DI KANTOR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SAMARINDA

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

DI KANTOR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM)

SAMARINDA

Oleh:

MUHAMMAD ILHAM APRILIANSYAH NIM. 130 500 193

PROGRAM STUDI GEOINFORMATIKA JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA

SAMARINDA

(2)

Mengesahkan,

Ketua Program Studi Geoinformatika, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Husmul Beze S.Hut, M.Si NIP. 19790613 200812 1 003 Nama : Muhammad Ilham Apriliansyah NIM : 130500193

Program Studi : Geoinformatika Jurusan : Manajemen Pertanian

Lulus ujian pada

Pembimbing,

Dawamul Arifin, ST, MT NIP. 19901118 201404 1 001

Penguji I,

Ir. Herijanto Thamrin, MP NIP. 19621107 198903 1 015

Penguji II,

Radik Khairil Insanu, ST, MT NIP. 19901012 201404 1 002

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat, nikmat, taufik serta hidayah-Nya, maka Penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini.Sebuah penghargaan yang tak ternilai harganya tidak lupa disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu Penulis selama melakukan kegiatan PKL dan menyelesaikan laporan PKL ini.

Pada kesempatan ini tak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih setulus hati kepada :

1. Kedua Orang Tua yang telah memberikan do’a, dorongan dan motivasi.

2. Bapak Abdul Syahid, selaku pembimbing PKL yang memberikan banyak arahan dan masukan.

3. Bapak Dawamul Arifin, ST, MT, selaku dosen pembimbing PKL yang memberikan telah banyak memberi masukan serta saran perbaikan.

4. Bapak Husmul Beze S.Hut, M.Si, selaku Ketua Program Studi Geoinformatika. 5. Bapak Ir. Herijanto Thamrin, MP, sebagai Penguji I dan Bapak Radik Khairil

Insanu, ST, MT, sebagai penguji II yang memberikan masukan.

6. Seluruh staf dan karyawan kantor PDAM yang juga telah membantu dan membimbing Penulis dalam melaksanakan PKL.

7. Semua teman yang terlibat dalam penyusunan laporan PKL ini.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan dalam kegiatan PKL dan penyelesaian laporan ini, mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Penulis menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Oleh sebab ini dalam laporan pun tak lepas dari yang namanya kekurangan, untuk itu Penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca dan bagi Penulis khususnya.

Penulis

(4)

s|

KATA PENGANTAR . iii

DAFTAR ISI iv DAFTAR TABEL v DAFTAR GAMBAR vi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang . . . 1 B. Tujuan . .4 C. Hasil yang D . . . 4

BAB II KEADAAN UMUM INSTANSI PEMERINTAHAN

A. Tinjauan Umum Insta .5

B. .. ...8

C. ...9

BAB III HASIL PERAKTEK KERJA LAPANGAN

A. Dig 10

B. .14

C. Survei Info ..16

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. ....21

B. 22

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(5)

|

DAFTAR GAMBAR

Nomor Lampiran Halaman 1. Hasil digitasi jaringan jalan...12

2. 15

3. Hasil Tracking ...19 4. Proses digitasi jaringan jalan .. 25 5. Proses digitasi jaringan jalan 25 6. Form dan hasil survei pelanggan .. 26 7. Pengecekan Kilometer Air dan Pendataan Kode Pelanggan 26 8. Hasil Tracking Jaringan Jalan M. Said dalam format PNG 30 9.

10. Pendataan pipa di jembatan jalan M. Said 11. Proses Tracking Jalan

(6)

|s

2. Data Pengukuran Survei Info Jalur Pipa 9

3. Data Survei Info Jalur Pipa Jalan M. Said Berjumlah 102

(7)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Anonim (2013), Ketergantungan manusia terhadap air semakin besar

dengan 70% permukaan bumi tertutup air bertolak belakang dengan keadaan Bumi yang menghadapi kelangkaan air. Sebagian besar air di bumi merupakan air asin dan hanya sekitar 2,5% saja yang berupa air tawar, dan kurang dari 1% yang bisa dikonsumsi, sedangkan sisanya merupakan air tanah yang dalam atau berupa es di daerah kutub.

Berkebalikan dengan kondisi keterbatasan air ini, banyak orang mengeksploitasi air secara berlebih. Padahal semakin terbatasnya jumlah air maka berlakulah hukum ekonomi, bahwa air merupakan benda ekonomis, dimana orang rela bersusah payah dan membayar mahal untuk mendapatkan air bersih.

Negara Indonesia telah mengatur kebijakan mengenai penggunaan air dalam suatu kerangka kebijakan yang mendasar, yang dituangkan dalam Pasal 33 UUD 1945, bahwa:

1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

2. Cabang -cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Pada saat ini pertumbuhan masyarakat yang tinggi diikuti dengan pertumbuhan ekonomi serta perkembangan industri, banyak yang menggunakan

(8)

lahan dan air menyebabkan kelangkaan air semakin meningkat. Sumber-sumber airtercemar karena limbah yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi dan industri, menyebabkan kualitas air yang bisa langsung dicerna dan dikonsumsi oleh penduduk semakin sedikit.

Berdasarkan beberapa hal yang tersebut di atas maka dibutuhkan suatu badan dan sistem pengelolaan dan penyediaan air baku untuk dikelola menjadi air bersih yang dapat didistribusikan kepada penduduk. Sejarah panjang berdirinya perusahaan pengelolaan air minum, sampai terbentuknya PDAM dan terbitnya UU 5/1962 tentang Perusahaan Daerah merupakan bukti nyata keseriusan Pemerintah dalam pengelolaan air minum. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan dibidang air minum. Aktivitas PDAM antara lain mengumpulkan, mengolah, dan menjernihkan sampai mendistribusikan air ke masyarakat/pelanggan.

Sejak penyediaan air minum hanya kelola oleh PDAM, sampai tahun 1997 dan puncaknya ditandai dengan terbitnya UU 7/2004 tentang Sumber Daya Air, dimana pada Pasal 9 dinyatakan bahwa hak guna usaha air dapat diberikan kepada perseorangan atau badan usaha dengan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Pada Pasal 1 UU yang sama menyatakan bahwa hak guna usaha air adalah hak untuk memperoleh dan mengusahakan air. Yang artinya, air di Indonesia sudah mendapatkan legitimasi untuk menjadi suatu komiditi. Legitimasi air menjadi suatu komiditi, semakin kuat saat Pemerintah menerbitkan PP 16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Pada Pasal 64 dinyatakan bahwa Koperasi atau badan usaha swasta dapat berperan serta dalam penyelenggaraan pengembangan

(9)

?

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada daerah, wilayah atau kawasan yang belum terjangkau pelayanan BUMD/BUMN.

Nurletha, N. (2015), Kampus merupakan wahana pembinaan bagi

penerus bangsa dan dalam era pembangunan bangsa untuk menghadapi masa globalisasi diharapkan menghasilkan penerus bangsa yang terdidik dan terbaik. Mahasiswa Program Studi Geoinformatika bagian dari penerus bangsa pada bidang survei dan pemetaan. Oleh karena itu, pentingnya menerapkan ilmu di perkuliahan ke dunia kerja dari kegiatan akademik seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL) agar menjadikan mahasiswa lebih memahami bidang studinya. Salah satu perwujudan dengan adanya PKL yaitu mendukung kegiatan pendidikan pada semester akhir (semester VI).

Kegiatan PKL diharapkan dapat mempersiapkan dasar yang kuat untuk menghasilkan sumber daya alam yang berkualitas. Untuk itu keahlian yang dimiliki mahasiswa mencakup aspek kompetensi professional serta aspek tingkah laku profesional. Kedua sikap tersebut dibentuk melalui proses pendidikan baik yang diselenggarakan dalam kampus maupun diluar kampus. Salah satu pelaksanaan pendidikan diluar kampus adalah PKL.

Ilmu pendidikan sekarang yang berkembang sangatlah pesat termasuk ilmu Geoinformatika yang sangat mencakup luas. Dalam setiap bidang pekerjaan sangat di perlukan ilmu Geoinformatika salah satunya diperusahaan PDAM. Dengan ilmu yang didapatkan di perkuliahan maka mengaplikasikanya pada PDAM untuk menambah dan mengetahui cara kerja memetakan instalasi air bersih.

(10)

B. Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Tujuan dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah :

1. Mahasiswa mendapat gambaran kerja yang sesungguhnya di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan memungkinkan pula mendapatkan pengalaman yang selama ini belum di dapatkan.

2. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan pada dunia kerja.

3. Mendapatkan pengalaman ilmu yang tidak diperoleh dalam proses perkuliahan.

C. Hasil yang Diharapkan

Sedangkan hasil yang diharapkan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa diharapkan bisa membandingkan secara langsung perbedaan teori di perkuliahan dengan yang ada di lapangan serta dapat mengatasi permasalahan dalam dunia kerja.

2. Mahasiswa dapat menguasai kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. 3. Mahasiswa dapat menguji kemampuan pribadi baik dari segi disiplin ilmu

maupun sosialisasi dalam hidup bermasyarakat.

4. Selama dalam waktu praktik kerja lapangan diharapkan mehasiswa dapat kreatif terhadap situasi atau keadaan di lingkungan kerja.

(11)

BAB II

KEADAAN UMUM INSTANSI PEMERINTAH A. Tinjauan Umum Instansi PDAM

Anonim (2016), Perusahaan Daerah Air Minum Kota Samarinda adalah

suatu Badan Usaha Pemerintah Daerah dibidang pelayanan jasa pelayanan air minum yang memenuhi syarat, Kota Samarinda sebagai Ibukota Propinsi Kalimantan Timur dengan luas 71.800 ha, dengan jumlah penduduk pada tahun 2005 sebesar 576.047 jiwa dan diperkirakan pada tahun 2009 berpenduduk 665.786 jiwa. Melihat laju pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, pemerintah juga menyadari bahwa PDAM Kota Samarinda harus terus berusaha meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal melalui penambahan kapasitas produksi dengan membangun Instalasi Pengolahan Air dan perluasan jaringan distribusi, yang sumber da na pengembangan tersebut diharapkan diperoleh dari tertibnya warga masyarakat (pelanggan) membayar rekening penagihan pemakaian air bersih secara teratur dan bantuan dari pihak Pemerintah Daerah maupun Lembaga terkait lainnya.

1. Sejarah PDAM Samarinda a. Pada Tahun 1932 :

Pemerintahan Belanda membangun satu sistem pengolahan air minum dan satu intake dengan kapasitas 10 l/det. Berdasarkan peraturan Daerah Kotamadya Samarinda No. 13 Tahun 1974 tentang Pendirian. Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Kotamadya Tingk at II Samarinda tanggal 13 April 1974

b. Tahun 1975 - 1985 :

Cipta Karya merehabilitasi Intake Teluk Lerong Ulu, membangun instalasi Pengolahan dengan kapasitas 50 l/det dan rehabilitasi IPA

(12)

peninggalan Belanda menjadi 20 l/det. Pemanfaatan ex kolam renang Kinibalu menjadi instalasi pengolahan air dengan kapasitas 30 l/det dengan dana PDAM sendiri. Pinjaman dari IBRD (Bank Dunia) sebesar ± Rp. 3 Milyar, untuk melaksanakan Proyek Air Minum Samarinda Phase I Tahap I dengan membuat 2 buah instalasi air minum yaitu IPA Cendana kapasitas 160 l/det dan IPA Samarinda Seberang 40 l/det, sehingga total kapasitas menjadi 300 l/det.

c. Tahun 1986 - 1995 :

Peningkatan kapasitas IPA Cendana dari 160 l/det menjadi 300 l/det dan IPA Tirta Kencana dari 100 l/det menjadi 160 l/det dengan pendanaan dari pinjaman PRJ 01 dan RDA - 06 sebesar ± Rp 2,9 Milyar. sehingga total kapasitas menjadi 500 l/det. PSPAB Samarinda melimpahkan pengelolaan IKK Palaran dengan kapasitas 2,5 l/dtk dan IKK Lempake selanjutnya disebut IPA Lempake dengan kapasitas 2,5 l/det. IKK Makroman dengan kapasitas 5 l/dt (saat ini IPA Makroman sudah tidak berfungsi lagi dikarenakan air baku/sumur bor tidak ada airnya). Peningkatan kapasitas IPA Tirta Kencana dari total kapasitas 160 l/det menjadi 360 l/det : dan IPA Samarinda Seberang dari 40 l/det menjadi 100 l/det, sehingga total kapasitas menjadi 767,5 l/det.

d. Tahun 1996 - 2002 :

Pembangunan IPA Selili berkapasitas 100 l/det : dengan dana dari PDAM sendiri ± Rp 6,34 Milyar, serta penambahan kapasitas IPA Palaran menjadi 17,5 l/dt dan pembuatan IPA Bengkuring kapasitas 12,5 l/dt dengan dana hibah pemerintah pusat. Total kapasitas pada tahun ini menjadi 897,5 l/det. Hibah pemerintah pusat berupa

(13)

?

pembangunan IPA Sambutan kapasitas 2,5 l/det yang berupa bagian dari relokasi pemukiman Sungai Karang Mumus, serta Pembangunan IPA Cendana II dengan kapasitas 200 l/det dengan pendanaan dari Pinjaman Bank Dunia (KUDP) sebesar ± Rp 17, 6 Milyar. Bantuan Penambahan kapasitas IPA Selili 25 l/dt, sehingga kapasitas total menjadi 1.128 l/det. Pembangunan Intake Loa Kulu dengan kapasitas 800 l/dt sebagai antisipasi terjadinya musim kemarau.

e. Tahun 2003 - 2011 :

Modifikasi IPA 2 Unit I Cendana dari 200 l/dt menjadi 300 l/dt. Pembangunan IPA Bendang dengan sistem Build Operating & Transfer (BOT) dengan kapasitas 400 l/dt.Dan bantuan dari lembaga nasional melalui BNI 46 untuk IPA Lempake dan Bengkuring masing-masing 10 l/dt dan bantuan pemerintah pusat (Kimpraswil) pembangunan IPA Pulau Atas 20 l/dt, serta pembangunan IPA Gunung Lipan 200 L/dt. f. Tahun 2011 :

Pembangunan IPA Loa Bakung 250 l/dt bantuan dari Pemerintah Kota Samarinda.Sehingga total kapasitas hingga saat ini menjadi 2.135 l/dt.

B. Visi dan Misi

1. Visi Perusahaan Daerah Air Minum

Perusahaan Daerah Air Minum sendiri memiliki visi yaitu terwujud pelayanan air minum bagi seluruh masyarakat samarinda di dukung kinerja perusahaan yang sehat.

2. Misi Perusahaan Daerah Air Minum

(14)

b) Meningkatkan kinerja perusahaan. c) Meningkatkan profesionalisme.

d) Mendukung program pemerintah kota dalam mewujudkan kesejahteraan social dan kesehatan masyarakat Samarinda.

e) Meningkatkan kesejahteraan pegawai.

C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di Kantor Pusat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Jl. Tirta Kencana No. 1. PKL dilaksanakan selama dua bulan terhitung mulai tanggal 3 Maret 2016 s/d tanggal 9 Mei 2016.

Tabel 1. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

No Tanggal Kegiatan Lokasi Keterangan

1. 22, 23, 24, 28, 31 Maret dan 01, 26 April 2016

Digitasi Kantor Pusat PDAM Praktik 2. 17, 18 Maret, dan 04, 05, 06, 07, 08, 14, 19, 20, April Survei Pelanggan Jl. KH. A. Muthalib, Jl. RA. Kartini, dan Jl. KH. Ahmad Dahlan, Praktik 3. 07, 08, 10, 11, 14, 15, 16 Maret, 27, 28, 29 April dan 02, 03, 04 Mei 2016 Survei Info Jalur Pipa Perumahan Jakarta Hill, Samalou, Kopri, Jl. Jakarta 1, 2, Jl. Ekonomi, Jl. Gerilya, dan Jl. M. Said Praktik

(15)

BAB III

HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN A. Digitasi

1. Tujuan

Tujuan mendigitasi ialah menggambar ulang peta yang sudah ada dengan membedakan objek-objek tertentu seperti jalan, rumah, sawah dan lain-lain yang sebelumnya dalam format raster pada sebuah sebuah citra satelit yang resolusi tinggi dan dapat diubah ke dalam format digital yaitu dengan proses digitasi.

2. Dasar Teori a. Digitasi

Anonim (2011), Digitasi adalah proses konversi dari peta analog

menjadi peta digital dengan mempergunakan meja digitasi atau software. Cara kerjanya adalah dengan mengkonversi fitur-fitur spasial yang ada pada peta menjadi kumpulan koordinat x,y. Untuk menghasilkan data yang akurat, dibutuhkan sumber peta analog dengan kualitas tinggi, dan untuk proses digitasi, diperlukan ketelitian dan konsentrasi tinggi dari operator. Software yang umumnya digunakan dalam digitasi adalah ARC/INFO. Prosedur dan tata cara pengerjaannya akan diberikan secara detail dengan maksud untuk memberikan garis besar dari konsep GIS dan melatih cara melakukan proses digitasi peta dengan menggunakan PC ARC/INFO. Proses digitasi pada sistem informasi ini akan dilakukan oleh Image Processing atau pengolahan citra, sehingga proses ini dapat dilakukan secara otomatis tanpa perlu adanya tambahan user untuk melakukan proses digitasi ini.

(16)

Sumber data peta untuk digitasi di bagi menjadi beberapa bagian, antara lain sebagai berikut :

1) Data Image Raster

a) Peta analog (Hard data) adalah sumber data peta yang digunakan untuk digitasi secara manual menggunakan alat tambahan yaitu meja dijitasi. Contoh data ini adalah : atlas, atau peta (bentuk kertas)

b) Image Remote Sensing (Soft data) adalah data yang didapat dari pencitraan jarak jauh seperti citra satelit scan foto udara.

c) Image Scanning (Soft Data) adalah data scan/cetak berbentuk file raster dari atlas atau peta analog lainnya.

2) Data Tabular

a) Manual Tabel adalah data tabular yang memiliki instrument koordinat yang dapat digunakan sebagai acuan pembentukan

Image vector (object/feature).

b) GPS, data yang berasal dari pengambilan data dilapangan menggunakan GPS. Setiap GPS memiliki karakteristik dalam pengambilan data dan penampilan data kedalam computer. 3. Alat dan Bahan

a. 1 Unit komputer / Laptop, digunakan untuk mendigitasi sebuah peta. b. Software QuantumGis 2.10.1 , digunakan untuk mendigitasi hasil scan

peta yang sudah ada dan menggambar ulang hasil citra satelit. c. Jaringan internet.

4. Prosedur Kerja

(17)

??

b. Klik project, lalu open file,

c. Pilih Project digitasi, lalu masukan ID dan Paswordnya,

d. Setelah itu pilih layer jalan untuk digitasi jalan, lalu Star Editing. 5. Hasil

Hasil digitasi berupa data vektor dari objek jalan pada area kerja. Data yang diperoleh selanjutnya dimanfaatkan sesuai keperluan, seperti digunakan untuk membuat peta dasar survei pelanggan, peta jalur info pipa, peta rumah-rumah pelanggan dan peta-peta lain yang dibuat dalam format digital. Adapun gambar dari hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut

Gambar 1. Hasil digitasi jaringan jalan.

6. Pembahasan

Dari kegiatan ini mahasiswa mampu mengetahui, mempelajari serta mempraktikan secara langsung bagaimana cara melakukan digitasi menggunakan software QuantumGIS. Dari hasil daerah yang telah di digitasi dapat manghasilkan peta dasar atau peta acuan untuk melakukan survei pelanggan dan survei info jalur pipa.

Adapun kendala yang dihadapi ketika melakukan kegiatan digitasi yaitu ketika ada pemadaman listrik. Pada saat itu kegiatan digitasi terhenti

(18)

karena jaringan internet wifi kantor tidak menyala untuk menghubungkan

software QuantumGIS dan komputer juga harus segera dimatikan karena

hanya menggunakan power supply.

B. Survei Pelanggan

1. Tujuan

Survei Pelanggan bertujuan untuk menghitung jumlah pelanggan PDAM kota Samarinda yang produktif dan non produktif, dengan cara mendata kode pelanggan pada kwitansi pelanggan, serta untuk memonitoring aktivitas kilometer air dengan melihat posisi dan keadaan Kilometer Air. Dengan menggunakan peta kerja yang telah ditentukan wilayahnya.

2. Dasar Teori

Survei Pelanggan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai keadaan tata letak pelanggan-pelanggan yang sebenarnya dalam area atau dalam daerah tertentu. Hal ini dilakukan agar mengetahui perubahan-perubahan setiap daerah sehingga tidak salah dalam menentukan kebijaksanaan operasional terutama dalam hal pencopotan dan pemasangan pelanggan.

3. Alat dan Bahan a. Alat

1) Transportasi

2) ATK (Alat Tulis Kerja) b. Bahan

(19)

??

4. Prosedur Kerja

a. Sebelum kelapangan, perlu mengambil peta kerja dibagian dig itasi, peta yang di ambil berupa peta kerja yang sudah dibagi dan memiliki wilayah-wilayah tersendiri dalam melakukan kegiatan Survei Pelanggan.

b. Setelah mendapatkan peta kerja dengan wilayah tertentu pekerja langsung menuju lokasi sesuai peta yang sudah ditentukan.

c. Mendata pelanggan ke setiap rumah dengan meminta kwitansi, lalu mencatat kode pelanggan dan alamat lengkap pelanggan, serta mengecek keadaan Kilometer Air.

5. Hasil

Hasil yang di dapat pada kegiatan Survei Pelanggan ini ialah data kode dan alamat lengkap pelanggan serta hasil sket jalan dan rumah-rumah para pelanggan yang akan di input ke bagian dijitasi PDAM. Untuk hasil dari keg iatan Survei Pelanggan mahasiswa hanya mendapatkan data berupa dokumentasi sketsa rumah-rumah pelanggan yang dikerjakan mahasiswa.

(20)

6. Pembahasan

Survei pelanggan akan membantu untuk mengetahui letak posisi suatu pelanggan sehingga dapat memberikan kemudahan, kecepatan dan akurasi dalam melakukan pengecekan data pelanggan PDAM di Samarinda dalam kepentingan evaluasi, pengendalian dan pemantauan, perlu dibangun sebuah layanan sistem informasi geografis (SIG) yang berbasis web sehingga memberikan informasi yang maksimal seperti, menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis. Kendala yang dihadapi ketika melakukan survei pelanggan yaitu jika rumah pelanggan tidak ada penghuninya dan pekerja cepat merasa lelah karena untuk melakukan Survei Pelanggan pekerja harus berjalan kaki dari rumah ke rumah untuk mendata pelanggan.

C. Survei Info Jalur Pipa

1. Tujuan

Survei Info Jalur Pipa bertujuan untuk mendata jalur-jalur pipa yang belum terdata, seperti medata pipa yang belum di petakan dengan cara langsung memantau pipa kelapangan. Hal ini dilakukan agar mengetahui perubahan-perubahan setiap daerah sehingga tidak salah dalam menentukan kebijaksanaan operasional seperti pemasangan pipa baru, serta untuk mengetahui batas wilayah yang sudah menjadi batas pelayanan PDAM Kota Samarinda.

2. Dasar Teori

Pengukuran batas lahan merupakan bagian dari kegiatan survei yaitu kegiatan untuk pengumpulan data lapangan atau memetakan permukaan bumi baik secara alami maupun buatan manusia yang direferensikan dalam

(21)

??

kumpulan titik-titik koordinat X,Y,Z yang akan memberikan gambaran akurat mengenai kondisi lapangan sehingga para perencana dapat mengetahui kondisi-kondisi lapangan berdasarkan data ukur yang didapatkan di lapangan serta mendapatkan luasan area yang diukur. GPS menjadi pilihan yang paling mudah dalam mengambil data lapangan berupa koordinat.

GPS (Global Positioning System) adalah system satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi serta informasi mengenai waktu secara berkelanjutan diseluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca. GPS dapat memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter sampai dengan puluhan meter. Hal yang perlu diketahui bahwa GPS adalah satu-satunya system navigasi ataupun system penentu posisi dalam abad ini yang memiliki kemampuan handal.(Wahyu,2008).

3. Alat dan Bahan a. Alat

1) GPS Navigasi Garmin Montana 650 2) Kendaraan

3) Roll Meter 50m 4) Roll Meter 5m 5) Papan LJK b. Bahan

1) Lembar perpotongan jalan 2) ATK (Alat Tulis Kerja) 3) Baterai cadangan

(22)

4. Prosedur Kerja a. GPS

1) Menyiapkan alat GPS dan memastikan alat berfungsi dengan baik. Menyalakan GPS dengan menekan tombol power (on), kemudian menunggu signal satelit hingga minimal terlihat 4 satelit.

2) Menekan tombol Mark dan menunggu angka Estimated Accuracy sekecil mungkin, lalu menekan tombol OK.

3) Mengganti nama point sesuai nama lokasi titik yang diambil. Titik ini berfungsi sebagai titik awal pengukuran.

4) Mengaktifkan track ke posisi on untuk memulai tracking.

5) Jika pengukuran telah selesai, kemudian menekan tombol off dan mengganti nama track sesuai nama job/pekerjaan yang dikerjakan lalu menyimpan hasil track.

b. Mengukur Perpotongan Jalan

1) Menentukan titik koordinat perpotongan jalan dengan menggunakan GPS.

2) Mengambil data berupa badan jalan, bahu jalan, dan saluran irigasi dengan cara mengukur menggunakan roll meter.

3) Memberi nama jalan atau gang yang telah diukur pada lembar perpotongan jalan.

4) Memberi tambahan gambar pada perpotongan jalan jika terlihat aksesoris seperti Pipa atau Gate Valve.

5. Hasil

Hasil yang didapat setelah melakukan Survei Info jalur Pipa langsung diberikan ke bagian digitasi untuk di olah menjadi peta digital. Data yang

(23)

??

didapat berupa hasil rekaman track jalur jalan dan koordinat aksesoris pipa yang diambil menggunakan GPS. Data pengukuran yang dihasilkan di lapangan sebanyak 102 Point atau titik koordinat dan jalur track Jl. M. Said.

Tabel 2. Data Pengukuran Survei Info Jalur Pipa

No Waktu Kegiatan Prestasi Kerja (Point) Jumlah Pekerja

1. 27 April 2016 Tracking Jl. M. Said 21 2 2. 28 April 2016 Tracking Jl. M. Said 50 2 3. 02 Mei 2016 Tracking Jl. M. Said 31 2

Gambar 3. Hasil Tracking Jl. M. Said

6. Pembahasan

Kegiatan ini digunakan untuk membuat peta dasar info jalur pipa induk di Samarinda yang berfungsi untuk melakukan pengecekan data perpipaan jika terjadi kebocoran dan jika ada yang ingin melakukan pemasangan air PDAM. Dengan adanya kegiatan tersebut mahasiswa mampu mengetahui, mempelajari serta mempraktikan secara langsung bagaimana pengukuran

(24)

menggunakan alat GPS di lapangan, sehingga mahasiswa mengerti dan memahami langkah-langkah pengukuran di lapangan.

Dari peta digital tersebut PDAM dapat menampilkan dan memberikan informasi yang akurat dalam melakukan pengecekan data perpipaan untuk kepentingan evaluasi, pengendalian dan pemantauan. Dengan adanya sistem ini, maka petugas dengan mudah mendapatkan informasi mengenai lokasi perpipaan PDAM di Samarinda secara cepat dan akurat. Data yang diapat oleh mahasiswa hanya data survei info jalur pipa di Jl. M. Said. Karena pengukuran yang dilakukan di Jl. M. Said hanya dilakukan oleh mahasiswa tanpa pendamping pegawai PDAM.

Kendala-kendala selama pengukuran Survei Info Jalur Pipa adalah : a. Cuaca mendung membuat akurasi GPS menurun akibat sinyal satelit

yang tertutup awan tebal.

b. Macet yang terjadi di Jl. M. Said menghambat pekerja untuk melakukan pengukuran.

c. Cuaca yang panas dan keadaan jalan yang berdebu membuat pekerja lelah dan harus berhenti untuk beristirahat.

(25)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PDAM Samarinda adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa mendapat gambaran kerja yang sesungguhnya di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan mendapatkan pengalaman yang selama ini belum didapatkan seperti langsung turun ke lapangan sebagai pekerja PDAM dan melakukan survei pemetaan yang sesuai dengan prosedur GIS PDAM.

2. Mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang didapat dibangku perkuliahan seperti pemetaan menggunakan GPS dan akan dikelola dikomputer menggunakan Software QuantumGis.

3. Mahasiswa mendapat pengalaman ilmu dalam penggunaan GPS

Montana (Touch Screen) dan mendigitasi menggunakan Sorftware

QuantumGis.

B. Saran

Setelah melakukan analisa dan perancangan baik dari teori maupun praktek kerja lapangan, penulis mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin dapat berguna bagi PDAM dan Polite knik Pertanian Negri Samainda antara lain:

1. Sebaiknya mahasiswa diwajibkan lancar dalam penggunaan alat serta mengetahui cara kerja alat sehingga tidak akan mengecewakan pada saat terjun ke dunia kerja.

2. Dari kedisiplinan, kewajiban, dan tanggung jawab mahasiswa untuk kegiatan PKL agar lebih ditingkatkan karena untuk menjaga nama baik

(26)

dari kampus, agar perusahaan tidak kecewa telah menerima mahasiswa Politeknik Pertanian Samarinda khususnya Program Studi Geoinformatika.

3. Perlu adanya pengawasan oleh dosen pembimbing ke tempat praktek kerja lapangan. Hal ini dimaksudkan agar dosen langsung melihat keaktifan mahasiswa dalam praktek kerja lapangan diperusahaan tersebut.

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Sistem Informasi Geografis STIKOM Surabaya.

http://sir.stikom.edu/785/5/BAB%20II.pdf (diakses pada tanggal 19 mei 2016)

Anonim. 2013.Air, sejarah PDAM dan awal Liberalisasi SumberDaya Air.

https://investasidaerah.wordpress.com/2013/08/04/air-sejarah- pdam-dan-awal-liberalisasi-sumber-daya-air/ (diakses pada tanggal 5 mei

2016)

Anonim. 2016. PDAM kota Samarinda Tirta Kencana.

http://pdamkotasamarinda.co.id/home(diakses pada tanggal 12 mei 2016)

Nurletha, N. 2015. Laporan Praktik Kerja Lapangan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda,17 Mei 2015.

Wahyu. 2008.Pengertian GPS

https://gaulwahyu.wordpress.com/2008/10/16/pengertian-gps/ (diakses pada tanggal 20 mei 2016)

(28)
(29)

??

LAMPIRAN 1 KEGIATAN DIGITASI

Gambar 4. Proses digitasi jaringan jalan.

(30)

Gambar 6. Form dan hasil survei pelanggan.

(31)

??

LAMPIRAN 3 KEGIATAN SURVEI INFO JALUR PIPA

Tabel 3. Data Survei Info Jalur Pipa Jalan M. Said Berjumlah 102 Titik Koordinat

No Koordinat X (m) Koordinat Y (m) Elevasi (m) Nama Titik

1 512518 9944795 6 190 2 512521 9944804 6 191 3 512528 9944835 7 192 4 512523 9944895 7 193 5 512531 9944941 8 194 6 512540 9944985 7 195 7 509368 9945346 9 196 8 509426 9945340 9 197 9 509642 9945302 9 198 10 509743 9945286 9 199 11 509778 9945275 9 200 12 509887 9945237 9 201 13 509971 9945148 9 202 14 510013 9945110 8 203 15 510075 9945084 8 204 16 510122 9945063 9 205 17 510195 9945009 10 206 18 510221 9944996 10 207 19 510233 9945000 10 208 20 510234 9944991 10 209 21 510295 9945007 12 210 22 510317 9945020 11 211 23 510371 9945061 11 212 24 510393 9945077 11 213 25 510464 9945153 10 214 26 510490 9945197 10 215 27 510505 9945206 10 216 28 510514 9945215 10 217 29 510526 9945245 9 218 30 510534 9945245 9 219 31 510546 9945274 10 220 32 510553 9945269 9 221 33 510572 9945303 9 222 34 510592 9945325 10 223 35 510642 9945385 9 224 36 510657 9945421 10 225 37 510669 9945483 8 226

(32)

39 510741 9945670 9 228 40 510783 9945706 9 229 41 510862 9945741 9 230 42 510890 9945747 9 231 43 510948 9945792 9 232 44 510979 9945820 9 233 45 510990 9945820 9 234 46 511023 9945846 10 235 47 511055 9945853 9 236 48 511058 9945855 9 237 49 511152 9945847 9 238 50 511163 9945855 9 239 51 512559 9945037 13 240 52 512560 9945098 13 241 53 512571 9945143 14 242 54 512579 9945214 12 243 55 512578 9945228 13 244 56 512572 9945271 12 245 57 512554 9945325 12 246 58 512550 9945351 12 247 59 512538 9945372 11 248 60 512537 9945392 11 249 61 512518 9945444 10 250 62 512508 9945470 10 251 63 512479 9945501 10 252 64 512448 9945524 10 253 65 512446 9945516 12 254 66 512259 9945641 12 255 67 512198 9945676 12 256 68 512147 9945705 11 257 69 512117 9945722 15 258 70 512106 9945740 15 259 71 512075 9945753 16 260 72 512052 9945770 16 261 73 512030 9945790 16 262 74 512019 9945791 16 263 75 512006 9945800 16 264 76 511977 9945819 16 265

(33)

??

Tabel 3. (Lanjutan)

No Koordinat X Koordinat Y Elevasi Nama Titik

77 511982 9945825 16 266 78 511955 9945837 16 267 79 511923 9945855 16 268 80 511892 9945863 16 269 81 511840 9945863 16 270 82 511814 9945868 16 271 83 511802 9945878 16 272 84 511760 9945878 15 273 85 511754 9945885 15 274 86 511715 9945885 15 275 87 511695 9945883 15 276 88 511707 9945879 15 277 89 511637 9945863 16 278 90 511626 9945868 16 279 91 511565 9945849 14 280 92 511557 9945854 15 281 93 511535 9945850 15 282 94 511519 9945843 15 283 95 511481 9945848 15 284 96 511424 9945853 16 285 97 511415 9945863 16 286 98 511349 9945841 17 287 99 511316 9945830 18 288 100 511289 9945835 16 289 101 511284 9945835 15 290 102 511228 9945841 17 292

(34)

Gambar 8. Hasil Tracking Jaringan Jalan M. Said dalam format PNG

(35)

??

LAMPIRAN 3 (LANJUTAN)

Gambar 10. Pendataan pipa di jembatan jalan M. Said

(36)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :