LAPORAN
KINERJA 2015
2015
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Jalan Lebak Bulus Raya No.9, Pasar Jumat, Jakarta
Telepon: 021-7659409-10, Faksimile: 021-7659408
Homepage: www.batan.go.id/pusdiklat/
Email: [email protected]
Pusdiklat 2015 i
LAPORAN KINERJA 2015
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Laporan kinerja disusun sebagai komitmen Pusdiklat BATAN untuk
mempertanggungjawabkan kinerja tugas pokok dan fungsi dalam
Pusdiklat 2015 ii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...II KATA PENGANTAR...III IKHTISAR EKSEKUTIF...IV BAB I PENDAHULUAN ...1 A. LATAR BELAKANG...1B. PROFIL DAN SEJARAH PUSDIKLAT...1
C. TUGAS DAN FUNGSI...2
D. STRUKTUR ORGANISASI...2
BAB II PERENCANAAN KINERJA ...5
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ...6
A. CAPAIAN KINERJA PUSDIKLAT...6
B. REALISASI ANGGARAN...19
BAB IV PENUTUP...23
LAMPIRAN 1. CAPAIAN KINERJA PUSDIKLAT TAHUN 2015 ... 24
LAMPIRAN 2. REALISASI KEUANGAN YANG TERKAIT LANGSUNG DENGAN PENCAPAIAN MASING-MASING INDIKATOR SASARAN KINERJA PADA PERJANJIAN KINERJA ... 25
Pusdiklat 2015 iii
KATA PENGANTAR
Dalam rangka mewujudkan manajemen Pemerintahan yang efektif,
transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Pusat Pendidikan
dan Pelatihan (Pusdiklat) sebagai unit kerja Eselon II sesuai dengan
Peraturan Kepala BATAN No. 14 tahun 2013 mempunyai tugas pokok dan
fungsi melaksanakan program dan evaluasi pendidikan dan pelatihan,
penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan jabatan fungsional yang
berada di bawah pembinaan BATAN, diwajibkan untuk
mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut.
Pertanggungjawaban tersebut berupa Laporan Kinerja (LAKIN) yang dibuat
berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 29 tahun 2014,
tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan
Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan
Perka BATAN No. 2 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian
Kinerja dan Pelaporan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Badan
Tenaga Nuklir Nasional.
Laporan ini disusun sebagai komitmen Pusdiklat BATAN dalam
mem-pertanggungjawabkan kinerja tugas pokok dan fungsi dalam mencapai visi,
misi dan sasaran yang telah ditetapkan oleh BATAN tahun 2015.
Laporan Akuntabilitas tahun 2015 ini, meskipun belum sempurna, kiranya
dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas sebagai bentuk
pertanggung-jawaban capaian kinerja dan diharapkan menjadi sumber informasi yang
cukup untuk penyusunan program kegiatan BATAN di masa mendatang.
Kepala,
Dr. Ir. Sudi Ariyanto, M.Eng.
NIP 19630915 198603 1 003
Pusdiklat 2015 iv
IKHTISAR EKSEKUTIF
Pada tahun 2014 Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memulai kegiatan dengan struktur organisasi yang baru berdasarkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 14 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional. Reorganisasi ini, menyebabkan adanya perubahan struktur organisasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). Berdasarkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 14 Tahun 2013, Pusdiklat BATAN mempunyai tugas melaksanakan program dan evaluasi pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraan pelatihan, dan pengembangan jabatan fungsional yang berada di bawah pembinaan BATAN.Laporan Kinerja Pusdiklat BATAN tahun 2015 ini merupakan tahun pertama dari periode Renstra Pusdiklat BATAN 2015 – 2019 yang menyajikan pencapaian kinerja jangka pendek dan menengah serta informasi akuntabilitas kinerja selama tahun 2015.
Pada tahun anggaran 2015, sasaran Pusdiklat BATAN yang ingin dicapai adalah diperolehnya Sumber Daya Manusia yang meningkat kompetensi menuju kepakaran di bidang Iptek nuklir yang berkualitas, sesuai dengan sasaran strategis yang telah ditetapkan yaitu:
1. Terlaksananya kegiatan pendidikan bagi SDM BATAN untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana (S-2 dan S-3) di bidang iptek nuklir, dengan memanfaatkan berbagai sumber beasiswa baik dari dalam maupun luar negeri secara optimal.
2. Terlaksananya kegiatan pelatihan teknis dan fungsional iptek nuklir berdasarkan analisis kesenjangan kompetensi bagi SDM BATAN, baik pelatihan yang bersifat reguler maupun pelatihan yang bersifat on the job training.
3. Terlaksananya kegiatan pelatihan soft competence bagi SDM BATAN yang meliputi pelatihan kepemimpinan bagi para pejabat struktural BATAN, pelatihan perilaku kerja, dan pelatihan manajemen lainnya.
4. Terlaksananya kegiatan pelatihan bagi masyarakat umum pengguna teknologi nuklir yang meliputi pelatihan proteksi radiasi dan aplikasi teknik nuklir.
5. Terlaksananya kegiatan pengembangan pelatihan yang meliputi pengembangan modul pelatihan, penyusunan dokumen pelatihan pranata nuklir; penyusunan dokumen e-learning pelatihan PPR bidang medik; penyusunan dokumen Serapan Tahun 2015 1. terkait langsung dengan kinerja: 94,97%, 2. tidak terkait langsung dengan kinerja: 91,51%.
Pusdiklat 2015 v
kurikulum dan silabus pelatihan teknis/layanan publik/ pemagangan serta penyusunan dokumen standar latih kompetensi pelatihan PLTN/RDE.
Dari sasaran strategis yang ingin dicapai seperti tersebPusdiklat BATAN dengan sumber daya manusia yang tersedia dan didukung oleh anggaran yang telah ditentukan, menetapkan indikator kinerja utama (IKU) sebagai berikut:
1. Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir. 2. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE.
3. Jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan S-2/S-3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir.
4. Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S-2/S-3. 5. Jumlah SDM Iptek nuklir yang meningkat kompetensinya: a. Peserta pelatihan pemagangan (on the job training), b. Peserta pelatihan berbasis kompetensi kenukliran, c. Peserta berbasis kompetensi penunjang,
d. Peserta pelatihan kepemimpinan, e. Peserta pelatihan perilaku kerja, f. Peserta pelatihan prajabatan, dan g. Peserta pelatihan kerja sama regional.
Capaian sasaran strategis yang dihasilkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN tahun 2015 adalah:
1. Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir, menghasilkan 1 laporan.
2. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE, berjumlah 110 orang .
3. Jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir, berjumlah 13 orang.
4. Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S-2/S-3, menghasilkan 1 laporan.
5. Jumlah SDM iptek nuklir yang meningkat kompetensinya, berjumlah 1583 orang, yang terdiri dari:
a. Peserta pelatihan magang (on the job training), berjumlah 171 orang,
b. Peserta pelatihan berbasis kompetensi kenukliran, berjumlah 682 orang,
c. Peserta berbasis kompetensi penunjang, berjumlah 358 orang,
d. Peserta pelatihan kepemimpinan, berjumlah 6 orang,
Capaian: 1. Pembinaan jabatan fungsional nuklir: 1 laporan, 2. Peserta pelatihan PLTN/RDE: 110 orang, 3. Pegawai melanjutkan S-2/S-3: 13 orang, 4. Pengelolaan pendidikan S-2/S-3: 1 laporan, dan 5. SDM Iptek nuklir yang meningkat kompetensinya: 1583 orang.
Pusdiklat 2015 vi
e. Peserta pelatihan perilaku kerja, berjumlah 203 orang, f. Peserta pelatihan prajabatan, berjumlah 101 orang, dan g. Peserta pelatihan kerja sama regional, berjumlah 62 orang.
Beberapa kendala yang terjadi pada tahun 2015 yang mempengaruhi pencapaian kinerja Pusdiklat BATAN adalah sebagai berikut:
1. beberapa calon PTB tidak lulus seleksi di universitas, sehingga target pegawai BATAN yang mengikuti pendidikan tidak tercapai;
2. penyelenggara pelatihan kepemimpinan (LAN) membatasi jumlah peserta pelatihan, sehingga target pegawai BATAN yang mengikuti pelatihan kepemimpinan tidak tercapai.
Dari semua yang telah diuraikan di atas, Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN berkomitmen tinggi mulai dari pucuk pimpinan sampai staf serta didukung oleh anggaran yang sudah ditetapkan bertekad untuk melaksanakan kinerja yang telah dijanjikan dan mendapatkan hasil yang seoptimal mungkin. Strategi yang diterapkan untuk mencapai kinerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN adalah sebagai berikut:
1. Penerapan sistem manajemen mutu pelatihan dan sistem manajemen K3 yang efektif secara berkesinambungan mulai dari perencanaan, penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan.
2. Penerapan sistem informasi pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi guna menunjang analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan, serta meningkatkan koordinasi dengan satker lain dalam penyelenggaraan pelatihan.
3. Perpanjangan waktu penyesuaian/inpassing jabatan fungsional pranata nuklir untuk BATAN dan instansi luar BATAN.
4. Pelaksanaan uji kompetensi bagi pejabat fungsional pranata nuklir BATAN
5. Peningkatan kerja sama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan baik di tingkat nasional, regional maupun internasional.
6. Peningkatan kemampuan calon PTB melalui TPA dan TOEFL sehingga dapat mencapai kelulusan di universitas yang lebih besar.
7. Peningkatan kemampuan para staf teknis dan administratif baik sebagai tenaga pengajar dan instruktur pelatihan dan tenaga pengelola kegiatan pendidikan dan pelatihan.
8. Peningkatan kualitas sarana pelatihan yang meliputi prasarana fisik, fasilitas laboratorium dan alat bantu pengajaran berbasis komputer.
Hal ini menunjukkan bahwa komitmen Pusdiklat selalu berusaha mengoptimalkan anggaran yang ada dalam melaksanakan pencapaian kinerjanya dengan anggaran sehingga anggaran berbasis kinerja dapat terlaksana dengan baik.
Pusdiklat 2015 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya, serta didukung oleh semangat reformasi untuk mewujudkan sebuah sistem pemerintahan yang bersih, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 tahun 2014, Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan
sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, Perpres ini dilengkapi dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan untuk lingkungan internal BATAN dengan Peraturan Kepala BATAN Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian Kinerja dan Pelaporan Kinerja.
Laporan Kinerja disusun sebagai wujud pertanggungjawaban pencapaian kinerja dikaitkan dengan anggaran serta pencapaian sasaran-sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Renstra Pusdiklat Tahun 2015-2019.
B. Profi l dan Sejarah Pusdiklat
Pusdiklat dibentuk pada tanggal 20 Februari 1980 berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 14 Tahun 1980, berlokasi di kantor Pusat BATAN. Sedangkan Organisasi dan Tata Kerja Pusdiklat berdasarkan SK Dirjen BATAN No. 31/DJ/13/IV/1981. Tahun 1993 Pusdiklat mempunyai gedung sendiri yang terletak di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, dan mempunyai prasarana fisik sebagai berikut:
1. Ruang kelas: yang terdiri dari 1 (satu) ruang kelas dengan kapasitas 20 orang, 4
(empat) ruang kelas dengan kapasitas 30 orang, dan 1 (satu) ruang kelas dengan kapasitas 60 orang yang dapat digunakan sebagai ruang pelatihan/seminar.
Laporan kinerja adalah wujud pertanggungjawaban pencapaian kinerja: anggaran dan sasaran strategis Pusdiklat
Pusdiklat 2015 2 2. Laboratorium: yang terdiri dari laboratorium Proteksi Radiasi, Instrumentasi dan
Spektroskopi, Radiokimia, Radiografi Industri, Radiografi Kesehatan/Medik, Bahasa, dan komputer untuk menunjang pelatihan.
3. Perpustakaan: Pusdiklat menyediakan bahan pendukung materi pengajaran yang diperlukan oleh peserta dan pengajar pelatihan. Perpustakaan mempunyai koleksi berbagai literatur baik berupa perpustakaan digital, buku, jurnal, majalah maupun tugas akhir (skripsi, tesis, dan disertasi).
C. Tugas dan Fungs i
Berdasarkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 14 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional, Pusat Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan program dan evaluasi pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraan pelatihan, dan pengembangan jabatan fungsional yang berada di bawah pembinaan BATAN. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Pusdiklat menyelenggarakan fungsi:
1. pelaksanaan urusan perencanaan, persuratan dan kearsipan, kepegawaian,
keuangan, perlengkapan dan rumah tangga, dokumentasi ilmiah dan publikasi serta pelaporan;
2. pelaksanaan program dan evaluasi pendidikan dan pelatihan; 3. penyelenggaraan pelatihan;
4. pengembangan jabatan fungsional nuklir dan kerja sama pendidikan dan pelatihan;
dan
5. pelaksanaan jaminan mutu.
D. Struk tur Or ganisasi
Pusdiklat BATAN terdiri dari Bagian Tata Usaha, Bidang Program dan Evaluasi, Bidang Penyelenggaraan, Bidang Pengembangan Jabatan Fungsional Nuklir dan Kerja Sama Diklat, Unit Jaminan Mutu, dan Kelompok Fungsional. Sumber daya manusia di Pusdiklat berjumlah 79 orang.
Pusdiklat BATAN menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara sistem menajemen mutu serta secara berkesinambungan melakukan perbaikan efektivitas pelaksanaan pelatihan berdasarkan persyaratan ISO 9001:2008. Dalam menerapkan ISO 9001:2008, seluruh klausul diterapkan dalam seluruh kegiatan pelaksanaan pelatihan yang meliputi tahapan perencanaan, penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan di Pusdiklat-BATAN.
Kegiatan pelatihan Pusdiklat mengikuti metode pendekatan sistematik (systematic approach to training) terdiri atas lima tahap yaitu tahap analisis kebutuhan, desain, pengembangan, penyelenggaraan, dan evaluasi pelatihan, atau proses Analysis, Design,
Pusdiklat 2015 3
Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Pusdiklat BATAN menetapkan prosedur pada semua tahap pelaksanaan pelatihan tersebut di atas, yang konsisten dengan proses-proses lain dalam sistem manajemen mutu pelatihan.
Kegiatan analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi pelatihan dilakukan oleh Bidang Program dan Evaluasi, kegiatan penyelenggaraan pelatihan dilakukan oleh Bidang Penyelenggaran, kegiatan pendidikan dan pelatihan kerja sama serta pengembangan jabatan fungsional nuklir dilaksanakan oleh Bidang Pengembangan Jabatan fungsional Nuklir dan Kerja Sama Diklat, kegiatan pendukung pelatihan dilakukan oleh Bagian Tata Usaha.
Semua proses di atas dikelola oleh Pusdiklat sesuai dengan pedoman mutu dan prosedur mutu. Struktur organisasi Pusdiklat dan Interaksi kegiatan (proses bisnis) pelatihan ditunjukkan pada Gambar 1 dan 2. Penerapan sistem mutu dalam kegiatan pelatihan berdasarkan pedoman dan prosedur yang telah ditetapkan. Pemantauan penerapan dilakukan melalui audit internal yang dilaksanakan Auditor yang ditunjuk oleh Unit Jaminan Mutu.
Pusdiklat 2015 4
Pusdiklat 2015 5
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Perumusan target kinerja merupakan langkah awal dalam tahapan perencanaan kinerja di Pusdiklat. Target kinerja tersebut selaras dengan arah dan tujuan Pusdiklat yang telah ditetapkan. Target kinerja Pusdiklat tahun 2015 mengacu kepada target yang ditetapkan dalam Renstra Pusdiklat 2019, serta memperhatikan kebijakan BATAN tahun 2015-2019 (top down). Perencanaan Kinerja Pusdiklat seperti terlihat pada tabel di bawah.
Tabel 1. Perjanjian Kinerja Tahun 2015
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target
1 Meningkatnya kompetensi SDM menuju keunggulan di bidang iptek nuklir
Jumlah laporan pembinaan jabatan
fungsional nuklir 1 Laporan
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan
PLTN/RDE 40 Orang
Jumlah pegawai yang melanjutkan
pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran
bidang Iptek Nuklir 15 Pegawai
Jumlah laporan pengelolaan pendidikan
jenjang S2/S3 1 Laporan
Jumlah SDM iptek nuklir yang meningkat kompetensinya
a. Peserta pelatihan magang (on the job training) b. Peserta pelatihan berbasis kompetensi
kenukliran
c. Peserta berbasis kompetensi penunjang d. Peserta pelatihan kepemimpinan e. Peserta pelatihan perilaku kerja f. Peserta pelatihan pra jabatan g. Peserta pelatihan kerjasama regional
1420 orang 152 orang 670 orang 275 orang 12 orang 150 orang 101 orang 60 orang
Kegiatan: Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan BATAN Anggaran:
Pusdiklat 2015 6
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Pusdiklat
Sesuai dengan Perjanjian Kinerja tahun 2015 yang telah ditetapkan, Pusdiklat berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target yang telah ditetapkan tersebut. Semua proses pencapaian target sesuai dengan sistem manajemen yang tertera pada pedoman mutu dan prosedur mutu yang disusun berdasarkan proses bisnis Pusdiklat. Kegiatan pemantauan penerapan sistem manajemen dilakukan oleh Unit Jaminan Mutu melalui audit internal sistem manajemen, pemantauan dan pengukuran kinerja sistem manajemen, dan kaji ulang manajemen.
Pada tanggal 10 Desember 2015 Pusdiklat
menjadi salah satu dari 5 satker yang masuk nominasi mendapat penghargaan BQA (Batan Quality Award). BQA merupakan penilaian hasil evaluasi pelaksanaan Pemantauan Penerapan Sistem Manajemen oleh Biro Umum, Biro Perencanaan, Inspektorat, dan PSMN.
Dalam tahun anggaran 2015 Sistem Jaminan Mutu Pusdiklat telah diresertifikasi oleh SAI Global dan PSMN BATAN dengan hasil memenuhi syarat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam akhir audit oleh SAI Global pada tanggal 15 s.d. 16 Oktober 2015 dan PSMN BATAN pada tanggal 16 s.d. 17 Desember 2015. Sampai saat ini sertifikat hasil audit masih dalam proses. Selain itu pada bulan Desember 2015 Pusdiklat telah ditunjuk oleh Bapeten sebagai lembaga pelatihan untuk:
Petugas Proteksi Radiasi Industri Tingkat 1,2, dan 3; Petugas Proteksi Radiasi Medik Tingkat 1 dan 2; Radiografer Tingkat 1 dan 2;
Petugas Instalasi dan Bahan Nuklir pada Reaktor Nondaya;
Petugas Instalasi dan Bahan Nuklir pada Instalasi Nuklir Nonreaktor.
Pada bagian ini, akan dibahas mengenai capaian, hambatan/kendala dan upaya yang telah dilakukan sebagai wujud komitmen atas perencanaan kinerja 2015.
Proses untuk mencapai target dilaksanakan berdasar sistem manajemen mutu Pusdiklat. Kegiatan pemantauan penerapan sistem manajemen dilakukan oleh Unit Jaminan Mutu melalui audit internal sistem manajemen, pemantauan dan pengukuran kinerja sistem manajemen, dan kaji ulang manajemen.
Pusdiklat 2015 7 Sasaran Kegiatan (SK) – Meningkatnya kompetensi SDM menuju keunggulan di bidang iptek nuklir
Sasaran Kegiatan yang dimaksudkan adalah dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang IPTEK nuklir untuk
karyawan BATAN dan masyarakat dalam rangka meningkatkan kompetensi di bidang IPTEK nuklir.
Sasaran Kegiatan ini dicapai melalui lima Indikator Kinerja (IK) yaitu IK 1: Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir, IK 2: Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE, IK 3: Jumlah pegawai yang
melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir, IK 4: Jumlah
laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3, IK 5: Jumlah SDM Iptek nuklir yang meningkat kompetensinya. Selanjutnya uraian atas capaian masing-masing IK yang mendukung sasaran kegiatan ini sebagai berikut.
1. Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir (IK 1)
Indikator Kinerja ini untuk mendukung tercapainya kompetensi SDM yang
mempunyai jabatan fungsional nuklir di Indonesia, dengan cara mempublikasikan jabatan fungsional nuklir untuk menambah jumlah pemegang jabatannya di dalam dan di luar lingkungan instansi, serta mempersiapkan perangkat atau sistem untuk pembinaan dan pengembangan para pemegang jabatan fungsional nuklir.
Realisasi IK 1 – Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir adalah sebesar 1 laporan dari target sebesar 1 laporan, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 100%. Adapun secara rinci, perkembangan capaian IK 1 dari tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel 2, sedangkan pada tahun 2013 Pusdiklat belum melaksanakan kegiatan pembinaan jabatan fungsional nuklir.
Tabel 2. Perbandingan Capaian IK 1 Tahun 2015 dan 2014
Indikator Kinerja Target 2015 Realisasi Tahun 2015 Capaian IK Tahun2014
2013
Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan -
Capaian pembinaan jabfung nuklir 2015:
Perka BATAN No. 13 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan
Penyesuaian/Inpassing Jabatan Fungsional Pranata Nuklir Perka BATAN No. 12 Tahun 2015
tentang Pedoman Penyusunan Formasi Jabatan Fungsional Pranata Nuklir
Pusdiklat 2015 8
Peningkatan terutama pada tahun 2015 telah tersusun Perka BATAN No. 13 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penyesuaian/Inpassing Jabatan Fungsional Pranata Nuklir (Gambar 3) dan telah diundangkan pada tanggal 23 September 2015, serta Perka BATAN No. 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Formasi Jabatan Fungsional Pranata Nuklir (Gambar 4) telah diundangkan pada tanggal 28 Agustus 2015.
Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 terlihat bahwa capaiannya sama tetapi ada peningkatan kegiatan. Selain itu juga telah dilakukan sosialisasi jabatan fungsional Pranata Nuklir untuk instansi luar BATAN di Jakarta, Surabaya, dan Makasar. Pada tanggal 7-8 Desember dan 11 - 12 Desember 2015 melakukan Penilaian Angka Kredit terakhir untuk tahun 2015 dan ada 24 Pejabat Fungsional Pranata Nuklir yang akan dinilai.
Jika dibandingkan dengan target 2019 dalam Rencana Implementasi Renstra Tahun 2015-2019, realisasi tahun 2015 disajikan pada Tabel 3.
Berdasarkan Tabel 3 di atas, dapat disimpulkan bahwa capaian IK 1 – Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir terhadap target jangka menengah Pusdiklat pada tahun 2015 sudah tercapai, dan persentase capaian tahun 2015 adalah sebesar 20% dibanding tahun 2019.
Gambar 3. Perka BATAN No. 13 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penyesuaian/Inpassing
Jabatan Fungsional Pranata Nuklir
Gambar 4. Perka BATAN No. 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Formasi
Pusdiklat 2015 9 Tabel 3. Perbandingan Realisasi IK 1 dengan Target 2019
Indikator Kinerja Target Tahun Realisasi Tahun 2015 Persentase Realisasi 2015 dibanding Target 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir 1
Laporan Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 20%
Berdasarkan hasil ini, Pusdiklat akan melakukan upaya-upaya perbaikan di periode mendatang, antara lain:
a. Memperpanjang waktu penyesuaian/inpassing jabatan fungsional pranata nuklir untuk BATAN dan instansi luar BATAN.
b. Melaksanakan uji kompetensi bagi pejabat fungsional pranata nuklir BATAN. c. Melaksanakan sosialisasi jabatan fungsional pranata nuklir untuk BATAN dan
instansi luar BATAN
Gambar 5. Sosialisasi Jabatan Fungsional Pranata Nuklir 2. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE (IK 2)
Dalam rangka mewujudkan salah satu misi yang dituangkan dalam Renstra BATAN tahun 2015 - 2019 yakni unggul di kawasan Regional serta bersama-sama institusi Pemerintah lainnya dalam menyejahterakan masyarakat,
BATAN mempertimbangkan untuk membangun dan mengoperasikan reaktor daya
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE tahun 2015 adalah 110 orang dari target 40 orang (capaian 275%)
Pusdiklat 2015 10
eksperimental (RDE). RDE dikategorikan sebagai reaktor daya nonkomersial untuk pembangkitan listrik dan reaktor eksperimen untuk kogenerasi. Pusdiklat bertanggungjawab terhadap penyiapan SDM RDE untuk meningkatkan kompetensi yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan didukung sikap serta penerapannya di tempat kerja yang mengacu pada unjuk kerja yang dipersyaratkan. Indikator Kinerja ini untuk mendukung tercapainya kompetensi SDM Pembangkitan Tenaga Listrik RDE di Indonesia agar dapat mengoperasikan dan memelihara RDE dan fasilitas pendukungnya secara selamat, aman, dan andal.
Realisasi IK 2 – Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE adalah sebesar 110 orang dari target sebesar 40 orang, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 275%. Kegiatan workshop hanya ada pada tahun 2015 dan tidak ada pada tahun 2013 maupun 2014. Pada tahun 2015 telah dilaksanakan workshop desain RDE bekerja sama dengan IAEA dan PTKRN pada tanggal 13-17 April 2015 yang diikuti oleh 40 orang peserta, Workshop HTGR tanggal 19-23 Oktober 2015, yang diikuti 30 orang, Workshop penyiapan SDM RDE tanggal 30 November 2015, yang diikuti 40 orang. Adapun secara rinci, perkembangan capaian IK 2 dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Perbandingan Capaian IK 2 Tahun 2015, 2014, dan 2013
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi Tahun 2015
Capian IK Tahun 2014 2013 Jumlah peserta yang mengikuti
pelatihan PLTN/RDE 40 orang 110 orang - -
Jika dibandingkan dengan target 2019 dalam Rencana Implementasi Renstra Tahun 2015-2019, realisasi tahun 2015 disajikan pada Tabel 5 berikut.
Tabel 5. Perbandingan Realisasi IK 2 dengan Target 2019
Indikator Kinerja Target Tahun Realisasi Tahun 2015 Persentase Realisasi 2015 dibanding Target 2019 2015 2016 2017 2018 2019
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE
40 40 40 40 40 110 55%
Berdasarkan Tabel 5 di atas, dapat disimpulkan bahwa capaian IK 2 – Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE terhadap target jangka menengah
Pusdiklat 2015 11
Pusdiklat pada tahun 2015 sudah tercapai sebesar 55%. Pada tahun 2016 indikator SDM RDE akan dimasukkan dalam pelatihan kompetensi kenukliran.
Pada tahun 2015 kegiatan penyusunan dokumen penyiapan SDM RDE/PLTN juga memiliki keluaran 1 dokumen yang berjudul “Penyiapan SDM Reaktor Daya Ekperimental”.
Pusdiklat 2015 12 Gambar 7. Dokumen Penyiapan SDM RDE/PLTN
3. Jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir (IK 3)
Indikator Kinerja ini untuk mendukung tercapainya SDM yang kompeten yaitu memenuhi kualifikasi personel yang berpendidikan S-2 atau S-3 menuju kepakaran di bidang iptek nuklir dengan mengirim pegawai BATAN sebagai pegawai tugas belajar (PTB) ke berbagai perguruan tinggi negeriRealisasi IK 3 – Jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju
Jumlah pegawai yang
melanjutkan ke jenjang S2/S3 bidang Iptek Nuklir adalah 13 orang dari target 15 orang, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 86,67%.
Pusdiklat 2015 13
kepakaran bidang Iptek Nuklir adalah sebesar 13 orang dari target sebesar 15 orang, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 86,67%. Adapun secara rinci, perkembangan capaian IK 3. dari tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Perbandingan Capaian IK 3 Tahun 2015, 2014, dan 2013
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi Tahun 2015
Capian IKU Tahun 2014 2013 Jumlah pegawai yang
melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir
15 orang 13 orang 13 orang 20 orang
Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 terlihat bahwa capaiannya sama dengan tahun 2015, tetapi bila dilihat dari target tahun 2015 ternyata realisasi tidak memenuhi target karena ada beberapa pegawai yang tidak lulus pada tahap ujian masuk universitas. Selain melalui anggaran DIPA, Pusdiklat juga melaksanakan program tugas belajar S2/S3 dari anggaran lain: Kemenristekdikti (11 orang), MEXT Jepang (1 orang). Sehingga pada tahun 2015 secara keseluruhan jumlah PTB adalah 25 orang.
Jika dibandingkan dengan target 2019 dalam Rencana Implementasi Renstra Tahun 2015-2019, realisasi tahun 2015 disajikan pada Tabel 7 berikut.
Tabel 7. Perbandingan Realisasi IK 3 dengan Target 2019
Indikator Kinerja Target Tahun Realisasi Tahun 2015 Persentase Realisasi 2015 dibanding Target 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir 15 orang 12 orang 12 orang 12 orang 12 orang 13 orang 21%
Berdasarkan Tabel 7 di atas, dapat disimpulkan bahwa capaian IK 3 – Jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir terhadap target jangka menengah Pusdiklat pada tahun 2015 sudah tercapai sebesar 21%.
Pusdiklat 2015 14
Berdasarkan hasil ini, Pusdiklat akan melakukan upaya perbaikan di periode
mendatang, antara lain dengan memfasilitasi kegiatan latihan untuk meningkatkan kemampuan calon PTB melalui TPA dan TOEFL sehingga yang diterima di universitas lebih banyak.
4. Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3 (IK 4)
Indikator Kinerja ini untuk mendukung pengelolaan SDM BATAN yang mengikuti pendidikan S-2 atau S-3 menuju kepakaran di bidang Iptek nuklir.
Realisasi IK 4 – Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3 adalah sebesar 1 laporan dari target sebesar 1 laporan, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 100%. Adapun secara rinci, perkembangan capaian IK 4 dari tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 8. Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 terlihat tidak ada perubahan dalam pencapaian laporan.
Tabel 8. Perbandingan Capaian IK 4 Tahun 2015, 2014, dan 2013
Indikator Kinerja Target Tahun Realisasi Tahun 2015 Persentase Realisasi 2015 dibanding Target 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 20% Dihasilkan 1 laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3 dari target sebesar 1 laporan, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 100%.
Pusdiklat 2015 15
Jika dibandingkan dengan target 2019 dalam Rencana Implementasi Renstra Tahun 2015-2019, realisasi tahun 2015 disajikan pada Tabel 9 berikut.
Berdasarkan Tabel 9, dapat disimpulkan bahwa capaian IK 4 – Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3 terhadap target jangka menengah Pusdiklat pada tahun 2015 sudah tercapai sebesar 20%.
Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, Pusdiklat akan melakukan upaya-upaya
perbaikan di periode mendatang, antara lain meningkatkan kerja sama dengan perguruan tinggi, melakukan pemantauan lebih intensif melalui evaluasi laporan peserta pendidikan maupun tatap muka, kunjungan ke perguruan tinggi.
Tabel 9. Perbandingan Realisasi IK 4 dengan Target 2019
5. Jumlah SDM iptek nuklir yang meningkat kompetensinya (IK 5)
Indikator Kinerja ini untuk mendukung tercapainya SDM yang memenuhi kompetensinya, dengan cara melaksanakan pelatihan pemagangan, pelatihan teknis berbasis kenukliran dan penunjang, pelatihan kepemimpinan, pelatihan perilaku kerja, pelatihan prajabatan, serta pelatihan kerja sama regional.
Realisasi IK 5 – Jumlah SDM iptek nuklir yang meningkat kompetensinya adalah sebesar 1583 orang dari target
sebesar 1420 orang, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 111%. Adapun secara rinci, perkembangan capaian IK 5 dari tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Perbandingan Capaian IK 5 Tahun 2015, 2014, dan 2013
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi Tahun 2015
Capaian IKU Tahun
2014 2013
Jumlah SDM Iptek nuklir yang meningkat
kompetensinya
Peserta pelatihan magang (on the
job training) 1420 orang 152 orang 1583 orang 171 orang 1476 orang 108 orang 1459 orang 138 orang
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi Tahun 2015
Capian IKU Tahun
2014 2013
Jumlah laporan pengelolaan
pendidikan jenjang S2/S3 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
Jumlah SDM iptek nuklir yang meningkat kompetensinya adalah sebanyak 1583 orang dari target 1420 orang, sehingga capaian IK ini adalah sebesar 111%.
Pusdiklat 2015 16
Indikator Kinerja Target 2015
Realisasi Tahun 2015
Capaian IKU Tahun
2014 2013 Peserta pelatihan berbasis kompetensi kenukliran Peserta berbasis kompetensi penunjang Peserta pelatihan kepemimpinan Peserta pelatihan perilaku kerja Peserta pelatihan prajabatan Peserta pelatihan kerja sama regional 670 orang 275 orang 12 orang 150 orang 101 orang 60 orang 682 orang 358 orang 6 orang 203 orang 101 orang 62 orang 426 orang 502 orang 6 orang 206 orang 48 orang 181 orang 583 orang 350 orang 29 orang 231 orang - 128 orang
Secara keseluruhan, capaian tahun 2015 melebihi target, bahkan capaian menunjukkan kecenderungan meningkat jika dibandingkan dengan capaian tahun 2013 dan 2014. Yang melebihi target adalah pelatihan magang, pelatihan berbasis kompetensi kenukliran, pelatihan berbasis kompetensi penunjang, pelatihan perilaku kerja. Peningkatan ini terutama karena kebutuhan unit kerja, pemenuhan persyaratan Bapeten, yaitu pelatihan berlisensi, dan adanya rencana kegiatan BATAN dalam membangun Reaktor Daya Eksperimental serta Iradiator Gamma sehingga dibutuhkan kompetensi tertentu untuk kegiatan tersebut. Walaupun pada tahun 2015 secara keseluruhan jumlah SDM iptek nuklir yang meningkat kompetensinya tercapai, tapi ada 1 komponen yang tidak tercapai, yaitu pelatihan kepemimpinan. Hal ini disebabkan karena penyelenggara pelatihan kepemimpinan (LAN) membatasi jumlah peserta pelatihan dari instansi-instansi.
Pusdiklat 2015 17
Jika dibandingkan dengan target 2019 dalam Rencana Implementasi Renstra Tahun 2015-2019, realisasi tahun 2015 disajikan pada Tabel 11.
Berdasarkan Tabel 11, dapat disimpulkan bahwa capaian IK 5 – Jumlah SDM Iptek nuklir yang meningkat kompetensinya terhadap target jangka menengah Pusdiklat pada tahun 2015 sudah tercapai sebesar 25%.
Tabel 11. Perbandingan Realisasi IK 5 dengan Target 2019
Indikator Kinerja Target Tahun Realisasi Tahun 2015 Persentase Realisasi 2015 dibanding Target 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah SDM iptek nuklir yang meningkat kompetensinya
Peserta pelatihan magang (on the job training) Peserta pelatihan berbasis kompetensi kenukliran Peserta berbasis kompetensi penunjang Peserta pelatihan kepemimpinan Peserta pelatihan perilaku kerja Peserta pelatihan prajabatan Peserta pelatihan kerja sama regional 1420 orang 152 orang 670 orang 275 orang 12 orang 150 orang 101 orang 60 orang 1304 orang 152 orang 670 orang 240 orang 12 orang 150 orang - 80 orang 1165 orang 160 orang 480 orang 240 orang 15 orang 160 orang 50 orang 60 orang 1195 orang 170 orang 500 orang 240 orang 15 orang 160 orang 50 orang 60 orang 1280 orang 190 orang 520 orang 240 orang 15 orang 180 orang 75 orang 60 orang 1583 orang 171 orang 682 orang 358 orang 6 orang 203 orang 101 orang 62 orang 25%
Pusdiklat 2015 18
Berdasarkan hasil ini, Pusdiklat akan melakukan upaya-upaya perbaikan di periode mendatang, antara lain:
a. menerapkan sistem manajemen mutu dan sistem manajemen K3;
b. menerapkan sistem informasi pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi guna menunjang analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan, serta meningkatkan koordinasi dengan satker lain dalam penyelenggaraan pelatihan;
c. meningkatkan kerja sama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan baik di tingkat nasional, regional maupun internasional;
d. meningkatkan kemampuan para staf teknis dan administratif baik sebagai tenaga pengajar dan instruktur pelatihan dan tenaga pengelola kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Gambar 8. Peserta Pelatihan Kompetensi Kenukliran dan Penunjang
Pusdiklat 2015 19 Gambar 10. Suasana Praktikum Pelatihan
Selain itu, Pusdiklat juga menjalin kerja sama diklat dengan Institusi luar negeri dengan Japan Atomic Energy Agency (JAEA), International Atomic Energy Agency (IAEA), International Center for Theoritical Physics (ICTP), Rosatom CICE&T, United States Department of Energy (US DOE), IAEA-Center for Trade and Security University of Georgia (CITS UGA), Partnership for Nuclear Security (PNS)-United States Department of State (US DoS)-World Institute for Nuclear Security (WINS), IAEA-Federal Authority for Nuclear Regulation (FANR), JAEA-Integrated Support Center for Nuclear Nonproliferation and Nuclear Security (ISCN), Wakasa- wan Energy Research Center (WERC), National Institute of Radiological Sciences (NIRS), dan BATAN-IAEA-Jordan Atomic Energy Commission (JAEC).
B. Realisa si An ggara n
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah melakukan evaluasi Zona Integritas Menuju WBK/WBBM pada bulan Oktober 2015. Tujuan evaluasi ini adalah untuk menilai penerapan penguatan integritas dan pelayanan publik serta memberikan saran perbaikan yang diperlukan.
Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada Pada Peraturan Menteri PAN RB No. 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) di Lingkungan Instansi Pemerintah.
Dari hasil evaluasi tersebut Pusdiklat memperoleh nilai 75,23 yang telah memenuhi persyaratan minimal untuk memperoleh predikat WBK yaitu 75, namun Nilai Survei Persepsi Korupsi yang diperoleh dari hasil survei terhadap pengguna Pusdiklat adalah 12,38 (syarat minimal nilai: 13,50). Penilaian dari Kemenpan RB ini secara umum menunjukkan pengelolaan keuangan yang baik di Pusdiklat.
Secara detail, realisasi keuangan Pusdiklat tahun 2015 dapat dilihat pada Gambar 10 dan Tabel 12.
Pusdiklat 2015 20 Grafik Pagu Anggaran dan Realisasi
Gambar 10. Grafik Pagu Anggaran dan Realisasi
Tabel 12. Anggaran Terkait Langsung dengan Kinerja (Anggaran & Realisasi)
KODE OUTPUT/SUBOUTPUT/ KOMPONEN PAGU ANGGARAN REALISASI ANGGARAN %
080.01.01
3432.001 Dokumen Pengembangan Jabatan Fungsional Nuklir Rp 119,150,000 Rp 115,640,000 97.05
080.01.01
3432.007 SDM TERLATIH TERKAIT PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN RDE Rp 103,391,000 Rp 88,006,000 85.12
SDM Terlatih Pengoperasian RDE Rp 35,891,000 Rp 30,756,000 85.69
080.01.01 3432.007
PENYELENGGARAAN WORKSHOP PEMBINAAN SDM TERKAIT PEMBANGUNAN DAN
PENGOPERASIAN RDE Rp 67,500,000 Rp 51,302,000 84.81
080.01.01 3432.008
PEGAWAI YANG MENGIKUTI PELATIHAN TEKNIS
BERBASIS KOMPETENSI Rp 3,108,116,000 Rp 2,893,388,831 93.09
a PESERTA PELATIHAN PEMAGANGAN (ON THE JOB TRAINNING) Rp 286,516,000 Rp 282,655,050 98.65
b PESERTA PELATIHAN TEKNIS BERBASIS KOMPETENSI KENUKLIRAN Rp 1,062,760,000 Rp 995,892,297 93.71
c PESERTA PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENUNJANG Rp 355,940,000 Rp 352,974,850 99.17
d PESERTA PELATIHAN KEPEMIMPINAN Rp 154,925,000 Rp 151,933,000 98.07
e PESERTA PELATIHAN PERILAKU KERJA Rp 402,827,000 Rp 395,322,000 98.14
Pusdiklat 2015 21
KODE OUTPUT/SUBOUTPUT/ KOMPONEN PAGU ANGGARAN REALISASI ANGGARAN %
g PESERTA PELATIHAN KERJASAMA REGIONAL Rp 375,858,000 Rp 246,532,384 65.59
080.01.01 3432.009
PEGAWAI YANG MELANJUTKAN PENDIDIKAN JENJANG S-2/S-3 MENUJU KEPAKARAN BIDANG
IPTEK NUKLIR Rp 1,629,120,000 Rp 1,613,095,100 99.02
a Pegawai BATAN yang Mengikuti Pendidikan Rp 1,629,120,000 Rp 1,613,095,100 99.02
JUMLAH Rp 4,959,777,000 Rp 4,710,130,931 94.97
Grafik Pagu Anggaran dan Realisasi
Gambar 11. Grafik Pagu Anggaran dan Realisasi
Tabel 13. Anggaran Tidak Terkait Langsung dengan Kinerja (Anggaran & Realisasi)
KODE OUTPUT/SUB OUTPUT/ KOMPONEN PAGU ANGGARAN REALISASI ANGGARAN %
3432.004 Laporan Layanan Jasa Iptek Nuklir untuk Masyarakat (PNBP) Rp 3,442,791,000 Rp 3,309,240,642 96,12
080.01.01
3432.801 Laporan Dukungan Administrasi Layanan Perkantoran Rp 677,723,000
Rp 617,327,652 91.09
001 Administrasi Pengelolaan Kepegawaian dan Dokumentasi Ilmiah Rp 161,105,000 Rp 130,475,300 80.99
002 Administrasi Pengelolaan Perlengkapan Rp 265,424,000 Rp 256,655,412 96.70 003 Administrasi Pengelolaan Keuangan Rp 173,880,000 Rp 159,102,942 91.50 004 Layanan Jaminan Mutu Rp 77,314,000 Rp 71,094,000 91.95
Pusdiklat 2015 22
KODE OUTPUT/SUB OUTPUT/ KOMPONEN PAGU ANGGARAN REALISASI ANGGARAN %
080.01.01
3432.994 Layanan Perkantoran Rp 12,814,454,000 Rp 11,571,382,845 90.30
001 PEMBAYARAN GAJI DAN TUNJANGAN Rp 10,511,224,000 Rp 9,418,921,300 89.61
002 PENYELENGGARAAN OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN PERKANTORAN Rp 2,303,230,000 Rp 2,152,461,545 93.45
Rp 16,934,968,000 Rp 15,497,951,130 91.51
Realisasi keuangan yang terkait langsung dengan pencapaian masing-masing indikator sasaran kinerja pada Perjanjian Kinerja dapat dilihat pada Lampiran 2. Sedangkan realisasi keuangan yang tidak terkait langsung dengan kinerja dapat dilihat pada Lampiran 3.
Tingkat capaian kinerja, penyerapan anggaran serta efektivitas anggaran dapat dilihat dalam Tabel 14 di bawah.
Tabel 14. Tingkat Capaian Kinerja, Penyerapan Anggaran, dan Efektivitas Anggaran
No. Sasaran Kegiatan Capaian
Kinerja (%) Penyerapan Anggaran (%) Tingkat Efektivitas (1) (2) (4) (5) (6)= (4)/(5)
1 Meningkatnya kompetensi SDM menuju keunggulan di bidang Iptek nuklir 154,6 94,97 1,65
Pusdiklat telah melakukan efisiensi dalam rangka pencapaian sasaran. Hal ini terlihat dari tercapainya target kinerja dengan serapan anggaran yang lebih kecil. Dalam
rangka efisiensi penggunaan sumber daya, Pusdiklat telah melakukan upaya antara lain: 1. Penghematan anggaran dengan pembatasan penggunaan hotel dan mengalihkan
kegiatan di dalam kantor;
2. Pengurangan jumlah SDM yang melakukan perjalanan dinas;
3. Membatasi honor Tim Pelaksana Pelatihan, yang disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 65/PMK/2015 (10% dari jumlah peserta).
Pusdiklat 2015 23
BAB IV
PENUTUP
Dari lima indikator yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja Pusdiklat tahun 2015 hampir semua indikator kinerja realisasinya lebih dari 100%, hanya 1 indikator kinerja yang realisasinya 86,67%, yaitu jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir.
Adapun simpulan dari laporan kinerja Pusdiklat tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1. Permasalahan yang menjadi kendala utama Pusdiklat dalam mencapai target kinerja adalah:
a. Adanya beberapa calon PTB yang tidak lulus seleksi di universitas, sehingga target pegawai BATAN yang mengikuti pendidikan tidak tercapai;
b. Penyelenggara pelatihan kepemimpinan (LAN) membatasi jumlah peserta pelatihan, sehingga target pegawai BATAN yang mengikuti pelatihan kepemimpinan tidak tercapai.
2. Upaya untuk meningkatkan kualitas kinerja Pusdiklat adalah sebagai berikut:
a. Menerapkan sistem manajemen mutu pelatihan dan sistem manajemen K3 yang efektif secara berkesinambungan mulai dari perencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi pelatihan.
b. Menerapkan sistem informasi pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi guna menunjang analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan, serta meningkatkan koordinasi dengan satker lain dalam penyelenggaraan pelatihan.
c. Memperpanjang waktu penyesuaian/inpassing jabatan fungsional pranata nuklir untuk BATAN dan instansi luar BATAN.
d. Melaksanakan uji kompetensi bagi pejabat fungsional pranata nuklir BATAN. e. Meningkatkan kerja sama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan baik di
tingkat nasional, regional, maupun internasional.
f. Meningkatkan kemampuan calon PTB melalui TPA dan TOEFL sehingga yang diterima di universitas lebih banyak.
g. Meningkatkan kemampuan para staf teknis dan administratif baik sebagai tenaga pengajar dan instruktur pelatihan dan tenaga pengelola kegiatan pendidikan dan pelatihan.
h. Meningkatkan kualitas sarana pelatihan yang meliputi prasarana fisik, fasilitas laboratorium, dan alat bantu pengajaran berbasis komputer.
Pusdiklat 2015 24 LAMPIRAN 1. CAPAIAN KINERJA PUSDIKLAT TAHUN 2015
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 Meningkatnya kompetensi SDM menuju keunggulan di bidang iptek nuklir Jumlah laporan pembinaan jabatan fungsional nuklir 1 Laporan 1 Laporan 100%
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan PLTN/RDE
40 Orang 110 orang 275,00%
Jumlah pegawai yang melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir 15 pegawai 13 pegawai 87% Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3 1 Laporan 1 Laporan 100%
Jumlah SDM Iptek nuklir yang meningkat
kompetensinya a. Peserta pelatihan
magang (on the job
training) b. Peserta pelatihan berbasis kompetensi kenukliran c. Peserta berbasis kompetensi penunjang d. Peserta pelatihan kepemimpinan e. Peserta pelatihan perilaku kerja
f. Peserta pelatihan pra jabatan
g. Peserta pelatihan kerja sama regional
1420 orang 152 orang 670 orang 275 orang 12 orang 150 orang 101 orang 60 orang 1583 orang 171 orang 682 orang 358 orang 6 orang 203 orang 101 orang 62 orang 111% TOTAL 154,6%
Kegiatan Anggaran Realisasi Realisasi (%)
Penyelenggaraan Pendidikan
Pusdiklat 2015 25 LAMPIRAN 2. REALISASI KEUANGAN YANG TERKAIT LANGSUNG DENGAN PENCAPAIAN
MASING-MASING INDIKATOR SASARAN KINERJA PADA PERJANJIAN KINERJA
No. Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Anggaran Realisasi Realisasi (%)
1 Meningkatnya kompetensi SDM menuju keunggulan di bidang iptek nuklir
Jumlah laporan pembinaan
jabatan fungsional nuklir Rp. 119.150.000,- Rp. 115.640.000,- 97,05 Jumlah peserta yang
mengikuti pelatihan
PLTN/RDE Rp. 103.391.000,-
Rp. 88.006.000,- 85.12 Jumlah pegawai yang
melanjutkan pendidikan jenjang S2/S3 menuju kepakaran bidang Iptek Nuklir
Rp. 1.629.120.000,- Rp. 1.613.095.100 99.02
Jumlah laporan pengelolaan pendidikan jenjang S2/S3
Jumlah laporan pengelolaan
pendidikan jenjang S2/S3 Jumlah SDM iptek nuklir yang
meningkat kompetensinya a. Peserta pelatihan magang
(on the job training) b. Peserta pelatihan berbasis
kompetensi kenukliran c. Peserta berbasis
kompetensi penunjang d. Peserta pelatihan
kepemimpinan
e. Peserta pelatihan perilaku kerja
f. Peserta pelatihan prajabatan
g. Peserta pelatihan kerja sama regional Rp. 3,108,116,000 Rp. 286.516.000 Rp. 1.062.760.000 Rp. 355.940.000 Rp. 154.925.000 Rp. 402.827.000 Rp. 469.290.000 Rp. 375.858.000 Rp 2,893,388,831 Rp. 282.655.050 Rp. 995.892.297 Rp. 352.974.850 Rp.151.933.000 Rp.395.322.000 Rp.469.079.250 Rp.246.532.384 93.09 98.65 93.71 99.17 98.07 98.14 99.96 65,59 TOTAL Rp 4,959,777,000 Rp 4,710,129,931 94,97
Pusdiklat 2015 26 LAMPIRAN 3. REALISASI KEUANGAN YANG TIDAK TERKAIT LANGSUNG DENGAN KINERJA
No. Sasaran
Kegiatan Indikator Kinerja Anggaran Realisasi
Realisasi (%) 1 Meningkatnya kompetensi SDM menuju keunggulan di bidang Iptek nuklir
Laporan Layanan Jasa Iptek Nuklir untuk Masyarakat (PNBP) Rp 3,442,791,000 Rp 3,309,240,642 96.12 Laporan Dukungan Administrasi Layanan Perkantoran Rp 677,723,000 Rp 617,327,652 91.09 Layanan Perkantoran Rp 12,814,454,000 Rp 11,571,382,845 90.30 TOTAL Rp 16,934,968,000 Rp 15,497,951,139 91.51