• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Sosialisasi Hand Hygiene RSBS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proposal Sosialisasi Hand Hygiene RSBS"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

TIM PPI (PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI)

RUMAH SAKIT BUDI SEHAT PURWOREJO

(2)

No : Lamp :

Hal : Penyelenggaraan sosialisasi handhygiene dan penggunaan APD di AULA Rumah Sakit Budi Sehat

Yth. di Tempat

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji syukur mari kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya kepada kita semua. Tidak lupa pula kita haturkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta para sahabat.

Sesuai dengan program PPI kami bermaksud menyelenggarakan kegiatan “SOSIALISASI HANDHYGIENE DAN PENGGUNAAN APD” di Rumah Sakit Budi Sehat Purworejo. Maka dari itu kami selaku tim PPI bermaksud untuk memohon izin kepada management RS Budi Sehat untuk menjalankan acara sosialisasi handhygiene dan juga memohon izin untuk menggunakan aula RS Budi Sehat dalam acara sosialisasi ini. Demikian permohonan izin ini kami buat, atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Purworejo,10 oktober2017

IPCN RS Budi Sehat, IPCLN RS Budi Sehat,

(3)

PROPOSAL KEGIATAN

SOSIALISASI HANDHYGIENE DI RUMAH SAKIT BUDI SEHAT I. PENDAHULUAN

Health Care Associates Infections (HCAI) adalah masalah besar dalam patient safety, dimana pengawasan dan kegiatan pencegahan harus menjadi prioritas utama untuk dilakukan, sehingga institusi kesehatan lebih berkomitmen untuk membuat institusinya menjadi lebih aman. HCAI mempunyai banyak implikasi, diantaranya adalah memanjangnya waktu rawat, disabilitas jangka panjang, meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap antimikroba, tambahan beban biaya institusional yang besar, biaya perawatan yang tinggi untuk pasien dan keluarga, dan yang paling parah adalah kematian yang tidak diharapkan.

Walaupun resiko HCAI ada pada setiap fasilitas kesehatan di seluruh dunia, beban global yang harus ditanggung oleh fasilitas kesehatan sampai saat ini belum diketahui dengan pasti mengingat sulitnya mengumpulkan data diagnostik yang reliabel. Namun secara umum, WHO (2009) memperkirakan lebih dari 1,4 juta pasien di negara maju dan berkembang di seluruh dunia, terkena dampak HCAI saat ini.

Menurut laporan WHO (2009) di negara maju, HCAI berdampak pada 5-15% pasien yang dirawat di bangsal rumah sakit, dan meningkat menjadi 9-37% pada pasien yang dirawat di ICU. Di Eropa (HELICS, 2009) memperkirakan 5 juta kasus HCAI terjadi di unit-unit perawatan di rumah sakit, mengakibatkan memanjangnya masa perawatan selama kurang lebih 25 juta hari di rumah sakit, dan bertanggung jawab terhadap bertambahnya biaya perawatan sebanyak 13-24 poundsterling. Sementara di USA, HCAI mengakibatkan terjadinya infeksi saluran kemih (36%), infeksi luka operasi (20%), infeksi aliran darah (11%) dan pnemonia (11%).

Di negara berkembang, HCAI masih belum terdata secara baik. Hal ini disebabkan karena pencatatan, pelaporan dan penelitian yang terkait dengan HCAI masih belum memenuhi syarat. Hal ini sangat berbahaya, mengingat perkiraan bahwa prevalensi HCAI di negara berkembang lebih banyak, namun data yang akurat tidak tersedia, sehingga resiko ini tidak tampak dengan jelas dan tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Ketidakadekuatan upaya terhadap resiko HCAI ini disebabkan karena banyak faktor, diantaranya jumlah staf yang tidak proporsional, kebersihan dan sanitasi yang buruk, tidak ada atau kurangnya

(4)

sarana, struktur yang tidak memadai, dan kurangnya dukungan finansial. Di luar fasilitas kesehatan, kondisi-kondisi sosial seperti kurangnya jumlah sumberdaya kesehatan dan malnutrisi juga meningkatkan resiko terjadinya infeksi akibat HCAI. Salah satu upaya yang paling efektif dalam mencegah HCAI adalah dengan cara mencuci tangan dan menggunakan APD. Hal ini disebabkan karena tangan adalah dalah satu organ tubuh yang paling tercemar dengan mikroorganisme patogen. Penelitian RSCM pada 2002 menyebutkan bahwa 85,7 persen angka infeksi nosokomial dapat dikendalikan jika petugas medis selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis dan dengan menggunakan Alat Pellindung Diri (APD) yang benar.

II. NAMA KEGIATAN

Proposal Kegiatan Sosialisasi Hand Hygiene dan penggunaan APD di Rumah Sakit Budi Sehat

III. TEMA KEGIATAN

Hidup Sehat dari Diri Kita

IV. TUJUAN KEGIATAN

A. Tujuan Umum

Melaksanakan program kerja PPI Rumah Sakit Budi Sehat dalam hal hand hygiene dan penggunaan APD.

B. Tujuan Khusus

1. Memberikan pengetahuan cara 6 langkah hand hygiene yang benar kepada semua karyawan dan pengunjung Rumah Sakit Budi Sehat.

2. Memberikan pengetahuan 5 moment cuci tangan kepada semua karyawan dan pengunjung Rumah Sakit Budi Sehat.

3. Memberikan pengetahuan kepada karyawan dan pengunjung rumah sakit dalam penggunaan APD

4. Menurunkan jumlah penyakit yang disebabkan oleh hand hygiene dan penggunaan APD yang tidak benar.

5. Meningkatkan kesehatan karyawan dan pengunjung Rumah Sakit Budi Sehat.

(5)

Melakukan cara 6 langkah hand hygiene yang benar dan penggunaan APD yang benar

VI. PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tanggal : 10 Oktober 2017

B. Tempat : Aula Rumah Sakit Budi Sehat Purworejo

VII. SASARAN KEGIATAN

Karyawan dan pengunjung Rumah Sakit Budi Sehat Purworejo

VIII. SUSUNAN PANITIAAN

Lampiran 1

IX. AGENDA ACARA

Lampiran 2

X. PENUTUP

Demikian Proposal Kegiatan Sosialisasi Hand Hygiene dan Peggunaan APD di Rumah Sakit Budi Sehat dengan tema “Hidup Sehat dari Diri Kita” Program PPI Rumah Sakit Budi Sehat. Semoga bermanfaat bagi karyawan dan pengunjung Rumah Sakit Budi Sehat dan kami sebagai PPI Rumah Sakit Budi Sehat semoga lancar dalam menjalankan tugas PPI di Rumah Sakit ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini.

Purworejo,10 Oktober 2017 IPCN RS Budi Sehat, IPCLN RS Budi Sehat,

Fatchurohman, amk Dwi Surachman, amd. kep Mengetahui,

Direktur Rumah Sakit Budi Sehat

dr. Puteri sayekti M, MPH.

(6)

SUSUNAN KEPANITIAAN

1. Penanggung jawab : dr. Puteri Sayekti Mahanani, MPH dr. Prasojo

2. Ketua Panitia : Fatchurohman, AMK 3. Sekretaris dan seksi acara : Dwi Surachman, Amd.kep 4. Sekretaris : Dian Puspitawarni, S.Farm. Apt 5. Seksi – seksi :

a) Seksi dokumentasi :

 Koordinator : Winda Anggriyani b) Seksi perlengkapan :

 Koordinator : Deta Susanti, Amd.AK

Lampiran 2

SUSUNAN ACARA

(7)

Selasa, 10 Oktober 2017

No. Tahap Kegiatan Waktu

1. Pembukaan

1. Tim Mengucapkan salam.

2. Tim memperkenalkan diri dan anggotanya. 3. Menjelaskan tujuan.

4. Pre test.

5. Mengkaji tingkat pengetahuan Karyawan dan keluarga tentang mencuci tangan yang baik & benar dan pengetahuan tentang APD.

6. Karyawan dan keluarga menerima kehadiran tim penyuluh dengan baik.

15 menit

2. Inti

1. Menjelaskan tentang Pengertian Mencuci tangan yang baik & benar,Waktu mencuci tangan,Manfaat mencuci tangan, 6 Langkah mencuci tangan yang baik & benar 2. Menjelaskan tentang pengertian, jenis dan manfaat

penggunaan APD

3. Memberi kesempatan pada Karyawan dan keluarga untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas.

4. Pasien dan keluarga mendengarkan dan memperhatikan dengan baik

5. Pasien dan keluarga mengajukan pertanyaan.

30 menit

3. Penutup

1. Mengevaluasi tujuan penyuluhan kesehatan. 2. Post test.

3. Mengkaji pengetahuan praktek cuci tangan setelah materi.

4. Mengkaji pengetahuan tentang pemakaian apd

5. Mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan memberi salam penutup.

6. Karyawan dan keluarga mampu menjawab menjelaskan kembali.

7. Karyawan dan keluarga membalas salam.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan mengenai cuci tangan dengan tingkat kepatuhan melakukan cuci tangan ( p =

Sampai saat ini, belum ada penelitian lebih lanjut di Indonesia tentang efek hand hygiene dengan dermatitis tangan yaitu seberapa sering frekuensi mencuci tangan

Solusi penambahan poster pengingat 5 (lima) waktu men- cuci tangan juga bertujuan untuk persepsi dan kemau- an berubah perawat melaksanakan hand hygiene karena sesuai

Pada pelaksanaan hand hygiene, mencuci tangan terkadang tidak dapat dilakukan karena kondisi atau karena keterbatasan sumber daya. Banyaknya pasien yang kontak dengan

Pada pelaksanaan hand hygiene, mencuci tangan terkadang tidak dapat dilakukan karena kondisi atau karena keterbatasan sumber daya. Banyaknya pasien yang kontak dengan

Pada pelaksanaan hand hygiene, mencuci tangan terkadang tidak dapat dilakukan karena kondisi atau karena keterbatasan sumber daya. Banyaknya pasien yang kontak

memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan hand hygiene maka perilaku hand hygiene yang baik juga akan tercipta. Karena itu pihak rumah sakit perlu untuk

Supervisi kepala audit, pelaksanaan audit hand hygiene dan fasilitas hand ruangan yang dilakukan perawat di rumah sakit hygiene di seluruh ruang rawat inap, dan