• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Salah satu asas penyelenggaraan Negara yang baik adalah asas akuntabilitas sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat/masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas dalam penyelenggaraan Negara, Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Presiden tersebut mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara Negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan dalam suatu Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) yang selanjutnya disebut Laporan Kinerja (LKj)

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Sistem AKIP dilakukan penyempurnaan sehingga dapat meningkatkan fungsinya sebagai salah satu instrument untuk menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan responsive terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya; terwujudnya transparansi instansi pemerintah; terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional; dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Laporan Kinerja (LKj) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang ini juga didukung uraian pertanggungjawaban mengenai Aspek Keuangan, Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Sarana dan Prasarana, Metode Kerja, Pengendalian Manajemen dan Kebijaksanaan lain yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dengan uraian sebagai berikut :

(2)

b) Pertanggungjawaban Sumber Daya Manusia dititikberatkan pada penggunaan dan pembinaan SDM dalam hubungannya dengan peningkatan kinerja yang berorientasi pada hasil atau manfaat dan peningkatan kualitas pelayanan pada masyarakat;

c) Pertanggungjawaban penggunaan sarana dan prasarana yang dititikberatkan pada pengelolaan, pemeliharaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang efektif dan pengembangan;

d) Pertanggungjawaban metode kerja, pengendalian manajemen dan kebijaksanaan lainnya yang dititikberatkan pada manfaat atau dampak dari suatu kebijaksanaan sebagai cermin akuntabilitas kebijakan.

Laporan Kinerja (LKj) berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Bupati juga untuk mengetahui kemampuan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang dalam mencapai tujuan dan sasaran yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang dan sebagai bahan evaluasi kinerja organisasi.

B. MAKSUD DAN TUJUAN.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang

Maksud disusunnya Laporan Kinerja ini adalah memberikan informasi pertanggungjawaban Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang kepada Bupati Malang terhadap keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Badan.

Tujuan Penyusunan dan penyampaian Laporan Kinerja Badan Pengelolaan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah untuk mewujudkan Akuntabilitas Kinerja instansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kepada pihak yang memberi mandat/amanah yaitu Bupati Malang, disamping itu juga bertujuan untuk memenuhi hal - hal sebagai berikut :

a) Meningkatkan akuntabilitas, kredibilitas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang sebagai instansi yang mempertahankan dan meningkatkan pelayanan serta kepercayaan dari masyarakat;

b) Umpan balik peningkatan kinerja aparatur Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang dalam perbaikan manajemen kinerja secara benar, nyata dan bertanggung jawab;

(3)

c) Mengetahui dan menilai keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang;

d) Mendorong transparasi dan penyelenggaraan kinerja yang lebih baik dari tahun ke tahun secara berkesinambungan.

C. GAMBARAN UMUM BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

1. Organisasi Perangkat Daerah

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang sesuai Peraturan Daerah 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, maka Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang yang terdiri dari :

a. Kepala Badan; b. Sekretariat;

c. Bidang Anggaran;

d. Bidang Perbendaharaan;

e. Bidang Akuntansi dan Pelaporan; f. Bidang Aset;

diharapkan dalam memberikan pelayanan dengan kecepatan dan Kepuasan terhadap Perangkat Daerah baik dalam melaksanakan pengajuan belanja telah dibuat sesuai standarisasi dan sistem agar seluruh kegiatan pelayanan dapat diketahui dan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dengan dampak dapat memberikan informasi yang lebih jelas maupun tepat waktu, agar tidak sampai menimbulkan kesulitan, terjadi berbelit-belit atau keraguan bagi yang membutuhkan pelayanan sebagaimana telah diuraikan secara umum dalam tugas pokok dan fungsi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah unsur pelaksana Otonomi Daerah dalam bidang Pengelolaan Keuangan dan Aset dengan tugas:

a. Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang Pengelolaan Keuangan dan Aset berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan; dan;

b. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

(4)

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, maka Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah mempunyai fungsi :

a. Penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan anggaran daerah, perbendaharaan daerah, akuntansi dan pelaporan keuangan daerah, pengelolaan BMD;

b. Pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang perencanaan anggaran daerah, perbendaharaan daerah, akuntansi dan pelaporan keuangan daerah, pengelolaan BMD;

c. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang perencanaan anggaran daerah, perbendaharaan daerah, akuntansi dan pelaporan keuangan daerah, pengelolaan BMD; dan

d. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang urusan pemerintahan daerah di bidang perencanaan anggaran daerah, perbendaharaan daerah, akuntansi dan pelaporan keuangan daerah, pengelolaan BMD.

Disamping melaksanakan tugas sebagai Perangkat Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah juga mempunyai tugas sebagai

berikut : 1. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) dengan tugas sebagai berikut :

a. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan keuangan daerah; b. Menyusun rancangan APBD dan rancangan Perubahan APBD;

c. Melaksanakan fungsi BUD;

d. Menyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD; dan

e. Melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh Bupati.

2. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam melaksanakan fungsinya selaku BUD berwenang :

a. Menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD;

b. Mengesahkan DPA-Perangkat Daerah / DPPA-Perangkat Daerah; c. Melakukan pengendalian pelaksanaan APBD;

d. Memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran Kas Umum Daerah;

e. Menetapkan SPD (Surat Penyediaan Dana);

f. Menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian pinjaman atas nama Pemerintah Daerah;

(5)

g. Melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah; h. Menyajikan informasi keuangan daerah;

i. Melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan BMD; dan

(6)

STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN MALANG

KEPALA BADAN

SEKRETARIS

KA. SUBAG. UMUM DAN KEPEGAWAIAN

KA. SUBAG KEUANGAN DAN ASET

KA. SUBAG PERENCANAAN, EVALUASI DAN PELAPORAN

KEPALA BIDANG ANGGARAN

KASUBID PENYUSUNAN ANGGARAN

KASUBID PENGENDALIAN ANGGARAN

KASUBID ANALISIS DAN EVALUASI ANGGARAN

KEPALA BIDANG PERBENDAHARAAN

KASUBID PENERIMAAN DAN PENGELUARAN

KASUBID PENYERTAAN MODAL, PINJAMAN DAN PIUTANG

KASUBID BELANJA PEGAWAI

KEPALA BIDANG AKUNTANSI & PELAPORAN

KASUBID AKUNTANSI PENERIMAAN

KASUBID AKUNTANSI BELANJA DAN PEMBIAYAAN

KASUBID PELAPORAN KEUANGAN

KEPALA BIDANG ASET

KASUBID PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN

PEMELIHARAAN YETTY NURHAYATI, SH., M.Hum

NIP. 19770530 199602 2 001 KASUBID PENILAIAN DAN

PENATAUSAHAAN

KASUBID PEMANFAATAN DAN PENGHAPUSAN

(7)

Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan : NO PENDIDIKAN PNS PEGAWAI KONTRAK TOTAL 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. SD SMP SMA Diploma 1 Diploma 3 Strata 1 Strata 2 Strata 3 0 0 9 1 1 22 12 0 0 2 18 0 5 43 0 0 0 2 27 1 6 65 12 0 orang orang orang orang orang orang orang orang

Jumlah 45 orang 68 orang 113 orang

Data per 31 Desember 2018

Jumlah Pegawai menurut Pangkat / Golongan dan Status :

NO PANGKAT/GOLONGAN/STATUS BADAN Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. Tenaga Kontrak Juru / Golongan I Pengatur / Golongan II Penata / Golongan III Pembina / Golongan IV 68 0 6 34 5 68 0 6 34 5 JUMLAH 113 113

Data per 31 Desember 2018

Jumlah Pejabat Struktural / Fungsional :

NO ESELON / FUNGSIONAL L P JUMLAH

1. 2. 3. 4. Eselon II Eselon III a Eselon III b Eselon IV a 1 1 1 8 0 0 3 7 1 1 4 15 Jumlah 11 10 21 orang

(8)

2. Capaian Kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tahun

2017

Capaian kinerja dari sasaran strategis yang telah ditetapkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dalam rangka meningkatan pengelolaan keuangan daerah dan pengelolaan barang daerah pada tahun 2017 sebagai berikut :

No Sasaran Indikator Target Realisasi Capaian

1.

