• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modifikasi Alat Pengupas Kulit Ari Kedelai dengan Blower

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Modifikasi Alat Pengupas Kulit Ari Kedelai dengan Blower"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Kedelai

Sejarah kedelai

Menurut para ahli botani, kedelai adalah tanaman yang berasal dari

Manchuria dan sebagian Cina, dan terdapat jenis kedelai liar yang tergolong

dalam spesies Glycine ussuriensis. Kemudian menyebar ke daerah tropika dan

subtropika serta dilakukan pemuliaan sehingga dihasilkan berbagai jenis kedelai

unggul yang dibudidayakan (Koswara, 1992).

Perkembangan kedelai di indonesia

Awal mula penyebaran dan pembudidayaan kedelai yaitu di pulau Jawa,

kemudian berkembang ke Bali, Nusa Tenggara, dan pulau-pulau lainnya.

Masuknya kedelai ke Indonesia diduga dibawa oleh para imigran Cina yang

mengenalkan beberapa jenis masakan yang berbahan baku biji kedelai.

Botani tanaman kedelai

Kedudukan tanaman kedelai dalam sistematik tumbuhan (taksonomi)

diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Polypetales

Famili : Leguminosae (Papilionaceae)

(2)

Spesies : Glycine max (L.) Merill.Sinonim dengan G. soya (L.) sieb &

Zucc.atau Soya max atau S. hipsida.

(Rukmana dan Yuniarsih, 1996).

Manfaat kedelai

Dilihat dari segi pangan dan gizi, kedelai merupakan sumber protein yang

paling murah di dunia, disamping menghasilkan minyak dengan mutu yang baik.

Baik kedelai utuh, maupun protein dan minyaknya dapat diolah melalui berbagai

cara menjadi bermacam produk pangan, pakan ternak, dan produk untuk

keperluan industri. Kedelai dapat langsung dimakan maupun dalam bentuk

olahannya. Kedelai yang langsung dimakan, dipersiapkan dengan perebusan,

penyangraian atau penggorengan. Kedelai rebus biasa disajikan dalam bentuk

kedelai muda bersama polongnya. Sedangkan produk hasil olahan merupakan

produk kedelai yang dihasilkan melalui proses pengolahan terlebih dahulu, baik

secara tradisional maupun modern (Koswara, 1992).

Waktu panen

Panen dilakukan bila lebih dari 95% polong kedelai sudah berwarna

cokelat kekuningan dan jumlah daun tersisa pada tanaman hanya sekitar 5-10%.

Umumnya, waktu panen di setiap sentra penanaman kedelai berbeda satu dengan

yang lainnya. Kondisi cuaca waktu panen juga berpengaruh terhadap kuantitas

dan mutu biji kedelai (Adisarwanto, 2005).

Pemanenan sebaiknya dilakukan tepat pada waktunya dan menggunakan

cara yang benar. Apabila polong sudah kelihatan tua, panen harus segera

(3)

kering, sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan

(AAK, 1989).

Pengupasan

Proses pengupasan biji-bijian merupakan kegiatan lebih lanjut pemanenan

hasil pertanian. Pengupasan kedelai biasanya baru dilakukan jika akan digunakan,

baik untuk benih maupun untuk bahan pangan. Pembijian atau pengupasan polong

harus semaksimal mungkin menghindari terjadinya biji luka/rusak karena akan

merupakan media yang baik bagi hama dan jamur (Hanifah dan Winaryo, 2008).

Untuk memperoleh bahan pangan yang siap dimakan, maka kita harus

memisahkan kulitnya terlebih dahulu dari daging buah ataupun sayuran.

Pemisahan ini disebut dengan pengupasan. Pengupasan merupakan praproses

dalam mengolah suatu bahan yang bertujuan untuk memisahkan bagian yang

dapat dimakan dari kulit ataupun dari bagian yang harus dibuang. Dalam

melakukan pengupasan, digunakan metode yang berbeda. Hal ini dikarenakan

masing-masing bahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda (Jaya, 2010).

Teknik mengupas biji kedelai masih banyak dilakukan dengan

menggunakan cara klasik yaitu dengan merendam dan menginjak-injak dalam

suatu wadah hingga kulit ari biji kedelai terkupas. Hal ini sangat merugikan

karena dengan kedelai terbagai dua atau bahkan dapat hancur karena tekanan yang

diberikan pada kedelai tidak tetap. Di sisi lain hasil pengupasanya terbatas dan

sangat bergantung pada kemampuan manusia atau operator (Lutfi, dkk., 2010).

Dalam menentukan kemampuan mesin pengupas kulit ari kacang kedelai

perlu juga diketahui sifat-sifat dari kacang kedelai itu sendiri. Biji kacang kedelai

(4)

cukup banyak dan dapat menyebabkan beratnya naik menjadi dua kali lipat,

dengan sifat biji yang keras dan daya serap air tergantung ketebalan kulit

(Annas, 2002).

Kedelai yang diproses menggunakan mesin pengupas akan mengalami

3 kemungkinan yaitu terkupas terbelah, remuk, dan utuh. Kemungkinan ini dapat

terjadi jika:

a. Bila biji kedelai yang diproses ukurannya jauh lebih besar dari ukuran celah

piringan pengupas maka kedelai akan banyak yang remuk.

b. Bila kedelai yang diproses ukurannya lebih kecil dari ukuran celah piringan

pengupas maka kedelai banyak yang utuh (tidak terkupas, terkupas, dan

remuk).

c. Bila kedelai yang diproses ukurannya hampir sama atau mendekati ukuran

celah piringan pengupas, maka banyak kedelai yang terkupas atau terbelah

(Suhendra dan Setiawan, 2012).

Alat Mesin Pertanian dengan Sumber Tenaga Mekanis

Dalam kegiatan agribisnis dan agroindustri, teknologi (pertanian)

diperlukan sejak penyiapan lahan, penyediaan pupuk, produksi, pemanenan,

penanganan pasca panen, pengolahan hasil, pengemasan serta distribusi, dan

pengangkutan sampai pemasaran. Hal penting yang harus cukup untuk dicermati

pada kegiatan agroindutri adalah teknologi yang umumnya menjadi faktor

kendala utama. Oleh sebab itu teknologi menjadi faktor yang harus dikembangkan

secara terus menerus melalui kegiatan penelitian dan pengembangan

(Mangunwidjaja dan Sailah, 2005).

(5)

Menurut Shin and Curtis (1978), hal ini disebabkan karena nilai efisiensi produksi

dan kualitas proses pengolahan bergantung pada mekanisasi. Teknologi dari yang

sederhana sampai canggih mempunyai peranan yang sangat penting dalam

transformasi suatu bahan mentah atau baku menjadi suatu produk dengan nilai

tambah lebih tinggi.

Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu

yang membuat perubahan tersebut bisa dimengerti, logis, dan dapat diterima.

Diharapkan perubahan suatu sistem akan menghasilkan sesuatu yang

menguntungkan dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum,

tujuan mekanisasi pertanian adalah:

a. Meningkatkan efisiensi tenaga manusia.

b. Mengurangi kerusakan produksi pertanian.

c. Menurunkan ongkos produksi.

d. Menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas produksi.

e. Meningkatkan taraf hidup petani.

f. Memungkinkan pertumbuhan ekonomi subsistem (tipe pertanian kebutuhan

keluarga) menjadi tipe pertanian komersil.

Tujuan tersebut di atas dapat dicapai apabila penggunaan dan pemilihan

alat mesin pertanian tepat dan benar, tetapi apabila pemilihan dan penggunaannya

tidak tepat hal sebaliknya yang akan terjadi (Rizaldi, 2006).

Komponen Alat Pengupas Kulit Ari Biji Kedelai dengan Blower

Motor listrik

Motor listrik adalah mesin yang mengubah energi listrik menjadi energi

mekanis. Misalnya mesin pembangkit tenaga listrik maka dapat memutar motor

(6)

menggiling padi menjadi beras, untuk pompa irigasi untuk pertanian, untuk kipas

angin serta mesin pendingin. Motor listrik yang umum digunakan di dunia

adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni

Motor asinkron IEC berbasis metrik

berbasis imperial

maupun kiloWatt (kW) (Djoekardi, 1996).

Prinsip kerja motor listrik

Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik.

Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi

disebut sebagai elektromagnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa kutub-kutub dari

magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama akan

tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan

sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada

suatu kedudukan yang tetap.

Motor listrik mempunyai keuntungan sebagai berikut:

1. Dapat dihidupkan dengan hanya memutar sakelar.

2. Suara dan getaran tidak menjadi gangguan.

3. Udara tidak ada yang dihisap, juga tidak ada gas buang, karena itu tidak perlu

mengukur polusi lingkungannya atau membuat ventilasi.

4. Motor DC mempunyai daya besar pada putaran rendah. Di lain pihak, motor

AC yang menggunakan sumber daya umum tidak mudah mengubah

putarannya.

(7)

1. Motor listrik membutuhkan sumber daya, kabelnya harus dapat dihubungkan

langsung dengan stopkontak, dengan demikian tempat penggunaannya sangat

terbatas panjang kabel.

2. Kalau dipergunakan baterai sebagai sumber daya, maka beratnya akan

menjadi besar.

3. Secara umum biaya listrik lebih tinggi dari harga bahan bakar minyak.

4. Untuk menghasilkan daya yang sama dihasilkan oleh sebuah motor

pembakaran, maka motor listrik akan lebih berat

(Soenarta dan Furuhama, 2002).

Poros

Menurut Sularso dan Suga (2004), hal-hal yang perlu diperhatikan di

dalam merencanakan sebuah poros adalah:

1. Kekuatan poros

Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur atau

gabungan antara puntir dan lentur. Juga ada poros yang mendapat beban tarik

atau tekan. Sebuah poros harus direncanakan hingga cukup kuat untuk

menahan beban-beban di atasnya.

2. Kekakuan poros

Meskipun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup tetapi jika

lenturan atau defleksi puntirnya terlalu besar akan mengakibatkan

ketidaktelitian (pada mesin perkakas) atau getaran dan suara. Karena itu,

disamping kekuatan poros, kekakuannya juga harus diperhatikan dan

(8)

3. Putaran kritis

Bila putaran suatu mesin dinaikkan maka pada suatu harga putaran tertentu

dapat terjadi getaran yang luar biasa besarnya. Putaran ini disebut putaran

kritis. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagian-bagian

lainnya. Poros harus direncanakan hingga putaran kerjanya lebih rendah dari

putaran kritisnya.

4. Korosi

Bahan-bahan poros yang terancam kavitasi, poros-poros mesin yang

berhenti lama, dan poros propeler dan pompa yang kontak dengan fluida yang

korosif sampai batas-batas tertentu dapat dilakukan perlindungan terhadap

korosi.

5. Bahan poros

Poros untuk mesin umum biasanya dibuat dari baja batang yang ditarik

dingin dan difinis.

Puli

Untuk menghitung kecepatan atau ukuran roda transmisi, putaran transmisi

penggerak dikalikan diameternya adalah sama dengan putaran roda transmisi yang

digerakkan dikalikan dengan diameternya.

SD (penggerak) = SD (yang digerakkan) ………..(2)

dimana:

S = Kecepatan putar puli (rpm)

D = Diameter puli (mm)

(9)

Pemasangan puli antara lain dapat dilakukan dengan cara:

- Horizontal, pemasangan puli dapat dilakukan dengan cara mendatar di mana

pasangan puli terletak pada sumbu mendatar.

