• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN TRANSMISI KAMERA DIGITAL DI UDARA UNTUK MEDIA LAPORAN BERITA LALU LINTAS DI JALAN RAYA MENGGUNAKAN AEROMODELLING REMOTE CONTROL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN TRANSMISI KAMERA DIGITAL DI UDARA UNTUK MEDIA LAPORAN BERITA LALU LINTAS DI JALAN RAYA MENGGUNAKAN AEROMODELLING REMOTE CONTROL"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN TRANSMISI KAMERA DIGITAL DI UDARA UNTUK MEDIA

LAPORAN BERITA LALU LINTAS DI JALAN RAYA MENGGUNAKAN

AEROMODELLING REMOTE CONTROL

NASKAH PUBLIKASI

diajukan oleh

Nanda Gilang Yudha Pratama

11.11.4788

kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

AMIKOM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2015

(2)
(3)

1

PERANCANGAN TRANSMISI KAMERA DIGITAL DI UDARA UNTUK MEDIA

LAPORAN BERITA LALU LINTAS DI JALAN RAYA MENGGUNAKAN

AEROMODELLING REMOTE CONTROL

Nanda Gilan Yudha Pratama

1)

, Melwin Syafrizal

2)

,

1)

Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta

2)

Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta

Jl Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55283

Email : [email protected]1)

, [email protected]) Abstract - The remote-control aeromodelling design

using digital camera for traffic news is a tool which is designed to take picture or video from above using digital camera as a support device, to help operator notices how the traffics are from above.

The device itself is made of a flyable-camera so that it's unnecessary to hire a plane or helicopter for taking picture or video. Nowadays, the technology developmets arise rapidly especially smartphone.

By using this device, people will be informed about the traffic news through twitter. Based on the real situation of the lack of traffic news with no picture/video from above, we present a remote control aeromodelling device using digital camera, so that it will increase accuracy of the traffic news presenting picture or video taken by cameraman. Further, news maker delivers the traffic news through twitter.

Keywords: Remote Control Aeromodelling, Digital Camera, News, Twitter

1. Pendahuluan 1.1.Latar Belakang

Perancangan Aeromodelling Remote Control Menggunakan Kamera Digital Untuk Media Laporan Berita Lalu Lintas Di Jalan Raya adalah sebuah alat yang dibuat untuk mengambil sebuah foto atau video dari atas langit menggunakan kamera digital sebagai alat pendukung membantu operator melihat keadaan di darat dari atas langit. Alat ini sendiri bertujuan untuk membuat sebuah kamera yang bisa diterbangkan sehingga tidak perlu lagi menyewa pesawat atau helikopter untuk mengambil foto atau video dari atas langit.

Melalui alat ini diharapkan dapat mempermudah kameramen memfoto atau memvideokan keadaan di jalan raya dan meningkatkan keakuratan berita lalu lintas yang disampaikan oleh pembawa berita, sehingga para pengendara motor dan mobil mendapatkan informasi yang aktual dan dapat dipercayai..

Alat ini terinspirasi dari waktu dilangsungkannya Debat Capres 2014 antara 2 Calon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo, Jokowi sempat berbicara masalah drone. Dalam penjelasannya, untuk ketahanan nasional, Indonesia sangat butuh drone. Secara artian

jelas dan singkat, drone adalah pesawat pengintai tak berawak yang dijalankan dengan pusat kendali di suatu tempat dengan menggunakan komputer atau juga remote control.

2.2 Dasar Teori

2.2.1 Aeromodelling Remote Control

Aeromodelling adalah suatu aktivitas yang dapat menimbulkan hobby yang merupakan suatu kegiatan yang melibatkan unsur-unsur dari mulai perencanaan, pembuatan, pengetesan sampai pada penerbangan pesawat-pesawat terbang model itu sendiri. Dengan adanya kata model dalam istilah Aeromodelling, dapat kita asumsikan bahwa pesawat-pesawat terbang yang digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam kegiatan aeromodelling ini tidak dapat dinaiki oleh manusia dan dalam hal pengendaliannya tidak secara langsung oleh pilot atau si pengendalinya seperti halnya pesawat sesungguhnya.

Sedangkan Remote Control adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengoprasikan sebuah mesin dari jarak jauh..