Peningkatan Pengelolaan

Keuangan Daerah yang efektif, efesien, transparan dan akuntabel Tertib Administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah - Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan 100% 100% 100% - Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan 100% 100% 100% - Persentase PD yang menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan 100% 100% 100% 2. Peningkatan Pengelolaan Barang Daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel Tertib Administrasi dalam proses Pengelolaan Barang Daerah - Persentase Laporan Inventaris BMD PD yang sesuai ketentuan 100% 100% 100% - Persentase pemanfaatan, penghapusan dan pemindah tanganan BMD yang sesuai ketentuan 50% 50% 100%

Penjelasan Capaian Kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2017

Analisis Capaian Kinerja Tahun 2017 per Sasaran sesuai Indikator Kinerja Utama adalah sebagai berikut :

Sasaran strategis 1. :

Peningkatan Pengelolaan Keuangan Daerah yang efektif, efesien, transparan dan akuntabel diukur dengan 3 (tiga) indikator utama :

(9)

• Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan :

Sasaran strategis ini diukur dengan mengukur SPM PD yang sesuai ketentuan artinya SPM yang dilengkapi dengan dokumen yang sesuai dengan ketentuan dapat memperlancar proses penerbitan SP2D dengan tepat waktu. Tahun 2017 indikator ini ditargetkan 100% sedangkan realisasinya 100% yaitu target SP2D yang diterbitkan sejumlah 11.283 lembar.

• Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan :

Sasaran strategis ini diukur dengan mengukur RKA PD yang sesuai ketentuan yaitu sesuai dengan pedoman dalam penyusunan RKA PD sehingga dapat membantu mempercepat penyusunan Raperda APBD maupun Raperda perubahan APBD. Tahun 2017 indikator ini ditargetkan 100% dan realisasinya 100 % artinya 82 PD yang telah melakukan evaluasi dan asistensi penyusunan RKA PD maupun penyusunan RKA Perubahan PD oleh bidang anggaran yang sesuai dengan ketentuan.

• Persentase PD yang menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan:

Sasaran strategis ini diukur dengan mengukur PD yang menyampaikan laporan keuangan yang sesuai ketentuan. Tahun 2017 indikator ini ditargetkan 100% dan realisasinya 100 % yaitu Laporan Keuangan pemerintah daerah disusun dari laporan keuangan PD (82 PD) yang telah terintegrasi dalam sistem informasi pengelolaan keuangan daerah.

Sasaran Strategis 2. :

Peningkatan Pengelolaan Barang Daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel diukur dengan 2 (dua) indikator utama:

• Persentase Laporan Inventaris BMD PD yang sesuai ketentuan :

Sasaran strategis ini diukur dengan mengukur Laporan Inventaris BMD PD yang sesuai ketentuan yaitu sesuai KIB (Kartu Inventarisasi Barang). Bentuk inventarisasi yang dilakukan mulai dari cek fisik KIB, cek fisik KIB A sampai F, foto barang, usulan penghapusan, daftar barang yang belum masuk KIB, dan barang yang tidak tahu keberadaannya serta barang yang belum masuk dalam KIB dan persediaan. Dalam rangka pertanggungjawaban hasil Inventaris BMD untuk tujuan pelaporan keuangan pada neraca dan pengelompokan BMD didasarkan pada kelompok aset tetap sebagaimana diatur didalam PP No.24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Dalam menyusun laporan inventaris BMD Pemerintah Daerah perlu dilakukan kegiatan rekonsiliasi untuk mencocokan data setiap jenis aset dengan bidang

(10)

akuntansi dan bidang aset dalam artian pencocokan antara pencatatan pembukuan dengan kondisi yang ada. Nilai Aset dalam neraca Kebupaten Malang per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 297.722.304.266,23,-

Nilai Aset tetap Kabupaten Malang per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 292.031.846.757,02,- Nilai tersebut terus bertambah dari tahun ketahun karena jumlah pengadaan barang semakin meningkat menambah nilai total aset ke dalam neraca. Penyusutan barang, aset hilang ataupun rusak belum dapat diinventarisasi secara keseluruh. Untuk itu perlu dilakukan pendataan ulang dan rekonsiliasi serta pencocokan data yang ada di PD dengan data yang ada di bidang akuntansi sebagai pencocokan pembukuannya dan bidang aset dengan kondisi aset yang ada. Selain pencocokan atas data perolehan aset tetap selama tahun berjalan, kedua pihak yaitu PD dengan PPK PD juga harus melakukan update data aset tetap yang lalu-lalu. Misalkan adanya usulan penghapusan aset tetap rusak berat yang belum disetujui, adanya aset tetap yang dimutasikan ke PD lain atau ditarik oleh pengelola karena tidak digunakan lagi oleh PD. Untuk aset yang hilang atau tidak di ketahui keberadaannya dapat ditindaklanjuti dengan membentuk Tim Investigasi untuk melakukan penelusuran aset-aset tersebut dan memastikan statusnya.

Tahun 2017 indikator ini ditargetkan 100% dan realisasinya 100 % yaitu 82 PD yang Laporan BMD telah sesuai ketentuan.

• Persentase pemanfaatan, penghapusan dan pemindah tanganan BMD yang sesuai ketentuan:

Sasaran strategis ini tercapai 100% dari target 50% usulan yang masuk dibanding jumlah PD (82 PD) diproses seluruhnya.

D. DASAR HUKUM

Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2018 ini berpedoman pada: 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara

yang bersih dan bebas dari kolusi, korupsi dan nepotisme;

2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara 3. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 4. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan

dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

5. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah;

(11)

6. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

7. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah;

9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2005 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten / Kota;

12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

13. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan;

14. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah;

15. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

16. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2016-2021;

17. Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;

18. Peraturan Bupati Malang Nomor 46 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang;

19. Keputusan Bupati Malang Nomor 188.4/1235/KEP/35.07.013/2016 tentang Pengesahan Rancangan Akhir Rencana Strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang Tahun 2016-2021;

(12)

20. Keputusan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang Nomor 188.4/629/KEP/35.07.204/2017 tentang Penetapan Reviu Rencana Strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang Tahun 2016-2021;

E. SISTEMATIKA

Laporan Kinerja (LKj) ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: KATA PENGANTAR

RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Gambaran Umum

1. Organisasi Perangkat Daerah;

2. Capaian Kinerja Organisasi Tahun 2018 D. Dasar Hukum

E. Sistematika

BAB II : PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. Perencanaan Strategis 1. Tujuan, Sasaran