- Vertikal, pemasangan puli dilakukan secara tegak dimana letak pasangan puli

adalah pada sumbu vertikal. Pada pemasangan ini akan terjadi getaran pada

bagian mekanisme serta penurunan umur sabuk

(Mabie and Ocvirk, 1967).

Sabuk V

Sabuk bentuk trapesium atau v dinamakan demikian karena sisi sabuk

dibuat serong, supaya cocok dengan alur roda transmisi yang berbentuk v. Dalam

kerjanya, sabuk v mengalami pembengkokan ketika melingkar melalui roda

transmisi. Bagian sebelah luar akan mengalami tegangan, sedangkan bagian

dalam akan mengalami tekanan. Susunan khas sabuk v terdiri atas:

1. Bagian elastis yang tahan tegangan dan bagian yang tahan kompresi.

2. Bagian yang membawa beban yang dibuat dari bahan tenunan dengan daya

rentangan yang rendah dan tahan minyak sebagai pembalut

(Smith dan Wilkes, 1990).

Sabuk v terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium. Sabuk v

dibelitkan di sekitar alur puli yang berbentuk v pula. Transmisi sabuk yang

bekerja atas dasar gesekan belitan mempunyai beberapa keuntungan karena murah

harganya, sederhana konstruksinya dan mudah untuk mendapatkan perbandingan

putaran yang diinginkan. Transmisi tersebut telah digunakan dalam semua bidang

industri, misalnya mesin-mesin pabrik, otomobil, mesin pertanian, alat

(10)

ini adalah terjadinya slip antara sabuk dan puli sehingga tidak dapat dipakai untuk

putaran tetap atau perbandingan transmisi yang tetap (Daryanto, 1993).

Sabuk banyak digunakan dalam mesin mesin pertanian. Hal ini

dikarenakan sabuk memiliki beberapa kelebihan. Sularso dan Suga (2004) juga

menyatakan bahwa bila dibandingkan dengan transmisi roda gigi atau rantai,

sabuk v bekerja lebih halus dan tidak bersuara. Untuk mempertinggi daya

transmisi, dapat dipakai beberapa sabuk v yang dipasang sebelah menyebelah.

Namun, sabuk v juga memilik kelemahan yaitu:

- Tidak dapat digunakan pada jarak yang panjang.

- Tidak cocok untuk beban yang berat pada kecepatan rendah.

- Hanya dapat menghubungkan poros-poros yang sejajar dengan arah putar

yang sama.

Menurut Smith dan Wilkes (1990), apabila pemindahan daya

menggunakan dua roda transisi, maka hubungan antara jarak kedua titik pusat

sumbu roda transisi dengan panjang sabuk dapat ditentukan dengan rumus:

L = 2C + 1,57(D + d) + (D−d)

4C ……….………..(3)

dimana:

L = Panjang efektif sabuk (mm)

C = Jarak antara kedua sumbu roda transisi (mm)

D = Diameter luar efektif roda transmisi yang besar (mm)

d = Diameter luar efektif roda transmisi yang kecil (mm)

Blower

Pengertian blower sebenarnya sama dengan fan, namun blower dapat

(11)

juga dapat lebih tinggi. Dalam praktik keteknikan, fan dan blower dikategorikan

piranti yang menghasilkan tekanan relatif rendah, sedangkan kompresor

menghasilkan tekanan yang lebih tinggi. Batasan antara blower dan kompresor

ditetapkan pada 7% peningkatan densitas fluida (udara) dari umpan blower ke

keluaran blower. Di dalam fan dan blower, anggapan ketidakkompresibelan hanya

menyebabkan kesalahan yang kecil (Budhi, 2010).

Blower dapat mencapai tekanan yang lebih tinggi daripada fan, sampai

1,20 kg/cm2. Dapat juga digunakan untuk menghasilkan tekanan negatif untuk

sistim vakum di industri. Blower sentrifugal dan blower positive displacement

merupakan dua jenis utama blower, yang dijelaskan di bawah.

a. Blower sentrifugal

Blower sentrifugal terlihat lebih seperti pompa sentrifugal daripada fan.

Impelernya digerakan oleh gir dan berputar 15.000 rpm. Pada blower multitahap,

udara dipercepat setiap melewati impeler. Pada blower tahap tunggal, udara tidak

mengalami banyak belokan, sehingga lebih efisien. Blower sentrifugal beroperasi

melawan tekanan 0,35 sampai 0,70 kg/cm2, namun dapat mencapai tekanan yang

lebih tinggi. Satu karakteristiknya adalah bahwa aliran udara cenderung turun

secara drastis begitu tekanan sistim meningkat, yang dapat merupakan kerugian

pada sistem pengangkutan bahan yang tergantung pada volum udara yang mantap.

Oleh karena itu, alat ini sering digunakan untuk penerapan sistim yang cenderung

tidak terjadi penyumbatan.

b. Blower positive-displacement

Blower positive displacement memiliki rotor, yang "menjebak" udara dan

(12)

yang konstan bahkan jika tekanan sistimnya bervariasi. Cocok digunakan untuk

sistim yang cenderung terjadi penyumbatan, karena dapat menghasilkan tekanan

yang cukup (biasanya sampai mencapai 1,25 kg/cm2) untuk menghembus

bahan-bahan yang menyumbat sampai terbebas. Mereka berputar lebih pelan daripada

blower sentrifugal (3.600 rpm)

(Lestari, 2012).

Untuk menghitung daya blower sebagai pemisah antara biji kacang kedelai

dengan kulit kacang, perlu diketahui sebelumnya dimensi dari blower yang

direncanakan dengan memakai persamaan sebagai berikut:

V = P x l x t ……….………(4)

Untuk mendapatkan massa sudu blower didapat dengan persamaan:

M = ρ x v ………(5)

(Nasirwan, dkk., 2007).

Prinsip Kerja Alat Pengupas Kulit Ari Biji Kedelai dengan Blower

Alat ini bekerja berdasarkan prinsip putaran pada silinder atau roll pemutar.

Setelah alat dipastikan dalam keadaan siap pakai, bahan baku berupa biji kedelai

kering dimasukkan ke dalam saluran pemasukan (hopper). Biji kedelai yang

dimasukkan ke dalam mekanisme ini, terjadi pengupasan karena adanya gesekan

antara roll dengan biji kedelai dan dinding yang kemudian biji kedelai telah

terkupas kulit arinya akan keluar melalui saluran pengeluaran dan tertampung ke

dalam bak penampungan. Sedangkan kulit ari yang massanya lebih rendah dari

massa biji kedelai akan terhembus oleh angin dari blower dan akan terbawa ke

(13)

Kapasitas Kerja Alat dan Mesin Pertanian

Menurut Daywin, dkk., 2008, kapasitas kerja suatu alat atau mesin

didefenisikan sebagai kemampuan alat dan mesin dalam menghasilkan suatu

produk (contoh : ha. Kg, lt) persatuan waktu (jam). Dari satuan kapasitas kerja

dapat dikonversikan menjadi satuan produk per kW per jam, bila alat/mesin itu

menggunakan daya penggerak motor. Jadi satuan kapasitas kerja menjadi:

Ha.jam/kW, Kg.jam/kW, Lt.jam/kW. Persamaan matematisnya dapat ditulis

sebagai berikut:

Kapasitas Alat = Produk yang dihasilkan

Waktu ……….(6)

Proses pembelahan biji kedelai dalam pembuatan tempe pada industri

rumah tangga masih dilakukan secara manual dinjak-injak. Kapasitas cara ini baru

mencapai 10 kg/jam dengan efisiensi 93%. Beberapa pengrajin tempe kedelai

skala yang lebih besar telah menggunakan mesin pembelah, seperti mesin

pembelah sistem dua lempengan grinda (disk). Efisiensi pembelahan jenis mesin

tersebut 85% dan kapasitasnya 50 kg/jam, dimana biji kedelai yang berukuran

lebih besar dari jarak dua lempengan cenderung pecah atau hancur, sedangkan biji

kedelai yang berukuran lebih kecil tidak terbelah (Rofarsyam dan Putro, 2010).

Analisis Ekonomi

Biaya pemakaian alat

Pengukuran biaya pemakaian alat dilakukan dengan cara menjumlahkan

biaya yang dikeluarkan yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap (biaya pokok).

Biaya pokok =

[

BT

(14)

dimana:

BT = total biaya tetap (Rp/tahun)

BTT = total biaya tidak tetap (Rp/jam)

x = total jam kerja pertahun (jam/tahun)

C = Kapasitas alat (jam/satuan produksi)

Biaya tetap

Biaya tetap terdiri dari:

1. Biaya penyusutan (metode garis lurus)

D = P−S

n ... (8)

dimana:

D = biaya penyusutan (Rp/tahun)

P = nilai awal alsin (harga beli/pembuatan) (Rp)

S = nilai akhir alsin (10% dari P) (Rp)

n = umur ekonomi (tahun)

2. Biaya bunga modal dan asuransi, perhitungannya digabungkan besarnya:

I = i(P)(n+1)

2n ... (9)

dimana:

i = total persentase bunga modal dan asuransi (17% pertahun)

3. Di negara kita belum ada ketentuan besar pajak secara khusus untuk

mesin-mesin dan peralatan pertanian, bahwa beberapa literatur menganjurkan bahwa

biaya pajak alsin pertanian diperkirakan sebesar 2% pertahun dari nilai

(15)

4. Biaya gudang atau gedung diperkirakan berkisar antara 0,5% - 1%, rata-rata

diperhitungkan 1% nilai awal (P) pertahun.

Biaya tidak tetap

Biaya tidak tetap terdiri dari:

1. Biaya perbaikan untuk motor litrik sebagai sumber tenaga penggerak. Biaya

perbaikan ini dapat dihitung dengan persamaan:

Biaya reparasi = 1,2%(P−S)

1000 jam ... (10)

2. Biaya karyawan/operator yaitu biaya untuk gaji operator. Biaya ini tergantung

kepada kondisi lokal, dapat diperkirakan dari gaji bulanan atau gaji pertahun

dibagi dengan total jam kerjanya (Darun, 2002).

Break even point

Break even point (analisis titik impas) umumnya berhubungan dengan

proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang

dilakukan dapat membiayai sendiri (self financing), dan selanjutnya dapat

berkembang sendiri (self growing). Dalam analisis ini, keuntungan awal dianggap

sama dengan nol. Bila pendapatan dari produksi berada di sebelah kiri titik impas

maka kegiatan usaha akan menderita kerugian, sebaiknya bila di sebelah kanan

titik impas akan memperoleh keuntungan.

Analisis titik impas juga digunakan untuk:

1. Hitungan biaya dan pendapatan untuk setiap alternatif kegiatan usaha.

2. Rencana pengembangan pemasaran untuk menetapkan tambahan investasi

untuk peralatan produksi.

3. Tingkat produksi dan penjualan yang menghasilkan ekuivalensi (kesamaan)

(16)

(Waldyono, 2008).

Manfaat perhitungan titik impas (break even point) adalah untuk

mengetahui batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usaha

yang dikelola masi layak untuk dijalankan. Pada kondisi ini income yang

diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya operasional tanpa ada keuntungan.

Untuk mengetahui produksi titik (BEP) maka dapat digunakan rumus

sebagai berikut:

N = F

(R−V) ... (11)

dimana:

N = jumlah produksi minimal untuk mencapai titik impas (Kg)

F = biaya tetap pertahun (Rupiah)

R = penerimaan dari tiap unit produksi (harga jual) (Rupiah)

V = biaya tidak tetap per unit produksi

(Darun, 2002).

