Sirkulasi dan Metabolisme Otak Sirkulasi dan Metabolisme Otak
ANATOMI SIRKULASI OTAK ANATOMI SIRKULASI OTAK
Sirkulasi otak dapat dibagi menjadi sirkulasi anterior (carotid) dan posterior Sirkulasi otak dapat dibagi menjadi sirkulasi anterior (carotid) dan posterior (vertebrobasiler), yang bertemu di dasar otak melalui sistem anastomose yang (vertebrobasiler), yang bertemu di dasar otak melalui sistem anastomose yang membentuk sirkulus Willisi.
membentuk sirkulus Willisi.
Terjadi perdarahan pada stroke hemoragik
Terjadi perdarahan pada stroke hemoragik bila pada orang tua dengan hipertensbila pada orang tua dengan hipertensi kroniki kronik pada
pada arteri arteri serebalnya serebalnya terutama terutama arteri arteri lentikulostriata lentikulostriata sering sering terjadi terjadi degenerasi- degenerasi-degener
degenerasi pada asi pada lapislapisan an otot dan otot dan unsur elastiunsur elastik k dari dinding arteri sehingdari dinding arteri sehingga dindingnyaga dindingnya menipis dan kaku, hal ini dapat berkembang menjadi aneurisma yang kecil kecil dan menipis dan kaku, hal ini dapat berkembang menjadi aneurisma yang kecil kecil dan mu
multltipiplele, , padpada a ororang ang mumuda da dadapapat t diditetemumukakan n ananeueurirismsma a kokongngenienitatal l yanyang g bibiasasananyaya mengena
mengenai i bagian depan bagian depan sirksirkulus willisulus willisi i (90%(90%), ), pangkal arteri serebrpangkal arteri serebri i anterianterior, pangkalor, pangkal arter
arteri i komunikomunikans anterior, dan kans anterior, dan tempat percabantempat percabangan gan arterarteri i serebserebri media. ri media. bila terjadibila terjadi lonjakan tekanan darah seperti hipertensi, marah, dan s
lonjakan tekanan darah seperti hipertensi, marah, dan stress maka menyebabkan pecahnyatress maka menyebabkan pecahnya pembuluh
pembuluh darah darah sehingga sehingga perdarahan perdarahan dan dan berakhir berakhir pada pada iskemia serebri. iskemia serebri. Adanya Adanya aktor- aktor- aktor
aktor seperti seperti dislipidemia dislipidemia mempercepat mempercepat terjadinya terjadinya degenerasi degenerasi dinding dinding pembuluh pembuluh darah,darah, al
alkokoholholisismeme, , penpenggggunaunaan an obobatat-o-obabat t anantitikokoagagululan an yayang ng lalamama, , trtromombobosisitotopenpeniaia,, hemophilia , semuanya dapat mempertinggi risiko terjadinya stroke hemoragik.
hemophilia , semuanya dapat mempertinggi risiko terjadinya stroke hemoragik. Sirkulasi Anterior
Sirkulasi Anterior
Arteri
Arteri carotis carotis dextra dextra berasal berasal dari dari arteri arteri inominatainominata, , sedangsedangkan kan arteri arteri carotiscarotis sini
sinistra berasastra berasal l lanlangsungsung g dari dari arcuarcus s aortaorta. a. PadPada a ketiketingginggian an sekisekitar tar ververtebrtebraeae cervical keempat, arteri carotis communis terbagi menjadi arteri carotis eksterna, cervical keempat, arteri carotis communis terbagi menjadi arteri carotis eksterna, ya
yang ng menmensupsuplai lai wawaja ja dadan n scascalplp, , dadan n ararterteri i cacarotrotis is intinternerna, a, yayang ng menmensupsuplailai sirkulasi intracranial.
sirkulasi intracranial. Arteri carotis
Arteri carotis interna (!"A) interna (!"A) terbagi menjadi terbagi menjadi segmen cervical segmen cervical ("#), ("#), petrosupetrosuss ("$
("$), ), intrintracavacavernoernosus sus ("%("%) ) dan dan supsupraklraklinoiinoid d ("&("&). ). 'ru'runkus nkus menimeningengeoioipoipoiseaseall berasal dari carotis intrakavernosa dan memberikan percabang
berasal dari carotis intrakavernosa dan memberikan percabangan yang an yang mensuplamensuplaii kelenjar pituitari dan basal meningeal. Setela keluar dari sinus kavernosus, !"A kelenjar pituitari dan basal meningeal. Setela keluar dari sinus kavernosus, !"A
menembus lapisan dura untuk membentuk segmen supraklinoid, yang akan memanjang ingga biurcartio carotis. "abang intradura yang pertama adala arteri optalmica, yang mensuplai aliran dara ke orbita dan merupakan sumber potensial dari sirkulasi kolateral.
"abang carotis berikutnya, arteri comunicans posterior (P"oA), mengubungkan sirkulasi anterior dan posterior. iasanya terdapat tuju cabang dari bagian medial arteri ini, yang akan mensuplai batang otak sebela lateral dan bagian inerior basal ganglia.
Arteri coroidal anterior (A"oA) bermula pada $*& mm distal dari P"oA dan merupakan cabang besar yang terakir sebelum biurcatio. Arteri ini mensuplai jalur pengliatan (traktus opticus, lateral geniculate body, radiatio opticus), sebagian basal ganglia, dan jalur kortikospinal. +klusi dari A"oA dapat menyebabkan deisit berupa emiplegi dan emianopsian atau tidak ada deisit sama sekali.
Setela A"oA, !"A akan bercabang untuk membentuk arteri cerebral anterior (A"A) dan arteri cerebral media ("A). agian dari A"A diantara percabangan !"A dan arteri comunicans anterior (A"oA) merupakan segmen A# dari A"A. Segmen ini akan bercabang menuju kapsula interna, talamus, dan ipotalamus.
A"oA mengubungkan dua A"A dan menentukan lokasi dimana A# menjadi arteri cerebral anterior distal (A$). "abang dari A"oA mensuplai ipotalamus anterior. "abang terbesar dari area A"A-A"oA adala arteri recuren eubner, yang mensuplai anterior dari basal ganglia dan kapsula interna.
Arteri cerebral anterior distal (A$) berjalan superior dan posterior dari A"oA, didalam issura interemiser, dan membagi diri menjadi arteri pericallosal dan arteri callosomarginal didekat genu dari corpus callosum. A$ dan cabangnya mensuplai bagian medial dari lobus rontalis dan parietalis.
Segmen pertama dari "A (#) berjalan dari percabangan !"A menuju percabangan "A dalam issura Sylvii. Arteri lenticulostriata lateralis dan media berasal dari segmen # ini, yang keluar dari sudut kanan bagian dorsal # dan mensuplai basal ganglia serta terutama bagian superior kapsula interna.
Pada issura Sylvii, "A berbagi menjadi $*& cabang, yaitu segmen $. Pada titik inila sebagian besar aneurysma "A terjadi. Segmen $ keluar dari issura Sylvii dan menyebar pada lengkungan emiser untuk mensuplai bagian lateral dari lobus rontal, parietal, occipital, dan temporal.
Sirkulasi Posterior
Arteri vertebralis (/A) merupakan cabang pertama dari arteri subclavia. Setela keluar dari sudut kanan arteri subclavia, /A berjalan beberapa cm sebelum masuk kedalam oramen intervertebralis dari "0. Setela itu ia akan berjalan sepanjang oramen dari "0 ingga "# dan melewati bagian superior dari arcus "# dan menembus membran atlantooccipital dan masuk kedalam rongga kepala. Saat berjalan keara ventral dan superior, ia memberikan cabang arteri cerebellar inerior posterior (P!"A) sebelum akirnya bersatu dengan /A dari ara yang berlawanan pada pertengaan bagian ventral dari pontomedulary junction untuk membentuk arteri basillaris (A). A akan bercabang membentuk dua arteri cerebral posterior pada pontomesencephalic junction. ubungan menuju sirkulasi anterior melalui P"oA akan melengkapi sirkulus Willisi.
P!"A merupakan cabang terbesar dari sirkulasi posterior (vertebrobasiller) dan mensuplai medulla vermis inerior, tonsil, dan bagian inerior emiser cerebellum. P!"A juga sangat erat kaitannya dengan sara kranial ke 1, #2, dan ##.
Arteri cerebellar inerior anterior (A!"A) biasanya bermula dari distal dari vertebrobasilary junction setinggi pontomedullary junction, mensuplai pons, pedunculus cerebellar media, dan bagian tambaan cerebellum. Selain itu A!"A juga terkait erat dengan sara kranial ke 3 dan 4.
Arteri cerebellar superior (S"A) berasal dari proksimal percabangan basilaris, dan mensuplai otak tenga, pons sebela atas, dan bagian atas cerebellum. "abang dari S"A akan membentuk anastomose dengan cabang dari P!"A dan !A"A pada emiser cerebellum dan merupakan sumber potensial dari aliran kolateral.
Arteri cerebralis posterior (P"A) dibentuk ole percabangan A dan mensuplai otak tenga bagian atas, talamus posterior, bagian posteromedial lobus temporalis, dan lobus occipitalis.
Sirkulus Willisi merupakan sirkulasi kolateral antara pembulu dara intrakranial. 'erpisa dari kolateral optalmicus, terdapat beberapa tempat anastomose lain antara pembulu dara ekstra dan intrakranial, mencakup anastomose melalui arteri spenopalatina, arteri dari oramen rotundum dan cabang kecil yang biasanya ada pada tulang petrosus. Arteri utama yang mensuplai dura adala arteri meningea media dan cabang ascending arteri paryngeal, cabang dari sirkulasi eksternal. 'erkadang dapat terbentuk anastomose antara dura dan permukaan korteks. Sebagai tambaan, ubungan antara carotis dan vertebrobasillar dapat terjadi.
Sistem Vena
Sistem drainase vena otak dibagi menjadi segmen dalam, yang terdiri dari vena otak yang menyediakan drainase untuk otak, dan segmen luar yang terdiri dari sinus vena dural yang menjadi muara dari aliran vena. Aspek unik dari drainase vena adala vena serebralis memiliki dinding yang lebi tipis dibanding dengan vena sistemik, dan tidak memiliki lapisan istologis tunika seperti pada umumnya. Selain itu juga tidak ada vena yang memiliki katup sebagaimana struktur vena dimanapun lainnya.
Segmen dalam lebi jau dibagi lagi menjadi sistem drainase dalam dan superisial. Pada kompartemen supratentorial, drainase superisial struktur korteks terbagi ke sinus sagitalis superior atau sinus transversus.
Sinus vena dura
5ang termasuk didalam sistem sinus vena dura adala6 sinus sagitalis superior, sinus sagitalis inerior, sinus straigt, sinus transversus, sinus sigmoid, dan sinus basiler seperti cavernusus, spenoparietal, dan petrosal.
Vena Emissary, Diploic, dan Meningeal
Pembentukan, Sirkulasi, dan Absorbsi Cairan Serebrospinal
"airan serebrospinalis adala ultrailtrasi dari plasma yang dibentuk didalam ventrikel dan bersirkulasi didalam otak dan ruangan spinal subaracnoid. 7ungsi dari cairan serebrospinalis termasuk sebagai bantalan dari jaringan otak, yg sama beratnya pada otak orang dewasa yg tela diitung anya 82 gram ketika dipertaankan dengan cairan.
Ada juga yg barangkali pembatasan cairan nutrisi tertentu dan neurotransmiter. 9ata*rata pembuatan cairan cerebrospinalis sekitar 2,%8 cc-min, atau kira*kira $$ cc- jam. 'otal volume pada saat tertentu sekitar #82 cc. :ibagi menjadi $% cc pada ventrikel, $3 cc di ruangan subaracnoid, dan sisanya didalam cisterna basalis dan ruang subaracnoid
PERTIMBANGAN KLINIS
Sangat diperlukan komunikasi dan kerjasama yang konstan antara ali beda dan anestesi untuk keberasilan pengelolaan sebagian besar prosedur beda sara. Perlunya ;slack brain<, kontrol tekanan dara yang ati*ati, oksigenasi dan sebagainya suda menjadi pengetauan umum. :alam melaksanakan pembedaan pada jaringan pembulu dara otak, dapat terjadi perubaan sirkulasi baik secara anatomis maupun isiologis, secara sengaja maupun tidak. Sebagai conto, saat melakukan diseksi aneurysma otak yang tidak diklem, ali beda dapat memili untuk menurunkan tekanan pada aneurysma untuk menurunkan kemungkinan terjadinya ruptur aneurysma intraoperati. 'ekanan dapat diturunkan dengan dua cara, baik dengan menurunkan tekanan dara sistemik, misalnya dengan ipotensia general, biasanya ingga mean 02 ingga 32 mmg, tergantung pada tekanan dara pasien preoperati= atau dengan menurunkan tekanan dara regional, yang dicapai melalui penggunaan klem sementara pada pembulu dara yang mengara pada aneurysma. etode
pertama tela digunakan selama bertaun*taun pada berbagai tipe aneurysma dan terutama berguna pada sirkulasi posterior, dimana penggunaan klem sementara lebi sukar dilakukan daripada sirkulasi anterior.
FISIOLOGI ALIRAN ARA! OTAK
Sistem sara pusat (SSP) diisi ole jaringan yang kaya pembulu dara untuk memenui kebutuan yang beruba*ruba dari metabolisme sara lokal dan regional. Aliran dara otak ("7) dapat diliat dari $ sudut pandang6 ciri umum, dan gambaran unik dari SSP.
Ciri Umum Aliran Darah
Siat alami dara adala bawa substansi tertentu (leukosit, eritrosit, dan trombosit) tersuspensi dalam plasma. >omponen dara cenderung untuk berkumpul di bagian tenga aliran, dan akan bervariasi sesuai ukuran lumen, seingga siat dara di arteri yang lebi besar tidak dapat disamakan dengan pembuli dara yang lebi kecil. ?ebi jau lagi, pernyataan tentang tekanan dara, aliran dara, dan perusi jaringan arus dipertimbangkan sesuai pulsasi aliran dara.
7aktor*aktor lain juga mempengarui aliran dara, meliputi suu lokal dan p, tekanan oksigen dan karbondioksida, >@, @, "+
%* pada jaringan dan dara=
ematokrit, cardiac output, tekanan dara, aktor neurogenik, taanan vaskuler, dan lainnya termasuk mediator sara dan kimiawi.
Viskositas
/iskositas ditentukan berbagai aktor termasuk ematokrit, kemampuan beruba bentuk dan beragregasi, dan viskositas plasma.
AUTOREGULASI AN METABOLISME
Pada kondisi istiraat, dialirkan sekitar 382cc dara permenit (#8*$2 cardiac output). Parameter penting dalam memperitungkan aliran dara otak yang dinamakan tekanan perusi cerebral ("PP), yang idealnya menggambarkan perbedaan mean tekanan arterial (AP) dikurangi tekanan intra kranial (!"P). :iperkirakan bawa pada "PP antara 82 dan #%2 mmg anya terdapat sedikit, bila ada, variasi dalam "7 total. Sirkulasi carotis (anterior) memperole mayoritas aliran dara dalam kecepatan yang lebi tinggi (%%8 cc-menit melalui setiap carotis) sedangkan sirkulasi posterior (vertebrobasiler), memperole 38 cc-menit. ?ebi jau lagi, juga terdapat perbedaan antara substansia grisea yang merupakan jaringan dengan aliran cepat (0& cc- #22 g- menit) dengan substansia alba yang merupakan jaringan dengan aliran pelan (#8*$2 cc- #22 g- menit). Aliran dara juga terkait dengan aktivitas elektroserebral.
>arena mekanisme otak dalam meregulasi aliran daranya masi tidak jelas, maka terdapat beberapa teori yang diajukan.
eori Miogenik
'eori ini menyatakan bawa pembulu dara dapat mengenali aliran dan menyesuaikan diri teradapya. enurut aliss dalam #12$, apabila tekanan dalam pembulu dara meningkat, maka pembulu dara tersebut akan berkontraksi untuk meningkatkan taanannya seingga mengurangi aliran dara.
eori !eurogenik
Bdvinsson dkk menjelaskan berbagai bawa terdapat berbagai sara pada pembulu dara piamater, yang menjelaskan mengenai regulasi sentral. >erusakan autoregulasi yang masi, sebagaimana yang ditemui pada cedera SSP
seperti pada trauma atau perdaraan subaracnoid, juga menunjukkan mekanisme sentral. al ini lebi jau didukung ole data yang menunjukkan bawa beberapa neuropeptida juga berperan pada kondisi ini. 7aktor lokal ini menggantikan al yang sebelumnya dikenal dengan respon miogenik pembulu serebral teradap perubaan "7.
eori Metabolik dan Metabolisme "tak
anyak studi yang menunjukkan peningkatan aliran dara ke area tertentu dari otak seubungan dengan peningkatan aktivitas dari area tersebut. Ceuron sangatr tergantung pada oksigen dan glukosa. Daringan neuronal anya mampu menggunakan energi dari metabolisme aerobik dari glukosa.keton akan dimetabolisme dalam bentuk terbatas pada kondisi kelaparan sedangkan lipid tidak dapat digunakan. Simpanan glikogen dalam otak normal tidak ada, seingga jaringan sara tergantung pada aliran kontinyu dari pembulu dara otak. etabolisme anaerob mengasilkan peningkatan cepat jumla laktat yang menurunkan p dan meningkatkan ketersediaan ion @ lokal. Parameter yang digunakan untuk menentukan aktivitas metabolik dinamakan "9+$, atau metabolisme lokal otak dari +$. :iasumsikan bawa penggunaan +$ mereleksikan metabolisme glukosa lokal dan al ini dikonirmasi dengan penggunaan scanning positron emission tomograpy (PB'). Bek dari variasi kondisi metabolik yang normal dan yang beruba yang mempengarui "9+$ dan dapat diukur, dapat membantu memecakan masala seputar peran dari mekanisme sentral dan umpan balik neurogenik dalam mengontrol "7, seingga bermanaat untuk panduan terapi di masa yang akan datang.
#aktor $okal yang Mempengaruhi Autoregulasi
>ondisi lokal lain tampaknya juga berperan dalam autoregulasi. 7aktor ini meliputi p+$, p"+$, konsentrasi @ dan p lokal serta suu. Bek individual dari aktor*aktor ini dapat diidentiikasi dengan segera, namun interaksi diantara aktor* aktor tersebut masi tetap kompleks.
"ksigen
+ksigen tidak akan mempengarui "7 ingga p+$ turun sampai dibawa 82 mmg dimana "7 akan meningkat dengan cepat. >etika p+$ sebesar %2 mmg, "7 menjadi dua kali lipatnya. al ini kemungkinan bervariasi sesuai ematokrit. Peningkatan p+$ menginduksi sedikit penurunan "7, ketika subyek normal bernaas dengan oksigen #22 maka "7 berkurang #2 ingga #%. +ksigen iperbarik diberikan pada $ atm akan menurunkan "7 sebesar $$ tanpa meruba konsumsi oksigen otak. Penurunan ini tetap terjadi bakan bila terjadi iperkapnea. 'erdapat sejumla bukti bawa pasien CS mengalami perbaikan outcome jika p+$ dipertaankan sedikitnya 42 mmg.
%arbondioksida
>onsentrasi ion @ dan p"+$ mempengarui "7. 'ela diketaui bawa dengan konsentrasi p"+$ antara $2 E 02 mmg, ubungan antara p"+$ dan "7 terliat dengan peningkatan "7 $ E % setiap peningkatan p"+$ sebesar # mmg. Penyebabnya masi belum jelas dan mungkin terkait dengan perubaan p sistemik dan atau tekanan dara sistemik.
&iperventilasi
iperventilasi adala terapi yang penting pada pasien dengan peningkatan '!>, terutama dengan sindroma erniasi akut. Prinsip klinis doktrin onroe*>elly dimana dalam rongga intrakranial yang tetap maka volume muatannya juga tetap. /olume ini, totalnya mencapai #022 cc, normalnya terdiri dari jaringan otak (4&), dara (&) dan cairan sererospinal (#$). :iamati ole "using bawa bila ditambakan suatu komponen (lesi massa dengan sebab apapun, baik ematoma, tumor ataupun swelling) maka volumenya akan terlampaui seingga mengasilkan respon isiologis (releks "using). ekanisme kompensasi awal meliputi penurunan jumla dara dan cairan serebrospinal. Penurunan jumla dara melalui penurunan "7 akan membantu mengambat ipertensi intrakranial. iperventilasi, dengan p"+$ yang menurun, akan bermanaat. Sayangnya, saat SSP cepat menyesuaikan diri terada perubaan ini, sukar untuk mengetaui
berapa lama reaksi ini bertaan. akan tampaknya pembulu dara serebral juga menyesuaikan diri dalam $& *%0 jam. iperventilasi yang berkepanjangan memiliki eek yang buruk dengan menyebabkan iskemia. Peneliti yang lain memperole data dari manipulasi p"+$ secara langsung teradap perubaan AP dimana "7 akan bervariasi secara langsung dengan AP pada area yang rusak dan tidak dipengarui ole p"+$.
anyak ilmuwan yang berkonsentrasi dalam meneliti enomena < steal and countersteal < yang secara teoritis mungkin terjadi. Peneliti*peneliti tersebut mengajukan teori bawa jika suatu bagian dari sirkulasi otak keilangan kemampuan autoregulasinya, dan jika aliran yang melalui bagian tersebut berubungan secara langsung dengan AP, maka ketika
%alsium
Saat ini peran ion "a@@ pada metabolisme dan aliran dara otak sedang
diteliti secara intensi. ukti*bukti yang mendukung mengenai peran akti "a@@
dalam "7 mencakup peran "a@@ pada kontraksi otot dan peningkatan
penggunaan "a@@ cannel blocker dalam pengelolaan ipertensi dan penyakit
arteri koroner. ?ebi jau lagi, inluks dari "a @@ dianggap sebagai .. >onsentrasi ion
"a@@ ekstraseluler adala sekitar &*8 mBF-? dan konsentrasi "a@@ intraseluler
adala #2*3 mBF-?.
PENGUKURAN ALIRAN ARA! OTAK
Pertanyaan yang paling penting adala bagaimana menetukan aliran dara sesunggunya ke suatu bagian tertentu dari otak. Adolo 7ick menyatakan bawa jumla substansi yang diserap ole suatu organ tertentu berubungan dengan perbedaan konsentrasi dari substansi tersebut dan aliran dara ( yang membawa substansi tersebut) antara arteri dan vena. Penggunaan Citrous +ksida, suatu substansi yang tidak diserap maupun disekresi ole otak, dan dengan menerapkan teori dari 7ick, >ety dan Scmidt menerbitkan
Sala satu persoalan dasar yang tetap menjadi al yang penting bagi klinisi adala perlindungan teradap jaringan otak selama periode iskemia. 'ela diketaui dengan baik bawa dari semua jaringan, jaringan sara merupakan jaringan yang paling rentan mengalami kerusakan akibat iskemia. Pendekatan ilmia untuk mengatasi situasi ini mencakup mengidentiikasi proses yang menyebabkan cedera sara pada kondisi iskemia dan kemudian berusaa untuk mengintervensi satu atau lebi tempat pada kaskade ini. eberapa aktor yang tela diidentiikasi diantaranya adala6
-
'idak adanya mekanisme untuk menjalankan metabolisme anaerobik padajaringan otak.
-
Adanya intoleransi jaringan otak teradap kondisi asidosis dan akumulasilaktat.
-
Pada beberapa area tertentu dari sirkulasi otak anya terdapat sangatsedikit sirkulasi kolateral.
-
!nluks dari ion "a@@ dan adanya ketidakseimbangan elektrolit.-
Pemecaan membran seluler dan protein membran.-
etabolisme adenosine yang terganggu dengan adanya akumulasi localdari senyawa deosorilasi dan ilangnya A'P yang mengandung energi tinggi.
-
Pembentukan dan akumulasi dari senyawa radikal bebas.-
Gangguan mikrosirkulasi-
Gangguan metabolisme prostaglandin.Secara umum, tela diidentiikasi banyak obat yang memberikan arapan dapat meningkatkan toleransi dari jaringan otak teradap iskemia. arbiturat, steroid, benHodiaHepin, free radical scavenger , manitol, dan idrokarbon terluorinasi dianggap memiliki peran yang terbatas, seperti alnya obat lain tak sebanding seperti allopurinol dan vitamin B. >ombinasi dari obat*obatan ini semakin popular dan yang paling dikenal adala ;Sendai "ocktail< yang dikembangkan di Iniversitas Sendai ole SuHuki dan rekan*rekan. >ombinasi ini terdiri dari manitol, steroid, dan vitamin B.
Sejalan dengan meningkatnya pengetauan kita mengenai metabolisme otak, semakin dekat kita pada penyelesaian dari persoalan dasar tersebut. Penyakit serebrovaskuler tetap merupakan penyebab kematian paling sering ketiga dan merupakan penyebab utama dari disabilitas jangka lama.