S JKR 1101910 Chapter1

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah suatu usaha sadar serta konsep yang terpadu dari

sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan melaksanakan fungsi-fungsi

tertentu dalam rangka membantu anak didik agar menjadi manusia terdidik dan

mampu mengembangkan potensi yang dimiliki setiap individu. Hal ini dilandasi

menurut pendapat para ahli mengenai pengertian pendidikan yang dikemukakan

oleh Juliantine (2012, hlm 7) mengatakan bahwa:

Pendidikan adalah untuk mengembangkan individu menjadi individu-individu yang kreatif, berdaya cipta, dan yang dapat menemukan atau discover. Serta pendidikan sebagai proses menolong, membimbing, mengarahkan dan mendorong individu

Dari pembahasan di atas, tujuan pendidikan berkaitan erat dengan hal

yang ingin dicapai dalam program pendidikan. Pendidikan merupakan suatu

proses pembinaan yang berlangsung seumur hidup, disebutkan dalam

Undang-Undang sistem nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan

nasional bertujuan untuk meningkatkan prestasi peserta didik agar menjadi

manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,

sehat, berilmu, cakap, demokratis dan bertanggung jawab.

Sekolah merupakan salah satu tempat berlangsungnya kegiatan

pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan di sekolah diharapkan lebih dari

sekedar belajar. Kegiatan pembelajaran atau pengajaran merupakan bagian

kegiatan yang paling pokok di dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah.

Berhasil atau tidaknya proses pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung

kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa.

Dalam hal lain sekolah sebagai berlangsungnya tempat dalam proses

(2)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

transformasi melalui berbagai macam interaksi yang bersifat edukasi. Oleh karena

itu, dalam kegiatan pembelajaran banyak dikombinasikan dan disusun

berdasarkan materi, media atau fasilitas perlengkapan dan prosedur yang saling

mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Salah satu mata pelajaran di sekolah adalah pendidikan jasmani.

Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang di terapkan di

sekolah sesuai dengan kurikulum terbaru kementrian pendidikan dan kebudayaan

indonesia. Pendidikan jasmani merupakan mata pelajaran yang menekankan pada

suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang

dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka

memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan,

dan pembentukan watak. Pada hakikatnya kita ketahui bersama pendidikan

jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk

menghasilkan perubahan progresif dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik,

mental, serta emosional. Tujuan pendidikan jasmani di sekolah selalu mencakup

tiga aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor. Hal ini sesuai dengan

yang dikemukakan oleh Juliantine (2012, hlm 7-8) menjelaskan bahwa:

Tujuan yang harus dikembangkan dalam diri siswa sebagai individu utuh yang sedang tumbuh dan berkembang, dimana tujuan pendidikan itu adalah pengembangan seluruh potensi yang dimiliki siswa baik yang melibatkan dimensi kognitif, afektif, psikomotor maupun sosial dalam pengertian yang lebih luas.

Pada pembahasan di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa

pendidikan jasmani hakikatnya adalah pendidikan yang berjalan melalui aktifitas

jasmani atau aktifitas gerak. Pendidikan jasmani diajarkan di sekolah untuk

senada satu tujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan

psikomotor sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.

Sehubungan dengan pembahasan di atas, Kurikulum yang terdapat dalam

(3)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dan olahraga. Materi permainan dan olahraga diantaranya meliputi: olahraga

tradisional, permainan bola besar, permainan bola kecil, eksplorasi gerak,

keterampilan lokomotor non-lokomotor serta manipulatif, atletik, renang, sepak

bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, bela diri

serta aktivitas lainnya. Dalam kesempatan penelitian ini, Sehubungan pemaparan

di atas mengenai setandar kompetensi dan kompetensi dasar serta permainan bola

besar. Penulis berencana meneliti permainan bola voli. Pengertian Permainan

bolavoli telah dijelaskan oleh Yudiana (2009, hlm. 30) menjelaskan bahwa;

Permainan bola voli adalah suatu permainan olahraga yang pada awal ide dasarnya adalah permainan memantul-mantulkan bola (to volley) oleh tangan atau lengan dari dua regu. Lapangan dibagi menjadi dua sama besar oleh net atau tali yang dibentangkan diatas lapangan dengan ukuran ketinggian tertentu.

Sehubungan dengan materi permainan bola voli di atas, pengamatan

penulis mengenai permainan bolavoli di SMPN 1 Subang, terdapat berbagai

macam kendala yang dihadapi oleh siswa dalam melakukan pembelajaran

permainan bola voli khususnya dalam kegiatan permainan bola voli dan

pengetahuan siswa terhadap permainan bola voli. Ditemukan bahwa peserta didik

dalam permainan bola voli tidak dapat melakukan pola permainan yang sesuai.

Dalam hal ini permainan hanya satu atau dua sentuhan, setelah itu bola jatuh garis

out atau pemain melakukan kesalahan sehingga bola seringkali diulangi dari awal.

Begitu juga hal ini berdampak pada perkembangan kognitif siswa yang

sebatas hanya mengetahui gerakan dasar permainan bola voli tanpa memahami

jelas gerakan, strategi atau aturan yang penting dalam permainan bola voli. Pada

umumnya siswa hanya mengikuti tugas gerak dari guru saja. Sementara

peraturannya dan hal mengenai permainan bola voli belum sepenuhnya

memahami. Sehingga apabila guru bertanya misalkan tentang toser, mereka

belum sepenuhnya memahami pengertian apalagi menjelaskan hal seperti itu.

Pada dasarnya siswa hanya mengetahui tugas gerak memindahkan bola pada

(4)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tentu saja pemaparan kasus lapangan di atas, mengundang ketertarikan

penulis untuk meneliti. Karena hal ini berdampak pada perserta didik dalam hal

perkembangan geraknya terhambat oleh aturan sesungguhnya dan pengetahuan

yang kurang dimiliki peserta didik. Kita bisa perhatikan bersama dalam kondisi

sesungguhnya dilapang, siswa seringkali hanya melakukan service awal saja, setelah bola dipantulkan dari tangan server, bola langsung “mati” atau tim daerah lawan tidak bisa membalikan kembali bola yang diberikan, kedua seringkali siswa

tidak bisa melakukan serve dengan sampai daerah lawan atau tidak tepat pada

daerah lawan. Ketiga siswa masih takut melakukan gerakan penerimaan dari bola

yang di serve oleh tim lain dan kasus lainya yang pada ujungnya berdampak pada

permainan bola voli tidak jalan.

Selanjutnya penulis menekan pada hal kedua dalam analisis permainan

bola voli ini yakni dalam perkembangan kognitif. Penyebab penurunan kognitif

siswa terhadap permainan bola voli ini berdasarkan pengamatan peneliti terletak

pada terpatoknya siswa pada bola yang bagaimanapun caranya harus masuk pada

daerah lawan. Tanpa memahami bagaimana kegunaan passing atas, tanpa

memahami peran tugas masing masing pemain dan lain lain.

Melihat dari pemaparan di atas, asas perkembangan anak seyogianya

memiliki ruang gerak bebas tanpa dibatasi oleh aturan dalam permainan itu

sendiri. Hasil pengamatan penulis pada pembelajaran passing bawah bola voli

pada siswa kelas VII tersebut secara umum siswa-siswi tidak sanggup melakukan

sesuai dengan aturan permainan bola voli sesungguhnya. Dari hasil permasalahan

tersebut penulis mengambil dugaan. Pertama, secara perkembangan motorik

siswa kelas VII belum bisa melakukan gerakan. Kedua, secara kognitif anak

belum sampai pada pemahaman mendalam mengenai permainan bola voli.

Sehingga mengakibatkan timbulnya gerakan yang asal dan permainan yang tidak

hidup karena susahnya aturan yang sesungguhnya bagi perserta didik tingkat

(5)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dari pemaparan masalah tersebut guru pendidikan jasmani seyogianya

memilki kemampuan dalam memodifikasi pembelajaran yang sifatnya dapat

mempermudah siswa dalam pembelajaran. Modifikasi adalah salah satu cara yang

tepat untuk menanggulangi masalah tersebut. Karena fungsi dari modifikasi itu

sendiri adalah menjadi pembantu atau penolong untuk memudahkan seseorang

melakukan suatu kegiatan. Hal ini senada dengan ungkapan oleh Bahagia (2000,

hlm. 3) bahwa:

Modifikasi dapat menganalisa sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial dalam memperlancar siswa dalam proses kegiatan belajar pembelajaranya.

Sesuai dengan penyampaian dari para ahli mengenai keuntungan

modifikasi pembelajaran, maka rencana modifikasi yang peneliti akan terapkan

dalam pembelajaran permainan bola voli diantaranya pertama, perluasan lapangan

bola voli, serve awal dapat menggunakan lemparan dua atau satu tangan, pantulan

passing yang dapat dilakukan tidak terbatas dengan syarat tanpa mengenai tanah.

Penulis berharap dengan adanya bantuan dari modifikasi pembelajaran ini dapat

membantu siswa untuk dapat meningkatkan gerakan permainan bola voli serta

mempelajari permainan bola voli dengan baik. Maka dari itu penulis tertarik

untuk mengangkat permasalahan ini ke dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

dengan fokus penelitian memperbaiki peningkatan permaian bolavoli dengan

judul penelitianya adalah “Penerapan Modifikasi Pembelajaran Permainan Bola

Voli Terhadap Peningkatan Bermain Dan Pengembangan Kognitif Siswa

(Penelitian Tindakan Di Kelas Vii-A Smpn 1 Subang)

B. Identifikasi Masalah Penelitian

Berdasarkan observasi yang dilakukan, peneliti mengidentifikasi adanya

beberapa permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran di Kelas VII-A SMPN 1

(6)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Kebanyakan siswa kelas VII tidak bisa melakukan gerakan passing bawah

bolavoli.

2. Kurangnya pemahaman siswa tentang gerakan passing bolavoli.

3. Siswa merasa takut dan merasa sakit apabila menerima bola lambung dari

lawan.

4. Rendahnya kemampuan siswa memantulkan bola pada tangan dengan

baik.

C. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan

masalah penelitian sebagai berikut:

Apakah modifikasi pembelajaran permainan dapat meningkatkan

keterampilan bermain dan pengembangan kognitif siswa dalam permainan bola

voli di kelas VII-A SMPN 1 Subang ?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan suatu hasil yang ingin dicapai atau

ditemukan oleh peneliti sendiri. Menurut Suharsimi Arikunto (2003, hlm. 43) mengemukakan bahwa “tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya suatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai.”

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian adalah:

Ingin mengetahui penerapan modifikasi pembelajaran permainan bola voli

terhadap peningkatan gerakan dan pemahaman kognitif siswa dalam

pembelajaran permainan bola voli di kelas VII SMPN 1 Subang.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini dibedakan menjadi 3 kategori yaitu manfaat

(7)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Manfaat bagi siswa

a. Memberikan pemahaman mengenai modifikasi pembelajaran permainan

bola voli.

b. Merangsang dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

c. Menyalurkan kelebihan atau bakat pada anak.

d. Memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani.

e. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada anak, terutama untuk

memenuhi rasa ingin tahu anak.

f. Mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor.

g. Menanamkan rasa percaya diri, kerjasama, rasa sosial, dan saling

tolong-menolong.

2. Manfaat bagi guru

a. Memberi alternatif modifikasi baru dalam permainan bola voli.

b. Menciptakan suatu kondisi pembelajaran yang efektif.

3. Manfaat bagi sekolah

a. Meningkatkan kualitas sekolah dengan meningkatnya prestasi kemampuan

belajar siswa.

b. Sebagai masukan yang positif dalam upaya proses belajar dan mengajar di

masa yang akan datang.

F. Definisi Istilah

Untuk menghindari salah pengertian dalam penafsiran judul dan isi skripsi

ini, maka penulis akan menjelaskan istilah-istilah yang dianggap penting dengan

demikian ada kesamaan pendapat dalam memberikan penafsiran, yaitu:

1. Bola voli merupakan salah satu jenis permainan bola kecil beregu. Bola voli

merupakan bentuk permainan tradisional yang mengutamakan beberapa unsur

kekompakan, ketangkasan dan kegembiraan.

2. Belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya

(8)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Media merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti “tengah, perantara atau pengantar.

4. Siswa adalah seseorang yang sedang menempuh ilmu sedalam mungkin

meskipun rela maupun tidak rela mengeluarkan biaya, tenaga, waktu, dan

pikiran.

5. Pembelajaran adalah interaksi antara guru dan pesera didik yang menciptakan

suatu pengorganisasian atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang

sebaik-baiknya untuk menunjang interaksi ilmu peserta didik.

6. Pengertian media pembelajaran menurut Bahagia dan Suherman (2000, hlm. 1) menjelaskan bahwa: “Modifikasi merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh para guru agar pembelajaran mencerminkan Developmentally

Appropriate Practice (DAP). Yaitu tugas ajar yang diberikan harus

memperhatikan perubahan kemampuan anak yang dapat membantu mendorong

perubahan tersebut.

7. Permainan bolavoli adalah suatu permainan dalam bentuk melambungkan bola

di udara hilir mudik di atas net dengan maksud dapat menjatuhkan bola ke

petak lawan. Permainan menurut Ahmadi (2007, hlm. 19) “merupakan suatu

permainan yang kompleks yang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang,

sebab dalam permainan ini dibutuhkan koordinasi gerak yang cepat dan baik.

G. Struktur Organisasi Penulisan

Penyusunan skripsi ini terdiri dari lima bab. Adapun uraian mengenai isi

dari penulisan setiap babnya adalah sebagai berikut:

1. Dalam BAB I pendahuluan berisi uraian tentang pendahuluan dan merupakan

awal dari penyusuna skripsi ini. Bab ini tersusun atas latar belakang penelitian,

identifikasi masalah penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian,

(9)

Asep Agus Yusup, 2016

PENERAPAN MODIFIKASI PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP PENINGKATAN BERMAIN DAN PENGEMBANGAN KOGNITIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Selanjutnya BAB II mengenai Kajian pustaka, Kerangka pemikiran, dan

Hipotesis. Bab ini berfungsi untuk landasan teoritis dalam menyusun

pertanyaan penelitian dan tujuan.

3. Kemudian BAB III Metode penelitian, berupa tentang penjabaran secara rinci

mengenai metode penelitian, termasuk beberapa komponen seperti, lokasi dan

subjek populasi/sampel penelitian, desain penelitian, metode penelitian,

definisi oprasional, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, serta

teknik yang digunakan untuk menganalisis yang didapat.

4. Selanjutnya BAB IV hasil penelitian dan pembahasan, berisi tentang dua hal

utama, yaitu pengolahan dan analisis data (untuk menghasilkan temuan

berkaitan dengan masalah penelitian, pertanyaan penelitian, hipotesis, tujuan

penelitian, dan pembahasan atau analisis temuan. Untuk menghasilkan temuan

berkaitan dengan masalah penelitian, pertanyaan penelitian dan tujuan

penelitian) serta pembahasan atau analisis temuan (untuk mendiskusikan hasil

temuan yang dikaitkan dengan dasar teoritis yang telah dibahas dalam BAB

II).

5. Terakhir BAB V Kesimpulan dan Saran. Bab ini menyajikan penafsiran dan

pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis temuan penelitian mengenai

penggunaan modifikasi peraturan pembelajaran dan pemahaman kognitif

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...