• Tidak ada hasil yang ditemukan

S IKOR 1100022 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S IKOR 1100022 Chapter5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

42

Deni Maulana Suwanta, 2016

PERBEDAAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) ANTARA MAHASISWA YANG AKTIF DAN TIDAK AKTIF MENGIKUTI ORGANISASI MAHASISWA PRODI ILMU KEOLAHRAGAAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Perbedaan mahasiswa aktif dan mahasiswa tidak aktif memiliki pengaruh

yang signifikan terhadap hasil Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Hal tersebut dapat

dilihat dari hasil penghitungan melalui software SPSS 21 dan analisis statistik Uji

T (Independent Sample T-Test). Nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) nilai T

hitung = 2,198 dan p = 0.035 > 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa data yang

diperoleh signifikan. artinya terdapat perbandingkan yang signifikan nilai Indeks

Prestasi Kumulatif (IPK) antara mahasiswa yang aktif organisasi dengan

mahasiswa yang tidak aktif organisasi Dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan

mahasiswa aktif sangat rendah terhadap hasil Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). 1.

Terlihat pada hasil uji t nilai signifikansi = 0.035 > 0.05 Ho ditolak dan Hi

diterima, dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan

atau perbedaan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang signifikan antara

mahasiswa yang aktif organisasi dengan mahasiswa yang tidak aktif organisasi.

B.Saran

1. Untuk mahasiswa Ilmu Keolahragaan

a. Aktivitas dalam organisasi merupakan salah satu hal yang menunjang

kegiatan akademis, bukan menghambat akademis. Untuk itu sebagai

mahasiswa yang harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan

yang luas, maka harus bergabung dalam sebuah organisasi.

b. Peningkatan wawasan dan kecedikiawanan tidak dapat berjalan secara

instan, oleh karena itu ketika bergabung dalam sebuah organisasi khususnya

organisasi kemahasiswaan haruslah sampai tuntas dalam arti sampai kita

merasa cukup dan memperoleh manfaat dari aktivitas di organisasi.

2. Untuk REMA UPI

a. Permasalahan yang melanda organisasi kemahasiswaan di UPI adalah dalam

(2)

43

Deni Maulana Suwanta, 2016

PERBEDAAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) ANTARA MAHASISWA YANG AKTIF DAN TIDAK AKTIF MENGIKUTI ORGANISASI MAHASISWA PRODI ILMU KEOLAHRAGAAN

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

perlu ditingkatkan kembali kegiatan-kegiatan yang dapat mengakomodir

semua mahasiswa.

b. Perlu ditingkatkan kembali koordinasi dan kerjasama antara REMA UPI

dengan ormawa-ormawa yang lain agar organisasi kemahasiswaan di UPI

dapat berjalan searah.

c. REMA UPI harus menjalankan fungsinya sebagai center information bagi

ormawa lainnya, tidak hanya bagi satu kelompok saja.

3. Untuk Ormawa UPI pada umumnya

a. Kaderisasi merupakan hal fundamental dalam membentuk karakter dan

pribadi mahasiswa, untuk itu kaderisasi harus dilaksanakan secara khafah,

berkesinambungan dan mempunyai arah yang jelas berdasarkan

karakteristik ormawa masing-masing dan dilakukan dengan memperhatikan

kondisi mahasiswa, tegas, dan sedapat mungkin meminimalisir senioritas

dalam penyelenggaraan organisasi

b. Kaderisasi dalam organisasi kemahasiswaan harus dapat

mengimplementasikan militansi kelembagaan dan meningkatkan

kedisiplinan mahasiswa, terbebas dari kepentingan individu dan atau

golongan, bertujuan untuk peningkatan wawasan, pengetahuan, bakat dan

kemampuan mahasiswa, tidak dijadikan kendaraan politik untuk mencapai

kekuasaan, serta mencerminkan value global yang dapat diterima oleh

semua.

c. Setiap ormawa harus memiliki acuan/kurikulum untuk melakukan

kaderisasi, yakni memancing dialektika, menghargai perbedaan, dan

menyenangi adanya perbedaan

d. Dalam kaderisasi harus disampaikan pemahaman-pemahaman terkait tujuan

organisasi, fungsi organisasi, dan sebagainya yang dapat mendukung

Referensi

Dokumen terkait

PERBEDAAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS REGULER DENGAN KELAS RSBI DITINJAU DARI GENDERi. (Penelitian Terhadap

Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa permasalahan dari penelitian ini adalah “Apakah terdapat perbedaan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) antara mahasiswa

Hasil dari penelitian ini adalah motivasi belajar dan lingkungan keluarga memiliki pengaruh terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi

PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR DAN IQ BERDASARKAN HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN 2012.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pengumpulan data dilakukan dengan mendatangi Program Studi atau prodi Sejarah, yaitu dengan data yang diperlukan berupa data Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa

Hal tersebut diindikasikan dengan hasil Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat memuaskan. Selain itu dengan mengikuti kegiatan lembaga kemahasiswaan, mahasiswa

PERBEDAAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS REGULER DENGAN KELAS RSBI DITINJAU DARI GENDERi. (Penelitian Terhadap

Ukuran yang digunakan dalam menghitung kinerja mahasiswa adalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Indeks Prestasi kumulatif adalah nilai yang diperoleh mahasiswa