2.2.2 Kamera Digital

Kamera digital adalah alat untuk membuat gambar dari obyek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa pada sensor CCD dan akhir-akhir ini pada sensor BSI-CMOS (Back Side Illuminated) sensor yang lebih irit daya untuk kamera yang lebih canggih yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital ke dalam media simpan digital.

2.2.3 Video Sender

Video sender merupakan alat yang digunakan untuk mentrasfer sinyal video tanpa menggunakan kabel. 2.2.4 TV Turner

TV Tuner adalah perangkat keras pada komputer yang berfungsi untuk memproses sinyal televisi untuk ditampilkan dilayar monitor. Kebanyakan kartu penala TV juga berfungsi ganda sebagai kartu penangkap gambar video (video capture card) sehingga komputer bisa merekam acara televisi ke dalam hard disk atau media penyimpanan lain.

(4)

2

Ezvid adalah software untuk merekam video ataupun aktifitas pada desktop yang akan disimpan menjadi file video, convert video upload ke internet atau burn ke CD/DVD dan dilengkap dengan editing video juga. 2.3 Karakteristik Sistem Informasi

Kamera menggunakan lensa untuk mentrasfer hasil foto ke dalam negative film, kamera digital menggunakan sensor CCD, CMOS atau X3 untuk menangkap gambar. Hasilnya dapat dilihat secara langsung pada layer LCD dan gambar tersebut dapat disimpan dalam format digital ke media penyimpanan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dan sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa karakteristik sistem yang terdapat pada kamera digital :

2.3.1 Lensa Kamera

Lensa merupakan mata dari kamera dan merupakan elemen yang berperan penting dalam menghasilkan kualitas foto. Sebagus apapun kamera yang digunakan, jika menggunakan lensa yang buruk, maka foto yang dihasilkan juga berkemungkinan memiliki kualitas buruk juga.

Gambar 1. Lensa Kamera 2.3.2 Sensor Kamera

Kamera digital memiliki sensor penangkap gambar CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) lebih dari jutaan pixel. Sensor tersebut adalah suatu chip yang terletak tepat di belakang lensa. Semakin banyak pixel yang bisa ditangkap maka akan semakin detail gambar yang dihasilkan.

Gambar 2. CCD Sensor 2.3.3 LDC Display

Kamera digital yang dilengkapi LCD Display dapat melihat seperti apa bidikan yang di tangkap oleh sensor CCD yang membantu melihat hasil foto. Hal ini lebih akurat dibandingkan kamera biasa yang hasilnya sering berbeda.

2.3.4 Media Penyimpanan

Salah satu komponen yang sangat berperan adalah media penyimpanan yang berfungsi sebagai penyimpanan gambar dalam jumlah yang cukup banyak sesuai dengan kapasitasnya. Media simpan yang umum digunakan adalah Compact Flash, Memory Stick dan segalanya.

2.3.5 Zoom

Fungsi dari zoom adalah memperbesar gambar sehingga tidak perlu mendekatkan objek untuk memperoleh ukuran yang diinginkan. Kamera digital biasanya dilengkapi dengan digital zoom yang dikombinasi dengan zoom melalui optic atau lensa yang disebut optical zoom.

2.3.6 Lampu Flash

Pada kamera digital terdapat lampu flash yang berfungsi menghasilkan kilatan cahaya untuk membantu mendapatkan gambar yang jelas jika dikondisi objek gelap karena kekurangan cahaya. Lampu flash sering berguna dimalam hari atau pada objek gelap seperti didalam ruangan.

3. Metode Penelitian 3.1 Alat

3.1.1 Transmitter

Transmiter adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memproses dan memodifikasi sinyal input agar dapat ditransmisikan sesuai dengan kanal yang diinginkan.

Gambar 3. Transmitter 3.1.2 Receiver

Receiver adalah sebuah alat yang berfungsi menerima dan mengolah sinyal output sehingga sesuai yang kita inginkan.

(5)

3 Gambar 4. Receiver 3.1.3 Kamera Digital Gambar 5. Kamera SJ4000 3.1.4 Monitor LCD Gambar 6. Monitor LCD 3.1.5 Gimbal

Gimbal adalah alat bantu untuk meletakan kamera pada quad-copter, selain itu fungsinya adalah sebagai penyeimbang/stabilized rekaman gambar yang diambil.

Gambar 7. Gimbal 3.1.6 DJI Phantom

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat setiap perangkat yang kita gunakan sehari-hari dapat berkembang dan semakin fleksibel dengan tiap kebutuhan kita. DJI Phantom 2 Vision+ adalah perangkat kamera Drone yang memungkinkan Anda dapat mengambil foto atau video dari lokasi yang sulit dijangkau.

Gambar 8. DJI Phantom 3.2 Alur Penelitian

Gambar 9. Alur Penelitian

4. Hasil Dan Pembahasan

(6)

4

Perancangan sistem adalah rancangan model yang nantinya akan di produksi, merancang produk merupakan salah satu syarat untuk produksi. Hasil dari rancangan sistem yang selanjutnya akan dijadikan sebagai spesifikasi / pedoman hasil produksi. Kemajuan teknologi berdampak pada berkembangnya desain-desain sistem dan produk yang kelak akan digunakan.

4.1.1 Transmiiter dan Receiver

Gambar 10. Gambaran Umum Transmiiter digunakan sebagain pengirim sinyal gambar dari kamera, frekuensi yang banyak

mempermudah kita untuk memilih chanel yang akan dipilih.

Gambar 11. Rangkaian Transmitter Output transmitter terdiri dari 7 warna kabel yang berbeda fungsinya menjadi 3 kategori output, yaitu :

• Power in, Sebagai sumber daya baterai. • Baterai disambungkan pada kabel warna merah dan hitam.

• Audio in, Sebagai output suara

• Speaker atau Headset disambungkan pada kabel warna hijau dan putih, sehingga output yang dihasilkan suara dari kamera. •

• Video in, Sebagai output video

• Kamera disambungkan pada kabel warna merah dan kuning, sehingga output yang dihasilkan berbentuk gambar video pada kamera.

Kabel kuning sebagai grounding untuk pengaman arus listrik pada transmitter, agar tidak terjadi konsleting arus. Sedangkan Receiver berfungsi sebagai penerima sinyal dari transmitter, agar terhubung jadi channel yang digunakan harus sama, contohnya tranmitter pada channel 1 maka receiver pun harus pada channel 1 juga.

Gambar 12. Rangkaian Receiver

Output receiver terdiri dari AV output 1/2 dan power input, AV output yang disambungkan pada input LCD monitor dan power input yang disambungkan pada baterai.

(7)

5

4.4 Uji Coba Alat

Setelah rangkaian selesai dikerjakan maka penulis perlu melakukan pengujian terhadap rangkaian secara keseluruhan dengan bergantian. Adapun hal-hal yang penulis lakukan sebelum melakukan pengujian alat dan analisa adalah :

• Menyiapkan alat-alat pengujian dan rangkaian yang akan di uji coba.

• Menyiapkancdaya dengan arus searah (DC) sebesar 5V.

• Menghubungkan rangkaian atau alat dengan daya 5V.

• Setelah rangkaian atau alat terhubung dengan daya ,maka alat telah siap di

• Uji coba.

4.4.1 Hasil Uji Coba

Kesimpulan sementara dari ujicoba alat ini adalah Penggunaan antara Video Sender dan hasil gambar di monitor LCD mempunyai keakuratan gambar yang bergantung pada pemancar yang digunakan oleh Transmitter dan Receiver, dalam hal ini pemancar atau antena yang digunakan hanya bisa berjarak 70 meter. Dari hasil coba, ditemukan beberapa kendala, yaitu seperti :

• Cuaca dan hembusan angin mempengaruhi kestabilan penerbangan quadcopter.

• Berat beban kamera mempengaruhi pengeluaran sumber daya dari baterai.

• Konsekuensi saat penerbangan tinggi dapat kehilangan lost contact antara quadcopter dan remote control.

5. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Setelah melalui berbagi tahapan-tahapan perancangan dan pengujian alat ini, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Dengan mengunakan Video Sender yaitu Transmitter dan Receiver maka alat ini dapat membantu memberikan tampilan gambaran pada kamera saat diatas udara maupun di darat melalui monitor LCD.

2. Frekuensi Transmitter dan Receiver harus sama, apabila Transmitter di chanel 1 maka Receiver pun harus di chanel 1 agar terhubung.

3. Setelah pengujian sebanyak 10 kali dan unjuk kerja alat ini dapat bekerja dengan baik sebagai penampil gambar kamera pada monitor LCD. 4. Alat ini akan bekerja ketika mendapatkan

sumber daya DC 12 Volt, sehingga bila terjadi kehabisan sumber daya dari baterai maka alat ini tidak akan bekerja.

Penggunaan antara Video Sender dan hasil gambar di monitor LCD mempunyai keakuratan gambar yang bergantung pada pemancar yang digunakan oleh

Transmitter dan Receiver, dalam pemancar atau antena yang dipakai hanya bisa mencangkup jarak sekitar. 5.2 Saran

Penulis menyadari bahwa masih banyak mengandung kekurangan dan perlu adanya pengembangan lebih lanjut sehingga kritik dan saran pembaca sangat diharapkan oleh penulis, dan semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi yang mendalami ilmu hardware.

Berdasarkan hasil pengujian, maka ada beberapa saran yang perlu disampaikan untuk pengembangan alat ini kedepannya, yaitu :

1. Sebelum membuat keputusan membeli alat, sebaiknya melakukan perhitungan biaya perancangan, karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

2. Dengan melakukan pemeliharaan secara baik dan benar, suatu alat masih dapat dioperasikan walaupun umur ekonomisnya terlah terlampaui. 3. Mengembangkan jarak antara Transmitter dan

Receiver lebih jauh.

4. Penyempurnaan alat, seperti memperingkas bentuk alat dan komponen yang digunakan sehingga lebih rapi.

5. Penambahan komponen-komponen yang dapat mendukung pengembangan alat ini.

Daftar Pustaka

[1] Sugiarto, Atok. 2005. Paparazzi: Memahami Fotografi Kewartawanan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

[2] Kurniawan, Handoyo. 2013. DSLR untuk Pemula. Jakarta: MediaKita.

[3] Rahmawati, Indah. 2011. Berkarie di Dunia Broadcasting Televisi dan Radio. Jakarta: Laskar Aksara.

[4] Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.

[5] Kadir, Abdul. 2003.Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.

Biodata Penulis

Nanda Gilang Yudha Pratama, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2015.

Melwin Syafrizal, S.Kom, M.Eng, memperoleh gelar

Ahli Madya (AMd) Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta,lulus Tahun 2002. Memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.Kom) Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta,lulus Tahun 2004. Memperoleh gelar Maagister Information Technology (M.Eng) Universitas Gadjah Mada, lulus Tahun 2008.

Gambar

Gambar 2. CCD Sensor  2.3.3 LDC Display
Gambar 8. DJI Phantom  3.2 Alur Penelitian
Gambar 11. Rangkaian Transmitter         Output transmitter terdiri dari 7 warna kabel yang  berbeda fungsinya menjadi 3 kategori output, yaitu :

Referensi

Dokumen terkait

PENANGGULANGAN TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS JALAN RAYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009i. Disusun

Kondisi lalu lintas setelah adanya trem dapat dilakukan dengan mengurangi arus lalu- lintas pada kondisi puncak yang dikalikan dengan probabilitas perpindahan angkutan pribadi

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya, merupakan salah satu bentuk permasalahan lalu lintas yang timbul sehingga secara umum akan mengganggu terhadap keamanan,

Membangun jalan lingkar tersebut perlu diadakan studi kelayakan yang ditinjau dari segi lalu lintas dan ekonomi jalan raya dengan metode analisa Biaya Operasi Kendaraan BOK dan

kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap pelaku pemalsuan plat nomor polisi pada pemeriksaan kendaraan lalu lintas di jalan raya oleh

ABSTRAK : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alternatif manajemen lalu lintas yang dapat mengurangi kemacetan pada persimpangan antara Jalan Raya Jemursari dengan

Data primer atau data lalu lintas yang diambil adalah volume (arus lalu lintas) untuk survei volume, waktu tempuh kendaraan untuk survei kecepatan, data

Volume dan komposisi lalu lintas pada masing-masing jam puncak segmen Jalan Raya Guwang pada hari Senin SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang kami lakukan selama dua hari yaitu hari