SOEHARTO SOEHARTO
Anggota Kelompok: Anggota Kelompok: Putri
Putri Ayu Ayu A. A. L. L. 0941624100941624100202 Novika
Novika Malinda Malinda S. S. 0941624101109416241011 Azharotunnafi 09416241021 Azharotunnafi 09416241021
P
PENDIDIKAN ILMUENDIDIKAN ILMU PPENGETAHUAN SOSIALENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011 2011
KATA
KATA PPENGANTAR ENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya makalah yang berjudul ³Soeharto´. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini makalah yang berjudul ³Soeharto´. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya.
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Kepemimpinan Nasional, yang secara Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Kepemimpinan Nasional, yang secara garis besar memuat tentang biografi Soeharto meliputi masa kecilnya, latar belakang garis besar memuat tentang biografi Soeharto meliputi masa kecilnya, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, karir militer, karir politik, dan nilai-nilai kepemimpinan keluarga, latar belakang pendidikan, karir militer, karir politik, dan nilai-nilai kepemimpinan beliau.
beliau.
Penulis menyadari b
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan, bimbingan dahwa tanpa bantuan, bimbingan dan dorongan dari an dorongan dari berbagai pihakberbagai pihak,, penulis tidak mungkin menyelesaiakan penyusunan makalah ini, untuk itu ucapan terima penulis tidak mungkin menyelesaiakan penyusunan makalah ini, untuk itu ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu. Penulis sangat kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif, terutama dari Ibu Taat Wulandari, M. Pd.. mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif, terutama dari Ibu Taat Wulandari, M. Pd.. dan teman-teman prodi IPS.
dan teman-teman prodi IPS.
Yogy
Yogyakarta, 15 akarta, 15 September 2011September 2011
Penulis Penulis
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
H
Halaman alaman JuduJudul l ... ... 11 Kata
Kata PenganPengantar tar ... ... 22 Daftar Isi«««.«««««««««««««««««««...«««««.... ... 3 Daftar Isi«««.«««««««««««««««««««...«««««.... ... 3 Bab I Pendahuluan
Bab I Pendahuluan A.
A. Latar Latar BelakBelakang ...ang ... ... 44 B. Rumusan Masalah ... 5 B. Rumusan Masalah ... 5 C. C. TujuTujuan an ... ... 55 Bab II Pembahasan Bab II Pembahasan A.
A. SoehSoeharto arto ... .... 66 B.
B. Latar Belakang Keluarga ... 6Latar Belakang Keluarga ... 6 C.
C. Latar Belakang Pendidikan dan Karir Militer... 8Latar Belakang Pendidikan dan Karir Militer... 8 D.
D. Kepribadian Soeharto ... 10Kepribadian Soeharto ... 10 E.
E. Model Kepemimpinan Soeharto ... 13Model Kepemimpinan Soeharto ... 13 F.
F. Nilai-nilai Kepemimpinan Soeharto... 15 Nilai-nilai Kepemimpinan Soeharto... 15 G.
G. Kebijakan-Kebijakan Soeharto ... 17Kebijakan-Kebijakan Soeharto ... 17 H
H.. Keburukan Soeharto ... 19Keburukan Soeharto ... 19 Bab III Penutup
Bab III Penutup A.
A. KesKesimpulan impulan ... ... 2323 B.
B. Saran Saran ... ... 2323 Dafta
B BAABB II P
PENDAHULUANENDAHULUAN
A.
A. LatarLatar BelBelakangakang
Kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh Kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan suatu bangsa-negara. Pemimpin ini masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan suatu bangsa-negara. Pemimpin ini menjadi panutan sebab warga masyarakat mengidentifikasikan diri kepada sang pemimpin, menjadi panutan sebab warga masyarakat mengidentifikasikan diri kepada sang pemimpin, dan ia dianggap sebagi ³penyambung lidah´ masyarakat.
dan ia dianggap sebagi ³penyambung lidah´ masyarakat.
Akan tetapi, pemimpin saja mungkin tidak menjamin bagi terbentuknya suatu Akan tetapi, pemimpin saja mungkin tidak menjamin bagi terbentuknya suatu bangsa-negara sebab pengaruh
negara sebab pengaruh pemimpin bersifat sementara. pemimpin bersifat sementara. Dalam hal Dalam hal ini ada ini ada dua penyebab.dua penyebab. Pertama, umur manusia (pemimpin) terbatas, dan khususnya pemimpin kharismatik tidak Pertama, umur manusia (pemimpin) terbatas, dan khususnya pemimpin kharismatik tidak dapat diwariskan
dapat diwariskan. . Pemimpin tidak hanya yang masih hidup dapat bePemimpin tidak hanya yang masih hidup dapat berfungsi sebagai simbolrfungsi sebagai simbol persatuan bang
persatuan bangsa, tetapi juga yang sudah mensa, tetapi juga yang sudah menjadi pahlawan. jadi pahlawan. Kedua, tipe kepemKedua, tipe kepemimpinanimpinan berkait
berkaitan an erat derat dengan pengan perkembaerkembangan mngan masyaraasyarakat. kat. Masyarakat yang Masyarakat yang berubah mberubah menghendaenghendakiki tipe pemimpin yang be
tipe pemimpin yang berubah pula. rubah pula. Pada pihak lain Pada pihak lain tidak hanya pemimpin kharismatidak hanya pemimpin kharismatik tik dipandang se
dipandang sebagai simbol persatuan bangsabagai simbol persatuan bangsa, tetapi juga , tetapi juga di negara-negadi negara-negara yang maju seorangra yang maju seorang pemimpin diharapkan tampil sebagai ³wakil´ atau personifikasi bangsa di dalam maupun di pemimpin diharapkan tampil sebagai ³wakil´ atau personifikasi bangsa di dalam maupun di
luar negeri. luar negeri.
Drama terbesar dan paling tragis dalam sejarah Indonesia tentulah drama kehidupan Drama terbesar dan paling tragis dalam sejarah Indonesia tentulah drama kehidupan Soeharto.
Soeharto. Setelah tiga decade berkuasSetelah tiga decade berkuasa, ditakuti, disembah bagai dewaa, ditakuti, disembah bagai dewa, kini Soeharto paling, kini Soeharto paling terhujat di Indonesia. Sebagai pemimpin bangsa dan negara Republik Indonesia, Pak
terhujat di Indonesia. Sebagai pemimpin bangsa dan negara Republik Indonesia, Pak HHartoarto menjadi pusat perhatian dan sorotan, tidak saja dari semua warga Republik ini, tetapi oleh menjadi pusat perhatian dan sorotan, tidak saja dari semua warga Republik ini, tetapi oleh para pakar dan pemerhati politik dari manca negara.
para pakar dan pemerhati politik dari manca negara.
Rezim Orde Baru yang ia bangun selama berkuasa, banyak memunculkan kontroversi. Rezim Orde Baru yang ia bangun selama berkuasa, banyak memunculkan kontroversi. Ada yang memuji kepemimpinan beliau sebagai ³Bapak Pembangunan´ dan lainnya namun Ada yang memuji kepemimpinan beliau sebagai ³Bapak Pembangunan´ dan lainnya namun banyak juga yang meng
banyak juga yang mengutuk dengan ³Gantung Soeharto´. utuk dengan ³Gantung Soeharto´. Bahkan keBahkan ketika beliau sakit sampaitika beliau sakit sampai akhirnya meninggal pada tanggal 28 Januari 2008 pada usia 86 tahun, ia masih menjadi akhirnya meninggal pada tanggal 28 Januari 2008 pada usia 86 tahun, ia masih menjadi bahan perbincangan yang menimbulkan banyak kotroversi.
bahan perbincangan yang menimbulkan banyak kotroversi. HHal itu menyangkut kelanjutanal itu menyangkut kelanjutan kasus korupsi yang di dakwakan kepada almarhum, dan kasus lai selama menjabat sebagai kasus korupsi yang di dakwakan kepada almarhum, dan kasus lai selama menjabat sebagai presiden.
presiden.
Kehidupan Pak
Kehidupan Pak HHarto sebagai seorang pemimpin bangsa memang menarik untuk dikaji.arto sebagai seorang pemimpin bangsa memang menarik untuk dikaji. Meskipun banyak sisi negatif yang telah melekat pada beliau, namun banyak pula pelajaran Meskipun banyak sisi negatif yang telah melekat pada beliau, namun banyak pula pelajaran berharga yang dapat kita jadikan bekal untuk memimpin. Untuk itulah, melalui makalah ini berharga yang dapat kita jadikan bekal untuk memimpin. Untuk itulah, melalui makalah ini
penulis mencoba menyampaikan secuil kepemimpinan Pak
penulis mencoba menyampaikan secuil kepemimpinan Pak HHarto, dengan harapan bisaarto, dengan harapan bisa mengambil pelajaran tentang kepemimpinan beliau.
mengambil pelajaran tentang kepemimpinan beliau.
B
B.. Rumusan MasaRumusan Masallahah
Rumusan masalah makalah ini antara lain adalah: Rumusan masalah makalah ini antara lain adalah: 1.
1. Siapakah Soeharto?Siapakah Soeharto? 2.
2. Bagaimana kepribadian Soeharto?Bagaimana kepribadian Soeharto? 3.
3. Bagaimana latar belakang keluarga Bagaimana latar belakang keluarga dan pendidikannya?dan pendidikannya? 4.
4. Bagaimana karir militer dan politik Soeharto?Bagaimana karir militer dan politik Soeharto? 5.
5. Bagaimana jasa-jasa Soeharto?Bagaimana jasa-jasa Soeharto? 6.
6. Bagaimana nilai-nilai kepemimpinan Soeharto?Bagaimana nilai-nilai kepemimpinan Soeharto?
C
C.. TujuanTujuan
Tujuan dari pembahasan makalah ini antara lain adalah: Tujuan dari pembahasan makalah ini antara lain adalah: 1.
