• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI TEH KOMPOS UNTUK MENEKAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI PADA TANAMAN KEDELAI. Restu Rizkyta Kusuma, Siti Mahfudhoh, Luqman Qurata Aini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "APLIKASI TEH KOMPOS UNTUK MENEKAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI PADA TANAMAN KEDELAI. Restu Rizkyta Kusuma, Siti Mahfudhoh, Luqman Qurata Aini"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Fase Pertumbuhan Bakteri Pada Fermentasi Teh Kompos ACT dan NCT
Gambar  2.  Penghambatan  Teh  Kompos  terhadap  X.  axonopodis  pv.  glycines    (A)  kontrol (aquades), (B) teh kompos ACT dengan lama fermentasi 48 jam, (C)  the kompos NCT  dengan lama fermentasi 72 jam
Tabel 5.   Rerata Intensitas Penyakit Pustul Bakteri (X.  axonopodis pv. glycines) pada  Uji Penekanan Penyakit Pustul Bakteri Kedelai oleh Teh Kompos

Referensi

Dokumen terkait

Mengetahui waktu aplikasi Pseudomonas fluorescens dan Paenibacillus polymyxa yang efektif dalam menekan perkembangan penyakit hawar daun bakteri pada tanaman

Hampir semua formula Btt dengan berbagai bahan pembawa yang disimpan sampai 6 minggu menunjukkan kemampuan yang relatif stabil dalam menekan perkembangan penyakit

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai yaitu dengan pemanfaatan larutan BIOMOL (Mikro Organisme Lokal) dan larutan teh kompos

keparahan penyakit pustul kedelai yang dikendalikan menggunakan cara tumpangsari jagung-kedelai terpadu dengan aplikasi agens hayati atau streptomisin sulfat lebih rendah

Uji proporsional pengaruh letak pertanaman di lapangan terhadap intensitas penyakit pustul bakteri kedelai untuk data lokasi Muara Rin- tis, Ilung, pada awal musim hujan 1990

Intensitas penyakit pustul bakteri yang dijumpai di Kalimantan Selatan selama pengamatan yang dilakukan dari bulan Nopember 1989 sampai Desember 1990 beragam tergantung

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian kompos jerami padi yang ditambah dengan bakteri Azotobacter dan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman kedelai

Penelitian ini bertujuan mendeteksi kemampuan bakteri endofit dalam menghasilkan senyawa anticendawan yang dapat menekan perkembangan patogen penyebab penyakit busuk pangkal batang