• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Beton Kolam Renang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Struktur Beton Kolam Renang"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Struktur Beton

Dinding Kolam Renang

Dewanti .H Dicky .S.C Egi .J Milka .F Trisna .A

▸ Baca selengkapnya: bagaimana cara mengambil koin di dalam air kolam renang

(2)

Kolam Renang Lomba

Kolam renang lomba adalah suatu konstruksi yang dibangun untuk keperluan olahraga renang, yang sesuai standar minimum yang terdapat pada peraturan fasilitas kolam renang.

(3)

Analisa Pembebanan

Beban Mati

Beban Hidup

Beban Angin

Beban Khusus

Beban Gempa

(4)

Kuat Perlu

 U = 1,4D  U = 1,2D + 1.8L + 0,6(A atau R)  U = 1,2D + 1L + 1,8W + 0,6(A atau R)  U = 1,2D + 1L - 1,8W + 0,6(A atau R)  U = 0,9D + 1,8W  U = 0,9D - 1,8W  U = 1,2D + 1L + 1E  U = 1,2D + 1L - 1E  U = 1,4(D + F)  U = 1,2(D+T) + 1,8L +0,6(A atau R)

(5)

Kuat Rencana

 Kuat rencana suatu komponen struktur, sambungannya

dengan komponen struktur lain, dan penampangnya, sehubungan dengan perilaku lentur, beban normal, geser, dan torsi, harus diambil sebagai hasil kali kuat nominal, yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi dari tata cara ini, dengan suatu faktor reduksi kekuatan φ dalam

(6)

Faktor reduksi kekuatan φ ditentukan sebagai berikut:

(1) Lentur, tanpa beban aksial Ø = 0,80

(2) Beban aksial, dan beban aksial dengan lentur. (Untuk beban aksial

dengan lentur, kedua nilai kuat nominal dari beban aksial dan momen harus dikalikan dengan nilai φ tunggal yang sesuai): (a) Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur

Ø = 0,80

(b) Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur: Komponen struktur dengan tulangan spiral Ø = 0,70

(7)

Kecuali untuk nilai aksial tekan yang rendah, nilai φ boleh ditingkatkan berdasarkan aturan berikut:

fy tidak melampaui 400 MPa, dengan tulangan simetris,

dan dengan (h d ds ) / h tidak kurang dari 0,70, maka: φ = 0,80

(8)

(3) Geser dan Torsi Ø = 0,75

Kecuali pada struktur yang bergantung pada sistem rangka pemikul momen khusus atau sistem dinding khusus untuk menahan pengaruh gempa:

((Faktor reduksi untuk geser pada komponen struktur

penahan gempa yang kuat geser nominalnya lebih kecil dari pada gaya geser yang timbul sehubungan dengan pengembangan kuat lentur nominalnya Ø= 0,55

((Faktor reduksi untuk geser pada diafragma tidak boleh

melebihi faktor reduksi minimum untuk geser yang

digunakan pada komponen vertikal dari sistem pemikul beban lateral.

(9)

Analisa Perencanaan Struktur

1.

Struktur atas

a. pelat lantai

b. dinding kolam

2.

Struktur Bawah

a. beban yang disalurkan

b. daya dukung tanah

(10)

Analisis Perhitungan

Perencanaan dan perhitungan dinding kolam

renang

Perencanaan dan perhitungan pelat lantai kolam

renang lomba

Perencanaan dan perhitungan pondasi bored pile

Perencanaan dan perhitungan sloof

(11)

Dinding Kolam Renang

Tentukan syarat batas

Tentukan panjang bentang

Tentukan tebal dinding

Tentukan momen

Hitung tulangan

Periksa lebar retak serta memeriksa lebar

(12)

Syarat Batas

 Bila pelat dapat berotasi bebas pada tumpuan, maka pelat

itu dikatakan ‘ditumpu bebas’ misalnya sebuah pelat tertumpu oleh tembok bata

 Bila tumpuan mencegah pelat berotasi dan relatif sangat

kaku terhadap momen puntir maka pelat itu terjepit penuh. Dimana pelat itu merupakan suatu kesatuan monolit dengan balok penumpunya

 Bila balok tepi tidak cukup kuat untuk mencegah rotasi

sama sekali, maka pelat itu terjepit sebagian (terjepit elastis)

(13)

Panjang Bentang

Menggunakan bentang teoritis (bentang bersih L

antara kedua bidang permukaan tumpuan

ditambah setengah perletakan disetiap ujungnya)

Bila balok dan dinding lebih tebal 2x lipat dari

(14)

Tebal Pelat Dinding

 Tebal minimum = 1/30 L

(15)

Momen

 Dalam perhitungan tekanan dan momen menurut John

F.Seidensticker (1998;78):

(16)
(17)

Tulangan

Rasio penulangan maksimum:

ρmaks = 0,75.Pb

Rasio tulangan seimbang:

Pb = 0,85.β1{

Rasio tulanan minimum:

P =

Syarat rasio penulangan beton:

Pmin < Pperlu < Pmaks

Pperlu =

dengan Mn = As.fy.(d-a/2)

a =

Luas tulangan yang diperlukan:

As = p.d.b

(18)

 Jarak tulangan yang diperlukan:

 Jarak tulangan maksimum:

Smaks = 3.h

(19)

Tulangan Geser

Kuat Geser Vc =

Kuat Geser Nominal = Jarak Tulangan =

(20)

Kontrol Retak

(21)

Dasar Peritungan Pelat Lantai

Tentukan syarat batas

Tentukan panjang bentang

Tentukan tebal Pelatn

Hitung Beban

Tentukan Momen

Hitung tulangan

Periksa lebar retak serta memeriksa lebar

(22)

Syarat Batas

Bila pelat dapat berotasi bebas pada tumpuan,

maka pelat itu dikatakan ‘ditumpu bebas’

misalnya sebuah pelat tertumpu oleh tembok bata

Bila tumpuan mencegah pelat berotasi dan relatif

sangat kaku terhadap momen puntir maka pelat

itu terjepit penuh. Dimana pelat itu merupakan

suatu kesatuan monolit dengan balok penumpunya

Bila balok tepi tidak cukup kuat untuk mencegah

rotasi sama sekali, maka pelat itu terjepit

sebagian (terjepit elastis)

(23)

Panjang Bentang

 Menggunakan bentang teoritis (bentang bersih L antara

kedua bidang permukaan tumpuan ditambah setengah perletakan disetiap ujungnya)

 Bila balok dan dinding lebih tebal 2x lipat dari tebal pelat,

(24)

Tebal Pelat

Tebal minimum = 1/30 L

(25)

Pembebanan

Beban-beban yang diperhitungkan adalah beban

mati dan beban hidup:

(26)

Momen yang menentukan

 Perhitungan momen lapangan dan momen tumpuan pada sistem pelat satu

arah

 Perhitungan momen lapangan dan momen tumpuan pada sistem pelat dua

arah

 Tinggi efektif d dalam arah x adalah :

dx = h – p – ½ Ø tul

dimana : h = Tebal pelat p = selimut beton

 Tinggi efektif d dalama arah y adalah :

(27)

Tulangan yang diperlukan

Syarat rasio penulangan beton bertulang harus memenuhi

ketentuan sebagai berikut : ρmin < ρperlu < ρmaks , jika ρ perlu < ρ min , maka ρ yang diambil adalah ρmin.

ρmin = ρ perlu =

Luas tul yang diperlukan adalah As = ρ . b. D

Jarak tul yang diperlukan , jarak tul maks Smax = 3

(28)

Kontrol kekuatan plat :

Kekuatan plat harus memenuhi syarat : Ø Mn > Mu dan As > As min Dimana : Mn = As.fy (d-a/2) a = Asmin = 0,002 b.h   

(29)

Memilih Tulangan

Setelah diperoleh luas tulanga yang diperlukan,

maka selanjutnya adalah menentukan diameter

tulangan dan jarak tulangan yang dipakai yang

memenuhi luas tulangan perlu. Untuk membantu

penetapan tulangan pokok dapat menggunakan

tabel 2.2 buku seri beton 4 ( grafik dan tabel

(30)

Dasar Perencanaan dan perhitungan Joint

dinding dan Pelat Lantai Kolam Renang Lomba

Dalam perencanaan dan perhitungan pada joint dinding dan pelat lantai kolam renang lomba dianggap sebagai beam coloum joint dengan mengambil gaya geser yang terbesar yang terjadi pada joint dari hasil analisa SAP2000 v7.42 kemudian dikontrol tegangan geser horizontal minimal menurut SKSNI 3.14.5-1.2

Penulangan geser horizontal juga diambil dari SAP dan > 0,1 fc

Vrenc = 2/3

Vsh + Vrenc = Vmaks

(31)

Maka didapat luas tul yang diperlukan As =

Untuk penulangan geser vertikal yaitu Vv = Vmaks/As (0,6 + N/b.h.fc’)

Dan Vsv = Vmaks – Vv maka didapat luas tulangan yang diperlukan

Av =

(32)

Dasar Perencanaan dan Perhitungan

Pondasi

 Tinjauan Sifat – sifat Mekanis dan Daya Dukung Tanah 1. Pekerjaan Lapangan

( Sondir

( Pemboran

2. Pengujian Laboratorium

( Pengujian pada satu contoh tanah undisturbed ( Index Property Test

(33)

Alternatif Pemilihan Pondasi

Dasar – dasar Penentuan

Pondasi Dangkal

Pondasi Dalam

Pondasi Sumuran

Pondasi Tiang

(34)

Hasil – hasil Penentuan Daya Dukung

Untuk mendukung beban – beban yang cukup kuat

berat (>50 ton), dapat dipergunakan pondasi dalam

yang merupakan pondasi tiang bor atau pondasi tiang

pancang. Kedalaman tiang sebaiknya sampai lapisan

tanah yang benar – benar keras yaitu sekitar – 16.00

s/d – 19.60 m atau sekitar – 7.6 m s/d – 8.40 m

(35)

Rekomendasi

Untuk Perencanaan Kolam Renang Lomba dapat diambil parameter – parameter lapisan tanah sampai sekitar

kedalaman – 6.00 m sebagai berikut :

 Jenis Tanah : Lempung Kelanauan

 Konsistensi : Lunak hingga sedang, parameter – parameter

tanah ( dapat dilihat hasil lab) dan evaluasi daya dukung pondasi dihitung dari muka tanah setempat pada masing – masing titik penyelidikan.

(36)

Dasar Perencanaan dan Perhitungan

Sloof

Dalam perencanaan kolam

lomba ini beban yang di perhitungkan adalah beban dinding, beban saluran air, beban air kolam, berat sendiri sloof dan beban pelat lantai kolam.

(37)

1.

Syarat – syarat Batas

Pada perencanaan tulangan sloof diambil disamping beban – beban

pada sloof ternyata ukuran dan syarat – syarat tumpuan pun perlu

diketahui juga. Tumpuan akan dianggap kaku, yaitu tidak dapat

berdeformasi, sehingga hanya tiga syarat – syarat tumpuan yang

dipertimbangkan yaitu tumpuan bebas, tumpuan terjepit penuh dan

tumpuan terjepit sebagian.

2. Bentang Teoritis

Pada sloof berlaku pula panjang bentang teoritis/ harus dianggap

sama bentang bersih L ditambah L ditambah dengan setengah

bentang panjang perletakan yang telah ditetapkan. Untuk

menentukan dimensi sloof mengacu pada dimensi pondasi yang

dipakai dalam perencanaan

(38)

3. Pembebanan

Beban – beban yang diperhitungkan pada pembebanan sloof

terdiri dari berat sendiri sloof, berat dinding, berat saluran air,

berat air kolam, berat pelat lantai kolam.

4. Momen yang menentukan

Distribusi gaya – gaya dalam sloof yang ditumpu pada beberapa

perletakan dapat dihitung dengan teori elastisitas linier.

Momen Ultimate negatif (lapangan) Mu = - dan momen ultimate

positif (tumpuan) Mu=

(39)
(40)

6. Memilih Tulangan

Setelah diperoleh luas tulangan yang diperlukan, maka selanjutnya

adalah menentukan diameter tulangan dan jarak tulangan yang

dipakai yang memenuhi luas tulangan perlu.

7. Perencanaan Tulangan Geser

Tent. Gaya geser ultimate, untuk mencari gaya geser ultimate adalah

dalam perencanaan tulangan geser, gaya geser rencana

pada

penulangan geser di daerah sendi plastis adalah

dimana untuk daerah sendi plastis Vc = 0 dan Vu Ø = 0 + Vs

(41)
(42)
(43)

Dasar Perencanaan dan Perhitungan Poer

1.

Pembebanan

Beban – beban yang diperhitungkan pada pembebanan

poer terdiri dari beban dinding, beban saluran air,

beban air kolam, beban sloof, beban sendiri poer dan

beban pelat lantai.

2. Momen yang menentukan

Distribusi gaya – gaya dalam poer yang ditumpu pada

perletakan jepit dan beban merata dihitung dengan

teori elastisitas linier. Yaitu momen ultimate

(44)
(45)

4. Memilih Tulangan

Setelah diperoleh luas tulangan yang diperlukan,

maka selanjutnya adalah menentukan diameter

tulangan dan jarak tulangan yang dipakai yang

memenuhi luas tulangan perlu.

(46)

Dasar Perencanaan Akibat Gaya Gempa

Dasar perencanaan akibat gaya gempa ini dihitung berdasarkan perencanaan bangunan air tahan gempa. Berdasarkan hasil laboratorium jenis tanah untuk perencanaan kolam lomba adalah lempung kelanauan dengan konsistensi lunak hingga sedang (aluvial), maka berdasarkan peta percepatan gempa dapat dihitun g dengan persamaan :

(47)

Sedangkan untuk menghitung koefisien gempa (k) dihitung dengan memakai rumus sebagai berkut :

Maka gaya gempa adalah gaya yang bekerja pada suatu konstruksi akan

menimbulkan suatu gaya yang besarnya adalah berat sendiri konstruksi tersebut di kalikan dengan koefisien gempa itu sendiri atau ditulis : FG=k.

(48)

Gaya gempa bekerja kesemua arah, tetapi yang paling berbahaya dalam perhitungan kolam renang lomba ini arah horizontal, karena akan mengakibatkan terjadinya pergeseran, keretakan, guling.

Perhitungan gaya akibat gempa ini berpengaruh pada dinding kolam renang lomba karena dinding merupakan struktur yang paling kritis bila terkena gaya akibat gempa, maka perhitungan gaya pada dinding kolam dipengaruhi juga oleh gaya gempa.

(49)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan kolam renang, kadar sisa khlor, dan keluhan iritasi mata pada perenang di beberapa kolam renang umum

Pada penulisan tugas akhir ini penulis merancang pelat atap, lantai, balok, tangga, dinding geser, serta kolom sebagai elemen struktur atas dan dinding penahan

Pada penulisan tugas akhir ini penulis merancang pelat atap, lantai, balok, tangga, dinding geser, serta kolom sebagai elemen struktur atas dan dinding penahan tanah

Pekerjaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Kolam Renang Kota Tebing Tinggi , maka dengan.. ini mengundang Saudara untuk hadir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengawas kolam renang tentang bantuan hidup dasar pada korban hampir tenggelam di kolam renang di

dengan ini menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul : ANALISIS DAN DESAIN GEDUNG BETON BERTULANG SEPULUH LANTAI BERBENTUK L DENGAN VARIASI LOKASI KOLAM RENANG

Detail Spesifikasi Kolam Renang Pandansili SIMBOL SUB RESPON TEKNIS Detail Spesifikasi Kolam Renang Pandansili R1 Luas kolam renang anak-anak 111,5 m2 Kedalaman kolam renang

Pemahaman tentang tanggung jawab pengunjung kolam renang Pada indikator diperoleh hasil penelitian ini tingkat pemahaman pengunjung kolam renang tentang keselamatan air berdasarkan