+1+ MINGGU PENTAKOSTA

47 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MINGGU PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang. Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Warna dasar : Hijau

Lambang/Logo : Burung merpati dengan ranting-ranting zaitun diparuhnya, perahu berlayar dan pelangi Warna pelangi : Merah, kuning hijau; Burung : Putih; Ranting : Pinggir putih;

Salib : Hijau; Ombak: Putih

Perahu : Bergaris putih; Tiang & Layar: Puith (penuh)

Arti : Pada mulanya dalam sejarah Gereja. Perahu merupakan symbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari TUHAN. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji ALLAH tentang pertolonganNYA itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan ALLAH atas janjiNYA untuk memelihara bumi, dalam hal ini Gereja. Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari ALLAH (band. Kej. 8:10-11) yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi sekalipun Gereja mengalami berbagai goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji ALLAH tersebut. Minggu Sesudah Pentakosta adalah sepekan setelah Hari Minggu Trinitas.

P R A K A T A

Jemaat yang dikasihi TUHAN YESUS KRISTUS, Pelayan Firman beserta Penatua dan Diaken bertugas mengucapkan selamat datang dan selamat beribadah kepada Jemaat yang baru pertamakali beribadah maupun jemaat GPIB ”Galilea” Cilacap pada Minggu XX sesudah PENTAKOSTA. Tema pada ibadah minggu ini adalah: Ketaatan Tulus = Syukur Sejati. Kiranya Ibadah yang kita lakukan saat ini berkenan dihadapan TUHAN

.

Pelayanan Pastoral dan Informasi penatalayanan dapat menghubungi :

1. Pdt. Ny. Retno W. Siahaan – Sumaredi, S.Th – Pastori Jl. Pisang Telp. 533040 (HP 081364939244) 2. Penatua atau Diaken yang terdekat dengan domisili Bpk/Ibu/Sdr.

3.

Kantor sekretariat setiap hari kerja,

Hari Selasa s/d Sabtu = Pukul 08.00 s/d 15.00 wib.

Hari Minggu = Pukul 08.00 – 13,00 WIB.

Hari Senin = Libur

HP. 085 328 337 040 (AS) 085 747 472 976 (IM3) Telp.& Fax 0282 - 542269 I. BIDANG : IMAN, AJARAN, IBADAH ( IMAJI )

1. IBADAH MINGGU

Unsur Minggu, 02 Oktober 2016 Minggu, 09 Oktober 2016 Minggu, 16 Oktober 2016

NAS PEMBIMBING MATIUS 7 : 21

BERITA ANUGERAH YESAYA 55 : 7 PERINTAH HIDUP BARU AMSAL 2 : 20 – 22

BACAAN ALKITAB MAZMUR 40 : 7 – 11 MATIUS 7 : 15 – 23

Pujian Umat Menghadap Tuhan

Menggunakan Tata Ibadah Khusus Perjamuan Kudus

GB. 2 : 1, 2

Menggunakan Tata Ibadah Khusus HUT Pelkat PKLU

Menyambut Salam GB. 17 : 1, 4 Pengakuan Dosa GB. 32 : 1, 2 Pengampunan Dosa GB. 33 : 1, 3, 6 GB. 382 GB. 393 GB. 392b

Pernyataan Atas Firman KJ. 466a : 1, 2, 3, 4 GB. 389b

Pengucapan Syukur GB. 78 : 1, 3, 4

Pengutusan KJ. 425 : 1, 3

(2)

2. PELAYAN FIRMAN dan TUGAS PRESBITER, IBADAH MINGGU (UMUM), Minggu, 02 Oktober 2016 TEMA : KETAATAN TULUS = SYUKUR SEJATI

Pel. Gereja Jl.Pisang, 06.00 WIB Gereja Jl. Rinjani, 09.00 WIB Gereja Jl.Pisang, 17.00 WIB Purwokerto, 09.00 WIB

PF Siahaan-Sumaredi, S.Th. Pdt. Ny. Retno W. Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si. Siahaan-Sumaredi, S.Th. Pdt. Ny. Retno W. P. 1 P. 2 P. 3 P. 4 P. 5 P. 6 P. 7 P. 8 P.9 P.10 p.11 Pnt. Yusuf Jatimulya Pnt. Jerry N. Piay Pnt. David Y. Nisnoni Dkn. Antonius Slamet Dkn. E. Jakub Warella Pnt. Yohanes Sartono Dkn. Frans E. Fere Pnt. Lexy D. Korua Dkn. M. Taralalu Pnt.Ny.Warni Situmeang Dkn. Ny. Erma Vinky’ Dkn. Sappe Pakpahan Pnt. J.W. Darmono Pnt. Irianto Sjioen Pnt. Risna P. Bone Dkn. Ny. Yosanthy Louis Dkn. Jesaya Pelupessy Pnt. Dr. Naek Siregar Pnt. P. Sihombing Pnt. Johanes A. Piay Dkn. Ledrik Sahuburua Dkn. Adrians Wattiheluw Dkn. P. Manalu Pnt. Ir. Y.I.M. Nababan Pnt. W. Leiwakabessy Pnt. Yance Kayadu Dkn. Stepanus Kale GBUNG KE CILACAP Sound & Lonceng

Organis Bpk. Marzel Sahuburua Ibu Sandra Lumba Sdr. Ricard Sugiharto

Kantoria

Ibu Renny Jhony, Bpk. Jhony & Ibu Novi Tetengean

PS. JEMAAT Bpk. David Siahaan & Bpk. Yoyo Latupeirissa

Isi Pujian PS. JEMAAT

Multimedia Sdr. Roy Pasaribu Sdri. Mitariana Sdri. Meli Nongkang

3 . JADWAL TUGAS PF dan PRESBITER, pada IBADAH UMUM (MINGGU), Minggu, 09 Oktober 2016 TEMA : ASPAL : “ASLI” TAPI PALSU

Pel. Gereja Jl.Pisang, 06.00 WIB Gereja Jl. Rinjani, 09.00 WIB Gereja Jl.Pisang, 17.00 WIB Purwokerto, 09.00 WIB PF Pnt. David Y. Nisnoni Pdt. Em. V. Marpaung Dkn. Sappe Pakpahan Pdt. Ny. Retno W.

Siahaan-Sumaredi, S.Th. Pnt. Dr. Naek Siregar Dkn. Ny. Erma Vinky Organis Bpk. Marzel Sahuburua Ibu Sandra Lumba Ibu Sandra Lumba

Kantoria Ibu Maria Sahuburua &

Ibu Ida Fitria Piay PS. Eklesia

Ibu Elizabeth Piay & Ibu Novi Tetengean

Isi Pujian PS. Eklesia

Multimedia Sdr. Sadrakh Piay Bpk. Tonny Itran Sdr. Rinto Pasaribu 4. IBADAH KELUARGA, RABU, 05 Oktober 2016

TEMA : PENYADARAN DIRI = MEMULIAKAN NAMA-NYA ( MAZMUR 50 : 7 – 15)

SEK. PKL. KELUARGA ALAMAT PELAYAN FIRMAN

I 18.00 KEL. Bpk. JOHANES A.

PIAY Jl. Sirkaya II

PF. : Pdt. Ny. Retno W. Siahaan-Sumaredi, S.Th PD. : Dkn. E. Jakub Warella PS. : Pnt. David Y. Nisnoni II 18.00 KEL. Bpk. ANDREAS PURWANTO Jl. Gunung Pasir GG. IV depan Pos Ronda Masuk PF. : Pnt. Yance Kayadu PD. : Pnt. Yusuf Jatumulya PS. : Dkn. Frans E. Fere

III 18.00 KEL. Bpk. MICHAEL LOUIS

Perum Taman Gading C - 69

PF. : Vik. Yosua Wahyu Anggoro, S.Si. Teol PD. : Dkn. M. Taralalu

PS. : Pnt. Ny. Warni Situmeang

IV 18.00 KEL. Bpk. INARDES NOYA Sidanegara Indah Blok XI / 374 PF. : Pnt. J.W. Darmono PD. : Pnt. P. Sihombing PS. : Dkn. Ny. Erma Vinky 5. IBADAH PENGUCAPAN SYUKUR

KEL. Ibu OKTAVIANUS PARIAMA, alamat Jl. Sirkaya mengundang segenap warga jemaat Sektor I s/d IV untuk hadir dalam Ibadah Pengucapan syukur pada hari Senin, 03 Oktober 2016 pukul 18.00 WIB. PF . : Pdt. Ny. Retno W. Siahaan-Sumaredi, S.Th.

(3)

5. KELAS KETEKISASI

Kelas Katekisasi Tahun Ajaran 2016 – 2017 dilaksanakan setiap hari :

NO NAMA SEKTOR PUKUL KETERANGAN

I Natalia Meliani Sukandar I 11.00 WIB Setiap hari Minggu

2 Devita Maharani IV 10.00 WIB Katekisasi Khusus setiap hari Kamis

3 Pujiati II Katekisasi Khusus Okt – 03 Des 2016 Via Telp. 4 Michael Jackson E. Lomboan III 11.00 WIB Setiap hari Minggu

5 Retno Tri Setiyowati I 11.00 WIB Setiap Minggu

6. JADWAL TUGAS PF dan PRESBITER pada IBADAH KELUARGA, Rabu, 12 Oktober 2016 TEMA : TAK PERNAH MATI LANGKAH (MAZMUR 37 : 21 – 26)

Pel. SEKTOR I SEKTOR II SEKTOR III SEKTOR IV PF Pnt. Johanes A. Piay Pdt. Ny. Retno W.

Siahaan-Sumaredi, S.Th. Pnt. David Y. Nisnoni

Vik. Yosua Wahyu Anggoro, S.Si. Teol. PD Dkn. E. Jakub Warella Dkn. Antonius Slamet Pnt. Ny. Warni Situmeang Dkn. Ny. Erma Vinky PS Pnt. W. Leiwakabessy Dkn. P. Manali Dkn. Sappe Pakpahan

7. IBADAH PELKAT PA & PT.

Hari/Tanggal Pukul PA PT

Minggu, 02.10.2016 09.00

GEDUNG PELKAT JL. RINJANI

Kelas Indria : Kak Ola & Kak Iis Kls. Kecil :

Kls. Besar : Kak Jakub

Kelas EKA & DWI

PF. : Dkn. Ledrik Sahuburua PD. :

Organis :

Minggu, 09.10.2016 09.00

GEDUNG PELKAT JL. RINJANI

Kelas Indria : Kak Ola & Kak Iis Kls. Kecil :

Kls. Besar : Kak Jakub

Kelas EKA & DWI

PF. : Ibu Maria Sahuburua PD. :

Organis :

8. JADWAL ORGANIS / PROKANTOR / KANTORIA.& PADUAN SUARA

16 Okt 2016 Gereja Jl. Pisang, 06.00 WIB Gereja Jl. Rinjani, 09.00 WIB Gereja Jl. Pisang, 17.00 WIB Organis Bpk. Marzel Sahuburua Ibu Sandra Lumba Adik Noni Siregar

Katoria Bpk. David Siahaan &

Bpk. Yoyo Latupeirissa PS. Pelkat GP

Ibu Jeanne Yusuf & Ibu Budi Weken

Isi Pujian VG. Pelkat GP

9. JADWAL TUGAS MULTIMEDIA

MINGGU Gereja Jl. Pisang, 06.00 WIB Gereja Jl. Rinjani, 09.00 Gereja Jl. Pisang, 17.00 WIB 16 Okt 2016 Sdri. Imelda Natalia Sdr. Billy Sdr. Vega Baloto 23 Okt 2016 Sdri. Meli Nongkang Sdr. Sadrakh Piay Ibu Reta Budianto 30 Okt 2016 Sdr. Rinto Pasaribu Sdr. Pascal Sdri. Mitariana 06 Nov 2016 Sdr. Vega Baloto Sdr. Roy Pasaribu Bpk. Tonny Itran 10. PERSIAPAN KANTORIA

Persiapan Organis & Kantoria yang bertugas hari Minggu dilaksanakan setiap hari Sabtu Pukul 18.00 wib di Gereja Jl. Rinjani. Atas perhatian dan kehadirannya diucapkan terimakasih.

11. LATIHAN PADUAN SUARA

 Latihan Paduan Suara Jemaat dilaksanakan setiap hari Senin, pukul 18.00 WIB bertempat di Gedung Pelkat Jl. Rinjani.

 Latihan Paduan Suara Pelkat PKP dilaksanakan setiap hari Selasa, pukul 16.30 WIB bertempat di Gedung Pelkat Jl. Rinjani.

II. BIDANG : PELAYANAN dan KESAKSIAN (PELKES) – LINGKUNGAN HIDUP 1. INFORMASI PELAYANAN ORANG SAKIT / KEDUKAAN

Apabila Bapak / Ibu / Saudara memerlukan pelayanan Diakonia dapat menghubungi Pengurus Komisi PELKES / Diakonia & KORSEK nya masing – masing tersebut dibawah ini :

NO SEKTOR N A M A NO. TELP.

1 I - Dkn. ELIZA JAKUB WARELLA ( KORSEK) 081215739174

2 II - Dkn. FRANS E. FERE (KORSEK) 085225631467

3 III - Pnt. Ny. WARNI E. SITUMEANG (KORSEK) 537361 / 085227059166

4 IV - Dkn. ADRIANS L. WATTIHELUW 08157609137

(4)

III. BIDANG : GEREJA MASYARAKAT dan LINTAS AGAMA (GERMASA) 1. NO TELPON PENTING

NO NAMA INSTANSI NO. TELP

1 RUMAH SAKIT SANTA MARIA 0282 – 534859

2 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH 0282 – 533010

3 RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH 0282 – 542396, 0282 – 541065, 0282 – 540422

4 POLRES 0282 – 541102, 0282 – 533699, 0282 – 542157

5 PALANG MERAH INDONESIA 0282 – 542201

6 PEMADAM KEBAKARAN SENTRAL 113 – (0282 – 537413)

PUSAT PENGENDALIAN OPERASI BENCANA 0282 - 537155

7 AMBULANCE 118

8 RUMAH SAKIT PERTAMINA CILACAP 0282 - 533276

9 RUMAH SAKIT APRILIA 0282 – 536307

IV. BIDANG : PEMBINAAN dan PENGEMBANGAN SDI (PPSDI) V. BIDANG : PELAYANAN KATEGORIAL (PELKAT)

1. JADWAL TUGAS PF dan PRESBITER pada IBADAH PELKAT, Kamis, 16 Oktober 2016 TEMA : AWAS MAGNET SI JAHAT MENARIKMU! ( MAZMUR 37 : 27 – 29)

Pel. PKP Wil I & II PKB GP (Jum’at, 14.10.16) BA : AMSAL 5 : 1 - 9 PF Pdt. Ny. Retno W.

Siahaan-Sumaredi, S.Th.

Pdt. Ny. Retno W.

Siahaan-Sumaredi, S.Th.. Dkn. Ny. Erma Vinky

PD Ibu Jenny Hutabarat Bpk. R. Vinky Ch. Herman Sdr. Roy Pasaribu

2. IBADAH PELKAT

PELKAT Hari/Tanggal Pukul TEMPAT

GP Jum’at,

07.10.2016 19.00

DI GEREJA JL. PISANG PF. : Pnt. P. Sihombing PD. : Sdri. Tandian Sia

PKP Wil. I Kamis, 06.10.2016 16.00 DI GEREJA JL. PISANG PF. : Pnt. David Y. Nisnoni PD. : Ibu Novi Tetengean

PKP Wil.II &

PKB 18.00

Di Rumah Kel. Bpk. MICHAEL LOUIS Perum Taman Gading C - 69

PF. : Dkn. Antonius Slamet PD. : Bpk. Yohanes Astiono VI. BIDANG : INFORMASI ORGANISASI dan KOMUNIKASI (INFORKOM

)

1. PERSIAPAN PRESBITER

Persiapan Presbiter pukul 18.00 WIB dilaksanakan setiap hari Selasa, bertempat di Konsistori Gereja Jl. Rinjani. (Bacaan Alkitab Hari Rabu, 12 Oktober 2016 dari MAZMUR 37 : 21 - 26 Hari Kamis, 13 Oktober 2016 MAZMUR 37 : 27 - 29 Jum’at, 14 Oktober 2016 dari AMSAL 5 : 1 - 9 ).

2. RAPAT PHMJ

Rapat PHMJ dilaksanakan setiap hari Jum’at pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Jl. Rinjani. 3. PERSIAPAN PELAYAN PA

Persiapan Pelayan Pelkat PA dilaksanakan setiap hari Minggu, pukul 10.30 WIB bertempat di Gedung Pelkat Jl. Rinjani. Diharapkan seluruh Pelayan PA untuk hadir dalam Persiapan.

4. PERSIAPAN PELAYAN PT

Persiapan Pelayan Pelkat PT dilaksanakan setiap hari Selasa, pukul 19.00 WIB bertempat di Gedung Pelkat Jl. Rinjani. Diharapkan seluruh Pelayan PT untuk hadir dalam Persiapan.

5. JANJI IMAN

Program Kerja Tahun Pelayanan 2016 – 2017, telah disahkan dalam Sidang Majelis Jemaat pada tanggal 05 April 2016 maka berdasarkan Proker tersebut Majelis Jemaat mohon peran serta Jemaat untuk mendukung Program Bidang PEG yaitu :

 Proker PEG 4014.02 tentang Kartu Janji Iman untuk Penggantian Lantai Gereja Jl. Rinjani.  Proker PEG 8114.02 tentang Dana untuk Pengadaan Mobil melalui Kotak Khusus.

(5)

6. PULANG KE RUMAH BAPA

Dalam Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus telah pulang ke Rumah Bapa di Sorga Bpk. OKTAVIANUS PARIAMA – Jemaat Sektor I dalam usia 63 Tahun pada hari Senin, 26 September 2016 pukul 23.45 di Rumah Sakit Santa Maria Cilacap. Telah dimakamkan pada hari Selasa, 27 September 2016 pukul 14.00 WIB di Pemakaman Kristen Arimatea Cilacap. Segenap warga jemaat dimohon untuk turut memberikan dukungan doa bagi keluarga yang ditinggalkan.

8. PRESBITER YANG IJIN

Daftar nama Presbiter yang Ijin Ke Luar Kota pada Minggu ini

NO NAMA TANGGAL KETERANGAN

1 Dkn. Ny. Nelly Sunaryo Sept - Okt Yogyakarta

2 Pnt. T. Sihombing Jakarta

3 Dkn. Derald Gaspersz Sept - Nov Banyuwangi

9. HASIL PERTEMUAN TEAM PENGKAJIAN PENDEWASAAN DAN PELEMBAGAAN GPIB GALILEA CILACAP

Team Pengkajian Pendewasaan dan Pelembagaan Jemaat GPIB Galilea Cilacap sementara mengkaji apakah GPIB Galilea Cilacap sudah memenuhi syarat menjadi 2 Jemaat dengan mempertimbangkan pertumbuhan Jemaat, efisiensi pelayanan dan persyaratan yang ditetapkan dan telah diwartakan mulai tanggal 21 Agustus sampai dengan 11 September 2016. Maka pada tanggal 18 September 2016 Team Pengkajian Pendewasaan dan Pelembagaan dan juga Korsek telah membagikan angket bagi Warga Jemaat. Untuk itu dimohon partsipasi bagi seluruh Warga Jemaat. Angket dikumpulkan kembali paling lambat pada hari Minggu, 02 Oktober 2016. Setelah Ibadah akan diadakan penghitungan angket. Demikian untuk menjadikan perhatian bersama.

VII. BIDANG : PENELITIAN dan PENGEMBANGAN (LITBANG) 1. TINGKAT KEHADIRAN JEMAAT PADA IBADAH

NO KEGIATAN SEK /

PELKAT HARI / TGL TEMPAT

JML. HADIR M P W A JML 1 Ibadah Umum Minggu, 25.09.2016 Gereja Jl. Pisang (06.00) 4 80 10 7 101 Gereja Jl. Rinjani (09.00) 12 87 88 187 Gereja Jl. Pisang (17.00) 8 20 25 5 58

Purwokerto 3 2 8 1 14

2 Ibadah Keluarga I Rabu, 28.09.2016 Kel. Ibu Maria S. Sudarno 2 6 17 6 31 II Kel. Bpk. Broery Tjokro 4 7 13 5 29 III Kel. Ibu Yuke Sunaryo 2 7 12 2 23 IV Kel. Bpk. Hary Sugiharto 7 10 20 7 44 3 Ibadah Pelkat PKP I Kamis, 29.09.2016 Ibu Wayo 1 9 10

PKP II Ibu Ning Salasughi 2 1 10 13

PKB Bpk. Lexy D. Korua 11 11 1 2 25

GP Jum’at, 23.09.2016 Sdr. Bill Priwidodo 14 10 24 PT Minggu,18.09.2016 Ruang PT 1 10 15 26 PT Minggu,25.09.2016 Ruang PT 1 9 9 19

PA Gedung Pelkat 5 45 50

PKLU Jum’at,23.09.2016 Gedung Pelkat 7 17 24 4 Ibadah Unit Misioner Sabtu, 24.09.2016 Gedung Pelkat

5 Ibadah Diakonia Senin, 26.09.2016 Gereja Jl. Pisang Selasa, 20.09.2016 Kel. Ibu Yohana Pariama VIII. BIDANG : DAYA dan DANA

1. PERBENDAHARAAN MAJELIS JEMAAT 1.1 PEMBANGUNAN EKONOMI GEREJA (PEG)

1.2 Bagi Warga Jemaat maupun Jemaat Tamu, apabila berkerinduan memberikan sumbangan untuk pelayanan dapat melalui rekening BCA :

- DANA RUTIN : 0962073423 a.n. YOSANTHY DESIRA SOHILAIT/ DAVID YAN NISNONI - DANA PEMELIHARAAN : 0962073326 a.n. YOSANTHY D. SOHILAIT/ DAVID YAN NISNONI 1.5. UCAPAN TERIMA KASIH

 Majelis Jemaat telah menerima sumbangan dari NN berupa Keyboard dan Moush.

 Majelis Jemaat telah menerima Sumbangan dari Kel. NN. Untuk keperluan Perjamuan Kudus tanggal 02 Oktober 2016 berupa: Anggur, Roti Tawar, Pines, Tissue, amplop kecil sejumlah Rp. 500.000,-  Terpujilah Tuhan untuk segala persembahan jemaat. Kiranya Tuhan memberkati dan melimpahkan

berkat dalam kehidupan segenap warga jemaat.

(6)

IX. BIDANG : UMUM 1. DUKUNGAN DOA

1.1 JEMAAT YANG SAKIT :

 Bpk. Ir. SARTONO - Sektor III Dalam Proses Penyembuhan  Bpk. S. HARIANDJA - Sektor I di Rumah

 Ibu G. SAHERTIAN - Sektor I di Rumah

 Pnt. M. DARTAM HARSONO - Sektor I di Rumah Sakit Darmais Jakarta  Ibu FEMMY PELUPESSY - Sektor II dalam Proses Penyembuhan  Bpk. HERMAN BARUS - Sektor II dalam Proses Penyembuhan  Ibu YOKANAN KUSNADI - Sektor II dalam Proses Penyembuhan 1.2 DOA SUBUH:

M

AJELIS

J

EM AAT MENGUNDANG SETIAP JEM AAT YANG TERPANGGIL UNTUK BERDOA BERSAM A DALAM

D

OA

S

UBUH YANG DIADAKAN SETIAP HARI

:

1. S

ENIN

,

03

O

KTOBER

2016

PUKUL

05.00

WIB

DI

G

EREJA

J

L

.

P

ISANG

.

YANG MEM IMPIN

P

DT

.

N

Y

.

R

ETNO

W.

S

IAHAAN

-S

UMAREDI

,

S.T

H

.

2.

S

AB TU

,

08

O

KTOBER

2016

PUKUL

05.00

WIB

DI

G

EREJA

J

L

.

R

INJANI

.

YANG MEMIMPIN

P

DT

.

N

Y

.

R

ETNO

W.

S

IAHAAN

-S

UMAREDI

,

S.T

H

..

T

UHAN MEMBERKATI PELAYANAN KITA BERSAM A

.

1.3 DAFTAR PELAYANAN DOA DAN KUNJUNGAN PENDETA, VIKARIS DAN KORSEK BAGI JEMAAT MINGGU INI :

NO NAMA KELUARGA NO NAMA KELUARGA

SEKTOR I SEKTOR III

1 KEL. Bpk. NICO OLEY 1 KEL. Bpk. YOYO LATUPEIRISSA 2 KEL. Bpk. Drs. DEDDY WARELLA 2 KEL. Bpk. Ir. SARTONO

SEKTOR II SEKTOR IV

1 KEL. Bpk. THOMAS TUKUNANG 1 KEL. Bpk. ANDRY TURANG 2 KEL. Bpk. STEPANUS SUPRIADI 2 KEL. Bpk. R. SUHERMAN 2. SELAMAT ULANG TAHUN

2.1 Majelis Jemaat mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kelahiran bagi : 1 Bpk. BAMBANG SETYABUDI 03 Okt Sektor II

2 Sdri. SARA UMDI PIAY 03 Okt Sektor I Anak Kel. Johanes A. Piay 3 Bpk. ABRAHAM KAIHENA 04 Okt Sektor II

4 Sdri. CHATHERINOCKEVIA LOBO 04 Okt Sektor III Anak Kel. Jaya Lobo 5 Ibu KUSPARIYAH PATTIRUHU 05 Okt Sektor II

6 Bpk. NELWAN P. NAINGGOLAN 05 Okt Sektor I 7 Ibu WHELLY ROOSYE MAITIMU 08 Okt Sektor IV 2.2 Majelis Jemaat mengucapkan Selamat Ulang Tahun Perkawinan bagi :

1 KEL. Bpk. BENYAMIN PRIWIDODO &

Ibu TERSIARDEI YESULINE DOMPAS 05 Okt Sektor I 20 Tahun 2

Demikian Warta Jemaat, atas perhatian jemaat diucapkan terimakasih. Tuhan memberkati.

Pdt. Ny. Retno W. Siahaan-Sumaredi, S.Th Pnt. H. Yance Kayadu Ketua Sekretaris

WJ September HYK / rnt

Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan cetak dan lain-lain. Terimakasih atas koreksi dalam penulisan Warta Jemaat ini

(7)

WARTA SEKTOR I

Rabu, 28 September 2016

1.

Dalam rangka Hari Pekabaran Injil Indonesia (HPII) dan hari Perjamuan

Kudus se Dunia (HPKD). Untuk itu mengundang segenap Warga Sidi Jemaat

GPIB “GALILEA” Cilacap untuk turut ambil bagian dalam Perjamuan Kudus

pada hari Minggu, 02 Oktober 2016 pukul 09.00 WIB di Gereja Jl. Rinjani

,pukul 06.00 & pukul 17.00 WIB di Gereja Jl. Pisang dan Sektor Pelayanan

Purwokerto gabung di Cilacap. Bagi Bapak / Ibu / Saudara (i) yang

membutuhkan pelayanan Perjamuan Kudus di Rumah / Rumah Sakit dapat

menghubungi Koordinator Sektor atau Sekretariat Gereja.

2.

Ibadah Pelkat PKP Wil I hari Kamis, 29 September 2016 pukul 16.00 WIB

Ibu Haryati Wayo mengambil tempat di Gereja Jl. Pisang.

3.

Ibadah Pelkat PKB hari Kamis, 29 September 2016 pukul 19.00 WIB

bertempat di Rumah Bpk. Lexy D. Korua Sidanegara Indah Blok IX No. 298.

4.

Ibadah Pelkat GP hari Jum’at, 30 September 2016 pukul 19.00 WIB di

Gedung Pelkat Jl. Rinjani.

5.

Majelis Jemaat mengundang setiap jemaat yang terpanggil untuk berdoa

bersama dalam Doa Subuh yang diadakan setiap hari Senin, pukul 05.00

WIB di Gereja Jl. Pisang dan setiap hari Sabtu, pukul 05.00 WIB di Gereja Jl.

Rinjani.

6.

Ibadah Keluarga Rabu, 05 Oktober 2016 pukul 18.00 WIB berdasar Jadwal :

 Sektor I di Rumah Kel. Bpk. Johanes A. Piay

(8)

+7+

Resume Buku 3

(oleh Vik. Yosua Wahyu Anggoro)

JUDUL

: BAHTERA GUNA DHARMA GPIB

PENULIS

: S. W. LONTOH DAN HALLIE JONATHANS

TAHUN TERBIT

: 1982 (EDISI REVISI 2014)

PENERBIT

: BPK GUNUNG MULIA

TEBAL

: 626 + XX Hlm (Di luar lampiran foto belakang)

Bab 3 membahas mengenai Organisasi GPIB. Di sini disinggung antara lain mengenai tata Gereja

GPIB, penjelasan mengenai Persidangan Sinode, Majelis SInode, Jemaat, para pejabat di GPIB yang

saat itu terdiri dari pendeta, penatua, diaken, dan penginjil. Juga disinggung mengenai status

Musyawarah Pelayanan (Mupel) sebagai wadah kebersamaan Jemaat-Jemaat, apakah perlu

distrukturkan dalam artian menjadi lembaga di atas Jemaat atau tidak. Juga dibahas mengenai

Garis-Garis Besar Kebijaksanaan Umum Pelayanan Gereja (GBKUPG) yang menunjukkan panduan,

patokan, dan arah yang jelas dalam GPIB menjalankan panggilan dan pengutusannya.

Bab 4 membahas mengenai pembentukan dan pembinaan pejabat dan warga GPIB. Antara lain

disinggung mengenai proses vikariat sebagai syarat menjadi pendeta, juga kemungkinan studi lanjut

bagi para pendeta. Selain itu juga ada pembinaan yang menyeluruh dan luas terhadap segenap warga

GPIB, mulai dari pembinaan mengenai organisasi GPIB, ibadah, Alkitab, kesejahteraan keluarga,

hingga wawasan kebangsaan.

Bab 5 membahas mengenai Catur Dharma GPIB, yaitu Persekutuan, Pelayanan, Kesaksian, dan

Oikumene. Dalam Persekutuan dibahas mengenai Ibadah di GPIB. Salah satu yang menarik dan

penting adalah bahwa dalam rangka mewujudkan Gereja yang Misioner harus ada hubungan langsung

antara liturgi ibadah dengan Pekabaran Injil. Artinya konsep dan amanat di ibadah itu harus

membentuk dan menggerakkan umat menjalankan panggilan misionernya dalam konteks Indonesia.

Dalam hal Pelayanan, ada dua bagian besar dalam Pelayanan GPIB yaitu dalam hal Pendidikan dan

Diakonia. Dalam bidang pendidikan GPIB bergerak antara lain melalui Bakordik GPIB dengan

mendirikan sekolah-sekolah Kristen dalam lingkup GPIB, pendidikan guru agama, dan sebagainya.

Sedangkan pelayanan diakonia dilakukan dalam bentuk pelayanan karitatif dan pelayanan

komprehensif-oikumenis yang di dalamnya juga bekerjasama dengan gereja-gereja lain, dengan

sasaran yang menjangkau mulai dari individu, kelompok masyarakat seperti petani, tukang becak, dan

sebagainya, hingga upaya pembaharuan struktur atau sistem sosial, seperti Undang-Undang dan

sebagainya.

Dalam bidang Kesaksian tercermin melalui wilayah-wilayah Pekabaran Injil (PI) yang dikembangkan

oleh GPIB, yang menjangkau hingga wilayah-wilayah pelosok dan pedalaman. GPIB juga bekerjasama

dengan gereja dan lembaga PI di luar GPIB. Selain itu juga dikembangkan sistem adopsi, di mana ada

Jemaat-jemaat tertentu yang menjadi sponsor moril, tenaga, maupun materiil bagi jemaat-jemaat P!.

Dalam bidang Oikumene, GPIB terpanggil untuk bisa berjalan bersama-sama dengan gereja-gereja

lain di Indonesia menjawab tantangan dan pergumulan yang ada di Indonesia. Ini sekaligus sebagai

upaya perwujudan gereja Kristen yang Esa di Indonesia. Untuk itu GPIB aktif di wadah Dewan Gereja

Indonesia (DGI), menjadi anggota di Dewan Gereja Dunia (WCC), Dewan Gereja Asia (CCA), juga

Persekutuan Gereja Reform (Protestan) Dunia (WARC). (bersambung...)

(9)

Buku Bahtera Guna Dharma GPIB ini menyajikan sebuah gambaran yang komprehensif dan

utuh mengenai GPIB, mulai dari awal berdirinya tahun 1948 sampai tahun 1980. Bahkan

dalam bagian tertentu disajikan juga mengenai peristiwa sebelum GPIB berdiri. Tidak heran

buku ini bisa menjadi begitu tebal, karena ia tidak hanya menyajikan sejarah GPIB, namun

juga dasar eksistensi GPIB, perangkat organisasi GPIB, panggilan GPIB, hingga pergumulan

yang dihadapi oleh GPIB. Tulisan itu tersebar dalam 7 Bab buku ini.

Pada Bab 1 disajikan mengenai dasar eksistensi (keberadaan) GPIB, terkait dengan

pandangan mengenai ekumenitas, missioner, juga sistem presbiterial sinodal. Penulis buku ini

menunjukkan bahwa eksistensi GPIB adalah multikultural, karena GPIB terdiri dari

orang-orang dnegan latar belakang suku, budaya, dan bahasa yang berbeda. GPIB merupakan

cerminan Indonesia. Maka itu GPIB juga merupakan Gereja Nasional, dalam artian ia hadir

dan bereksistensi di bumi Indonesia untuk menjawab tantangan dan pergumulan yang dialami

oleh bangsa Indonesia.

Bab 2 membahas mengenai Sejarah GPIB. Di mulai dari masa pra-GPIB sejak zaman VOC

abad 17 dalam nama De Indische Kerk yang cenderung mengikuti sistem Gereja Hervormd

Belanda. Di mana gereja saat itu sangat “terikat” kepada pemerintah. Kemudian mulai

muncul kesadaran bahwa gereja perlu lebih mandiri dalam berbagai hal (dana, teologi,

pekerja), maka mulailah di beberapa wilayah dilahirkan gereja-gereja mandiri dari Indische

Kerk (GPI-Gereja Protestan di Indonesia). Tahun 1934 lahir Gereja Masehi Injili di Minahasa

(GMIM); tahun 1935 lahir Gereja Protestan Maluku (GPM); tahun 1947 lahir Gereja Masehi

Injili di Timor (GMIT); dan melalui Proto SInode 1948 lahirlah GPIB.

Sejak saat itu ada beberapa periode yang dilalui GPIB: (1) Periode Peletakan dasar GPIB

(1948-1964), di mana GPIB fokus pada masalah antara lain penggunaan bahasa dalam ibadah

dan pelayanan (Indonesia atau Belanda); (2) Periode Pembangunan Jemaat Misioner

(1964-1974), antara lain terlihat dalam semakin besarnya peran Bidang Pelayanan Khusus (BPK)

dalam lingkup Sinodal maupun Jemaat.; (3) Periode Pembangunan Material dan Masa Depan

GPIB (1974-1978), di mana GPIB semakin memperhatikan aspek ekonomi, finansial, serta

pengembangan asset gereja. Pada masa ini juga terjadi Konsultasi Pendeta Wanita tahun

1977. (bersambung...)

RESUME BUKU 2

(Oleh Vik. Yosua Wahyu Anggoro)

JUDUL

: MEMBINA JEMAAT MISIONER

PENULIS

: D. R. MAITIMOE

PENERBIT/ TAHUN

: BPK GUNUNG MULIA/1984

(10)

Buku ini bisa dikatakan merupakan “kelanjutan” dari buku D. R. Maitimoe sebelumnya, yaitu

Pembangunan Jemaat Misioner. Buku ini bersifat seperti “panduan praktis”, yaitu bagaimana

mengimplementasikan konsep-konsep dalam buku Pembangunan Jemaat Misioner itu dalam

kehidupan sehari-hari. Sekalipun lebih bersifat praktis, namun Maitimoe tetap memulainya

dari pemaparan akan konsep teologis tertentu sebagai dasar dari Jemaat Misioner ini.

Dasar-dasar teologis itu dapat tercermin misalnya dari Yoh. 3:16, yang menunjukkan bahwa

seharusnya Jemaat (Gereja) hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk dunia ini.

Ini dikarenakan karya penyelamatan Allah berlaku untuk dunia dan segenap manusia, bukan

hanya untuk gereja. Maka itu perlu ada pembinaan kepada jemaat yang meliputi berbagai

aspek, seperti ibadah, pelayanan, kesaksian, atau persekutuan sehingga Jemaat bisa memiliki

sifat yang terbuka, luwes, dinamis, kreatif, positif, dan tetap kritis dalam melihat

perkembangan dunia dan masyarakat (Rom. 1:14; Rom. 12:1-2; 1 Kor. 9:19-23).

Setelah memulai dari dasar teologis, Maitimoe juga menyinggung mengenai strategi

missioner yang dikembangkan Kristus yang bisa menjadi dasar dan teladan dalam strategi

Jemaat Misioner, lalu apa-apa saja yang menghambat/memperlambat upaya perwujudan

Jemaat yang Misioner ini, kepemimpinan seperti apa yang perlu dikembangkan dalam Jemaat

Misioner, apa apa saja dinamika konteks yang dijumpai jemaat.

Dari penjelasan di atas, Maitimoe sampai kepada usulan langkah konkret dan praktis dalam

perwujudan Jemaat Misioner itu. Ada 3 langkah dasar dalam upaya membina jemaat yang

missioner ini, yaitu (1) survey, (2) mengenali dan memahami diri, dan (3) rancangan.

Pertama Survey. Survey ini penting dalam kita memahami dan mengenal konteks di mana

jemaat yang missioner itu hendak hidup, tumbuh, dan berkarya. Perumpamaan mengenai

seorang Penabur (Mat 13:1-23; Mark 4:1-20; Luk 8:4-15) yang mengisahkan tentang benih

yang ditaburkan di berbagai jenis tanah sesungguhnya juga menunjukkan bahwa beda jenis

tanah, bisa berbeda tunas bertumbuh. Begitu juga Injil yang dikabarkan bisa tumbuh secara

berbeda tergantung dengan konteks di mana Injil itu diberitakan atau ditaburkan.

Kita perlu melakukan pengamatan (observasi) yang memadai mengenai konteks, melakukan

pengumpulan data, dan menganalisis data atas konteks itu. Dari sini kita bisa memahami

pokok-pokok permasalahan yang secara riil terjadi di dalam konteks, dan kita bisa mencari

tahu bagaimana Injil bisa berbicara dan berperan di dalam permasalahan-permasalahan itu.

Dari sini juga kita bisa tahu bagaimana secara pribadi maupun secara komunal (organisasi)

kita bertindak dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada itu.

Untuk itu dalam bagian ini juga diperlukan bantuan dari tenaga-tenaga ahli dan orang-orang

yang berpengalaman, tidak hanya untuk mengobservasi, namun juga untuk mengumpulkan

data dan melakukan analisis terhadapnya. Sehingga data yang didapat dan hasil olahan data

itu bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu penting juga adanya kesediaan dari Majelis

Jemaat untuk terbuka mempelajari hasil survey itu, dan tidak hanya diam dan betah saja

dengan kondisi dan kebiasaan-kebiasaan yang sudah ada. Karena perlu dipahami juga bahwa

(11)

kegiatan Survey ini bukan sekedar cara manusia memahami konteks, namun juga merupakan

cara Roh Kudus turut berkarya bagi gereja.

Hasil upaya dari observasi, pengumpulan, dan analisis data itu membawa Jemaat kepada

momen yang kedua, yaitu pengenalan dan pemahaman diri (Sumber Daya Jemaat). Maitimoe

menawarkan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Jemaat perlu melihat

dirinya, mencari tahu apa saja kekuatan (strength) dan kelemahan (Weakness) mereka.

Namun mereka juga perlu tahu apa saja kesempatan (Opportunity) yang ada di sekitar

mereka, dan ancaman (Threat) apa yang bisa menghambat mereka.

Pemahaman dan pengenalan diri yang baik mampu mendorong Jemaat untuk berkarya lebih

luas ke luar gereja. Melalui analisis diri yang baik, disertai dengan penelaahan Alkitab,

persekutuan, diskusi, studi, dan pergumulan doa, maka Jemaat akan mampu memiliki sebuah

pemahaman (gambaran) yang tepat dan utuh perihal tugas perutusannya di dunia.

Ketiga, setelah Jemaat sudah melakukan Survey dan melakukan pemahaman dan pengenalan

yang dalam tentang dirinya, yang harus dilakukan adalah melakukan rancangan sebagai

implementasi perwujudan Jemaat yang Misioner. Di sini setidaknya ada 2 hal yang harus

diperhatikan, yaitu [a] motivasi (teologis) dan [b] tujuan (missioner). Kedua hal ini perlu

dimiliki sehingga proses dan arah pembangunan jemaat ini menjadi jelas.

Dalam hal ini secara teknis perlu dibentuk panitia, yang oleh Maitimoe disebut “Panitia

Perencanaan Pembinaan Jemaah Misioner”, yang terdiri dari warga jemaat, para ahli, majelis,

dan/atau pendeta. Panitia inilah yang berfungsi membuat rancangan yang jelas bagaimana

Jemaat Misioner itu hendak diwujudkan, baik dalam program kerja maupun rencana

pembinaan dan persiapan, hingga bagaimana pelaksanaannya dilakukan oleh warga Jemaat.

Agar semua proses dan rencana itu dapat terwujud, juga perlu untuk diperhatikan adalah

pentingnya semua ini dilaksanakan dengan tidak sambil lalu begitu saja namun dilaksanakan

dengan sungguh-sungguh, dengan metode kerja yang baik, dan dengan tekad iman yang kuat.

Dari seluruh hal di atas terlihat bahwa proses ini membentuk 3 pola, yaitu (1) Pola Datang,

yaitu bagaimana melibatkan dan memobilisasi warga jemaat untuk terlibat; (2) Pola Pergi,

yaitu bagaimana gerakan dan karya missioner itu dilakukan kepada dunia (di luar gereja); dan

(3) Pola Pengemban, yaitu bagaimana membina Jemaat menjadi Jemaat yang Misioner. Pada

akhirnya membina Jemaat Misioner ini memiliki tujuan untuk mengembangkan bentuk, cara,

dan pola berjemaat (bergereja) yang relevan dengan konteks, dan bersama-sama dengan yang

lain membangun dunia yang dipenuhi dengan damai sejahtera.

(bersambung...)

RESUME BUKU 2

(Oleh Vik. Yosua Wahyu Anggoro)

JUDUL

: MEMBINA

JEMAAT MISIONER

PENULIS

: D. R. MAITIMOE

PENERBIT/ TAHUN

: BPK GUNUNG MULIA/1984

TEBAL

: 87 HALAMAN

(12)

Tul

isan Maitimoe ini meskipun tipis (87 halaman), namun tetaplah sebuah tulisan yang

berbobot. Karena ia tidak hanya menunjukkan hal-hal praktis, namun juga dasar konseptual

yang baik. Sekalipun dasar konseptual yang lebih komprehensif ada di buku yang

sebelumnya, yaitu Pembangunan Jemaat Misioner. Sekalipun demikian ada catatan yang

menurut saya penting untuk diperhatikan terkait dengan konsep yang dijabarkan Maitimoe.

Dalam Bab 2 mengenai Membina Pertumbuhan Jemaah, Maitimoe menjadikan peristiwa

Pentakosta dalam Kisah Para Rasul sebagai contoh, di mana dalam waktu singkat ada 3000

jiwa baru yang menjadi anggota jemaat. Dan memang, sekalipun Maitimoe menekanan

pentingnya kualitas karya pelayanan, namun ia juga melihat pentingnya pertambahan

kuantitas anggota jemaat. Yaitu bahwa Injil yang diberitakan perlu juga untuk menambah

anggota jemaat. Penginjilan perlu dilakukan baik kepada orang Kristen lama maupun

generasi Kristen baru.

Menurut saya, bagian ini perlu kita lihat secara hati-hati. Kecenderungan Gereja untuk

menambah jumlah anggota dalam praktiknya seringkali justru menyinggung kebersamaan

dengan orang lain, baik sesama Gereja maupun orang-orang non Gereja. Tak bisa dipungkiri

salah satu persoalan Ekumenis di Indonesia adalah persoalan “curi domba”. Bagaimana satu

gereja menambah jumlah anggota gerejanya dengan “mengambilnya” dari gereja lain. Hal ini

sering menimbulkan ketegangan antar gereja.

Belum lagi dengan kecurigaan dan cap “Kristenisasi” yang tidak jarang dicetuskan oleh

orang-orang kepada Gereja yang melakukan pelayanan masyarakat. Akibatnya banyak

penolakan-penolakan yang dilakukan kepada gereja, dan menimbulkan kericuhan antar umat

beragama. Gereja bukan membawa damai sejahtera namun justru menjadi sumber keributan!

Untuk itulah kita perlu melihat kembali secara kritis mengenai pemahaman dan motivasi

mengenai kuantitas anggota gereja sebagai salah satu tolok ukur utama dalam pertumbuhan

jemaat.

Maitimoe sendiri sesungguhnya menyadari bahaya akan hal ini, maka itu dalam tulisan ini ia

juga mengatakan bahwa “pelipatgandaan jumlah warga gereja (baru) tidak merupakan

satu-satunya ukuran berhasilnya … Jemaah missioner” (hal. 23). Akan tetapi dalam keseluruhan

tulisannya, terlihat seolah ia keukeuh dengan pemahaman bahwa kuantitas dan angka

merupakan hal yang penting, setidaknya sebagai umpan balik bagi strategi yang akan

dikembangkan ke depan. Karena dalam strategi Kristus sendiri, menurut Maitimoe,

pelipatgandaan jemaat juga merupakan salah satu yang menonjol. Pertanyaannya, benarkah

demikian? Mari kita lihat kembali.

Dalam Matius 18:20 Yesus berkata: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam

nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka”. Ayat ini mau menunjukkan bahwa

dalam jumlah yang sedikit sekalipun, Tuhan berkenan hadir. Ini menunjukkan bahwa jumlah

yang lebih banyak tidak berarti lebih baik daripada jumlah yang sedikit. Sedikit asalkan

disertai dengan kualitas yang baik itulah yang diterima Yesus. Ini senada dengan kisah

(13)

persembahan seorang janda miskin (Markus 12:41-44; Lukas 21:1-4), di mana janda ini

hanya memberikan persembahan 2 peser, sedikit dari segi jumlah, tapi dari segi nilai dan

kualitas persembahannya lebih besar dari siapapun.

Tidak hanya itu saja, dalam kehidupan-Nya, bukan berarti Yesus selalu senang dan

menyambut dengan terbuka jika ada orang yang ingin menjadi pengikutNya. Dalam Lukas

9:57-62 menunjukkan bagaimana ada orang yang ingin mengikut Yesus, namun ingin

mengubur bapaknya dahulu dan juga ada yang ingin pamitan dengan keluarganya, dan

kepada keduanya Yesus justru menyampaikan kritikan yang pedas. Apa artinya? Ini

menunjukkan bahwa Yesus tidak mengutamakan penambahan jumlah (kuantitas)

pengikutNya, namun Ia lebih memperhatikan dan mengutamakan kualitas diri seseorang.

Demikianlah hendaknya Jemaat yang Misioner dalam melakukan karya misi kepada dunia

tidak memiliki motivasi dan tujuan pertama-tama untuk menambah jumlah anggota, tapi

fokus kepada bagaimana karya misi itu bisa meningkatkan kualitas kehidupan. Bukan hanya

kualitas orang lain, namun juga kualitas diri sendiri.

Sumbangsih Pemikiran Maitimoe bagi Kehidupan Gereja saat Ini

Pertama, Maitimoe menunjukkan kepada gereja mengenai pentingnya memahami dan

mengenali konteks di mana gereja itu hidup. Pertanyaan-pertanyaan seperti: apa saja

permasalahan sosial yang ada di sekitar sini? Apa yang masih kurang di lingkungan ini?

Siapa-siapa saja yang hidup di sini? Dan pertanyaan yang sejenis perlu diajukan. Observasi

dan analisis diperlukan supaya karya misi yang hendak dilakukan menjadi tepat, kabar

sukacita (Injil) yang ditaburkan pun bisa tumbuh.

Kedua, sebagaimana memahami konteks, Maitimoe juga menunjukkan betapa gereja juga

perlu memahami dan mengenal dirinya sendiri. Gereja perlu mengajukan

pertanyaan-pertanyaan seperti: Apa saja kekuatan dan kelebihan yang dimiliki gereja ini? Apa saja

kekurangannya? Apa saja masalah yang dihadapinya? Peluang dan kesempatan apa yang

dimiliki gereja? Ini penting agar Jemaat bisa bertumbuh ke arah yang tepat.

Kedua hal di atas menjadi penting dan dapat terlihat hasilnya ketika gereja membuat Rencana

Program dan Kegiatan. Program dan kegiatan gereja akan memiliki tujuan yang jelas, tepat

sasaran, dan dapat meningkatkan kualitas kehidupan berjemaat, jika kedua hal di atas

(mengenali konteks dan diri sendiri) bisa dilakukan dengan baik. Namun jika kedua hal di

atas tidak dilakukan dengan baik, besar kemungkinan program dan kegiatan gereja hanya

sekedar rutinitas saja, hanya mengulang program dari tahun-tahun sebelumnya, dan tidak

mampu meningkatkan kualitas hidup berjemaat.

Selesai...

(14)

Resume Buku

Judul

: Pembangunan Jemaat Misioner

Penulis

: D. R. Maitimoe

Tahun Terbit : 1978

Penerbit

: BPK Gunung Mulia

Tebal

: 396 halaman (dengan Daftar Pustaka)

Oleh Vik. Yosua Wahyu Anggoro

Prinsip ketiga sebagai kelanjutan dari prinsip-prinsip di atas adalah perlunya “pengerahan oleh

pimpinan jemaat sendiri”. Ketika disadari mengenai pentingnya pera warga jemaat dalam

pembangunan jemaat missioner ini, maka timbul pertanyaan terkait peran pendeta. Di manakah peran

pendeta? Masih adakah peran pendeta dalam konsep jemaat yang missioner ini? Jawabannya ada.

Menurut Maitimoe, peran dan fungsi pendeta adalah dalam hal [1] fungsi (me)motivasi (warga gereja);

[2] fungsi refleksi (teologis) secara kristis; dan [3] fungsi pembinaan warga gereja. Bagi Maitimoe,

ketiga fungsi ini sangatlah vital dalam sebuah jemaat missioner. Konsep tradisional tentang pendeta

sebagai “wakil Kristus” yang menempatkan pendeta seolah lebih tinggi dari umat (warga jemaat) harus

dihilangkan. Lebih lanjut Maitimoe menyampaikan: “para pendeta adalah mereka yang ditugaskan

dari antara warga gereja untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu … Pendeta tidak mengambil alih

tugas warga gereja, atau meniadakan tugas warga gereja”. (hal. 251)

Dalam hal ini disadari perlunya seorang pendeta memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, dan

itu perlu dipersiapkan sejak masa studi teologi. Dengan kepemimpinan yang baik, pendeta akan

mampu menjalani ketiga fungsi di atas dengan baik. Dengan motivasi dan pembinaan yang tepat, akan

banyak warga gereja yang bisa menjadi pemimpin-pemimpin baik dalam taraf fungsional, kategorial,

maupun regional dan di mana-mana mereka hidup.

Prinsip keempat yaitu “pengerahan untuk mencapai keseluruhan sasaran”. Di sini hal yang

mendasarinya adalah kasih Allah, sebagaimana yang diungkapkan Yohanes 3:16. Maka itu pelayanan

dan kesaksian yang dilakukan harus mampu menjangkau seluruh lapisan manusia (masyarakat) di

manapun dan siapapun, dan bahkan menjangkau berbagai aspek dalam manusia itu, seperti aspek

jasmani, rohani, bahkan sosial. Mahasiswa, karyawan, para pejabat, pegawai militer, petani, nelayan,

bahkan sampai para tahanan harus bisa dijangkau oleh pelayanan dan kesaksian jemaat yang

missioner. Demikianlah Injil tersebut harus diberitakan agar bisa dilakukan, dipraktekkan, dan

diimplementasikan.

Selain keempat prinsip-prinsip tersebut, salah satu hal yang juga vital untuk keberlangsungan

pembangunan jemaat missioner ini adalah perlunya pembinaan yang terus-menerus dan bersifat

menyeluruh, baik kepada warga jemaat manupun kepada para pemimpin di jemaat. Mulai dari

pengenalan akan talenta-talenta pribadi dan bagaimana itu digunakan sebagai penunjang kehidupan

(15)

pelayanan dan kesaksian, pemahaman yang benar tentang Missio Dei, sampai kepada perubahan yang

terus menerus terjadi di dalam konteks kehidupan, semua itu merupakan bagian dari pembinaan.

Bersambung…….

Resume Buku

Judul

: Pembangunan Jemaat Misioner

Penulis

: D. R. Maitimoe

Tahun Terbit : 1978

Penerbit

: BPK Gunung Mulia

Tebal

: 396 halaman (dengan Daftar Pustaka)

Oleh Vik. Yosua Wahyu Anggoro

Catatan-Catatan terhadap Pemikiran Maitimoe

Tulisan Maitimoe ini sangat menarik karena ia berulang kali menekankan akan pentingnya gereja

menjangkau manusia di manapun dan apapun latar belakang fungsinya. Bahkan dalam beberapa

kesempatan ia memberikan pemikiran yang cukup “berani” mengenai pembentukan Jemaat yang tidak

hanya berdasarkan wilayah atau residen, namun juga Jemaat berdasarkan fungsi atau kategorial. Ini

menunjukkan keprihatinannya akan manusia dalam konteks riil Indonesia.

Akan tetapi ini juga yang menjadi catatan bahwa Maitimoe terlalu melihat manusia “hanya” sebatas

pada fungsi dan kategorinya saja (petani, ABRI, buruh, mahasiswa, dsb.). Ia secara spesifik belum

membahas mengenai masalah konteks manusia secara luas seperti kemiskinan, kepelbagaian agama,

dan sebagainya. Demikian juga disadari bahwa Maitimoe terlalu menekankan karya pelayanan dan

kesaksian hanya kepada “manusia”. Meskipun ia membahas soal “ta panta”, yaitu bahwa sasaran Injil

itu harus menjangkau “semua” tanpa terkecuali, ia tidak membahas lebih dalam mengenai pentingnya

proklamasi Injil juga disampaikan kepada sesama ciptaan non-manusia.

Dalam hal ini pendapat E. G. Singgih bisa memperlengkapi. Singgih menunjukkan bahwa dalam

konteks Indonesia, gereja yang kontekstual adalah gereja yang sadar dengan akan realita konteks

terkait lima hal: kepelbagaian agama, kemiskinan yang parah, penderitaan, ketidakadilan (termasuk

ketidakadilan gender), dan kerusakan ekologis. (Singgih; 2004) Empat dari lima konteks di atas

berbicara mengenai kemanusiaan dan segala permasalahan yang terkait padanya. Juga Singgih

“menambahkan” satu konteks yang berbicara jauh melampaui kemanusiaan: kerusakan ekologis.

Pembakaran dan pembabatan hutan secara serampangan, polusi udara di mana-mana, juga pemanasan

global merupakan contoh nyata betapa kerusakan ekologis semakin parah seiring dengan

perkembangan zaman. Ini menunjukkan bahwa adalah tugas gereja juga untuk menyadari akan konteks

ini dan turut serta dalam upaya menjaga dan melestarikannya sebagai sesama ciptaan Allah.

Perlunya gereja mengembangkan panggilan tugasnya di dunia kepada ciptaan secara lebih luas juga

sesuai dengan amanat Yesus dalam Markus 16:15. Di sana murid-murid diminta untuk memberitakan

Injil kepada “segala makhluk”. Kata makhluk di sana berasal dari bahasa Yunani ktisis yang berarti

hasil karya ciptaan Allah secara utuh; bisa manusia dan juga alam dan lingkungan. Ini menunjukkan

betapa alam dan lingkungan perlu menjadi sasaran dan teman yang disapa gereja yang kepadanya juga

(16)

diupayakan Injil (kesukacitaan) dan kesejahteraan untuk menjalani hidupnya di dunia. Dengan

demikian gereja akan sadar dengan konteks kehidupannya saat ini yang memanggilnya untuk

menjalankan tugas secara holistik.

Akan tetapi di sini juga perlu disadari bahwa ketika Maitimoe penulis buku ini (1978), belum muncul

kesadaran dan keprihatinan yang besar mengenai kerusakan alam dan permasalahan manusia

sebagaimana yang dipaparkan Singgih di atas. Di sinilah pemikiran Singgih ini akan mampu

memperlengkapi konsep pembangunan jemaat missioner yang dipaparkan Maitimoe. Dengan adanya

kesadaran akan permasalahan konteks Indonesia secara faktual, ide pembangunan jemaat missioner

yang dipaparkan Maitimoe akan menjadi lebih hidup dan lebih tepat konteks. Gereja akan tahu dengan

jelas kemana arah pelayanan dan kesaksian itu bisa diarahkan.

Sumbangsih Pemikiran Maitimoe bagi Kehidupan Bergereja Saat Ini

Pertama. Konsep pembangunan jemaat missioner Maitimoe sangat menekankan akan gereja yang

mau keluar dari temboknya untuk menjangkau dunia dan masyarakat. Gereja tidak bisa hanya diam

mengurusi dirinya sendiri. Pemahaman ini mengingatkan kita saat ini untuk mau terbuka mengadakan

program-program gereja yang bisa menjangkau masyarakat. Pelayanan kepada dunia dan masyarakat

harus ditingkatkan, dan tidak bisa hanya dianggap sambil lalu saja.

Untuk merealisasikan hal ini diperlukan struktur gereja yang lebih fleksibel sebagaimana tercermin di

gereja zaman Perjanjian Baru. Gereja juga bisa bekerjasama dengan gereja-gereja lain dalam

melakukan pelayanan dan kesaksian ini. Ini sekaligus bentuk mewujudkan keesaan gereja.

Kedua, konsep Pembangunan Jemaat Misioner ini sangat tergantung kepada peran warga jemaat.

Warga jemaat tidak bisa hanya pasif, atau merasa cukup dengan hadir dalam ibadah Minggu. Lebih

dari itu, warga jemaat diharapkan untuk mau terlibat

aktif dalam upaya memberitakan Injil melalui

kata dan karya. Warga jemaatlah tulang punggung dan ujung tombak gereja, karena tanpa warga

jemaat gereja akan tidak berfungsi. Tugas pendeta sebagaimana dipaparkan Maitimoe, adalah dalam

hal motivasi, refleksi, dan pembinaan.

Selebihnya, yang merancang, bergerak, dan mewujudkan serta

merealisasikannya, adalah warga jemaat!

Maka itu hendaknya warga jemaat memanfaatkan sarana-sarana yang tersedia, seperti Pelayanan

Kategorial, Komisi, atau pelayanan-pellayanan tertentu, sebagai wadah melaksanakan panggilan dan

pengutusan Allah dan upaya mewujudkan suatu Jemaat yang missioner.

(17)

Selesai...

HASIL PERTEMUAN TEAM PENGKAJIAN PENDEWASAAN DAN PELEMBAGAAN GPIB GALILEA CILACAP

 Dasar Program Kerja GPIB Galilea Cilacap Tahun 2016 – 2017 No Program 8010.06 tentang Pendewasaan dan Pelembagaan Jemaat GPIB Galilea Cilacap.

 Sehubungan dengan hal tersebut telah dibentuk Team Pengkajian Pendewasaan dan Pelembagaan Jemaat GPIB Galilea Cilacap.

 Team dimaksud akan mengkaji apakah GPIB Galilea Cilacap sudah memenuhi syarat menjadi 2 Bakal Jemaat dengan mempertimbangkan pertumbuhan Jemaat, efisiensi pelayanan dan persyaratan yang ditetrapkan.

 Pengumuman ini diwartakan mulai tanggal 21 Agustus sampai dengan 11 September 2016.  Pada tanggal 18 September 2016 akan dibuat angket bagi Warga Jemaat.

(18)

SUSUNAN PANITIA PELAKSANA HUT GPIB, NATAL 2016 DAN PASKAH 2017

Berdasarkan Program Kerja Majelis Jemaat Tahun 2016 – 2017, Rapat PHMJ tanggal 20 Mei 2016, Rapat PHMJ tanggal 10 Juli 2016, Rapat PHMJ beserta Jemaat Tanggal 26 Juli dan Surat Keputusan Majelis Jemaat GPIB Galilea Cilacap Nomor : 054/07.16/MJGC(02)/Kpts tertanggal 28 Juli 2016 telah terbentuk Susunan Panitia HUT GPIB, Natal 2016 dan Paskah 2016 sebagai berikut

SUSUNAN PANITIA PELAKSANA HUT GPIB, NATAL 2016 DAN PASKAH 2017

Penanggung Jawab : Majelis Jemaat GPIB “ Galilea “ Cilacap

 Penasehat : PHMJ GPIB” Galilea “ Cilacap

 Ketua : Ibu KETY SUSIANA MANABUNG - MAIT

 Sekretaris : Ibu MELIWATI ANDRIS - MARPAUNG

 Bendahara : Ibu ISADORA SARTONO - DJAWAMATA

 Seksi – seksi :

Acara ‘ Lomba & Ibadah : Vik. YOSUA WAHYU ANGGORO, S.Si ( Koordinator )

Ibu SANDRA LUMBA – NIKIJULUW Ibu ELIZABETH PIAY

Bpk. YOHANES TAMBUNAN Sdr. GARRY SAPULETTE Sdri. DUNIE ANATON SARTONO

Usaha Dana : Ibu LILY SAPULETTE ( Koordinator )

Ibu HERNAWATI WATTIHELUW Ibu IRA BARUS

Bpk. YANEMAN ANDRIS

Konsumsi : Ibu JENNY HUTABARAT - SIPAHUTAR ( Koordinator )

Ibu HANNA DWI KRISTIANI ANTON Ibu RENNY JHONY - DHARMA Ibu IDA FITRIA PIAY

Ibu IHDA RAHMA BUDY PRAYITNO Ibu NENY TRIAGUSTINI WATTIMENA Ibu NOVI PRISCILLA TETENGEAN Ibu BUDI WEKEN

Ibu SAMINI NOYA

Ibu NORIE MANUHUTU - RANSUN

Perlengkapan & : Bpk. JHONY ( Koordinator )

Dekorasi&Transportasi Bpk. RENDIKA WOWOR

Bpk. YOHANES ASTIONO Sdr. ROY PASARIBU Sdr. DENELVY FRANLY Sdri. AVE SHANIA CHRIESTIN Sdri. UTRICIA WOWOR Sdri. IMELDA NATALIA

Dokumentasi/Publikasi : Bpk. BAMBANG SETYABUDI ( Koordinator )

Bpk. TONNY ITRAN Sdr. SADRAKH YASUA PIAY Sdr. IMMANUEL TYTO SIHOMBING

Keamanan : Bpk. YUDI M. BOWARD ( Koordinator)

Bpk. ANDREAS PURWANTO Bpk. HERMAN BALOTO

(19)

SUSUNAN PENGURUS PGIS KABUPATEN CILACAP

MASA PELAYANAN 2016 – 2018

Berdasarkan Surat dari PGIS Kabupaten Cilacap nomor : 006/Pemb.Pgrs/PGIS/08.2016, perihal Susunan Pengurus PGIS Kabupaten Cilacap Masa Pelayanan Tahun 2016 – 2018 dan yang akan di Lantik pada hari Jum’at, 12 Agustus 2016 pukul 17.00 WIB bertempat di Gereja Kristen Jawa Jl. Dr. Wahidin No. 36 – 38 Cilacap, dengan Susunan sebagai berikut :

Penanggung Jawab : Pendeta – Pendeta di Lingkup PGIS Kab. Cilacap

 Ketua : Pdt. KHONSELMAN RADJABAYCOLLE, S.Si (GKJ Cilacap)

 Wakil Ketua : Pnt. ARI SULISTIYANTO (GKJ Cilacap)

 Sekretaris : 1. Pnt. H. YANCE KAYADU (GPIB Cilacap)

: 2. Pnt. KURNIA PANTJA KUMBUL (GKI Cilacap)

 Bendahara : 1. Pnt. RUMI RACHMAWATI (GKJ Citara)

: 2. Pnt. SUHERI (GKI Cilacap)

 Anggota : 1. Pnt. SUWARDI (GKJ Cilacap)

: 2. Pnt. HENDRO JOKO (GKJ Citara)

: 3. Dkn. STEPANUS KALE (GPIB Cilacap)

: 4. Pnt. ENDANG SUMARDANI (GKI Cilacap)

: 5. Pnt. St. MARTIN HUTAGALUNG (HKBP Cilacap)

(20)

NO NAMA 06.00 09.00 17.00

I II III IV V I II III IV I II III IV V AGUSTUS

1 Sdri. Meli Nongkang 2 Sdr. Vega Baloto 3 Sdr. Rinto Pasaribu 4 Sdr. Sadrakh Y. Piay 5 Ibu Reta Budianto 6 Bpk. Tonny Itran 7 Sdri. Imelda Natalia 8 Sdr.Aditya Wattiheluw 9 Sdr. Roy Pasaribu 10 Sdr. David Noya 11 Sdr. Frans 12 Sdri. Mitariana SEPTEMBER 1 Sdri. Mitariana 2 Sdri. Meli Nongkang 3 Sdr. Vega Baloto 4 Sdr. Rinto Pasaribu 5 Sdr. Sadrakh Y. Piay 6 Ibu Reta Budianto 7 Bpk. Tonny Itran 8 Sdri. Imelda Natalia 9 Sdr.Aditya Wattiheluw 10 Sdr. Roy Pasaribu 11 Sdr. David Noya 12 Sdr. Frans OKTOBER 1 Sdri. Mitariana 2 Sdri. Meli Nongkang 3 Sdr. Vega Baloto 4 Sdr. Rinto Pasaribu 5 Sdr. Sadrakh Y. Piay 6 Ibu Reta Budianto 7 Bpk. Tonny Itran 8 Sdri. Imelda Natalia 9 Sdr.Aditya Wattiheluw 10 Sdr. Roy Pasaribu 11 Sdr. David Noya 12 Sdr. Frans NOVEMBER 1 Sdri. Mitariana 2 Sdri. Meli Nongkang 3 Sdr. Vega Baloto 4 Sdr. Rinto Pasaribu 5 Sdr. Sadrakh Y. Piay 6 Ibu Reta Budianto 7 Bpk. Tonny Itran 8 Sdri. Imelda Natalia 9 Sdr.Aditya Wattiheluw 10 Sdr. Roy Pasaribu 11 Sdr. David Noya 12 Sdr. Frans

(21)

+7+ +8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+7+ +8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+ +1

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+7+ +8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+7+ +8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+7+ +8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+7+ +8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+7+ +8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

+8+ +9+ +10+ +11+ +8+ +9+ +10+ +11+ +12+ +8+ +9+ +10+ +11+

(22)

PENGUCAPAN SYUKUR

PENGUTUSAN

ROMA 12 : 1 – 2

1 PETRUS 5 : 6 – 7

ROMA 12 : 9

EFESUS 6 : 10 – 11, 19

MALIAKHI 3 : 10

ROMA 15 : 13

AMSAL 3 : 9 – 10

WAHYU 3 : 3 – 6

2 KORINTUS 8 : 9

IBRANI 13 : 5

2 KORINTUS 8 : 12 – 13

KOLOSE 3 : 15

2 KORINTUS 9 : 11 – 12

YAKOBUS 1 : 12

YOHANES 3 : 16

1 TESALONIKA 5 : 16 – 18

1 TESALONIKA 5 : 18

MATIUS 7 : 21

IBRANI 13 : 15 – 16

YOSUA 1 : 9

RATAPAN 3 : 22 – 23

ROMA 8 : 28

MAZMUR 96 : 8

MATIUS 5 : 16

MATIUS 5 : 7 – 9

IBRANI 12 : 5b – 6

WAHYU 3 : 19

BERKAT

YESAYA 41 : 10

Minggu I & V – BILANGAN 6 : 24 - 26

FILIPI 4 : 6

Minggu II – EFESUS 6 : 23 – 24

YOHANES 15 : 4

Minggu III – 1 PETRUS 5 : 10a

IBRANI 10 : 38 – 39

Minggu IV – 2 KORINTUS 13 : 13

KISAH PARA RASUL 4 : 12

KOLOSE 2 : 6 – 7

VOTUM & SALAM

YAKOBUS 4 : 7 – 8a

GALATIA 1 : 3 – 5

1 TIMOTIUS 1 : 2b

TITUS 1 : 4

2 PETRUS 1 : 2

2 YOHANES 3

YUDAS 1 : 2

WAHYU 1 : 4 - 5

(23)

JADWAL KEGIATAN

1. Tanggal 19 Maret 2016

-

Presentasi

Khotbah

anak

Katekisasi

dan Penggembalaan.

2. Tanggal 21 Maret 2016

-

POKJA

3. Tanggal 27 Maret 2016

-

Ibadah Presbiter dan keluarga

4. Tanggal 28 Maret 2016

-

Ibadah Misioner - GP

5. Tanggal 29 Maret 2016

-

Persiapan Presbiter dan

Pengensahan Program

Minggu, 13 Maret 2016 :

Tugas Baca Alkitab :

1. Pukul 06.00 WIB Gereja Jl. Pisang -

Debora Novita Saiya

2. Pukul 09.00 WIB Gereja Jl. Rinjani -

Palti Bistok Yosea

Silitonga

3. Pukul 17.00 WIB Gereja Jl. Pisang -

Novia Marga Rini

Tugas Pembawa Kantong Kolekte :

1. Pukul 06.00 WIB Gereja Jl. Pisang -

Bill Yesyurun

Priwidodo

LLesly

2. Pukul 09.00 WIB Gereja Jl. Rinjani -

Paulina Ayu Hastari

Julian Thomas Surya

3. Pukul 17.00 WIB Gereja Jl. Pisang -

Rianita Dian Prasasti

Harnita Dwi Oktavani

(24)

PEMENANG LOMBA HUT GPIB KE 67

Dalam rangka HUT GPIB ke 67 Panitia Pelaksana telah melaksanakan Lomba – lomba pada acara Ibadah Padang di Nusakambangan pada tanggal 14 Oktober 2015. Hadiah Lomba akan dibagikan pada Ibadah Penyegaran Iman pada hari rabu, 04 Nopember 2015. Sebagai Pemenang Lomba adalah sebagai berikut :

LOMBA GERAK DAN LAGU : JUARA 1 : SEKTOR III JUARA 2 : SEKTOR IV JUARA 3 : SEKTOR I JUARA 4 : SEKTOR II

LOMBA CERDAS CERMAT ALKITAB : JUARA 1 : SEKTOR I JUARA 2 : SEKTOR IV JUARA 3 : SEKTOR III JUARA 4 : SEKTOR II

LOMBA SEPAK BOLA PANTAI JUARA 1 : SEKTOR I JUARA 2 : SEKTOR III JUARA 3 : SEKTOR II JUARA 4 : SEKTOR IV

JUARA UMUM ADALAH SEKTOR I ( SATU)

(25)

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN

SEBAGAI KEPUTUSAN GEREJAWI

PENGANTAR

Sebuah keputusan gerejawi yang ditetapkan dalam Persidangan Sinode atau Persidangan

Sinode Istimewa atau Persidangan Sinode Tahunan adalah hasil pergumulan dan keputusan

bersama jemaat-jemaat melalui para presbiter yang diutus ke Persidangan. Karena itu sebuah

keputusan gerejawi yang ditetapkan dalam Persidangan Sinode atau Persidangan Sinode

Istimewa atau Persidangan Sinode Tahunan, mengikat sekalian warga jemaat dan

jemaat-jemaat GPIB. Artinya Ketetapan Persidangan Sinode itu harus diberlakukan di seluruh jajaran

pelayanan GPIB di tingkat sinodal maupun di tingkat jemaat dan harus ditaati oleh sekalian

presbiter dan warga jemaat.

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN SEBAGAI SEBUAH UNGKAPAN SYUKUR KEPADA TUHAN

1. Persidangan Sinode telah menetapkan bahwa salah satu sumber penerimaan gereja di

tingkat jemaat adalah persembahan warga gereja, yaitu : (a) persembahan persepuluhan

sebagai persembahan wajib, (b) persembahan syukur (khusus), (c) persembahan

sukarela yang disampaikan dalam ibadah-ibadah jemaat. Dan salah satu penerimaan

gereja di tingkat sinodal adalah persembahan jemaat, yaitu : (a) persembahan persepuluhan

bulanan dari jemaat-jemaat sebagai persembahan wajib.

2. Persembahan warga jemaat sesungguhnya adalah ‘ungkapan syukur’ kepada Tuhan atas

pemeliharaan Tuhan dan berkat-berkat Tuhan yang dialami dalam kehidupan pribadi maupun

bersama keluarga. Karena itu persembahan warga gereja harus diberikan bukan dengan

terpaksa atau karena dipaksa, tetapi dengan hati penuh sukacita karena mengucap syukur

kepada Tuhan. Seperti yang dilakukan raja Daud ketika memberi persembahan untuk

pembangunan Bait Suci di Yerusalem. Daud berkata : “Sekarang ya Allah kami, kami

bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. Sebab siapakah aku ini dan

siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini?

Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang

kami berikan kepada-Mu” (1 Tawarikh 29 : 13 – 14).

Juga seperti yang dilakukan warga gereja di Makedonia ketika mereka memberikan

persembahan untuk membantu warga gereja di Yerusalem yang sedang dilanda bencana

kelaparan (2 Korintus 8 : 1 – 3).

3. Ada berbagai macam persembahan yang harus bangsa Israel berikan sehubungan dengan

ibadah kepada Allah. Pertama, persembahan dalam bentuk korban sembelihan, yaitu :

korban bakaran ( Imamat 1 : 1 – 17 ), korban sajian ( Imamat 2 : 1 – 16 ), korban keselamatan

( Imamat 3 : 1 – 17 ), korban penghapus dosa ( Imamat 4 : 1 – 5 : 13 ), korban penebus salah (

Imamat 5: 4–6 :7 ), Kedua, persembahan dalam bentuk ‘bukan korban sembelihan’, yaitu :

persembahan khusus ( Keluaran 25 : 1 – 8 ), persembahan pentahbisan mezbah ( Bilangan 7 :

11 – 14 ).

(26)

Mengenai Persembahan Persepuluhan, kitab Bilangan 18 : 20 – 21 mengatakan : “Tuhan

berfirman kepada Harun, di negeri mereka engkau tidak akan mendapat milik pusaka dan

tidak akan memperoleh bagian di tengah-tengah mereka.

+7+

Akulah bagianmu dan milik pusakamu di tengah-tengah orang Israel. Mengenai bani Lewi,

sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang

Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan

pada Kemah Pertemuan”. Persembahan Persepuluhan yang orang Israel persembahkan

kepada Tuhan, adalah milik Tuhan. Tuhan memberikan Persembahan Persepuluhan yang telah

menjadi milik-Nya kepada orang-orang Lewi untuk menjadi milik mereka (lihat juga Nehemia

10 : 37; 12 : 44). Sebaliknya, orang Lewi juga diharuskan memberikan Persembahan

Persepuluhan dari Persembahan Persepuluhan yang mereka terima (Bilangan 18 : 26).

Kewajiban memberikan Persembahan Persepuluhan ternyata sudah dipraktekan sejak lama.

Setelah Abraham (nama sebelumnya : Abram) mengalahkan musuh-musuhnya dan ia

diberkati oleh Melkisedek, Abraham memberikan Persembahan Persepuluhan kepada

Melkisedek (Kejadian 14 : 17 – 20). Sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang setia

menjaga dan memeliharanya, Yakub berjanji akan memberikan Persembahan Persepuluhan

kepada Allah (Kejadian 28 : 18 – 22). Persembahan persepuluhan itu tidak hanya berupa hasil

pertanian, tetapi juga berupa korban sembelihan (Imamat 27 : 30 – 32).

Raja Hizkia dari kerajaan Yehuda tidak hanya memerintahkan bangsa Israel supaya mereka

membayar Persembahan Persepuluhan kepada Allah, tetapi raja Hizkia juga mengatur

pengumpulan dan pendistribusian Persembahan Persepuluhan itu. Raja Hizkia sendiri juga

memberikan Persembahan Persepuluhan kepada Allah (2 Tawarikh 31). Nehemia juga bahwa

dalam ketaatan kepada Allah dan firman-Nya yang disampaikan dalam Hukum Taurat,

melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh raja Hizkia, yaitu memerintahkan

bangsa Israel supaya mereka membayar Persembahan Persepuluhan kepada Allah (Nehemia

13). Penulis surat Ibrani juga menyampaikan kepada orang-orang Kristen penerima surat

Ibrani tentang kewajiban memberikan Persembahan Persepuluhan (Ibrani 7 : 8 – 9).

Memberikan Persembahan Persepuluhan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar,

karena itu adalah perintah Tuhan. Kita tidak akan pernah kekurangan apalagi menjadi miskin

karena memberikan persembahan persepuluhan. Melalui nabi Maleakhi Tuhan menegaskan

kepada umat-Nya bahwa mereka tidak akan pernah kekurangan apalagi menjadi miskin

karena memberikan persembahan persepuluhan (Maleakhi 3 : 10 – 13).

4. Persembahan persepuluhan bukan ‘pajak penghasilan’ yang harus umat bayar kepada Tuhan,

melainkan adalah ‘ungkapan syukur’ umat kepada Tuhan atas berkat yang Tuhan berikan

melalui kerja atau usaha. Jadi Persembahan Persepuluhan diberikan dari hasil kerja atau

hasil usaha umat termasuk upah (gaji/honorarium) dan bukan modal kerja. Umat

memberikannya kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur untuk menopang pelayanan gereja

(gereja lokal) dimana ia terdaftar sebagai anggota. Dalam hal ini, para pendeta sebagai

Pelayan Firman dan Sakramen juga harus memberikan Persembahan Persepuluhan sebagai

ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat yang Tuhan berikan melalui pelayanan yang ia

kerjakan (gaji atau honorarium).

Jemaat-jemaat sebagai gereja lokal juga punya kewajiban untuk menopang pelayanan gereja

di tingkat sinodal dengan memberikan Persembahan Persepuluhan setiap bulan kepada

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :