• Tidak ada hasil yang ditemukan

LUKAS PUNG KABAR BAE SOAL YESUS. INJIL LUKAS dalam Bahasa Ambon

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LUKAS PUNG KABAR BAE SOAL YESUS. INJIL LUKAS dalam Bahasa Ambon"

Copied!
145
0
0

Teks penuh

(1)

i

LUKAS PUNG KABAR

BAE SOAL YESUS

INJIL LUKAS dalam Bahasa Ambon

(2)
(3)

iii

LUKAS PUNG KABAR

BAE SOAL YESUS

INJIL LUKAS dalam Bahasa Ambon

(4)

Lukas pung Kabar Bae soal Yesus © 2011 Sinode Gereja Protestan Maluku

dan

© 2011 Wycliffe, Inc ISBN 978-602-19540-0-3

Injil Lukas dalam bahasa Ambon di Maluku The Gospel of Luke in the Ambonese Malay language of

Maluku, Indonesia

Gambar di kulit buku oleh Dr. Farid Faadil dimuat atas izin © International Bible Society.

Gambar-gambar pada halaman 9, 17, dan 37 dimuat atas izin © 1978 David C. Cook Publishing Co.

Gambar-gambar Horace Knowles pada halaman 2, 67, 75, 86, 91, dan 97 © The British & Foreign Bible Society, 1954, 1967, 1972. Gambar-gambar Louise Bass pada halaman 25, 27, 99, dan 112 © The

British & Foreign Bible Society, 1994.

Catatan Edisi Percobaan

Edisi ini merupakan edisi percobaan. Karena itu, kami dari tim penerjemah menyambut baik berbagai usul maupun komentar yang dapat membantu meningkatkan hasil terjemahan yang baik sebelum Perjanjian Baru dicetak secara utuh.

Aslinya diterbitkan oleh Yayasan Sumber Sejahtera 2008 Cetakan Kedua

(5)

v

iii

KATA SAMBUTAN

Basudara samua yang Tuhan Yesus sayang!

Gereja Protestan Maluku seng parna barenti dalang usaha par biking jamaat labe mangarti deng tau soal Allah pung Kabar Bae. Sala satu cara tu, katong biking carita-carita soal Allah pung Kabar Bae pake katong pung bahasa hari-hari biar jamaat samua bisa labe dekat deng Tuhan Allah.

Bahasa Malayu Ambong ni, akang pung nilai sama deng bahasa-bahasa daera laeng. Bahasa ni, akang hidop. Orang pake akang sabang hari, bae di ruma deng di luar ruma. Kalo samua orang dari kacil sampe basar baca buku dalang bahasa Malayu Ambong, dong bisa tau deng mangarti akang labe capat. Beta, pamimping GPM, mau bilang par katong samua biar katong tarus pake buku-buku ini dalang samua ibada. Katong jua pake akang par kasi balajar orang-orang yang ada di sakitar katong biar dong tau lai soal Tuhan Allah pung ajarang. Beta harap buku ni, akang bisa uba basudara dong samua pung hidop deng bisa sampe ka samua orang di Maluku.

Waktu basudara dong mulai baca buku ni la dapa apapa yang seng pas, tolong bilang akang par katong biar buku ini bisa jadi labe bae.

Beta minta dangke banya par Tuhan Yesus. Beta minta biar Antua kasi berkat par katong samua.

Dangke banya lai.

Ambon, 18 Maret 2008 Badan Pekerja Harian Sinode GPM

Pdt. DR. J. CHR. RUHULESSIN, M.Si. Ketua

GEREJA PROTESTAN MALUKU ( THE PROTESTANT CHURCH IN THE MOLUCCAS )

ANGGOTA PGI

BADAN PEKERJA HARIAN SINODE

ADDRESS: JALAN MAY. JEND. D. J. PANJAITAN - AMBON 97124 TELP. (0911) 352248-342442 FAX: (0911) 312440

(6)

K

ATA

P

ENGANTAR

M

ENGAPAKITAPERLU

F

IRMAN

T

UHANDALAMBAHASA

A

MBON

?: S

UATU PENJELASANILMIAH

Bahasa Ambon adalah sebuah bahasa tersendiri, dan patut digunakan

dalam pelayanan gereja. Alasan atas pernyataan ini tampak jelas dari

berbagai segi, antara lain:

 Sejarah bahasa dan sosiolinguistik

 Struktur bahasa (ilmu bahasa)

 Pandangan alkitabiah dan sejarah gereja

 Pandangan ilmu pendidikan

 Pandangan ilmu komunikasi dan ilmu penerjemahan

Terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Ambon ini telah melalui suatu

proses yang resmi dan terperinci, termasuk pemeriksaan yang cermat

dari konsultan luar. Beberapa orang awam dan pendeta terlibat dalam

pemeriksaan terjemahan ini selain tim penerjemah yang sudah terlatih

dalam prinsip-prinsip penerjemahan dan eksegesis (tafsiran). Tim

penerjemah juga dibantu oleh ahli teologi, ahli linguistik, dan ahli

antropologi.

P

ANDANGANDARI

S

EGI

S

EJARAH

B

AHASADAN

S

OSIOLINGUISTIK

Secara ilmiah, bahasa Ambon yang kita pergunakan dewasa ini berkembang

dari suatu ragam Melayu. Tata bahasa dan kosa katanya mengalami suatu

perkembangan sebagai suatu bahasa tersendiri melalui proses panjang

yang berlangsung selama ratusan tahun. Ini artinya bahasa Ambon

bukanlah merupakan suatu dialek atau logat dari bahasa Indonesia.

Lebih-lebih lagi, bahasa ini bukanlah bahasa Indonesia yang ‘rusak’, atau

semacam ‘slang’.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang resmi baru ditetapkan pada abad

ke–20 sebagai bahasa kesatuan bangsa. Bahasa Indonesia berdasar pada

suatu ragam Melayu yang digunakan oleh penutur asli dalam bidang

pemerintahan dan sastra di sekitar keraton-keraton Riau dan Johor

(7)

vii

pada abad-abad lalu.

1

Bahasa Ambon juga berdasar pada bahasa Melayu,

tetapi dari ragam Melayu dengan pola penggunaan yang berbeda.

2

Dari

penuturan seorang sarjana Belanda dengan jelas kita bisa mengetahui

bahwa di Pulau Ambon dan Lease orang sudah memakai sejenis ragam

Melayu yang jauh berbeda dari ragam Melayu yang dipakai di bagian

barat Nusantara.

3

Ragam Melayu yang berkembang sebagai bahasa

perdagangan dan bahasa antarsuku di Ambon dan sekitarnya didatangkan

beberapa abad yang lalu dari Nusantara bagian barat oleh

pedagang-pedagang. Sebagian besar para pelayar dan pedagang yang beroperasi di

bagian timur Nusantara bukan penutur asli bahasa Melayu, melainkan

bahasa-bahasa lain seperti bahasa Jawa dan bahasa Makasar.

4

Mereka

menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua. Jadi bahasa Indonesia

dan bahasa Ambon berdasarkan dua ragam Melayu yang berbeda, dan

bahasa Ambon boleh dikatakan lebih tua sebagai bahasa yang berfungsi

dalam masyarakat Ambon, dibandingkan dengan bahasa Indonesia.

1

Moeliono, Anton. 1986. Language development and cultivation:

al-ternative approaches in language planning. Pacifi c Linguistics D–68.

Canberra: Australia.

Abas, Husen. 1987. Indonesian as a unifying language of wider

commu-nication: a historical and sociolinguistic perspective. Pacifi c

Linguis-tics D–73. Canberra: Australia.

2

Grimes, Charles E. 1996. Indonesian – the offi cial language of a

multilingual nation. Dalam S.A Wurm, Peter Mühlhäusler dan Darrell

Tryon, red. Atlas of languages of intercultural communication in the

Pacifi c, Asia, and the Americas. Trends in Linguistics, Documentation

13. Berlin: Mouton de Gruyter. hal. 719–727.

3

van Hoevell, G.W.W.C. 1875. Ambon en meer bepaaldelijk de

Oelia-sers. Dordrecht: Blusse en van Braam.

4

Grimes, Barbara Dix. 1991. The development and use of Ambonese

Malay. Pacifi c Linguistics A–81:83–123.

Jacob, June, dan Barbara Dix Grimes. 2006. Developing a role for

Kupang Malay: the contemporary politics of an eastern Indonesian

creole. Makalah disajikan pada 10

th

International Conference on

Aus-tronesian Linguistics, di Palawan, Filipina.

v

(8)

Pada waktu bahasa Melayu didatangkan ke wilayah Ambon dan sekitarnya,

orang setempat yang mulai menggunakan bahasa Melayu tersebut bukan

penutur asli dan tidak menggunakan bahasa Melayu secara sempurna

dalam segala bidang. Pada waktu itu, berbagai proses perubahan bahasa,

yang oleh beberapa ahli bahasa tertentu disebut sebagai kreolisasi, mulai

mengubah bahasa Melayu yang digunakan di Ambon dan sekitarnya.

Proses-proses perubahan bahasa seperti itu umum dialami di banyak

tempat lain di dunia, ketika suatu bahasa dari luar mulai digunakan

secara luas sebagai bahasa perdagangan dan bahasa antarsuku dalam

suatu masyarakat yang beranekaragam bahasa lokalnya.

5

Perubahan-perubahan itu mencakup sistem morfologi (seperti awalan dan akhiran)

atau proses pembentukan kata disederhanakan (misalnya, awalan meng–,

di– dan akhiran –kan tidak lagi digunakan, dan penggunaan kata kasi dan

biking diperluas; contohnya, memulangkan  kasi pulang; memanaskan

 kasi panas, biking panas).

Perubahan berikutnya adalah penyesuaian struktur dan pola makna supaya

mirip dengan struktur dan pola pikiran bahasa-bahasa lokal (calquing).

Misalnya, dalam bahasa Ambon berkembang sistem penunjuk arah lau

’arah laut’ dan dara ’arah darat’, seperti dalam perkataan ka lau ’ke arah

laut’, ka dara ’ke arah darat’.

6

Pola bahasa demikian tidak terdapat dalam

bahasa Melayu baku atau bahasa Indonesia karena mengikuti pola yang

ada dalam bahasa-bahasa setempat di Ambon dan sekitarnya. Struktur

kepemilikan dengan kata pung (beta pung bapa) juga ada kemungkinan

berkembang mengikuti pola bahasa daerah setempat.

7

Secara semantis

5

Thomason, Sarah Grey, dan Terrence Kaufman. 1988. Language

contact, Creolization, and genetic linguistics. Berkeley: University of

California Press.

Mühlhäusler, Peter. 1986. Pidgin and Creole linguistics. Oxford: Basil

Blackwell.

6

Collins, James. 1981. Pertembungan linguistik di Indonesia Timur:

Bahasa Melayu dan Bahasa Asilulu di Pulau Ambon. Dewan Bahasa

25.7:30-55.

7

Collins, James. 1983. Syntactic change in Ambonese Malay: the

pos-sessive construction. Dalam J. Collins, ed., Studies in Malay Dialects,

vi

(9)

ix

(dari segi makna), pola kata yang mencerminkan makna juga disesuaikan

untuk mengikuti pola bahasa daerah (misalnya, bahasa Indonesia keras

kepala, bandel  bahasa Ambon kapala batu; kata-kata tetap dari bahasa

Melayu, tetapi diucapkan dengan cara yang mirip bahasa-bahasa daerah).

Perubahan lain lagi adalah penyerapan kata-kata pinjaman dari

bahasa-bahasa daerah dan bahasa-bahasa-bahasa-bahasa lain (misalnya, Portugis, Belanda)

dan digunakan secara umum oleh seluruh masyarakat yang memakai

bahasa Ambon (misalnya, ale, ahalang, antero, oras, konyadu, mar, oto,

stamplas , dsb.).

Hasil-hasil perubahan bahasa ini membentuk bahasa Ambon dan mulai

digunakan sebagai bahasa pertama oleh anak-anak di Ambon yang lahir

kemudian. Mereka menggunakannya sebagai bahasa ibu. Sekarang ada

orang yang lebih tahu bahasa Ambon daripada suatu bahasa daerah lain,

bahkan bahasa Indonesia baku. Identitas batin dan pola pikiran mereka

terkait secara erat dengan bahasa Ambon.

Masalahnya, karena baik bahasa Indonesia maupun bahasa Ambon

berdasarkan pada bahasa Melayu, penutur bahasa Ambon dengan mudah

bisa beralih dari bahasa Ambon ke bahasa Indonesia, atau sebaliknya dari

bahasa Indonesia ke bahasa Ambon, dan tidak selalu jelas bahasa mana

yang digunakan mereka. Misalnya, dalam rapat, ibu guru bisa membuka

rapat dengan bahasa Indonesia baku, tetapi memberi penjelasan mengenai

pengurusan minuman kepada petugas dengan menggunakan bahasa

Ambon. Kedua bahasa juga bisa dicampur. Keadaan pemakaian bahasa

seperti ini sangat umum dijumpai dalam masyarakat yang memakai

bahasa yang mengalami perubahan seperti bahasa Ambon ini.

8

Gambar di

bawah ini memperlihatkan bahwa, walaupun bahasa Ambon dan bahasa

Indonesia merupakan dua bahasa tersendiri, namun juga tidak ada batas

yang tegas di antara keduanya.

Bagian II. NUSA 17:28-41.

8

Bagi beberapa ahli bahasa yang memandang bahasa Ambon sebagai

kreol, keadaan seperti ini disebut sebagai post-creole continuum.

vii

(10)

Bahasa Ambon

Campuran

Bahasa Indonesia

P

ANDANGANDARI

S

EGI

S

TRUKTUR

B

AHASA

(I

LMU

B

AHASA

)

Masing-masing bahasa mempunyai ciri khas dalam struktur, sejarah, dan

pola penggunaan. Status bahasa Ambon sebagai bahasa tersendiri dapat

dibuktikan dari berbagai hal, antara lain: sistem bunyi (fonologi), tata

bahasa, pola wacana, dan pola bahasa yang digunakan dalam masyarakat.

Secara singkat di bawah ini diberikan beberapa contoh:

Sistem bunyi (vokal)

Bahasa Indonesia

Bahasa Ambon

a, i, o, u, dan dua macam e:

é (énak, béda), [e teleng]

è (bèsar, sèbab) [e pepet]

a, i, o, u, dan satu macam e:

dékat, déngar [e teleng] saja

Kata-kata bahasa Ambon yang seasal dengan kata-kata bahasa Indonesia

yang mengandung bunyi e pepet (è) bisa diucapkan dengan salah satu

dari kelima vokal yang ada dalam bahasa Ambon. Misalnya:

Bahasa Indonesia Bahasa Ambon

bèsar

basar

pègang

pégang

bènci

binci

tèbu

tobu

jèmur

jumur

Urutan kata dalam frasa juga ada perbedaan. Misalnya, dalam frasa yang

menyatakan kepunyaan dan yang menggunakan kata tunjuk:

Bahasa Indonesia

Bahasa Ambon

rumahnya

dia pung ruma

anak temannya

dia pung tamang pung ana

anak itu

itu ana, ana itu

(11)

xi

Mengenai sistem kata kerja dan pembentukan kata benda dari kata

kerja, bahasa Indonesia sangat kaya dengan awalan dan akhiran

(misalnya, ber–, meng–, di–, memper-, ter-, –kan, –an, peng–, per– –

an, ke– –an). Imbuhan dalam bahasa Ambon sedikit saja, dan sebagian

besar seasal dengan imbuhan yang ada dalam bahasa Indonesia.

Walaupun demikian, fungsi imbuhan dalam keduanya tidak persis

sama. Sebagai contoh, fungsi awalan ba- dan ta- dalam bahasa Ambon

tidak benar-benar sama dengan ber- dan ter- dalam bahasa Indonesia.

Bahasa Ambon juga bisa menggabungkan awalan-awalan yang tidak

dapat digabung dalam bahasa Indonesia. Misalnya, pam–ba– (loko 

baloko  pambaloko). Awalan meng– seperti dalam Bahasa Indonesia

sudah menjadi beku dengan akar kata dalam bahasa Ambon (misalnya,

manyasal, manyangkal, mangaku). Salah satu fungsi dari akhiran bahasa

Indonesia -kan dibentuk dengan memakai kata kasi (misalnya, jato

 kasi jatu ‘menjatuhkan’). Pemakaian awalan baku-, yang umumnya

menyatakan arti ‘kesalingan’, sangat produktif dan merupakan ciri

khas dalam bahasa Ambon.

Bahasa Ambon juga mempunyai kata-kata penghubung yang berbeda

dari bahasa Indonesia, misalnya, mar, la, barang, deng, tagal.

Dalam bahasa Ambon ada banyak kata-kata kecil yang biasanya dipakai

pada akhir kalimat atau akhir ucapan untuk menyatakan sikap atau

perasaan pembicara. Bahasa Indonesia sangat kurang dalam kata-kata

demikian. Beberapa contoh dalam bahasa Ambon: ka, kapa, to, e.

Jadi, secara ilmiah, tampak bahwa bahasa Ambon mempunyai pola tata

bahasa sendiri yang berbeda dari tata bahasa Indonesia. Pada intinya, ada

pola dan sistem untuk bahasa Ambon secara keseluruhannya, yang secara

ilmiah patut diteliti dan patut dihargai sebagai sebuah bahasa. Pandangan

bahwa bahasa Ambon merupakan dialek bahasa Indonesia yang rusak

tidaklah benar berdasarkan ilmu bahasa dan sejarah masyarakat penuturnya.

P

ANDANGAN

A

LKITABIAHDAN

S

EJARAH

G

EREJA

Sebagian besar dari naskah asli Perjanjian Baru ditulis pertama-tama

dalam bahasa Yunani pasar, yaitu bahasa Yunani Koine (bahasa Yunani

(12)

sehari-hari). Bahasa Yunani tersebut ditulis dengan huruf Yunani yang

bentuknya seperti dalam contoh di bawah ini (diambil dari Yohanes 1:1–3):

                                                                                       

Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Yunani Koine tersebut, kemudian

diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia ini, antara lain, bahasa

Jerman, bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Indonesia, bahasa Batak,

bahasa Jawa, serta ratusan bahasa nasional dan bahasa daerah lainnya.

Penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Ambon ini berdasarkan Perjanjian

Baru bahasa Yunani asli tersebut. Injil Lukas dalam bahasa Ambon ini

tidak berdasarkan terjemahan bahasa Indonesia.

Bahasa Yunani yang digunakan untuk menulis Perjanjian Baru adalah

bahasa sehari-hari, dan bukan bahasa tinggi, bahasa sastra, ataupun

bahasa kuno pada zaman itu. Salah satu alasan mengapa bahasa

Yunani sehari-hari yang digunakan adalah demi kepentingan umat

percaya untuk mengerti pesan dari Tuhan kepada umatnya. Rasul

Paulus menegaskan, “Berdoalah supaya saya dapat menjelaskan

rahasia itu sejelas-jelasnya sebagaimana mestinya.” (Kol. 4:4,

BIS). Dengan jelas, Paulus mengingatkan jemaat akan pentingnya

komunikasi yang baik: “jika kamu tidak mempergunakan kata-kata

yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu

katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!” (1 Kor.

14:9b, TB).

Dari dahulu kala, pengertian menjadi dasar iman untuk gereja Kristus.

Itu sebabnya penerjemahan Alkitab selalu mendahului atau mengikuti

perkembangan gereja yang kuat dan bertahan. Gereja tidak hanya bergerak

dalam bahasa nasional saja, tetapi harus berjuang dan berusaha agar

seluruh umat Kristus dapat memegang dan memahami Alkitab untuk

diri sendiri dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Orang

Ambon layak memegang Firman Allah dalam bahasa mereka sendiri.

(13)

xiii

P

ANDANGANDARI

S

EGI

P

ENDIDIKAN

Para guru sekolah telah berjuang keras agar murid-murid menggunakan

bahasa Indonesia yang baik dan benar. Itu sangat dibutuhkan. Tetapi

dengan mengeluarkan terjemahan bahasa Ambon ini, apakah kedua

bahasa itu akan bersaingan? Tidak. Kedua-duanya mempunyai fungsi

dan peranan yang berbeda dalam masyarakat. Kedua-duanya patut

digunakan dalam konteksnya masing-masing.

Pikiran yang menyangka bahwa akan terjadi persaingan dan salah satu

bahasa akan maju dan yang lainnya akan hilang sampai punah adalah

pikiran yang tidak mengerti pola penggunaan bahasa-bahasa di dunia

pada umumnya, dan khususnya di Ambon. Pikiran sempit demikian

membuat masyarakat Ambon sulit untuk bisa berhasil dalam persaingan

di dunia bahasa Indonesia. Apa maksud kami?

Para guru sekolah sampai dosen perguruan tinggi sering mengeluh

bahwa anak-anak Ambon tidak mampu menulis laporan atau skripsi

dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan pengalaman

para pendidik di tempat lain di dunia yang memiliki situasi kebahasaan

yang mirip dengan yang ada di Ambon dan sekitarnya, kami yakin bahwa

selama bahasa Ambon tidak diakui sebagai suatu bahasa yang berbeda dari

bahasa Indonesia, maka anak-anak Ambon akan tetap menulis laporan

dan skripsi dengan bahasa Indonesia yang campur aduk. Di banyak tempat

lain di dunia, para guru mulai sadar bahwa anak-anak perlu dididik untuk

mengenal dan membedakan pola-pola dari kedua bahasa yang berbeda.

Selama perbedaan antara kedua bahasa itu tidak jelas, maka anak-anak

tetap menggunakan bahasa yang keliru dan bercampur. Kalau

anak-anak dididik untuk mengenal, membedakan, dan menggunakan kedua

bahasa yang berbeda tersebut secara tepat dan sesuai dengan konteksnya,

barulah ada perkembangan.

Misalnya, perlu meningkatkan kesadaran anak-anak Ambon untuk

membedakan struktur kalimat, kosa kata, dan pola menyusun cerita

dalam bahasa Ambon dan bahasa Indonesia. Sebagai contoh:

(14)

Bahasa Indonesia

Bahasa Ambon

Kata ganti

nama

saya, aku, engkau,

dia, kami, kita,

kamu, kalian,

mereka

beta, ale, ose, dia,

akang, katong, kamong,

dong

Kata ingkar

tidak, tak, bukan

seng, tar, bukang

Kepunyaan

motor bapaknya

dia pung papa pung

motor

Makna kata

matikan api

bunu api

Penghubung

untuk, agar, supaya

par

Dengan menyadari keberadaan dan perbedaan pola-pola bahasa Ambon

dan bahasa Indonesia, anak-anak Ambon bisa maju dan fasih dalam

menggunakan baik bahasa Ambon maupun bahasa Indonesia. Jika

perbedaan tetap diabaikan, maka anak-anak Ambon tetap akan keliru

dan bingung dalam mengenal kedua bahasa tersebut.

P

ANDANGANDARI

S

EGI

I

LMU

K

OMUNIKASIDAN

I

LMU

P

ENERJEMAHAN

Ilmu Komunikasi mengingatkan kita bahwa pesan yang ingin disampaikan

perlu disusun dalam bahasa dan bentuk yang dapat dimengerti oleh para

pendengar atau para pembaca. Kosa kata, susunan kalimat, bahasa kiasan

yang tidak diketahui atau yang dianggap asing menghalangi komunikasi

yang baik. Masalahnya, pada waktu suatu pesan disusun, sering kali hal-hal

yang masuk akal bagi penyusun lebih diperhatikan daripada sifat-sifat para

pendengar dan para pembaca. Itulah sebabnya banyak usaha dalam bidang

pendidikan, pemerintahan, dan rohani kurang berhasil dalam komunikasi.

Ilmu Penerjemahan mengemukakan tiga tujuan dasar untuk menghasilkan

terjemahan yang baik:

9

9

Beekman, John, dan John Callow. 1974. Translating the Word of God.

Grand Rapids: Zondervan.

Larson, Mildred L. 1988. Penerjemahan berdasar makna: pedoman

untuk pemadanan antarbahasa. Jakarta: ARCAN. Diterjemahkan oleh

Kencanawati Taniran dari Larson 1984. Meaning-based translation: a

guide to cross-language equivalence. New York: University Press of

America.

(15)

xv

 Mempertahankan makna dari teks sumber (yaitu dari Perjanjian

Baru bahasa Yunani).

 Berkomunikasi secara jelas atau mudah dimengerti dalam bahasa

sasaran (dalam hal ini bahasa Ambon).

 Menyusun bahan terjemahan dalam bahasa sasaran (dalam hal ini

bahasa Ambon) yang wajar.

Terjemahan Lukas dalam bahasa Ambon ini mengikuti prinsip-prinsip

yang diakui oleh lembaga-lembaga penerjemahan Alkitab, baik di

dalam negeri maupuan di luar negeri. Terjemahan ini mengikuti dan

mempertahankan makna dari naskah Yunani asli.

B

EBERAPA

C

ATATAN

L

AINMENGENAI

C

ARA

P

ENGGUNAAN

B

UKUINI

Di bawah ini terdapat beberapa catatan untuk membantu pembaca

menggunakan buku ini.

E

JAAN

(

CARAMENULIS

) B

AHASA

A

MBON

Ada beberapa perbedaan sistem bunyi (yaitu fonologi) bahasa Ambon

dan bahasa Indonesia yang memaksa kita menyesuaikan sistem ejaan

atau tulisan. Dalam bahasa Ambon ada banyak variasi pengucapan kata.

Sebagian orang yang tinggal di daerah kota bisa berbeda pendapat dengan

orang yang misalnya berasal dari desa Soya atau Latuhalat mengenai

bentuk mana yang dianggap bahasa Ambon sebenarnya. Misalnya:

gunung ~ gunong;

kayu ~ kayo

kambali ~ kombali ~ kumbali; labe ~ lebe

sakarang ~ skarang;

nai ~ nae

antua, ontua, angtua, ongtua; pukul ~ pukol

pakiang, pakeang;

ambe ~ ambel

Dari sudut ilmu bahasa, semua variasi ucapan seperti di atas dapat

diterima sebagai bahasa Ambon. Masalahnya, dalam menulis, termasuk

Nida, Eugene A. dan Charles R. Taber. 1974. The theory and practice of

translation. New York: United Bible Societies.

xiii

(16)

dalam menulis terjemahan Perjanjian Baru ini, kita harus memilih hanya

satu bentuk saja yang harus digunakan secara tetap dan seragam. Pada

umumnya, kami dari Tim Penerjemah memilih bentuk yang digunakan

oleh mayoritas orang di pulau Ambon dan Lease. Walaupun begitu, harus

diingat bahwa pilihan ini tidak berarti bahwa variasi ucapan lainnya

bukan merupakan bahasa Ambon atau merupakan ucapan yang salah.

Ketika orang membaca, mereka bisa memakai ucapan-ucapan yang mana

saja, walaupun bentuk yang digunakan untuk menulis hanya satu saja.

T

ANDA

K

URUNG

L

ENGKUNG

( )

DAN

T

ANDA

K

URUNG

S

IKU

[ ]

Tanda kurung lengkung ( ) digunakan untuk informasi yang memang

terdapat dalam naskah Perjanjian Baru bahasa Yunani. Ada dua macam

keterangan:

a. Penjelasan yang mengandung informasi latar belakang.

b. Penjelasan atau komentar dari penulis kepada para pembaca.

Misalnya seperti dalam Lukas 6:14, 8:2-3, 9:33.

Tanda kurung siku [ ] digunakan untuk informasi, kalimat, atau ayat yang

tidak terdapat dalam naskah Perjanjian Baru bahasa Yunani yang tertua

dan yang terbaik (misalnya dalam naskah-naskah yang dikenal sebagai

codex Sinaiticus, codex Alexandrinus, atau codex Vaticanus). Misalnya,

jika suatu ayat muncul secara tertulis hanya sesudah abad ke-10, ayat

itu dianggap bersifat "tambahan”’ yang tidak terdapat dalam naskah

Perjanjian Baru bahasa Yunani asli. Misalnya seperti dalam Lukas 17:36,

22:43-44, 23:17.

C

ATATAN

K

AKI

Catatan kaki digunakan dalam Injil Lukas ini untuk memberikan beberapa

jenis keterangan:

a. Menjelaskan kata-kata asli yang digunakan sejarah harfi ah. Misalnya

dalam Lukas 1:5, 1:19, 5:1.

b. Menjelaskan adat-istiadat atau budaya orang Yahudi bagi pembaca

bahasa Ambon yang tidak mengetahui budaya orang Yahudi.

Misalnya dalam Lukas 2:41, 3:19, 6:15, 9:22.

(17)

xvii

c. Menjelaskan informasi lain yang dapat membantu pembaca lebih

mengerti terjemahan. Misalnya, Lukas 5:27.

Catatan kaki dipakai juga untuk referensi (acuan) silang yang memberi

nomor ayat yang memberi keterangan yang berhubungan dengan suatu

ayat dalam Injil Lukas. Catatan kaki ini ditandai dengan tanda bintang

(*). Pada catatan kaki tersebut, nomor pasal dan ayat dalam Injil Lukas

ditulis lebih dahulu dalam huruf tebal dan singkatan nama kitab dan

nomor pasal dan ayat mengikutinya.

Selain ayat bandingan di dalam catatan kaki, ada juga ayat sejajar yang

terdapat di bawah judul perikop. Kedua cara ini disediakan untuk

membantu para pembaca dalam mempelajari Alkitab, serta memperkuat

pengetahuan umum mengenai hubungan antara kitab-kitab di dalam

Alkitab itu sendiri.

Catatan kaki ditandai dengan huruf atau angka kecil yang ditulis agak

tinggi seperti ini:

10

. Isi dari catatan kaki terdapat di bagian halaman

paling bawah, dipisahkan dengan suatu garis dan huruf-huruf teksnya

lebih kecil. Jika terdapat huruf atau angka kecil tinggi tersebut, maka

carilah huruf atau angka tersebut pada bagian halaman paling bawah

untuk membaca isinya.

Baca dan nikmatilah Injil Lukas dalam bahasa Ambon. Ingatlah, rahasia

membaca bahasa Ambon adalah memakai intonasi atau nada bahasa

Ambon. Semoga Tuhan memperkuat iman anda melalui Firman-Nya.

Tim Penerjemah

10

Inilah contoh catatan kaki. Terdapat ayat banding, atau penjelasan

adat-istiadat pada catatan kaki.

xv

pis

te

ta

ca

m

a

m

(18)
(19)

1

Mangapa sampe Lukas tulis surat ni

1

1-3 Bapa Teofilus yang beta hormat.

Saparu orang su lia deng mata kapala sandiri samua parkara yang Yesus biking tu mulai dari yang partama waktu Antua masi ada deng katong. Deng dong jua su dengar Yesus kasi balajar orang-orang. Tarus, dong kasi balajar Yesus pung ajarang tu dari mulu ka mulu sampe oras tadi ni. Banya orang su coba tulis akang parkara-parkara tu. Beta lai su pariksa samua parkara tu bae-bae dari akang pung partama. Jadi, beta rasa labe bae lai kalo beta ator akang samua bae-bae la tulis akang par bapa. 4 Beta biking bagitu, biar bapa tau kalo samua yang orang su kasi

balajar par bapa soal Yesus tu, akang batul.

Malekat kasi tau Sakaria kalo Yohanis tukang sarani orang mau lahir

5 Waktu Herodes jadi raja di propinsi Yudea, ada orang Yahudi pung

imam satu. Imam tu pung nama Sakaria. Antua ni dari imam Abia pung kalompok. Antua pung bini nama Elisabet. Elisabet ni jua, imam pung ana cucu. a6Dong dua laki bini ni jaga iko Tuhan pung mau deng biking

Antua pung hati sanang. Barang, dong dua iko Tuhan pung parenta tarus. 7 Mar kasiang, dong dua ni seng pung ana. Barang, Elisabet ni seng bisa

pung ana, deng dong dua jua su tua lai.

Lukas pung Kabar

Bae soal Yesus

aTB bilang ”keturunan Harun”, barang samua imam tu, Harun pung ana cucu. 1.5 1Taw. 24:10

(20)

8 Satu kali bagini, orang Yahudi pung imam dari Abia pung kalompok

dapa bagiang karja di Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat. Sakaria yang musti biking karja imam tu di muka Allah. 9 Barang, waktu

imam-imam dong cabu undi iko dong pung adat, Sakaria pung nama yang kaluar. Jadi, dia yang musti bakar kamanyang di dalang Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat. 10 Pas dia ada bakar kamanyang tu, orang

banya ada sombayang di kintal lai.

11 Skrek bagini, Tuhan pung malekat satu unju rupa par Sakaria.

Malekat tu badiri di sabala kanang meja tampa bakar kamanyang. 12 Pas Sakaria dapa lia malekat tu, dia tacigi la takotang paskali. 13 Mar

malekat tu bilang kata, ”He Sakaria! Jang ale takotang. Tuhan su dengar ale pung sombayang. Ale pung bini nanti deng poro basar la barana ana laki-laki satu par ale. Ale musti kasi nama dia Yohanis. 14 Ale pung hati

jua nanti paleng sanang. Labe-labe lai, orang banya pung hati paleng sanang waktu ana tu lahir. 15 Barang, Tuhan mau kasi kuasa par dia. Dia

seng bole minong minomang karas. Tuhan pung Roh nanti kasi kuasa par

(21)

3

bBahasa Yunani bilang ”Badiri di Allah pung muka”. Ini bisa pung arti ’Karja par

Tuhan’. Mar bisa pung arti lai ’Badiri di Allah pung muka’. Malekat yang badiri di Allah pung muka pung kuasa labe dari malekat laeng. Jadi, Gabriel bukang malekat biasa.

1.15 Bil. 6:3 1.17 Mal. 4:5-6 1.19 Dan. 8:16, 9:21

dia mulai dari dia masi ada dalang dia pung mama pung poro lai. 16 Dia

nanti biking orang Israel banya bale kombali par Tuhan yang pili dong. 17 Dia yang kamuka buka jalang par Tuhan deng kuasa dari Tuhan pung

Roh macang deng Elia dolo-dolo la biking bapa-bapa sayang dong pung anana kombali. Dia jua nanti biking orang banya yang kapala batu tu pung pikirang tajang macang deng orang yang jago iko Tuhan pung mau pung pikirang. La, kalo su bagitu, Yohanis ni nanti biking siap orang-orang yang pantas par jadi Tuhan pung orang-orang-orang-orang.”

18 Tarus, Sakaria ni tanya par malekat kata, ”Bagemana beta bisa

parcaya kalo apa yang ale bilang tu, akang batul? Barang, beta ni su tua. La beta pung bini jua su tua lai. Jadi, seng mungkin katong pung ana.”

19 Mar malekat tu bale bilang par dia kata, ”Beta ni Gabriel, malekat

yang karja par Allah. b Allah suru beta kasi tau Kabar Bae ni par ale.

20 Mar ale seng parcaya apa yang beta bilang. Jadi, ale nanti mou-mou

sampe pas apa yang Beta bilang tu, akang jadi.”

21 Waktu itu, orang banya ada nanti-nanti Sakaria. Dong samua

herang mangapa sampe dia lama paskali di dalang Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat tu. 22 Waktu Sakaria kaluar dari Tampa Sombayang

tu, dia su seng bisa bicara apapa lai par orang-orang. Jadi, dia cuma kasi kode sa tagal dia su mou-mou. Waktu orang-orang lia dia bagitu, dong su tau kalo Tuhan su kasi unju apapa satu par dia dalang Tampa Sombayang. 23 Waktu Sakaria su abis karja di dalang Tampa Sombayang

tu, dia pulang di dia pung ruma.

24 Seng lama bagini, dia pung bini Elisabet su deng badang. Tarus,

Elisabet ni seng kaluar dari ruma sampe lima bulang, tinggal bakurung sa. 25 Tarus, Elisabet bilang kata, ”Tuhan paleng sayang beta. Antua su

angka beta pung muka jadi beta su seng malu di muka orang lai.” Malekat kasi tau Maria soal Yesus lahir

26-27 Waktu Elisabet su deng badang anam bulang, Allah suru malekat

Gabriel pi par Maria di kota Nasaret di propinsi Galilea. Maria ni parampuang parawang. Dia su batunangang deng Yusup. Yusup ni, raja LUKAS 1

(22)

1.27 Mat. 1:18 1.31 Mat. 1:21 1.32-33 2Sam. 7:12, 13, 16; Yes. 9:6 1.37 Kej. 18:14

Daud pung ana cucu. 28 Malekat tu bilang par Maria kata, ”Salam Maria!

Ale dapa berkat basar dari Tuhan. Antua ada deng ale!”

29 Maria tacigi pas dengar malekat bilang bagitu. La dia bilang dalang

hati kata, ”Salam ni, akang pung arti apa e?”

30 Tarus malekat tu bilang kata, ”Jang taku Maria. Barang, ale dapa

berkat basar dari Allah. 31 Ale ni nanti deng badang. Abis itu, ale pung

Ana laki-laki satu jadi. Ale musti kasi nama Dia Yesus. 32 Dia ni nanti

jadi orang basar. Deng ada yang bilang kalo Dia tu Allah yang Paleng Tinggi pung Ana. Tuhan Allah nanti angka Dia par jadi raja sama deng Dia pung moyang, raja Daud. 33 Dia jua nanti pegang kuasa par samua

anana cucu bangsa Israel tarus-tarus.”

34 Mar Maria bilang kata, ”Bagemana akang bisa jadi bagitu? Barang,

beta balong parna tidor deng laki-laki!”

35 Malekat bilang kata, ”Tuhan pung Roh nanti datang par ale. Tarus,

Allah yang Paleng Tinggi dari Samua pung kuasa tu, akang tutu ale. Tagal itu, ale pung Ana tu, seng ada dosa sama sakali. La orang bilang

kata Dia ni Allah pung Ana. 36 Ale pung sudara Elisabet yang su tua tu

jua, yang dolo orang bilang dia seng bisa pung ana, mar sakarang ni, dia ada deng badang su anam bulang lai. 37 Barang, Allah bisa biking

apa sa.”

38 Maria bilang kata, ”Kalo memang musti bagitu macang yang ale

bilang, beta tarima sa. Barang beta ni, Tuhan pung orang suru-suru lai.” La malekat tu pigi kasi tinggal Maria.

Maria pi ka Elisabet

39 Abis malekat kasi tinggal Maria, seng lama lai, Maria paparipi pi

ka kota satu di propinsi Yudea. Akang kota tu ada di gunung-gunung. 40 Sampe di tampa tu, Maria maso di Sakaria pung ruma la kasi suara

dia pung sudara Elisabet. 41 Parsis Elisabet dengar Maria pung suara,

Elisabet pung ana yang ada dalang poro tu bagara. Oras itu jua, Tuhan pung Roh kasi kuasa par Elisabet. 42 Tarus, Elisabet bataria deng suara

basar kata, ”Tuhan kasi berkat par ale labe dari samua parampuang. Bagitu jua deng ale pung Ana yang ada dalang poro tu! 43 La beta ni sapa

la kong beta pung Tuhan pung mama datang par beta? 44 Beta tau ale tu,

(23)

5

1.46-55 1Sam. 2:1-10 1.55 Kej. 17:7

ana yang ada dalang beta pung poro ni, dia bagara tagal dia pung hati paleng sanang. 45 Deng baruntung jua par ale yang parcaya, kalo samua

yang Tuhan bilang par ale tu, akang mau jadi.” Maria puji Tuhan

46 Maria sombayang kata,

”Tuhan, beta ni puji-puji Bapa! 47 Beta pung hati paleng sanang.

Barang, Bapa su kasi salamat beta.

48 Bapa su inga beta, Bapa pung orang suru-suru yang seng pung arti apapa.

Dari oras ini jua, samua orang yang ada di dunya ni nanti bilang kata beta ni, parampuang yang paleng baruntung. 49 Barang, Bapa su biking parkara basar par beta.

Bapa pung kuasa tu paleng basar. Bapa jua seng bardosa. 50 Bapa kasi unju Bapa pung hati bae tarus

par Bapa pung anana cucu yang taru hormat par Bapa. 51 Apa yang Bapa su biking tu, akang kasi unju Bapa pung kuasa.

Bapa biking orang-orang yang suka angka diri tu jadi talamburang.

52 Bapa su kasi turung raja-raja yang ada pegang kuasa, la Bapa angka orang-orang yang seng pung arti apapa. 53 Bapa su kasi makang orang lapar deng makanang sadap-sadap

sampe dong kanyang.

Mar Bapa suru orang kaya pulang sondor bawa apapa satu lai. 54 Bapa jua su tolong katong orang Israel, Bapa pung orang suru-suru

tu.

Bapa inga Bapa pung janji la kasi unju Bapa pung hati bae par katong tarus.

55 Bapa su janji par katong pung tete nene moyang Abarang deng dia pung anana cucu samua.”

56 Abis Maria puji Tuhan, dia tinggal deng Elisabet kurang labe tiga

bulang. Tarus, dia bale kombali ka dia pung ruma di kota Nasaret. LUKAS 1

(24)

1.59 Im. 12:3

Yohanis tukang sarani orang lahir

57 Pas su akang pung oras par Elisabet pung ana mau lahir, dia pung

ana tu laki-laki. 58 Bagitu Elisabet pung orang pinggir-pinggir ruma

deng dia pung basudara dengar kata Tuhan su kasi Antua pung hati bae paskali par Elisabet. Dong pung hati paleng sanang sama deng Elisabet lai.

59 Pas ana kacil tu umur dalapang hari, dong samua datang par mau

lia orang sunat ana tu. Dia pung basudara mau kasi nama dia Sakaria macang dia pung papa pung nama. 60 Mar Elisabet bilang kata, ”Seng

bole. Dia pung nama musti Yohanis.”

61 Mar dong bilang kata, ”Mangapa kong mau kasi dia pung nama

Yohanis? Seng ada ale pung basudara yang pung nama bagitu.” 62 La dong

kasi sein par Sakaria kalo nanti mau kasi nama ana tu sapa? 63 Sakaria

kasi sein par minta batu tulis sapotong la tulis bagini, ”Dia pung nama Yohanis.” Dong samua taherang-herang. 64 Oras itu jua, Sakaria pung

suara bale macang dolo lai. Tarus, dia mulai puji Allah.

65 Samua orang yang tinggal di tampa tu takotang paskali. Orang

carita akang kajadiang tu dari mulu ka mulu di samua tampa di gunung-gunung di propinsi Yudea. 66 Samua orang yang dengar, dong mulai

bapikir la bilang kata, ”Ana kacil ni, kalo dia basar, dia nanti jadi apa e?” Barang, dong lia Tuhan pung kuasa ada sama-sama deng akang ana tu.

Sakaria puji Tuhan

67 Yohanis pung bapa Sakaria dapa kuasa dari Tuhan pung Roh la, oras

itu jua, dia kasi tau soal Tuhan pung pasang. Antua bilang kata, 68 ”Puji Tuhan, Allah yang katong orang Israel iko tu!

Barang, Antua su datang par kasi bebas Antua pung orang-orang.

69 Antua jua su kasi satu orang yang pung kuasa basar datang par kasi salamat katong.

Dia tu, raja Daud pung ana cucu satu. Raja Daud tu, Antua pung orang suru-suru.

70 Dolo-dolo, Antua su bilang par Antua pung juru-juru bicara yang Antua su pili tu soal Antua pung janji. Dia bilang kata,

(25)

7

1.76 Mal. 3:1 1.79 Yes. 9:1

71 ’Beta nanti datang par kasi salamat dong dari dong pung musu-musu

deng orang-orang yang binci dong.

72 Beta kasi unju Beta pung hati bae par dong pung tete nene moyang.

Beta seng bardosa, jadi Beta inga tarus Beta pung janji par dong. 73 Akang janji yang pake sumpa tu, Beta su bilang akang par dong

pung tete nene moyang, Abarang,

kalo Beta nanti kasi unju Beta pung hati bae par dong. 74 Beta su janji kalo Beta nanti kasi lapas dong dari dong pung

musu-musu,

la biar dong pi sombayang par Beta jua, dong seng takotang. 75 Kalo dong karja par Beta, dong seng bardosa

deng dong jaga iko Tuhan pung mau sampe mati.’ 76 Yohanis, beta pung ana tu, orang nanti bilang kata,

’Ose tu, Allah yang Paleng Tinggi pung juru bicara.’

Barang, ose nanti yang kasi barsi jalang par Tuhan mau langgar. 77 Tarus, ose jua yang kasi tau par Antua pung orang-orang

bagemana dong bisa salamat.

Antua nanti kasi ampong dong pung dosa-dosa la dong bisa salamat.

78 Allah Yang katong iko kasi salamat katong tagal Antua pung hati bae par katong deng Antua jua sayang katong lai.

Antua pung hati bae, jadi Orang yang Tuhan su Angka par Kasi Salamat Manusia nanti datang dari sorga macang deng matahari yang kasi tarang dunya ni.

79 Bagitu lai, Orang yang Tuhan su Angka tu datang par kasi tarang samua orang yang hidop seng iko Antua pung mau deng yang taku mati.

Antua nanti biking katong baku bae deng Allah.”

80 Sakaria pung ana tu, dia labe hari labe tamba basar. Dia pung roh

tamba kuat. Dia pi tinggal di tampa sunyi sampe akang pung oras tu par dia kasi unju rupa par orang Israel.

(26)

Yesus lahir (Mat. 1:18-25)

2

1 Waktu Raja Basar Agustus parenta karajaang Roma, antua kasi

kaluar parenta par kasi maso samua orang pung nama-nama yang ada dalang antua pung karajaang tu. 2 Dong baru partama kali biking

sensus ni, pas Kirenius jadi gubernur di daera Siria. 3 Raja Basar tu kasi

kaluar parenta tu la samua orang bale ka dong pung kota par kasi maso dong pung nama-nama tu.

4 Jadi, Yusup dong kasi tinggal kota Nasaret di propinsi Galilea. Dong

pi ka kota Betlehem di propinsi Yudea. Dolo-dolo raja Daud lahir di tampa tu, barang Yusup ni raja Daud pung ana cucu lai. Dong musti kasi maso dong pung nama di dong pung kampong sandiri. 5 Jadi, Yusup deng

dia pung tunangang Maria pigi sama-sama la kasi maso dong pung nama. Maria tu ada deng poro basar. 6 Pas dong dua su sampe di Betlehem,

Maria pung Ana mau lahir. 7 Ana tu lahir di akang tampa tu. Dia

laki-laki, Ana yang tua. Maria bungkus Ana tu deng kaeng la kasi tidor Dia di dalang binatang piara pung tampa makang. Barang, su seng ada tampa tinggal par dong dua sewa lai.

Tukang jaga domba di malang Yesus lahir

8 Seng talalu jau dari tampa Yesus lahir, ada orang jaga dong pung

domba sakawang malang-malang di tana lapang yang barumpu. 9 Takajo

bagini, ada Tuhan pung malekat satu datang par dong. Tarus, Tuhan pung sinar paleng tarang manyala koliling dong sampe dong takotang paskali. 10 Mar malekat tu bilang par dong kata, ”Kamong seng usa taku!

Barang, beta datang mau kasi tau Kabar Bae par kamong. Kabar Bae tu bisa biking samua orang pung hati paleng sanang. 11 Hari ini ni, ada

Ana Kacil satu yang baru lahir di Daud pung kota lahir. Akang kota tu pung nama Betlehem. Ana tu yang nanti kasi salamat manusia dari dong pung dosa-dosa. Dia jua Tuhan yang Allah su Angka par Kasi Salamat Manusia. 12 Jadi, kamong nanti pi la dapa lia Ana Kacil satu yang masi

mera-mera tabungkus deng kaeng. Dia ada tidor dalang binatang piara pung tampa makang. Tarus, kamong bisa tau kalo apa yang beta bilang ni, akang batul.”

13 Takajo bagini, dong dapa lia ada malekat paleng banya datang

bagabung deng malekat yang tadi. Dong samua manyanyi puji Allah bagini,

(27)

9

14 ”Puji-puji Allah yang ada di tampa yang paleng tinggi di sorga. Antua baku bae deng orang-orang yang biking Antua pung hati

sanang.”

15 Abis itu, malekat-malekat tu, pigi kasi tinggal dong samua la bale

ka sorga. Orang-orang yang jaga domba tu, laeng bilang par laeng kata, LUKAS 2

Maria bungkus Yesus deng kaeng la kasi tidor Dia di dalang binatang pung tampa makang (Luk 2:7)

(28)

”Mari katong pi ka Betlehem par lia Ana mera-mera tu, macang deng Tuhan pung malekat su bilang par katong tu!”

16 La dong samua paparipi par pi cari tampa tu. Pas dong sampe, dong

dapa Maria, Yusup, deng Ana mera-mera tu. Ana tu ada tidor di binatang piara pung tampa makang.

17 Pas dong dapa lia Ana mera-mera tu la dong carita malekat pung

pasang par orang banya di tampa tu soal Ana kacil tu. 18 Samua orang

di tampa tu dengar orang-orang yang jaga domba pung carita tu la dong herang. 19 Mar Maria cuma simpang samua dalang dia pung hati la cuma

(29)

11

2.21 Im. 12:3; Luk. 1:31 2.22-24 Im. 12:6-8 2.23 Kel. 13:2, 12

inga-inga akang tarus. 20 Tarus, orang-orang yang jaga domba tu bale

kombali. Dong samua puji-puji Allah. Barang, samua yang dong dengar deng yang dong lia tu, akang samua sama macang deng yang malekat bilang par dong tu.

Maria deng Yusup bawa Yesus di dalang Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat

21 Bagitu Yesus pung umur su pas dalapang hari, Yusup deng Maria

mau kasi sunat Dia. Dong kasi nama Dia Yesus macang yang malekat su bilang par Maria waktu dia balong ada deng badang lai tu.

22 Pas Maria pung ampa pulu hari ni, dia deng Yusup pi ka Yerusalem.

Dong pi di Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat par iko upacara biking barsi diri macang deng Tuhan pung kitab Torat yang Musa su tulis ada bilang tu. Dong jua bawa Yesus pi sama-sama deng dong lai. Barang, dong mau kasi Dia par Tuhan. 23 Barang, dalang Allah pung kitab Torat

yang Musa tulis tu ada bilang bagini, ”Samua ana laki-laki yang lahir kamuka tu, Tuhan pung. Jadi, dong pung orang tatua musti kasi dong par Tuhan.” 24 Dong jua musti kasi burung terkukur sapasang, kaseng,

ana burung pombo puti dua ekor par Tuhan di Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat lai iko Allah pung kitab Torat yang Musa tulis.

25 Waktu itu, di Yerusalem, ada orang satu. Orang tu nama Simong.

Dia ni jaga iko Tuhan pung mau deng dia dengar-dengarang par Antua. Dia jua ada tunggu Antua pung janji yang bilang kata, Antua nanti datang kasi lapas dong orang Israel. Antua pung Roh ada dalang dia pung hati. 26 Antua pung Roh sandiri su bilang par dia kata dia balong bisa

mati kalo dia balong lia Orang yang Antua su Angka par Kasi Salamat Manusia. 27 Hari itu, Simong pi di Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat

tagal Tuhan pung Roh yang suru dia. Hari itu jua, Yusup deng Maria ada bawa maso Yesus yang masi kacil tu. La dong kasi Dia par Tuhan di dalang Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat iko Tuhan pung kitab Torat yang Musa su tulis. 28 Simong ambe Ana tu la gendong Dia. Dia

puji Allah bagini,

29 ”Tuhan e. Tuhan pung janji par beta, akang su jadi.

Jadi, sakarang Tuhan su bisa panggel beta pulang jua. Barang, beta pung hati su tanang

30 tagal Orang yang Tuhan su Angka par Kasi Salamat Manusia,

(30)

cHari basar Paska Yahudi tu, orang Yahudi inga waktu dong pung tete nene moyang

kaluar dari negara Mesir. Dolo dong jadi orang suru-suru di tampa tu, mar Allah kasi kaluar dong la bawa dong ka tana yang Antua su janji par dong.

2.32 Yes. 42:6, 49:6, 52:10 2.39 Mat. 2:23 2.41 Kel. 12:1-27; Ul. 16:1-8 beta su lia Dia deng beta pung mata kapala sandiri! 31 Tuhan sandiri yang su kasi Dia

par samua orang di dalang dunya ni.

32 Dia ni kasi tarang par orang-orang yang bukang Yahudi

la dong mangarti macang deng lampu yang biking tarang jalang. La, deng bagitu, samua orang bisa taru hormat par Israel.

Abis Israel tu, Tuhan pung orang-orang.”

33 Yusup deng Maria herang paskali waktu dengar Simong bilang bagitu soal

Yesus. 34 Tarus, Simong minta dari Tuhan Allah kasi berkat par dong tiga. La dia

bilang par Maria kata, ”Ana kacil ni to, Tuhan su pili Dia. Bagitu Dia su basar, Dia nanti kasi jatu deng angka banya orang Israel. La nanti Dia tagor orang, mar ada orang yang malawang Dia lai. 35 Kalo orang malawang Dia, samua orang bisa

tau sapa pung pikirang bae, deng sapa pung pikirang yang seng bae. La ale pung hati tu, akang susa paskali, parsis deng orang tikang akang pake parang tajang.” 36 Di tampa tu ada parampuang satu yang su tua. Dia pung nama Hana.

Dia ni, Fanuel pung ana. Fanuel tu suku Asyer pung ana cucu. Hana su parna kaweng. Mar dia baru hidop tuju taong deng dia pung laki la dia pung laki mati. Hana tu, Allah pung juru bicara par dia. 37 Sakarang ni, dia su jadi janda.

Dia su umur dalapang pulu ampa taong. Dia ada dalang Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat tarus. Sabang hari dia tinggal di tampa tu la sombayang par Tuhan. Dia jua puasa lai. 38 Hana ada di Yesus dong pung tampa tu lai la

dia minta dangke dari Allah. Tarus, dia carita soal Ana ni par samua orang di tampa tu yang ada tunggu-tunggu apa tempo Tuhan mau kasi lapas orang Israel.

Yesus dong bale kombali ka Nasaret

39 Pas Maria deng Yusuf su abis biking samua atorang iko Allah pung kitab

Torat yang Musa su tulis, dong bale kombali ka dong pung kota, Nasaret, di propinsi Galilea. 40 Ana kacil tu, Dia tamba hari tamba basar deng kuat. Dia su

mangarti banya hal. Allah pung berkat basar ada di Dia.

Yesus di dalang orang Yahudi pung Tampa Sombayang Pusat

41 Sabang taong Yesus pung orang tatua pi di Yerusalem par iko orang Yahudi

(31)

13

2.52 1Sam. 2:26; Ams. 3:4

pi di Yerusalem deng Antua pung orang tatua par iko hari basar tu, yang dong biasa iko akang sabang taong. 43 Abis hari basar tu, dong pulang. Pas dong

bajalang pulang, dong seng tau kata Yesus ni masi ada di Yerusalem. 44 Barang,

dong sangka Dia tu ada bajalang deng orang banya lai. Jadi, Yesus pung orang tatua bajalang satu hari tare-tare. Takajo kamari, dong lia Dia seng ada. Dong pi tanya Dia di dong pung basudara deng dong pung tamang-tamang. 45 Mar dong

seng baku dapa Dia. La dong bale kombali ka Yerusalem par cari Dia.

46 Dong cari Dia sampe tiga hari la dong dapa Dia di Orang Yahudi

pung Tampa Sombayang Pusat pung kintal. Dia ada dudu di tenga-tenga pangajar-pangajar Torat la dengar dong bicara deng baku tanya. 47 Samua

orang yang ada dudu dengar Dia carita tu, dong herang paskali. Barang, Dia ni paleng pintar deng Dia jawab dong pung soal-soal tu deng bae. 48 Pas Dia pung orang tatua lia Dia, dong taherang-herang. Tarus, Dia

pung mama bilang kata, ”Ana e! Mangapa Ose biking katong macang bagini la? Beta deng Ose pung papa pung hati seng tanang cari-cari Ose.” 49 Dia bilang kata, ”Mangapa kong mama deng papa mau cari Beta?

Mama deng papa tau kaseng, kalo Beta ni, musti ada di Beta pung Bapa pung ruma?” 50 Mar Dia pung orang tatua seng mangarti apa yang Dia

bilang tu.

51 Tarus, Dia bale kombali deng dong ka Nasaret. Dia paleng

dengar-dengarang par Dia pung orang tatua tu. Mar Dia pung mama inga samua parkara tu dalang hati. 52 Yesus tamba basar deng tamba mangarti banya

hal. Allah deng manusia jua tamba sanang deng Dia lai.

Yohanis tukang kasi sarani kasi tau Kabar Bae par orang banya di Aer Yordan

(Mat. 3:1-12; Mrk. 1:1-8; Yoh. 1:19-28)

3

1 Tiberius jadi Raja Basar la pegang parenta di Roma su lima balas

taong. Pontius Pilatus jadi gubernur di propinsi Yudea. Herodes jadi gubernur di propinsi Galilea. Herodes pung kaka Pilipus jadi gubernur di daera Iturea deng daera Trakonitis. Deng Lisanias jadi gubernur di daera Abilene. 2 Waktu itu jua, Hanas deng Kayafas masi jadi orang

Yahudi pung Imam Basar.

Oras itu jua, Allah bicara par Sakaria pung ana Yohanis di tampa sunyi. 3 Tarus, Yohanis pi di samua daera Aer Yordan la bilang par dong

kata, ”Kamong tu su bardosa, jadi kamong musti kasi tinggal dosa-dosa LUKAS 2 ,  3

(32)

3.4-6 Yes. 40:3-5 3.7 Mat. 12:34, 23:33 3.8 Yoh. 8:33 3.9 Mat. 7:19

tu la kasi kamong pung diri par sarani. Tarus, Allah nanti kasi ampong kamong lai!” 4 Barang dolo-dolo, Allah su suru Antua pung juru bicara

Yesaya par tulis dalang dia pung kitab soal Yohanis ni. Allah bilang kata, ”Nanti ada orang yang pi ka tampa sunyi la tabaos kata,

’Orang-orang e! Kamong ni musti biking bae jalang suda. Tuhan su mau datang!

Kasi lurus jalang tu jua, par tarima Antua. 5 Tambong tana la tutu akang alor-alor tu.

Kasi rata samua gunung,

kasi lurus jalang yang bengko-bengko,

la kasi licing jalang yang kasar-kasar tu lai.

6 La samua orang di dunya ni nanti tau kalo Allah mau kasi salamat dong dari dong pung dosa-dosa.’ ”

7 Tarus, orang banya tu datang par Yohanis la minta dia kasi sarani

dong. Mar dia bilang par dong kata, ”Hoe! Kamong orang-orang mulu parlente putar bale. Kamong tu macang ular bisa yang jahat pung anana cucu! Jang kamong kira kalo kamong bisa parlente kata kamong su kasi tinggal kamong pung dosa-dosa. Nanti, kalo Allah su murka, Antua hukum kamong. 8 Jadi, labe bae kamong kasi unju dalang kamong pung

hidop hari-hari, kalo kamong tu su kasi tinggal kamong pung dosa-dosa. Jang kamong pikir kata Abarang tu katong pung tete nene moyang la Allah nanti kasi ampong kamong. Seng! Beta mau bilang par kamong ni, Allah jua bisa biking batu-batu ni jadi Abarang pung anana cucu. Jadi, kamong musti biking hal yang bae, macang deng pohong yang kasi kaluar bua yang bae. 9 Kaseng, Allah su mau hukum kamong. Akang

macang deng orang yang ada pegang mancadu di pohong. Orang tu su mau potong pohong rata deng tana. Bagitu lai deng pohong yang seng ada akang pung bua yang bae. Labe bae potong akang la buang ka dalang api.”

10 Tarus, orang banya tu tanya par Yohanis kata, ”Kalo bagitu, katong

musti biking apa?”

11 Yohanis bilang kata, ”Sapa yang pung baju ada dua potong, labe

bae dia kasi satu potong par orang yang seng pung. Sapa sa yang pung makanang, labe bae bage akang par orang yang seng pung lai.”

(33)

15

dIko orang Yahudi pung adat, orang laki-laki seng bole kaweng deng dia pung ade ka

kaka pung bini kalo ade ka kaka tu masi hidop biar dong su bacere lai. 3.12 Luk. 7:29 3.19-20 Mat. 14:3-4; Mrk. 6:17-18

12 Pas di tampa tu ada tukang-tukang pajak. Dong tu datang lai par

Yohanis. Dong bilang kata, ”Bapa Guru e! Kasi sarani katong do! Katong musti biking apa la?”

13 Yohanis bilang kata, ”Jang tagi pajak labe banya dari apa yang

pemerinta su ator.”

14 Tarus, tantara-tantara yang ada di tampa tu tanya lai par Yohanis

kata, ”La katong ni musti biking apa lai?”

Yohanis bilang kata, ”Kamong tu, jang pata orang pung kepeng-kepeng iko kamong pung suka. Jang tudu-tudu orang sabarang. Kamong jua musti rasa cukup deng kamong pung hasil karingat.”

15 Mar orang banya ni ada tunggu deng harap Orang yang Tuhan su

Angka par Kasi Salamat Manusia. Jadi, dong samua tanya-tanya dalang dong pung hati kata, ”Hoe! Dia ini ni suda, Orang yang Tuhan su Angka par Kasi Salamat Manusia, yang katong ada tunggu-tunggu!”

16 Mar Yohanis bilang dong kata, ”Pasang talinga la dengar bae-bae!

Beta ni seng pung kuasa apapa. Beta cuma kasi sarani kamong deng aer. Mar nanti ada orang yang labe hebat lai dari beta. Mau buka Antua pung sandal di kaki sa, beta seng pantas. Antua tu yang nanti kasi Tuhan pung Roh par kamong. Antua itu jua yang nanti kasi hukum orang yang seng tarima Antua deng api. 17 Antua nanti hukum orang yang malawang

Antua ka dalang api naraka yang seng mati-mati. Akang macang deng orang yang pake nyiru par tapis baras la baras tu, dong kumpul akang dalang karong. Mar akang pung ampas, dong kumpul la bakar.”

18 Tarus, Yohanis kasi inga dong deng macang-macang nasehat. Dia jua

kasi tau Tuhan pung Kabar Bae par orang banya di tampa tu. 19 Waktu

itu Herodes jadi gubernur di daera Galilea. Herodes pi kaweng deng dia pung ade laki-laki pung bini. Dia pung ade pung bini tu nama Herodias. d

Tagal Herodes pung sala tu, deng kajahatang laeng lai, sampe Yohanis tagor dia. 20 Mar Herodes seng mau kasi tinggal dia pung dosa-dosa

tu. Jadi, dia biking labe jahat lai, dia suru orang kasi maso Yohanis ka dalang bui.

(34)

3.22 Kej. 22:2; Msm. 2:7; Yes. 42:1; Mat. 3:17; Mrk. 1:11; Luk. 9:35 Yohanis kasi sarani Yesus

(Mat. 3:13-17; Mrk. 1:9-11; Yoh. 1:32-34)

21 Pas Yohanis ada kasi sarani orang banya ni, Yesus datang lai par

Yohanis. Tarus, Yohanis kasi sarani Antua lai. Abis itu, waktu Antua ada sombayang, tau-tau bagini, langit tabuka. 22 Tarus, Tuhan pung Roh

turung di atas Antua. Akang macang deng burung pombo. Takajo bagini, ada suara dari langit yang bilang kata, ”Ale ni, Beta pung Ana yang Beta paleng sayang. Ale ni yang batul-batul dapa tampa di Beta pung hati.”

Yesus pung tete nene moyang (Mat. 1:1-17)

23 Waktu Yesus kurang labe barumur tiga pulu taong, Antua mulai kasi

balajar orang-orang. Orang-orang pikir kalo Yesus tu Yusup pung ana. Yusup tu pung bapa par Eli.

24 Eli tu pung bapa par Matat.

Matat tu pung bapa par Lewi. Lewi tu pung bapa par Melki. Melki tu pung bapa par Yanai. Yanai tu pung bapa par Yusup. 25 Yusup tu pung bapa par Matias.

Matias tu pung bapa par Amos. Amos tu pung bapa par Nahum. Nahum tu pung bapa par Hesli Hesli tu pung bapa par Nagai. 26 Nagai tu pung bapa par Maat.

Maat tu pung bapa par Matias. Matias tu pung bapa par Semein. Semein tu pung bapa par Yosek. Yosek tu pung bapa par Yoda. 27 Yoda tu pung bapa par Yohanan.

Yohanan tu pung bapa par Resa. Resa tu pung bapa par Serubabel. Serubabel tu pung bapa par Sealtiel. Sealtiel tu pung bapa par Neri. 28 Neri tu pung bapa par Melki.

(35)

17

Melki tu pung bapa par Adi. Adi tu pung bapa par Kosam. Kosam tu pung bapa par Elmadam. Elmadan tu pung bapa par Er. 29 Er tu pung bapa par Yosua.

Yosua tu pung bapa par Elieser. Elieser tu pung bapa par Yorim. Yorim tu pung bapa par Matat.

Matat tu pung bapa par Lewi. 30 Lewi tu pung bapa par Simeon.

Simeon tu pung bapa par Yehuda. Yehuda tu pung bapa par Yusup.

LUKAS 3

Yohanis kasi sarani Yesus la Tuhan pung Roh turung macang deng burung Pombo (Luk 3:22)

(36)

Yusup tu pung bapa par Yonam. Yonam tu pung bapa par Elyakim. 31 Elyakim tu pung bapa par Melea.

Melea tu pung bapa par Mena. Mena tu pung bapa par Matata. Matata tu pung bapa par Natang. Natang tu pung bapa par Daud. 32 Daud tu pung bapa par Isai.

Isai tu pung bapa par Obet. Obet tu pung bapa par Boas. Boas tu pung bapa par Salmong. Salmong tu pung bapa par Nahason. 33 Nahason tu pung bapa par Aminadap.

Aminadap tu pung bapa par Admin. Admin tu pung bapa par Arni. Arni tu pung bapa par Hesron. Hesron tu pung bapa par Peres. Peres tu pung bapa par Yehuda. 34 Yehuda tu pung bapa par Yakup.

Yakup tu pung bapa par Isak. Isak tu pung bapa par Abarang. Abarang tu pung bapa par Tera. Tera tu pung bapa par Nahor. 35 Nahor tu pung bapa par Seruk.

Seruk tu pung bapa par Rehu. Rehu tu pung bapa par Pelek. Pelek tu pung bapa par Eber. Eber tu pung bapa par Salmong. 36 Salmong tu pung bapa par Kenan.

Kenan tu pung bapa par Arpaksat. Arpaksat tu pung bapa par Sem. Sem tu pung bapa par Nuh. Nuh tu pung bapa par Lamek. 37 Lamek tu pung bapa par Metusala.

Metusala tu pung bapa par Henok. Henok tu pung bapa par Yared. Yared tu pung bapa par Mahalalel.

(37)

19

4.4 Ul. 8:3 4.8 Ul. 6:13 4.10-11 Msm. 91:11-12

38 Kenan tu pung bapa par Enos.

Enos tu pung bapa par Set. Set tu pung bapa par Adam.

Adam tu, Allah biking dia par jadi Antua pung ana. Setang pung bos basar coba biking Yesus bardosa

(Mat. 4:1-11; Mrk. 1:12-13)

4

1 Waktu Yesus ada di Aer Yordan, Antua dapa kuasa dari Tuhan pung

Roh. Tarus, Tuhan pung Roh bawa Antua di tampa sunyi satu. 2 Di

tampa tu, Antua tinggal ampa pulu hari. Setang pung bos basar datang la coba biking Antua bardosa. Waktu itu tu, Antua sondor makang apapa, jadi Antua rasa lapar paskali.

3 Tarus, setang pung bos basar tu bilang par Antua kata, ”Ose ni, Allah

pung Ana to? Coba Ose suru batu-batu ni jadi roti.”

4 Yesus manyao kata, ”Ose tau ka seng? Dalang Allah pung tulisang tu

ada bilang kata, ’Manusia tu seng bisa hidop cuma dari roti sa.’ ”

5 Tarus, setang pung bos basar bawa Yesus pi di tampa yang paleng

tinggi. Skrek bagini lai, setang pung bos basar tu kasi lia samua negri di dunya ni rabu-rabu par Yesus lia akang. 6 Dia bilang par Yesus kata,

”Nanti beta kasi samua harta deng kuasa yang ada di dunya ni par Ose. Barang, samua itu tu Allah su kasi par beta. Jadi, beta bisa kasi par sapa sa iko beta pung mau. 7 Jadi, kalo Ose somba beta, nanti beta kasi

samua par Ose.”