Biaya variabel adalah biaya yang besarnya tergantung pada output yang

dihasilkan. Dimana semakin banyak produk yang dihasilkan maka semakin

banyak bahan yang digunakan dan biaya yang digunakan akan semakin besar

juga. Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada banyak

sedikitnya produk yang akan dihasilkan (Soeharno, 2007).

Biaya tetap adalah biaya yang tidak terpengaruh oleh aktifitas perusahaan.

Biaya ini secara total tidak mengalami perubahan meskipun ada perubahan

volume produksi. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya

(17)

Net present value

Net present value (NPV) adalah selisih antara present value dari investasi

nilai sekarang dari penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Identifikasi

masalah kelayakan finansial dianalisis dengan menggunakan metode analisis

finansial dengan kriteria investasi. Net present value adalah kriteria yang

digunakan untuk mengukur suatu alat layak atau tidak untuk diusahakan.

Perhitungan net present value merupakan net benefit yang telah didiskon dengan

discount factor. Secara singkat dapat dirumuskan:

CIF – COF ≥ 0 ... (12)

dimana:

CIF = cash in flow

COF = cash out flow

Sementera itu keuntungan yang diharapkan dari investasi yang dilakukan

bertindak sebagai tingkat bungan modal dalam perhitungan:

Penerimaan (CIF) = pendapatan x (P/A, i, n) + nilai akhir x (P/F, i, n)

Pengeluaran (COF) = investasi + pembiayaan (P/A, i, n).

Kriteria NPV yaitu:

- NPV > 0, berarti usaha yang telah dilaksanakan menguntungkan

- NPV < 0, berarti sampai dengan t tahun investasi usaha tidak menguntungkan

- NPV = 0, berarti tambahan manfaat sama dengan tambahan biaya yang

dikeluarkan

(18)

Internal rate of return

Dengan menggunakan metode IRR akan mendapatkan informasi yang

berkaitan dengan tingkat kemampuan cash flow dalam mengembalikan investasi

yang dijelaskan dalam bentuk % periode waktu. Logika sederhananya

menjelaskan seberapa kemampuan cash flow dalam mengembalikan modalnya

dan seberapa besar pula kewajiban yang harus dipenuhi (Giatman, 2006).

Internal rate of return (IRR) adalah suatu tingkatan discount rate, pada

discount rate dimana diperolah B/C ratio = 1 atau NPV = 0. Harga IRR dapat

dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

IRR = i1 –

NPV 1

(NPV 2−NPV 1) (i1 – i2) ... (13)

dimana:

i1 = suku bunga bank paling atraktif

i2 = suku bunga coba-coba

NPV1 = NPV awal pada i1

NPV2 = NPV pada i2

Referensi

Dokumen terkait

ini adalah agar semua paket data dari node yang berada pada jaringan ad hoc bisa diteruskan ke jaringan infrastruktur (LAN atau Internet) dan sebaliknya.. Iptables

Struktur Kurikulum SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 (tiga) Tahun untuk kelas

Silabi+Biomekanika Silabi+Biomekanika068 Silabi+Biomekanika+067 Silabi+Bulutangkis062 Silabi+Bulutangkis063 Silabi+Bulutangkis064 Silabi+Bulutangkis065. Bidang

[r]

Hasil Akhir Model Regresi dengan Variabel Prediktor Standar I si (Kasek) dan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Siswa) untuk Memprediksi Kompetensi

Bagi penyedia yang keberatan dengan penetapan ini, dipersilahkan untuk

Beragama buddha Beragama Konghucu Jumlah Guru Kelas Jumlah Guru Agama Islam Jumlah Guru Agama kristen Jumlah Guru Agama Katolik Jumlah Guru Agama Hindu Jumlah Guru Agama Buddha

Bagian ini berisi paparan kondisi ideal yang diharapkan dipertentangkan dengan kondisi nyata yang terjadi di kelas peneliti, dilanjutkan dengan solusi atau pilihan