuk ini mengukur daya tahan kekuatan otot-otot perut.
Pelaksanaan : Testi berbaring telentang, kedua tangan dibelakang tengkuk, kedua siku lurus ke depan. Kedua lurus ke depan. Kedua lutut ditekuk, kedua tapak kaki tetap di lantai. Bersama dengan aba-aba “siap” testi siap melaksanakan, bersamaan dengan aba-aba “yaak” stopwatch dijalankan, testi mengangkat tubuh, kedua siku menyentuh tubuh, kedua siku menyentuh lutut, kemudian kembali berbaring/ke sikap semula.
Tes Vertical Jump
Tujuan mengukur daya eksplotasi kedua kaki.
Pelaksanaan : Papan LT digantung pada tembok dengan ketinggian sesuai kebutuhan. Testi berdiri menyamping, tapak kaki kanan/kiri merapat tembok. Tangan kanan/kiri berkapur diluruskan ke atas setinggi-tingginya dan diletakkan pada papan LT. Bekas yang tertinggi ini ialah tinggi raihan. Kemudian testi berdiri untuk siap/meloncat. Selanjutnya testi meloncat setinggi-tingginya dengan bantuan ayunan kedua lengan dan menyentuhkan jari-jari tangan kanan/kiri ke papan LT.
Tes lari bolak – balik 4x5 meter.
Tujuan untuk mengukur kelincahan seseorang mengubah posisi dan atau arah.
Pelaksanaan : Lari dari garis start atau garis pertama menuju ke garis kedua dan kembali ke garis start dihitung 1 kali. Pelaksanaan lari dilakukan sampai ke empat kalinya bolak-balik sehingga menempuh jarak 40 meter. Setelah melewati garis finish stopwatch dihentikan. Kelincahan lari dihitung sampai dengan 0,1 atau 0,01.
Tes Sit & Reach
Tujuan mengukur kelentukan tubuh pada pinggul.Pelaksanaan: Pita pengukur diletakkan lurus di lantai, dengan huruf o (nol) pada tepi tembok. Testi melepaskan sepatu dan kaos kaki, duduk berlunjur menduduki pita pengukur: pantat, punggung dan kepala merapat tembok, kedua kaki lurus ke depan dengan kedua lutut lurus. Panjang kaki dicatat sampai cm penuh, pengukuran dari tembok, kedua kaki kangkang, lutut boleh bengkok. Kemudian
testi meraihkan kedua lengan kedepan sejauh mungkin dan menematkan kedua jari tangan pada pita sejauh mungkin. Tahap raihan tersebut minimal selama 3 (tiga) detik, dan jarak terjauh yang dihitung.
Tes Lari 15 Menit
Tujuan Untuk mengukur daya tahan kerja jantung dan pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 max.Pelaksanaan seperti lari 1.600 meter, hanya saja testi berusaha lari sejauh mungkin dalam waktu 15 menit. Apabila testi tidak kuat lari dapat diselingi dengan berjalan. Persisi 15 menit stopwatch dihentikan bersamaan dengan bunyi peluit yang keras dan saat itu pula setiap testi berhenti ditempat atau lari-lari di tempat.
HASIL PENELITIAN
Data yang diperoleh dari hasil tes yang dilakukan pada atlet sepak takraw UKM Unsyiah 2016 yaitu berupa kuantitatif atau data dalam bentuk angka. Data ini dapat secara langsung dari Tes Kemampuan Fisik yang terdiri dari 7 jenis tes yaitu tes lari 30 meter,
Vertical Jump, lari 300 meter, Sit Up, lari bolak-balik 4x5 meter, Sit and Reach, Tes Balke.
Untuk memudahkan pengolahan data , selanjutnya data-data tersebut ditabulasikan ke dalam tabel.
Tabel 1. Data tes dan pengukuran lari 30 meter.
NO. Nama Peserta Nilai (detik) Keterangan
1. Irwansyah 4,24 Baik
2. Runa Fazri Barus 4,40 Sedang
3. Azmi Hidayat 4,32 Baik
4. Zikri Rahmanda 4,30 Baik
5. Iko Desriandi 4,38 Sedang
6. Chairunnas 4,14 Baik
7. Muammar Giffari 4,27 Baik
8. Rico Dwianda Helmi 4,31 Baik
9. Arief Krisnawan 4,62 Sedang
10. Aria Muzakky 4,69 Sedang
Rata – Rata 43,67 Baik
Hasil peneltian tabel 4.1 di atas menggambarkan kemampuan lari 30 meter atlet sepak takraw UKM Unsyiah rata-rata nilai 43,67 yang berada pada kategori baik.
Perhitungan Nilai rata-rata
𝑥̅ =Σ𝑥 𝑛 =43,67
10 = 4,36
Perhitungan Nilai Persentase
𝑃 = 𝐹
= 6 10× 100 % = 60 % Kategori Baik. 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 4 10× 100 % = 40 % Kategori Sedang
Tabel 2. Data Tes Vetical Jump
NO. Nama Peserta Nilai (cm) Keterangan
1. Irwansyah 94 Baik sekali
2. Runa Fazri Barus 78 Baik
3. Azmi Hidayat 79 Baik
4. Zikri Rahmanda 73 Sedang
5. Iko Desriandi 74 Sedang
6. Chairunnas 69 Sedang
7. Muammar Giffari 73 Sedang
8. Rico Dwianda Helmi 80 Baik
9. Arief Krisnawan 68 Sedang
10. Aria Muzakky 76 Sedang
Rata – Rata 764 Sedang
Hasil peneltian tabel 4.2 di atas menggambarkan kemampuan Vertical Jump atlet sepak takraw UKM Unsyiah rata-rata nilai 706 yang berada pada kategori sedang.
Perhitungan Nilai Rata-rata
𝑥̅ =Σ𝑥 𝑛 =764
10 = 76,4
Perhitungan Nilai Persentase
𝑃 = 𝐹
𝑁× 100 % = 1
10× 100 %
= 10 % Kategori Baik Sekali 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 3 10× 100 % = 30 % Kategori Baik 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 %
= 6
10× 100 % = 60 % Sedang
Tabel 3. Data Tes Lari 300 meter
NO. Nama Peserta Nilai (Detik) Keterangan
1. Irwansyah 39,72 Baik
2. Runa Fazri Barus 40,31 Baik
3. Azmi Hidayat 42,22 Baik
4. Zikri Rahmanda 45,01 Sedang
5. Iko Desriandi 46,99 Sedang
6. Chairunnas 41,89 Baik
7. Muammar Giffari 44,73 Sedang
8. Rico Dwianda Helmi 43,89 Baik
9. Arief Krisnawan 44,67 Sedang
10. Aria Muzakky 44,21 Baik
Rata – Rata 433,64 Baik
Hasil peneltian tabel 4.3 di atas menggambarkan kemampuan lari 300 meter atlet sepak takraw UKM Unsyiah rata-rata nilai 433,64 yang berada pada kategori baik.
Perhitungan Nilai Rata-Rata
𝑥̅ =Σ𝑥 𝑛 =433,64
10 = 43,36
Perhitungan Nilai Persentase
𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 6 10× 100 % = 60 % Kategori baik 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 4 10× 100 % = 40 % Kategori Sedang
Tabel 4. Data Tes Sit Up
NO. Nama Peserta Nilai (Score) Keterangan
1 2 3 4
1. Irwansyah 59 Baik
2. Runa Fazri Barus 57 Baik
3. Azmi Hidayat 38 Sedang
1 2 3 4
5. Iko Desriandi 52 Sedang
6. Chairunnas 56 Baik
7. Muammar Giffari 58 Baik
8. Rico Dwianda Helmi 54 Baik
9. Arief Krisnawan 55 Baik
10. Aria Muzakky 53 Sedang
Rata – Rata 521 Baik
Perhitungan Nilai Rata-Rata 𝑥̅ =Σ𝑥
𝑛 =521
10 = 52,1
Perhitungan Nilai persentase 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 6 10× 100 % = 60 % Kategori Baik 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 4 10× 100 % = 40 % Kategori Baik
Tabel 6 Data tes lari Bolak – Balik 4x5 Meter.
NO. Nama Peserta Nilai (Score) Keterangan
1. Irwansyah 12,30 Baik
2. Runa Fazri Barus 12,54 Baik
3. Azmi Hidayat 12,98 Baik
4. Zikri Rahmanda 13,56 Sedang
5. Iko Desriandi 13,58 Sedang
6. Chairunnas 12,83 Baik
7. Muammar Giffari 12,72 Baik
8. Rico Dwianda Helmi 13,54 Sedang
9. Arief Krisnawan 12,65 Baik
10. Aria Muzakky 13,49 Baik
Rata – Rata 130,19 Baik
Perhitungan Nilai rata – rata 𝑥̅ =Σ𝑥
𝑛 =130,19
10 =13,01
Perhiungan Nilai Persentase 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 7 10× 100 % = 70 % Kategori Baik 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 3 10× 100 % = 30 % Kategori Sedang
Tabel 6 Data tes Sit & Reach
NO. Nama Peserta Nilai (CM) Keterangan
1. Irwansyah 33 Baik
2. Runa Fazri Barus 35 Baik
3. Azmi Hidayat 36 Baik
4. Zikri Rahmanda 30 Sedang
5. Iko Desriandi 28 Sedang
6. Chairunnas 31 Baik
7. Muammar Giffari 33 Baik
8. Rico Dwianda Helmi 36 Baik
9. Arief Krisnawan 28 Sedang
10. Aria Muzakky 26 Sedang
Rata – Rata 316 Baik
Perhitungan Nilai Rata-Rata 𝑥̅ =Σ𝑥
𝑛 =316
10 = 31,6
Perhitungan Nilai Persentase 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 6 10× 100 % = 60 % Kategori baik 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 4 10× 100 % = 40 % Kategori Sedang
Tabel 7 Data Tes lari 15 Menit
NO. Nama Peserta Nilai (Meter) Keterangan
1. Irwansyah 58,22 Baik
2. Runa Fazri Barus 59,01 Baik
3. Azmi Hidayat 59,24 Baik
4. Zikri Rahmanda 50,38 Sedang
5. Iko Desriandi 52,50 Sedang
6. Chairunnas 51,65 Sedang
7. Muammar Giffari 53,33 Sedang
8. Rico Dwianda Helmi 57,01 Baik
9. Arief Krisnawan 49,40 Sedang
10. Aria Muzakky 50,87 Sedang
Rata – Rata 541,61 Sedang
Hasil peneltian tabeldi atas menggambarkan kemampuan tes Balke atlet sepak takraw UKM Unsyiah rata-rata nilai 541,61 yang berada pada kategori sedang.
Perhitungan Nilai rata – rata 𝑥̅ =Σ𝑥
𝑛 =541,61
10 = 54,16
Perhitungan Nilai Persentase 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 4 10× 100 % = 40 % Kaegori Baik 𝑃 = 𝐹 𝑁× 100 % = 6 10× 100 % = 60 % Kategori Sedang PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kemampuan fisik atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah Tahun 2016 dengan hasil persentase yaitu lari 30 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, Vertical
Jump berada pada Kategori Sedang dengan rincian 10% Kategori Baik Sekali, 30% Baik
dan 60% Kategori Sedang, lari 300 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, Sit Up berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, lari Bolak Balik 4x5 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 70% kategori Baik dan 30% kategori Sedang, Sit and Reach berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang,
Sedang. Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan para pelatih dan atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah sangat perlu memperhatikan dan meningkatkan intensitas latihan hingga mencapai taraf kemampuan fisik yang maksimal. Karena dengan adanya kemampuan fisik yang ideal akan berdampak pada pencapaian prestasi yang maksimal. Peneltian ini diharapkan akan menjadi bahan masukan bagi pelatih atau atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah dalam meningkatkan kemampuan fisik, guna mencapai prestasi yang lebih baik dimasa yang akan datang.
PENUTUP Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menunjukan bahwa tingkat kemampuan fisik atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah Tahun 2016 dengan hasil persentase yaitu lari 30 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, Vertical Jump berada pada Kategori Sedang dengan rincian 10% Kategori Baik Sekali, 30% Baik dan 60% Kategori Sedang, lari 300 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, Sit Up berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, lari Bolak Balik 4x5 meter berada pada Kategori Baik dengan rincian 70% kategori Baik dan 30% kategori Sedang, Sit and Reach berada pada Kategori Baik dengan rincian 60% kategori Baik dan 40% kategori Sedang, tes Balke berada pada Kategori Baik dengan rincian 40% kategori Baik dan 60% kategori Sedang. Dengan demikian atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah masih sangat perlu memperhatikan dan meningkatkan intensitas latihan hingga mencapai taraf kemampuan fisik yang maksimal. Karena dengan adanya kemampuan fisik yang ideal akan berdampak pada pencapaian prestasi yang maksimal.
Saran
Setelah penelitian dan analisis data yang dilakukan, maka peneiliti menyarankan beberapa saran sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh kemampuan fisik yang lebih baik hendaknya pada para pelatih dan pembina atlet Sepak Takraw UKM Unsyiah memberikan latihan yang teratur dan memberi pengetahuan tentang bagai mana cara meningkatkan fisik dengan baik.
2. Bagi peneliti lain, kiranya penelitian ini dapat dilanjutkan dalam permasalahan yang lebih luas dengan jumlah sampel yang lebih besar, sehingga dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada pelatih, pembina maupun atlet dapat berupaya meningkatkan kemampuan fisik dan prestasi.
3. Bagi peneliti sendiri, kiranya dapat menjadikan masukan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan tentang penelitian dan dalam mengadakan penelitian berikutnya dapat menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Hamidi. 2007. Sepaktakraw (Konsep dan Aplikasi) : FPOK UPI Bandung. Amir,Nyak. 2010. Pengukuran Dan Evaluasi Kinerja Olahraga, Banda aceh
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi IV. Cetakan ke-14. Jakarta: PT Rineka Cipta
Harsuki. 2003. Perkembangan Olahraga Terkini Kajian Para Pakar. Jakarta: Koni Margono, S 2010. Metodologi Penelitian pendidikan. Ed 1(8). Rineka Cipta: Jakarta Sajoto, M. 2005. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang: Effhar & Dahara Prize.
Sudijono. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Cetakan kedua. Jakarta : PTRaja
Grafindo Persada.
Sudrajat Prawirasaputra. (2000). Sepak Takraw. Jakarta: Balai pustaka.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Cetakan ketujuh. Bandung: CV. Alfabeta.
Ucup, Yusup, dkk 2001. Pembelajaran Permainan Sepaktakraw, Pendekatan
KONTRIBUSI KELENTUKAN TOGOK DAN POWER OTOT LENGAN TERHADAP KECEPATAN MENDAYUNG PERAHU TRADISIONAL
PADA PODSI KOTA BANDA ACEHTAHUN 2016 Araiko Rahmat*,Abdurrahman, Ifwandi
Program StudiPendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan danIlmu PendidikanUniversitas Syiah Kuala,BandaAceh 23111 *CorrespondingEmail: [email protected]
Abstrak : Penelitian ini berjudul “Kontribusi Kelentukan Togok dan Power Otot Lengan
Terhadap Kecepatan Mendayung Perahu Tradisional Pada Atlet PODSI Kota Banda Aceh Tahun 2016”. Mendayung adalah salah satu cabang olahraga air yang menggunakan
dayung dan berlangsung di atas sungai, danau, dan laut. Olahraga dayung juga adalah
olahraga tertua di olimpiade. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan mendayung adalah adanya kelentukan togok dan powerotot lengan yang baik. Unsur fisikkelentukan dapat membantu menambah jangkauan saat mendayung dan membantu frekuensi agar lebih cepat sehingga atlet tersebut dapat mendayung dengan baik, sedangkan
powerotot lengan sangat dibutuhkan dalam olahraga dayung, agar dapat melakukan setiap
dayungan yang menghasilkan gerakan memajukan perahu kelentukan dapat membantu menambah jangkauan saat mendayung dan membantu frekuensi agar lebih cepat sehingga atlet tersebut dapat mendayung dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiKontribusi Kelentukan Togok dan Power Otot Lengan Terhadap Kecepatan Mendayung Perahu Tradisional Pada Atlet PODSI Kota Banda Aceh Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet dayung Kota Banda Aceh yang berjumlah 15 orang. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah atlet dayung Kota banda Aceh sebanyak 15 orang, Teknik pengambilan sampel adalah total sampling(sampel jenuh).Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Tes kelentukan togok, diukur dengan tesseat and reach, (2) Tes power otot lengan, diukur dengan menggunakan tes ball medicine, dan (3) Tes kecepatan mendayung diukur dengan menggunakan tes mendayung jarak 200 meter. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus analisis korelasi sederhana dan korelasi ganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Terdapat hubungan yang signifikanantara Kelentukan Togok dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter(rhitung = 0.58), (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara Power Otot Lengan dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter(rhitung = 0,52), dan (3) Terdapat kontribusi yang signifikan antara kelentukan Togok dan Power Otot Lengan terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter (Ry.x1x2 = 0,64), nilai Fh (Fhitung) = 3,75sedangkan nilai Ft (Ftabel) pada taraf signifikan 0,05% dengan dk (n-Perahu Tradisional) adalah sebesar 3,60. Maka dari analisis data, dapat disimpulkan bahwa kelentukan togok dan powerotot lengan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kecepatan mendayung.
Kata kunci : Kelentukan Togok, Power Otot Lengan, Kecepatan Mendayung, Perahu
Tradisional.
PENDAHULUAN
Olahraga merupakan suatu kebutuhan setiap individu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Olahraga juga suatu sarana untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.Keberadaan olahraga itu sendiri telah ada
sejak zaman purba. Penerapan fungsi olahraga zaman dahulu bukanlah sebagai sarana dalam memenuhi kebutuhan jasmani akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti berburu dan menyelamatkan hidup dari kerasnya alam pada zaman dahulu. Masyarakat zaman dulu menggunakan olahraga sebagai sarana dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka dengan berburu, berenang, maupun dalam pertarungan mempertahankan wilayah mereka. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Ramdan(1982:2) sebagai berikut : “Olahraga adalah kegiatan manusia yang wajar sesuai dengan kodrat illahi, untuk mendorong, mengembangkan, membangkitkan, dan membina power jasmani dan rohani serta mental manusia demi kebahagiaan kesejahteraan pribadi dan masyarakat”.Kutipan tersebut menjelaskan bahwa dengan olahraga dapat mendorong kemauan manusia untuk melakukan hal-hal yang berguna dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Dayung merupakan aktivitasyang menjadi rutinitas sebagian kalangan masyarakat daerah pesisir pantai maupun daerah kawasan perairan. Dalam perkembangannya olahraga dayung dijadikan cabang olahraga yang dipertandingkan.Dewasa ini dayung telah mengalamani perubahan yang signifikan baik dari segi ragam bentuk serta pemanfaatannya.Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadikan beberapa aktifitas umum masyarakat dayung menjadi satu jenis olahraga yang cukup bergengsi dalam bersaing dibidang prestasi,Olahraga dayung merupakan gerak olahraga yang melibatkan perpanduan gerak tubuh beserta alat yang digunakan untuk mendayung. Berkaitan dengan hal ini Stephen (1990:1) dalam kutipan Rohmat (2002:8), menjelaskan tentang karakteristik mendayung yaitu: "gerakan mendayung dilakukan secara berirama, terus menerus dan ada rasio yang baik antara fase kerja dan fase istirahat. Olahraga dayung yang diperlombakan sekarang terdiri dari tiga nomor yaitu nomor Olympic, Tradisional dan Mesin.Nomor Olympic terdiri atas dua jenis yaitu Canoeing dan Rowing”. Jenis Canoeing pun meliputi dua nomor sesuai ICF (2011:9) “Terdiri dari Kano polo, Kanada, Arus deras dan Slalom. Nomor Rowing meliputi nomor Scull dan Sweep”.Nomor tradisional yang dilombakan adalah perahu naga.Sedangkan nomor mesin adalah nomor Dayung Ergometer”.
Olahraga dayung jenis tradisional atau tradisional boat race (perahu naga) merupakan salah satu nomor perlombaan yang dipertandingkan dalam berbagai even kedaerahan, nasional dan internasional, karena melibatkan banyak pedayung dan bentuk perahu yang khas naga sesuai dengan asal negara yang mempopulerkan perahu naga, di Indonesia nomor-nomor dayung perahu naga yang diperlombakan dalam even resmi Kejurnas dan PON seseuai dengan ketentuan pengurus besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) (2016:2) adalah:” Nomor Putera:10 Pedayung jarak 200 meter, 20 Pedayung jarak 200 meter, 10 Pedayung jarak 1000 meter, 20 Pedayung jarak 1000 meter dan untuk Nomor Puteri:10 Pedayung jarak 200 meter, 20 Pedayung jarak 200 meter, 10 Pedayung jarak 500 meter, dan 20 Pedayung jarak 500 meter”.
Berdasarkan kutipan di atas, bahwa jarak tempuh yang harus oleh pendayung baik putra dan putri terdiri dari nomor jarak jauh dan nomor jarak pendek, masing-masing nomor memerlukan tehnik dan system kerja tubuh tersendiri untuk dapat menyelesaikannya. Dalam olahraga dayungPerahu Tradisional sangat memerlukan unsur kondisi fisik seperti power otot lengan, daya tahan, dan kelentukan togok.
Power otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi
fisik secara keseluruhan karena power merupakan daya penggerak setiap aktifitas fisik.Begitu juga dengan power otot dalam olahraga dayung mempunyai peranan yang sangat penting.Peran power otot lengan sangat berarti saat melakukan dayungan yang tentu
saja didukung dengan jangkauan pinggang sehingga menghasilkan jauhnya raihan dayung dan pijakan kaki secara konsisten.Daya ledak powerotot lengan pada saat dayungan masuk ke air harus kuat dan cepat agar bisa mempertahankannya sampai finish.Power dalam hal ini adalah power otot lengan berperan dalam melakukan setiap dayungan yang menghasilkan luncuran perahu.Penjelasan diatas merupakan pemahaman tentang betapa pentingnya power otot lengan dalam olahraga dayung guna mencapai prestasi yang maksimal dan secara pemahaman sederhana power otot lengan memberikan kontribusi terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter.Selain power otot lengan terdapat aspek lainnya yang juga dapat menunjang dalam teknik mendayung yaitu kelentukan, biasanya mengacu kepada ruang gerak sendi tubuh.Hal ini dijelaskan oleh Harsono (1988:) yang menjelaskan bahwa:“Lentuk tidaknya seorang ditentukan oleh luas sempitnya ruang gerak sendi-sendinya, kelentukan juga ditentukan oleh elastis tidaknya otot-otot, tendon, dan legament disekitar sendi”.
Kutipan tersebut menjelaskan orang yang fleksibel merupakan orang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan mempunyai otot yang elastis. Uraian diatas menjelaskan bahwa pada cabang olahraga dayung kelentukan pinggang sangat berperan penting terhadap jangkauan dayung, terutama bagi pendayung Perahu Tradisional, diantaranya jangkauan pinggang yang membantu frekuensi kayuhan agar lebih cepat.Secara pemahaman sederhana power dan kelentukan memberikan sumbangan yang berarti terhadap kecepatan mendayung.Hal ini sesuai dengan pendapat.Harsono (1988:204) yaitu: “Komponen fisik yang di perlukan dalam cabang olahraga dayung antara lain; power otot, daya tahan otot, kelentukan, kelincahan, dan power”.ini disebabkan karena dalam perlombaan menempeuh jarak 200 sampai dengan 1000 meter, atlit dituntut untuk memacu laju perahu lebih cepat menuju garis finish dengan menggunakan tehnik kayuhan yakni jangkauan, tarikan dan recovery. Oleh sebab itu dalam olahraga dayung Perahu Tradisional sangat memerlukan ketiga unsur kondisi fisik diatas selain dari unsur-unsur lainnya.Bagian yang unik pada cabang olahraga dayung agar menghasilkan luncuran yang baik yaitu dihasilkan dari otot-otot besar di antara otot punggung, bahu, dan otot lengan. Otot – otot yang kuat atau power sangat penting untuk meluncurkan dan mempertahankan laju perahu.
Berdasarkan pembinaan terhadap cabang olahraga dayung Perahu Tradisional di kota Banda Aceh telah berjalan sebagai mana mestinya, hasil pengamatan penulis bahwa atlet PODSI kota Banda Aceh telah berprestasi ditingkat daerah seperti PRA PORA dan PORA disebabkan karena memiliki dasar fisik kelentukan togok dan power otot lengan yang baik,dengan kata lain kemampuannya untuk mendayung sampai memiliki prestasi disebabkan karna adanya keterlibatan unsur fisik kelentukan togok dan power otot lengan pada saat mendayung sehingga kecepatan laju Perahu Tradisional melejit dengan cepatnya. Untuk membuktikan kebenaran hasil pengamatan yang peneliti kemukakan, peneliti berhasrat untuk membuktikan kebenarannya dengan cara melakukan penelitian yang berjudul: “Kontribusi Kelentukan Togok dan Power Otot Lengan Terhadap
Kecepatan Mendayung Perahu Tradisional Pada Atlet PODSI Kota Banda Aceh Tahun 2016”
METODE PENELITIAN
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif dengan teknik analisis korelasional, artinya penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Menurut Surachmad (1982:139) “penelitian deskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang”. Selanjutnya Arikunto (1993:209) mengatakan “Penelitian deskriptif mempelajari tentang
masalah masyarakat serta situasi tertentu termasuk kegiatan, sikap-sikap pandangan dan proses yang belangsung serta pengaruh-pengaruh dari fenomena tertentu”.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan pengumpulan data penelitian lapangan yang dilakukan di lapangan pada atlet dayung PODSI Banda Aceh, diperoleh data penelitian sebagai berikut(1) data Kelentukan togok, (2) data power otot lengan, dan (3) data kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 m. diperoleh sebagaimana yang terdapat dalam tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Data Mentah Hasil Pengukuran Kelentukan Togok (X1), Power Otot Lengan(X2)
dan Pengukuran Kecepatan Mendayung Perahu Tradisional 200-m pada Atlet Dayung Kota Banda Aceh Tahun 2016.
No Nama Kelentukan togok X1(cm) Power otot lengan X2(m) Kecepatan Mendayung Y(detik) 1 Agus Triawan 25 5.90 1.19 2 Firman Muttaqin 27 4.54 1.42 3 Jimy Kurniawan 27 4.11 1.23 4 Khairil 29 5.00 1.22 5 Kolid Maulana 26 4.83 1.21 6 Munawirsyah 26 4.60 1.25 7 Masykur 28 4.16 1.22 8 Mahdi 27 4.85 1.39 9 M. Husen 25 3.87 1.43 10 Nazarul Mahfud 25 4.28 1.41 11 Nasrul Hayat 28 4.30 1.32 12 Roni Miranda 26 4.20 1.36 13 Sadrah 24 3.50 1.48 14 Umar Dani 25 4.02 1.34 15 Widi Muchtar 24 4.50 1.26 Jumlah 392 66.66 19.73
Menghitung Nilai Rata-rata Kelentukan Togok (X1), Power Lengan (X2), dan Kecepatan Mendayung (Y)
Nilai rata-rata merupakan tiap bilangan yang dapat dipakai sebagai wakil dari rentetan nilai rata-rata.wujudnya hanya satu bilangan saja, namun dengan satu bilangan itu akan dapat tercermin gambaran secara umum mengenai kumpulan atau deretan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan itu. Yaitu jumlah dari keseluruhan angka yang ada, dibagi dengan banyaknya angka bilangan tersebut.Berdasarkan hasil tes pengukuran Kelentukan togok, Power otot lengan dan kecepatan mendayung yangdilakukan pada atlet dayung Kota Banda Aceh Tahun 2016, sebagaimana terdapat pada tabel 1, Maka dapat dihitung nilai rata-rata sebagai berikut:
X1 = N X
1 = 39215 = 26,1Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata Kelentukan togok pada atlet dayung Kota Banda Aceh Tahun 2016 sebesar 26,1.Berdasarkan hasil tes pengukuran Power Otot Lengan dilakukan pada atlet dayung Kota Banda Aceh tahun 2016.Maka dapat dihitung nilai rata-rata sebagai berikut:
X2 = N X
1 = 66.66 15 = 4.44Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata Power Otot Lengan pada atlet dayung kota Banda Aceh tahun 2016 sebesar 4.44. Berdasarkan hasil tes pengukuran kecepatan mendayung dilakukan pada atlet dayung kota Banda Aceh tahun 2016. Maka dapat dihitung nilai rata-rata sebagai berikut:
Y = ∑YN = 19.68
15
= 1.31
Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata kecepatan mendayung pada atlet kota Banda Aceh tahun 2016 sebesar 1,31.
Menghitung Standar Deviasi Kelentukan Togok (X1), Power Lengan (X2), dan Kecepatan Mendayung (Y)
Standar deviasi merupakan cara untuk mengetahui sebaran data rata-rata yang telah diteliti, makin kecil sebarannya berarti nilai data semakin sama. Berdasarkan hasil tes pengukuran Kelentukan togok, Power Otot Lengan dan kecepatan mendayung yang dilakukan pada atlet dayung Kota Banda Aceh tahun 2016, sebagaimana terdapat pada tabel 4.1, Maka dapat dihitung standar deviasi tes Kelentukan Togok X1 dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
SD =
1 1
n X X =√392 − 26 15 − 1 =√366 14 = √26.14 = 5.11Berdasarkan hasil dari perhitungan di atas, di peroleh nilai standar deviasi Kelentukan togok sebesar 5.11. Berdasarkan hasil tes pengukuran Power Otot Lengan yang dilakukan pada atlet dayung Kota Banda Aceh tahun 2016 dapat dihitung standar deviasi Power otot lengan X2 sebagai berikut:
SD =
1 2
n X X =√66.66 − 4.44 15 − 1=√62.22 14 = √4.44 = 2.10
Berdasarkan hasil dari perhitungan di atas, di peroleh nilai standar deviasi Power otot lengan sebesar 2.10.Menghitung standar deviasi tes kecepatan mendayung Y dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
SD =
1
n X Y =√19.73 − 1.31 15 − 1 =√18.42 14 = √1.31 = 1.14Berdasarkan hasil dari perhitungan di atas, di peroleh nilai standar deviasi kecepatan mendayung sebesar 1,14. Berdasarkan hasil analisis rata-rata dan standar deviasi di atas, langkah selanjutnya adalah merubah skor mentah menjadi T-score.
Perhitungan Nilai T-Score
Berdasarkan hasil analisis rata-rata dan standar deviasi di atas, langkah selanjutnya adalah merubah skor mentah menjadi T-score.
Tabel 2 Rekapulasi Data Mentah dan T-score Kelentukan (X1), Power Otot Lengan(x2), Kecepatan Mendayung (Y)
No Nama
Variabel Penelitian
KL (X1) POL (X2) KM (Y)
R-score T-score R-score T-score R-score T-score
1 Agus Triawan 25 48.1 5.90 87.8 1.19 50.4 2 Firman M 27 51.9 4.54 74.2 1.42 52.7 3 Jimy K 27 51.9 4.11 69.9 1.23 50.8 4 Khairil 29 55.8 5.00 78.8 1.22 50.7 5 Kolid M 26 50.1 4.83 77.1 1.21 50.6 6 Munawirsyah 26 50.1 4.60 74.8 1.25 51.1 7 Masykur 28 53.9 4.16 70.4 1.22 50.7 8 Mahdi 27 51.9 4.85 77.3 1.39 52.4 9 M. Husen 25 48.1 3.87 67.5 1.43 52.8 10 Nazarul M 25 48.1 4.28 71.6 1.41 52.6 11 Nasrul Hayat 28 53.9 4.30 71.8 1.32 51.7 12 Roni Miranda 26 50.1 4.20 70.8 1.36 52.1 13 Sadrah 24 46.1 3.50 63.8 1.48 53.3 14 Umar Dani 25 48.1 4.02 69.1 1.34 51.9 15 Widi Muchtar 24 46.1 4.50 73.8 1.26 51.1 Jumlah 392 242.5 66.66 1098.7 19.73 774.9
Keterangan:
KL(X1) : Kelentukan Togok POL (X2): Power Otot Lengan KM (Y) : Kecepatan Mendayung
Analisis Korelasi
Tabel 3 Tabel penolong analisis koefisien Korelasi X1 terhadap Y.
No Nama X1 Y X12 Y2 X1.Y 1 Khairil 29 1,48 841 2,1904 42,92 2 Masykur 28 1,43 784 2,0449 40,04 3 Nasrul H 28 1,42 784 2,0164 39,76 4 Firman 27 1,41 729 1,9881 38,07 5 Jimmy 27 1,39 729 1,9321 37,53 6 Mahdi 27 1,36 729 1,8496 36,72 7 Kholid 26 1,34 676 1,7956 34,84 8 Munawirsyah 26 1,32 676 1,7424 34,32 9 Roni M 26 1,26 676 1,5876 32,76 10 Agus T 25 1,25 625 1,5625 31,25 11 M. Husen 25 1,23 625 1,5129 30,75 12 Nazarul M 25 1,22 625 1,4884 30,5 13 Umar Dani 25 1,22 625 1,4884 30,5 14 Sadrah 24 1,21 576 1,4641 29,04 15 Widi M 24 1,19 576 1,4161 28,56 Jumlah 392 19,73 10276 26,0795 517,56
Menghitungn rhitung dengan masukan angka statistik dari tabel 3 dengan rumus:
rx
1y
=
n∑X1y−(∑X1)(∑y) √{n∑𝑋12−(𝑋1)2}{n∑𝑦2−(y)2}=
15(517,56)−(392)(19,73) √{15(10276)−(392)2}{15(26,07)−(19,73)2}=
7763,4−7734,16 √(154179)−(153664).(391,05−389,27)=
29,24 √(515).(1,78)=
29,24 √916,7=
29,24 30,27=
0,96Hasil analisis di atas, menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) antara Kelentukan Togok (X1), dengan Kecepatan Mendayung (Y) pada atlet kota Banda Aceh tahun 2016 (rx1y) atau rhitung sebesar 0,96, sedangkan rtabel dengan dk =n-k = 15-2= 13 diperoleh rtabel sebesar0,55, maka Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Dayung Kota Banda Aceh tahun 2016.
PerhitunganNilai Korelasi variabel X2 dengan variabel Y.
Tabel 4. Tabel penolong analisis koefisien Korelasi variabel X2 terhadap variabel Y sebagai berikut:
No Nama Variabel Penelitian
X2 Y X22 Y2 X2.Y 1 Agus Triawan 5,9 1,48 34,81 2,1904 8,732 2 Khairil 5 1,43 25 2,0449 7,15 3 Mahdi 4,85 1,42 23,5225 2,0164 6,887 4 Kholid Maulana 4,83 1,41 23,3289 1,9881 6,8103 5 Munawirsyah 4,6 1,39 21,16 1,9321 6,394 6 Firman Muttaqin 4,54 1,36 20,6116 1,8496 6,1744 7 Widi Muchtar 4,5 1,34 20,25 1,7956 6,03 8 Nasrul Hayat 4,3 1,32 18,49 1,7424 5,676 9 Nazarul Mahfud 4,28 1,26 18,3184 1,5876 5,3928 10 Roni Miranda 4,2 1,25 17,64 1,5625 5,25 11 Masykur 4,16 1,23 17,3056 1,5129 5,1168 12 Jimmy Kurniawan 4,11 1,22 16,8921 1,4884 5,0142 13 Umar Dani 4,02 1,22 16,1604 1,4884 4,9044 14 M. Husen 3,87 1,21 14,9769 1,4641 4,6827 15 Sadrah 3,5 1,19 12,25 1,4161 4,165 JUMLAH 66,66 19,73 300,7164 26,0795 88,3796
Menghitungn rhitung dengan masukan angka statistik dari tabel 4 dengan rumus:
rx
2y
=
n∑X2y−(∑X2)(∑y) √{n∑𝑋22−(𝑋2)2}{n∑𝑦2−(y)2}=
15(88,37)−(66,66)(19,73) √{15(300,71)−66,66)2}{15(26,07)−(19,73)2}=
1325,55−1315,20 √(4510,65)−(4443,55).(391,05−389,27)=
10,35 √(67,1).(1,78)=
10,35 √119,43=
10,3510,92= 0,94
Hasil analisis di atas, menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) antara
Power Otot Lengan (X2), dengan kecepatan mendayung (Y) pada atlet kota Banda Aceh tahun 2016 (rx2y) atau rhitung sebesar 0,94, sedangkan rtabel dengan dk =n-k = 15-2= 13 diperoleh rtabel sebesar0,55 maka Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot lengan dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Dayung Kota Banda Aceh tahun 2016.
Perhitungan Nilai Korelasi Variabel X1 dengan Variabel X2.
Untuk mempermudah peneliti dalam menganalisis koefisien korelasi antara variabel X1 terhadap variabel Y digunakan tabel penlong sebagai berikut:
Tabel 5.Tabel penolong analisis koefisien Korelasi X1 terhadap X2.
No Nama Variabel Penelitian
X1 X2 X12 X22 X1 X2 1 Khairil 29 5,9 841 34,81 171,1 2 Masykur 28 5 784 25 140 3 Nasrul Hayat 28 4,85 784 23,5225 135,8 4 Firman 27 4,83 729 23,3289 130,41 5 Jimmy kurniawan 27 4,6 729 21,16 124,2 6 Mahdi 27 4,54 729 20,6116 122,58 7 Kholid 26 4,5 676 20,25 117 8 Munawirsyah 26 4,3 676 18,49 111,8 9 Roni Miranda 26 4,28 676 18,3184 111,28 10 Agus Triawan 25 4,2 625 17,64 105 11 M. Husen 25 4,16 625 17,3056 104 12 Nazarul Mahfud 25 4,11 625 16,8921 102,75 13 Umar Dani 25 4,02 625 16,1604 100,5 14 Sadrah 24 3,87 576 14,9769 92,88 15 Widi Muchtar 24 3,5 576 12,25 84 JUMLAH 392 66,66 10276 300,7164 1753,3
Menghitung koefesien korelasi Kelentukan Togok (X1) dengan Power Otot Lengan (X2) dengan rumus sebagai berikut:
r x
1X
2=
n∑X1.X2−(∑X1)(∑X2) √{n∑𝑋12−(𝑋1)2}{n∑X1)2−(∑X2)2}=
15(1753,3)−(392)(66,66) √{15(10276)−(392)2}{15(300,71)−(66,66)2}=
26299,5−26130,72 √(154140−153664).(4510,65−4443,55)=
168,78 √(476).(67,1)=
168,78 √31939,6=
168,78178,71= 0.94
Hasil analisis di atas, menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi (r) antara Kelentukan Togok (X1) dengan Power Otot Lengan (X2) pada atlet dayung Kota Banda Aceh tahun 2016 (rX1X2) sebesar 0,94 atau rhitung 0,94 sedangkan rtabel dengan dk =n-k = 15-2= 13 diperoleh rtabel sebesar0,55 maka Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara Kelentukan Togok dengan Power Otot Lengan pada atlet dayung Kota Banda Aceh tahun 2016.
Perhitungan Koefesien Determinasi Variabel X1Terhadap VariabelY
Determinasi merupakan satu ukuran yang digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Untuk melihat besarnya kontribusi yang diberikan Kelentukan terhadap kecepatan mendayung perahu tradisional Atlet Kota Banda Aceh tahun 2016 dingunakan rumus analisis statistik sebagai berikut: KD =𝑟12x 100%
= (0,96)2 x 100% = 0,9216 x 100% = 92,16%
Berdasarkan analisis di atas dapat diketahui bahwa Kelentukan memberikan kontribusi sebanyak 92,16 persen terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional pada Atlit Kota Banda Aceh tahun 2016 dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainya.
Perhitungan Koefesien Determinasi Variabel X2Terhadap Variabel Y
Determinasi merupakan satu ukuran yang digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk melihat besarnya kontribusi yang diberikan Kekuatan otot lengan terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional pada Atlet Kota Banda Aceh tahun 2016 dingunakan rumus analisis statistik sebagai berikut:
KD =𝑟22𝑥100% = (0,94)2 x 100% = 0,8836 x 100% = 88,36%
Berdasarkan analisis di atas dapat diketahui bahwa Power otot lengan memberikan kontribusi sebanyak 88,36 persen terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional pada Atlit Kota Banda Aceh tahun 2016 dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainya.
Analisis Koefesien Korelasi Ganda
Kolerasi ganda merupakan angka yang menunjukan arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel secara bersama-sama dengan variabel yang lain.Analisis koefesien korelasi ganda dilakukan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya korelasi Kelentukan Togok (X1) dan Power Otot Lengan (X2) terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet kota Banda Aceh tahun 2016 (Y), maka r yang diperoleh dari hasil analisis koefisien korelasi antara variabel di atas digunakan untuk menghitung korelasi ganda dengan cara masukan hasil dari korelasi antara variabel dengan menggunakan rumus:
Ry. x1x2 = √ r2x
1y+r2x2y−2(rx1y).(rx2y).(x1.x2) 1−r2x1x2 = √(0,96)2 +(0,94)1−(0,94)2−2(0,96𝑥0,94𝑥0,94)2 = √(0,92+0,88)−2(0,84)0,16 = √1,7−1,60,16 = √0,10,16 =√0,625 = 0,79
Hasil analisis data di atas, menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi ganda (R) Kelentukan Togok (X1) dan Power Otot Lengan(X2) terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak200 meter pada atlet Kota Banda Aceh tahun 2016 (Y) adalah sebesar 0,79, atau Rhitung sebesar 0,79 sedangkan rtabel 0,55, maka Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Kelentukan Togok dan Power Otot Lengan terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Kota Banda Aceh tahun 2016.
Pengujian Hipotesis
Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan dan hasil pengolahan data, maka untuk pembuktian hipotesis dapat ditempuh dengan pengujian uji Fhitung. Pehitungan dapat di lakukan sebagai berikut:
F = 𝑅 2/𝐾 (1−𝑅2) /(𝑁−𝐾−1) = (0,79 2/2) (1−(0,79)2)/(15−2−1) = 0.62/2 (0.38)/12 = 0.310.03 = 10,33
Hasil perhitungan di atas, diperoleh nilai Fh (Fhitung) = 10,33 sedangkan nilai Ft (Ftabel) pada taraf signifikan 0,05% dengan dk (n-Perahu Tradisional) adalah sebesar 3,06 artinya nilai Fh = 10,33> nilai Ft = 3,06 Uraian tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang penulis rumuskan yaitu: “Terdapat kontribusi yang signifikan antara Kelentukan Togok dan Power Otot Lengan dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Kota Banda Aceh tahun 2016”, diterima kebenaranya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sudjana (1989:37) yang menyatakan bahwa “Hipotesis dalam penelitian banyak memberikan manfaat baik dalam proses dan langkah-langkah penelitian, maupun dalam memberikan penjelasan suatu gejala yang diteliti”. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa hipotesis yang penulis rumuskan pada Bab I yaitu terdapat kontribusi yang signifikan antara Kelentukan Togok dan Power Otot Lengan terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Kota Banda Aceh tahun 2016 terbukti kebenaranya.
PENUTUP Simpulan
Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan analisis data yang telah dilakukan pada pengukuran kelentukan Togok, Power Otot Lengan dan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Dayung Kota Banda Aceh tahun2016, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Terdapat hubungan yang signifikanantara Kelentukan Togok dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter(rhitung = 0.58), thitung lebih besar dari rtabel, atau 0,58>0,553,maka Ho ditolak, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Kelentukan Togok dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Kota Banda Aceh tahun 2016.
2. Terdapat hubungan yang signifikan antara Power Otot Lengan dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter(rhitung = 0,52), rhitung lebih besar dari rtabel, atau 0,52>0,553,maka Ho ditolak, artinya terdapat hubungan yang signifikan
antara PowerOtot Lengan dengan kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Kota Banda Aceh Tahun 2016.
3. Terdapat kontribusi yang signifikan antara kelentukan Togok dan Power Otot Lengan terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter (Ry.x1x2 = 0,64), nilai Fh (Fhitung) = 3,75sedangkan nilai Ft (Ftabel) pada taraf signifikan 0,05% dengan dk (n-Perahu Tradisional) adalah sebesar 3,60 artinya nilai Fh = 3,75> nilai Ft = 3,60.Maka uraian tersebut menunjukan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara kelentukan Togok dan Power Otot Lengan terhadap kecepatan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter pada atlet Kota Banda Aceh tahun 2016.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dalam penelitian ini, dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut :
1. Dalam upaya peningkatan kemampuan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter hendaknya para pelatih dan atlet harus memperhatikan komponen kondisi fisik yang dominan kelentukan Togok dan Power Otot Lengan karena kedua komponen ini sangat berperan dalamkemampuan mendayung Perahu Tradisional jarak 200 meter. 2. Bagi peneliti lain, kiranya penelitian ini dapat dilanjutkan dalam permasalahan yang
lebih luas dengan jumlah sampel yang lebih besar, sehingga dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada pelatih, pembina maupun atlet dapat berupaya meningkatkan prestasi.
3. Bagi peneliti sendiri, kiranya dapat menjadikan masukan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan tentang penelitian dan dalam mengadakan penelitian berikutnya dapat menjadi lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Argasasmita, H. 2007. Teori Kepelatihan Dasar. Jakarta: Kementrian Negara Pemudan dan Olahraga.
Arikunto, S.2010. Prosedur Penelitian. Edisi revisi .Cet. Ke-14. Jakarta: Rineka Cipta. Harsono. 1988. Coaching Dan Aspek-Aspek Pisikologis Dalam Coaching.
Jakarta. CV Tambak Kusuma.
Hay.J.G. 1982.The Biomekanic of sport technique. Englewood Clifts: Prentice Hall inc. Hidayat.I. 1997.Biomekanika. Bandunng: FPOK-IKIP Bandung
International Canoe Federation. 2011. Canoe Sprint Competition Rules. Switzerland. Kusyanto, Yanto. 1996. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 2. Cetakan Pertama. Edisi
Revisi. Bandung: Ganeca Exact Bandung.
Lutan, Rusli dkk. 1992. Manusia dan Olahraga. Jakarta: Institut Teknologi Bandung.
Ramdan, Endang dkk.1981/1982.Olahraga dan Kesehatan. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sudjana, 2005.Pengantar statistic inferensial.Jakarta : PT.Rajawali Pers. Sudijono, A. 2006.Stastistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sunjata, Aan dkk 2010.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas VIII.Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional.
Sajoto.1988.Pembinaan Kondisi fisik dalam olahraga. Jakarta: Depdikbud.
Suharno. 1985.Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta: Yayasan STO.
HUBUNGANKEMAMPUAN MOTORIK DENGAN KETERAMPIAN BERMAIN BOLA VOLI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENJASKESREK
FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2013 Trio Handika*, Alfian Rinaldy, Razali
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan danRekreasi
Fakultas Keguruan danIlmu PendidikanUniversitas Syiah Kuala, BandaAceh 23111 *CorrespondingEmail: [email protected]
Abstrak : Penelitian ini berjudul “Hubungan Kemampuan Motorik dengan Keterampilan
Bermain Bola Voli pada Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2013”. Penelitian ini mengangkat masalah apakah terdapat hubungan antara kemampuan motorik dengan keterampilan bermain bola voli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan motorik dengan keterampilan bermain bola voli.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 orang, sedangkan pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara
Purposive Samplingyaitu mahasiswa yang telah lulus mata kuliah T.P bola Voli dengan
nilai A sebanyak 20 orang dan di buktikan melalui KHS. Teknik pegumpulan data untuk kemampuan motorik dengan menggunakan tes (1) melempar pada sasaran/target, (2) kelentukan togok dan pinggang, (3) lompat jauh tanpa awalan, (4) lengkup dan bangun, (5)
push-up dan (6) kelincahan larisedangkan untuk keterampilan bermain bola voli dengan
tes(1) service, (2) passing dan(3) smash. Pengolahan data dilakukan dengan korelasi
product moment.Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: terdapat hubungan
antara kemampuan motorik denganketerampilan bermain bola volisebesar (r = 0.42). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 1.99 ≥ ttabel = 1.73. Maka terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan motorikterhadap keterampilan bermain bola volipada mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah angkatan 2013 dapat diterima kebenarannya.
Kata kunci: kemampuan motorik, keterampilan bermain bolavoli. PENDAHULUAN
Kemampuan motorik merupakan kemampuan yang penting dalam kehidupan sehari-hari maupun di dalam pendidikan jasmani, agar menjadi terampil melakukan aktifitas fisik.Salah satu kemampuan individu yang dapat berpengaruh terhadap penampilannya adalah kemampuan motorik yang dimilikinya.Seperti yang dijelaskan oleh Mutohir (2004:47) bahwa kemampuan motorik merupakan kualitas kemampuan seseorang yang dapat mempermudah dalam melakukan keterampilan gerak, disamping itu kemampuan motorik juga sebagai landasan keberhasilan masa datang di dalam melakukan tugas keterampilan olahraga.
Kemampuan Gerak merupakan salah satu kategori gerakan yang ketika melakukannya diperlukan koordinasi dan kontrol tubuh secara keseluruhan atau sebagian. Koordinasi dan kontrol tubuh yang baik akan meningkatkan keterampilan gerak.Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki kemampuan motorik yang tinggi akan lebih mudahmelakukan tugas geraknya,baik secara kualitas maupun kuantitas, Permainan bola voli merupakan suatu gabungan dari teknik-teknik dasar bermain bola voli dan strategi pertahanan maupun penyerangan yang membutuhkan berbagai macam gerak tubuh secara
cepat dan tepat, untuk itu seorang pemain bola voli harus mempunyai kemampuan gerak yang baik dan benar.
Menurut Muhadjir (2006:5) bahwa bola voli merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang tiap regu terdiri atas enam orang pemain. Tiap regu berusaha menempatkan bola di daerah lawan agar memperoleh angka (point), regu yang pertama mencapai angka 25 adalah regu yang menang.Menurut PBVSI (2004) bolavolimerupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim dalam setiap tim terdapatenam orang pemain dan dipisahkan oleh sebuah net,permainan menggunakan tangan dengan cara dipantulkan atau di voli.Sedangkan tujuan dari permainan bola voli adalah melewatkan bola di atas net agar dapat jatuh menyentuh lantai lapangan lawan, untuk mencegah bola yang sama dari lawan. Setiap tim dapat memainkan tiga pantulan untuk mengembalikan bola diluar perkenaan block.Memantulkan bola merupakan karakteristik permainan bola voli yang dilakukan sebanyak-banyaknya tiga kali,setelah itu bola harus segera diseberangkan ke daerah lawan. Seluruh permainan melibatkan keterampilan dalam mengolah bola dengan tangan.Menurut Ahmadi (2007:20) “Permainan bola voli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Sebab dalam permainan bola voli dibutuhkan fisik yang tinggi, power otot, koordinasi gerak yang benar-benar bisa diandalkan untuk melakukan semua gerakan yang ada dalam keterampilan permainan bolavoli.
Kemampuan motorik adalah faktor yang sangat penting dalam permainan bola voli, terutama dalam melakukan teknik dasar dalam permainan bola voli.Kemampuan motorik merupakan salah satu indikator kebugaran yang penting pada setiap individu yang erat kaitannya dengan pencapaian kualitas fisik dan kualitas keterampilan gerak, yang dimaksud kemapuan motorik adalah sebagai suatu kapasitas dari seseorang yang berkaitannya dengan pelaksanaan kemampuan fisik untuk dapat melaksanakan suatu gerakan (Widiastuti, 2007:165).Permasalahan kemampuan motorik dan keterampilan bermain bola voli pada setiap individu siswa.Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki kemampuan motorik yang baik akan lebih mudah melakukan tugas geraknya, baik secara kualitas maupun kuantitas, dan dengan mempunyai kemampuan motorik dan keterampilan bermain bola voli akan memperoleh prestasi yang lebih baik.
Bola voli merupakan salah satu mata kuliah yang harus diambil dan wajib diprogramkan oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala.Bola voli tersebut diprogramkan di semester 4 (genap) yang harus lulus. Selain itu, bola voli sudah menjadi mata kuliah wajib yang sudah terprogramkan dalam kurikulum yang telah ditentukan.Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan TP. Bola Voli kebanyakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi FKIP Unsyiah mempunyai terkendala pada proses pembelajaran mata kuliah tersebut. Kendala tersebut diakibatkan oleh sejumlah faktor salah satunya adalah kemampuan motorik yang kurang baik, sehingga berdampak pada penampilan yang tidak sesuai dengan keinginan. Selanjutnya penguasaan teknik-teknik dasar yang baik dan benar tidak dimiliki oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis berkeinginan untuk melakukan sebuah penelitian dengan judul “Hubungan Kemampuan Motorik Dengan Keterampilan Bermain Bola Voli
METODE PENELITIAN Tempat danWaktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2016 yang bertempat dilapangan bola voli Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh.
Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian Deskriptif Korelasional Seperti yang dikemukakan Arikunto (1991:27) “Dalam penelitian korelasional, peneliti memilih individu-individu yang mempunyai variasi dalam hal yang diselidiki, semua anggota kelompok yang mempunyai variasi dalam hal yang diselidiki, semua anggota kelompok yang dipilih sebagai subyek penelitian diukur mengenai jenis variabel yang diselidiki, kemudian dihitung untuk diketahui korelasinya”.
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah angkatan 2013 yang berjumlah 75 orang yang telah lulus mata kuliah T.P Bola Voli yang mendapat nilai A. Karena dengan mengambil sampel yang telah lulus mata kuliah tersebut diharapkan sampel tersebut bisa menguasai dan memahami teknik bermain bola voli dengan baik.
Sampel merupakan bagian terkecil dari polulasi atau yang mewakili populasi. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini yaitu Purposive Sampling.Purposive
Sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.Sesuai
denganpendapat Arikunto (2010:184) mengatakan “Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dilakukan karena beberapa pertimbangan tertentu”. Adapun yang menjadi sampel Dalam penelitian ini adalah mahasiswa Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2013 yang telah lulus mata kuliah T.P Bola Voli dengan nilai (A) yang berjumlah 20 orang.
HASIL PENELITIAN
Dari hasil pelaksanaan pengukuran Kemampuan Motorik Pada Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2013 diperoleh data sebagaimana terdapat pada tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Rekapitulasi Data Mentah Penelitian Hasil Pengukuran Kemampuan Motorik Pada Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah Angkatan 2013.
NO NAMA MST KT KP LJTA TLB P-U KLB-B Jlh
T-skor Hasil 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Agus Triawan 22 24 26 2.16 24 22 15.28 396.29 57 2. Abdul Azis 17 30 27 2.78 19 21 17.21 401.59 57 3. Agus Wandi 25 22 25 2.56 25 21 16.07 390.75 56 4. Adista J 19 27 30 2.78 19 21 15.11 399.82 57 5. Amanda Tari 16 21 22 1.45 17 16 17.34 288.13 41 6. Anggun L 18 17 19 1.56 14 15 17.67 262.47 37 7. Erwan Tona 21 25 27 2.43 19 17 15.23 382.86 55 8. Irhamna Yusri 24 27 26 2.51 24 19 15.19 388.76 56