8 Yesus manyao kata, ”Dalang Allah pung tulisang tu ada bilang kata,

’Somba Tuhan, Allah yang dong iko tu, deng karja par Antua sa.’ ” 9 Abis itu, setang pung bos basar bawa Yesus pi di kota Yerusalem.

Tarus, dia bawa Yesus nai ka atas Tuhan pung Tampa Sombayang Pusat pung tampa yang paleng tinggi. La dia bilang kata, ”Ose ni, Allah pung Ana to? Coba buang Ose pung badang dari akang tampa ni ka bawa. 10 Barang, di dalang Allah pung tulisang tu ada bilang kata, ’Allah nanti

suru Antua pung malekat-malekat par jaga Ose bae-bae. 11 Nanti dong

tada Ose di bawa. Jadi, Ose pung kaki tu, akang seng kana batu sadiki lai.’ ”

12 Tarus, Yesus manyao kombali kata, ”E! Ose tau ka seng? Dalang

Allah pung tulisang tu ada bilang kata, ’Jang paskali orang coba-coba Tuhan Allah yang dong iko tu.’ ”

(38)

4.12 Ul. 6:16 4.18-19 Yes. 61:1-2

13 Abis setang pung bos basar tu coba Yesus bagitu, dia tau kalo dia

su kala. Tarus, dia pi kasi tinggal Yesus la tunggu waktu yang bae par bale coba Antua lai.

Yesus bale kombali ka Galilea (Mat. 4:12-17; Mrk. 1:14-15)

14 Abis setang basar mau coba biking Yesus bardosa, Antua bale lai ka

propinsi Galilea deng kuasa dari Tuhan pung Roh. Seng lama lai, carita soal Antua ni, orang carita akang dari mulu ka mulu koliling akang daera tu.

15 Antua kasi balajar orang di dalang orang Yahudi pung tampa-tampa

sombayang. La samua orang puji Antua kata, ”Yesus tu hebat paskali.” Orang Nasaret user Yesus

(Mat. 13:53-58; Mrk. 6:1-6)

16 Yesus datang kombali ka kota Nasaret. Dolo Antua basar di tampa tu.

Pas di hari orang Yahudi pung hari barenti karja, Yesus maso di dalang orang Yahudi dong pung tampa sombayang macang yang Antua biasa biking. Antua badiri par baca Allah pung tulisang tu.

17 Dong kasi Antua baca kitab yang Allah pung juru bicara Yesaya su

tulis. Antua buka kitab tu la dapa nats yang ada bilang bagini, 18 ”Tuhan pung Roh ada dalang Beta pung diri.

Barang, Antua su angka Beta

par kasi tau Kabar Bae tu par orang banya yang susa. Antua jua su suru Beta lai

19 par kasi tau kalo Beta nanti kasi lapas orang-orang yang ada taika,

kasi bae orang-orang yang seng dapa lia la dong dapa lia lai, deng kasi lapas orang-orang yang dapa inja.

Beta mau kasi tau su akang pung oras ni par Tuhan kasi unju Antua pung hati bae.”

20 Abis itu, Yesus tutu kitab la kasi akang kombali par orang yang

pung tugas la Antua dudu. Samua orang yang ada dudu di tampa tu nganga Antua deng bae-bae. 21 Tarus, Antua mulai kasi balajar

orang-orang bagini, ”Hari ini ni, samua pasang yang Tuhan Allah su bilang yang kamong su dengar tu, akang su jadi.”

(39)

21

4.24 Mat. 13:57; Mrk. 6:4; Yoh. 4:44 4.25-26 1Raj. 17:1, 8-16 4.27 2Raj. 5:1-14 4.32 Mat. 7:28-29; Mrk. 1:22

22 Samua orang bilang kata, Antua pung carita tu, akang batul. Dong

herang lai deng Antua pung carita tu tagal akang dengar sadap paskali. La dong bilang kata, ”Dia ni, Yusup pung Ana ka?”

23 Tarus, Yesus bilang par dong kata, ”Kamong pasti mau bilang par

Beta kata, ’Dokter! Kasi bae Ale pung diri sandiri dolo. Biking akang di tampa ni lai, di Ale pung kampong sandiri, macang deng yang katong su dengar akang samua yang Ale su biking di kota Kapernaum tu!’ ”

24 Yesus bilang lai kata, ”Pasang talinga la dengar bae-bae! Seng ada

yang mau tarima Allah pung juru bicara yang datang dari dong pung kampong sandiri. 25 Akang pung conto tu macang bagini. Dolo waktu

Allah pung juru bicara Elia masi ada, parampuang janda paleng banya di Israel. Waktu itu sondor ada ujang satiris lai sampe tiga taong, anam bulang, jadi su susa paskali par dapa makanang di Israel. 26 Biar bagitu,

Elia tu seng dapa suru pi par dong yang ada susa makanang, mar dia dapa suru par pi ka parampuang janda satu di Sarfat, di tana Sidon. 27 Akang pung conto laeng macang bagini lai. Dolo waktu Allah pung

juru bicara Elisa masi hidop, orang saki lepra paleng banya di Israel. Mar seng ada satu orang lai di Israel yang bae dari dong pung saki lepra tu, cuma satu sa. Dia tu, orang Siria, nama Naaman.”

28 Waktu dengar Yesus bilang bagitu, samua orang yang ada di tampa

tu pung dara mandidi. 29 Tarus, dong badiri la hela Yesus deng paksa par

kasi kaluar Antua dari kota. Dong bawa Antua di pinggir badang gunung, biar dong bisa lego Antua ka alor. Barang kota Nasaret tu, akang ada di atas gunung. 30 Mar herang lai! Antua bajalang di tenga-tenga dong

samua la pi kasi tinggal dong.

Yesus user setang dari satu orang di Kapernaum (Mrk. 1:21-28)

31 Abis Yesus dapa user dari kota Nasaret, Antua pi ka kota Kapernaum di

propinsi Galilea. Di tampa tu, Antua kasi balajar orang pas di orang Yahudi pung hari barenti karja. 32 Dong samua taherang-herang deng Antua pung

ajarang. Barang, Antua pung kata-kata tu, ada pung kuasa basar.

33 Di akang tampa tu ada satu orang yang takana. Dia tabaos kata,

34 ”Hoe! Yesus dari Nasaret e! Ale mau biking apa deng katong? Ale

(40)

datang par kasi ancor katong ka? Beta tau Ale ni sapa. Ale ni, orang yang seng bardosa, yang Allah suru datang ka dunya ni.”

35 Mar Yesus bilang kata, ”Tado! Kaluar capat dari dia!” Takajo bagini,

setang banting orang tu ka tana di tenga-tenga orang banya. Tarus, akang kaluar, mar sondor biking apapa dia sadiki lai.

36 Samua orang taherang-herang la laeng bilang par laeng kata,

”Bukang maeng! Antua pung kata-kata tu hebat paskali! Barang, Antua pung kata-kata tu, akang ada pung kuasa. Antua kasi parenta sa, setang-setang tu kaluar.” 37 Oras itu tu jua barita soal Yesus ni, akang jadi carita

koliling di samua tampa di daera itu.

Yesus kasi bae Simong pung mama mantu deng orang banya (Mat. 8:14-17; Mrk. 1:29-34)

38 Waktu Yesus pigi kasi tinggal orang Yahudi pung tampa sombayang

di kota Kapernaum, Antua pi tarus di Simong pung ruma. Di tampa tu, Antua baku dapa deng Simong pung mama mantu yang ada saki damang goyang. Tarus, dong bilang par Yesus kata, ”Bapa e! Tolong antua jua.” 39 Yesus badiri di antua pung pinggir la user akang panyaki damang tu.

Oras itu jua, panyaki tu, akang kaluar dari antua. Tarus antua bangong la biking makanang par dong samua.

40 Pas matahari su mau maso, orang banya manggurebe bawa samua

orang-orang saki deng panyaki rupa-rupa par Yesus. Tarus, Antua taru tangang di atas dong pung badang satu par satu la kasi bae dong. Antua biking bagitu la dong bae lai. 41 Setang-setang jua kaluar lai dari orang

banya tu. Setang-setang tu kaluar la bataria kata, ”Yesus e! Ale ni batul-batul Allah pung Ana.”

Mar Antua larang dong kata, ”Tado! Tutu dalang mulu.” Setang-setang bilang bagitu par Antua tagal dong tau kalo Antua tu Orang yang Tuhan su Angka par Kasi Salamat Manusia.

Yesus kasi balajar orang-orang soal Kabar Bae di kota-kota laeng (Mrk. 1:35-39)

42 Pas matahari su mau nai, Yesus pi di tampa satu. Akang tampa tu

sunyi. Mar orang banya pi cari Antua. Pas dong baku dapa Antua, dong coba tahang Antua. Dong bilang kata, ”Bapa e! Jang pi kasi tinggal katong.”

Referensi

Dokumen terkait

Berhubungan dengan staf medis, perawat, pasien untuk menetapkan hasil yang diharapkan ntuk menetapkan hasil yang diharapkan Menetapkan dan melaksanakan semua tindakan yang

(1) Wajib Pajak yang karena kealpaannya tidak menyampaikan SPTPD atau mengisi dengan tidak benar atau tidak lengkap atau melampirkan keterangan yang tidak benar

Untuk mengontrol apa yang terjadi pada tabel ketika sebuah tombol ditekan pada tampilan screen, tambahkan satu objek command button, rubah captionnya menjadi LIHAT

Fungsi pendidikan harus betul-betul diperhatikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional sebab tujuan berfungsi sebagai pemberi arah yang jelas terhadap

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui potensi sumberdaya arkeologi laut di wilayah Perairan Timur Sumatera didasarkan pada hasil studi literatur terhadap data dan

Terdapat beberapa jenis media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu media grafis atau media visual (papan tulis, buku pelajaran, diagram, poster, grafik), media

Model yang diciptakan mantan profesor pemasaran dari UC Barkeley, David Aaker ini memandang bahwa ekuitas merek sebagai kesadaran merek (brand awareness),

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan profesi yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 1 Kasihan melalui kegiatan seminar pendidikan secara