• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh Nova Mujiono 1) ABSTRACT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh Nova Mujiono 1) ABSTRACT"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

GASTROPODA MARGA NERITA DARI PULAU LOMBOK Oleh

Nova Mujiono1) ABSTRACT

GASTROPODS OF THE GENUS NERITA FROM LOMBOK. Lombok is

located between Bali and Sumbawa Island. This island is popular as tourist destination, especially for marine tourism. On the other hand, marine fauna from Lombok is not so popular as their beautiful beaches. One kind of marine fauna is snail, neritid snails are common and easy to find along the beach. There are twelve species of Nerita snails found in Lombok recently. Nine of them were having their representations in the collections of Museum Zoology Bogor, while the rest three are not yet collected. One of museum’s collection, Nerita ocellata Le Guillou, 1841, is never reported from Lombok before.

PENDAHULUAN

Pulau Lombok terletak diantara Bali dan Sumbawa. Seperti pulau tetangganya Bali, Lombok juga terkenal sebagai tempat tujuan pariwisata, sehingga Pulau Lombok terkenal dengan wisata lautnya. Beberapa pulau telah lama dikenal sebagai tujuan turis lokal maupun mancanegara, antara lain Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan yang terletak di bagian barat pulau ini. Selain itu pantai di Pulau Lombok juga terkenal keindahannya, antara lain Pantai Kuta, Senggigi, Selong Belanak, Tanjung Aan, Tanjung Bloam dan Sekotong.

Perairan laut dan pantai yang mengelilingi Pulau Lombok memang telah kondang sebagai tujuan wisata. Sementara itu, ekosistem pantai juga merupakan tempat hidup bermacam fauna laut yang memiliki penampilan

yang indah dan mencolok. Gastropoda (keong) adalah salah satu contoh fauna yang mudah dijumpai di sekitar pantai terutama yang memiliki terumbu karang atau padang lamun. Dari sekian banyak jenis gastropoda yang hidup di ekosistem pantai, salah satunya adalah Suku Neritidae. Suku ini mayoritas hidup di laut, sebagian kecil Neritidae mampu mencapai perairan tawar sampai ke hulu sungai. Marga Nerita merupakan perwakilan dari suku ini yang hidup di laut. Sekitar 61 jenis Nerita telah diketahui sampai saat ini (Frey & Vermeij, 2008).

Berdasarkan koleksi Museum Zoologi Bogor, koleksi jenis Nerita dari Pulau Lombok pertama kali dilakukan di tahun 1998 oleh Kastoro. Selang 15 tahun kemudian, tepatnya tahun 2013 kembali dilakukan oleh Apriyanti. Koleksi terakhir dilakukan oleh Mujiono di tahun 2015 (Gambar 1).

(2)

Gambar 1. Lokasi sampel keong Nerita yang dikoleksi tahun 2015. 1. Gili Lawang 2. Gili Sulat 3. Jerowaru 4. Seriwe 5. Kidang 6. Mertak 7. Buwun Mas 8. Lembar 9. Labuan Tereng DATA, KOLEKSI DAN

SISTEMATIKA

Informasi mengenai siput marga

Nerita dari Lombok dapat dirunut

sejak tahun 1994. Mudjiono & Sudjoko melaporkan keberadaan Nerita albicilla,

N. costata dan N. undata dari Teluk

Aan dan Gerupuk. Kemudian Mudjiono (1997) menambahkan sebanyak empat jenis lain dari Gili Meno dan Gili Air yaitu N. chamaeleon, N. plicata, N, polita dan N. signata. Terakhir Hylleberg (1999) menambahkan N. exuvia, N. squamulata dan N. insculpta dari perairan Lombok.

Total terdapat 12 jenis Nerita dari periaran Lombok, namun hanya ada sembilan jenis yang terwakili dalam koleksi Museum Zoologi Bogor (Gambar 2.). Koleksi spesimen mencakup 239 individu yang terdiri dari sembilan jenis dan 21 nomer koleksi. Daftar jenisnya adalah sebagai berikut :

1. Nerita albicilla Linnaeus, 1758

(Mudjiono & Sudjoko, 1994; Mudjiono, 1997; Hylleberg, 1999).

2. Nerita chamaeleon Linnaeus, 1758

(3)

3. Nerita costata Gmelin, 1791.

MZB.Gst 18200. Mertak, Pujut, Lombok. 2015. N. Mujiono. 32 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Mudjiono & Sudjoko (1994) dan Hylleberg (1999).

4. Nerita exuvia Linnaeus, 1758.

MZB.Gst 17533. Buwun Mas, Sekotong, Lombok. 2013. Y. Apriyanti. 14 ex; MZB.Gst 18207. Mertak, Pujut, Lombok. 2015. N. Mujiono. 2 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Hylleberg (1999).

5. Nerita insculpta Récluz, 1841

(Hylleberg, 1999).

6. Nerita ocellata Le Guillou, 1841.

MZB.Gst 18216. Pantai Senggigi, Lombok. 2015. N. Mujiono. 25 ex; MZB.Gst 18217. Mertak, Pujut, Lombok. 2015. N. Mujiono. 23 ex. Kemungkinan ini merupakan catatan baru bagi jenis ini dari perairan Lombok.

7. Nerita planospira Anton, 1838.

MZB.Gst 17141. Jerowaru, Jerowaru, Lombok. 2013. Y. Apriyanti. 6 ex; MZB.Gst 17165. Seriwe, Jerowaru, Lombok. 2013. Y. Apriyanti. 6 ex; MZB.Gst 17181. Labuan Tereng, Lembar, Lombok. 2013. Y. Apriyanti. 1 ex; MZB.Gst 18211. Gili Lawang, Lombok. 2015. N. Mujiono. 1 ex; MZB.Gst 18212. Gili Sulat, Lombok. 2015. N. Mujiono. 9 ex; MZB.Gst 18213. Kidang, Praya Timur, Lombok. 2015. N. Mujiono. 2 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Hylleberg (1999).

8. Nerita plicata Linnaeus, 1758.

MZB.Gst 15775. Kuta, Lombok. 1998. W. Kastoro. 1 ex; MZB.Gst 18214. Mertak, Pujut, Lombok. 2015. N. Mujiono. 7 ex; MZB.Gst 18215. Kidang, Praya Timur, Lombok. 2015. N. Mujiono. 5 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Mudjiono (1997), Hylleberg (1999).

9. Nerita polita Linnaeus, 1758.

MZB.Gst 18198. Mertak, Pujut, Lombok. 2015. N. Mujiono. 44 ex; MZB.Gst 18208. Kidang, Praya Timur, Lombok. 2015. N. Mujiono. 2 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Mudjiono (1997) dan Hylleberg (1999).

10. Nerita signata Lamarck, 1822.

MZB.Gst 17149. Jerowaru, Jerowaru, Lombok. 2013. Y. Apriyanti. 1 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Mudjiono (1997).

11. Nerita squamulata Guillou, 1841.

MZB.Gst 18204. Kidang, Praya Timur, Lombok. 2015. N. Mujiono. 35 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Hylleberg (1999).

12. Nerita undata Linnaeus, 1758.

MZB.Gst 17129. Lembar, Lembar, Lombok. 2013. Y. Apriyanti. 3 ex; MZB.Gst 17140. Jerowaru, Jerowaru, Lombok. 2013. Y. Apriyanti. 6 ex; MZB.Gst 18175. Gili Lawang, Lombok. 2015. N. Mujiono. 14 ex. Jenis ini dilaporkan juga oleh Mudjiono & Sudjoko (1994) dan Mudjiono (1997).

(4)

Keterangan : Nomer koleksi yang ditulis tebal adalah koleksi yang ada pada Gambar 2.

Gambar 2. Cangkang Nerita tampak bawah dan atas. Keterangan : Nama jenis, panjang/

lebar cangkang (mm). A. N. costata 20,38/16,38. B. N. exuvia 24,48/20,80. C. N. ocellata 12,98/11,60. D. N. planospira 26,08/22,02. E. N. plicata 16,28/12,28. F. N. polita 21,86/15,58. G. Nerita signata 17,02/13,50. H. N. squamulata 20,18/15,86. I. N. undata 30,66/22,36. Vermeij (1984), Frey & Vermeij (2008) dan Frey (2010a) membagi 61

jenis Nerita menjadi 12 anak jenis. Sebanyak 12 jenis Nerita yang ada diatas dapat dikelompokkan ke dalam tujuh anak jenis yaitu :

1. Amphinerita : dicirikan dengan

seluruh permukaan luar operkulum yang berbintil-bintil, permukaan cangkang dengan garis-garis spiral, bagian kalus halus, gerigi pada bibir luar cangkang kecil-kecil dan banyak, puncak cangkang hanya sedikit mencuat (N. insculpta).

2. Argonerita : dicirikan dengan

seluruh permukaan luar operkulum

yang cekung dan berbintil-bintil, permukaan cangkang dengan garis-garis spiral, kalus berbintil-bintil, gerigi pada bibir luar besar dan jumlahnya > 15 gigi, puncak cangkang hanya sedikit mencuat (N. chamaeleon, N. ocellata, N.

signata, N. squamulata).

3. Cymostyla : dicirikan dengan seluruh

permukaan luar operkulum yang berbintil-bintil, permukaan cangkang dengan garis-garis spiral, bagian kalus berkerut secara melintang, gerigi pada bibir luar cangkang kecil-kecil dan banyak, puncak cangkang mencuat dan tinggi (N. undata).

4. Ilynerita : dicirikan dengan seluruh

permukaan luar operkulum yang halus, permukaan cangkang dengan garis-garis spiral, kalus berbintil-bintil, gerigi pada bibir luar cangkang kecil-kecil dan banyak, puncak

(5)

cangkang hanya sedikit mencuat (N. planospira).

5. Linnerita : dicirikan dengan

tepian permukaan luar operkulum yang berbintil-bintil, permukaan cangkang dengan kerutan-kerutan aksial, bagian kalus mungkin halus atau berkerut secara melintang, gerigi pada bibir luar cangkang kecil-kecil dan banyak, puncak cangkang hanya sedikit mencuat (N. polita).

6. Ritena : dicirikan dengan seluruh

permukaan luar operkulum yang berbintil-bintil, permukaan cangkang dengan garis-garis spiral, bagian kalus berkerut secara melintang, gerigi pada bibir luar cangkang besar dan jumlahnya < 15 gigi, puncak cangkang mencuat dan tinggi (N. costata, N. plicata)

7. Theliostyla : dicirikan dengan

seluruh permukaan luar operkulum yang berbintil-bintil, permukaan cangkang dengan garis-garis spiral, bagian kalus berbintil-bintil, gerigi pada bibir luar cangkang kecil-kecil dan banyak, puncak cangkang hanya sedikit mencuat (N. albicilla, N.

exuvia).

EKOLOGI

Marga Nerita merupakan anggota Neritidae yang hidup pada perairan bagian hulu, mulai dari hulu sungai, hutan bakau sampai dengan pesisir pantai. Nerita dapat bersifat herbivora, karnivora, omnivora atau detrivora (Eichhorst, 2016). Makanan utamanya adalah semacam lapisan film tipis

dari ganggang biru-hijau, diatom dan detritus yang berada pada bebatuan di zona intertidal (Hughes, 1971). Habitat bagi jenis Nerita yang ada pada koleksi museum adalah sebagai berikut :

• Ekosistem hutan bakau : beberapa jenis Nerita dapat ditemukan di hutan bakau, mereka biasanya memanjat pada akar Rhizophora (N. planospira,

N. plicata, N. polita, N. undata).

Keberadaan N. planospira dan N.

plicata pada ekosistem hutan bakau

didukung oleh pernyataan Hutching & Recher (1981) serta Fukumori & Kano (2014).

• Ekosistem pantai : beberapa jenis lainnya hidup pada ekosistem pantai, mereka biasanya menempel pada bebatuan atau karang mati (N. costata, N. exuvia, N. ocellata,

N. signata, N. squamulata). Frey

(2010b) melaporkan keberadaan

N. signata dan N. squamulata

pada ekosistem pantai berlumpur, sedangkan Fukumori & Kano (2014) melaporkan keberadaan N. costata dan N. ocellata pada ekosistem pantai berbatu.

Nerita merupakan hewan dioseous

yang artinya terpisah antara jantan dan betina. Untuk itu mereka memerlukan individu lain untuk perkawinan. Setelah terjadi pembuahan maka individu betina akan bertelur dalam bentuk menyerupai kapsul dengan jumlah yang banyak. Biasanya mereka menempelkan telurnya pada substrat padat seperti kayu, batu

(6)

maupun pada individu lainnya sesama atau berbeda jenis. Setelah menetas maka akan memasuki tahapan veliger yang bersifat planktonik. Setelah beberapa lama akan berkembang menjadi bentuk miniatur dewasa yang bersifat bentik. Tahap ini sudah menyerupai individu dewasa, hanya saja dalam ukuran lebih kecil. Selanjutnya apabila individu tersebut bertahan hidup maka akan terus tumbuh hingga mencapai masa dewasa dan akan siap bereproduksi (Eichhorst, 2016).

Ada tiga jenis Nerita (N. albicilla,

N. chamaeleon, N. insculpta) yang belum

ada koleksinya di Museum Zoologi Bogor. Menurut Fukumori & Kano (2014), ketiganya hidup pada ekosistem pantai berbatu, namun Hutching & Recher (1981) melaporkan bahwa N.

albicilla dan N. chamaeleon hidup pada

ekosistem hutan bakau. PENUTUP

Sampai saat ini diketahui terdapat sekitar 12 jenis Marga Nerita disekitar perairan Pulau Lombok dimana 9 jenis diantaranya sudah dikoleksi oleh Museum Zoologi Bogor dan 3 jenis lainnya belum ada perwakilannya dari Lombok. Hal ini menunjukkan masih terbukanya peluang penelitian khususnya bagi marga tersebut, lebih jauh keanekaragaman gastropoda akuatik dari Pulau Lombok masih perlu dieksplorasi guna mendapatkan data yang lebih lengkap lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Eichhorst, T. 2016. Neritidae of the

World. Volume one. Conchbooks,

Germany. 694 pp.

Frey, M.A. 2010a. A Revised Classification of

the Gastropod Genus Nerita. The

Veliger 51(1): 1-7.

Frey, M.A. 2010b. The Relative

Importance of Geography and Ecology in Species Diversification : Evidence from a Tropical Marine Intertidal Snail (Nerita). Journal of

Biogeography 37: 1515-1528.

Frey, M.A. and G.J. Vermeij 2008. Molecular Phylogenies and Historical Biogeography of a Circumtropical Group of Gastropods (genus: Nerita): Implications for Regional Diversity Patterns in the Marine Tropics.

Molecular Phylogenetics and Evolution 48: 1067-1086.

Fukumori, H. and Y. Kano. 2014. Evolutionary Ecology of Settlement Size in Planktotrophic Neritimorph Gastropods. Marine Biology 161: 213-227.

Hughes, R.N. 1971. Notes on the Nerita (Archaeogastropoda) Populations of Aldabra Atoll, Indian Ocean.

Marine Biology 9: 290-299.

Hutching, P.A. and H.F. Recher. 1981. The Fauna of Australian Mangroves.

Proceedings of the Linnaean Society of New South Wales 106(1):

(7)

Hylleberg, J. 1999. Molluscs from Beaches on Bali, Lombok, Sumbawa and Komodo Islands, Indonesia. Proceeedings of the

Ninth Workshop on the Tropical Marine Molluscs Programme (TMMP) Part 2. Lombok 19-29

August 1998 : 397-406.

Mudjiono. 1997. Telaah Struktur Komunitas Moluska di Rataan Terumbu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, Lombok Barat (NTB). Dalam: D. Soedharma, S. Soemodihardjo, K. Romimohtarto, O.S.R. Ongkosongo dan Suhardjono (eds). Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Terumbu Karang. Jakarta 10-12 Oktober 1995 : 96-103.

Mudjiono dan B. Sudjoko. 1994. Fauna Moluska Padang Lamun dari Pantai Pulau Lombok Selatan. Struktur Komunitas Biologi Padang Lamun di pantai Selatan Lombok dan Kondisi Lingkungannya. Dalam : Kiswara, W., M.K. Moosa, M. Hutomo, (eds). Proyek Pengembangan Kelautan/MREP 1993-1994. Puslitbang Oseanologi LIPI. Jakarta. 71-78.

Vermeij, G.J. 1984. The Systematic Position of the Neritid Prosobranch gastropod Nerita polita and Related Species. Proceedings Biological

Society of Washington 97(4):

Gambar

Gambar 1. Lokasi sampel keong Nerita yang dikoleksi tahun 2015. 1.  Gili Lawang 2.  Gili Sulat 3
Gambar 2. Cangkang Nerita tampak bawah dan atas.

Referensi

Dokumen terkait

– Suatu studi di US menyebutkan individu yang tinggal di komunitas dengan modal sosial yang baik. akan lebih sering mengakses pelayanan

Pembahasan tentang industri kerajinan kasur di Jorong Batulimbak, yang mulai berkembang semenjak masyarakat menggunakan kapuk sebagai bahan pembuat isi kasur sehingga

Sedangkan pada Pemisahan tidak murni adalah Pemisahan yang mengakibatkan sebagian aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada 1 (satu) Perseroan lain atau lebih

Pengaruh pupuk NPK dan Limbah Tahu terhadap Jumlah daun dan Tinggi Bawang Merah Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk

Pada kondisi terang pergerakan ikan kurang aktif dan saat diberi cahaya dari lampu senter ikan mendekat ke arah cahaya, tetapi pada saat ikan diberi makan,

Izradom rada u potpunosti su postignuti sljedeći ciljevi: dan je uvid u discipline koje kombiniraju znanje, alate, tehnike i vještine koje su potrebne za

EKONOMI MAKRO Dosen Pembimbing : MARNOKO, S.Pd, M.Si.. Fitri Kartika

2. Lebih dari 50% responden menyatakan dengan pembuatan sistem pembelajaran berbasis macromedia flash ini, dapat meningkatkan antusiasme mereka karena disajikan