KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Puji syukur selalu kami panjatkan kehadlirat Allah SWT. atas segala nikmat dan
limpahan karunia Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Laporan
Tahunan Peradilan Agama wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten Tahun 2015.
Penyusunan Laporan Tahunan ini merupakan Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Peradilan Agama se wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten selama tahun 2015 yang
didasarkan
pada
surat
Sekretaris
Mahkamah
Agung
RI
Nomor
:
525-1/SEK/KU.01/11/2015 tanggal 15 Desember 2015.
Laporan Tahunan ini mempunyai dua fungsi, pertama sebagai Laporan
Pertanggung-jawaban atas pekerjaan yang telah dilakukan dan kedua sebagai evaluasi atas pencapaian
kinerja Peradilan Agama se wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten selama tahun 2015
dengan harapan pencapaian kinerja pada tahun mendatang menjadi lebih baik.
Kami menyadari jika dalam penyusunan Laporan Tahunan ini masih terdapat
kekurang-sempurnaan, oleh karena itu sangat kami harapkan adanya kritik dan saran dari
berbagai pihak untuk kesempurnaan laporan dimasa datang.
Semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk dan bimbingan Nya kepada kita
semua dalam melaksanakan tugas dan pengabdian untuk kemajuan agama, nusa dan
bangsa. Amiin.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Serang, 14 Januari 2016
Pengadilan Tinggi Agama Banten
Ketua,
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ...
1
DAFTAR ISI ...
2
BAB I PENDAHULUAN ...
3
A. Kebijakan Umum Peradilan ...
3
B. Visi dan Misi...
4
C. Rencana Strategis ...
5
BAB II STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI) ...
6
A. Penyusunan Standard Operating Prosedure (SOP) ... 11
B. Kinerja/ Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)... 101
BAB III PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN ... 192
A. Sumber Daya Manusia ... 192
1. Profil Sumber Daya Manusia ... 192
2. Kebutuhan Sumber Daya Manusia ... 193
3. Mutasi... 194
4. Promosi ... 197
5. Pensiun ... 198
B. Keadaan Perkara ... 201
1. Pengadilan Tingkat Banding ... 201
2. Pengadilan Tingkat Pertama ... 201
C. Pengelolaan Sarana dan Prasarana ... 217
D. Pengelolaan Keuangan ... 231
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya ... 232
2. Program Sarana Dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung ... 232
3. Program Peningkatan Manajemen Peradilan ... 233
E. Dukungan Teknologi Informasi ... 234
- Perangkat Keras ... 234
- Perangkat Lunak ... 234
F. Regulasi Tahun 2015 ... 235
- Pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada Area :
1. Manajemen Perubahan ... 235
2. Penataan dan Penguatan Organisasi ... 235
3. Penataan Tata Laksana ... 235
4. Penataan Sistem Manajemen SDM ... 236
5. Penguatan Akuntabilitas ... 236
6. Penguatan Pengawasan ... 236
7. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik ... 238
BAB IV PENGAWASAN ... 239
A. Internal ... 239
B. Evaluasi ... 248
BAB I
PENDAHULUAN
Dengan berakhirnya tahun anggaran 2015 Peradilan Agama se-wilayah PTA Banten
telah menyelesaiakan seluruh pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam program kerja
tahunan dan berdasarkan surat Sekretaris MA RI Nomor : 525-1/SEK/KU.01/XII/2015
tanggal 15 Desember 2015 dengan ini kami menyusun laporan tahunan dengan
langkah-langkah sebagai berikut.
A.
Kebijakan Umum Peradilan
Upaya pembaharuan peradilan yang terus ditingkatkan, merupakan tema yang
tersurat dan tersirat dalam setiap langkah lembaga peradilan untuk mengubah paradigma
(mindset) lama menjadi paradigma baru yang bersifat terus-menerus dan berkelanjutan
sampai terwujudnya Peradilan Agama di wilayah Banten yang berwibawa, bermartabat dan
akuntabel.
Program-program yang berorientasi ke arah perubahan menuju ke arah yang lebih
baik terus ditingkatkan dengan penuh kesungguhan dan tanggungjawab. Transparansi
peradilan yang diamanatkan Mahkamah Agung diwujudkan dalam bentuk optimalisasi
media informasi secara terus menerus dibenahi dan dikembangkan, agar harapan
masyarakat memperoleh informasi tentang pelayanan hukum dengan prima dan baik dapat
terpenuhi dan sejalan dengan amanat
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang
Keterbukaan Informasi Publik yang ditindaklanjuti dengan terbitnya KMA Nomor
I-144/KMA/SK/I/2011 tanggal 5 Januari 2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di
Pengadilan, dan pelayanan meja informasi dilingkungan Peradilan Agama berdasarkan SK
Ditjen Badilag Nomor : 0017/Dj.A/SK/VII/2011 tanggal 7 Juli 2011.
Peradilan Agama di wilayah PTA Banten melaksanakan program nasional antara lain
penanganan layanan pembebasan biaya perkara bagi masyarakat tidak mampu,
pelaksanaan sidang di luar gedung pengadilan sebagai bentuk kemudahan akses bagi
masyarakat tidak mampu dan masyarakat yang sulit terjangkau transportasinya serta pos
bantuan hukum (POSBAKUM) Pengadilan.
Upaya yang tak kalah penting dan menjadi prioritas dalam pembaharuan adalah
melakukan pembenahan di lingkungan internal. Pada tahun 2015 Pengadilan Tinggi Agama
Banten telah melakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam bentuk
bimbingan teknis, mutasi, rotasi dan promosi tenaga teknis maupun tenaga non teknis.
Beberapa pejabat struktural dan fungsional yang dianggap memiliki kualitas dan
kapabilitas, ditempatkan pada satuan kerja Pengadilan Agama di wilayah Pengadilan Tinggi
Agama Banten. Hal ini dilakukan bukan hanya semata-mata untuk kepentingan sumber
daya manusia (aparat) itu sendiri tetapi juga lebih jauh kepada upaya untuk meningkatkan
kualitas kinerja institusi peradilan agama, sebagai bentuk reward and punishment.
Manfaat yang dirasakan sangatlah besar dan memberikan kontribusi positif dalam hal
menilai kinerja Hakim dan jajaran kepaniteraan dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsi, sehingga semakin cepat dan akurat dalam pelaksanaan tugas menangani perkara.
Demikian pula di jajaran Kesekretariatan sebagai supporting unit menggunakan sistem
berbasis teknologi informasi yaitu SIKEP, SIMKEP dan SIMARI untuk mempermudah
mengetahui riwayat aparatur peradilan guna kepentingan promosi, mutasi dan rotasi,
SAKPA dan SIMAK-BMN untuk kepentingan pelaporan keuangan dan penatausahaan
Barang Milik Negara.
Untuk mengoptimalkan program anonimisasi putusan (pengaburan identitas) dengan
mengirimkan putusan tingkat pertama dan tingkat banding baik yang telah berkekuatan
hukum tetap maupun yang belum berkekuatan hukum tetap, melalui email kepada
direktori putusan Mahkamah Agung RI, website Ditjen Badilag, serta memuat pada website
Pengadilan Tinggi Agama Banten dan Pengadilan Agama Se-Wilayah PTA Banten.
Sejalan dengan program-program pembaharuan tersebut dan untuk meningkatkan
pelayanan serta kewibawaan institusi maka pada tahun 2015 terdapat Pengadilan Agama
yang melakukan pembangunan, yaitu Pengadilan Tinggi Agama Banten tambahan
Bangunan Parki r Te rbuka & Pe rmane n ,
Pengadilan Agama Cilegon pembangunan
tahap III, Pengadilan Agama Tigaraksa Penggantian ACP & Plafond.
Pembinaan dan Pengawasan internal dilakukan secara reguler dan insidentil serta
pengawasan melekat lebih diintensifkan lagi sebagai langkah Pengadilan Tinggi Agama
Banten dalam mengantisipasi beberapa kendala yang kerap kali muncul atau sebagai
bentuk implementasi dari kebijakan pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Banten.
Monitoring/pemantauan atas tindak lanjut hasil evaluasi/pemeriksaan dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana satuan kerja melaksanakan tindak lanjut hasil temuan tim
pembinaan dan pengawasan.
B.
Visi dan Misi
Visi Pengadilan Tinggi Agama Banten yaitu: “Terwujudnya Pengadilan Tinggi
Agama Banten yang berwibawa, bermartabat, dan akuntabel”
Misi Pengadilan Tinggi Agama Banten untuk memperjelas upaya pencapaian
keberhasilan dari pembaharuan visi sebagaimana yang telah dirumuskan dalam
pembaharuan rencana strategis adalah:
1. Meningkatkan Jumlah Penyelesaian Perkara
2. Meningkatkan Penyelesaian Proses Administrasi Perkara
C.
Rencana Strategis
Secara global, Pengadilan Tinggi Agama Banten telah menetapkan rencana strategis
yang akan diwujudkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun (2011 – 2015). Tahun demi
tahun tahapan pengimplementasian rencana tersebut dilaksanakan secara sistematis.
Tahun 2015 bidang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tetap menjadi prioritas dan
terus ditingkatkan. Standar Operasional Prosedur terkait penyelenggaraan proses peradilan
setiap tahun dievaluasi. Terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengadilan
yang menjadi tugas utama aparat peradilan, berbagai upaya telah dilakukan untuk
mewujudkan kemandirian hakim dalam memutus perkara yang terbebas dari berbagai
intervensi serta mewujudkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dan bersih (good
governance and clean governance) ditandai dengan adanya transparansi dan
akuntabilitas, maka segala kegiatan atau tindakan dari institusi ini secara umum sudah go
publik, siapapun bisa mengakses informasi tentang gerak dan tingkah laku aparatur
peradilan sehingga perilaku aparatur peradilan, publik dapat berperan mengawasi.
Untuk mempercepat program tersebut Badilag mencanangkan 7 faktor penting
sebagai perwujudan pelaksanaan reformasi dan birokrasi sebagai berikut : 1. Penyelesaian
Perkara sesuai dengan SOP. 2. Penggelolaan dan Peningkatan Manajemen SDM. 3.
Pengelolaan Website. 4. Implementasi pelaksanaan SIADPA PLUS dan SIADPTA 5.
Tersedianya Meja Informasi. 6. Pengawasan dan Pembinaan dan 7. Layanan Pembebasan
Biaya Perkara, Sidang diluar gedung Pengadilan dan Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM).
Pada bidang perencanaan dan realisasi anggaran, sekalipun secara kwantitas
mengalami peningkatan dalam beberapa mata anggaran, akan tetapi secara keseluruhan
anggaran Tahun 2015 belum mencukupi kebutuhan ideal.
Dalam hal manajemen Sumber Daya Manusia, beberapa kegiatan pelatihan yang
direncanakan telah dapat dilaksanakan dengan optimal. Ditambah dengan beberapa
kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung, Ditjen Badilag maupun
instansi lain seperti Kanwil X Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Kantor Regional III
BKN Bandung, KPPN Wilayah Serang dan KPKNL Wilayah Serang, dapat membuka
wawasan serta meningkatkan kemampuan aparatur Peradilan Agama yang berada di
wilayah Pengadilan Tinggi Agama Banten.
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI)
Pengadilan Tinggi Agama Banten dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan pada
Undang – undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah diubah dengan
Undang – undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang – undang
Nomor 50 Tahun 2009 yang dijabarkan dalam program kerja Pengadilan Tinggi Agama
Banten Tahun 2015, yang dalam pelaksanaannya menerapkan prinsip – prinsip koordinasi,
integrasi dan sinkronisasi pada setiap pimpinan satuan kerja.
Pimpinan satuan kerja dalam melaksanakan kewajiban mengawasi bawahannya
dengan mengambil langkah – langkah yang diperlukan, jika terjadi penyimpangan maka
dilaksanakan pengawasan melekat. Untuk koordinasi dengan unit kerja dan satuan kerja
yang berada dibawahnya, ditambah melaksanakan rapat koordinasi dan rapat berkala.
Tugas dan Kewenangan Pengadilan Tinggi Agama Banten mengacu pada Surat
Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor : KMA/004/II/92 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kepaniteraan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama dan KMA Nomor 5
Tahun 1996 tentang Struktur Organisasi Peradilan.
Adapun Susunan Organisasi Pengadilan Tinggi Agama Banten sampai dengan
Desember 2015 adalah sebagai berikut :
Ketua
: Drs. H. ABDUL HALIM SYAHRAN, S.H., M.H.
Wakil Ketua
: Drs. H. HUMAIDI HUSEN, S.H.,M.H.
Panitera / Sekretaris
: Dra. Hj. SITI MARYAM
Wakil Panitera
: RIFKI, S.H.,M.Hum
Wakil Sekretaris
: MIRZA, S.H., M.H.
Panitera Muda Hukum
: H. NAISAN, S.H., M.Hum.
Panitera Muda Banding
: Dra. Hj. FAUZIAH SY ANASI
Kepala Sub Bagian
Kepegawaian
: DORA NATALIA SINGARIMBUN, S.E., M.M.
Keuangan
: ASRININGSIH, S.E.
Umum
: HADI SUNARSO, S.E.
Tenaga Fungsional Hakim /
Hakim Tinggi
:
1.
Drs. H. MARAENDA HARAHAP, S.H., M.H.
10. Drs. H. AHMAD CHOIRAN, M.H.
11. Drs. H. ZAINAL ARIFIN, M.H.
12. Drs. H. NUR KHAZIM, M.H.
13. DR. H. AHMAD FATHONI, S.H., M.H.
14. Drs. H. ENDANG MUCHLISH, S.H.
15. Drs. H. TRUBUS WAHYUDI, S.H., M.H.
16. Drs. H. ABU BAKAR, S.H., M.H.
17. Drs. H. MOH. ICHWAN RIDWAN, S.H., M.H.
18. Drs. H. MASRUM, M.H.
19. H. ASRIL NASUTION, S.H., M.Hum.
20. Drs. AHMAD DIMYATI A.R.
21. Dra. Hj. IDA HAMIDAH, MH
22. H. SUNARTO, S.H., M.H.
Tenaga Fungsional Panitera Pengganti
:
1. Drs. ASMAWI H. RAWI
2. ACHMAD SOFWAN, S.H.
3. HULAESI, SH.MH.
4. Drs. USMAN MS., SH.
5. ASWADI, S.Ag.
6. AKHMAD FAUZI, S.H.
7. Drs. H. ABDULLAH SAHIM
8. Drs. H. E. ALI MANSUR
9. Drs. H. BAEHAKI, M. Sy.
Pelaksana/ Staf Panmud Hukum
: AHMAD RIFA’I, A.Md
Pelaksana / Staf Panmud Banding
: 1. MILA NOVITA
2. FETTY FATIHATUN NAJIHAH, S.H.I.
Pelaksana / Staf Sub Bagian Kepegwaian
: 1. RIZKI RANTAPERKASA, S.H.
2. WIDYAWATI, S.E., M.H.
Pelaksana / Staf Sub Bagian Keuangan
: 1. YULINAH TUSRIATI, S.H.
2. NENENG FACHRIAH, A.Md
3. DINA ALIYAH, A.Md
4. NURI RAHMADI, S.Akt.
Pelaksana / Staf Sub Bagian Umum
: 1. FITRI LESTARI PRASETYO AJI, S.E.
Penyusunan Alur Tupoksi
Sehubungan adanya audit kinerja dari Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI pada bulan September 2014 tentang Audit
Kinerja , maka dilakukan perbaikan / penyempurnaan atas standar operasional prosesur (SOP) sebagai berikut :
Panitera Sidang
Ketua majelis
Hakim Anggota
Kelengkapan
Waktu
Output
1.
Menyerahkan berkas perkara yang telah ditunjuk
majelis hakim dan panitera sidang oleh Ketua dan
Panitera
Berkas Perkara,
PMH dan
Penunjukan PP
5 menit Berkas Perkara, PMH
dan Penunjukan PP
2. Membaca dan mempelajari berkas perkara
tidak
ya
Berkas Perkara
7 hari
kerja
Penetapan Hari
Sidang
Majelis Hakim dapat
meminta kelengkapan
berkas perkara kepada
Panmud Banding melalui
PP
3.
Menetapkan dan menandatangani Penetapan Hari
Sidang (PHS)
Instrumen PHS
15 menit
Hari Sidang
4
Membuat draft kerangka putusan dan
menyerahkannya kepada Ketua Majelis
copy berkas
3 hari kerja
Draft putusan
5.
Membaca dan meneliti draft kerangka putusan
serta memberikan persetujuan
draft putusan
2 hari
Draft putusan
6
Menyerahkan draft kerangka putusan kepada
hakim anggota untuk disempurnakan
draft putusan
5 menit
Bahan sidang
Keterangan
Pelaksana
Mutu Baku
No.
Kegiatan / Aktivitas
Nomor SOP W27.A/ 208 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi -28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004 Nama SOP Persiapan Persidangan
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Persidangan Berkas perkara
SOP Minutasi Perkara surat panggilan
SOP Penyelesaian Berkas Perkara Pihak berperkara
majelis hakim dan panitera sidang
Peringatan Pencatatan dan pendataan
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN HAKIM
2. Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAP), Herzien Indonesis Reglement (HIR),
6. Buku II edisi revisi tahun 2010;
1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan SOP-2. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman;
5. Instruksi Presiden RI Nomor 001/SK/I/1991 tanggal 24 Januari 1991 tentang Pola Bindalmin
Memahami peraturan perundang-undangan tentang Hukum Acara Peradilan
Persidangan dapat dilakukan jika kedua pihak atau salah satu pihak berperkara yang telah dipanggil secara patut dan resmi hadir di persidangan. Ketidakhadiran pihak berperkara dalam persidangan tanpa alasan yang dibenarkan, tidak mengakibatkan perkara tidak
diselesaikan/tidak disidangkan.
Perkara yang ditangani oleh majelis hakim yang telah ditunjuk Ketua sesuai PMH.
3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009;
4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
Hakim Anggota Ketua Majelis Panitera Sidang Kelengkapan Waktu Output
1 Berkas Perkara &
draft putusan 14 Hari Pendapat Mejelis
3 Berkas Perkara &
draft putusan 2 Hari Kesimpulan
4 Berkas Perkara &
draft putusan 7 Hari Konsep Putusan
5 Berkas Perkara &
Hasil Musyawarah 1 Hari Putusan
6 Berkas Perkara &
Hasil Musyawarah 5 Hari Catatan Sidang
7 Berkas Perkara 1 Hari Putusan
Ditandatangani
8 Putusan & Amar 1 hari Putusan & Amar
Terinput
9 Berkas Perkara 1 Hari Amar Putusan
10 Berkas Perkara 1 Hari Amar Putusan
diserahkan
Ket
Mengetik catatan sidang pada aplikasi SIADPTA
Membaca dan menandatangani putusan
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Membaca Berkas & Menyampaikan pendapat mengenai syarat formil dan meteriil perkara
Membuat kesimpulan hasil pendapat majelis hakim
Memerintahkan kepada Hakim Anggota untuk membuat konsep putusan
Melakukan musyawarah sidang
Menginput Putusan dan Amar Putusan pada SIADPTA
Menandatangani instrumen amar putusan untuk diserahkan kepada Panmud Banding Menyerahkan instrumen amar putusan kepada Panmud Banding oleh Panitera Sidang
Nomor SOP W27.A/ 209 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004
Nama SOP Persidangan
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Penyelesaian Perkara Komputer
SOP Pengarsipan Berkas perkara banding Berkas Perkara
SOP Pemberian informasi Pengadilan Soft copy Putusan
Peringatan Pencatatan dan pendataan
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN HAKIM
Softcopy himpunan putusan, himpunan anonimisasi putusan 5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman
6.Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 144 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan 7. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1-144 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi
di Pengadilan
Memahami mekanisme publikasi informasi/putusan pengadilan
Jika Pengadilan tidak melaksanakan ketentuan Pasal 64 A UU No. 50 Tahun 2009 tentang kewajiban memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan putusan
(mempublikasikan putusan), dikenai sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 52 UU No. 14 Tahun 2008
tentang Keterbukaan Informasi Publik.
4. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI;
Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan SOP
3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
Memahami peraturan perundang-undangan tentang keterbukaan informasi Publik
2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah
dengan Undang- Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009
Panitera Sidang Ketua Majelis Panmud
Banding Kelengkapan Waktu Output
1 Berkas Perkara 30 menit Berkas Perkara
tersusun
2 Berkas Perkara 30 menit Berkas Perkara
tersusun
3 Berkas Perkara,
lembar minutasi 5 menit tanggal minutasi
4 Berkas Perkara,
lembar minutasi 5 menit
tandatangan minutasi
5 Berkas Perkara 5 menit berkas yang
telah diminutasi
6 Berkas Perkara
Putusan 10 menit
Bundel berkas banding Memerintahkan Panitera Sidang
untuk menyusun berkas banding secara kronologis
Memilah dan menyusun berkas banding
Menyerahkan berkas perkara yang sudah tersusun kepada Ketua Majelis untuk penandatanganan lembar minutasi
Menandatangani lembar minutasi
Menyerahkan berkas perkara yang telah diminutasi untuk diteruskan kepada Panmud Banding
Panitera sidang mencatat data minutasi perkara ke dalam kendali panitera (PP) dan meneruskan berkas perkara kepada Panmud Banding untuk penggandaan (salinan putusan)
Ket
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Nomor SOP
W27.A/ 210 /OT.01.3/I/2014
Tanggal Pembuatan
2 Januari 2014
Tanggal Revisi
28 Oktober 2014 (Edisi Revisi)
Tanggal Efektif
28 Oktober 2014 (Edisi Revisi)
Disahkan oleh
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH.
Nip. 19480318 197603 1 004
Nama SOP
Minutasi Perkara
Dasar Hukum
Kualifikasi pelaksana
4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
;
Keterkaitan
:
Peralatan/perlengkapan
SOP Persiapan Persidangan
Berkas Perkara
SOP Persidangan
Surat-surat bukti
SOP Penyelesaian Berkas Perkara
Peringatan
:
Pencatatan dan pendataan
Tanggal persidangan dan tanggal putusan
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN
HAKIM
Minutasi perkara dilakukan selambat-lambatnya 14 hari setelah putusan
1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945;3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dengan
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009
Memahami peraturan perundang-undangan tentang Hukum Acara
Peradilan Indonesia
Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman
2. Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAP), HerzienIndonesis Reglement (HIR), Rechtsreglement Buitengewesten (RBg);
5. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 001/KMA/SK/I/1991 tanggal 6. Buku II edisi revisi Tahun 2010
1.
Memerintahkan kepada Hakim Pengawas untuk melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan internal melalui WKPTA selaku koordinator
SK Ketua 1 hari kerja
Surat Tugas
2.
Memberikan arahan/ petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengawasan internal kepada Tim
bahan Binwas 120 menit Form LHP
3. Melakukan persiapan (briefing) bahan Binwas 60 menit Form LHP
4. Menyusun KKP bahan Binwas 60 menit Form LHP
5. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan internal
surat tugas dan kelengkapan administrasi
2 hari kerja LT dan KKP
6. Menyusun Lembar Temuan dan KKP Form LT dan
KKP 120 menit
Hasil Temuan
7. Melaksanakan ekspose Hasil Temuan 120 menit
Saran Tindak Lanjut LHP dibuat di tempat jika dilakukan expose 8.
Menyusun LHP dan menyerahkan kepada Ketua Pengadilan melalui Koordinator
Hasil Temuan 7 hari kerja
Dokumen LHP
9. Menyerahkan LHP kepada Sekretaris
Tim untuk didokumentasikan Dokumen LHP 10 menit arsip LHP
No. Kegiatan / Aktivitas
Pelaksana Mutu Baku
Keterangan Ketua Wakil Ketua Tim Binwas Wakil
Panitera Kelengkapan Waktu Output
Nomor SOP W27.A/ 211 /OT.01.3/I/2014
Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004
Nama SOP Pembinaan dan Pengawasan Internal
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
7. Buku II edisi revisi tahun 2010;
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Penerimaan perkara banding SOP Bidang Keuangan Program Kerja
SOP Persidangan SOP Bidang Pelayanan Publik Hasil Binwasbid
SOP Penyelesaian Berkas Perkara SOP Bidang Kepegawaian Buku-buku keuangan DIPA dan Perkara SOP Bidang Administrasi umum SOP Manajemen Peradilan Aplikasi SIADPTA Plus
Peringatan Pencatatan dan pendataan
1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman 2. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2008 tentang Kekuasaan Kehakiman; Memahami peraturan perundang-undangan tentang Hukum Acara
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN HAKIM
3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah Memahami peraturan tentang administrasi perkara dan administrasi 4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan; Memahami tentang peraturan pengelolaan manajemen peradilan dan
5. Kompilasi Hukum Islam; Memahami tentang peraturan pengelolaan teknologi IT;
Hasil temuan Hakim Pengawas Daerah harus ditindaklanjuti dalam waktu yang ditentukan dalam kontrak kinerja. Jika tindak lanjut tidak dilakukan, pimpinan dapat memberikan sanksi yang tegas kepada pejabat/petugas terkait.
PKP, LT, KKP, LHP 6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI KMA Nomor 001/SK/I/1991 tanggal
1.
Memerintahkan kepada Hakim Pengawas untuk melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan melalui WKPTA selaku koordinator
SK Ketua 1 hari kerja
Surat Tugas 2. Memberikan pembekalan materi
pengawasan kepada Tim Binwas bahan Binwas 180 menit Form LHP 3. Mengikuti pembekalan bahan Binwas 180 menit Form LHP
4. Menyiapkan bahan Binwas dan
menyusun PKP bahan Binwas 120 menit Form LHP
5. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan
surat tugas dan kelengkapan administrasi
2 hari kerja LT dan KKP 6. Menyusun Lembar Temuan dan KKP Form LT dan
KKP 180 menit Hasil Temuan 7. Melaksanakan ekspose Hasil Temuan 120 menit
Saran Tindak Lanjut LHP dibuat di tempat jika dilakukan expose 8. Menyusun LHP dan menyerahkan kepada Ketua Pengadilan melalui Koordinator Hasil Temuan 7 hari
kerja
Dokumen LHP 9. Menyerahkan LHP kepada asisten
administrasi untuk didokumentasikan Dokumen LHP 10 menit arsip LHP
Keterangan Kelengkapan Waktu Output
No. Kegiatan / Aktivitas
Pelaksana Mutu Baku
Ketua Wakil Ketua Tim Binwas Asisten administrasi
Nomor SOP W27.A/ 212 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004 Nama SOP Pembinaan dan Pengawasan Daerah
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
6. Kompilasi Hukum Islam ;
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Penerimaan perkara SOP Bidang Keuangan Program Kerja SOP Persidangan SOP Bidang Pelayanan Publik Hasil Binwasbid
SOP Penyelesaian Berkas Perkara SOP Bidang Kepegawaian Buku-buku keuangan DIPA dan Perkara SOP Bidang Administrasi umum SOP Manajemen Peradilan Aplikasi SIADPA Plus
Peringatan Pencatatan dan pendataan
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN HAKIM
1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman 2. Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAP), Herzien Indonesis Memahami peraturan perundang-undangan tentang Hukum Acara 3. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman; Memahami peraturan tentang administrasi perkara dan administrasi 4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana Memahami tentang peraturan pengelolaan manajemen peradilan 5. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan; Memahami tentang peraturan pengelolaan teknologi IT
Hasil temuan Hakim Pengawas Daerah harus ditindaklanjuti dalam waktu yang ditentukan dalam kontrak kinerja. Jika tindak lanjut tidak dilakukan, pimpinan dapat memberikan sanksi yang tegas kepada pejabat/petugas terkait.
PKP, LT, KKP, LHP 7. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI KMA Nomor 001/SK/I/1991 tanggal 24
Januari 1991 tentang Pola Bindalmin ; 8. Buku II edisi revisi tahun 2010;
1.
Menerima dokumen pengaduan dan hasil tela'ah kewenangan dari Panitera Muda Hukum surat pengaduan, data dukung, hasil tela'ah kewenangan 1 hari kerja Dokumen Pengaduan
2. Menentukan kewenangan penanganan pengaduan
Dokumen Pengaduan
1 hari
kerja Disposisi 3. Memerintahkan WKPTA selaku Koordinator untuk menela'ah materi pengaduan PengaduanDokumen 120 menit Disposisi 4. Menela'ah materi pengaduan PengaduanDokumen 1 hari kerja Tela'ahHasil 5.
Mendelegasikan tugas penela'ahan materi pengaduan kepada Hakim Tinggi Pengawas Daerah
Dokumen
Pengaduan 60 menit Disposisi
6. Menela'ah materi pengaduan Dokumen
Pengaduan
2 hari kerja
Hasil Tela'ah 7. Menyampaikan hasil penela'ahan kepada
WKPTA
Dokumen
Pengaduan 60 menit Hasil Tela'ah 8. Mengoreksi hasil tela'ah Hakim Tinggi
Pengawas Dokumen Pengaduan 120 menit Hasil Tela'ah terkoreksi 9. Menyampaikan hasil penela'ahan dan
kesimpulan kepada Ketua Pengadilan
Dokumen Pengaduan 15 menit Dokumen Pengaduan & Kesimpulan Waktu Output No. Kegiatan / Aktivitas
Pelaksana Mutu Baku
Keterangan Ketua Wakil Ketua
Hakim Tinggi Pengawas Daerah Panitera Muda Hukum Kelengkapan
Nomor SOP W27.A/ 213 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004
Nama SOP Pembinaan dan Pengawasan Pengaduan
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Penerimaan perkara banding Program Kerja
SOP Persidangan Agenda Pengaduan
SOP Penyelesaian Berkas Perkara SOP Penanganan Pengaduan
Peringatan Pencatatan dan pendataan
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN HAKIM
1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan SOP-AP
2. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2008 tentang Kekuasaan Kehakiman;
Memahami peraturan perundang-undangan tentang Hukum Acara Peradilan Indonesia;
3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua
Memahami mekanisme penanganan pengaduan di lingkungan Peradilan; 4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;
Memahami aturan/ kode etik hakim dan disiplin Pegawai Negeri Sipil; 5. Kompilasi Hukum Islam;
Jika pengaduan terbukti, pejabat/hakim dikenai sanksi sesuai PP No. 53 Tahun 2010 dan atau sesuai Keputusan Bersama MA RI dan Komisi Yudisial tentang Kode Etik Hakim;
Surat pengaduan, keterangan saksi, hasil klarifikasi, Berita Acara Pemeriksaan.
7. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI (KMA) Nomor 076/SK/KMA/VII/2009 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan di Lingkungan Peradilan
6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI KMA Nomor 001/SK/I/1991 tanggal 24 Januari 1991 tentang Pola Bindalmin ;
8. Buku IV Mahkamah Agung RI tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di lingkungan Peradilan;
10. Menentukan bentuk tindak lanjut Dokumen Pengaduan & Kesimpulan 1 hari kerja Bentuk Tindak Lanjut
Bentuk tindak lanjut antara lain klarifikasi, menjawab dengan surat atau menugaskan Tim untuk turun ke lapangan
11.
Menugaskan kepada WKPTA dan atau Hakim Tinggi untuk melaksanakan tindak lanjut pengaduan
Dokumen
pengaduan 60 menit Surat Tugas
12. Melaksanakan tindak lanjut Dokumen
pengaduan & surat tugas
2 hari
kerja LT & KKP
13. Menyusun Hasil Temuan Dokumen
pengaduan, LT & KKP
1 hari
kerja LHP
14.
Menyampaikan hasil tindak lanjut dan rekomendasi kepada Ketua melalui WKPTA selaku koordinator Dokumen pengaduan & LHP 15 menit Dokumen pengaduan lengkap 15. Membuat keputusan sesuai hasil
rekomendasi Tim Dokumen pengaduan lengkap 3 hari kerja SK 16.
Menyerahkan laporan hasil tindak lanjut pengaduan kepada Panitera Muda Hukum untuk didokumentasikan
Dokumen pengaduan lengkap
15 menit Bahan arsip
17. Mendokumentasikan hasil penanganan pengaduan Dokumen pengaduan lengkap 10 menit Dokumentas i laporan pengaduan Keterangan Ketua Wakil Ketua
Hakim Tinggi Pengawas Daerah Panitera Muda Hukum
Kelengkapan Waktu Output No. Kegiatan / Aktivitas
Wapan
Meja I
Meja II
Panmud
Banding
Kelengkapan
Waktu
Output
1
Berkas Perkara
5 menit
(Hari 1)
Berkas
Perkara
2
Check List
berkas perkara
30 menit
(Hari 1)
Berkas
Perkara
3
Slip Setoran &
Rek. Koran
5 menit
(Hari 1)
Biaya Banding
Diterima
4
Buku Keuangan
Perkara
10 menit
(Hari 1)
Perkara
Terdaftar
5
Berkas perkara
5 menit
(Hari 1)
Berkas
Perkara
6
Berkas perkara
15 menit
(Hari 1)
Perkara
Teregister
pada buku &
Ket
Pelaksana
Mutu Baku
Meneliti Kelengkapan Berkas
Bukti biaya perkara banding dicocokan dengan rekening
koran
Memberi nomor perkara & mencatat dalam buku keuangan
perkara
Berkas perkara yang telah diberi nomor diserahkan untuk
diregister dan diinput dalam SIADPTA
Meregister perkara banding dan menginput dalam SIADPTA
No.
Kegiatan
Menyerahkan berkas banding dari Pengadilan Agama kepada
Panmud Banding
Ya Tidak
Nomor SOP : W27.A/ 214 /OT.01.2/X/2014 Tanggal Pembuatan : 02 Januari 2014
Tanggal Revisi : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh : Ketua PTA Banten
Drs.H. Abu Amar, S.H., MH. Nip. 19480318 197603 1 004
Dasar Hukum : Kualifikasi pelaksana :
1 1 Memahami Penerimaan Perkara Banding
2 2 Memahami Tugas & Fungsi Meja I dan Meja II, serta Prosedur Penerimaan
3 Perkara Banding
Badan Peradilan yang berada dibawahnya
4 KEPMA No. 044/KMA/SK/III/2009 Tentang Biaya Perkara pada Mahkamah Agung dan Empat Peradilan dibawahnya
5
Mahkamah Agung & Peradilan Dibawahnya 6
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
1 SOP Register Perkara Banding 1 Komputer
2 SOP Persiapan Persidangan 2 Bukti Kwitansi Pembayaran Perkara
3 SOP Penyelesaian Perkara 3 Chek List
4 Rekening Koran
Peringatan Pencatatan dan pendataan
1 Buku Jurnal 2 Buku Induk 3 SIADPTA Jl. Raya Pandeglang Km. 7 Serang - Banten
SOP PENERIMAAN PERKARA BANDING PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN
PANITERA MUDA BANDING
UU Nomor 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan
UU No.7 Tahun 1989 Jo UU No. 3 Tahun 2006, Jo UU No. 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama PP No. 53 Tahun 2008 Tentang PNBP yang berlaku pada Mahkamah Agung &
PERMA No. 3 Tahun 2012 Tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada SEMA No. 4 Tahun 2008 Tentang Pemungutan Biaya Perkara
Nomor SOP : W27.A/ 215 /OT.01.2/X/2014 Tanggal Pembuatan : 02 Januari 2014 Tanggal Revisi : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh : Ketua PTA Banten
Drs.H. Abu Amar, S.H., MH. Nip. 19480318 197603 1 004
Dasar Hukum : Kualifikasi pelaksana :
1 1 Memahami Pendaftaran Perkara Banding
2 2 Memahami Tugas & Fungsi Meja I dan Meja II, serta Prosedur Penerimaan
3 Perkara Banding
Badan Peradilan yang berada dibawahnya
4 KEPMA No. 044/KMA/SK/III/2009 Tentang Biaya Perkara pada Mahkamah Agung dan Empat Peradilan dibawahnya
5
Mahkamah Agung & Peradilan Dibawahnya 6
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
1 SOP Penerimaan Perkara Banding 1 Komputer
2 SOP Persiapan Persidangan 2 Instrumen
3 SOP Penyelesaian Perkara 3 Chek List
Peringatan Pencatatan dan pendataan
1 Buku Register Banding 2 SIADPTA PP No. 53 Tahun 2008 Tentang PNBP yang berlaku pada Mahkamah Agung &
PERMA No. 3 Tahun 2012 Tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada SEMA No. 4 Tahun 2008 Tentang Pemungutan Biaya Perkara
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN
PANITERA MUDA BANDING Jl. Raya Pandeglang Km. 7 Serang - Banten
SOP REGISTER PERKARA BANDING
UU Nomor 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan
UU No.7 Tahun 1989 Jo UU No. 3 Tahun 2006, Jo UU No. 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama
Staff PanmudBanding PaniteraWakil Pansek Umum Kelengkapan Waktu Output
1 Konsep PBT 10 menit(Hari 2) Konsep PBT
2 Identitas Para Pihak 30 Menit(Hari 2) Data Perkara
3 Bundel A & B 5 Menit(Hari 2) Draf PBT
4 Draf PBT 10 menit(Hari 2) Konsep Surat
5 Konsep Surat 3 Menit(Hari 2) Konsep Surat ACC
6 Konsep Surat ACC 3 Menit(Hari 2) Surat PBT
7 Surat PBT 3 Menit(Hari 2) Surat PBT di TandaTangan
8 Surat PBT 5 Menit(Hari 2) Surat PBT
9 Surat PBT 3 Menit(Hari 2) Surat PBT
10 Surat PBT 3 Menit(Hari 2) Surat PBT
11 Surat PBT 3 Menit(Hari 2)
Surat PBT yang telah ditanda tangani Menandatangani surat PBT
Membubuhkan paraf dan meneruskan ke Pansek untuk ditandatangani
Mutu Baku
Ket
Menerima konsep Pemberitahuan Registrasi untuk di ketik
Memeriksa dan menyampaikan konsep Pemberitahuan Registrasi kepada Wapan Memeriksa konsep Pemberitahuan Registrasi dan menyampaikan kepada Pansek
Memeriksa dan memberi ACC
Memerintahkan kepada staff untuk melakukan pengetikan surat Pemberitahuan Registrasi Mengetik surat Pemberitahuan Registrasi dan disampaikan kepada Panmud Banding Membubuhkan paraf dan meneruskan ke Wapan untuk diparaf
Menyampaikan konsep surat Pemberitahuan Registrasi kepada Panmud Banding untuk dikoreksi dan diparaf
No. Kegiatan PELAKSANA
Membuatkan konsep surat Pemberitahuan Registrasi perkara banding
Ya Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak
12
Surat PBT yang telah
ditanda tangani
3 Menit
(Hari 2)
Surat PBT yang
telah ditanda
tangani
13
Surat PBT yang telah
ditanda tangani
3 Menit
(Hari 2)
Surat PBT diberi
nomor
14
Surat PBT diberi
nomor
3 Menit
(Hari 2)
Surat PBT diberi
nomor
15
Surat PBT diberi
nomor
3 Menit
(Hari 2)
Surat PBT sudah
disampul
16
Surat PBT sudah
disampul
3 Menit
(Hari 2)
Surat PBT dikirim
17
Surat PBT dikirim
3 Menit
(Hari 2)
Surat PBT diarsip
Menerima surat Pemberitahuan Registrasi yang
telah ditandatangi Pansek untuk dikirim
Meminta nomor surat pada bagian umum
Menyampaikan Surat Pemberitahuan Registrasi
untuk dikirim ke PA Pengaju dan para pihak
melalui Kasubag Umum
Mengarsipkan surat Pemberitahuan Registrasi
Memerintahkan staff untuk mempersiapkan
pengiriman surat regsitrasi yang akan dikirim
Mempersiapkan pengiriman surat registrasi yang
akan dikirim
Nomor SOP : W27.A/ 216 /OT.01.2/X/2014 Tanggal Pembuatan : 02 Januari 2014 Tanggal Revisi : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh : Ketua PTA Banten
Drs.H. Abu Amar, S.H., MH. Nip. 19480318 197603 1 004
Dasar Hukum : Kualifikasi pelaksana :
1 1 Memahami Persiapan Persidangan
2 2 Memahami Tugas & Fungsi Meja I dan Meja II, serta Prosedur Penerimaan
3 Perkara Banding
Badan Peradilan yang berada dibawahnya
4 KEPMA No. 044/KMA/SK/III/2009 Tentang Biaya Perkara pada Mahkamah Agung dan Empat Peradilan dibawahnya
5
Mahkamah Agung & Peradilan Dibawahnya 6
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
1 SOP Penerimaan Perkara Banding 1 Komputer
2 SOP Register Perkara 2 Formulir
3 SOP Penyelesaian Perkara 3 Buku Register Banding 4 Ekspedisi
Peringatan Pencatatan dan pendataan
1 Buku Register Banding 2 SIADPTA 3 Ekspedisi PP No. 53 Tahun 2008 Tentang PNBP yang berlaku pada Mahkamah Agung &
PERMA No. 3 Tahun 2012 Tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada SEMA No. 4 Tahun 2008 Tentang Pemungutan Biaya Perkara
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN
PANITERA MUDA BANDING Jl. Raya Pandeglang Km. 7 Serang - Banten
SOP PERSIAPAN PERSIDANGAN
UU Nomor 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan
UU No.7 Tahun 1989 Jo UU No. 3 Tahun 2006, Jo UU No. 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama
Staff Wapan Panitera KPTA Panmud Banding
Panitera
Pengganti Kelengkapan Waktu Output
1 InstrumenPMH, PP 5 Menit InstrumenPMH, PP
2 Berkas perkara banding, instrumen 10 Menit Berkas banding, konsep PMH 3 Berkasbanding, konsep PMH 2 hari PMH 4 Berkasbanding, konsep PMH 5 Menit PMH 5 Berkasbanding, konsep PMH 10 Menit Konsep PPP Berkas Banding, Konsep PPP 10 Menit PPP 6 Berkas banding, konsep PPP 10 Menit PPP
7 Konsep PPP &PMH 10 Menit PMH & PPP
8 PMH & PPP 10 Menit(Hari 3) PMH & PPP
9 PMH & PPP (Hari 3-5)10 Menit PMH & PPP
Mutu Baku
Ket
Menyerahkan berkas yang telah dilengkapi dengan instrumen PMH disampaikan kepada KPTA melalui Pansek
Menyerahkan PMH dan penunjukan PP yang telah diketik kepada Panmud Banding
No. Kegiatan PELAKSANA
Menyiapkan berkas yang telah dilengkapi dengan instrumen PMH dan penunjukan PP
Menyerahkan berkas perkara banding yang telah ditunjuk Majelisnya beserta instrumen Penunjukan Panitera Sidang kepada Pansek melalui Wapan
Memerintah kepada Staf untuk mengetik PMH dan Penunjukan Panitera Sidang Mengetik PMH dan Penunjukan Panitera Sidang
Menerima konsepPMH
Menerima konsep penunjukan Panitera Sidang
Menunjuk Majelis Hakim
10
PMH & PPP
10 Menit
(Hari 5)
PMH & PPP
11
PMH
10 Menit
(Hari 5)
PMH Ditanda
tangani
12
PPP
10 Menit
(Hari 5)
PPP Ditanda
tangani
13
PMH & PPP
10 Menit
(Hari 5)
Data SIADPTA
terisi
14
Berkas
Banding
5 Menit
(Hari 5)
Berkas
Lengkap
Menyampaikan PMH kepada KPTA dan
penunjukan PP kepada Pansek, untuk
dimintakan tandatangan
Menandatangani PMH dan menyerahkan
pada Panmud Banding
Menandatangani dan menyerahkan
penunjukan Panitera Sidang kepada Panmud
Banding
Memerintahkan staf untuk menginput data
PMH dan penunjukan PP
Menyerahkan berkas perkara kepada Majelis
melalui PP yang ditunjuk
Nomor SOP : W27.A/ 217 /OT.01.2/X/2014 Tanggal Pembuatan : 02 Januari 2014 Tanggal Revisi : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Tanggal Efektif : 28 Oktober 2014 (Edisi Revisi) Disahkan oleh : Ketua PTA Banten
Drs.H. Abu Amar, S.H., MH. Nip. 19480318 197603 1 004
Dasar Hukum : Kualifikasi pelaksana :
1 1 Memahami Penyelesaian Perkara
2 2 Memahami Tugas & Fungsi Meja I dan Meja II, serta Prosedur Penerimaan
3 Perkara Banding
Badan Peradilan yang berada dibawahnya
4 KEPMA No. 044/KMA/SK/III/2009 Tentang Biaya Perkara pada Mahkamah Agung dan Empat Peradilan dibawahnya
5
Mahkamah Agung & Peradilan Dibawahnya 6
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
1 SOP Penerimaan Perkara Banding 1 Komputer
2 SOP Register Perkara 2 Instrumen
3 SOP Persiapan Persidangan 3 Buku Register Banding 4 Ekspedisi
Peringatan Pencatatan dan pendataan
1 Buku Register Banding 4. Bukku Jurnal 2 SIADPTA 5. Buku Induk Keuangan 3 Ekspedisi
PP No. 53 Tahun 2008 Tentang PNBP yang berlaku pada Mahkamah Agung &
PERMA No. 3 Tahun 2012 Tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada SEMA No. 4 Tahun 2008 Tentang Pemungutan Biaya Perkara
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN
PANITERA MUDA BANDING Jl. Raya Pandeglang Km. 7 Serang - Banten
SOP PENYELESAIAN PERKARA
UU Nomor 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan
UU No.7 Tahun 1989 Jo UU No. 3 Tahun 2006, Jo UU No. 50 Tahun 2009 Tentang Peradilan Agama
Ket Panitera Pengganti Staff Panmud Banding Panmud
Banding Wapan Pansek Panmud
Hukum Umum Kelengkapan Waktu Output Instrumen Sidang (Hari 28)5 Menit Instrumen Sidang
Register & Buku 20 Menit(Hari 29) Register & Buku IndukTerisi Instrumen Sidang 20 Menit(Hari 29) SIADPTA Terisi
1 Draft Putusan (Hari 33-37)5 Menit Putusan Asli
2 Putusan Asli (Hari 33-37)20 Menit Draft Surat Pengantar& Salinan Putusan 3 Draft Surat Pengantar & Salinan Putusan 3 Menit (Hari 33-37)
Salinan & Surat Pengantar Putusan
4 Salinan & SuratPengantar Putusan (Hari 33-37)5 Menit Salinan & SuratPengantar di paraf
5
Salinan & Surat Pengantar di paraf
3 Menit
(Hari 33-37)Salinan & SuratPengantar di paraf 6
Salinan & Surat Pengantar di paraf
5 Menit (Hari 33-37)
Salinan & Surat Pengantar di paraf
7 Salinan & SuratPengantar di
paraf
20 Menit (Hari 33-37)
Salinan & Surat Pengantar di paraf 8 Salinan & SuratPengantar Putusan (Hari 33-37)10 Menit Salinan & SuratPengantar Putusan
Ditandantangani
9 Salinan & SuratPengantar Putusan
Ditandantangani 60 Menit (Hari 33-37)
Salinan & Surat Pengantar Putusan Ditandantangani
No. Kegiatan
Menerima berkas dan putusan dari Panitera Pengganti
Memerintahkan staf panmud banding untuk membuat Salinan Putusan & Surat Pengantar Salinan Putusan
Melaporkan hasil sidang pada Panmud Banding untuk dicatat dalam Buku Register Mencatat dalam buku keuangan dan menyetorkan redakasi perkara Mencatat dalam register, buku bantu dan menginput kedalam aplikasi SIADPTA
Mutu Baku
Mengetik salinan putusan surat pengantar pengiriman salinan putusan
PELAKSANA
Mengoreksi & Membubuhkan paraf pada salinan putusan dan surat pengantar Menyerahkan salinan putusan dan konsep surat pengantar kepada Wapan Mengoreksi dan membubuhkan paraf pada salinan putusan dan surat pengantar
Menyerahkan salinan putusan dan surat pengantar yang telah ditandatangani kepada panmud banding untuk dikirim ke Pengadilan Agama Pengaju
Menyerahkan salinan putusan dan surat pengantar untuk ditandatangani Pansek Menandatangani salinan putusan dan surat pengantar
Ya Tidak
Ya
10 PMH & PPP 10 Menit(Hari 5) PMH & PPP
11 PMH 10 Menit(Hari 5) PMH Ditandatangani
12 PPP 10 Menit
(Hari 5)
PPP Ditanda tangani
13 PMH & PPP 10 Menit(Hari 5) Data SIADPTAterisi
14 BerkasBanding 5 Menit(Hari 5) BerkasLengkap
Menyampaikan PMH kepada KPTA dan penunjukan PP kepada Pansek, untuk dimintakan tandatangan
Menandatangani PMH dan menyerahkan pada Panmud Banding
Menandatangani dan menyerahkan penunjukan Panitera Sidang kepada Panmud Banding
Memerintahkan staf untuk menginput data PMH dan penunjukan PP
Menyerahkan berkas perkara kepada Majelis melalui PP yang ditunjuk
Pemohon Petugas Meja Informasi Pejabat Pengelola/ Dokumentasi
Kelengkapan Waktu Output
1 form permohonan informasi 3 menit surat permohonan informasi petugas informasi dirangkap dengan petugas penerima tamu 2 surat permohonan informasi 3 menit permohonan informasi ditandatangani Pemohon 3 permohonan informasi, data-data pendukung 3 menit validasi permohonan informasi 4 dokumen permohonan informasi 5 menit permohonan informasi diregistrasi 5 dokumen permohonan informasi 10 menit jawaban lisan permohonan informasi 6 dokumen permohonan informasi 5 menit dokumen permohonan informasi 7 dokumen permohonan informasi 15 menit disposisi permohonan informasi 8 tidak ya dokumen permohonan informasi
10 menit jawaban tertulis
9 jawaban tertulis, berkas pendukung 20 menit permohonan informasi Pemohon terpenuhi 10 berkas yang
diminta 15 menit fotokopi berkas
11 dokumen permohonan informasi 3 menit bahan arsip permohonan informasi 12 dokumen permohonan informasi 3 menit arsip permohonan informasi Meneruskan jawaban/data pendukung kepada
petugas meja informasi
Memberikan jawaban/informasi terhadap permintaan Pemohon
Menyerahkan fotokopi/salinan dokumen/berkas yang diminta Pemohon
Mencatat penyerahan dokumentasi dan informasi ke dalam buku kendali (buku bantu)
Mendokumentasikan arsip formulir permohonan informasi
Keterangan
Mengajukan permohonan informasi dan mengisi formulir yang disediakan petugas informasi sebanyak 2 rangkap
Berkoordinasi dengan penanggungjawab/bagian lain untuk menjawab permohonan/permintaan Pemohon
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Menandatangani formulir permohonan informasi
Mengecek isi permohonan informasi Pemohon Mencatat permohonan informasi ke dalam register dan membubuhkan tanda tangan di dalam formulir Menjawab/menanggapi permintaan informasi Pemohon secara langsung (jika data di meja informasi telah memadai
Menyampaikan permintaan informasi kepada Pejabat Pengelola Informasi/Dokumentasi
Nomor SOP W27.A/ 219 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi
-Tanggal Efektif 15 Januari 2014
Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs. H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004 Nama SOP Pelayanan Meja informasi
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Penerimaan Perkara Komputer
SOP Penyelesaian Perkara Dokumen pendukung (surat, salinan putusan) SOP Penanganan Pengaduan Aplikasi SIADPA/SIADPTA Plus
Register Perkara
Peringatan Pencatatan dan Pendataan:
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN KEPANITERAAN PANITERA MUDA HUKUM
1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Hukum Acara 2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI jo.
Undang-undang Nomor 3 Tahun 2009;
Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan SOP-AP
Jika pengadilan (Badan Publik) yang dengan sengaja tidak menyediakan, tidak memberikan, dan/atau tidak menerbitkan informasi publik berupa informasi publik secara berkala, informasi publik yang wajib diumumkan secara serta merta, informasi publik yang wajib tersedia setiap saat, dan/atau informasi publik yang harus diberikan atas dasar permintaan sesuai dengan Undang-undang, dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain dapat dikenai sanksi hukuman (pidana) dan/atau denda. (Pasal 52 UU No.14 Tahun 2008);
Setiap tahun badan publik wajib mengumumkan layanan informasi yang meliputi : a. Jumlah permintaan informasi yang diterima; b. Waktu yang diperlukan badan publik dalam memenuhi setiap permintaan informasi, c. Jumlah pemberian dan penolakan permintaan informasi, dan/atau d. alasan penolakan permintaan informasi.
3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 4. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Memahami prosedur penanganan perkara di Pengadilan
5. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 144 Tahun 2007
Staf Panmud
Hukum
Panmud
Hukum Wapan Panitera Kelengkapan Waktu Output
1 Laporan RK 15 menit Bahan Statistik Perkara 2 laporan RK 15 menit draft data statistik perkara 3 draft data statistik 2 menit koreksi draft statistik 4 draft data statistik 10 menit draft statistik disetujui 5 draft data statistik 3 menit koreksi kedua draft statistik 6 tidak ya draft data statistik 5 menit draft statistik disetujui 7 draft data statistik 3 menit koreksi ketiga draft statistik 8 tidak ya draft data
statistik 3 menit draft disetujui
9 draft data statistik 10 menit Data visual statistik perkara 10 tidak ya
data visual 3 menit Data statistik perkara 11 tidak ya data statistik perkara 3 menit Data statistik perkara 12 data statistik perkara 30 menit visualisasi data arsip data Mengoreksi draft dan membubuhkan paraf
Membuat draft rekapitulasi data perkara sebagai bahan visualisasi
Menyampaikan draft rekapitulasi data kepada Panmud Hukum
Meneruskan rekapitulasi data visual kepada Ketua Pengadilan untuk ditandatangani
Meneruskan draft rekapitulasi data visual kepada Wapan dan Pansek untuk diparaf
Membubuhkan paraf jika isi draft rekapitulasi data telah sesuai
Meneruskan draft rekapitulasi data visual kepada Pansek
Memerintahkan Panmud Hukum untuk menyajikan data perkara ke dalam papan visual
Mencetak (print out) data visual dan membubuhkan paraf serta meneruskan data visual kepada Wapan dan Pansek
Membubuhkan paraf dan Pansek menandatangani data visualisasi
Keterangan
Menyajikan data perkara ke dalam papan visual
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Mengumpulkan data perkara yang akan disajikan ke dalam papan visual
Nomor SOP W27.A/ 220 /OT.01.3/I/2014
Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi
-Tanggal Efektif 15 Januari 2014
Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip.19480318 197603 1 004
Nama SOP Penyajian statistik perkara
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Penerimaan Perkara Komputer
SOP Penyelesaian Perkara Data perkara/ Laporan Perkara
SOP Penyusunan Kegiatan Hakim Formulir/blanko laporan
SOP Pengarsipan Perkara Papan visual
Peringatan Pencatatan dan pendataan
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN KEPANITERAAN
PANITERA MUDA HUKUM
1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan
Penyajian data statistik perkara merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik. Jika statistik perkara tidak tersaji dengan baik, Pengadilan dapat dikenai sanksi yang ditetapkan Undang-undang.
Data statistik perkara meliputi; perkara diterima dan diputus pengadilan dalam 1 (satu) tahun, faktor penyebab perceraian berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan , dll.
3. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI; Memahami peraturan-peraturan tentang administrasi perkara 4. Instruksi Presiden RI Nomor 001 Tahun 1991 tentang Pola Bindalmin Memahami ketentuan penyusunan laporan perkara 5. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 144 Tahun 2007
Panmud Hukum Staf Panmud
Hukum
W apan Panitera Ketua Sub
Umum Kelengkapan W aktu Output
1 Buku register perkara, laporan perkara bulanan (LII-PA1) 3 menit Bahan laporan LKH 2 buku register perkara, laporan perkara bulanan (LII-PA1) 3 menit Data laporan LKH 3 buku register perkara, laporan perkara bulanan (LII-PA1) 30 menit draft LKH 4 draft LKH, data kegiatan hakim 3 menit koreksi draft laporan LKH 5 draft LKH, data kegiatan hakim 15 menit koreksi dan paraf Panmud Hukum 6 draft LKH + paraf Panmud hukum 2 menit koreksi draft laporan LKH (W apan) 7 tidak ya draft LKH + paraf panmud hukum 15 menit persetujua n draft LKH 8 tidak draft LKH +
paraf wapan 2 menit
Koreksi draft ketiga (Pansek)
9 ya draft LKH +
paraf W apan 20 menit draft disetujui Pansek (paraf Pansek) 10 draft LKH,
acc panitera 10 menit Laporan Kegiatan Hakim (LKH) 11 Laporan Kegiatan Hakim (LKH) 3 menit LKH diparaf Panmud Hukum 12 LKH 10 menit Laporan Kegiatan Hakim (LKH) 13 tidak ya LKH 5 menit LKH disetujui Panitera 14 LKH 3 menit LKH disetujui Ketua 15 tidak LKH 5 menit LKH disetujui Ketua 16 LKH 3 menit LKH 17 LKH 5 menit distempelLKH 18 LKH 3 menit LKH terkirim 19 LKH 3 menit Bahan arsip laporan 20 Laporan LKH lengkap 3 menit Arsip Laporan Mendokumentasikan laporan semester perkara Menyampaikan laporan semester kepada Ketua Menandatangani laporan semester
Mengembalikan laporan semester yang telah ditandatangani kepada Panmud Hukum Mengirim laporan perkara Dirjen Badilag melalui sub umum
Memberi nomor surat di dalam pengantar dan mencatatnya ke dalam bukum agenda surat keluar Menyerahkan 1 (satu) salinan/arsip laporan semester yang telah diberi nomor surat kepada staf Panmud Hukum
Menyampaikan draft laporan perkara kepada Panitera Mempelajari isi draft laporan dan memberikan tanda tangan persetujuan draft serta mengembalikan draft kepada Panmud Hukum Memerintahkan staf untuk membuat jadi (print out) laporan semester yang telah disetujui Panitera Menyampaikan laporan semester kepada Panmud Hukum untuk diparaf Meneruskan laporan semester kepada W apan dan Pansek
Panitera menandatangani laporan semester kepada Ketua
Memerintahkan staf Panmud Hukum untuk merekap kegiatan hakim dan penanganan perkara yang lebih dari 6 bulan
Membuat draft laporan semester
Menyampaikan draft laporan kepada Panmud Hukum
Mengecek isi draft dan membubuhkan paraf
Menyampaikan draft laporan perkara kepada wapan
Mempelajari isi draft dan membubuhkan paraf
No. Kegiatan
Pelaksana Mutu Baku
Keterangan
Menerima data kegiatan hakim dan penanganan perkara banding yang lebih dari 6 bulan dari Panmud Banding
Nomor SOP W27.A/ 221 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014
Tanggal Revisi
-Tanggal Efektif 15 Januari 2014
Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten
Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004 Nama SOP Laporan Kegiatan Hakim
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Penanganan Perkara Komputer
SOP Penyelesaian Perkara Data perkara
SOP Pelaporan Perkara Formulir/blanko laporan Court Calender
Peringatan Pencatatan dan pendataan
PANITERA MUDA HUKUM PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN
KEPANITERAAN
6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 144 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Informasi di
1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan
7. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 080/KMA/SK/VIII/2006 tentang Pedoman 8. Buku II edisi revisi Tahun 2010
Penanganan perkara oleh majelis hakim selambat-lambatnya diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan, jika lebih dari waktu yang ditentukan harus melaporkan kepada pimpinan mengenai alasan keterlambatan tersebut.
Nomor perkara yang ditangani, susunan majelis hakim, tanggal diterima dan tanggal persidangan serta tanggal minutasi.
3. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI; Memahami peraturan-peraturan tentang administrasi perkara 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/2/2004 tentang Memahami ketentuan penyusunan laporan perkara 5. Instruksi Presiden RI Nomor 001 Tahun 1991 tentang Pola Bindalmin
Pelapor Staf Panmud Hukum Panitera Muda Hukum Ketua Pengadilan Wakil Ketua Pengadilan Hakim Tinggi Pengawas
Kelengkapan Waktu Output
1 surat pengaduan,data pelengkap 10 menit suratpengaduan
batas penanganan pengaduan pada tingkat banding sejak diterima adalah 2 surat pengaduan,
tanda terima 10 menit
tanda terima pengaduan 3 surat pengaduan, register pengaduan
10 menit pengaduantercatat
4 tanda terima 3 menit pengaduan
diregistrasi 5 dokumen pengaduan 5 menit mekanisme pengaduan 6 tidak ya dokumen pengaduan 10 menit hasil tela'ah kewenangan 7 hasil tela'ah pengaduan, resume
5 menit mekanismepengaduan
8 tidak ya dokumen pengaduan 30 menit perintah tindak lanjut 9 dokumen pengaduan, hasil tela'ah
20 menit bentuk tindaklanjut 10
surat pengaduan, ketentuan per UU-an
30 menit surat tindak lanjut
11 dokumen
pengaduan 15 menit surat tugas 12 dokumen pengaduan, hasil tela'ah 5 menit Laporan Hasil Pengaduan (LHP)
13 tidak surat pengaduan,
hasil rekomendasi 10 menit rekomendasi
14 ya surat pengaduan,hasil pemeriksaan, usulan rekomendasi,
1 hari tindak lanjut
15
surat pengaduan, hasil pemeriksaan, tindak lanjut
10 menit bundel laporan
16 surat pengaduan, hasil pemeriksaan, tindak lanjut 10 menit laporan hasil penanganan pengaduan Menerima surat pengaduan dan membuat tanda
terima 2 rangkap
Mutu Baku
Keterangan
No. Kegiatan
Pelaksana
Mengajukan surat pengaduan
Menentukan bentuk tindak lanjut (penghentian penanganan/klarifikasi/konfirmasi/pemeriksaan/ti
ndakan lain)
Mencatat penerimaan pengaduan dan memberi nomor registrasi ke dalam register pengaduan Menyerahkan 1 (satu) lembar tanda terima kepada Pelapor
Meneruskan pengaduan kepada Panmud Hukum Menela'ah kewenangan
Meneruskan pengaduan kepada Ketua Pengadilan
Menentukan kewenangan penanganan pengaduan
Meneruskan pengaduan kepada Wakil Ketua atau Badan Pengawasan
Menela'ah materi pengaduan
Mendelegasikan penela'ahan kepada Hakim Tinggi Pengawas Daerah
Menyampaikan hasil penela'ahan kepada Wakil Ketua Pengadilan
Meneruskan hasil penela'ahan kepada Ketua Pengadilan
Menyerahkan laporan hasil penanganan pengaduan (tindak lanjut kepada Panmud Hukum)
Mencatat data penanganan dan bentuk tindak lanjut pengaduan ke dalam buku agenda berdasarkan laporan Nomor SOP SOP W27.A/ 222 /OT.01.3/I/2014 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan Pembuatan 2 Januari 2014 2014 Tanggal Revisi Revisi -Tanggal Efektif Efektif 15 Januari 2014 2014 Disahkan oleh oleh
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten Banten Drs.H. Abu Amar, SH.,MH. Nip. 19480318 197603 1 004 Nama SOP SOP Penanganan Pengaduan Pengaduan Dasar Hukum Hukum Kualifikasi pelaksana pelaksana Keterkaitan n Peralatan/perlengkapan n
SOP Penerimaan Perkara Perkara
Komputer r SOP Pemeriksaan Perkara
Perkara
Dokumen pendukung (surat, salinan putusan) putusan)
SOP Penyelesaian Perkara Perkara Formulir pengaduan pengaduan Register Pengaduan Pengaduan Peringatan n
PANITERA MUDA HUKUM HUKUM
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN BANTEN KEPANITERAAN
N
8. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 076 Tahun 2009 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan 7. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 080/KMA/SK/VIII/2006 tentang Pedoman Pedoman
1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Kehakiman
Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Hukum Acara Acara
3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang- Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan Standar Standar
Pelayanan
9. SKB Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial RI Nomor 047/SKB/MA/IV/2009 tentang Kode
Hukuman disiplin atas pelanggaran yang dilakukan oleh Hakim dan aparat Pengadilan dijatuhkan sesuai dengan kadar kesalahan yang bersangkutan; Apabila pelanggaran yang dilakukan Terlapor menimbulkan kerugian keuangan negara, dapat diajukan tindakan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan pengembalian kerugian kepada negara dan atau mengandung unsur tindak pidana, maka kasus tersebut dilaporkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses lebih lanjut;
Pencatatan dan Pendataan: Pendataan:
Kriteria pengaduan yang layak ditindaklanjuti antara lain l pengaduan pengaduan
dengan identitas pelapor jelas dan substandi/materi pengaduan logis dan memadai; memadai;
2.Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI jo. Undang-undang Nomor 3 Tahun 5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil;
Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan SOP-AP AP
4. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; Publik;
Memahami peraturan-peraturan tentang kode etik hakim dan disiplin pegawai pegawai