2. Kebijakan dan Program B. Perjanjian Kinerja

BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi 1. Capaian Kinerja

1.1. Perbandingan Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2018

1.2. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2018 dengan Tahun 2017

1.3. Perbandingan Capaian Kinerja s.d Akhir Periode Renstra 1.4. Perbandingan Capaian Kinerja dengan Capaian Nasional

2. 2. Analisis Penyebab Keberhasilan / Kegagalan dan Solusi

3. 3. Analisis Penggunaan Sumber Daya Anggaran

1.1. Alokasi Per Sasaran Pembangunan 1.2. Perbandingan Pencapaian dan Anggaran 1.3. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

(13)

B. Realisasi Anggaran C. Prestasi Tahun 2018

BAB IV : PENUTUP LAMPIRAN – LAMPIRAN

- Matrik Renstra 2016 - 2021 - Perjanjian Kinerja Tahun 2018 - Rencana Kinerja Tahun 2018 - Pengukuran Kinerja Tahun 2018

(14)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. Perencanaan Strategis

Perencanaan Strategis merupakan proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai serta bersifat jangka menengah, secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Proses ini akan menghasilkan dokumen rencana strategis atau dokumen perencanaan suatu unit organisasi yang penyusunannya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi dari unit organisasi tersebut dan berjangka waktu 5 (lima) tahun.

Adapun peran penting Renstra bagi instansi Pemerintah adalah sebagai berikut :

1. Merupakan dokumen yang digunakan untuk mempermudah pelaksanaan akuntabilitas. Tanpa adanya Renstra, mekanisme dan pelaksanaan akuntabilitas akan sulit untuk dilakukan oleh organisasi.

2. Dokumen yang digunakan untuk memberikan arah dan tujuan organisasi melangkah lebih maju di masa depan seiring dengan perkembangan dinamis yang ada. Dengan adanya Renstra, tentunya stakeholders dapat menilai apakah organisasi telah menuju kepada arah yang diinginkan ataukah telah mencapai apa yang diharapkan.

3. Merupakan dokumen perencanaan yang menggambarkan arah dan pengembangan unit kerja dan program pelayanan publik yang bersifat strategis dalam jangkauan perubahan kedepan.

4. Sebagai acuan bagi penyusunan Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2016-2021 merupakan dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun (perencanaan jangka menengah) yang menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan daerah. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan bentuk strategi kebijakan dan rencana pembangunan yang terarah, efektif dan berkesinambungan sehingga dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Rencana Strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah 2016-2021 disusun dan kemudian

(15)

ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Malang Nomor 188.4/2311/KEP/35.07.119/2016 tanggal 28 Nopember 2016, yang kemudian dilakukan revisi dengan Keputusan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang Nomor : 188.4/1235/KEP/35.07.204/2017. Rencana Strategis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan dokumen perencanaan yang berisi tujuan, sasaran, strategi, kebijakan program dan kegiatan, menjadikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagai instansi yang mempunyai peran strategis dalam pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien berbasis kinerja.

Renstra Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat secara bersama-sama antar pimpinan dan seluruh komponen organisasi untuk diimplementasikan oleh seluruh jajarannya dalam rangka pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Malang. Perumusan rencana strategis tersebut mengikuti pola yang merupakan tahapan-tahapan dimulai dari yang paling ideal/kualitatif sampai dengan yang paling teknis dan kuantitatif. Tahapan-tahapan tersebut merupakan rangkaian yang memiliki saling keterkaitan untuk mencapai suatu tujuan bersama yang merupakan visi dan misi organisasi.

1. TUJUAN DAN SASARAN

TUJUAN

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menetapkan tujuan yang hendak dicapai yaitu :

1.1. Memperkuat eksistensi dan performance Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagai lembaga yang berkualitas dalam melaksanakan tugas pengelolaan keuangan dan Aset Daerah;

1.2. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan aparatur dalam memberikan pelayanan yang prima;

1.3. Mempertahankan, meningkatkan sarana dan prasarana pendukung produktifitas kerja dalam rangka mempertahankan opini WTP yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Malang.

SASARAN

Untuk mencapai tujuan meningkatkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, sasaran strategis yang ingin dicapai adalah :

(16)

1.1. Peningkatan Pengelolaan Keuangan Daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel dengan indikator kinerja berupa Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah meliputi :

a) Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan b) Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan

c) Persentase PD yang menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan 1.2. Peningkatan Pengelolaan Barang Milik Daerah yang efektif, efisien,

transparan dan akuntabel dengan indikator kinerja Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Barang Milik Daerah meliputi :

a) Persentase laporan inventaris BMD PD yang sesuai ketentuan

b) Persentase pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMD yang sesuai ketentuan

2. KEBIJAKAN DAN PROGRAM

KEBIJAKAN

Kebijakan ditetapkan untuk memberikan petunjuk, prinsip-prinsip dasar,

rambu-rambu dan sinyal penting dalam penyusunan program/kegiatan adalah : a. Mengoptimalkan SDM yang ada dan melaksanakan serta mentaati aturan

terhadap disiplin aparatur.

b. Dalam penyusunan laporan keuangan daerah harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintah (SAP)

c. Peningkatan transparansi dalam pengelolaan keuangan d. Up date data aset secara berkala.

PROGRAM

Guna mencapai sasaran yang diharapkan maka Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menetapkan program yang dijabarkan dengan kegiatan. Keberhasilan Program sangat ditentukan dengan pelaksanaan dan capaian kegiatan yang mendukung upaya tercapainya Program dengan menetapkan indikator keberhasilan program. Program Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2017 antara lain :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur;

(17)

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur;

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan;

6. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa;

7. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Anggaran Pemerintah Daerah;

8. Program Peningkatan Pelaporan dan Akuntansi Pemerintah Daerah; 9. Program Pengelolaan Perbendaharaan Pemerintah Daerah

10. Program Pengelolaan Aset Pemerintah Daerah

Atas adanya review yang akan dilakukan terhadap RPJMD Kabupaten Malang Tahun 2016-2021 sesuai dengan perkembangan kondisi terkini, perubahan peraturan dan perkembangan kebijakan daerah yang ada, maka akan dilakukan review terhadap Renstra PD dengan mengacu pada hasil Review RPJMD yang ada. Terkait dengan hal tersebut maka beberapa perubahan dan penyesuaian atas sasaran dan indikator kinerja dilakukan untuk menyelaraskan dan meningkatkan kinerja PD dalam mencapaian visi misi daerah.

B. PERJANJIAN KINERJA

Perjanjian kinerja merupakan perwujudan kemauan yang kuat dan keras untuk menjadikan organisasi seperti Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menjadi instansi yang lebih unggul kinerjanya dan mampu mengantisipasi ketidakpastian yang begitu besar tentang kejadian-kejadian dimasa yang akan datang.

Perencanaan kinerja pada hakekatnya adalah penetapan tingkat capaian kinerja yang dinyatakan dalam bentuk nyata berupa kegiatan dengan didukung oleh indikator kinerja dalam rangka mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan.

Sebagai tindak lanjut penetapan Peraturan Bupati Malang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. maka perlu disusun Perjanjian Kinerja Tahun 2018 yang berdasarkan Indikator Kinerja Utama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan sebagai dasar menyusun Laporan Kinerja (LKj) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang sebagai berikut :

(18)

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

1 2 3 4

1. Peningkatan Pengelolaan Keuangan Daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib Administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah

- Persentase SPM PD yang

sesuai ketentuan 100 %

- Persentase RKA PD yang

sesuai ketentuan 100 %

- Persentase PD yang menyampaikan laporan

keuangan sesuai ketentuan 100 % 2. Peningkatan Pengelolaan

Barang Daerah ektif,

efisien, dan akuntabel

Tertib Administrasi dalam proses Pengelolaan Barang Milik Daerah - Persentase Laporan inventasasi BMD PD yang sesuai ketentuan 100% - Persetase pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMD yang sesuai ketentuan

50 %

Untuk mencapai target dan indikator sasaran sebagaimana tersebut diatas, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang didukung dengan program antara lain :

No. Program Anggaran

1. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan

Keuangan Desa; Rp. 1.316.862.000,-

2. Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi

Anggaran Pemerintah Daerah; Rp. 5.833.513.100,- 3. Program Peningkatan Pelaporan dan Akuntansi

Pemerintah Daerah; Rp. 5.000.176.800,-

4. Program Pengelolaan Perbendaharaan Pemerintah

Daerah Rp. 4.900.000.000,-

(19)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk menjawab atau mempertanggungjawabkan dari perorangan maupun badan hukum atau pimpinan secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwewenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah, adapun untuk pengukuran keberhasilan atau kegagalan kinerja tersebut disamping sebagai upaya pengembangan strategi organisasi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang dilakukan melalui pendekatan terhadap indikator kinerja dan juga merupakan ukuran kuantitatif maupun kualitatif yang dapat menggambarkan tingkat capaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.

Analisis capaian kinerja pada dasarnya menggambarkan muatan substansi akuntabilitas kinerja, pada sub bab ini akan diulas tingkat capaian berdasarkan sasaran strategis yang telah ditargetkan pada tahun 2018 sekaligus tingkat capaian secara menyeluruh. Untuk menjawab pertanyaan akan tingkat keberhasilan atau kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan, maka harus ditetapkan skala pengukuran. Pengukuran tersebut tidak semata-mata kepada input dari setiap kegiatan instansi pemerintah dalam hal ini Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Malang, tetapi lebih ditekankan pada keluaran, proses, manfaat dan dampak dari kegiatan tersebut. Dengan kata lain sistem pengukuran dan evaluasi kinerja merupakan elemen pokok dari Laporan Akuntabilitas Kinerja dalam rangka mencapai hasil sesuai dengan rencana yang telah dituangkan dalam perencanaan strategis maupun Rencana Kerja Tahunan.

Untuk mempermudah interpretasi atas pencapaian sasaran serta Program/Kegiatan makro maka ditetapkan nilai dalam skala ordinal disertai sebagaimana pada tabel di bawah ini.

Kategori Nilai Capaian Untuk Prosentase Pencapaian Sasaran

Urutan Rentang Capaian Kategori Nilai

Capaian

I 85 % keatas Sangat berhasil

II 70 % < x 85 % Berhasil

III 55 % < x 70 % Cukup Berhasil

(20)

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI 1. CAPAIAN KINERJA

Capaian kinerja organisasi diperoleh berdasarkan hasil pengumpulan data kinerja dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing bidang pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Pengukuran capaian kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau ketidakberhasilan (kegagalan) pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran kinerja dipergunakan juga sebagai upaya pengembangan strategi organisasi ke masa yang akan datang dan secara teknis dapat dipergunakan untuk melihat performance masing-masing bidang yang ada dan untuk mengendalikan fungsi-fungsi manajerial secara menyeluruh. Untuk melakukan penilaian atas kinerja suatu instansi pemerintah (akunbilitas kinerja) ditetapkan indikator-indikator yang dipergunakan sebagai dasar pengukuran keberhasilan atau kegagalan kinerja tersebut. Pendekatan terhadap indikator kinerja ditetapkan baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan

Berikut ini akan disajikan capaian kinerja organisasi setiap sasaran strategis yang telah ditetapkan sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi dengan melakukan analisis capaian kinerja :

(21)

Tabel 3.1

MEMBANDINGKAN ANTARA TARGET DAN REALISASI KINERJA TAHUN 2018

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

1. Peningkatan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah

-Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan 100 % 100 % 100 % -Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan 100 % 100 % 100 % -Persentase PD yang menyampaikan laporan keuangan

sesuai ketentuan 100 % 100 % 100 %

2. Peningkatan pengelolaan barang daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Barang Daerah

-Persentase laporan inventaris BMD PD yang sesuai

ketentuan 100 % 100 % 100 %

-Persetase pemanfaatan, penghapusan dan

pemindahtanganan BMD yang sesuai ketentuan 50 % 50 % % 100 %

Rata-rata 100 %

(22)

Tabel 3.2

PERBANDINGAN REALISASI KINERJA SERTA CAPAIAN KINERJA TAHUN 2018 DENGAN TAHUN 2017

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi

2017 2018 1. Peningkatan pengelolaan keuangan daerah yang

efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan

Keuangan Daerah -Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan 100% 100% 100%

-Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan 100% 100% 100% -Persentase PD yang menyampaikan laporan

keuangan sesuai ketentuan 100% 100% 100%

2. Peningkatan pengelolaan barang daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Barang Daerah

-Persentase laporan inventaris BMD yang sesuai

ketentuan 100% 100% 100%

-Persetase pemanfaatan, penghapusan dan

(23)

Tabel 3.3

2. PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA SAMPAI DENGAN AKHIR PERIODE RENSTRA

No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

TARGET AKHIR RENSTRA REALISASI TAHUN 2017 TINGKAT KEMAJUAN 1. Peningkatan pengelolaan

keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses pengelolaan keuangan daerah

Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan

100% 100% 56,18%

Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan 100% 100% 60%

Persentase PD yang menyampaikan laporan keuangan

yang sesuai ketentuan 100% 100%

60% 2. Peningkatan pengelolaan barang

daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses pengelolaan barang daerah

Persentase Laporan Inventaris BMD PD yang sesuai

ketentuan 100% 100% 60%

Persentase bidang tanah pemerintah daerah yang

disertifikatkan 5.69% - 80,32%

Persetase pemanfaatan, penghapusan dan

(24)

Tabel 3.4

MEMBANDINGKAN REALISASI KINERJA TAHUN 2018 DENGAN STANDAR NASIONAL

No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA REALISASI

TAHUN 2018

REALISASI NASIONAL

KET (+/-) 1. Peningkatan pengelolaan keuangan

daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah - Persentase SPM PD yang sesuai

ketentuan 100 % N -

- Persentase RKA PD yang sesuai

ketentuan 100 % I -

- Persentase PD yang menyampaikan

laporan keuangan sesuai ketentuan 100 % H -

2. Peningkatan pengelolaan barang daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses

Pengelolaan Barang Daerah I -

- Persentase laporan inventaris BMD PD

yang sesuai ketentuan 100 % L -

- Persetase pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMD yang sesuai ketentuan

50 % -

(25)

Untuk Indikator yang dimiliki Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang belum ada Standar Nasional yang mengaturnya.

2. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN DAN SOLUSI a) Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan Adapun hal-hal utama menjadi penyebab antara lain :

Kuasa BUD meneliti kelengkapan dokumen SPM yang diajukan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran agar pengeluaran yang diajukan tidak melampaui pagu dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam perundang-undangan untuk diterbitkan menjadi SP2D. Permendagri 13/2006 pasal 216 sampai 219 mensyaratkan penerbitan SP2D dengan tujuan agar pengeluaran yang dilakukan tidak melampaui pagu dan memenuhi persyaratan.

➢ Kelengkapan dokumen SPM-UP untuk penerbitan SP2D adalah surat pernyataan tanggung jawab mengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.

➢ Kelengkapan dokumen SPM-GU untuk penerbitan SP2D mencakup:

1. surat pernyataan tanggung jawab pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran;

2. surat pengesahan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran periode sebelumnya;

3. ringkasan pengeluaran perincian obyek disertai bukti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap;

4. bukti atas penyetoran PPN/PPh;

➢ Kelengkapan dokumen SPM-TU untuk penerbitan SP2D adalah surat pernyataan tanggung jawab mengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. ➢ Kelengkapan dokumen SPM-LS untuk penerbitan SP2D mencakup:

1. surat pernyataan tanggung jawab pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran;

2. bukti-bukti pengeluaran yang sah dan lengkap sesuai dengan kelengkapan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan ;

Dalam hal SP2D yang diterbitkan untuk keperluan Uang Persediaan/Ganti Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan, Kuasa

(26)

BUD menyerahkan SP2D pada Penggunan Anggaran, sedangkan dalam hal SP2D yang diterbitkan untuk keperluan pembayaran langsung, Kuasa BUD menyerahkannya langsung pada Pihak Ketiga.

Sesuai Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah untuk Penatausahaan Pengeluaran, bahwa kegiatan Penerbitan SP2D hanya dibuat untuk satu SPM saja yang dapat diterbitkan jika :

-Pengeluaran yang diminta tidak melebihi pagu anggaran yang tersedia; -Didukung dengan kelengkapan dokumen sesuai peraturan perundangan.

Waktu pelaksanaan penerbitan SP2D sesuai Sisdur yaitu :

-Diterbitkan paling lambat 2 hari sejak SPM diterima;

-Apabila ditolak, dikembalikan paling lambat 1 hari sejak diterima SPM. Sebagaimana langkah-langkah teknis pada SOP penerbitan SP2D yang terdiri dari Penelitian SPM, Pembuatan SP2D, Penerbitan SP2D paling lambat 2 hari kerja sejak SPM-UP/GU/TU/LS diterima, maka realisasi penerbitan SP2D yang telah terselesaikan sesuai pengajuan SPM. Adapun SPM yang sesuai dengan ketentuan akan membantu dalam proses penyelesaian dan penerbitan SP2D dalam waktu yang ditetapkan yaitu paling lambat 2 hari kerja sejak SPM diterima. Pada tahun 2015 SPM yang sesuai ketentuan ditargetkan sebesar 100% (10.207 lembar SPP) realisasi sebesar 100% (10.207 lembar SPM / SP2D).

Pada indikator ini tidak memenuhi target kurang lengkapnya dokumen pada SPP/SPM antara lain :

• Kesalahan dalam penulisan tanggal SPM, Uraian SPM, Nilai Pajak, Nominal Kwitansi, Penulisan Tahun Anggaran, kurang lengkapnya dokumen;

• Data softcopy tidak sesuai dengan hardcopy;

• Softcopy tidak dapat diimpor kedalam aplikasi SIMDA;

Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

- Diharapkan PD tidak selalu mengganti operator SIMDA tanpa ada kader/pengganti yang sudah memahami aplikasi SIMDA.

(27)

- Sehubungan dengan perubahan regulasi dari PMK Nomor 222 Tahun 2017 ke PMK Nomor 28 Tahun 2018 tentang penggunaan, pemantauan, dan evaluasi DBHCHT maka perlu disosialisasikan kepada Perangkat Daerah guna mengalokasikan minimal 50% untuk mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Dalam hal pencapaian kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja adalah Program Pengelolaan Perbendaharaan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh Bidang Perbendaharaan melalui kegiatan :

- Peningkatan manajemen investasi daerah

- Pengendalian dan pelaporan berkala dana teranfer pemerintah pusat dan pemerintah daerah

- Peningkatan dan pengendalian manajemen kas daerah - Pengendalian dan pembinaan keuangan BLUD;

- Peingkatan Penatausahaan Belanja Daerah - Pengelolaan Belanja Pegawai;

- Penanganan tuntutan perbendaharan dan tuntutan ganti rugi

b) Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan Adapun hal-hal utama menjadi penyebab antara lain :

Kepala Daerah menyusun rancangan KUA berdasarkan RKPD dan pedoman penyusunan APBD yang telah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri setiap tahun (pasal 83 Permendagri 13 tahun 2006) Alur Proses dan Jadwal Penyusunan APBD antara lain:

1. Pokok-pokok kebijakan yang memuat sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan pemerintah daerah

2. Prinsip dan kebijakan penyusunan APBD tahun anggaran bersangkutan 3. Teknis penyusunan APBD

4. Hal-hal khusus lainnya

Untuk penyusunan rancangan APBD, diperlukan adanya urutan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). PPAS merupakan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada PD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-PD

(28)

Proses perencanaan dan penyusunan APBD, mengacu pada PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, secara garis besar sebagai berikut :

• Penyusunan rencana kerja pemerintah daerah

• Penyusunan rancangan kebijakan umum anggaran

• Penetapan prioritas dan plafon anggaran sementara

• Penyusutan rencana kerja dan anggaran PD

• Penyusunan rancangan perda APBD Penetapan APBD

Dari uraian di atas, maka proses penyusunan APBD dapat digambarkan sebagai berikut :

• Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)

• Kebijakan Umum APBD

• Prioritas Palafon Anggaran Sementara

• Rencana Kerja Anggaran PD

• Rancangan Perda APBD

• Perda APBD

Penyusunan APBD didasarkan pada perencanaan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu, mengenai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Bila dilihat dari waktunya, perencanaan ditingkat pemerintah daerah dibagi menjadi tiga kategori yaitu Rencana Jangka Panjang Daerah (RJPD) merupakan perencanaan pemerintah daerah untuk periode 20 tahun; Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan perencanaan pemerintah daerah untuk periode 5 tahun; dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan rencana tahunan daerah. Sedangkan perencanaan ditingkat PD terdiri dari : Rencana Strategi (Renstra) PD merupakan rencana untuk periode 5 tahun. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dua kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, bahwa Penetapan Perda tentang APBD dan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD sesuai dengan hasil evaluai paling lambat akhir Desember (31 Desember).

Progres Penyusunan APBD secara singkat sebagai berikut :

a. KUA telah dilakukan pembahasan antara TAPD dengan Badan Anggaran DPRD dan telah disepakati bersama yaitu dengan dikeluarkan Surat Kesepakatan bersama.

(29)

b. Peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan APBD telah disahkan yaitu dengan Peraturan Bupati Malang

c. Peraturan tentang Standar Satuan Harga disahkan yaitu dengan Keputusan Bupati Malang

d. Dengan telah disahkannya peraturan-peraturan tersebut diatas, dapat dijadikan dasar dalam menyusun Surat Edaran Bupati tentang Pedoman Penyusunan RKA-PD.

e. Surat Edaran tersebut diatas menginformasikan bahwa batas akhir penyampaian RKA-PD pada PPKD (Bidang Anggaran BPKAD)

f. Dari hasil penyusunan RKA-PD, telah dilaksanakan Evaluasi RKA-PD oleh Bidang Anggaran BPKAD

Target RKA PD yang sesuai ketentuan yaitu 100% atau 82 PD dengan realisasi 100% atau 82 RKA PD yang sesuai ketentuan.

Pedoman penyusunan RKA yang sesuai ketentuan antara lain :

- PPA yang dialokasikan untuk setiap program PD berikut rencana pendapatan dan pembiayaan

- Sinkronisasi program dan kegiatan antar PD dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan

- Batas waktu penyampaian RKA-PD kepada PPKD

- Hal-hal lain yang perlu diperhatikan prinsip-prinsip peningkatan efisiensi, efektifitas, transparasi dan akuntabilitas

Dokumen sebagai lampiran meliputi KUA, PPA, kode rekening APBD, format RKA-PD, analisis standar belanja dan standar satuan harga

Namun masih ada hambatan dalam pelaksanaan pada indikator ini antara lain : 5. Pada pelaksanaan evaluasi yang biasanya ada sebagian PD yang belum

menyampaikan RKA kepada Pokja TAPD cq. Bidang Anggaran BPKAD. Hal ini telah melampaui batas akhir penyampaian RKA yang diatur dalam Surat Edaran Bupati

6. Dengan terlambatnya penyampaian RKA-PD ke TAPD cq. Bidang Anggaran BPKAD, berpengaruh terhadap jadwal penyampaian Raperda APBD ke DPRD, mengingat RKA-PD sebagai dasar dalam penyusunan Raperda APBD beserta Lampirannya.

Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Badan Pengelolaan

(30)

Keuangan dan Aset Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Bidang anggaran berkoordinasi dengan PD yang belum melakukan evaluasi RKA untuk menegaskan kembali kepada PD melalui Operator SIMDA dan Kasubag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan supaya segera menyampaikan data RKA-PD dalam rangka ketepatan waktu penyusunan APBD. Jika diperlukan penegasan tersebut dilakukan kepada Kepala PD yang bersangkutan agar penyampaian RKA tidak mundur terlalu jauh dari batas waktu yang telah ditetapkan. Sehingga Raperda APBD dapat segera disampaikan ke DPRD untuk dilakukan pembahasan bersama.

2. Menyarankan kepada Tim penyusun Pedoman Pelaksanaan APBD dan Standar Satuan Harga untuk lebih cepat melaksanakan tugas agar Peraturan Bupati yang mengatur masalah tersebut dapat segera ditetapkan. Hal ini untuk mempercepat proses penyusunan RKA-PD.

3. Menyarankan kepada Kasubag. Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dan Operator SIMDA di masing-masing PD untuk lebih tertib dalam menyusun RKA-PD sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dalam Surat Edaran Bupati tentang Pedoman Penyusunan RKA-PD

4. Bidang Anggaran untuk segera berkoordinasi dengan Sekretariat DPRD untuk melakukan penjadwalan ulang Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampaian Raperda APBD

Dalam hal pencapaian kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja adalah Program Pengelolaan Anggaran yang dilaksanakan oleh Bidang Anggaran melalui kegiatan :

- Penyusunan rancangan Peraturan Daerah tentang APBD;

- Penyusunan rancangan Peraturan KDH tentang penjabaran APBD; - Penyusunan rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD; - Penyusunan rancangan Peraturan KDH tentang penjabaran perubahan

APBD;

- Evaluasi dan asistensi penyusunan Rencana Kerja Anggaran PD; - Evaluasi dan asistensi penyusunan RKA Perubahan PD;

- Peningkatan Pengelolaan Anggaran Daerah

- Peningkatan Pengelolaan Belanja Hibah dan Bansos dari APBD - Pengingkatan Transparansi Pengelolaan Keuangan

- Analisa Pengelolaan Keuangan Daerah / Desa - Pembinaan dan Fasilitasi Penyusunan APBDes

(31)

- Peningkatan Penatausahaan Anggaran Desa

c) Persentase PD yang menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan :

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan Adapun hal-hal utama menjadi penyebab antara lain :

Bahwa indikator PD yang menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan yaitu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) ditargetkan 100% (82 PD) sedangkan realisasinya 100 % (82 PD) yang sesuai dengan ketentuan antara lain berikut :

a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) b. Neraca dan

c. Laporan Arus Kas

d. Catatan atas laporan keuangan (CALK)

Pejabat yang bertanggung jawab menyusun LKPD di masing-masing Pemda adalah Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD). PPKD adalah kepala satuan kerja pengelola keuangan daerah (SKPKD) yang bertugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara umum daerah (BUD). LKPD yang telah disusun oleh PPKD kemudian disampaikan kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah dalam rangka memenuhi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Bila ada permasalahan keterlambatan penyusunan LKPD bermula adanya kewajiban PPKD menyusun LKPD dengan cara konsolidasi yaitu menggabungkan laporan-laporan keuangan Perangkat Daerah (PD). Laporan keuangan (LK) dari masing-masing PD berisikan LRA, Neraca dan CaLK. Sebenarnya critical point keterlambatan penyusunan LKPD tersebut berada di PD karena ketergantungan LKPD pada kompilasi dari PD. Adanya beberapa PD yang lalai sehingga belum menyelesaikan Laporan Keuangan maka yang terjadi PPKD mengalami kendala dalam menyelesaikan LKPD.

Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

Bidang Akuntansi dan Pelaporan berkoordinasi dengan PD yang belum menyampaikan laporan keuangan untuk menegaskan kembali kepada PD,

(32)

supaya segera menyampaikan laporan keuangan PD dalam rangka ketepatan waktu penyusunan Laporan Keuangan Daerah.

Dalam hal pencapaian kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja adalah Program Peningkatan Implementasi Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah yang dilaksanakan bidang Akuntansi dan Pelaporan melalui kegiatan:

- Penyusunan laporan keuangan semesteran;

- Monitoring dan evaluasi penatausahaan keuangan daerah; - Penyusunan kebijakan akuntansi pemerintah daerah;

- Penyusunan sisten dan prosedur pengelolaan keuangan daerah

- Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

- Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD;

- Penyusunan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah;

- Bimbingan teknis implementasi paket regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah.

d) Persentase Laporan Inventarisasi BMD PD yang sesuai dengan ketentuan

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan Adapun hal utama menjadi penyebab antara lain Tujuan Inventarisasi BMD :

1. Menginventarisasi dan mengamankan seluruh BMD pada PD yang hingga saat ini belum terinventarisasi dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan;

2. Menyajikan nilai koreksi BMD pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Obyek Inventarisasi BMD :

1. Barang yang dibeli atau diperolehan atas beban APBD, dan 2. Barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah meliputi :

a. barang yang diperolah dari hibah/sumbangan atau sejenisnya b. barang yang diperolah sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak c. barang yang diperolah berdasarkan undang-undang;atau

d. barang yang diperolah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekeuatan hukum tetap

(33)

Laporan Inventaris BMD PD yang sesuai ketentuan yaitu sesuai KIB (Kartu Inventarisasi Barang).

Pada indikator ini ditargetkan 100% sedangkan realisasinya 100% yaitu 82 PD yang laporan BMD telah sesuai ketentuan.

Dalam rangka meminimalisir kegagalan dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut : - BPKAD akan segera mengagendakan penyusunan Perda dan Perbup

sebagai petunjuk teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah;

- Rekonsiliasi secara periodik antara pihak terkait, pengurus barang seluruh OPD, dan BPKAD dalam rangka pemutakhiran data SIMDA BMD;

- Berkoordinasi dengan pihak yang dapat menyediakan aplikasi software yang mampu mendukung penatausahaan BMD dan kebijakan akuntansi;

- Berkoordinasi dengan pihak yang menyediakan aplikasi software agar menambahkan menu scan file dokumen perolehan aset, agar softcopy dokumen perolehan dapat tersimpan dalam aplikasi SIMDA BMD;

- Masing-masing Kepala Perangkat Daerah selaku Pengguna Barang agar menginstruksikan pengurus barang melakukan inventarisasi BMD minimal 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun kemudian hasilnya divalidasi dan dimutakirkan pada SIMDA BMD;

- Pengurus Barang seluruh OPD agar lebih cermat dalam melakukan pengisian informasi dan pemutakhiran data dalam SIMDA BMD terkait kondisi barang, nilai dan rincian barang;

- Kepala Perangkat Daerah agar menyerahkan BPKB yang masih disimpan di instansinya kepada Pengelola Barang melalui Pembantu Pengelola Barang/ BPKAD dengan disertai dokumen tanda terima;

- Perlu dilaksanakan kegiatan rekonsiliasi antara Pengurus Barang dengan BPKAD dalam melakukan validasi dan pemutakhiran data KIB B secara periodik untuk menelusuri selisih data kendaraan yang tercatat di SIMDA BMD, fisik kendaraan di OPD dan fisik BPKB yang tercatat di OPD dan BPKAD;

- Inventarisasi kembali terhadap keberadaan tanah aset Pemerintah berdasarkan bukti awal perolehan/peralihan dari pemilik sebelumnya/tanah Negara menjadi tanah dalam penguasaan Pemerintah Kabupaten Malang; - Kepala Perangkat Daerah agar menginstruksikan pengurus barang untuk

menertibkan nomor register, kodefikasi serta memasang nomor register pada fisik aset tetap untuk pengamanan

(34)

- Kepala Perangkat Daerah yang belum melaksanakan kapitalisasi aset agar menginstruksikan pengurus barang untuk melakukan penelusuran atas induk aset dan anak aset agar dapat melakukan proses kapitalisasi aset

Dalam hal pencapaian kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja adalah Pengelolaan barang daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Pencapaian Sasaran Strategis Pengelolaan barang daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel didukung Program Pengelolaan Aset Pemerintah Daerah yang dilaksanakan melalui kegiatan:

- Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Daerah; - Inventarisasi dan Validasi BMD;

- Penatausahaan Penggunaan Barang Milik Daerah; - Pengamanan Barang Milik Daerah;

- Penatausahaan Pemanfaatan Barang Milik Daerah - Penatausahaan Penghapusan Barang Milik Daerah

e) Persentase pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMD yang sesuai ketentuan.

Indikator ini ditargetkan 50% dari usulan dan realisasi sebesar 50%. Pada umumnya kendala/permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian target diantaranya :

- Terhambatnya proses pengalihan status penggunaan barang milik daerah bagi Perangkat Daerah yang merger, gabung dan pisah yang disebabkan : calon pengguna barang baru belum menyerahkan surat pernyataan kesediaan menerima barang, usulan data BMD dari Pengguna Barang lama yang tidak sesuai dengan SIMDA, terdapat BMD yang tidak ada PD yang mau menerima pengalihannya

- Penatausahaan Mutasi Barang Milik Daerah masih belum tertib;

- Penatausahaan dan pengelolaan aset lainnya / rusak masih belum tertib; - Pemanfaatan Barang Milik Daerah oleh pihak lain masih belum tertib

Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

(35)

- Koordinasi dengan pengguna barang baru agar segera menyerahkan surat pernyataan kesediaan menerima barang

- Kepala Perangkat Daerah segera mengajukan usulan persetujuan pengalihan BMD apabila terjadi mutasi barang daerah yang terjadi di Instansinya;

- Membentuk Tim Teknis untuk memverifikasi dan memvalidasi aset yang rusak berat agar diusulkan kepada Bupati untuk dihapuskan;

- Melakukan inventarisasi serta melengkapi dokumen pemanfaatan atas BMD yang dimanfaatkan oleh pihak lain dan melakukan monitoring secara periodik atas jangka waktu pemanfaatan BMD dimaksud.

Dalam hal pencapaian kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja adalah melalui kegiatan inventarisasi Barang Milik Daerah (BMD).

3. ANALISIS PENGGUNAAN SUMBER DAYA ANGGARAN

Sebagai upaya mewujudkan kinerja yang baik, tentunya harus didukung anggaran yang memadai serta dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sedangkan pengguna anggaran tiap indikator dapat dilaporkan sebagai berikut :

(36)

Tabel 3.5

Alokasi Per Sasaran Pembangunan

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Anggaran % Anggaran

1. Peningkatan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah

-Persentase SPM PD yang sesuai ketentuan 4.900.000.000,00 4,91% -Persentase RKA PD yang sesuai ketentuan 5.833.513.100,00 5,85% -Persentase PD yang menyampaikan laporan

keuangan sesuai ketentuan

5.000.176.800,00

5,01% 2. Peningkatan pengelolaan barang daerah yang

efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan

Barang Daerah

-Persentase laporan inventaris BMD PD yang

sesuai ketentuan 2.773.947.000,00 2,78%

-Persetase pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMD yang sesuai ketentuan

(37)

Tabel 3.6

Perbandingan Pencapaian Kinerja dan Anggaran

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Kinerja Anggaran

Target Realisasi Capaian Alokasi Realisasi Capaian 1. Peningkatan

pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah

A b c d

-Persentase SPM PD yang

sesuai ketentuan 100% 100% 100% 4.900.000.000,00 3.071.857.332,00 62,69% -Persentase RKA PD yang

sesuai ketentuan 100% 100% 100% 5.833.513.100,00 3.116.512.250.00 53,42% -Persentase PD yang

menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan

100% 100% 100% 5.000.176.800,00 3.387.335.814,00 67,74% 2. Peningkatan

pengelolaan barang daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Barang Daerah

-Persentase laporan inventaris BMD PD yang sesuai ketentuan

100% 100% 100% 2.773.947.000,00 1.174.498.493,00 42,34% -Persetase pemanfaatan,

(38)

Tabel 3.7

Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja % Capaian

Kinerja

% Penyerapan

Anggaran Tingkat Efisiensi 1. Peningkatan pengelolaan keuangan

daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Keuangan Daerah

-Persentase SPM PD yang sesuai

ketentuan 100% 62,69% 37,31%

-Persentase RKA PD yang sesuai

ketentuan 100% 53,42% 46,58%

-Persentase PD yang menyampaikan

laporan keuangan sesuai ketentuan 100% 67,74% 32,26%

2. Peningkatan pengelolaan barang daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel

Tertib administrasi dalam proses Pengelolaan Barang Daerah

-Persentase laporan inventaris BMD PD

yang sesuai ketentuan 100% 42,34% 57,66%

-Persetase pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan BMD yang sesuai ketentuan

(39)

B. REALISASI ANGGARAN

Selain dilihat dari pengukuran kinerja sasaran dan pengukuran kinerja kegiatan, akuntabilitas juga dapat dilihat dari akuntabilitas keuangannya, yang merupakan bagian dari Laporan Kinerja Intansi Pemerintah (LKj). Akuntabilitas keuangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang diuraikan sebagai berikut :

1. Ikhtisar realisasi pencapaian terget kinerja keuangan Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung Tahun Anggaran 2018 :

No. Uraian Anggaran Realisasi Sisa Anggaran %

1. Belanja Tidak

Langsung 39.774.511.616,98 33.685.211.025,00 6.089.300.591,98 84,69 2. Belanja

Langsung 99.728.000.000,00 78.487.349.804,00 21.240.650.196,00 78,70 Total 139.502.511.616,98 112.172.560.829,00 27.329.950.787,98 80,41

(40)

Realisasi Anggaran Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2018

No. Uraian Anggaran Realisasi Sisa Anggaran %

1. Gaji pokok PNS/ Uang Representasi 3.805.288.500,00 2.386.974.100,00 1.418.314.400,00 62,73

2. Tunj. Keluarga 1.376.356.000,00 189.329.190,00 1.187.026.810,00 13,76

3. Tunj. Jabatan 257.850.000,00 223.090.000,00 34.760.000,00 86,52

4. Tunj. Fungsional 0,00 0,00 0,00 0

5. Tunj. Fungsional umum 74.490.000,00 71.870.000,00 2.620.000,00 96,48

6. Tunj. Beras 147.548.000,00 112.685.520,00 34.862.480,00 76,37

7. Tunj. PPh/tunj.khusus 56.729.000,00 7.294.692,00 49.434.308,00 12,86

8. Pembulatan gaji 154.196,00 26.875,00 127.321,00 17,43

9. Iuran Asuransi kesehatan 22.000.000.000,00 19.150.945.905,00 2.849.054.095,00 87,05 10. Iuran Asuransi ketenagakerjaan 7.310.122.920,98 6.910.140.610,00 399.982.310,98 94,53 11. Tambahan penghasilan berdasarkan beban

kerja

4.745.973.000,00 4.632.854.133,00 113.118.867,00 97,62

(41)

2. Analisis Selisih Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2018

Belanja Tidak Langsung adalah belanja pegawai yang terdiri atas gaji dan tunjangan, iuran asuransi kesehatan, tambahan penghasilan PNS. Belanja Langsung terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal yang merupakan komponen belanja suatu program/kegiatan yang terjadi pada tahun anggaran bersangkutan. Dalam pencapaian kinerja keuangan terjadi selisih terhadap pelaksanaan belanja, dimana sisa anggaran merupakan efisiensi pelaksanaan pengadaan barang/ jasa dan kelebihan gaji.

Pada tahun anggaran 2018, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang melaksanakan 10 program dan 51 kegiatan dengan total anggaran belanja langsung sebesar Rp. 99.728.000.000,00,- dimana realisasi anggaran Program/Kegiatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang tahun anggaran 2018 dan laporan realisasi anggaran BPKAD sebagai PD serta laporan realisasi anggaran BPKAD sebagai PPKD sebagaimana ditunjukkan pada tabel dibawah ini :

(42)

REALISASI PROGRAM KEGIATAN BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN MALANG

TAHUN ANGGARAN 2018

No. Program Kegiatan Anggaran Realisasi %

1. Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran

65.749.023.342,00 58.836.182.245,00 89,49

- Penyediaan Jasa Surat Menyurat 399.831.800,00 298.836.000,00 74,74

- Penyediaan Jasa Komunikasi,sumber daya air & listrik 53.448.864.742,00 48.121.467.711,00 90,03

- Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 9.134.266.000,00 8.800.686.000,00 96,35

- Penyediaan Alat Tulis Kantor 300.683.800,00 216.979.665,00 72,16

- Penyediaan Barang Cetakan & Penggandaan 486.888.000,00 279.085.150,00 57,32

- Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan

Bangunan Kantor 345.358.000,00 128.628.000,00 37,24

- Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan

Perundang-undangan 30.000.000,00 24.000.000,00 80,00

- Penyediaan Bahan Logistik Kantor 60.000.000,00 50.605.000,00 84,34

- Penyediaan Makanan & Minuman 494.640.000,00 349.455.000,00 70,65

(43)

No. Program Kegiatan Anggaran Realisasi %

- Pengelolaan Administrasi Perkantoran dan Pengendalian Kepegawaian

354.031.000,00 202.803.200,00 57,28

2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

9.270.970.558,00 5.911.746.640,00 63,77

- Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 3.622.545.500,00 2.597.520.000,00 71,70

- Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 3.214.916.758,00 1.811.167.340,00 56,34

- Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor 759.602.300,00 550.307.050,00 72,45

- Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan

Dinas/Operasional 1.337.702.500,00 698.920.200,00 52,25

- Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung Kantor 336.203.500,00 253.832.050,00 75,50

3 Program Peningkatan Disiplin Aparatur

305.691.000,00 211.300.000,00 69,12

- Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya 305.691.000,00 211.300.000,00 69,12

4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

387.340.000,00 109.035.000,00 28,15

(44)

5 Program Peningkatan Pengemb. Sistem

Pelaporan Capaian Kinerja & Keuangan

1.489.472.700,00 717.487.467,00 48,17

- Penyusunan Laporan Capaian Kinerja & Ikhtisar

Realiasi Kinerja SKPD 237.950.300,00 91.937.660,00 38,64

- Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran 1.183.794.600,00 572.485.807,00 48,36

- Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun 67.727.800,00 53.064.000,00 78,35

6 Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Anggaran Pemerintah Daerah

5.833.513.100,00 3.116.512.250,00 53,42

- Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang

APBD 1.134.530.000,00 629.350.050,00 96,47

- Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD 1.021.495.000,00 577.711.400,00 56,56

- Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang

Perubahan APBD 776.163.000,00 492.859.300,00 63,50

- Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang

Penjabaran Perubahan APBD 704.815.500,00 377.902.400,00 53,62

- Peningkatan Pengelolaan Anggaran Daerah 1.133.348.500,00 440.154.000,00 38,384

- Peningkatan Pengelolaan Belanja Hibah dan Bansos

Referensi

Dokumen terkait

Berbagai kluster dan aglomerasi industri memberikan kontribusi terhadap industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Temanggung, hanya saja belum ada

Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas

Penulis mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat PHQ\HOHVDLNDQ WHVLV LQL GHQJDQ EDLN 7HVLV GHQJDQ

Pada pepsektif lain, menurut hukum adat Bali, syarat syarat yang harus dipenuhi dalam pengangkatan anak adalah sebagai berikut: 1) Orang tua angkat harus telah menikah dan pada saat

Menurut Pasal 1917 KUH Perdata putusan hakim hanya mengikat bagi para pihak yang berperkara, namun tidak tertutup kemungkinan putusan Hakim dapat saja merugikan

permasalahan mengenai tata letak gudang finish good atau yang sering disebut.. dengan

karimah melalui metode service learning. 2) Meningkatkan motivasi belajar anak didik agar lebih percaya diri. 3) Mengenalkan lebih dekat pada anak didik tentang service learning.

Tujuan penelitian dan pengembanga ini adalah untuk mengetahui kelayakan LKS bernuansa islami dengan pendektan kontekstual pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel