• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPO Pemberian OBAT.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SPO Pemberian OBAT.docx"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

+ BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENGEMBALIAN OBAT Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Mengembalikan obat-obat yang lebih atau yang tidak dipakai lagi oleh pasien dari ruang rawat ke apotik.

Tujuan Agar obat dapat didistribusikan lagi kepada pasien lain yang membutuhkan. INDIKASI

1. Program pengobatan pasien telah dihentikan oleh dokter atau diganti dengan obat lain.

2. Pasien telah meninggal dunia.

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

(2)

BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENGEMBALIAN OBAT No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Pengembalian obat-obatan ke apotik dapat dilakukan dalam batas waktu 2 x 24 jam.

2. Pengembalian obat dapat dilakukan / berlaku untuk obat-obatan yang dibeli dari apotik RS.

Unit Terkait 1. Rawat Inap

(3)

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT MELALUI ORAL

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Suatu tindakan untuk menyiapkan obat yang dapat diberikan melalui mulut pasien.

Tujuan 1. Mencegah, mengobati penyakit serta mengurangi rasa sakit. 2. Membantu menegakkan diagnosa.

3. Pasien merasa tenang.

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan stndar prosedur kerja yang berlaku.

(4)

Prosedur A. Persiapan Pasien 1. Persiapan Mental :

Menjelaskan tentang obat – obatan yang akan diberikan. 2. Persiapan Administrasi : Resep Obat. B. Persiapan Alat 1. Obat – obatan 2. Gelas obat 3. Daftar obat 4. Tempat obat 5. Baki

6. Gelas / sendok ukur C. Langkah – Langkah Kerja

1. Membagi oabt ke tempat obat : a.Mencuci tangan.

b.Membaca instruksi pada daftar obat. c.Mengambil obat – obatan.

d.Menyiapkan obat yang tepat menurut daftar obat. e.Menyiapkan obat cair beserta gelas obat.

2. Membagi obat ke pasien a. Mencuci tangan.

b. Mengambil daftar obat dan kemudian di teliti kembali.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT MELALUI ORAL No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur c. Menuangkan obat cair ke dalam gelas obat ,jaga kebersihan etiket

obat

d. membawa obat dan daftar obat ke pasien sambil mencocokkan nama pada temapt tidur dengan nama – nama pada daftar obat. e. Memastikan psien benar dengan memanggil nama pasien dengan

nama pada daftar obat.

f. Memberi obat satu persatu ke pasien sambil menunggu sampai pasien selesai minum.

SIKAP 1. Jujur 1. Teliti

2. Bertanggung jawab Unit Terkait Rawat Inap

(5)

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT MELALUI SUBLINGUAL

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Suatu usaha menyiapkan obat yang dapat diberikan melalui bawah lidah ( sublingual ).

Tujuan 1. Mencegah, mengobati penyakit serta mengurangi rasa sakit. 2. Pasien merasa nyaman.

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

(6)

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT TETES MATA

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Cara pemberian obat yang dilakukan dengan memberikan obat tetes ke dalam mata.

Tujuan 1. Sebagai pengobatan 2. Mengurangi rasa sakit 3. Pasien merasa nyaman.

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.

Prosedur A. Persiapan Pasien 1. Persiapan Mental :

Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan.

2. Persiapan Fisisk :

Meperhatikan kondisi / keadaan pasien sebelum pemberian obat. 3. Persiapan Administrasi :

Resep obat B. Persiapan Alat

1. Obat tetes mata yang telah ditentukan. 2. Pipet bila perlu.

3. Bak instrument kecil berisi pinset anatomi steril dan kasa steril 4. Kom steril kecil berisi bulatan kapas steril dalam larutan boorwater. 5. Tissue

6. Korentang dalam temaptnya 7. Plester

8. Gunting verban 9. Balutan

C. Langkah – Langkah Kerja 1. Mencuci tangan

2. Memberikan dan menjelaskan kepada pasien. 3. Membawa alat – alat ke dekat pasien.

4. Mengatur posisi pasien : duduk / terlentang dengan kepala ditengadahkan.

5. Membersihkan kelopak dan bulu mata kearah hidung.

(7)

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT TETES MATA

No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur 7. Meneteskan obat pada mata bagian bawah sesuai dosis.

8. Pasien dianjurkan untuk menutup dan mengedip – ngedipkan matanya.

9. Membersihkan sekitar mata dari sisa obat dengan menggunakan kain kasa.

10. Merapikan pasien dan obat – obatan. 11. Mencuci tangan.

SIKAP 1. Sabar 2. Sopan 3. Hati – hati

PETUGAS YANG MELAKSANAKAN 1. Dokter

2. Perawat

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Meneteskan obat tidak boleh langsung ke kornea.

(8)

diteteskan obat.

Unit Terkait 1. Rawat Inap 2. Rawat Jalan

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT TETES TELINGA

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Cara pemberian obat yang dilakukan dengan meneteskan obat ke dalam telinga.

Tujuan 1. Sebagai pengobatan. 2. Mengurangi rasa sakit.

3. Kotoran telinga ( serumen ) menjadi lunak. 4. Membasmi mikro organisme.

5. Serangga yang masuk ke dalam rongga telinga menjadi mati. 6. Sebagai anastesi.

INDIKASI

(9)

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur A. Persiapan Pasien 1. Persiapan Mental :

Memberitahukan dan menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukkan.

2. Persiapan Fisik :

Memperhatikan kondisi / keadaan pasien sebelum pemberian obat. 3. Persiapan Administrasi :

Resep dokter B. Persiapan ALat

1. Pipet bila perlu

2. Bak instrument berisi : a. Pinset telinga b. Kain kasa c. Kapas lidi

d. Spekulum telinga 3. Lampu dahi/ senter 4. Bengkok

5. Balutan kapas dalam tempatnya

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT TETES TELINGA No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur C. Langkah – Langkah Kerja

1. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien. 2. Membawa alat – alat ke dekat pasien.

3. Mengatur posisi pasien : pasien berbaring dengan posisi miring, telinga yang sakit mengahadap ke atas.

4. Mencuci tangan.

5. Membersihkan liang telinga dengan kapas lidi.

6. Menarik daun telinga pasien dan diangkat ke atas dengan hati – hati. 7. Meneteskan obat ke dalam liang telinga sesuai dosis. Biarkan posisi

berbaring miring / untuk beberapa menit. 8. Merapikan pasien.

9. Membersihkan alat – alat 10. Mencuci tangan

SIKAP 1. Sabar 2. Teliti 3. Hati – hati

(10)

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Perhatikan keluhan pasien sebelum dan sesudah pengobatan. 2. Memasukkan kapas lidi jangan terlalu dalam. Unit Terkait 1.Rawat Inap

2. Rawat Jalan

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT TETES HIDUNG

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Pemberian obat yang dilakukan dengan cara meneteskan / menyemprotkan ke dalam hidung.

Tujuan 1. Pembengkakan pada selaput lender hidung menjadi berkurang. 2. Rasa sakit menjadi berkurang.

3. Sebagai pengobatan INDIKASI

1. Rhinitis akut dan kronis. 2. Sinusitis.

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

(11)

Prosedur A. Persiapan Pasien 1. Persiapan Mental :

Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan.

2. Persiapan Fisik :

Memperhatikan kondisi / keadaan pasien sebelum pemberian obat. 3. Persiapan Administrasi :

Resep obat B. Persiapan ALat

1. Obat yang sudah ditentukan. 2. Pipet bila perlu.

3. Kapas

4. Piala ginjal ( bengkok ) C. Langkah – Langkah Kerja

1. Mencuci tangan.

2. Pasien diberi sikap berbaring tengadah dengan kepala lebih rendah dari bahu.

Misal :

a. Bahu diganjal bantal. b. Dorsal recumbendt

c. Kepala di gantung di pinggir tempat tidur dan disokong dengan satu tangan perawat.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT TETES HIDUNG No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur 3. Mengisi pipet dengan obat yang sudah ditentukan

4. Menetesi Hidung :

a. Sesuai dengan dosis

yang ditentukan.

b. Dianjurkan tengadah

/ berbaring 5 – 10 menit supaya obat tidak mengalir keluar.

c. Membersihkan

tetesan obat dengan kapas.

5. Merapikan dan mengembalikan alat pada tempatnya. 6. Mencuci tangan

SIKAP 1. Sabar 2. Ramah 3. Hati – hati

PETUGAS YANG MELAKSANAKAN 1. Perawat

(12)

Unit Terkait 1. Rawat Inap 2. Rawat Jalan

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT MELALUI RECTUM

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Suatu tindakan yang dilakukan untuk pemberian obat yang melalui anus / rectum.

Tujuan 1. Sebagai pengobatan

2. Untuk mengurangi rasa sakit

3. Feses menjadi lunak dan merangsang untuk BAB. INDIKASI

1. Pasien dengan penyakit hemoroid, misalnya obat ultrprokt, anusol. 2. Pasien dengan penyakit asma bronchiale, misalnya obat aminofilin.

(13)

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tidakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur A. Persiapan Pasien 1. Persiapan Mental :

Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan.

2. Persiapan Fisik :

Memperhatikan kondisi pasien sebelum pemberian obat. 3. Persiapan Administrasi :

Resep obat B. Persiapan Alat

1. Obat suppositorium 2. Sarung tangan kanan 3. Vaseline

4. Bengkok / Nierbeken 5. Sampiran (kalau perlu) C. Langkah – langkah Kerja

1. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien. 2. Membawa alat – alat ke dekat pasien.

3. Memasang sampiran bila perlu. 4. Membuka pakaian bila perlu.

5. Membuka pakaian bawah dan mengatur pasien dalam posisi miring ke kiri, kaki ditekuk.

6. Memakai sarung tangan kanan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERIKAN OBAT MELALUI RECTUM No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur 7. Mengoles telunjuk tangan kanan dan ujung supositorium dengan

vaselin.

8. Memasukkan suppositorium ke dalam rectum, sambil pasien dianjurkan bernapas panjang melalui mulut.

9. Menganjurkan agar pasien tetap berbaring selama ± 20 menit dan tidak mengedan.

10. Merapikan pasien dan alat – alat. 11. Mencuci tangan. SIKAP 1. Hati – hati 2. Teliti 3. Sabar 4. Sopan

PETUGAS YANG MELAKSANAKAN Perawat

(14)

Unit Terkait Rawat Inap / ICU / IGD

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERI OBAT MELALUI MULUT VAGINA

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Suatu tindakan memasukkan obat ke dalam tubuh melalui vagina. Tujuan Mengobati saluran vagina dan atau servik

INDIKASI

Pasien – pasien dengan vaginitis, serviksitis, flour albus.

Kebijakan Semua bidan dalam melakukan tindakan keperawatan / kebidanan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur A. Persiapan Pasien

(15)

Menjelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Persiapan Fisik :

a. Menutup pintu, jendela atau sampiran. b. Meberikan posisi dorsal recumbent 3. Persiapan Administrasi :

Resep obat B. Persiapan Alat

1. Baki berisi

a.Obat supositoria vagina b.Kom berisi kapas sublimate c.Piala ginjal

d.Sarung tangan e.Kertas kloset 2. Pengalas

C. Cara kerja

1. Meletakkan alat-alat ke dekat pasien 2. Perawat mencuci tangan

3. Memasang pengalas di bawah bokong pasien 4. Pakaian bawah dilepaskan

5. Letakkan piala ginjal di dekat bokong pasien 6. Membuka pembungkus suppositoria

7. Memakai sarung tangan

8. Membersihkan vulva dengan kapas sublimate

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MEMBERI OBAT MELALUI MULUT VAGINA No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur 9. Menjepit suppositoria yang telah diolesi vaselin dengan jari

telunjuk dan jari tengah

10. Membuka labila minor dengan tangan kiri, kemudian tangan kanan memasukkan suppositoria ke dalam vagina sejauh mungkin sambil pasien di minta menarik napas panjang

11. Membuka sarung tangan

12. Merapikan pakaian pasien dan alat-alat 13. perawat mencuci tangan.

SIKAP

1. Hati-hati 2. Teliti 3. Sopan

PETUGAS YANG MELAKSANAKAN 1. Dokter

2. Bidan 3. Perawat

(16)

HAL - HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Pasien diminta tetap berbaring selama 1 jam setelah suppositoria dimasukkan

Unit Terkait 1. Rawat Inap 2. Rawat Jalan

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MENYEDIAKAN OBAT UNTUK INJEKSI

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Suatu tindakan untuk menyiapkan obat – obatan (cair, padat ) untuk diberikan atau disuntikan ke jaringan tubuh.

Tujuan Agar tindakan efektif dan efisien

Kebijakan Semua perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur A. Persiapan Alat 1. Bak instrument

2. spuit sesuai kebutuhan

(17)

4. Kapas alkohol, kasa

5. Gergaji ampul ( kalau perlu )

6. Obat disuntikan ( vial / flakon / ampul ) 7. Aguadest / NaCl 0,9%

8. Daftar obat 9. Piala ginjal

B. Langkah – Langkah Kerja 1. Jenis flakon / vial :

a. Perawat mencuci tangan. b. Membaca daftar obat pasien.

c. Mengambil obat, dan membuka tutup mental. d. Desinfeksi tutup karet obat.

e. Mengambil spuit sambil memasukkan udara ke dalam spuit. f. Tusukkan spuit tegak lurus ke tengah karet penutup.

g. Suntikan / masukkan udara dari spuit ke dalam vial.

h. Balikkan vial, kemudian masukkan obat ke dalam spuit dengan menarik penghisap spuit.

i. Jika dosis obat yang masuk ke spuit sudah sesuai. j. Tarik jarum dan keluarkan udara yang ada dalam spuit. k. Tutup jarum dan letakkan spuit dalam bak instrument. l. Perawat mencuci tangan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

MENYEDIAKAN OBAT UNTUK INJEKSI No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur 2. Jenis Ampul :

a. Perawat mencuci tangan.

b. Ketokkan perlahn – lahan ujung ampul dengan ujung jari. c. Gunakan kasa untuk mematahkan leher ampul.

d. Hosap obat dari ampul.

e. Jika dosis obat sudah sesuai, tarik jarum dan keluarkan udara yang ada dalam jarum lalu tutup jarum.

f. Letakkan spuit dalam bak intrumen. g. Perawat mencuci tangan.

SIKAP 1. Teliti 2. Hati – hati 3. Jujur

PETUGAS YANG MELAKSANAKAN Perawat

(18)

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Bila obat berbentuk serbuk, maka dilarutkan dahulu dengan aquadest atau NaCl 0,9 %.

2. Bila leher ampul tidak ada garis putih, maka harus digergaji lebih dahulu, dimana leher ampul diolesi kapas alkohol.

Unit Terkait 1. Rawat Inap 2. Rawat Jalan

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN SUB KUTAN

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Memberikan obat melalui suntikan dibawah kulit yang dapat dilakukan pada lengan atas sebelah luar, paha sebelah luar, daerah perut sekitar pusat (umbilicus) dan ditempat yang dianggap perlu (Misalnya pemberian insulin).

Tujuan Memberikan obat tertentu yang pemberiannya hanya dapat dilukkan dengan cara suntikan sub cutan.

Kebijakan Semua perawat yang akan melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang beralaku.

(19)

Prosedur A. Persiapan Pasien

1. Persiapan Mental :

Menjelaskan pada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan. 2. Persiapan Fisik :

Memasang sampiran ( menutup pintu ). 3. Persiapan Administrasi :

 Resep obat

 Instruksi tertulis tentang pemberian obat.

B. Persiapan Alat

 Bak instrument berisi :

- 1 Buah spuit 1 cc brisi cairan

suntikan.

- Kapas alkohol.

 Piala ginjal

 Buku catatan ( buku obat )

C. Langkah Kerja

1. Perawat mencuci tangan dan memakai sarung tangan.

2. Menentukan lokasi penyuntikkan dan membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian.

3. Permukaan kulit didesinfeksi, lalu diangkat sedikit dengan tangan kiri. 4. Jarum ditusukkan dengan lubangnya menghadap keatas dan

membentuk sudut 45 derajat dengan permukaan kulit. 5. Penghisap spuit ditarik sedikit, bila ada darah, obat jangan

dimasukkan, tapi bila tidak ada darah obat dimasukkan secara perlahan – lahan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN SUB KUTAN No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur 6. Setelah obat dimasukkan semua jarum dicabut dengan cepat. Bekas

tusukan ditekan dengan kapas alkohol. 7. Perawat merapikan pasien.

8. Perawat membereskan alat – alat & mencuci tangan. Hal-hal yang harus diperhatikan

1. Perhatikan rekasi pasien pada saat dan sesudah pemberian suntikan.

2. Harus memperhatikan prinsip 5 benar ( pasien, obat, dosis, waktu dan caranya ).

3. Selalu memeriksa ulang instruksi sebelum memberikan suntikan (obat).

(20)

BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN INTRAKUTAN Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005 Pengertian Memberikan obat melalui suntikan di dalam kulit.

Tujuan Memberikan obat tertentu yang pemberiannya hanya dapat dilukkan dengan cara suntikan intrakutan (misalnya tindakan skin test, pemberian vaksin BCG dan cacar kulit serta mantoux tes).

Kebijakan Setiap perawat yang akan melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

(21)

Prosedur A. Persiapan Pasien

1. Persiapan Mental :

Menjelaskan pada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan. 2. Persiapan Fisik :

Memasang sampiran( menutup pintu ) 3. Persiapan Administrasi :

 Resep obat

 Instruksi tertulis tentang pemberian obat. B. Persiapan Alat

 Bak instrument berisi :

- 1 Buah spuit 1 cc brisi cairan

suntikan.

- Kapas alkohol.

 Piala ginjal

 Buku catatan ( buku obat )

C. Langkah Kerja

1. Perawat mencuci tangan dan memakai sarung tangan.

2. Menentukan lokasi penusukan :

a. Dibawah bagian dalam sepertiga dari

siku, pada kulit yang sehat dan jauh dari pembuluh darah ( untuk mauntoux dan skintest ).

b. Di lengan atas 3 jari dibawah sendi

bahu, ditengah – tengah daerah muskulus deltoiden ( untuk imunisasi BCG ).

3. Mengusap daerah yang akan ditusuk dengan kapas alkohol.

4. Menegakkan kulit / daerah yang akan ditusuk dengan ibu jari.

5. Tusukkan jarum perlahan – lahan dengan

lubang jarum mengarah ke atas dengan posisi jarum dan kulit

membentuk sudut 15° - 20° setelah ujung jarum masuk ke kulit, jarum disejajarkan dengan kulit lalu

BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN INTRAKUTAN No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur ditarik jarum dengan cepat, jangan diusap dengan kapas alkohol dan

jangan di massage.

6. Merapikan pasien dan obat – obat.

7. Perawat mencuci tangan.

Hal-hal yang harus diperhatikan

1. Perhatikan rekasi pasien pada saat dan sesudah pemberian suntikan. 2. Harus memperhatikan prinsip 5 benar ( pasien, obat, dosis, waktu dan

caranya ).

(22)

4. Pada pemberian vaksin BCG dan cacar kulit serta mantoux tes dibersihkan dengan kapas yang telah dibasahi dengan air hangat ( direbus ), tidak boleh menggunakan kapas alkohol.

Unit Terkait Rawat Inap dan Rawat Jalan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN INTRAVENA Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Memberikan obat melalui suntikan ke dalam pembuluh darah vena. Tempat penyuntikan :

(23)

- Lengan ( vena mediana kubiti / vena cephalica ). - Tungkai ( vena saphencus ).

- Leher ( vena jugularis ).

- Kepala ( vena femoralis atau vena temporalis ), khusus pada anak.

Tujuan Memberikan obat tertentu yang pemberiannya hanya dapat dilakukan dengan cara suntikan intra vena.

Kebijakan Setiap perawat yang akan melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur A. Persiapan Pasien 1. Persiapan Mental :

Menjelaskan pada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan. 2. Persiapan Fisik :

Memasang sampiran( menutup pintu ) 3. Persiapan Administrasi :

 Resep obat

 Instruksi tertulis tentang pemberian obat. B. Persiapan Alat

 Bak instrument berisi :

- 1 Buah spuit sesuai dengan jumlah obat dan jarum disesuaikan dengan ukuran vena pasien.

- Kapas alkohol.

 Piala ginjal

 Buku catatan ( buku

obat )

 Karet pembendung.

 Pengalas

C. Langkah Kerja

1. Membawa alat – alat kedekat pasien.

2. Mengatur posisi pasien dan bebaskan daerah suntikan dari pakaian. 3. Perawat mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN INTRAVENA No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur 4. Tentukan daerah yang akan disuntik, lakukan pembendungan

dibagian atasnya. Selanjutnya permukaan kulit didaerah

bersangkutan didesinfeksi dengan kapas alkohol dan tegangkan. 5. Pasang pengalas dibagian yang akan disuntik dan dekatkan bengkok

( nierbekken ) kebagian tubuh yang akan disuntik.

6. Jarum dimasukkan kedalam pembuluh darah dengan lubang jarum menghadap ke atas.

7. Penghisap spuit di tarik sedikit, bila jarum berhasil masuk kedalam vena, darah akan masuk kedalam spuit atau mengalir sendiri. Tapi bila tidak ada darah yang keluar berarti jarum tidak berhasil dan

(24)

penyuntikan harus dipindahkan kebagian lain. Setelah berhasil bukalah karet pembendung.

8. Obat dimasukkan perlahan – lahan sampai habis.

9. Setelah obat masuk semua, jarum dicabut agak cepat. Bekas tusukan jarum ditekan dengan kapas alkohol.

Hal Hal Yang Perlu Diperhatikan

1. Sebelum menyiapkan obat suntikan, bacalah dengan teliti petunjuk pengobatan yang ada dalam catatan medik atau status pasien yaitu : nama obat, waktu, dosis, waktu dan cara pemberiannya.

2. Pada waktu menyiapkan obat, bacalah dengan teliti label / etiket dari tiap – tiap obat. Obat – obatan yang kurang jelas etiketnya tidak boleh diberikan kepada pasien.

3. Perhatikan tehnik septic dan aseptic.

4. Spuit dan jarum tidak boleh digunakan untuk menyuntik pasien lain sebelum disterilkan.

5. Memotong ampul dengan gergaji ampul harus dilakukan secara hati – hati, agar tidak melukai fargan dan pecahnya tidak masuk kedalam obat.

6. Pasien yang mendapatkan suntikan harus diawasi untuk beberapa saat, sebab ada kemungkinan timbul reaksi alergi dan lain – lain.

7. Bagi pasien berpenyakit menular melalui peredaran darah ( misalnya : pasien hepatitis, harus digunakan jarum dan spuit khusus ).

8. Setiap selesai penyuntikan, peralatan harus dimasukkan kedalam larutan desinfektan, lalu disterilkan dan disimpan didalam tempat khusus.

Unit Terkait Rawat Inap, ICU, IGD dan Rawat Jalan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN INTRAMUSKULER Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

(25)

Pengertian pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam otot (muskulus).

Lokasi penyuntikan :

1. Daerah paha (vastus lateralis) posisi klien terlentang dengan lutut agak fleksi.

2. Ventrogluteal posisi klien berbaring miring, telentang, atau telentang dengan lutut atau panggul miring dengan tempat yang diinjeksi fleksi

3. Lengan atas (deltoid) posisi klien duduk atau berbaring datar dengan lengan bawah fleksi tetapi rileks menyilangi abdomen atau pangkuan.

Tujuan 1. Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter terhadap klien yang yang diberikan obat secara intra muskulus (IM)

2. Memasukkan sejumlah obat pada jaringan otot untuk diabsorbsi. Indikasi :

Bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral Kontra indikasi

Infeksi, lesi kulit, jaringan parut, tonjolan tulang, otot atau saraf besar di bawahnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Tempat injeksi.

2. Jenis spuit dan jarum yang digunakan 3. Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksi. 4. Kondisi atau penyakit klien.

5. Obat yang tepat dan benar.

6. Dosis yang diberikan harus tepat. 7. Pasien yang tepat.

8. Cara atau rute pemberian obat harus tepat dan benar. Kebijakan

Setiap perawat yang akan melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

BLUD RSUD ANUNTALOKO PELAYANAN KEPERAWATAN PENYUNTIKAN INTRAMUSKULER No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Prosedur A. Peralatan : 1. Sarung tangan

2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan

3. Jarum steril 1 (21-23G dan panjang 1 - 1,5 inci untuk dewasa; 25-27 G dan panjang 1 inci untuk anak-anak) 4. Bak spuit

(26)

5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya) 6. Perlak dan pengalas

7. Obat sesuai program terapi 8. Bengkok

9. Buku injeksi/daftar obat B. Tahap PraInteraksi

1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada 2. Mencuci tangan

3. Menyiapkan obat dengan benar C. Tahap Kerja

1. Memberikan salam dan menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan

2. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan Mengatur posisi klien, sesuai tempat penyuntikan

3. Memasang perlak dan alasnya

4. Membebaskan daerah yang akan di injeksi 5. Memakai sarung tangan

6. Menentukan tempat penyuntikan dengan benar ( palpasi area injeksi terhadap adanya edema, massa, nyeri tekan. Hindari area jaringan parut, memar, abrasi atau infeksi)

7. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar diameter ±5cm)

8. Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mereganggkan kulit

9. Memasukkan spuit dengan sudut 90 derajat, jarum masuk 2/3

10.Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit

11.Memasukkan obat secara perlahan (kecepatan 0,1 cc/detik)

12.Mencabut jarum dari tempat penusukan

(27)

14.Membuang spuit ke dalam bengkok E. Tahap Terminasi

1.Melakukan evaluasi tindakan 2.Berpamitan dengan klien 3.Membereskan alat-alat 4.Mencuci tangan

5.Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

Unit Terkait Rawat Inap, ICU, IGD dan Rawat Jalan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

PEMBERIAN OBAT SUPPOSITORIA MELALUI ANUS

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Menyiapkan dan memberikan obat yang berupa kapsul (suppositoria) kepada pasien dengan cara dimasukkan melalui anus.

Tujuan 1. Untuk mempercepat penyerapan obat. 2. Sebagai alternatif pemberian obat.

Kebijakan Semua perawat yang melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur A. Persiapan Alat : 1. Obat Suppositoria. 2. Pelicin, misalnya vaselin. 3. Sarung tangan.

4. Bengkok berisi cairan desinfektan. 5. Pispot dan air cebok.

B. Persiapan Pasien :

1. Melakukan pendekatan kepada pasien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan yang dilakukan.

2. Lihat tanggal batas obat sebelum diberikan pada pasien.

3. Pasien dalam posisi tidur miring ke kiri, pasien diselimuti, pakaian bawah dan celana dibuka.

(28)

4. Perawat memakai sarung tangan, bungkus obat suppositoria dibuka ujungnya, diberi pelicin.

5. Masukkan obat melalui anus pasien sepanjang jari 7-10 cm.

6. Minta pasien menarik napas panjang saat obat dimasukkan dan tidak mengedan.

7. Selanjutnya tergantung tujuan pengobatan. 8. Pasien dirapikan.

9. Alat-alat dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula.

10. Amati dan catat reaksi pasien sebelum dan sesudah pemberian obat. 11. Bila tidak berhasil segera laporkan kepada dokter penanggungjawab. 12. Obat harus disimpan dalam lemari es.

Unit Terkait Rawat Inap

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

PEMBERIAN OBAT CLORAL HYDRAT MELALUI ANUS

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Memasukkan cairan cloral hydrat kedalam usus besar dengan menggunakan spuit gliserin melalui anus.

Tujuan 1. Untuk menenangkan pasien anak yang sedang kejang.

2. Untuk menenangkan pasien anak yang akan menjalani prosedur pemeriksaan medis misalnya, EEG.

Kebijakan Setiap perawat yang melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur 1. Persiapan Alat :

a. Cloral hydrat 2 – 10% direndam dalam air hangat. b. Spuit gliserin.

c. Alas bokong. d. Sarung tangan.

e. Bengkok berisi cairan desinfektan. 2. Persiapan pasien :

a. Menginformasikan kepada pasien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan dilakukan tindakan.

b. Pasien tidur posisi miring ke kiri.

c. Cloral hydrat dimasukkan keusus melalui anus dengan pelan – pelan. d. Bila kejang telah berhenti, walaupun obat belum habis, spuit segera

(29)

dicabut, anus dirapatkan.

e. Spuit direndam dalam cairan desinfektan. f. Amati reaksi pasien.

g. Catat kegiatan ini, banyaknya cloral hydrat yang diberikan dan reaksi pasien.

h. Cairan cloral hydrat yang diberikan jarus dalam keadaan segar ( kurang dari 24 jam )

i. Alat – alat dirapikan. j. Perawat cuci tangan. Unit Terkait Rawat Inap dan Rawat Jalan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN

PEMBERIAN OBAT MELALUI PERNAPASAN ( INHALASI UAP ATAU OBAT )

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Pemberian obat melalui hidung ( selaput lender hidung dan saluran pernafasan) dengan cara meneteskan obat – obat kedalam rongga hidung dan dengan cara inhalasi.

Tujuan Memberikan obat kepada psien melalui saluran pernafasan sesuai dengan kebutuhan.

Kebijakan Setiap perawat yang melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur 1. Informasikan kepada pasien atau keluarga tentang tindakan dan tujuan dilakukan tindakan.

2. Dekatkan baskom berisi air panas dengan alasnya diatas meja dengan pasien.

3. Dada dan leher pasien ditutup rapat dengan handuk yang diberi peniti dibelakangnya.

4. Sekitar hidung dan mulut diolesi vaselin atau cream. 5. Masukkan obat kedalam air panas.

6. Kepala pasien menunduk diatas baskom sehingga uap dapat dihirup. 7. Seluruh permukaan baskom dilap dengan handuk, sisi yang lain

dipegang oleh pasien untuk menutup rapat sekitar hidung dan mulut. 8. Pasien disuruh menghirup atau bernapas dengan hidung berulang – ulang

sampai 10 – 15 menit hingga merasa lega. 9. Setelah selesai pasien dirapikan kembali.

(30)

10. Peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula.

Unit Terkait Rawat Inap dan Rawat Jalan.

BLUD RSUD ANUNTALOKO

PELAYANAN KEPERAWATAN TINDAKAN SKIN TEST

Prosedur Tetap No. Dokumen ……… No. Revisi ………. Halaman ………. Tanggal Terbit ………. Ditetapkan,

Direktur RSUD Anuntaloko Kab. Parigi Moutong

dr. Revy J.N. Tilaar

Nip. 19651129 199903 1 005

Pengertian Pemberian obat melalui intrakutan yang bertujuan untuk melihat reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap obat.

Tujuan Mengetahui apakah pasien mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap satu obat.

Kebijakan Setiap perawat yang akan melakukan tindakan keperawatan harus sesuai dengan standar prosedur kerja yang berlaku.

Prosedur 1. Tanyakan kepada pasien riwayat penggunaan antihistamin ( CTM ). 2. Tentukan daerah yang akan dilakukan tindakan,yaitu pertengahan

antara pergelangan tangan dan siku pada permukaan dalam.

3. Lakukan desinfeksi dengan menggunakan alkohol. Biarlah sampai kering.

4. Tegangkan kulit yang akan dilakukan prosedur.

5. Dengan spuit 1 cc tusuk kulit sejajar dengan lengan, dengan membentuk sudut 10 – 15 derajat dengan kulit.

6. Memasukkan ujung jarum lebih kurang 2 mm dengan bagian terbuka mengarah keatas.

7. Suntikan obat – obatan sebanyak 0,02 ml dan akan membentuk tonjolan pada kulit.

8. Daerah yang telah ditusuk jangan digosok dengan alkohol atau dimasase.

(31)

10. Anjurkan pasien untuk tidak menggaruk daerah yang telah dilakukan prosedur.

11. Tunggu sampai lebih kurang 15 menit bila tampak kemerahan dengan ukuran 11 – 15 mm berarti positif alergi.

Unit Terkait Rawat Inap Rawat Jalan

Referensi

Dokumen terkait

Penjadwalan digunakan agar kegiatan yang akan dilakukan bisa terencana dan terstruktur, sehingga diharapakan kegiatan tersebut bisa berjalan sesuai dengan harapan dan

Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan komunikasi terapeutik (SP 1-4) pada 50 responden penderita defisit perawatan diri yang dirawat inap di RSJD Dr.Amino

Asuhan kebidanan pada Ny “F” dilakukan secara berkelanjutan dimulai dari asuhan kehamilan pada Ny “F” pada usia kehamilan 38 minggu, dari hasil pemeriksaan tidak

Sedangkan pandangan lain mengenai benchmarking dari Pettersen (1996) menyatakan benchmarking adalah suatu proses yang membandingkan dan mengukur kinerja suatu

1. Implementasi Pasal 25 Perda Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Sampah Terhadap Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat adalah dengan cara adanya strategi

bahwa salah satu Keputusan MUSDA-X Partai Golongan Karya Provinsi Gorontalo sebagaimana tersebut pada huruf a di atas adalah Pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah

Setelah diperoleh data dari kuesioner tertutup di atas maka perlu dilakukan penilaian peringkat ( ranking ) terhadap keempat produk Alat Bantu Multifungsi bagi Penderita

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan kadar bioetanol tertinggi yang dihasilkan pada jenis kulit pisang yaitu kulit pisang mauli sebesar 0,053% dan yang terendah pada pisang ambon