1. Mengetahui siapakah SMengetahui siapakah Soeharto.oeharto. 2.
2. Mengetahui kepribadian SoeMengetahui kepribadian Soehartoharto.. 3.
3. Mengetahui latar belakang keluarga Mengetahui latar belakang keluarga dan pendidikannya.dan pendidikannya. 4.
4. Mengetahui karir militer dan politik Soeharto.Mengetahui karir militer dan politik Soeharto. 5.
5. Mengetahui jasa-jasa SMengetahui jasa-jasa Soeharto.oeharto. 6.
B BAABB IIII P
PEMEMBBAHASANAHASAN
A.
A. SoSoeehartoharto 1.
1. Sebagai Presiden Indonesia ke-2Sebagai Presiden Indonesia ke-2
Masa jabatan 12 Maret 1967±21 Mei 1998 Masa jabatan 12 Maret 1967±21 Mei 1998
(31 tahun) (31 tahun) Wakil Presiden: Wakil Presiden: Sri Sultan
Sri Sultan HHamengkubuwono IX (1973± amengkubuwono IX (1973± 1978) 1978) Adam Malik ( Adam Malik (1978±1981978±1983)3) Umar Wirahadikusumah (1983±1988) Umar Wirahadikusumah (1983±1988) Sudharmono (1988±1993) Sudharmono (1988±1993) Try Sutrisno (1993±1998) Try Sutrisno (1993±1998) B.J. B.J.HHabibie (1998)abibie (1998) Pendahulu: Soekarno Pendahulu: Soekarno Pengganti: B.J.
Pengganti: B.J. HHabibieabibie 2.
2. Sebagai Menteri Pertahanan Sebagai Menteri Pertahanan ke-14ke-14 Masa jabatan
Masa jabatan
28 Maret 1966±17 Oktober 1967 28 Maret 1966±17 Oktober 1967 3.
3. Lahir: 8 Juni 1921 Kemusuk, Bantul,Lahir: 8 Juni 1921 Kemusuk, Bantul, Yogyakarta,
Yogyakarta,HHindia Belandaindia Belanda 4.
4. Meninggal: 27 Januari 2008 (umur 86)Meninggal: 27 Januari 2008 (umur 86) Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia 5.
5. Kebangsaan: IndonesiaKebangsaan: Indonesia 6.
6. Partai politik: Golkar Partai politik: Golkar 7.
7. Profesi: TentaraProfesi: Tentara 8.
8. Agama: IslamAgama: Islam B
B. Latar. Latar BelBelakang K akang K eleluargauarga11
Beberapa keluarga dari Soeharto adalah sebagai berikut, ayah Kertoredjo alias Wagiyo alias Beberapa keluarga dari Soeharto adalah sebagai berikut, ayah Kertoredjo alias Wagiyo alias Panjang alias Kertosudiro, ibunya bernama Sukirah, istrinya adalah Tien Soeharto, dan Panjang alias Kertosudiro, ibunya bernama Sukirah, istrinya adalah Tien Soeharto, dan anak-anaknya adalah Siti
anaknya adalah Siti HHardijanti Rukmana (Tutut), Sigitardijanti Rukmana (Tutut), Sigit HHarjojudanto (Sigit), Bambangarjojudanto (Sigit), Bambang Trihatmodjo (Bambang), Siti
Trihatmodjo (Bambang), Siti HHediatiediati HHariyadi (Titiek),ariyadi (Titiek), HHutomo Mandala Putra (Tommy),utomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti
dan SitiHHutami Endang Adiningsih (Mamiek).utami Endang Adiningsih (Mamiek).
Pada 8 Juni 1921, Ibu Sukirah melahirkan bayi laki-laki di rumahnya yang sederhana di Pada 8 Juni 1921, Ibu Sukirah melahirkan bayi laki-laki di rumahnya yang sederhana di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Kelahiran itu Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Kelahiran itu dibantu dukun bersalin bernama Mbah Kromodiryo yang juga adik kakek Sukirah, Mbah dibantu dukun bersalin bernama Mbah Kromodiryo yang juga adik kakek Sukirah, Mbah Kertoirono. Oleh ayahnya, Kertoredjo alias Wagiyo alias Panjang alias Kertosudiro bayi Kertoirono. Oleh ayahnya, Kertoredjo alias Wagiyo alias Panjang alias Kertosudiro bayi laki-laki itu diberi nama Soeharto. Dia adalah anak ketiga Kertosudiro dengan Sukirah yang laki itu diberi nama Soeharto. Dia adalah anak ketiga Kertosudiro dengan Sukirah yang dinikahinya setelah lama menduda. Dengan istri pertama, Kertosudiro yang menjadi petugas dinikahinya setelah lama menduda. Dengan istri pertama, Kertosudiro yang menjadi petugas pengatur air desa atau ulu-ulu, dikaruniai dua anak. Perkawinan Kertosudiro dan Sukirah pengatur air desa atau ulu-ulu, dikaruniai dua anak. Perkawinan Kertosudiro dan Sukirah tidak bertahan lama. Keduanya bercerai tidak lama setelah Soeharto lahir. Sukirah menikah tidak bertahan lama. Keduanya bercerai tidak lama setelah Soeharto lahir. Sukirah menikah lagi dengan Pramono dan dikaruniai tujuh anak, termasuk putra kedua, Probosutedjo.
lagi dengan Pramono dan dikaruniai tujuh anak, termasuk putra kedua, Probosutedjo.
1
7 7
Belum genap 40 hari, bayi Soeharto dibawa ke rumah Mbah Kromo karena ibunya sakit Belum genap 40 hari, bayi Soeharto dibawa ke rumah Mbah Kromo karena ibunya sakit dan tidak bisa menyusui. Mbah Kromo kemudian mengajari Soeharto kecil untuk berdiri dan dan tidak bisa menyusui. Mbah Kromo kemudian mengajari Soeharto kecil untuk berdiri dan berjalan. Soeharto juga sering diajak ke sawah. S
berjalan. Soeharto juga sering diajak ke sawah. S eringering, Mbah Kr, Mbah Kromo menggendong Soehartoomo menggendong Soeharto kecil di punggung ketika sedang membajak sawah. Kenangan itu tidak pernah dilupakan kecil di punggung ketika sedang membajak sawah. Kenangan itu tidak pernah dilupakan Soeharto. Terlebih ketika kakeknya memberi komando pada kerbau saat membajak sawah. Soeharto. Terlebih ketika kakeknya memberi komando pada kerbau saat membajak sawah. Karena dari situlah, Soeharto belajar menjadi pemimpin. Soeharto juga suka bermain air, Karena dari situlah, Soeharto belajar menjadi pemimpin. Soeharto juga suka bermain air, mandi lumpur atau mencari belut.
mandi lumpur atau mencari belut.
Ketika semakin besar, Soeharto tinggal bersama kakeknya, Mbah Atmosudiro, ayah dari Ketika semakin besar, Soeharto tinggal bersama kakeknya, Mbah Atmosudiro, ayah dari ibunya. Soeharto sekolah ketika berusia delapan tahun, tetapi sering berpindah. Semula ibunya. Soeharto sekolah ketika berusia delapan tahun, tetapi sering berpindah. Semula disekolahkan di Sekolah Dasar (SD) di Desa Puluhan, Godean. Lalu, pindah ke SD Pedes disekolahkan di Sekolah Dasar (SD) di Desa Puluhan, Godean. Lalu, pindah ke SD Pedes (Yogyakarta) lantaran ibu dan ayah tirinya, Pramono pindah rumah ke Kemusuk Kidul. (Yogyakarta) lantaran ibu dan ayah tirinya, Pramono pindah rumah ke Kemusuk Kidul. Kertosudiro kemudian memindahkan Soeharto ke Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Kertosudiro kemudian memindahkan Soeharto ke Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Soeharto dititipkan di rumah bibinya yang menikah dengan seorang mantri tani bernama Soeharto dititipkan di rumah bibinya yang menikah dengan seorang mantri tani bernama Prawirowihardjo. Soeharto diterima sebagai putra paling tua dan diperlakukan sama dengan Prawirowihardjo. Soeharto diterima sebagai putra paling tua dan diperlakukan sama dengan putra-putri Prawirowihardjo. Soeharto kemudian disekolahkan dan menekuni semua putra-putri Prawirowihardjo. Soeharto kemudian disekolahkan dan menekuni semua pelajaran, terutama berhitung. Dia juga mendapat pendidikan agama yang cukup kuat dari pelajaran, terutama berhitung. Dia juga mendapat pendidikan agama yang cukup kuat dari
keluarga bibinya. keluarga bibinya.
Kegemaran bertani tumbuh selama Soeharto menetap di Wuryantoro. Di bawah bi
Kegemaran bertani tumbuh selama Soeharto menetap di Wuryantoro. Di bawah bi mbinganmbingan pamannya yang mantri tani, Soeharto menjadi paham dan menekuni pertanian. Sepulang pamannya yang mantri tani, Soeharto menjadi paham dan menekuni pertanian. Sepulang sekolah, Soeharto belajar mengaji di langgar bersama teman-temannya. Belajar mengaji sekolah, Soeharto belajar mengaji di langgar bersama teman-temannya. Belajar mengaji bahkan dilakukan sampai semalam suntuk. Ia juga aktif di kepanduan
bahkan dilakukan sampai semalam suntuk. Ia juga aktif di kepanduan HHizbul Wathan danizbul Wathan dan mulai mengenal para pahlawan seperti Raden Ajeng Kartini dan Pangeran Diponegoro dari mulai mengenal para pahlawan seperti Raden Ajeng Kartini dan Pangeran Diponegoro dari sebuah koran yang sampai ke desa. Setamat Sekolah Rendah (SR) empat tahun, Soeharto sebuah koran yang sampai ke desa. Setamat Sekolah Rendah (SR) empat tahun, Soeharto disekolahkan oleh orang tuanya ke sekolah lanjutan rendah di Wonogiri. Setelah berusia 14 disekolahkan oleh orang tuanya ke sekolah lanjutan rendah di Wonogiri. Setelah berusia 14 tahun, Soeharto tinggal di rumah
tahun, Soeharto tinggal di rumah HHardjowijono. Pak ardjowijono. Pak HHardjowijono adalah teman ayahnyaardjowijono adalah teman ayahnya yang pensiunan pegawai kereta api.
yang pensiunan pegawai kereta api. HHardjowijono juga seorang pengikut setia Kiai Darardjowijono juga seorang pengikut setia Kiai Darjatmo,jatmo, tokoh agama terkemuka di Wonogiri waktu itu.
tokoh agama terkemuka di Wonogiri waktu itu.
Karena sering diajak, Soeharto sering membantu Kiai Darjatmo membuat resep obat Karena sering diajak, Soeharto sering membantu Kiai Darjatmo membuat resep obat tradisional untuk mengobati orang sakit. Soeharto kembali ke kampung asalnya, Kemusuk tradisional untuk mengobati orang sakit. Soeharto kembali ke kampung asalnya, Kemusuk untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah di untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah di Yogyakarta. Itu dilakukannya karena di sekolah itu siswanya boleh mengenakan sarung dan Yogyakarta. Itu dilakukannya karena di sekolah itu siswanya boleh mengenakan sarung dan tanpa memakai alas kaki (sepatu).
tanpa memakai alas kaki (sepatu).
Setamat SMP, Soeharto sebenarnya ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Apa Setamat SMP, Soeharto sebenarnya ingin melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Apa daya, ayah dan keluarganya yang lain tidak mampu membiayai karena kondisi ekonomi. daya, ayah dan keluarganya yang lain tidak mampu membiayai karena kondisi ekonomi.
8 8
Soeharto pun berusaha mencari pekerjaan ke sana ke mari, namun gagal. Ia kembali ke rumah Soeharto pun berusaha mencari pekerjaan ke sana ke mari, namun gagal. Ia kembali ke rumah bibinya di Wuryantoro. Di sana, ia dit
bibinya di Wuryantoro. Di sana, ia diterima sebagai pembantu klerek pada sebuah Bank Desaerima sebagai pembantu klerek pada sebuah Bank Desa (Volk-bank). Tidak lama kemudian, dia minta berhenti.
(Volk-bank). Tidak lama kemudian, dia minta berhenti.
Suatu hari pada tahun 1942, Soeharto membaca pengumuman penerimaan anggota Suatu hari pada tahun 1942, Soeharto membaca pengumuman penerimaan anggota Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL). KNIL adalah tentara kerajaan Belanda. Ia Koninklijk Nederlands Indisce Leger (KNIL). KNIL adalah tentara kerajaan Belanda. Ia mendaftarkan diri dan diterima menjadi tentara. Waktu itu, ia hanya sempat bertugas tujuh mendaftarkan diri dan diterima menjadi tentara. Waktu itu, ia hanya sempat bertugas tujuh hari dengan pangkat sersan, karena Belanda menyerah kepada Jepang. Sersan Soeharto hari dengan pangkat sersan, karena Belanda menyerah kepada Jepang. Sersan Soeharto kemudian pulang ke Dusun Kemusuk. Justru di sinilah, karier militernya dimulai.
kemudian pulang ke Dusun Kemusuk. Justru di sinilah, karier militernya dimulai.
C
C. Latar. Latar BelBelakangakang PePendidikan Dan Karir Mindidikan Dan Karir Millititeerr22
Berbicara tentang Soeharto, karir pendidikannya lebih banyak di pendidikan kemiliteran. Ia Berbicara tentang Soeharto, karir pendidikannya lebih banyak di pendidikan kemiliteran. Ia menempuh Sekolah Dasar (SD) di Desa Puluhan, Godean dan SD Pedes (Yogyakarta), lalu menempuh Sekolah Dasar (SD) di Desa Puluhan, Godean dan SD Pedes (Yogyakarta), lalu sekolah lanjutan rendah di Wonogiri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)
sekolah lanjutan rendah di Wonogiri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) MuhammadiyahMuhammadiyah di Yogyakarta.
di Yogyakarta.
Pada 1 Juni 1940, ia diterima sebagai siswa di sekolah militer di Gombong, Jawa Tengah. Pada 1 Juni 1940, ia diterima sebagai siswa di sekolah militer di Gombong, Jawa Tengah. Setelah enam bulan menjalani latihan dasar, ia tamat sekolah militer sebagai lulusan terbaik Setelah enam bulan menjalani latihan dasar, ia tamat sekolah militer sebagai lulusan terbaik dan menerima pangkat kopral. Ia terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, dan menerima pangkat kopral. Ia terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong serta resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.
Gombong serta resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.
Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda, KNIL. Saat Perang Dunia II Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda, KNIL. Saat Perang Dunia II berkecamuk pada 1942, ia dikirim ke Bandung untuk menjadi tentara cadangan di Markas berkecamuk pada 1942, ia dikirim ke Bandung untuk menjadi tentara cadangan di Markas Besar Angkatan Darat selama seminggu. Setelah berpangkat sersan tentara KNIL, dia Besar Angkatan Darat selama seminggu. Setelah berpangkat sersan tentara KNIL, dia kemudian menjadi komandan peleton, komandan kompi di dalam militer yang disponsori kemudian menjadi komandan peleton, komandan kompi di dalam militer yang disponsori Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA, komandan resimen dengan pangkat mayor, dan Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA, komandan resimen dengan pangkat mayor, dan komandan batalyon berpangkat letnan kolonel.
komandan batalyon berpangkat letnan kolonel.
Setelah Perang Kemerdekaan berakhir, ia tetap menjadi Komandan Brigade Garuda Setelah Perang Kemerdekaan berakhir, ia tetap menjadi Komandan Brigade Garuda Mataram dengan pangkat letnan kolonel. Ia memimpin Brigade Garuda Mataram dalam Mataram dengan pangkat letnan kolonel. Ia memimpin Brigade Garuda Mataram dalam operasi penumpasan pemberontakan Andi Azis di Sulawesi. Kemudian, ia ditunjuk sebagai operasi penumpasan pemberontakan Andi Azis di Sulawesi. Kemudian, ia ditunjuk sebagai Komadan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) Sektor Kota Makassar yang Komadan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) Sektor Kota Makassar yang bertugas mengamankan kota dari gangguan eks KNIL/KL.
bertugas mengamankan kota dari gangguan eks KNIL/KL.
Pada 1 Maret 1949, ia ikut serta dalam serangan umum yangberhasil menduduki Kota Pada 1 Maret 1949, ia ikut serta dalam serangan umum yangberhasil menduduki Kota Yogyakarta selama enam jam. Inisiatif itu muncul atas saran Sri Sultan
Yogyakarta selama enam jam. Inisiatif itu muncul atas saran Sri Sultan HHamengku Buwonoamengku Buwono IX kepada Panglima Besar Soedirman bahwa Brigade X pimpinan Letkol Soeharto segera IX kepada Panglima Besar Soedirman bahwa Brigade X pimpinan Letkol Soeharto segera
2
9 9
melakukan serangan umum di Yogyakarta dan menduduki kota itu selama enam jam untuk melakukan serangan umum di Yogyakarta dan menduduki kota itu selama enam jam untuk membuktikan bahwa Republik Indonesia (RI) masih ada.
membuktikan bahwa Republik Indonesia (RI) masih ada.
Pada usia sekitar 32 tahun, tugasnya dipindahkan ke Markas Divisi dan diangkat menjadi Pada usia sekitar 32 tahun, tugasnya dipindahkan ke Markas Divisi dan diangkat menjadi Komandan Resimen Infenteri 15 dengan pangkat letnan kolonel (1 Maret 1953). Pada 3 Juni Komandan Resimen Infenteri 15 dengan pangkat letnan kolonel (1 Maret 1953). Pada 3 Juni 1956, ia diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di 1956, ia diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang. Dari Kepala Staf, ia diangkat sebagai pejabat Panglima Tentara dan Teritorium IV Semarang. Dari Kepala Staf, ia diangkat sebagai pejabat Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro. Pada 1 Januari
Diponegoro. Pada 1 Januari 1957, pangkatnya dinaikkan menjadi kolonel.1957, pangkatnya dinaikkan menjadi kolonel.
Lembaran hitam juga sempat mewarnai lembaran kemiliterannya. Ia dipecat oleh Jenderal Lembaran hitam juga sempat mewarnai lembaran kemiliterannya. Ia dipecat oleh Jenderal Nasution sebagai Pangdam Diponegoro. Peristiwa pemecatan pada 17 Oktober 1959 tersebut Nasution sebagai Pangdam Diponegoro. Peristiwa pemecatan pada 17 Oktober 1959 tersebut akibat ulahnya yang diketahui menggunakan institusi militernya untuk meminta uang dari akibat ulahnya yang diketahui menggunakan institusi militernya untuk meminta uang dari perusahaan-perusahan di Jawa Tengah. Kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh perusahaan-perusahan di Jawa Tengah. Kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh Kolonel Ahmad Yani. Atas saran Jendral Gatot Subroto saat itu, dia dibebaskan dan Kolonel Ahmad Yani. Atas saran Jendral Gatot Subroto saat itu, dia dibebaskan dan dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung, Jawa dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung, Jawa Barat. Pada usia 38 tahun, ia mengikuti kursus C SSKAD (Sekolah Staf dan Komando AD) Barat. Pada usia 38 tahun, ia mengikuti kursus C SSKAD (Sekolah Staf dan Komando AD) di Bandung dan pangkatnya dinaikkan menjadi brigadir jenderal pada 1 Januari 1960. di Bandung dan pangkatnya dinaikkan menjadi brigadir jenderal pada 1 Januari 1960. Kemudian, dia diangkat sebagai Deputi I Kepala Staf Angkatan Darat di usia 39 tahun.
Kemudian, dia diangkat sebagai Deputi I Kepala Staf Angkatan Darat di usia 39 tahun.
Pada 1 Oktober 1961, jabatan rangkap sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad Pada 1 Oktober 1961, jabatan rangkap sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD) yang telah diembannya ketika berusia 40 tahun bertambah dengan (Cadangan Umum AD) yang telah diembannya ketika berusia 40 tahun bertambah dengan jabatan barunya sebagai Panglima Kohanudad (Komando Pertahanan AD). Pada tahun 1961 jabatan barunya sebagai Panglima Kohanudad (Komando Pertahanan AD). Pada tahun 1961 tersebut, ia juga mendapatkan tugas sebagai Atase Militer Republik Indonesia di Beograd, tersebut, ia juga mendapatkan tugas sebagai Atase Militer Republik Indonesia di Beograd, Paris (Perancis), dan Bonn (Jerman). Di usia 41 tahun, pangkatnya dinaikkan menjadi mayor Paris (Perancis), dan Bonn (Jerman). Di usia 41 tahun, pangkatnya dinaikkan menjadi mayor jenderal (1 Januari 1962) dan menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat jenderal (1 Januari 1962) dan menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dan merangkap sebagai Deputi Wilayah Indonesia Timur di Makassar. Sekembalinya dari dan merangkap sebagai Deputi Wilayah Indonesia Timur di Makassar. Sekembalinya dari Indonesia Timur, Soeharto yang telah naik pangkat menjadi mayor jenderal, ditarik ke Indonesia Timur, Soeharto yang telah naik pangkat menjadi mayor jenderal, ditarik ke markas besar ABRI oleh Jenderal A.
markas besar ABRI oleh Jenderal A.HH. Nasution. Di pertengahan tahun 1962, Soeharto. Nasution. Di pertengahan tahun 1962, Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga diangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga 1965.
1965.
Sekitar setahun kemudian, tepatnya, 2 Januari 1962, Brigadir Jenderal Soeharto diangkat Sekitar setahun kemudian, tepatnya, 2 Januari 1962, Brigadir Jenderal Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Mayor Jenderal Soeharto sebagai Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Mayor Jenderal Soeharto dilantik sebagai Menteri Panglima
dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat dan segera membubarkan Partai KomunisAngkatan Darat dan segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya. Setelah diangkat sebagai Panglima Komando Strategis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya. Setelah diangkat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 1 Mei 1963, ia membentuk Komando Operasi Pemulihan Angkatan Darat (Kostrad) pada 1 Mei 1963, ia membentuk Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk mengimbangi G-30-S yang
Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk mengimbangi G-30-S yang berkecamuk pada 1berkecamuk pada 1 Oktober 1965. Dua hari kemudian, tepatnya 3 Oktober 1965, Mayjen Soeharto diangkat Oktober 1965. Dua hari kemudian, tepatnya 3 Oktober 1965, Mayjen Soeharto diangkat
10 10
sebagai Panglima Kopkamtib. Jabatan ini memberikan wewenang besar untuk melakukan sebagai Panglima Kopkamtib. Jabatan ini memberikan wewenang besar untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai pelaku
pembersihan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai pelaku G-30-S/PKI.G-30-S/PKI. D.
D. K K epepribadian Soribadian Soeehartoharto
Kepribadian Soeharto dipengaruhi oleh banyak faktor.
Kepribadian Soeharto dipengaruhi oleh banyak faktor. HHal itu dapat dilihat dari latar al itu dapat dilihat dari latar belakang beliau, yakni sebagai seorang muslim, sebagai seorang keturunan jawa, dan sebagai belakang beliau, yakni sebagai seorang muslim, sebagai seorang keturunan jawa, dan sebagai
anggota militer.
anggota militer. Ketiga latar belakang Soeharto tersebKetiga latar belakang Soeharto tersebut, secara langsung ataupun ut, secara langsung ataupun tidak telahtidak telah membentuk pribadi seorang
membentuk pribadi seorang Soeharto. Soeharto. Kepribadian tersebKepribadian tersebut yang kemudian jugaut yang kemudian juga berpengaruh pada setiap
berpengaruh pada setiap kebijakannykebijakannya.a. Ketiga faktor tersebut yang akan m
Ketiga faktor tersebut yang akan menjadi fokus dalam enjadi fokus dalam pembahasan kali ini. pembahasan kali ini. KetiganKetiganyaya akan terlihat dalam sifat,
akan terlihat dalam sifat, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan Soeharto.perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan Soeharto. 1.
1. SoSoeeharto Sharto Seebagai K bagai K eeturunan Jawaturunan Jawa33 Konsep Jawa d
Konsep Jawa dapat terlihat penerapannyapat terlihat penerapannya pada Kerajaan-kerajaan Jawaa pada Kerajaan-kerajaan Jawa. . Kerajaan jawaKerajaan jawa merupakan tempat yang sangat kental unsur-unsur
merupakan tempat yang sangat kental unsur-unsur kejawen.kejawen. Pola kehidupan raja,Pola kehidupan raja, keluarganya, pejabat pemerintah diatur oleh tradisi
keluarganya, pejabat pemerintah diatur oleh tradisi-tradisi Jawa.-tradisi Jawa. Salah satu
Salah satu kerajaan Jkerajaan Jawa yang awa yang terkenal terkenal adalah Kerajaan adalah Kerajaan Mataram. Mataram. Sudah menSudah menjadijadi pengetahuan umum bahwa dinasti Mataram adalah
pengetahuan umum bahwa dinasti Mataram adalah dinasti yang muncul dari keluarga petani.dinasti yang muncul dari keluarga petani. Karena itu untuk dapat diterima rakyat banyak dinasti atau para raja dari dinasti ini terus Karena itu untuk dapat diterima rakyat banyak dinasti atau para raja dari dinasti ini terus berusaha memperlihatkan keunggulannya sebagai
berusaha memperlihatkan keunggulannya sebagai trahing kusuma, rembesing madu, wijining trahing kusuma, rembesing madu, wijining atapa, tedhaking andana warih
atapa, tedhaking andana warih. . Sopan sSopan santun, tutur katanyantun, tutur katanya lemah lembut,a lemah lembut, sumeh sumeh (murah(murah senyum), tak pernah marah, ramah, dll, merupakan sifat-sifat yang melekat pada diri senyum), tak pernah marah, ramah, dll, merupakan sifat-sifat yang melekat pada diri soehart
soeharto. o. KesemuaKesemuanya itu nya itu tak lepas dtak lepas dari usaha ari usaha soeharto untuk menarik simpati soeharto untuk menarik simpati rakyat demirakyat demi menunjukkan keunggulan moralnya.
menunjukkan keunggulan moralnya.
Dalam sejarahnya, dinasti Mataram selalu merasa dirinya terancam oleh pusat-pusat Dalam sejarahnya, dinasti Mataram selalu merasa dirinya terancam oleh pusat-pusat kekuasaan lain
kekuasaan lain. . Oleh karena itu dinasOleh karena itu dinasti Mataram selalu terlibat dalam usti Mataram selalu terlibat dalam usaha-usaha untuk aha-usaha untuk terus mengukuhk
terus mengukuhkan diri. an diri. Di samping itu dinasDi samping itu dinasti Mataram memandang kekuti Mataram memandang kekuasaan itu sebagaiasaan itu sebagai suatu keunggulan
suatu keunggulan, yang utuh dan bulat. , yang utuh dan bulat. Artinya kekuasArtinya kekuasaan itu tidak boleh bersaing, tidak aan itu tidak boleh bersaing, tidak terkotak-kotak atau terbagi-bagi, dan menyeluruh (tidak hanya mengenai bidang-bidang terkotak-kotak atau terbagi-bagi, dan menyeluruh (tidak hanya mengenai bidang-bidang tertentu).
tertentu). Kekuasaan Kekuasaan raja seperti kekraja seperti kekuasaan dewauasaan dewa, yang agung , yang agung dan binatadan binatara. ra. Karena itu Karena itu raja- raja-raja mataram itu sering menggambarkan diri sebagai raja-raja yang
raja mataram itu sering menggambarkan diri sebagai raja yang agung dan binathara,agung dan binathara, baudhendha nyakrawati
baudhendha nyakrawati (agung laksana dewa, pemelihara hukum, pemegang kekuasaan).(agung laksana dewa, pemelihara hukum, pemegang kekuasaan). H
Hal itu juga dilakukan semasa kekuasaan soeharto. Dimana ia mampu memimpin selama 30al itu juga dilakukan semasa kekuasaan soeharto. Dimana ia mampu memimpin selama 30 tahun tanpa ada yang mampu menurunkannya dari kursi presiden.
tahun tanpa ada yang mampu menurunkannya dari kursi presiden.
3
11 11
Dalam kedudukan sebagai penguasa negara memang raja berhak mengambil tindakan apa Dalam kedudukan sebagai penguasa negara memang raja berhak mengambil tindakan apa saja dengan cara bagaimana saja terhadapkerajaannya, segala isi yang ada didalamnya, saja dengan cara bagaimana saja terhadapkerajaannya, segala isi yang ada didalamnya, ter
termasuk masuk hidup manusia. hidup manusia. Karena itu kKarena itu kalau raja menginginkan sesuatu, dengan malau raja menginginkan sesuatu, dengan mudah ia udah ia akaakann memerintahkan un
memerintahkan untuk mengambilnya. tuk mengambilnya. Kalau yang merasa beKalau yang merasa berhak atas sesuatu iturhak atas sesuatu itu mempertahankanny
mempertahankannya, diperangilah dia. a, diperangilah dia. Sebaliknya kalau adSebaliknya kalau ada orang yang dipandanga orang yang dipandangn tidak n tidak pantas berada dalam kedudukannya, dengan mudah saja raja mengambil kedudukannya, pantas berada dalam kedudukannya, dengan mudah saja raja mengambil kedudukannya, dengan membunuhnya bila perlu. Beberapa kasus pembantaian masal (malari, tanjung dengan membunuhnya bila perlu. Beberapa kasus pembantaian masal (malari, tanjung priyo
priyok), k), menjadi bukti menjadi bukti bahwa soeharto bahwa soeharto juga mengikuti kojuga mengikuti konsep nsep tersebuttersebut. . SelaSelama ma berkuasaberkuasa soeharto tidak memberi kesempatan kepada lawan-lawannya untuk mengusik kursinya.
soeharto tidak memberi kesempatan kepada lawan-lawannya untuk mengusik kursinya.
Sebagai orang asli keturunan Jawa, maka Soeharto banyak menerapkan konsep-konsep Jawa Sebagai orang asli keturunan Jawa, maka Soeharto banyak menerapkan konsep-konsep Jawa dalam kehidu
dalam kehidupannya sebagai seorang presidenpannya sebagai seorang presiden. . Sehingga tak salah jikSehingga tak salah jika M.a M.HH. Ainun Najib. Ainun Najib (Cak Nun) mengatakan bahwa sistem yang dibangun soeharto adalah sistem kerajaan bukan (Cak Nun) mengatakan bahwa sistem yang dibangun soeharto adalah sistem kerajaan bukan republik.
republik. 2.
2. SoSoeeharto Sharto Seebagai Sbagai Seeorang Musorang Musllim.im.
Presiden Soeharto memulai hari kerjanya di waktu ia bangun pada kira-kira pukul 05.00. Presiden Soeharto memulai hari kerjanya di waktu ia bangun pada kira-kira pukul 05.00. Sesudah mandi dan ke belakang sebagaimana yang dilakukannya setiap pagi, iapun Sesudah mandi dan ke belakang sebagaimana yang dilakukannya setiap pagi, iapun mengerja
mengerjakan kan sholat susbuh. sholat susbuh. Selesai sholat subuh, iapun mSelesai sholat subuh, iapun minuinum m secangkir kopi di secangkir kopi di kamar kamar kerjanya yang kecil di rumah keluarga Soeharto, jalan Cendana No 8, Menteng Jakarta.
kerjanya yang kecil di rumah keluarga Soeharto, jalan Cendana No 8, Menteng Jakarta.44 DariDari cerita tersebut, dapat dikatakan bahwa Soeharto termasuk muslim yang taat kepada Allah cerita tersebut, dapat dikatakan bahwa Soeharto termasuk muslim yang taat kepada Allah SWT.
SWT.
Sebagai seorang mu
Sebagai seorang muslim AM Fatwa mempunyai analisis lain slim AM Fatwa mempunyai analisis lain tentang diri Soeharto. tentang diri Soeharto. FatwaFatwa menujuk salah satu momentum penting dalam perjalanan hidup Soeharto, ibadah haji tahun menujuk salah satu momentum penting dalam perjalanan hidup Soeharto, ibadah haji tahun 1991.
1991. Ibadah hIbadah haji bukanlah peaji bukanlah peristiristiwa wa biasa. biasa. Betapa Betapa pun, soeharto pun, soeharto adalah seorang adalah seorang KepalaKepala Negara Muslim.
Negara Muslim. Fatwa mengatakan bahwa, ³PeFatwa mengatakan bahwa, ³Perubahan yang terjadi pada srubahan yang terjadi pada sosok Soeharto ituosok Soeharto itu sunnatul
sunnatullah. lah. Usia Usia dan dan pengalamapengalaman-pengalan-pengalamannya mannya kan kan membawa kmembawa kepada kepada kearifaearifan,´n,´ katanya.
katanya.55
Selain itu, Ketua Umum Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), Chalid Mawardi, mengusulkan Selain itu, Ketua Umum Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), Chalid Mawardi, mengusulkan agar Soeharto diakui sebagai Pemimpin Tertinggi Umat Islam Indonesia
agar Soeharto diakui sebagai Pemimpin Tertinggi Umat Islam Indonesia (A(Amirul Muslimin al mirul Muslimin al Indonesiy)
Indonesiy). . Menurut poliMenurut politisi NU ini, soeharto telah banyak metisi NU ini, soeharto telah banyak melakukan terobosan-terolakukan terobosan-terobosanbosan yang menguntungkan umat
yang menguntungkan umat Islam. Islam. Chalid yakin bChalid yakin bahwa soeharto benar-benar ahwa soeharto benar-benar memperjuangkan Islam
memperjuangkan Islam ³dari posisinya se³dari posisinya sebagai Presiden Republik Indonebagai Presiden Republik Indonesia¶. sia¶. Apa yangApa yang telah dilakukan soeharto dengan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, yang telah telah dilakukan soeharto dengan Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, yang telah
4
4O.G Roeder, Anak Desa Biografi Presiden Soeharto, Jakarta:Gunung Agung, Cet.V, 198O.G Roeder, Anak Desa Biografi Presiden Soeharto, Jakarta:Gunung Agung, Cet.V, 19844, hlm:26, hlm:2633..
5
1 122
membangun lebih dari 700 masjid, dan Yayasan Dharmis, yang telah membiayai pengiriman membangun lebih dari 700 masjid, dan Yayasan Dharmis, yang telah membiayai pengiriman ribuan da¶I ke daerah-daerah transmigran, serta berbagai kebijakan positif terhadap umat ribuan da¶I ke daerah-daerah transmigran, serta berbagai kebijakan positif terhadap umat Islam Indonesia, bukanlah hal yang kecil.
Islam Indonesia, bukanlah hal yang kecil.66 3.
3. SoSoeeharto Sharto Seebagai Sbagai Seeorang Anggota Miorang Anggota Millititeer.r.
Kesempatan yang dinanti-nanti Soeharto begitu lama, akhirnya datang juga ketika pengantar Kesempatan yang dinanti-nanti Soeharto begitu lama, akhirnya datang juga ketika pengantar surat menyerahkan sepucuk sura
surat menyerahkan sepucuk surat resmi yang isinya singkat sekali. t resmi yang isinya singkat sekali. Soeharto harus segeraSoeharto harus segera melapor untuk dinas militer.
melapor untuk dinas militer. Anak mAnak muda itu, dengan buda itu, dengan badan yang adan yang tegap dan cerdas, dengantegap dan cerdas, dengan mudah diterima masuk Sekolah Militer di Gombong, Jawa Tengah, pada tanggal 1 Juni mudah diterima masuk Sekolah Militer di Gombong, Jawa Tengah, pada tanggal 1 Juni 1940.
1940.77 Perjalanan militer inilah yang kemudian membuat Soeharto menjadi orang yangPerjalanan militer inilah yang kemudian membuat Soeharto menjadi orang yang terkenal.
terkenal.
Dari Kepala Staf Divisi Diponegoro, Soeharto naik dalam beberapa bulan menjadi Panglima Dari Kepala Staf Divisi Diponegoro, Soeharto naik dalam beberapa bulan menjadi Panglima Divisi.
Divisi. Pada tanggal Pada tanggal 1 Jan1 Januari 1957, duari 1957, dinaikkan pangkinaikkan pangkatnya menatnya menjadi Kolonel (Injadi Kolonel (Infanteri). fanteri). DiDi waktu itu catatan ringkas mengenai dirinya adalah: umur 35 tahun; sudah lebih 16 tahun waktu itu catatan ringkas mengenai dirinya adalah: umur 35 tahun; sudah lebih 16 tahun dinas militer; berpengal
dinas militer; berpengalaman sebagai Komandan di wakaman sebagai Komandan di waktu perang dan damai. tu perang dan damai. Latar belakangLatar belakang militer ini, kemudian membentuk sifat-sifatnya yang utama: pemberani, berdisiplin, militer ini, kemudian membentuk sifat-sifatnya yang utama: pemberani, berdisiplin, berhati-hati dan dapat dipercaya.
hati dan dapat dipercaya.88
Sifat lain yang muncul ketika ia di militer ialah Soeharto sangat sadar akan masalah-masalah Sifat lain yang muncul ketika ia di militer ialah Soeharto sangat sadar akan masalah-masalah yang dihadapi oleh p
yang dihadapi oleh prajurrajurit-prajurit-prajuritnya, baik di itnya, baik di waktu dinas mwaktu dinas maupuaupun dn di luar i luar dinas. dinas. IaIa menumpahkan perhatiaannya kepada kesejahteraan anak buahnya.menurut doktrin militer menumpahkan perhatiaannya kepada kesejahteraan anak buahnya.menurut doktrin militer Indonesia, mengingat kehidupan rakyat banyak yang masih melarat, termasuk tentara, Indonesia, mengingat kehidupan rakyat banyak yang masih melarat, termasuk tentara, panglima Divisi diponegoro menekankan perlunya dibangun kegiatan kooperasi Angakatn panglima Divisi diponegoro menekankan perlunya dibangun kegiatan kooperasi Angakatn
Darat. Darat.99
Selain itu Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Selain itu Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan, termasuk cadangan untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan, termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Peran dwifungsi ini adalah alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen.
peran militer di bidang politik yang permanen.
4
4.. SoSoeeharto sharto seebagai sbagai seeorangorang pprreesidsideenn
Konsep diri atau peran Soeharto sebagai seorang presiden telah dibangun puluhan tahun, Konsep diri atau peran Soeharto sebagai seorang presiden telah dibangun puluhan tahun, dikonfirmasikan kabinet-kabinetnya, TNI (dulu ABRI), MPR dan lembaga-lembaga negara dikonfirmasikan kabinet-kabinetnya, TNI (dulu ABRI), MPR dan lembaga-lembaga negara lainnya, media massa (termasuk buku-buku yang menyanjung dan menjilatnya, seperti lainnya, media massa (termasuk buku-buku yang menyanjung dan menjilatnya, seperti
6
6Adian Husaini, hlm:Adian Husaini, hlm:3366
7
7O.G Roeder, hlm:170O.G Roeder, hlm:170 8
8O.G Roeder, hlm:216O.G Roeder, hlm:216 9
1 133
Manajemen Presiden Soeharto),
Manajemen Presiden Soeharto), dan sdan seluruh rakyeluruh rakyatnya. atnya. Untuk memUntuk memperkukuh peranperkukuh peran sosialnya, Soeh
sosialnya, Soeharto menggunakan mistifikasi. arto menggunakan mistifikasi. BerbagBerbagai upacara resmi, formalitas, dan geai upacara resmi, formalitas, dan gelar lar yang impresif (misalnya ³Bapak Pembangunan´) yang digunakan untuk menciptakan yang impresif (misalnya ³Bapak Pembangunan´) yang digunakan untuk menciptakan kharismanya.
kharismanya. Salah satu tehnik mSalah satu tehnik mistifikasi Soeharto adalah menjagistifikasi Soeharto adalah menjaga nama baiknya denga nama baiknya denganan khalayak.
khalayak. Selama puluhan tahun di dSelama puluhan tahun di dalam negeri ia hampir tidak pealam negeri ia hampir tidak pernah bersediarnah bersedia diwawancarai oleh wartawan, baik media cetak ataupun elektronik agar nama baiknya tetap diwawancarai oleh wartawan, baik media cetak ataupun elektronik agar nama baiknya tetap terjaga.
terjaga. Saat berlangsung dialog dengSaat berlangsung dialog dengan rakyat kecil di daerah, yang bian rakyat kecil di daerah, yang biasanya disiarkanasanya disiarkan TVRI dalam ³Laporan Khusus´ sesudah ³Dunia Dalam Berita´ pukul 21.00, dialog itu TVRI dalam ³Laporan Khusus´ sesudah ³Dunia Dalam Berita´ pukul 21.00, dialog itu tampak kaku dan artifisial
tampak kaku dan artifisial, karena berdasarkan sken, karena berdasarkan skenario yang telah disusunario yang telah disusun. . DenganDengan pencitraan itu, Soeharto berusaha menciptakan kekaguman atau keterpesonaan khalayak pencitraan itu, Soeharto berusaha menciptakan kekaguman atau keterpesonaan khalayak
kepada dirinya.
kepada dirinya. Sikap Soeharto yang sedikiSikap Soeharto yang sedikit rendah hati boleh jadi membuat khalayak t rendah hati boleh jadi membuat khalayak terkesima untuk melihat presiden lebih dekat.
terkesima untuk melihat presiden lebih dekat.
Konsep diri itulah yang menjadi salah satu faktor Soeharto mampu berkuasa selama tiga Konsep diri itulah yang menjadi salah satu faktor Soeharto mampu berkuasa selama tiga dekade.
dekade. Selain itu mungkin bSelain itu mungkin banyak faktor lain yanyak faktor lain yang sering menang sering menimbulkan kontroversi dalamimbulkan kontroversi dalam setiap
setiap pembahasannypembahasannya.a. E.
E. ModModelel K K epeepemimmimppinan Soinan Soeehartoharto
Ada beberapa model-model atau pola-pola kepemimpinan, yaitu pemimpin agama, pemimpin Ada beberapa model-model atau pola-pola kepemimpinan, yaitu pemimpin agama, pemimpin politik, pemimpin organisasi sosial kemasyarakatan, dan pemimpin perusahaan.
politik, pemimpin organisasi sosial kemasyarakatan, dan pemimpin perusahaan.
Salah satu tipe aktor politik yang memiliki pengaruh dalam proses politik, adalah pemimpin Salah satu tipe aktor politik yang memiliki pengaruh dalam proses politik, adalah pemimpin poitik dan pemerintah
poitik dan pemerintahan. an. Dalam masyarakat teDalam masyarakat terdapat stratifikasi dari segrdapat stratifikasi dari segi kekuasaan yangi kekuasaan yang dimiliki: yang memiliki kekuasaaan disebut elit (pemimpin), dan yang tidak memiliki dimiliki: yang memiliki kekuasaaan disebut elit (pemimpin), dan yang tidak memiliki kekuasaa
kekuasaan, n, dan dan karena itu karena itu mematuhi pemilik mematuhi pemilik kekuasaan disebut mkekuasaan disebut massa assa rakyat. rakyat. DenganDengan demikian Pak
demikian Pak HHarto termasuk pemimpin politik yang sekaligus memiliki kekuasaan atau elit.arto termasuk pemimpin politik yang sekaligus memiliki kekuasaan atau elit. H
Hal itu didukung oleh nilai-nilai yang melekat pada diri Pak al itu didukung oleh nilai-nilai yang melekat pada diri Pak HHarto, seperti prestise, karto, seperti prestise, k ekayaanekayaan ataupun kewen
ataupun kewenangan. angan. Sebagai pemimpin poSebagai pemimpin politik, maka Model kelitik, maka Model kepemimpinan Pak pemimpinan Pak HHarto bisaarto bisa dilihat sebagai berikut,
dilihat sebagai berikut, 1.
1. DiDillihat Dari Motif ihat Dari Motif PePencarian K ncarian K eekuasaan.kuasaan.
Model kepemimpinan Soeharto dilihat dari motif mencari kekuasaan bisa dikatakan bermotif Model kepemimpinan Soeharto dilihat dari motif mencari kekuasaan bisa dikatakan bermotif kompensasi.
kompensasi. Ada enam peAda enam perilaku yang dianggap sebagai indrilaku yang dianggap sebagai indikator kepribadian dari pencikator kepribadian dari pencariari kekuasaan demi
kekuasaan demi kompensasi. kompensasi. Keenam perilaku Keenam perilaku tersebut adalah:tersebut adalah: a.
a. Ketidaksediaan mengizinkan orang lain mengambil bagian dalam bidangKetidaksediaan mengizinkan orang lain mengambil bagian dalam bidang kekuasaannya.
kekuasaannya. b.
b. Ketidaksediaan menerima nasihat mengenai fungsi yang seharusnya dalam bidangKetidaksediaan menerima nasihat mengenai fungsi yang seharusnya dalam bidang kekuasaannya.
1 144
c.
c. Ketidaksediaan mendelegasikan kewajiban kepada pihak lain, kewajiban yangKetidaksediaan mendelegasikan kewajiban kepada pihak lain, kewajiban yang menjadi bagian utuh dari bidang kekuasaannya.
menjadi bagian utuh dari bidang kekuasaannya. d.
d. Ketidaksediaan berkonsultasi dengan orang lain yang menyatakan diri memilikiKetidaksediaan berkonsultasi dengan orang lain yang menyatakan diri memiliki kekuasaan, mengenai peranan dalam bidang kekuasaannya.
kekuasaan, mengenai peranan dalam bidang kekuasaannya. e.
e. Ketidaksediaan memberikan informasi kepada orang lain mengenai peranan dalamKetidaksediaan memberikan informasi kepada orang lain mengenai peranan dalam bidang kekuasaannya.
bidang kekuasaannya. f.
f. Keinginan untuk membentuk dan mengenakan sistem yang tertata kepada orang lainKeinginan untuk membentuk dan mengenakan sistem yang tertata kepada orang lain dalam arena politik.
dalam arena politik.
Keenam perilaku tersebut ada pada kepemimpinan Pak
Keenam perilaku tersebut ada pada kepemimpinan Pak HHarto. arto. Perilaku pPerilaku pertama mertama misalnyaisalnya dibuktikan dengan kepemimpinan Pak
dibuktikan dengan kepemimpinan Pak HHarto yang bertahan 30 tahun sebagai Presiden.arto yang bertahan 30 tahun sebagai Presiden. Selain itu kebebasan press yang terkungkung selama rezim Orde baru berkuasa, yang Selain itu kebebasan press yang terkungkung selama rezim Orde baru berkuasa, yang mengakibatkan proses penyebaran informasi menjadi tidak sehat merupakan indikator mengakibatkan proses penyebaran informasi menjadi tidak sehat merupakan indikator perilaku ke-lima.
perilaku ke-lima. 2.
2. DiDillihat Dari Distribusi K ihat Dari Distribusi K eekuasaankuasaan
Menurut Andrian distribusi kekuasaan terbagi dalam tiga model, yakni Menurut Andrian distribusi kekuasaan terbagi dalam tiga model, yakni
a.
a. Model elit yang memerintah, melukiskan kekuasaan sebagai dimiliki oleh kelompok Model elit yang memerintah, melukiskan kekuasaan sebagai dimiliki oleh kelompok kecil orang yang disebut elit
kecil orang yang disebut elit b.
b. Model pluralis, menggambarkan kekuasaan sebagai dimiliki dengan berbagaiModel pluralis, menggambarkan kekuasaan sebagai dimiliki dengan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat dan berbagai lembaga pemerintahan.
kelompok sosial dalam masyarakat dan berbagai lembaga pemerintahan. c.
c. Model populis, melukiskan kekuasaan sebagai dipegang oleh setiap individu wargaModel populis, melukiskan kekuasaan sebagai dipegang oleh setiap individu warga negara atau rakyat secara kolektif.
negara atau rakyat secara kolektif.
Model pluralis mungkin bisa dikatakan cocok untuk menggambarkan distribusi kekuasaan Model pluralis mungkin bisa dikatakan cocok untuk menggambarkan distribusi kekuasaan selama kepemimpin
selama kepemimpinan Soeharto. an Soeharto. Dimana kita meliahat dDimana kita meliahat di Indonesia tei Indonesia terdapat pembagianrdapat pembagian kekuasaan dalam 3 lembag
kekuasaan dalam 3 lembaga yakni, Eksekutif, Legislatif, Yudikatif. a yakni, Eksekutif, Legislatif, Yudikatif. Namun menurut penNamun menurut penulis,ulis, kepemimpinan Soeharto lebih cocok dikategorikan ke dalam model elit.
kepemimpinan Soeharto lebih cocok dikategorikan ke dalam model elit. HHal itu karena padaal itu karena pada masa Orde Baru keku
masa Orde Baru kekuasaan hanya bisa dinikmasaan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang. ati oleh segelintir orang. Tidak adaTidak ada kesempatan bagi merek
kesempatan bagi mereka yang ingin berkuasa yang ingin berkuasa. a. Kalaupun ada itu tidak beKalaupun ada itu tidak bertahan lama.rtahan lama. Kekuasaan Pak
Kekuasaan Pak HHarto selama 30 tahun yang tak tergoyahkan, menjadi bukti hal itu.arto selama 30 tahun yang tak tergoyahkan, menjadi bukti hal itu. 3.
3. DiDillihat Dari Hubungan Antaraihat Dari Hubungan Antara PePemimmimppin Dan Yang Diin Dan Yang Dippimimppin.in.
Menurut Burns, ada dua tipe kepmimpinan berdasarkan hubungan antara yang memipin dan Menurut Burns, ada dua tipe kepmimpinan berdasarkan hubungan antara yang memipin dan yang dipimpin, yaitu
yang dipimpin, yaitu a.
a. Kepemimpinan TraKepemimpinan Transaknsaksionalsional
Terjadi manakala seorang pemimpin mengambil prakarsa dalam melakukan kontak Terjadi manakala seorang pemimpin mengambil prakarsa dalam melakukan kontak dengan pih
1 155
dipertukarkan itu mencakup bidang politik seperti suara
dipertukarkan itu mencakup bidang politik seperti suara (v(votes)otes) dan kekuasaan,dan kekuasaan, ekonomi, seperti uang dan kekayaan lain, dan psikologi seperti kesediaan mendengar ekonomi, seperti uang dan kekayaan lain, dan psikologi seperti kesediaan mendengar keluhan orang lain
keluhan orang lain. . Kepemimpinan sepeKepemimpinan seperti ini tidak menunjukkan kesamarti ini tidak menunjukkan kesamaan tujuanan tujuan antara pemimpin dan yang dipimpin.
antara pemimpin dan yang dipimpin. b.
b. Kepemimpinan TraKepemimpinan Transfonsformatif rmatif
Terjadi manakala seorang atau lebih terlibat dengan orang lain sedemikian rupa Terjadi manakala seorang atau lebih terlibat dengan orang lain sedemikian rupa sehingga mengangkat pemimpin dan yang dipimpin ke tingkat moral, motivasi, dan sehingga mengangkat pemimpin dan yang dipimpin ke tingkat moral, motivasi, dan kegiatan yang lebih tinggi. Tujuan mereka yang tadinya berpisah menjadi satu.
kegiatan yang lebih tinggi. Tujuan mereka yang tadinya berpisah menjadi satu.
Melihat kedua tipe di atas, maka kepemimpinan Soeharto cenderung kepada tipe Melihat kedua tipe di atas, maka kepemimpinan Soeharto cenderung kepada tipe kepemimpinan transaksional.
kepemimpinan transaksional. HHal itu terlihat dari adanya sentralisisasi kekuasaan selamaal itu terlihat dari adanya sentralisisasi kekuasaan selama rezim O
rezim Orde barurde baru. . Dimana Dimana Pak Pak HHarto berkarto berkuasa dalam uasa dalam setiap struksetiap struktur pemerintahan. tur pemerintahan. LebihLebih jelas lagi kita lihat bagaimana semua pegawai negeri sipil harus memilih Golkar sebagai jelas lagi kita lihat bagaimana semua pegawai negeri sipil harus memilih Golkar sebagai partai.
partai. Sehingga hubungSehingga hubungan yang terjadi antara peman yang terjadi antara pemimpin dan rakyat seperti hubimpin dan rakyat seperti hubunganungan penjual yang memaksakan barang daganannya. Bahkan lebih ngeri lagi, karena selama orde penjual yang memaksakan barang daganannya. Bahkan lebih ngeri lagi, karena selama orde baru mereka yang menolak memilih Golkar maka akan mendapat murka penguasa.
baru mereka yang menolak memilih Golkar maka akan mendapat murka penguasa. F.
F. NiNillai-niai-nillai K ai K epeepemimmimppinan Soinan Soeehartoharto1010 1.
1. Kerja keras. Soeharto adalah anak petani miskin yang mampu mengubah hidupnya dariKerja keras. Soeharto adalah anak petani miskin yang mampu mengubah hidupnya dari karir militer rendah hingga mampu menjadi presiden.
karir militer rendah hingga mampu menjadi presiden. 2.
2. Mau belajar. Diceritakan bahwa awal dari kepemimpinan Soeharto sebagai presiden, iaMau belajar. Diceritakan bahwa awal dari kepemimpinan Soeharto sebagai presiden, ia tidak paham sama sekali tentang masalah ekonomi negara, ia pun mendatangkan ahli-ahli tidak paham sama sekali tentang masalah ekonomi negara, ia pun mendatangkan ahli-ahli ekonomi. Mereka disuruh menerangkan seluk beluk ekonomi suatu negara, dengan ia ekonomi. Mereka disuruh menerangkan seluk beluk ekonomi suatu negara, dengan ia berbekal catatan kecil. Selama
berbekal catatan kecil. Selama beberapa waktu ia meminta bantuan dan belajar kbeberapa waktu ia meminta bantuan dan belajar kepad ahli-epad ahli-ahli ekonomi tersebut. Namun tahun-tahun berikutnya bergantilah posisi, yaitu Soeharto ahli ekonomi tersebut. Namun tahun-tahun berikutnya bergantilah posisi, yaitu Soeharto yang mendektekan hal-hal yang harus dilakukan untuk ekonomi Indonesia.
yang mendektekan hal-hal yang harus dilakukan untuk ekonomi Indonesia. 3.
3. Ahli strategi. Soeharto dari pemikiran-pemikirannya mampu menciptakan strategi-Ahli strategi. Soeharto dari pemikiran-pemikirannya mampu menciptakan strategi-strategi yang mampu membawanya sampai ke jabatan presiden selama 32 tahun.
strategi yang mampu membawanya sampai ke jabatan presiden selama 32 tahun. 4.
4. Visioner. Di awal kepemimpinannya Soeharto menentukan arah kebijakanVisioner. Di awal kepemimpinannya Soeharto menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia secara jelas, harga pangan yang murah, tercukupinya pembangunan ekonomi Indonesia secara jelas, harga pangan yang murah, tercukupinya
kebutuhan pokok, serta pertumbuhan ekonomi. kebutuhan pokok, serta pertumbuhan ekonomi. 5.
5. Ambisius. Soeharto mengupayakan dengan sungguh-sungguh perencanaan yag sudahAmbisius. Soeharto mengupayakan dengan sungguh-sungguh perencanaan yag sudah dibuat atau visinya agar
dibuat atau visinya agar benar-benabenar-benar r tercapai.tercapai.
10
1 166
6.
6. Peduli rakyat kecil. Keberpihakan Soeharto pada Peduli rakyat kecil. Keberpihakan Soeharto pada petani sangat jelas, Soeharto lahir daripetani sangat jelas, Soeharto lahir dari keluarga petani sehingga mengenal betul bagaimana cara membangun pertanian. keluarga petani sehingga mengenal betul bagaimana cara membangun pertanian. Keberpihakannya pada petani itu berhasil menjadikan Indonesia maju di bidang Keberpihakannya pada petani itu berhasil menjadikan Indonesia maju di bidang pertaniannya.
pertaniannya. 7.
7. Tidak melupakan budaya. Kekuasaan Soeharto disebut sebagai representasi dariTidak melupakan budaya. Kekuasaan Soeharto disebut sebagai representasi dari kepemimpinan Jawa, nuansa jawasentris sangat kuat. Kepemimpinan Soeharto, kepemimpinan Jawa, nuansa jawasentris sangat kuat. Kepemimpinan Soeharto, berdasarkan perspektif teleologi (tujuan), memang penuh dengan simbol-simbol berdasarkan perspektif teleologi (tujuan), memang penuh dengan simbol-simbol kepemimpinan dalam budaya Jawa (Tunjung W. Sutirto, 2008). Sistem politik Orde Baru kepemimpinan dalam budaya Jawa (Tunjung W. Sutirto, 2008). Sistem politik Orde Baru dibangun di atas falsafah dan nilai-nilai budaya Jawa yang kental. Dalam memimpin dibangun di atas falsafah dan nilai-nilai budaya Jawa yang kental. Dalam memimpin Soeharto menguatkan ketokohannya sebagai pemimpin yang berkuasa. Kekuasaan Jawa Soeharto menguatkan ketokohannya sebagai pemimpin yang berkuasa. Kekuasaan Jawa memang hampir seluruh kekuasaan terpusat pada raja.
memang hampir seluruh kekuasaan terpusat pada raja. HHal ini dapat dilihat dari konsepal ini dapat dilihat dari konsep kerajaan Mataram yang menggunakan konsep keagunbinataraan. Kekuasaan besar yang kerajaan Mataram yang menggunakan konsep keagunbinataraan. Kekuasaan besar yang wenang wisesa ing sanagari, dalam konteks pewayangan sering dinamakan gung wenang wisesa ing sanagari, dalam konteks pewayangan sering dinamakan gung binathraha, bau dendha nyakrawati (sebesar kekuasaan dewa, pemelihara hukum dan binathraha, bau dendha nyakrawati (sebesar kekuasaan dewa, pemelihara hukum dan penguasa dunia).
penguasa dunia). HHal ini ditunjukkan Soeharto dengan membangun sistem kekuasaanal ini ditunjukkan Soeharto dengan membangun sistem kekuasaan sentralistik, feodalis, dan otoriter. Kebijakan-kebijakan nasional sepenuhnya di bawah sentralistik, feodalis, dan otoriter. Kebijakan-kebijakan nasional sepenuhnya di bawah pengaruh Presiden, bahkan DPR-MPR dipilih langsung oleh Soeharto, hal ini membuat pengaruh Presiden, bahkan DPR-MPR dipilih langsung oleh Soeharto, hal ini membuat
langkah Soeharto mulus menjadi Presiden selama 32 Tahun. langkah Soeharto mulus menjadi Presiden selama 32 Tahun. 8.
8. Otoriter. Soeharto yang memiliki latarbelakang etnik Jawa memanfaatkan nilai-nilaiOtoriter. Soeharto yang memiliki latarbelakang etnik Jawa memanfaatkan nilai-nilai luhur budaya Jawa sebagai simbol kekuasaannya. Dengan nilai-nilai falsafah budaya Jawa, luhur budaya Jawa sebagai simbol kekuasaannya. Dengan nilai-nilai falsafah budaya Jawa, Soeharto melegitimasi setiap sepak-terjangnya yang dianggap merepresentasikan Soeharto melegitimasi setiap sepak-terjangnya yang dianggap merepresentasikan kepemimpinan ala Jawa. Manajemen kekuasaan Soeharto selama ini meniru pola kepemimpinan ala Jawa. Manajemen kekuasaan Soeharto selama ini meniru pola kekuasaan Raja Jawa. Pola inilah yang membuat pembantunya ³yes-men´. Ketika kekuasaan Raja Jawa. Pola inilah yang membuat pembantunya ³yes-men´. Ketika Soeharto berkehendak tidak ada satupun orang dekat yang berani membantah.
Soeharto berkehendak tidak ada satupun orang dekat yang berani membantah. 9.
9. Pemimpin yang merakyat. Pada awal masa kekuasaan Soeharto, karakter Pemimpin yang merakyat. Pada awal masa kekuasaan Soeharto, karakter kepemimpinan Soeharto yang kuat efektif mempersatukan Indonesia di tengah kekacauan kepemimpinan Soeharto yang kuat efektif mempersatukan Indonesia di tengah kekacauan politik dan perpecahan, Soeharto juga awalnya merepresentasikan pemimpin yang politik dan perpecahan, Soeharto juga awalnya merepresentasikan pemimpin yang bersahaja dan merakyat. Bahkan menurut pengakuan Tri Sutrisno beliau kerap datang ke bersahaja dan merakyat. Bahkan menurut pengakuan Tri Sutrisno beliau kerap datang ke daerah dengan cara menyamar untuk mendapatkan gambaran langsung tentang kondisi daerah dengan cara menyamar untuk mendapatkan gambaran langsung tentang kondisi masyarakat, karena jika diberitahukan sebelumnya dengan menggunakan protokoler masyarakat, karena jika diberitahukan sebelumnya dengan menggunakan protokoler kondisi yang didapatkan tidak apa a
kondisi yang didapatkan tidak apa adanya.danya. 10.
10. Cenderung feodal dan patronase. Seseorang yang diberikan kekuasaan berlebih akanCenderung feodal dan patronase. Seseorang yang diberikan kekuasaan berlebih akan menimbulkan penyelewengan terbukti benar. Soeharto menumpuk kekayaan, Praktik menimbulkan penyelewengan terbukti benar. Soeharto menumpuk kekayaan, Praktik KKN merajalela, pungli terjadi hampir disetiap lini. Muncul budaya membangun suatu KKN merajalela, pungli terjadi hampir disetiap lini. Muncul budaya membangun suatu
1 177
rekanan di era Soeharto, hal
rekanan di era Soeharto, hal ini merupakan salah satu contoh sistem patronase. Atasan ini merupakan salah satu contoh sistem patronase. Atasan dandan bawahan seperti halnya hubungan patron-client. Oleh karena itu, seorang bawahan harus bawahan seperti halnya hubungan patron-client. Oleh karena itu, seorang bawahan harus pada suatu waktu memberikan
pada suatu waktu memberikan pisungun berupa asok glondhong miwah pengarem-arem pisungun berupa asok glondhong miwah pengarem-arem atau upeti. Padahal, sebenarnya budaya patronase merupakan salah satu pemikiran luhur atau upeti. Padahal, sebenarnya budaya patronase merupakan salah satu pemikiran luhur Jawa, dimana seorang bawahan sebagai bentuk pengabdian memberikan sebagian Jawa, dimana seorang bawahan sebagai bentuk pengabdian memberikan sebagian rezekinya kepada atasan. Karena pada saat itu, atasanlah yang memberi tanah garapan. rezekinya kepada atasan. Karena pada saat itu, atasanlah yang memberi tanah garapan. G.
G. K K eebijakan-K bijakan-K eebijakan Sobijakan Soeehartoharto1111
Dalam kepemimpinan Orde Baru cukup besar bagi nilai kebangsaan, kenegaraan Dalam kepemimpinan Orde Baru cukup besar bagi nilai kebangsaan, kenegaraan bahkan kemanusiaan yang layak kita banggakan, terutama:
bahkan kemanusiaan yang layak kita banggakan, terutama: 1.
1. Kebijakan Budaya Politik Strategis Kebijakan Budaya Politik Strategis KebangKebangsaan dan Ksaan dan Kenegaraanenegaraan a.
a. Melaksanakan asas konstitusional dan institusional (kelembagaan) negara: MPR, DPR,Melaksanakan asas konstitusional dan institusional (kelembagaan) negara: MPR, DPR, DPA, MA, BPK dan Kepresidenan dengan merintis N-Sistem Nasional.
DPA, MA, BPK dan Kepresidenan dengan merintis N-Sistem Nasional. b.
b. Setiap 5 tahun, Presiden memimpin dan membentuk Kabinet dengan berbagai ProgramSetiap 5 tahun, Presiden memimpin dan membentuk Kabinet dengan berbagai Program Kabinet (yang ditetapkan) sebagai Kepala
Kabinet (yang ditetapkan) sebagai Kepala Pemerintahan Negara (Presidensial).Pemerintahan Negara (Presidensial). c.
c. Mengembangkan asas budaya kenegaraan secara konstitusional: melaksanakan GBMengembangkan asas budaya kenegaraan secara konstitusional: melaksanakan GBHH N. N. d.
d. Mengembangkan dan melaksanakan Pembangunan Nasional, melalui: REPELITA danMengembangkan dan melaksanakan Pembangunan Nasional, melalui: REPELITA dan Asas Trilogi Pembangunan Nasional (
Asas Trilogi Pembangunan Nasional (stabilitasstabilitas nnasioasionnal,al, perpertumbuhatumbuhan n ddaan n pepemmererataaataan)n).. Termasuk merumuskan Program PJP I (1970-1995) dan PJP II (1995-2020).
Termasuk merumuskan Program PJP I (1970-1995) dan PJP II (1995-2020). e.
e. Membangun dan mengembangkan berbagai Badan-Badan Kenegaraan: mulai BUMNMembangun dan mengembangkan berbagai Badan-Badan Kenegaraan: mulai BUMN dan Bulog, sampai berbagai kelembagaan untuk rakyat: berbagai Yayasan, dan dan Bulog, sampai berbagai kelembagaan untuk rakyat: berbagai Yayasan, dan Pusat-Pusat Pelayanan untuk Rakyat;
Pusat Pelayanan untuk Rakyat; seperti: SD Inpres, Puskesmas, Posyandu, dsb.seperti: SD Inpres, Puskesmas, Posyandu, dsb. 2.
2. Kebijakan Strategis dalam Visi-Misi Normatif Indonesia RayaKebijakan Strategis dalam Visi-Misi Normatif Indonesia Raya a.
a. Melaksanakan amanat Supersemar dengan Membubarkan PKI yang kemudianMelaksanakan amanat Supersemar dengan Membubarkan PKI yang kemudian dikukuhkan dengan Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966
dikukuhkan dengan Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966 b.
b. Cita dan Visi-Misi: Melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekuenCita dan Visi-Misi: Melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekuen sebagai thema Kebangkitan Orde Baru.
sebagai thema Kebangkitan Orde Baru. c.
c. Membudayakan Asas Tunggal PaMembudayakan Asas Tunggal Pancasilancasila d.
d. Membudayakan asas: Konstitusional dengan Asas Demokrasi PancasilaMembudayakan asas: Konstitusional dengan Asas Demokrasi Pancasila e.
e. Membudayakan Pendidikan Moral PMembudayakan Pendidikan Moral Pancasilaancasila f.
f. Memutuskan hubungan diplomatik dengan RRCMemutuskan hubungan diplomatik dengan RRC g.
g. Melaksanakan politik luar negeri Melaksanakan politik luar negeri Bebas-Aktif Bebas-Aktif h.
h. Melaksanakan kepemimpinan Gerakan Non-Blok (GNB)Melaksanakan kepemimpinan Gerakan Non-Blok (GNB)
11 11
P